wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

ASAS GANJIL 25-26 AL-QURAN HADIS XII OLEH PAK UMAMIK

Total questions: 50

Worksheet time: 3hrs 30mins

Name
Class
Date
1.

وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا (٢٦) إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا (٢٧)

Perhatikan QS Al-Isra' ayat 26-27 berikut! Kandungan makna ayat tersebut adalah sebagai berikut, kecuali....

a)

Diantara harta yang kita miliki ada yang bukan milik kita, namun diantaranya ada hak milik fakir miskin.

b)

Dalam memberikan hak harta kepada fakir miskin tidak boleh berlebihan.

c)

Orang yang berlebihan dalam mentasharufkan harta dalam hal apa pun dilarang oleh Allah Ta’ala.

d)

Orang yang berlebihan dalam membelanjakan hartanya diibaratkan oleh Allah Ta’ala sebagai temannya syaitan yang selalu ingkar kepada Allah Ta’ala.

e)

Boleh memberikan sebagian besar hartanya kepada fakir miskin.

2.

Seorang yang beriman tidak mudah menginginkan harta seperti yang dimiliki oleh orang lain, karena menganggap bahwa....

a)

Harta di dunia lebih besar dari pada milik orang lain.

b)

Harta di akhirat jauh lebih besar dan lebih mewah dari pada milik orang lain.

c)

Harta di dunia dan akhirat sama saja.

d)

Harta di dunia tidak ada artinya dibandingkan dengan harta orang lain.

e)

Harta Dunia membawa kemeawahan ke akhirat

3.

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْمَلائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ (١٧٧)

Menurut ayat QS Al Baqarah ayat 177, orang yang disebut sebagai orang yang berbakti kepada Allah Ta’ala adalah orang yang melakukan perbuatan berikut, kecuali:

a)

Meyakini kebenaran rukun iman yang jumlahnya 6

b)

Memberikan harta yang dicintai kepada orang-orang yang berhak menerimanya

c)

Menjalankan shalat 5 waktu pada waktunya

d)

Sabar dalam keadaan apapun

e)

Jujur dalam perkataan dan perbuatannya

4.

Fadilah adalah seorang murid MA yang memiliki akhlaq mulia. Suatu saat ia sangat bergembira karena ia mendapat hadiah dari ayahnya berupa perhiasan yang sangat ia idam-idamkan sejak lama. Namun ketika fadilah mendengar berita tentang perang antara Israil dengan Palestina, banyak anak-anak yang kelaparan, kehilangan tempat tinggal, harta benda dan keluarga yang dicintainya, tanpa pikir panjang ia lalu menjual perhiasan untuk disedekahkan kepada anak-anak Palestina korban perang. Sikap Fadilah ini sesuai dengan Al qur an surat ...

a)

Al Baqarah ayat 255

b)

Al Baqarah ayat 277

c)

Al Baqarah ayat 177

d)

Al Baqarah ayat 256

e)

Al Baqarah ayat 276

5.

Perilaku seseorang yang hidup sederhana, hanya memenuhi kebutuhan secukupnya, sesuai dengan bunyi ayat:

a)

وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى

b)

لَوْلَا أَنْ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا لَخَسَفَ بِنَا وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

c)

وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا

d)

تَحْسَبُهُ جَاهِمًا وَتَدُورُهُ الْأَرْضَ قَبْلَ كَانَ لَهُ مِنْ فِئَةٍ يَنْصُرُونَهُ

e)

قَالَ الَّذِينَ يُرِيدُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا يَا لَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَا أُوتِيَ قَارُونُ

6.

Perhatikan ayat berikut !

وَلا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَى عُنُقِكَ

Ayat berikut adalah bahasa kiasan yang mengandung makna sesuai dengan budaya Arab pada masa Nabi. Adapun yang dimaksud adalah:

a)

Kejam terhadap orang lain

b)

Enggan untuk membantu orang lain.

c)

Orang yang pura-pura miskin

d)

Orang yang tidak mau bekerja untuk nafkahi dirinya

e)

Orang yang hidup sederhana tidak berlebih lebihan

7.

وَأَصْبَحَ الَّذِينَ تَمَنَّوْا مَكَانَهُ بِالأمْسِ يَقُولُونَ وَيْكَأَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ

Menurut pemahaman ayat tersebut, orang-orang menjadi sadar bahwa Allah Ta’ala melapangkan rizki bagi yang di kehendaki, dan menyempitkannya. Adapun kesadaran tersebut muncul adalah akibat dari....

a)

Keimanan mereka kepada Allah Ta’ala.

b)

Ajakan orang-orang yang beriman.

c)

Tenggelamnya Qarun dan hartanya.

d)

Cemoohan orang-orang yang beriman kepada mereka.

e)

Kebencian mereka terhadap Qarun.

8.

فَخَرَجَ عَلَى قَوْمِهِ فِي زِينَتِهِ قَالَ الَّذِينَ يُرِيدُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا يَا لَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَا أُوتِيَ قَارُونُ إِنَّهُ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٍ (٧٩)

Ayat tersebut adalah mendiskripsikan tentang Qarun yang suka memamerkan hartanya. Ketika Qarun memamerkan hartanya ayat tersebut berisi tentang komentar umatnya. Komentar umatnya menurut ayat tersebut adalah “Duhai seandainya aku di beri oleh Allah Ta’ala seperti yang diberikan kepada Qarun, sesungguhnya ia diberi bagian yang banyak dari Allah Ta’ala”. Orang yang berkomentar tersebut adalah....

a)

Orang yang beriman.

b)

Para pengikut Qarun.

c)

Orang yang memiliki sifat seperti Qarun.

d)

Orang yang mencintai duniawi.

e)

Orang yang suka pamer.

9.

اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ

Perhatikan ayat berikut! Apa yang dimaksud dari ayat tersebut adalah....

a)

Allah melapangkan rizki dan menyempitkan rizki bagi siapa yang dikehendaki-Nya.

b)

Allah menyempitkan rizki bagi siapa yang durhaka pada-Nya.

c)

Allah memberikan rizki kepada semua hamba-Nya secara merata.

d)

Allah memberikan rizki hanya kepada orang yang beriman.

e)

Allah memberikan rizki hanya kepada orang yang beramal baik dan bersedekah

10.

Maksud  hadits nabi berikut adalah  ;

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنْ الْيَدِ السُّفْلَى

a)

Derajat dan kedudukan orang yang menerima sedekah/infaq lebih tinggi dari pada orang yang memberi.

b)

Derajat dan kedudukan orang yang memberi sedekah/infaq lebih tinggi dari pada orang yang menerima.

c)

Tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah.

d)

Memberi sedekah adalah kewajiban bagi semua orang.

e)

Sedekah hanya diberikan kepada orang yang membutuhkan.

11.

Perhatikan hadis berikut !

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِسَعْدٍ وَهُوَ يَتَوَضَّأُ فَقَالَ مَا هَذَا السَّرَفُ فَقَالَ أَفِي الْوُضُوءِ إِسْرَافٌ قَالَ نَعَمْ وَإِنْ كُنْتَ عَلَى نَهَرٍ جَارٍ. رواه ابن ماجة

Hadis tersebut adalah bukti tentang larangan perbuatan boros dalam hal....

a)

Perbuatan yang sia-sia

b)

Perbuatan baik sekalipun

c)

Perbuatan yang madlarat

d)

Mengeluarkan harta

e)

Mengeksplorasi alam

12.

Perhatikan QS. Al-Baqarah : 155-157 berikut !

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (١٥٥)

Menurut ayat tersebut, Allah Ta’ala pasti akan memberikan ujian kepada manusia yang beriman yaitu berupa berikut ini, kecuali....

a)

Beriman yaitu berupa perasaan yang ketakutan (akibat perang)

b)

Berita yang menyusahkan (karena sakit/kematian)

c)

Kelaparan/musim paceklik

d)

Kehilangan atau berkurangnya harta karena gagal panen

e)

Kehilangan atau habis harta karena perjudian

13.

Orang yang beriman, ketika mengalami keadaan yang menyedihkan, menyusahkan, menyakitkan, dan membahayakan dirinya, maka selalu berfikir bahwa semua itu dari Allah Ta’ala yang pasti mengandung hikmah. Potongan ayat yang sesuai dengan diskripsi tersebut adalah....

a)

وَإِن تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

b)

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ

c)

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

d)

أُو۟لَٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَٰتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُهْتَدُونَ

e)

إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٍ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ

14.

Perhatikan ayat berikut !

لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الأمُورِ (١٨٦)

Menurut ayat tersebut Jika manusia di beri ujian maka sikap yang harusnya di tunjukkan adalah sebagai berikut, kecuali....

a)

Sabar dan terus menjalani kehidupan dengan tenang

b)

Tawakkal/pasrah bahwa semua sudah digariskan/ditakdirkan oleh Allah SWT

c)

Ridha/menerima dengan ketentuan ujian yang diberikan Allah kepada manusia

d)

Tetap bersyukur dan gembira sebab semua dari Allah SWT

e)

Berontak dan marah atas kejadian yang telah menimpanya

15.

Mengapa penting untuk memiliki sikap positif saat menghadapi ujian atau cobaan?

a)

Sikap positif dapat membantu mengurangi tekanan negatif dan meningkatkan kinerja

b)

Sikap positif tidak memiliki pengaruh apa pun pada hasil ujian mendapat perlakuan yang buruk dari orang lain

c)

Sikap positif hanya cocok untuk orang yang tidak serius

d)

Sikap positif hanya penting saat segalanya berjalan lancar

e)

Sikap positif dapat membantu perasaan halusinasi seseorang, sehingga tampak berjalan normal padahal tidak sama sekali merubah keadaan

16.

Perhatikan hadis berikut !

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ. رواه مسلم

Semua kejadian yang menimpa umat mukmin adalah mengandung kebaikan. Yang dimaksud dengan kebaikan / pahala pada matan hadis tersebut adalah....

a)

Pahala bersabar jika diuji kesusahan, dan bersukur jika diberi kegembiraan

b)

Pahala bersabar, yang disamakan dengan pahala bertaqwa

c)

Pahala diberikan kepada manusia jika menjalani ujian dengan sikap diam

d)

Pahala ketika berharap dan berdoa agar ujian dan cobaan selalu diberikan kepadanya

e)

Pahala orang yang bersikap selalu gembira terhadap kenikmatan yang diberikan secara berlimpah ruah walaupun tanpa melaksanakan ibadah kepada Allah SWT sekalipun

17.

Nabi Muhammad s.a.w. pernah mengalami heran dengan keadaan umat mukmin. Adapun yang diherankan oleh Nabi s.a.w. atas keadaan orang mukmin adalah....

a)

Baik buruknya keadaan orang mukmin mengandung nilai kebaikan dari Allah Ta’ala.

b)

Orang mukmin yang selalu sabar dan positif thinking atas ujian dari Allah Ta’ala.

c)

Orang mukmin yang tetap bersyukur walaupun ia tertimpa musibah.

d)

Orang mukmin yang selalu mengembalikan semua keadaan baik maupun buruk kepada Allah Ta’ala.

e)

Baik buruknya keadaan orang mukmin yang tidak mengubah keimanannya kepada Allah Ta’ala.

18.

Ketika orang mukmin mendapatkan kebaikan, kebahagiaan, rasa bahagia, kesenangan dan lain sebagainya, ia akan merefleksikan dalam bentuk syukur terhadap Allah Ta’ala. Hal ini disebabkan karena....

a)

Karena adanya kebaikan bagi dirinya merupakan rahmat Allah Ta’ala.

b)

Karena kebaikan dari Allah Ta’ala harus ditunjukkan kepada orang lain.

c)

Karena Allah Ta’ala akan segera mencabut kebaikannya jika tidak disyukuri.

d)

Karena ia tahu bahwa pemberian Allah Ta’ala adalah pasti bernilai positif.

e)

Karena Allah Ta’ala membenci orang yang tidak bersyukur kepada-Nya.

19.

Orang yang paling berat ujian dan cobaan dari Allah Ta’ala adalah....

a)

Orang yang tidak berhati-hati dalam menjalani kehidupan di dunia.

b)

Orang yang tidak sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan.

c)

Orang yang paling kuat menjalankan ajaran agamanya.

d)

Orang yang lemah imannya kepada Allah Ta’ala.

e)

Orang yang selalu mengembalikan cobaan kepada Allah Ta’ala.

20.

Ujian dan Cobaan diberikan oleh Allah Ta’ala sesuai dengan kuat dan lemahnya Iman seseorang, ini menunjukkan keadaan sebagai berikut, kecuali....

a)

Para Nabi di beri ujian oleh Allah Ta’ala dengan ujian yang lebih berat dari pada orang lain.

b)

   Besar dan sedikitnya pahala sabar tergantung dengan berat dan ringannya ujian.

c)

Semakin berat ujian dan cobaan menunjukkan semakin besar cinta Allah Ta’ala kepadanya.

d)

Orang yang di beri ujian oleh Allah Ta’ala dan ridha atas ujiannya, bisa menghapus dosa yang telah dilakukan.

e)

Orang yang tidak berhati-hati di dunia ( dengan banyak melakukan ma’shiat) pasti di beri ujian oleh Allah Ta’ala sesuai dengan perbuatannya.

21.

Bagaimana cara terbaik untuk menghadapi cobaan?

a)

Menyalahkan orang lain meratapi kejadian selama-lamanya

b)

Menyerah dan berputus asa atas segala cobaan

c)

Mengambil pelajaran/hikmah yang tersirat, membuat solusi, bertanggung jawab dan belajar dari pengalaman ujian/musibah yang dialaminya

d)

Mencari cara untuk menghindari cobaan selamanya

e)

Menyesali diri dan menyalahkan diri sendiri

22.

Perhatikan ayat berikut!

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Maksud dari kata yang bergaris bawah adalah....

a)

Agar manusia merasakan hasil bumi yang mereka lestarikan

b)

Agar manusia merasakan hasil lautan dan bumi untuk hidupnya

c)

Agar manusia merasakan akibat buruk setelah berbuat kerusakan

d)

Agar manusia dapat hidup di muka bumi dengan kekayaan alamnya

e)

Agar manusia dapat mengeksplorasi hasil bumi yang kaya ini

23.

Allah Ta’ala menciptakan alam dengan keadaan yang baik, kemudian manusia beraktifitas di muka bumi untuk memenuhi kehidupannya, diantara usaha manusia ada yang menjaga kelestarian dan ada pula yang merusak kelestarian. Berikut ini adalah contoh-contoh perbuatan yang merusak kelestarian, kecuali....

a)

Mencari ikan di sungai dengan cara meracuni air sungai

b)

Mencari ikan di laut dengan cara menggunakan bahan kimia

c)

Membuang kotoran binatang di pinggir jalan umum

d)

Membuat bangunan gedung yang di dominasi dengan kaca

e)

Membuat kebun dan tanaman apotik hidup di tengah perkotaan

24.

Perhatikan ayat berikut !

قُلْ سِيرُوا فِي الأرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلُ كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُشْرِكِينَ

Ayat tersebut mengajarkan kepada manusia agar bisa hidup tidak berbuat kerusakan yaitu dengan cara....

a)

Bercermin kepada kejadian-kejadian kerusakan yang terjadi sebelumnya

b)

Mengabaikan kerusakan yang terjadi di masa lalu

c)

Mengulangi perbuatan yang sama seperti yang dilakukan sebelumnya

d)

Tidak peduli dengan akibat kerusakan yang terjadi

e)

Menyalahkan orang lain atas kerusakan yang terjadi

25.

Perhatikan ayat berikut !

وَلا تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ بَعْدَ إِصْلاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

Allah Ta’ala melarang manusia agar tidak berbuat kerusakan, alasan yang paling tepat menurut ayat tersebut adalah...

a)

Karena Allah Ta’ala telah menciptakan kondisi alam yang baik.

b)

Karena Allah Ta’ala telah menciptakan alam bukan hanya untuk manusia.

c)

Karena manusia di anjurkan untuk berdoa dan takut pada Allah Ta’ala.

d)

Karena Allah Ta’ala telah memberikan rahmat kepada manusia.

e)

Karena Allah Ta’ala lebih mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.

26.

Allah Ta’ala menciptakan hukum alamiyah di muka bumi, agar manusia bisa menggunakan hukum-hukum alamiyah sebagai cara hidup agar tidak merusak alam. Potongan ayat yang menjelaskan bahwa tanah kering tidak akan bisa di tumbuhi tumbuhan adalah....

a)

وَالْبَلَدُ الطَّيِّبُ يَخْرُجُ نَبَاتُهُ بِإِذْنِ رَبِّهِ

b)

وَالَّذِي خَبُثَ لَا يَخْرُجُ إِلَّا نَكِدًا

c)

كَذَلِكَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَشْكُرُونَ

d)

وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا

e)

إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

27.

Perhatikan ayat berikut !

وَالْبَلَدُ الطَّيِّبُ يَخْرُجُ نَبَاتُهُ بِإِذْنِ رَبِّهِ وَالَّذِي خَبُثَ لا يَخْرُجُ إِلا نَكِدًا كَذَلِكَ نُصَرِّفُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَشْكُرُونَ

Menurut pemahaman ayat tersebut Allah Ta’ala menciptakan alam yang lestari, tujuannya adalah....

a)

Agar manusia bisa hidup sejahtera.

b)

Agar manusia bisa beribadah.

c)

Agar manusia bersyukur.

d)

Agar manusia bisa bercocok tanam.

e)

Agar manusia bertambah imannya.

28.

Allah Ta’ala melarang hamba-Nya berbuat kerusakan setelah Allah Ta’ala memperbaikinya. Berbuat “kerusakan setelah Allah Ta’ala memperbaikinya” yang dimaksud dengan (kerusakan) disini adalah mencakup semua jenis kerusakan, baik yang bersifat maknawi maupun yang bersifat materi. Berikut ini adalah kerusakan alam yang bersifat maknawi, kecuali....

a)

Tidak bersyukur kepada Allah Ta’ala.

b)

Tidak menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.

c)

Tidak menjaga hubungan baik dengan Allah Ta’ala.

d)

Menebang pohon secara sembarangan.

e)

Tidak menjaga hubungan baik dengan lingkungan sekitar.

29.

Semua jenis binatang, tumbuhan, dan planet-planet yang berputar pada garis edar dan porosnya, semua diciptakan oleh Allah Ta’ala pasti ada manfaatnya untuk manusia. Ayat yang menjelaskan hal tersebut adalah....

a)

وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ

b)

وَالْبَلَدُ الطَّيِّبُ يَخْرُجُ نَبَاتُهُ بِإِذْنِ رَبِّهِ

c)

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلا

d)

أَلَمْ تَرَ إِلَى رَبِّكَ كَيْفَ مَدَّ الظِّلَّ وَلَوْ شَاءَ لَجَعَلَهُ سَاكِنًا

e)

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِبَاسًا وَالنَّوْمَ سُبَاتًا

30.

Perhatikan ayat berikut !

وَهُوَ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا

Allah Ta’ala menurunkan air dari langit. Tujuan yang langsung menurut ayat tersebut adalah sebagai berikut, kecuali....

a)

Agar bumi yang tandus menjadi subur.

b)

Agar tercipta angin yang kencang

c)

Agar manusia bisa bercocok tanam

d)

Agar memberi manfaat bagi manusia

e)

Agar manusia dapat makan dan minum.

31.

Perhatikan ayat berikut!

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ

Maksud dari ayat tersebut, bahwa kerusakan alam yang terjadi karena ulah manusia sebagai berikut ini ....

a)

Penebangan hutan yang dilakukan manusia dengan penanaman kembali

b)

Penebangan hutan secara liar yang dilakukan manusia mengakibatkan longsor

c)

Membuang sampah di Sungai yang berakibat polusi dan banjir

d)

Perbuatan manusia yang semakin hedonisme

e)

Pembangunan pabrik yang menciptakan banyak pekerjaan

32.

Perintah  اقْرَأْ  pada QS. Al-Alaq 1-5 adalah yang menunjukkan kewajiban kita untuk mencari ilmu, dan dalam mencari ilmu ini harus didasari dengan....

a)

Keyakinan bahwa Setiap perbuatan pasti ada balasannya

b)

Kesucian niat, hati dan pikiran dalam mencari ilmu, untuk mengamalkan ilmu demi rahmat Allah.

c)

Niat untuk mencari ilmu duniawi semata.

d)

Niat untuk menjadi kaya raya.

e)

Niat untuk menguasai dunia.

33.

Arti kata QS Yunus 101 yang bergaris bawah berikut ini adalah:

قُلِ انظُرُوا مَاذَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا تُغْنِي الْآيَاتُ

وَالنُّذُرُ عَنْ قَوْمٍ لَا يُؤْمِنُونَ

a)

Katakanlah: “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda-tanda (kekuasaan Allah) dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman.”

b)

Katakanlah: “Lihatlah keindahan langit dan bumi. Tidak ada yang lebih indah dari ciptaan Allah.”

c)

Katakanlah: “Renungkanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Semua itu adalah tanda-tanda kebesaran Allah.”

d)

Katakanlah: “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Semua itu adalah bukti nyata kekuasaan Allah.”

e)

Katakanlah: “Bacalah apa yang ada di langit dan di bumi. Semua itu adalah tanda-tanda kebesaran Allah.”

34.

Perhatikan ayat berikut!

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ

Allah Ta’ala menciptakan hukum alamiah seperti arah angin, perubahan siang dan malam, hukum archimedes. Semua itu tujuan utamanya menurut ayat tersebut adalah....

a)

Untuk menunjukkan kekuasaan Allah Ta’ala.

b)

Untuk memberikan manfaat bagi manusia.

c)

Untuk mengatur keseimbangan alam.

d)

Untuk menunjukkan keindahan ciptaan Allah.

e)

Untuk menunjukkab kebesaran dan keagungan Allah

35.

Allah Ta’ala menurunkan air dari langit pada musim hujan, sedangkan pada musim kemarau Allah Ta’ala tidak menurunkan air dari langit. Potongan ayat yang sesuai dengan pernyataan tersebut adalah....

a)

وَأَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً

b)

وَجَعَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً

c)

وَأَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فِي حِينٍ

d)

وَجَعَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فِي حِينٍ

e)

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ

36.

Apa pelajaran yang dapat diambil dari ayat berikut:

"يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ" (6)?

a)

Agar manusia hidup secara bebas

b)

Keutamaan ahli ilmu diumpamakan bulan purnama yang terang benderang, tidak sebanding dengan bintang-bintang yang lain

c)

Agar tidak mudah terpengaruh dan membuat hoak

d)

Agar memiliki pengaruh di lingkungannya

e)

Agar menjadi mukmin yang kuat imannya

37.

وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ. أبوا داود.

Isi kandungan hadis tersebut adalah..

a)

Orang yang ahli ilmu Diumpamakan bulan purnama yang terang benderang,

b)

Orang yang ahli ilmu Diumpamakan bintang yang menerangi kegelapan malam

c)

Orang yang ahli ilmu Diumpamakan Pohon yang berbuah dan dimanfaatkan buah tersebut

d)

Orang yang ahli ilmu Diumpamakan lampu yang menyinari sekelilingnya

e)

Orang yang ahli ilmu Diumpamakan seorang Ulama pewaris nabi

38.

لاَ يَغْرِسُ مُسْلِمٌ غَرْسًا وَلَا يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ إِنْسَانٌ وَلَادَابَّةٌ وَلَا شَيْءٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ

Isi kandungan ayat diatas bahwa tidaklah seorang muslim menanam tanaman/pohon lalu dimanfaatkan oleh burung, manusia, binatang lain Kecuali dihukumi sama dengan..

a)

Lima Pahala

b)

Derajat Kemuliaan

c)

Amal Kebaikan

d)

Sedekah

e)

Ketakwaan

39.

وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ

Arti dari hadis tersebut adalah

a)

Berusahalah menjadi yang terbaik

b)

Mulailah dari sekitarmu

c)

Belajarlah dari yang kecil

d)

Mudahkanlah urusanmu

e)

Setiap mukin hendaknya bersaudara

40.

وَ اللّٰهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ

Isi kandungan ayat diatas adalah...

a)

Allah tidak menyukai kerusakan

b)

Allah tidak menyukai kekerasan

c)

Allah mengancam pelaku fitnah

d)

Allah akan memberi balasan setimpal

e)

Kekuasaan Allah tiada bandingnya

41.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ

Dalam konteks kehidupan masyarakat modern yang penuh dengan arus informasi digital dan media sosial, bagaimana prinsip yang terkandung dalam QS. Al-Hujurat ayat 6 seharusnya diterapkan untuk menjaga keutuhan sosial?

a)

Menyebarkan setiap informasi yang dianggap bermanfaat tanpa perlu mengecek sumbernya agar cepat viral.

b)

Mempercayai semua informasi dari figur publik karena mereka dianggap memiliki kredibilitas tinggi.

c)

Menyaring dan memverifikasi setiap informasi sebelum disebarkan agar tidak menimbulkan fitnah dan konflik sosial.

d)

Membalas berita bohong dengan berita lain agar keseimbangan opini publik terjaga.

e)

Mengabaikan semua informasi yang beredar agar tidak terlibat dalam permasalahan sosial.

42.

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِيْ تَجْرِيْ فِى الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ مِنَ السَّمَاۤءِ مِنْ مَّاۤءٍ فَاَحْيَا بِهِ الْاَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيْهَا مِنْ كُلِّ دَاۤبَّةٍۖ وَّتَصْرِيْفِ الرِّيٰحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَ

Dalam ayat tersebut, Allah menegaskan tanda-tanda kebesaran-Nya yang dapat diamati di alam semesta. Di era modern, manusia telah mengembangkan teknologi canggih seperti eksplorasi antariksa, modifikasi cuaca, dan transportasi laut serta udara.
Sebagai seorang muslim yang beriman dan berakal, bagaimana seharusnya kita mengevaluasi hubungan antara kemajuan teknologi modern dengan pesan tauhid dalam QS. Al-Baqarah ayat 164?


a)

Menganggap kemajuan teknologi adalah bukti manusia mampu menandingi kekuasaan Allah atas alam semesta.

b)

Menilai bahwa kemajuan teknologi adalah bagian dari manifestasi kebesaran Allah, sehingga harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.

c)

Memandang penelitian ilmiah hanya sebagai urusan duniawi yang tidak ada hubungannya dengan iman atau ketauhidan.

d)

Menolak semua bentuk teknologi modern karena dapat menjauhkan manusia dari penghayatan terhadap alam ciptaan Allah.

e)

Menggunakan teknologi secara bebas tanpa mempertimbangkan nilai-nilai spiritual, karena manusia berhak menguasai bumi sepenuhnya

43.

Dalam dunia pendidikan modern, banyak orang belajar hanya untuk mendapatkan nilai dan pekerjaan.
Berdasarkan makna QS. Al-‘Alaq ayat 1–5, bagaimana seharusnya seorang pelajar menilai tujuan belajar agar selaras dengan nilai Islam?

a)

Belajar hanya untuk memperoleh keuntungan duniawi.

b)

Belajar sekadar memenuhi kewajiban sekolah.

c)

Belajar sebagai sarana mencari ridha Allah dan mengembangkan potensi manusia.

d)

Belajar agar dapat mengalahkan orang lain dalam persaingan akademik.

e)

Belajar supaya dikenal sebagai orang pintar.

44.

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا ۚ ذَٰلِكَ ظَنُّ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ فَوَيْلٌ لِّلَّذِينَ كَفَرُوا مِنَ النَّارِ

Ayat ini menegaskan bahwa seluruh ciptaan Allah memiliki tujuan dan makna, bukan tanpa hikmah.
Dalam kehidupan modern, banyak manusia menjalani aktivitas hanya untuk mengejar kepuasan duniawi tanpa mempertimbangkan nilai spiritual dan tanggung jawab akhirat.

Pertanyaan:
Berdasarkan kandungan QS. Shād: 27, bagaimana seharusnya seorang muslim mengevaluasi makna dan tujuan hidupnya di tengah gaya hidup materialistis dan hedonis masa kini?

a)

Menilai bahwa hidup hanya untuk menikmati dunia selama masih muda dan sehat.

b)

Menjalani kehidupan dunia dengan kesadaran bahwa setiap amal harus memiliki tujuan yang bernilai ibadah kepada Allah.

c)

Menganggap bahwa pencapaian duniawi adalah ukuran utama keberhasilan hidup.

d)

Menolak segala bentuk aktivitas duniawi karena dianggap menghalangi ibadah.

e)

Meyakini bahwa tujuan hidup manusia hanyalah untuk mencari kebahagiaan pribadi tanpa memikirkan akhirat.

45.

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِبَاسًا وَالنَّوْمَ سُبَاتًا وَجَعَلَ النَّهَارَ نُشُورًا

Ayat ini menunjukkan keseimbangan ciptaan Allah antara malam untuk beristirahat dan siang untuk beraktivitas.
Namun, di era modern, banyak orang justru mengabaikan keseimbangan waktu, seperti bekerja hingga larut malam atau begadang untuk hiburan digital tanpa henti.

Pertanyaan:
Berdasarkan nilai-nilai QS. Al-Furqān ayat 47, bagaimana seharusnya seorang muslim mengevaluasi pola hidupnya agar selaras dengan prinsip keseimbangan yang dikehendaki Allah?

a)

Menganggap waktu malam dan siang sama saja sehingga bebas digunakan sesuka hati.

b)

Mengatur waktu aktivitas dan istirahat sesuai prinsip keseimbangan alam yang Allah tetapkan.

c)

Mengabaikan waktu tidur demi produktivitas tinggi dan kesuksesan materi.

d)

Menghabiskan malam untuk hiburan dan bersantai karena siang sudah digunakan untuk bekerja.

e)

Menghindari semua aktivitas duniawi agar lebih banyak beristirahat di malam hari.

46.

perilaku orang munafik digambarkan sebagai orang yang berpura-pura melakukan kebaikan, padahal sebenarnya menimbulkan kerusakan di muka bumi.
Di era modern, sebagian orang beralasan bahwa eksploitasi alam besar-besaran, penebangan hutan, atau pencemaran sungai dilakukan demi “kemajuan ekonomi”.

Pertanyaan:

Bagaimana seharusnya seorang muslim mengevaluasi perilaku tersebut agar tidak termasuk dalam sifat kemunafikan terhadap alam?

a)

Mendukung eksploitasi alam selama memberikan keuntungan finansial bagi masyarakat.

b)

Menganggap pencemaran dan perusakan alam sebagai hal wajar dalam pembangunan.

c)

Menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan kelestarian alam sebagai bentuk amanah dari Allah.

d)

Tidak perlu memikirkan kerusakan alam karena sudah menjadi takdir Allah.

e)

Menyalahkan pihak lain atas kerusakan lingkungan tanpa melakukan introspeksi diri.

47.

Dalam kehidupan sosial modern, banyak orang terlihat religius secara lahiriah — rajin beribadah dan aktif di kegiatan keagamaan — namun di sisi lain tidak peduli pada kemiskinan, ketidakadilan, dan penderitaan sosial di sekitarnya.
Berdasarkan nilai-nilai QS. Al-Mā‘ūn ayat 1–7, bagaimana seharusnya seorang muslim mengevaluasi bentuk keberagamaannya agar tidak termasuk dalam golongan yang “mendustakan agama”?

a)

Menyeimbangkan antara ibadah ritual dan tanggung jawab sosial terhadap sesama.

b)

Menjalankan ibadah hanya untuk mendapatkan pengakuan sosial agar dipandang sebagai orang saleh.

c)

Menilai bahwa ibadah pribadi sudah cukup tanpa perlu memperhatikan kepedulian sosial.

d)

Mengutamakan kepentingan pribadi karena urusan sosial bukan bagian dari agama.

e)

Memberi sedekah besar hanya saat ingin dilihat orang lain agar dianggap dermawan.

48.

Banyak orang menilai kebaikan hanya dari ritual lahiriah seperti salat atau puasa, tanpa disertai sikap sosial yang baik.
Berdasarkan QS. Al-Baqarah ayat 177, bagaimana seharusnya seorang muslim mengevaluasi makna kebaikan (al-birr) dalam kehidupan sehari-hari?

a)

Kebaikan tergantung pada niat tanpa perlu diwujudkan dalam tindakan sosial.

b)

Kebaikan hanya ditentukan oleh arah kiblat dan tata cara ibadah.

c)

Kebaikan cukup diwujudkan dengan membantu orang lain tanpa iman.

d)

Kebaikan hanya diukur dari banyaknya ibadah ritual.

e)

Kebaikan sejati mencakup iman, ibadah, dan kepedulian sosial secara seimbang.

49.

وَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا

Dalam kehidupan modern, banyak orang menggunakan harta untuk gaya hidup konsumtif seperti membeli barang mewah demi status sosial, sementara masih banyak orang di sekitarnya yang kesulitan ekonomi.
Berdasarkan QS. Al-Isrā’ ayat 26, bagaimana seharusnya seorang muslim mengevaluasi penggunaan hartanya agar sesuai dengan ajaran Islam?

a)

Membelanjakan harta untuk kebutuhan penting sambil memperhatikan hak orang lain yang membutuhkan.

b)

Menggunakan harta sesuka hati karena hasil kerja keras sendiri.

c)

Menyimpan seluruh harta agar tidak habis untuk membantu orang lain.

d)

Mengutamakan kemewahan sebagai tanda kesuksesan dan kehormatan.

e)

Mengeluarkan harta hanya untuk keluarga tanpa peduli orang miskin.

50.

وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا

Gaya hidup modern sering membuat seseorang sulit membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Sebagian orang boros demi gengsi, sementara sebagian lain terlalu kikir hingga enggan berbagi.
Berdasarkan QS. Al-Furqān ayat 67, bagaimana seharusnya seorang muslim mengevaluasi perilaku finansialnya agar sesuai dengan nilai Islam?

a)

Menggunakan harta sebanyak mungkin untuk menunjukkan keberhasilan hidup.

b)

Menyimpan seluruh harta agar tidak berkurang sedikit pun.

c)

Mengatur pengeluaran secara seimbang — tidak berlebihan dan tidak kikir.

d)

Mengeluarkan harta hanya jika mendapat keuntungan balik.

e)

Menghindari berbagi karena takut kekurangan.