NEW
Font size
WorksheetsACLS Pretest
Total questions: 15
Worksheet time: 8mins
Dalam resusitasi henti jantung dewasa, setelah pemasangan jalur napas lanjut (Advanced Airway), berapakah frekuensi ventilasi yang harus diberikan?
2 napas setelah setiap 30 kompresi
1 napas setiap 6 detik (10 napas/menit)
1 napas setiap 10-12 detik (5-6 napas/menit)
Ventilasi harus dihentikan sementara karena kompresi lebih diutamakan
Dalam defibrilasi dewasa, jika energi dosis Biphasic yang direkomendasikan oleh pabrikan tidak diketahui, berapakah dosis awal yang disarankan?
100 J
360 J
50 J, kemudian tingkatkan dosis secara bertahap
Gunakan dosis maksimum yang tersedia (biasanya 120-200 J)
Manakah dari deskripsi EKG berikut yang paling akurat menggambarkan Ventricular Tachycardia (VT) monomorfik?
Aktivitas listrik kacau tanpa kompleks QRS yang dapat diidentifikasi.
Garis lurus datar tanpa aktivitas listrik atau mekanik.
Kompleks QRS yang 'berputar' di sekitar garis isoelektrik
Takikardia kompleks lebar yang reguler, dengan kompleks QRS yang uniform.
Berapakah rasio kompresi-ventilasi yang harus digunakan untuk CPR Kualitas Tinggi pada anak-anak (usia 1 hingga 12 tahun) jika terdapat dua atau lebih penolong?
15:2
Ventilasi berkelanjutan (1 napas setiap 6 detik)
30:2
5:1
.
Berapakah kisaran suhu target ideal yang direkomendasikan untuk Targeted Temperature Management (TTM) pada pasien pasca-henti jantung (Post-Cardiac Arrest Syndrome - PCAS)?
28ºC-30ºC
32ºC-36ºC
36ºC-37ºC
37ºC-38ºC
Menurut algoritma henti jantung dewasa, setelah siklus CPR 2 menit pertama pada pasien dengan Ventricular Fibrillation (VF), langkah selanjutnya yang paling kritis adalah?
.
Memberikan bolus Epinephrine pertama
Melanjutkan CPR secara terus-menerus tanpa jeda
Periksa Irama diikuti dengan Defibrilasi jika ritme tetap Shockable.
Memastikan pemasangan jalur napas lanjutan (Advanced Airway)
Dua parameter utama untuk CPR Kualitas Tinggi pada pasien dewasa adalah:
Laju kompresi 100-120 per menit dan minimalkan interupsi menjadi kurang dari 20 detik.
Kedalaman kompresi minimal 4 cm dan laju kompresi 80 - 100 kali per menit
Kedalaman kompresi minimal 5 cm dan laju kompresi 100 - 120 kali per menit
Kedalaman kompresi minimal 4 cm dan rasio ventilasi 15:2.
Dalam manajemen hemodinamik pasien pasca-henti jantung, berapakah target Mean Arterial Pressure (MAP) minimal yang harus dicapai untuk perfusi serebral dan miokard yang adekuat?
MAP > 50 mmHg
MAP > 55 mmHg
MAP > 60 mmHg
MAP > 65 mmHg
Kapan manuver pembukaan jalan napas Jaw-Thrust diindikasikan daripada manuver Head-Tilt/Chin-Lift?
Ketika operator adalah penolong tunggal.
Ketika dicurigai adanya cedera tulang belakang leher.
Ketika pasien mengalami sumbatan benda asing (foreign body obstruction).
Ketika pasien tidak sadarkan diri (unresponsive).
Gambaran EKG apa yang membedakan Ventricular Fibrilasi dari ritme henti jantung lainnya?
Garis lurus datar dengan laju nol.
Takikardia kompleks lebar yang reguler dengan kompleks QRS uniform.
Aktivitas listrik terorganisir, laju normal, tetapi tidak ada denyut nadi.
Defleksi tidak teratur yang kacau dengan amplitudo bervariasi, tanpa gelombang P, QRS, atau T yang dapat diidentifikasi.
Dalam Checklist pasien pasca-henti jantung (PCAS) V-O-M-I-T, apakah kepanjangan dari huruf 'M' dan mengapa ini penting?
MAP; Memastikan MAP di atas 65 mmHg.
Medication; Memastikan pemberian obat-obatan rutin sudah lengkap.
Monitoring; Melakukan pemantauan EKG kontinu dan denyut nadi.
Myocardial infarction (considerations); dan perlu dilakukan EKG 12-lead
Berapakah dosis bolus Amiodarone intravena/intraosseus (IV/IO) pertama yang direkomendasikan untuk pasien dewasa dengan VT/VF?
1-15 mg/kg
1 mg
300 mg
150 mg
Dalam manajemen Supraventricular Tachycardia (SVT) kompleks sempit yang stabil, bagaimanakah urutan dosis pemberian Adenosine intravena yang benar?
6 mg, diulang 6 mg, kemudian 12 mg
6 mg, diulang 12 mg
12 mg, diulang 12 mg
12 mg, diulang 6 mg
Tujuan utama dari Targeted Temperature Management (TTM) dalam fase Perawatan Pasca-Henti Jantung (PCAS) adalah:
Meningkatkan curah jantung dan tekanan darah pasien.
Mencegah atau meminimalkan cedera otak sekunder akibat iskemia-reperfusi dan demam.
Mempercepat pemulihan fungsi ginjal dan hati.
Mengurangi risiko aritmia dan henti jantung berulang.
Mengapa penting untuk memastikan pemulihan penuh (full recoil) dinding dada setelah setiap kompresi selama CPR Kualitas Tinggi?
Untuk meminimalkan rasa sakit pasien.
Untuk memudahkan penempatan elektroda defibrilator.
Untuk mempertahankan laju kompresi 100-120 per menit.
Untuk memungkinkan jantung terisi kembali dengan darah (pengisian diastolik).
