NEW
Font size
WorksheetsPsikiatri-Tema 9
Total questions: 30
Worksheet time: 15mins
Gangguan kepribadian umumnya ditandai oleh…
Cara berpikir dan berperilaku yang menetap serta sulit disesuaikan
Pola perilaku yang berubah mengikuti tekanan situasional
Respons emosional yang fluktuatif pada kondisi tertentu
Penyesuaian sosial yang membaik setelah dukungan lingkungan
Pola hubungan interpersonal yang berubah sesuai konteks sosial
Pola kepribadian dinilai patologis ketika…
Dipengaruhi perubahan peran sosial secara tiba-tiba
Menyebabkan hambatan fungsi meskipun lingkungan mendukung
Terjadi ketika individu terpapar stres akibat trauma psikologis
Berhubungan dengan dinamika keluarga yang sementara
Mengikuti variasi norma sosial dalam kelompok tertentu
Ciri umum gangguan kepribadian mencakup…
Kemampuan regulasi emosi yang meningkat seiring waktu
Pola reaksi yang konsisten terhadap setiap situasi
Kesulitan berulang dalam mempertahankan hubungan sosial
Perubahan fungsi yang tampak dalam konteks fisiologis
Gangguan perilaku akut sebagai reaksi atas stimulus afeksi negatif
Salah satu aspek penting dalam menilai maladaptivitas kepribadian adalah…
Tingkat variasi emosi yang tidak dapat dikendalikan
Perubahan suasana hati yang mengikuti ritme harian
Kemampuan menjalankan tugas dengan instruksi terstruktur
Dampak jangka panjang terhadap peran sosial individu
Kesulitan keselarasan perilaku dengan tuntutan jangka pendek
Model biopsikososial dalam memahami gangguan kepribadian menekankan bahwa…
Faktor biologis memiliki pengaruh besar sementara faktor sosial bersifat minimal
Interaksi berbagai faktor lebih menentukan dibanding satu faktor dominan
Pengalaman traumatis menjadi penyebab utama meskipun masih mempertimbangkan faktor lain
Pola asuh keluarga menentukan perkembangan kepribadian secara mutlak
Pengaruh genetik bekerja terpisah dari faktor lingkungan
Kontribusi faktor genetik pada gangguan kepribadian terutama terlihat dari…
Variasi sifat yang berubah cepat mengikuti pengalaman baru
Kemiripan pola kepribadian dalam keluarga lintas generasi
Adanya faktor gen neurobiologis yang diturunkan dari orangtua
Kepribadian terbentuk oleh pola asuh orangtua di masa kanak
Kepribadian diturunkan seperti halnya kondisi fisiologis yang diturunkan oleh hubungan darah
Dalam konteks neurobiologi, disregulasi emosi pada gangguan kepribadian sering dikaitkan dengan…
Aktivitas korteks prefrontal yang tidak stabil ketika menghadapi konflik
Mekanisme inhibisi yang berjalan optimal dalam situasi tegang
Sensitivitas amigdala yang meningkat terhadap rangsangan emosional
Respon stres yang menurun setelah pemaparan berulang
Konektivitas limbik yang meningkat pada pemrosesan kognitif
Dalam kerangka psikodinamik, gangguan kepribadian berkembang akibat…
Ketidakmampuan seseorang mengenali diri dan tujuan hidupnya
Adanya distorsi pemikiran yang mempengaruhi kepribadian dan perilaku
Pengaruh lingkungan yang membentuk perilaku maladaptif
Konflik internal yang tidak terselesaikan sejak masa awal perkembangan
Tidak adanya dukungan sosial yang menciptakan penguatan kepribadian
Dari perspektif pembelajaran sosial, gangguan kepribadian muncul karena…
Distorsi pemikiran yang mengakibatkan gangguan emosi dan perilaku
Konflik dan trauma masa kanak yang tidak terselesaikan
Tidak adanya model perilaku dalam lingkungan sosial
Peniruan perilaku maladaptif yang diperkuat dalam interaksi sosial
Ketidakmampuan manusia mengenali diri, lingkungan, dan situasi sosial
Dalam PPDGJ, istilah "gangguan kepribadian spesifik" memiliki arti bahwa:
Kondisi dinyatakan spesifik ketika pola perilaku maladaptif berlangsung secara konsisten
Diagnosis ditegakkan ketika ditemukan perubahan fungsi dalam relasi interpersonal
Penilaian dilakukan melalui identifikasi perilaku yang tidak sesuai dengan norma sosial
Klasifikasi ditentukan berdasarkan karakteristik umum yang muncul dalam berbagai konteks
Diagnosis diberikan ketika pola kepribadian yang khas memenuhi kriteria subtipe tertentu
Salah satu perbedaan penting antara ICD-10 dan PPDGJ dalam penegakan diagnosis gangguan kepribadian adalah bahwa:
PPDGJ menekankan konteks budaya lokal dalam interpretasi gejala
ICD-10 lebih terfokus pada gejala perilaku yang tampak secara klinis
PPDGJ menekankan pada aspek disfungsional dalam regulasi afek
ICD-10 lebih menonjolkan pola kognitif yang bertentangan dengan norma sosial
PPDGJ memberi perhatian lebih besar pada stabilitas pola perilaku jangka panjang
Gangguan kepribadian paranoid diklasifikasikan dalam kode berikut:
F60.0
F60.1
F60.2
F60.3
F60.4
Kode F60.1 dalam ICD-10/PPDGJ merujuk pada gangguan kepribadian:
Dependen
Skizoid
Histrionik
Anankastik
Cemas menghindar
Gangguan kepribadian disosial/antisosial tercantum dalam kode:
F60.0
F60.1
F60.2
F60.3
F60.4
Perubahan kepribadian yang menetap setelah pengalaman bencana berat diklasifikasikan dalam kode:
F61.0
F61.3
F62.0
F62.3
F63.2
Kode F62.1 merujuk pada perubahan kepribadian yang muncul akibat:
Kekerasan interpersonal berulang
Kejadian traumatis jangka panjang
Kerusakan neurologis akut
Pola relasi dependen sejak masa kanak
Penyakit fisik kronis yang berat
Kode F63.0 mengacu pada:
Kleptomania
Piromania
Trikotilomania
Gangguan kepribadian anankastik
Perubahan kepribadian menetap
Kode F65.0 digunakan untuk klasifikasi:
Voyeurisme
Sadomasokisme
Fetishisme
Ekshibisionisme
Transeksualisme
Perbedaan utama antara DSM-III dan DSM-IV dalam mengklasifikasikan gangguan kepribadian terletak pada…
Pengurangan jumlah kategori kepribadian yang dianggap relevan
Penghapusan sistem multiaksial dalam penilaian formal
Penambahan subtipe baru untuk setiap kluster kepribadian
Perpindahan gangguan kepribadian ke dalam bagian gangguan klinis
Penyesuaian kriteria diagnostik tanpa mengubah struktur kategorikal
Dalam DSM-IV, gangguan kepribadian tetap dikelompokkan ke dalam…
Dua kluster berdasarkan fungsi adaptif
Tiga kluster yang merepresentasikan pola sifat inti
Empat kluster dengan kategori bersifat hierarkis
Lima dimensi utama yang menggambarkan variasi kepribadian
Tujuh domain perilaku berdasarkan fungsi interpersonal
Perubahan signifikan DSM-5 terkait gangguan kepribadian adalah…
Pengalihan seluruh gangguan ke model sepenuhnya dimensional
Penghapusan seluruh kluster dan penggantiannya dengan domain fungsi
Penambahan jumlah gangguan kepribadian yang diakui secara resmi
Penyederhanaan kriteria dengan tetap mempertahankan kategori tradisional
Penggunaan diagnosis tunggal untuk seluruh tipe kepribadian
Perbedaan utama antara model alternatif DSM-5 dan model kategorikal tradisional adalah…
Model alternatif menentukan kategori berdasarkan gejala primer
Model alternatif berfokus pada fungsi kepribadian dan trait spesifik
Model alternatif menempatkan seluruh gangguan dalam tiga kluster
Model alternatif menghapus seluruh diagnosis tipe kepribadian
Model alternatif hanya mempertimbangkan faktor genetik
Model Alternatif DSM-5 menilai kepribadian berdasarkan dua komponen utama, yaitu…
Stabilitas identitas dan variasi perilaku impulsif
Kemampuan adaptasi sosial dan kualitas hubungan interpersonal
Fungsi kepribadian dan sifat-sifat kepribadian maladaptif
Intensitas respons emosional dan pola pemrosesan kognitif
Regulasi stres dan mekanisme kompensasi perilaku
Diagnosis banding antara gangguan kepribadian dan gangguan kecemasan perlu mempertimbangkan bahwa…
Gejala kecemasan biasanya muncul sejak awal perkembangan
Gangguan kecemasan memiliki pola reaksi yang stabil lintas konteks
Gangguan kecemasan lebih sering disertai distorsi persepsi diri
Gangguan kepribadian menunjukkan pola perilaku yang menetap sepanjang waktu
Gangguan kepribadian membaik secara signifikan dengan terapi jangka pendek
Ciri gangguan kepribadian yang membantu membedakannya dari gangguan mood adalah…
Perubahan emosi yang mengikuti ritme harian tertentu
Ketidakstabilan afektif yang berlangsung selama periode pendek
Respons emosional yang menurun ketika stres berkurang
Pola afektif yang menetap meskipun suasana hati berubah
Fluktuasi mood yang bergantung pada situasi interpersonal
Dalam epidemiologi gangguan kepribadian, salah satu pola yang paling konsisten adalah bahwa prevalensi cenderung stabil sepanjang kehidupan dewasa. Hal ini terutama disebabkan oleh:
Pola kepribadian yang relatif menetap meskipun terdapat perubahan situasional
Mekanisme adaptasi sosial yang meningkat seiring pertambahan usia
Peningkatan kapasitas coping yang mendorong penurunan gejala yang tampak
Variasi intensitas stres lingkungan yang berubah dari waktu ke waktu
Perubahan gaya relasi interpersonal yang menjadi lebih fleksibel pada usia lanjut
Dalam kajian epidemiologi lintas budaya, variasi prevalensi gangguan kepribadian sering dipengaruhi oleh:
Perbedaan faktor sosial yang memengaruhi tingkat paparan stres kehidupan sehari-hari
Perbedaan norma sosial yang mengatur ekspresi perilaku dan afek
Variasi pola hubungan keluarga inti berdasarkan nilai kolektivisme
Intensitas dukungan sosial yang berbeda pada struktur masyarakat tertentu
Frekuensi interaksi kelompok yang berperan dalam membentuk identitas sosial
Salah satu faktor risiko lingkungan yang paling signifikan dalam perkembangan gangguan kepribadian adalah pola pengasuhan yang tidak konsisten. Dampak utamanya tampak pada:
Penurunan kemampuan untuk membedakan situasi yang aman dan berbahaya
Pola respons stres yang meningkat dalam konteks hubungan dekat
Pembentukan skema hubungan yang tidak stabil dan sulit diprediksi
Kesulitan dalam mempertahankan regulasi emosi pada situasi sosial
Penguatan pola coping yang terfokus pada kontrol eksternal
Komorbiditas antara gangguan kepribadian dan gangguan mental lain sering memperburuk prognosis. Salah satu alasan klinisnya adalah:
Munculnya pola relasi yang berubah-ubah dalam konteks pengobatan
Peningkatan sensitivitas terhadap stresor lingkungan dalam jangka panjang
Rendahnya konsistensi pasien dalam mengikuti intervensi psikoterapi
Interaksi gejala yang saling memperkuat sehingga memperlambat respon terapi
Fluktuasi motivasi yang muncul sepanjang proses pengobatan
Prinsip umum dalam menilai prognosis gangguan kepribadian adalah memperhatikan stabilitas jangka panjang. Yang paling memengaruhi prediksi prognosis adalah:
Kapasitas insight yang berubah seiring proses terapi
Jumlah stresor lingkungan yang memengaruhi dinamika respons pasien
Kecenderungan perilaku impulsif yang meningkat pada kondisi stres
Pola reaktivitas emosi yang sulit berubah tanpa intervensi intensif
Tingkat keparahan disfungsi interpersonal yang menetap sepanjang waktu
