WorksheetsLATIHAN SOAL ASAS PSKR
Total questions: 35
Worksheet time: 3hrs 55mins
Seorang siswa melakukan pemeriksaan sistem kopling pada kendaraan. Saat pedal kopling ditekan penuh, gigi dapat masuk dengan halus, namun ketika pedal dilepaskan sebagian, terdengar suara berdecit dari area rumah kopling. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, kesimpulan yang paling tepat adalah …
Kampas kopling aus tidak merata sehingga perlu diserut
Bantalan tekan (release bearing) mengalami keausan
Pegas diafragma kehilangan daya tekan
Permukaan roda gaya (flywheel) bergelombang
Pedal kopling terlalu tinggi dari lantai
Saat perpindahan gigi dilakukan, gigi terasa sulit masuk meskipun pedal kopling sudah ditekan penuh. Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan kebocoran pada sistem hidrolik dan kondisi kampas kopling masih baik, namun jarak bebas pedal kopling melebihi spesifikasi yang ditetapkan pabrikan. Langkah yang paling tepat untuk mengatasi masalah tersebut adalah …
Mengganti minyak kopling
Mengganti kampas kopling
Mengganti release bearing
Menyetel kabel kopling lebih kendur
Menyetel ulang jarak bebas pedal kopling sesuai spesifikasi
Seorang teknisi melakukan pemeriksaan kedalaman rivet (keling) pada plat kopling kendaraan. Menurut spesifikasi pabrikan, kedalaman minimum rivet adalah 0,3 mm, sedangkan hasil pemeriksaan menunjukkan kedalaman aktual 0,5 mm. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan gejala tersebut, kesimpulan yang paling tepat adalah …
Plat kopling sudah aus dan harus diganti
Plat kopling perlu diserut ulang
Plat kopling masih dalam kondisi baik dan layak pakai
Rivet kopling harus diganti
Kampas kopling sudah aus tidak merata
Spesifikasi ketebalan kampas kopling baru adalah 3,5 mm, dan batas minimum ketebalan adalah 2,5 mm. Setelah diukur, ketebalan kampas saat ini adalah 2,4 mm. Saat kendaraan diuji jalan, pengemudi merasakan kopling mudah selip ketika akselerasi dan muncul bau gosong dari area kopling. Berdasarkan data dan hasil pengujian tersebut, kesimpulan yang paling tepat adalah …
Kampas kopling perlu diganti karena sudah melewati batas aus dan menimbulkan slip
Kampas kopling masih dalam batas aman karena selisihnya kecil
Kampas kopling bisa disetel agar kembali normal
Permukaan kampas perlu dipoles ulang untuk menghilangkan bau gosong
Kampas kopling mengalami keausan tidak merata tetapi masih dapat digunakan
Spesifikasi tekanan pegas diafragma pada unit kopling adalah 700–800 N. Hasil pengukuran menunjukkan tekanan rata-rata hanya 650 N. Saat kendaraan diuji jalan, kopling terasa mudah selip saat akselerasi dan tenaga mesin tidak tersalurkan secara penuh. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan gejala tersebut, kesimpulan yang paling tepat adalah …
Pegas diafragma masih dalam kondisi baik karena mendekati batas bawah spesifikasi
Pegas diafragma terlalu kuat dan perlu diganti
Pegas diafragma sudah melemah sehingga tekanan ke plat kopling berkurang dan perlu diganti
Pegas diafragma tidak berpengaruh terhadap kerja kopling
Pegas diafragma cukup disetel ulang agar tekanannya kembali normal
Seorang teknisi melakukan pemeriksaan run-out (kebengkokan) pada flywheel menggunakan dial indicator. Diketahui spesifikasi batas maksimum run-out adalah 0,10 mm, sedangkan hasil pengukuran menunjukkan nilai 0,08 mm. Jika kendaraan mengalami getaran ringan saat pedal kopling dilepas, bagaimana kesimpulan paling tepat yang dapat diambil berdasarkan data dan gejala tersebut?
Flywheel bengkok dan harus diganti
Flywheel aus dan perlu digosok agar permukaan halus
Flywheel perlu di-facing karena melebihi batas spesifikasi
Flywheel masih dalam batas toleransi, namun perlu diperiksa kemungkinan masalah pada komponen lain
Flywheel tidak rata dan menyebabkan slip pada kopling
Seorang teknisi menemukan perpindahan gigi terasa seret terutama saat suhu mesin dingin. Setelah diperiksa, oli transmisi terlihat sangat kental dan berwarna hitam pekat. Kesimpulan paling tepat adalah …
Oli transmisi terlalu encer
Gigi transmisi aus
Synchronizer ring rusak
Oli transmisi sudah rusak dan viskositas terlalu tinggi, perlu diganti
Level oli transmisi terlalu rendah
Seorang teknisi melakukan pemeriksaan transmisi manual tipe synchromesh karena pengemudi mengeluh gigi 3 sulit masuk meskipun kopling bekerja normal. Hasil pemeriksaan menunjukkan:
-gigi percepatan dalam kondisi baik tanpa aus berlebihan
-sinkronisasi gigi 3 terasa kasar saat dilakukan bench test
-permukaan synchronizer cone dan hub sleeve menunjukkan keausan ringan serta terdapat sedikit serpihan logam halus pada oli transmisi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, kesimpulan yang paling tepat adalah …
Oli transmisi terlalu kental sehingga menghambat perpindahan gigi
Gigi percepatan 3 aus dan perlu diganti seluruh gear set
Sinkronisasi gigi 3 rusak sebagian sehingga perlu diganti synchronizer ring
Kopling tidak lepas sempurna sehingga menyebabkan perpindahan gigi berat
Shift fork bengkok dan perlu dilakukan penyetelan ulang
Seorang teknisi melakukan pemeriksaan pada transmisi manual tipe synchromesh karena pengemudi mengeluh gigi 3 sering berbunyi kasar saat dimasukkan, padahal sistem kopling bekerja normal. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa:
-spesifikasi celah antara synchronizer ring dan hub sleeve adalah 1,2–1,5 mm
- hasil pengukuran celah aktual hanya 0,7 mm
- permukaan cone synchronizer terlihat sangat halus dan mengkilap.
Berdasarkan pemeriksaan dan gejala tersebut, kesimpulan paling tepat adalah …
Synchronizer ring aus sehingga kehilangan daya gesek dan tidak mampu menyamakan putaran gigi
Hub sleeve macet pada poros utama akibat keausan
Shift fork bengkok sehingga pergeseran gigi tidak sempurna
Gigi percepatan aus dan perlu diganti
Oli transmisi terlalu sedikit sehingga synchronizer macet
Saat transmisi diuji, gigi 4 sulit masuk dan terasa “nyangkut” meski pedal kopling ditekan penuh. Pemeriksaan menunjukkan gigi dan synchronizer ring dalam kondisi baik, tetapi hub sleeve bergerak tersendat di poros utama. Kesimpulan paling tepat adalah …
Hub sleeve macet akibat karat atau kotoran, perlu dibersihkan atau diganti
Synchronizer ring aus dan tidak mampu menyamakan putaran
Shift fork bengkok sehingga pergeseran gigi tidak sempurna
Oli transmisi terlalu encer dan menyebabkan gesekan berlebih
Gigi percepatan 4 aus pada sisi dalamnya
Saat perpindahan dari gigi 3 ke 4, tuas terasa berat dan kadang tidak masuk penuh.
Setelah diperiksa, ditemukan bekas goresan pada shift fork dan celah antara fork dan hub sleeve melebihi batas spesifikasi. Kesimpulan paling tepat adalah ….
Hub sleeve macet sehingga gigi sulit berpindah
Synchronizer ring aus dan menyebabkan slip
Oli transmisi berlebihan
Gigi percepatan 4 aus
Shift fork bengkok sehingga perpindahan gigi tidak sempurna
Seorang teknisi melakukan pemeriksaan pada output shaft karena muncul getaran dan dengungan saat kendaraan berjalan dengan gigi tinggi. Hasil pemeriksaan menunjukkan
- Spesifikasi run-out maksimum output shaft: 0,05 mm
- Hasil pengukuran aktual: 0,12 mm
- Kondisi bearing output terlihat aus ringan, namun belum longgar
- Permukaan gigi akhir (final gear) tampak normal.
Berdasarkan data di atas, kesimpulan paling tepat adalah…
Output shaft mengalami kebengkokan melebihi toleransi sehingga menyebabkan getaran saat berputar
Bearing output terlalu rapat sehingga menyebabkan poros macet
Final gear aus dan menyebabkan ketidakseimbangan putaran
Synchronizer ring aus dan menyebabkan bunyi dengung
Permukaan gigi transmisi kotor oleh endapan oli
Pak Denny sedang menjelaskan mengenai sistem pemindah tenaga pada kendaraan ringan. Topik yang sedang dibahas adalah mengenai transmisi otomatis. Beliau menjelaskan mengenai berbagai jenis transmisi otomatis. Berikut ini yang bukan merupakan jenis transmisi otomatis adalah…
Planetary Gear Transmission (Konvensional AT)
Continuously Variable Transmission (CVT)
Dual Clutch Transmission (DCT)
Automated Manual Transmission (AMT)
Synchronmesh Transmission
Saat menguji mobil matic, seorang siswa SMK memperhatikan bahwa mobil dapat berakselerasi lebih cepat dari posisi diam meskipun mesin bekerja pada putaran rendah. Instruktor menjelaskan bahwa hal ini terjadi karena pada mobil tersebut menggunakan torque converter untuk menggantikan peran kopling mekanik (tetapi cara kerjanya berbeda). Torque converter memanfaatkan aliran fluida untuk menyalurkan tenaga dari mesin ke transmisi. Berdasarkan pemahaman Anda tentang prinsip kerja torque converter, fungsi utama komponen tersebut adalah…
Mencegah fluida berputar ke arah yang berlawanan
Melakukan pengereman
Melipatgandakan torsi
Merubah arah putaran
Mengurangi torsi
Perhatikan gambar komponen utama torque converter berikut!
Nomor 1, 2, dan 3 menunjukkan bagian-bagian penting yang bekerja sama untuk mentransfer tenaga dari mesin ke transmisi otomatis. Seorang siswa SMK diminta menganalisis fungsi setiap komponen pada gambar:
- Komponen nomor 1 menerima tenaga langsung dari mesin dan mengalirkan fluida ke komponen berikutnya (driving member).
- Komponen nomor 2 menerima aliran fluida dan mengubah energi kinetik menjadi putaran poros input transmisi (driven member).
- Komponen nomor 3 mengatur arah aliran fluida untuk meningkatkan torsi pada kecepatan rendah.
Berdasarkan pemahaman Anda, nama komponen yang benar secara berurut-urut adalah…
Turbin runner – dumper spring – oil pump
Turbin runner – output shaft – oil pump
Pump impeler – Turbin runner – oil pump
Pump impeler – Turbin runner – stator (reaktor)
Turbin runner – dumper spring – stator shaft
Perhatikan skema sederhana torque converter berikut ini!
Seorang teknisi menjelaskan bahwa pada transmisi otomatis, energi putar dari pump impeller diteruskan ke turbine runner tanpa sambungan mekanis langsung. Perpindahan ini terjadi melalui suatu media yang juga berfungsi sebagai peredam kejutan (shock absorber) dan memungkinkan perpindahan daya yang halus. Berdasarkan pemahaman Anda tentang prinsip kerja torque converter, media atau komponen yang digunakan sesuai dengan narasi di atas adalah ....
Stator (reaktor)
Fluida
One Way Clutch
Brake
Clutch
Seorang instruktur sedang menjelaskan kepada siswa SMK tentang salah satu komponen pada transmisi otomatis yang memiliki susunan gigi khusus. Komponen ini mampu mengatur rasio gigi sehingga kendaraan dapat bergerak maju atau mundur, menyesuaikan momen puntir dan kecepatan kendaraan. Jika komponen ini rusak atau salah perakitan, kendaraan bisa kehilangan tenaga, tidak dapat mundur, atau perpindahan gigi menjadi kasar. Berdasarkan pemahaman Anda tentang prinsip kerja transmisi otomatis, komponen yang dimaksud adalah ....
Pump impeler
Planetary gear unit
Oil pump
Turbin runner
Dumper spring
Dalam sebuah sesi uji jalan, seorang siswa SMK memperhatikan bahwa pada mobil dengan Transmisi Otomatis Konvensional (AT), perpindahan giginya terasa halus tanpa jeda. Instruktur menjelaskan bahwa hal ini dicapai melalui kolaborasi antara torque converter dan salah satu komponen utama yang mengatur rasio gigi secara otomatis di dalam transmisi. Komponen yang berfungsi untuk mengatur rasio gigi secara otomatis pada transmisi tersebut adalah ....
Planetary Gear Set
Sun Gear
Ring Gear
Planetary Gear
Carrier
Pada sistem hydraulic control di transmisi otomatis, terdapat komponen yang menjadi pusat pengatur aliran oli bertekanan dari oil pump menuju aktuator-aktuator seperti piston dan clutch pack. Komponen ini memiliki saluran-saluran rumit dan katup yang bekerja berdasarkan tekanan oli serta sinyal dari sistem kontrol, sehingga perpindahan gigi dapat berlangsung otomatis dan halus sesuai kondisi berkendara. Berdasarkan analisis Anda, fungsi utama komponen valve body pada sistem hydraulic control adalah…
Memompa minyak/ oli ke sekeliling transmisi
Menyalurkan gaya torsi dari gear sets menuju poros propeler
Menyalurkan tenaga dari torque converter menuju internal parts dan gear sets
Melontarkan fluida menuju turbine runner
Mengatur tekanan minyak/oli transmisi dan mengontrol aliran minyak/oli dari satu saluran ke saluran lain
Seorang teknisi sedang mendiagnosis kinerja transmisi otomatis dengan memeriksa clutch, reverse brake, dan tekanan minyak. Ia ingin mengetahui ada tidaknya keterlambatan respon mesin saat tuas transmisi dipindahkan, dengan mengamati jeda waktu antara perpindahan tuas dan perubahan putaran idle mesin. Berdasarkan prosedur pemeriksaan, metode yang digunakan teknisi tersebut disebut…
Tes jalan
Stall test
Time tag test
Tes tekanan minyak
Engine test brake
Seorang siswa melakukan studi pada sistem kemudi kendaraan modern yang menggunakan Hydraulic Power Steering (HPS). Sistem tersebut menggunakan pompa, fluida bertekanan, katup kontrol, dan silinder bantu. Fungsi utama sistem HPS adalah…
Mengubah arah aliran oli menuju sistem pendingin mesin
Mengontrol kerja rem hidrolik agar lebih responsif
Menghasilkan gaya hidrolik untuk membantu pengemudi memutar roda kemudi
Menjaga tekanan ban agar stabil pada kecepatan tinggi
Mengatur kerja injektor bahan bakar agar efisien
Berikut ini adalah beberapa pernyataan terkait perbandingan sistem kemudi:
1) Mengurangi beban fisik pengemudi saat memutar roda kemudi.
2) Menghasilkan umpan balik kemudi yang lebih alami pada kecepatan tinggi.
3) Tidak memerlukan tenaga mesin untuk bekerja.
4) Lebih kompleks dalam perawatan karena banyak komponen tambahan.
Pernyataan yang merupakan kelebihan sistem Hydraulic Power Steering dibanding kemudi manual adalah…
2 dan 3
3 dan 4
1 dan 3
1 dan 2
2 dan 4
Pada sebuah kendaraan yang menggunakan Hydraulic Power Steering (HPS), ditemukan bahwa kualitas minyak hidrolik tampak keruh dan mengandung partikel halus logam. Beberapa waktu kemudian, pengemudi mengeluhkan kemudi terasa berat dan terkadang muncul bunyi mendengung saat diputar penuh. Berdasarkan kondisi tersebut, kemungkinan dampak utama dari minyak hidrolik yang kotor adalah…
Sistem bekerja normal karena tekanan masih sesuai spesifikasi
Kemudi terasa berat akibat penyumbatan pada katup kontrol tekanan
Kemudi cenderung berbelok sendiri ke arah kiri
Kemudi cenderung berbelok sendiri ke arah kanan
Putaran kemudi menjadi lebih ringan dari biasanya
Seorang teknisi memeriksa sistem Hydraulic Power Steering karena pengemudi mengeluhkan kemudi terasa berat saat mesin stasioner. Hasil pemeriksaan menunjukkan:
1) Level oli power steering normal
2) Tidak ditemukan kebocoran
3) Tekanan fluida pada saat idle: 40 bar (spesifikasi 70–80 bar)
4) Tekanan meningkat normal saat mesin digas
Kesimpulan yang paling tepat adalah…
Pompa power steering mulai aus sehingga tidak menghasilkan tekanan cukup pada putaran rendah
Katup pengatur tekanan tersumbat kotoran
Belt penggerak terlalu kencang
Reservoir oli tersumbat udara
Steering gear mengalami kebocoran internal
Seorang teknisi menemukan bahwa power steering terasa ringan ke kiri tetapi berat ke kanan. Oli normal, pompa bekerja baik, dan tidak ada kebocoran. Kemungkinan penyebab paling masuk akal adalah ....
Pompa menghasilkan tekanan berlebih
Seal pada rack bocor ke ruang oli
Steering shaft bengkok
Oli terlalu encer sehingga gaya gesek rendah
Katup kontrol arah aliran (spool valve) macet pada salah satu sisi
Seorang teknisi melakukan pemeriksaan sistem rem cakram dan menemukan bahwa pedal rem terasa “spongy” (terlalu empuk) saat diinjak. Berdasarkan gejala tersebut, langkah paling tepat yang harus dilakukan sesuai SOP adalah ....
Menambah minyak rem tanpa memeriksa kebocoran
Mengganti seluruh komponen rem tanpa pemeriksaan lebih lanjut
Melakukan bleeding sistem rem untuk mengeluarkan udara dari saluran
Mengencangkan baut kaliper agar tekanan kembali normal
Membersihkan cakram dari debu dan oli
Pemeriksaan minyak rem menunjukkan kadar air tinggi dan warna minyak sudah keruh. Berdasarkan SOP perawatan sistem rem, langkah perbaikan yang harus dilakukan adalah ....
Menambah minyak rem baru tanpa menguras yang lama
Menyaring minyak rem lama agar bisa digunakan lagi
Mengganti hanya pada tabung reservoir
Mengganti minyak rem seluruh sistem menggunakan spesifikasi pabrikan
Mengisi minyak rem hingga penuh untuk menambah tekanan
Saat pemeriksaan sistem rem tromol, ditemukan penyetelan celah antara sepatu rem dan tromol terlalu renggang dari standar. Akibatnya rem kurang pakem. Berdasarkan SOP, tindakan korektif yang harus dilakukan adalah ....
Menambah minyak rem agar tekanan meningkat
Menyetel ulang celah sepatu rem sesuai standar pabrikan
Mengganti sepatu rem dengan tipe cakram
Menambahkan gemuk di antara sepatu dan tromol
Mengencangkan baut roda agar tidak longgar
Saat pemeriksaan sistem rem cakram, ditemukan ketebalan kampas rem hanya 1 mm, sedangkan spesifikasi minimum pabrikan adalah 2 mm. Tindakan yang sesuai dengan SOP adalah ....
Kampas tetap digunakan karena masih bisa berfungsi
Mengganti kampas rem dengan yang baru sesuai spesifikasi
Hanya membersihkan permukaan kampas agar tidak licin
Menambah tekanan hidrolik agar daya rem meningkat
Mengamplas kampas agar lebih rata
Saat dilakukan uji jalan, kendaraan menunjukkan gejala menyentak saat pengereman ringan. Setelah pemeriksaan, ditemukan cakram rem bergelombang melebihi batas deviasi. Berdasarkan SOP, tindakan perbaikan yang sesuai adalah ....
Membersihkan cakram dengan amplas halus
Menyetel ulang pedal rem
Melakukan perataan ulang (resurfacing) cakram atau menggantinya
Mengganti kampas rem saja
Menambah minyak rem agar tekanan meningkat
Seorang pengemudi melakukan pengereman mendadak di jalan yang licin. Pada kendaraan yang dilengkapi dengan Antilock Braking System (ABS), mobil tetap dapat dikendalikan walau gaya pengereman besar. Prinsip kerja sistem ABS yang paling tepat dalam mencegah penguncian roda adalah ....
Menambah tekanan hidrolik terus-menerus agar roda berhenti total
Mengunci roda agar gaya gesek maksimal
Mengaktifkan rem tangan secara otomatis untuk membantu pengereman
Mengurangi dan menambah tekanan hidrolik ke rem secara cepat dan berulang
Menurunkan kecepatan kendaraan dengan memutus pengapian mesin
Sistem pengereman berkembang dari rem konvensional menuju Antilock Braking System (ABS). Dalam konteks keselamatan dan kenyamanan berkendara, keunggulan utama sistem ABS dibandingkan rem konvensional adalah ....
Meningkatkan konsumsi bahan bakar agar tenaga pengereman lebih besar
Membuat pengereman menjadi lebih kaku dan cepat berhenti di semua kondisi
Mencegah penguncian roda sehingga kendaraan tetap dapat dikendalikan saat pengereman mendadak
Mengunci semua roda secara bersamaan agar kendaraan berhenti lebih cepat
Menggunakan minyak rem khusus agar pengereman lebih lembut
Sistem Antilock Braking System (ABS) bekerja dengan memadukan sensor kecepatan roda, modul kontrol elektronik (ECU ABS), dan aktuator hidrolik. Ketika pengemudi menginjak rem secara mendadak di permukaan jalan licin, sistem ini mencegah penguncian roda agar kendaraan tetap stabil. Urutan kerja yang paling tepat dari komponen ABS tersebut adalah ....
Sensor kecepatan membaca perlambatan roda, modul kontrol mengatur tekanan minyak rem, lalu aktuator menurunkan tekanan hidrolik untuk mengurangi gaya gesek pada roda.
Modul kontrol mendeteksi tekanan pedal rem, kemudian mengaktifkan aktuator untuk menambah tekanan hidrolik sebelum sensor kecepatan membaca perubahan roda.
Sensor kecepatan mengirim sinyal langsung ke aktuator untuk membuka katup tekanan tanpa melalui modul kontrol ABS.
Aktuator hidrolik membaca kecepatan roda dan mengatur tekanan rem berdasarkan gaya dorong pedal rem dari pengemudi.
Modul kontrol ABS menerima data dari pedal rem dan sensor roda secara bersamaan, lalu mengunci tekanan hidrolik agar pengereman maksimal tercapai.
Dalam sistem ABS, aktuator hidrolik (solenoid valve) berfungsi untuk ....
Mengatur kecepatan roda kendaraan
Meningkatkan tekanan minyak rem secara konstan
Menggantikan peran master silinder utama
Menyimpan data kecepatan roda dalam sistem ECU
Mengatur tekanan minyak rem yang menuju masing-masing roda berdasarkan sinyal dari modul control
Saat pemeriksaan kendaraan modern, lampu indikator ABS menyala terus di panel instrumen. Berdasarkan SOP perawatan sistem ABS, langkah pertama yang harus dilakukan adalah ....
Mengganti modul kontrol ABS secara langsung
Menghapus indikator menggunakan tombol reset pada dashboard
Memeriksa dan membaca kode kerusakan (DTC) menggunakan scan tool
Menguras minyak rem dan mengisi yang baru
Melepas sekring ABS agar indikator mati
