wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTS D4 TLM HELMINTOLOGI KELAS B– 2025

Total questions: 25

Worksheet time: 13mins

Name
Class
Date
1.

Seorang analis melakukan pemeriksaan feses dan menemukan adanya telur berbentuk asimetris, pada salah satu sisinya datar sedangkan sisi lainnya cembung (plano-convex). Dindingnya jernih dan tebal, berisi larva atau embrio. Jenis telur dari spesies apakah yang ditemukan?

a)

Ascaris lumbricoides

b)

Enterobius vermicularis

c)

Strongyloides stercoralis

d)

Trichuris trichiura

e)

Necator americanus

2.

Pasien laki-laki berumur 15 tahun pada tinjanya ditemukan positif telur cacing tambang. Berhubung telur cacing tambang sama setiap spesies perlu dibedakan antara spesies Ancylostoma duodenale dan Necator americanus. Metode kultur yang digunakan?

a)

Harada mori

b)

Knott

c)

Pengapungan

d)

Sediaan langsung

e)

Konsentrasi

3.

Seorang analis kesehatan mendapat tugas dalam pengambilan sampel untuk filariasis. Di lokasi ditemukan beberapa penderita yang mengalami pembengkakan pada payudara, demam, limfadenitis, epididymitis, funikulitis, orkitis. Apakah jenis filarial yang menginfeksi?

a)

Brugia malayi

b)

Brugia timori

c)

Brugia Kalimantani

d)

Brugia pahangi

e)

Wuchereria bacrofti

4.

Seorang pasien mengalami filariasis dengan pembengkakan pada tungkai kaki. Untuk melakukan pemeriksaan dilakukan pengambilan sampel terhadap pasien tersebut. Apakah sampel yang digunakan untuk pemeriksaan tersebut

a)

Feses

b)

Urin

c)

Darah

d)

Dahak

e)

Cairan serebral

5.

Seorang pasien mengalami filariasis dengan pembengkakan pada tungkai kaki. Untuk melakukan pemeriksaan dilakukan pengambilan sampel terhadap pasien tersebut. Kapankah waktu yang tepat untuk pengambilan sampel untuk pemeriksaan tersebut

a)

pagi hari

b)

siang hari

c)

sore hari

d)

menjelang malam hari

e)

malam hari

6.

Sebuah penelitian dilakukan untuk melihat gambaran penyakit kecacingan pada murid di sebuah sekolah dasar. Hasil pemeriksaan feses secara mikroskopis terlihat gambaran sebagai berikut: Apakah jenis parasit tersebut?

a)

Hookworm

b)

Trichuris trichiura

c)

Ascaris lumbricoides

d)

Enterobius vermicularis

e)

Strongyloides stercoralis

7.

Seorang anak-anak umur 7 tahun, dibawa ke Rumah Sakit dengan keluhan gangguan pertumbuhan, perut buncit, rasa sakit pada abdomen. Setelah dilakukan pemeriksaan secara mikroskopis terhadap tinja didapatkan hasil pada tinja terdapat telur cacing berbentuk oval, memiliki 3 lapisan. apakah jenis telur cacing yang ditemukan ?

a)

Ascaris lumbricoides

b)

Trichuris trichiura

c)

Enterobius vermicularis

d)

Ancylostoma duodenale

e)

Necator americanus

8.

Seorang anak Sekolah Dasar kelas 3 sering menangis pada malam hari. Gejala yang muncul adalah gatal-gatal di sekitar anus. Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium 3 kali berturut-turut, ditemukan telur Enterobius vermicularis yang berbentuk asimetris dan berdinding bening. Bagaimana infeksi parasit ini dapat terjadi?

a)

Hand to mouth

b)

Retroinfeksi

c)

Inhalasi

d)

Hand to mouth dan Retroinfeksi

e)

Hand to mouth, Retroinfeksi, dan Inhalasi

9.

Seorang pasien anak laki-laki berumur 10 tahun dari hasil pemeriksaan tinja positif ditemukan telur dan cacing dewasa, juga dari mulut atau hidungnya keluar cacing dewasa. apakah jenis spesies cacing dewasa tersebut?

a)

Ascaris lumbricoides

b)

Enterobius vermicularis

c)

Strongyloides stercoralis

d)

Trichuris trichiura

e)

Necator americanus

10.

Seorang anak mengalami keluhan diare encer disertai darah mucus dan mengalami prolapse rectum serta anemia. Pada pemeriksaan dengan endoskopi ditemukan adanya cacing dewasa berbentuk seperti cambuk. Spesies apakah yang menginfeksi?

a)

Trichuris trichiura

b)

Ascaris Lumbricoides

c)

Strongiloides stercoralis

d)

Enterebius vermicularis

e)

Echinococcus granulosus

11.

Seorang analis kesehatan melakukan pendataan, menemukan adanya kasus creeping eruption pada anak yang gemar bermain dengan kucing/anjing. Setelah dilakukan biopsy pada ditemukan adanya larva. Jenis larva apakah yang ditemukan?

a)

Ancylostoma duodenale

b)

Necator americanus

c)

Strongiloides stercoralis

d)

Ancylostoma brazilliense

e)

Enterobius vermicularis

12.

Setelah melakukan pemeriksaan mikroskopis sampel tinja ditemukan telur cacing berbentuk seperti tempayan yang memiliki sumbat bening pada kedua ujungnya. Telur apakah yang ditemukan?

a)

Trichuris trichiura

b)

Ascaris Lumbricoides

c)

Ancylostoma duodenale

d)

Enterebius vermicularis

e)

Necator americanus

13.

Seorang analis kesehatan yang melakukan pendataan elephantiasis dan menemukan ciri kronis berupa pembesaran pada alat kelamin dan payudara. Jenis parasit apakah yang menginfeksi?

a)

Brugia malayi

b)

Brugia timori

c)

Brugia Kalimantani

d)

Brugia pahangi

e)

Wuchereria bancrofti

14.

Seorang analis kesehatan yang melakukan pendataan elephantiasis dan menemukan ciri kronis berupa pembesaran pada kaki. Jenis parasit apakah yang menginfeksi?

a)

Brugia malayi atau timori

b)

Brugia timori atau pahangi

c)

Brugia Kalimantani atau pahangi

d)

Brugia pahangi atau Wuchereria bancrofti

e)

Wuchereria bancrofti atau timori

15.

Pemeriksaan sampel darah tepi yang diambil malam hari pada penderita kaki gajah ditemukan mikrofilaria. Diperoleh ciri morfologi mikrofilaria ujung tumpul membulat, terdapat 1 stylet, mempunyai sheath (bersarung) dan reaksi terhadap pewarnaan lemah. Mikrofilaria cacing apakah yang paling mungkin terdapat pada sampel darah tepi tersebut?

a)

Loa loa

b)

Fasciolopsis buski

c)

Trichinella spiralis

d)

Onchocerca volvulus

e)

Wuchereria bancrofti

16.

Pada perkembangan stadium cacing Strongyloides stercoralis diketahui adanya stadium cacing yang menembus kulit. Stadium apakah yang dimaksudkan…..

a)

Telur

b)

Larva Rabditiform

c)

Larva Filariform

d)

Cacing dewasa parasitic

e)

Cacing dewasa free living

17.

Infeksi Necator americanus diketahui dengan melakukan pemeriksaan laboratorium yaitu dengan menemukan ciri dari cacing tersebut. Manakah yang bukan termasuk ciri dari cacing tersebut?

a)

Ujung anterior melengkung tajam ke arah dorsal (seperti huruf “S”)

b)

Pada rongga mulut terdapat bentukan semilunar cut plates

c)

Dalam rongga mulut terdapat dua pasang gigi ventral. Gigi sebelah luar berukuran lebih besar dari pada gigi sebelah dalam

d)

Ujung posterior cacing ♀ runcing dan terdapat vulva

e)

Pada ujung posterior cacing ♂ terdapat bursa copulatrix dengan sepasang spiculae

18.

Seorang anak laki-laki berumur 5 tahun datang ke dokter mendapat keluhan insomnia, mudah marah, kolik rektal, berat badan turun kurang nafsu makan, rasa gatal dan iritasi disekitar anus, pruritus ani. Pemeriksaan laboratorium yang tepat?

a)

Anal swab

b)

teknik pengapungan

c)

sediaan langsung basah

d)

kato katz

e)

teknik konsentrasi

19.

Dalam penegakan diagnose kasus elephantiasis seorang analis dapat melakukan pemeriksaan laboratorium untuk menemukan mikrofilaria. Apakah sampel yang dapat di gunakan untuk pemeriksaan?

a)

Dahak

b)

Darah

c)

Eksudat urogenital

d)

Tinja

e)

Urin

20.

Seorang analis kesehatan menerima diagnosa penderita mengalami infestasi Enterebius vermiculari. Sebelum pengambilan sampel, analis harus menyiapkan peralatan untuk pengambilan sampel dengan tepat. Peralatan apa saja yang akan di siapkan oleh analis kesehatan tersebut

a)

Scotch tape/selopan

b)

copok

c)

lidi

d)

tissue

e)

formalin 10%

21.

Seorang warga Kekalek memiliki hobi memelihara anjing dan kucing. Warga tersebut sering mengeluhkan rasa gatal dan panas pada kulit kakinya. Rasa gatal ini disebabkan karena adanya infeksi larva cacing yang menembus kulit dan biasanya rasa gatal tersebut timbul pada malam hari. Pada daerah kulit yang gatal timbul papul berbentuk lesi linier dan berkelok-kelok, polisiklik, serpigginosa, menimbul, berwarna kemerahan dan membentuk terowongan (burrow). Larva cacing yang menginfeksi adalah

a)

Ancylostoma braziliensis dan A. duodenale

b)

Ancylostoma duodenale dan A. caninum

c)

Ancylostoma caninum dan N. americanus

d)

Necator americanus dan A. duodenale

e)

Ancylostoma braziliensis dan A. caninum

22.

Sebuah penelitian dilakukan untuk melihat gambaran penyakit kecacingan pada murid di sebuah sekolah dasar. Hasil pemeriksaan feses secara mikroskopis terlihat gambar telur pada foto yang disediakan. Apakah jenis telur tersebut?

a)

Trichuris trichiura yang fertilized

b)

Ascaris lumbricoides yang unfertilized

c)

Enterobius vermicularis yang unfertilized

d)

Ascaris lumbricoides yang infektif

e)

Strongyloides stercoralis yang decoticated

23.

Seorang pasien datang ke sebuah puskesmas ingin melakukan pemeriksaan adanya parasit dalam darah dan berdasarkan hasil anamnesis dokter diketahui salah satu anggota keluarga menderita elephantiasis. Hasil pemeriksaan spesimen pertama tidak ditemukan adanya parasit. Apa tindakan yang harus diambil agar pemeriksaan berhasil?

a)

Mengambil spesimen lebih dari satu kali dalam kurun waktu yang sama

b)

Mengambil minimal 3 spesimen dengan jarak waktu 2–3 hari

c)

Mengambil kesimpulan bahwa hasil pemeriksaan negatif

d)

Mengambil lagi spesimen pertama untuk diperiksa ulang

e)

Mengambil spesimen pada malam hari

24.

Di daerah pertambangan Sekotong, banyak warga datang ke puskesmas dengan keluhan yang sama yaitu alergi berupa rasa gatal dan ruam serta anemia. Setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan telur dengan ciri bentuknya bulat lonjong, berdinding tipis, dan di antara massa telur (blastomer) serta dinding telur terdapat ruangan jernih. Jenis telur cacing apakah yang menginfeksi warga?

a)

Cacing gelang

b)

Cacing cambuk

c)

Cacing tambang

d)

Cacing kremi

e)

Cacing filaria

25.

Desa Lingsar merupakan daerah perkebunan cengkeh, banyak warga yang bekerja pada perkebunan tersebut. Rata-rata warga yang bekerja di perkebunan tersebut mengalami alergi berupa rasa gatal dan ruam serta anemia. Warga di sana memiliki kebiasaan tidak menggunakan alas kaki. Jenis telur cacing apakah yang menginfeksi warga?

a)

Ascaris lumbricoides

b)

Enterobius vermicularis

c)

Trichuris trichiura

d)

Necator americanus

e)

Strongyloides stercoralis