WorksheetsTEKS CERPEN
Total questions: 20
Worksheet time: 28mins
Berikut yang bukan termasuk ke dalam unsur intrinsik adalah...
Amanat
Nilai Moral
Tokoh
Alur
Gaya Bahasa
Bacalah cuplikan cerita berikut!
Baik Adit maupun Alwi mulai menyadari bahwa keduanya amat terkejut. Impian masing-masing telah buyar: Teko yang bisa menangis dan selamat tinggal kemelaratan!
Kedatangan Tuan Wahyono membangunkan mereka dengan kata kata yang sedemikian datar dan dingin sehingga Alwi merasa beku seketika.
Pertanyaan yang berkaitan dengan nilai kehidupan dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
Bagaimana karakter Tuan Wahyono?
Siapa saja tokoh dalam cuplikan cerpen di atas?
Nilai budaya manakah yang ditunjukkan oleh sikap Alwi?
Tergolong ke dalam jenis alur apakah konflik yang ada pada cuplikan itu?
Percayakah Anda dengan peristiwa yang diceritakan di dalam cuplikan itu?
Bacalah cuplikan cerita berikut!
Baik Adit maupun Alwi mulai menyadari bahwa keduanya amat terkejut. Impian masing-masing telah buyar: Teko yang bisa menangis dan selamat tinggal kemelaratan!
Kedatangan Tuan Wahyono membangunkan mereka dengan kata kata yang sedemikian datar dan dingin sehingga Alwi merasa beku seketika.
Unsur instrinsik yang tampak dalam kutipan cerpen di atas adalah....
tema
amanat
latar
penokohan
plot
"Oo, kau marah, Pak Tua? Ah, sudah tua suka marah-marah!"
"Huss! Apakah kau anggap aku ini pak tuamu? Aku bukan kangmasmu! bentak kakek-kakek itu lagi.
"Oo, iya! Tentunya aku harus memanggilmu mbah, ya! Aku lupa, sungguh.
Tapi sebetulnya awal tadi telah aku ingatkan jika aku bersalah. Siapa wajib dingatkan. Jika tidak demikian? Coba gambarkan, betapa banyak kesalahan yang akan kuperbuat selanjutnya. Bersalah Kakek itu tertunduk. Wajahnya berubah terang. Lalu bicara dengan suara yang tak berdaya. "Betulkah bicaramu? Aku sudah tampak sangat tua?"
"Mengapa?"
"Pantas kau panggil mbah?"
"Hi-hi-hi! Pertanyaanmu itu! Kau sekarang kentara sekali merasa sedih!
Mengapa? Apakah karena umurmu yang lanjut, apa karena tidak tahu bahwa kau sudah tua?"
"Jangan bersenda gurau, Kenes, aku betul-betul bertanya!"
Konflik yang tergambar dalam kutipan cerpen tersebut adalah….
kecemasan tokoh kakek akan ketuaan usianya
ketidakcocokan penggunaan kata sapaan dengan realitas
panggilan yang disampaikan kepada kakek dengan kata mbah dan mas
kakek dan Kenes memperebutkan sapaan mbah dan mas
tokoh Kenes menentukan usia seseorang, sudah tua ataukah masih muda
kakek dan Kenes memperebutkan sapaan mbah dan mas
tokoh Kenes menentukan usia seseorang, sudah tua ataukah masih muda
Bacalah cuplikan cerita berikut
"Ya, mau bayar berapa saja, Mas," ucapnya. di tikungan terakhir menuju kampungku.
"Lebih enak jalan kaki," jawabku terengah-engah. Aku merasa menang
Aneh, dia seperti tak hendak menghentikan becaknya. Mungkin dia sedang menguji mentalku, atau malah menyesali perbuatannya? Peduli amat, apakah dia terus membuntuti aku atau tidak, sejauh ia masih mengayuh becak di jalan yang layak dilewatinya.
Begitu memasuki gapura kampung, tangan kiriku kutarik dari saku celana. Dua keping logam ratusan rupiah terloncat dan menggelinding masuk selokan Ah, biarin.
Aku menoleh ke tukang becak yang berhenti tepat di depan gapura kampong la turun dan berdiri di sana sambil tetap memegangi kemudi becak. Sambil berjalan aku menoleh kembali, dia tetap diam bagaikan sebuah monumen. Sesampai di rumah aku ceritakan pengalamanku pada Ibu. Lama ibuku terdiam dan menatapku dan kemudian berkata, "Rasanya kamu perlu mencoba jadi tukang becak.
Nilai-nilai kehidupan yang tersirat dalam penggalan cerpen di atas adalah....
kita harus memilih-milih tukang becak
kita harus memahami keadaan tukang becak
kita harus pandai menawar ongkos becak
jangan memberi hati kepada tukang becak
sebaiknya tukang becak harus tahu diri
Aneh, dia seperti tak hendak menghentikan becaknya. Mungkin dia sedang menguji mentalku, atau malah menyesali perbuatannya? Peduli amat, apakah dia terus membuntuti aku atau tidak, sejauh ia masih mengayuh becak di jalan yang layak dilewatinya.
Begitu memasuki gapura kampung, tangan kiriku kutarik dari saku celana. Dua keping logam ratusan rupiah terloncat dan menggelinding masuk selokan Ah, biarin.
Aku menoleh ke tukang becak yang berhenti tepat di depan gapura kampong la turun dan berdiri di sana sambil tetap memegangi kemudi becak. Sambil berjalan aku menoleh kembali, dia tetap diam bagaikan sebuah monumen. Sesampai di rumah aku ceritakan pengalamanku pada Ibu. Lama ibuku terdiam dan menatapku dan kemudian berkata, "Rasanya kamu perlu mencoba jadi tukang becak.
Tokoh aku berwatak….....
individualis
angkuh
mandiri
percaya diri
egois
Aku masuk ke kantor dan bersalaman dengan seorang laki-laki yang tersenyum-senyum, bernama Pak Bleoncher. Pakaiannya lebih rapi ketimbang pakaianku. Selanjutnya, ia membuka-buka tumpukan kertas, seperti menata kere serambi.
Aku yakin Anda akan puas dengannya," katanya. "Dia telah kami pilih sesuai dengan persyaratan komputer. Tidak ada yang melebihi dari seratus sepuluh orang yang memenuhi syarat di Amerika. Kami memilah tidak berdasarkan suku, agama, etnis, ataupun latar belakang regional."
Nilai-nilai kehidupan yang terkandung pada penggalan cerita terjamahan di atas adalah….
ketaatan
keramah-tamahan
kedisiplinan
ketekunan
kesetiaan
Bacalah cuplikan cerita berikut!
Melihat Kardi kepayahan, lelaki di geladak itu, Salim, dengan tangkas meloncat ke arah Kardi dan mengambil alih keranjang-keranjang yang dibawanya. Setumpuk keranjang yang kokoh itu memang terasa berat karena basah. Sampai di dinding perahu tubuh Kardi sudah hampir lunglai. Salim melemparkan tumpukan keranjang itu ke geladak lalu dengan kedua tangannya yang kekar dia mengangkat tubuhnya dan meloncat ke geladak. Kardi sudah tidak kuat mengangkat tubuhnya sendiri
kembali membantunya, menarik tangan Kardi sampai berhasil naik ke geladak
Pengalaman sehari-hari yang berkaitan dengan cuplikan cerpen tersebut adalah...
waktu ketika melaut bersama sahabat
kehidupan di laut lepas
fungsi keranjang bagi seorang nelayan
suka duka menjadi seorang nelayan
pershabatan dua anak manusia
Bacalah cuplikan cerita berikut!
Melihat Kardi kepayahan, lelaki di geladak itu, Salim, dengan tangkas meloncat ke arah Kardi dan mengambil alih keranjang-keranjang yang dibawanya. Setumpuk keranjang yang kokoh itu memang terasa berat karena basah. Sampai di dinding perahu tubuh Kardi sudah hampir lunglai. Salim melemparkan tumpukan keranjang itu ke geladak lalu dengan kedua tangannya yang kekar dia mengangkat tubuhnya dan meloncat ke geladak. Kardi sudah tidak kuat mengangkat tubuhnya sendiri
kembali membantunya, menarik tangan Kardi sampai berhasil naik ke geladak
Gaya bercerita di dalam cuplikan tersebut menggunakan sudut pandang….
orang pertama pelaku utama
orang pertama pelaku sampingan
orang kedua pelaku utama
orang ketiga
orang ketiga pengamat
... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.
"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"
"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."
(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")
Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....
rajin, pemarah, teliti
ramah, telaten, dermawan
cermat, pelit, perhitungan
ceroboh, malas, kaya
ramah, teliti, pelit
Posisi pengarang dalam memandang suatu peristiwa dalam sebuah cerita disebut .....
tema
amanat
alur
penokohan
sudut pandang
Unsur intrinsik adalah ....
Unsur yang membangun karya sastra secara lengkap.
Unsur yang membangun karya sastra yang sifatnya opsional
Unsur yang membangun karya sastra dari luar
Unsur yang membangun karya sastra dari dalam.
Unsur yang membangun karya sastra dari dalam dan luar.
Struktur teks cerpen adalah ...
Perkenalan- Awal Konflik - Klimaks - Penyelesaian
Perkenalan- Awal Konflik - Konflik meningkat - Penyelesaian
Perkenalan- Awal Konflik - Konflik meningkat - Klimaks - Penyelesaian
Awal Konflik - Konflik meningkat - Klimaks - Penyelesaian
Perkenalan - Konflik meningkat - Klimaks - Penyelesaian
Tadi malam, Hidayat berpikir panjang mengenai hidupnya dan rencana hidupnya. “Tak mungkin aku terus-terusan begini, tidak menentu. Mesti ada sesuatu yang kukerjakan. Mesti ada sesuatu yang lebih produktif daripada yang kulakukan sekarang.Tapi apa? Modal tidak ada,” pikirnya. “Dalam keadaan seperti ini, yang harus kujual ialah jasaku, tenagaku, dan pikiranku.”
Amanat yang terkandung dalam kutipan novel tersebut adalah ….
Setiap orang perlu menjual jasanya, pikirannya, dan tenaganya.
Setiap orang pasti memiliki rencana.
Hidup itu ada kalanya tidak menentu.
Kita tidak boleh menyerah pada keadaan.
Untuk hidup orang harus rajin dan kreatif
Ketika burung-burung telah pulang ke sarangnya, ayah menerima kabar dari seseorang bahwa teman ayah tewas tertembus timah panas. Hal ini amat memalukan sebab ada sepotong suratnya yang berbunyi, “Aku sudah malu padamu, Tuhan, karena aku tidak menjalankan hidupku sebagai manusia yang wajar dan baik seperti yang Engkau firmankan.” Tatkala mentari telah mengintip bumi, ayah bermaksud ikut menggali kubur untuk membenamkan mayat temannya ke dalam bumi ini.
Latar waktu dan suasana kutipan cerpen tersebut adalah ….
malam hari yang hening, menegangkan
pagi dan siang hari, memilukan
malam dan pagi hari, mengenaskan
siang dan sore hari, mencemaskan
malam dan pagi hari, menyeramkan
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Ketika kebosanan mulai menyumbat semua seleranya, ia akhirnya memberanikan diri bicara kepada ayahnya kembali.
“Dengar, Ayah,” katanya. “Aku sudah besar sekarang. Kenapa tidak boleh juga keluar malam? Aku...yah, kadang-kadang ingin ngobrol dengan teman-temanku.”
“Kau bisa ngobrol di sekolah, kan?”
“Ibu guru melarang kami ngobrol di kelas, Ayah,” kata Si Cantik
“Atau sore. Kau kan bisa bertemu dengan teman-temanmu.”
Kutipan cerpen tersebut merupakan bagian. . .
Pengenalan situasi
Awal Konflik
konflik meningkat
Klimaks
Penyelesaian
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Ketika kebosanan mulai menyumbat semua seleranya, ia akhirnya memberanikan diri bicara kepada ayahnya kembali.
“Dengar, Ayah,” katanya. “Aku sudah besar sekarang. Kenapa tidak boleh juga keluar malam? Aku...yah, kadang-kadang ingin ngobrol dengan teman-temanku.”
“Kau bisa ngobrol di sekolah, kan?”
“Ibu guru melarang kami ngobrol di kelas, Ayah,” kata Si Cantik
“Atau sore. Kau kan bisa bertemu dengan teman-temanmu.”
Kebahasaan cerpen yang ada pada kutipan tersebut yaitu...
Menggunakan keterangan tempat.
Menggunakan verba aksi.
Menggunakan dialog
Menggunakan tidak lebih dari 10.000 kata
Mempunyai latar yang terbatas
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Dua minggu setelah kepulangannya ke kampung aku terus di rundung gundah. Aku juga tak terima kenyataan pahit itu harus ditelannya di usia yang masih labil, apalagi anak seorang teman lama. Setiap hari pikiranku terganggu melihat keluarga – yang tinggal hanya beberapa rumah dari gubuk kami – itu murung dan mendung. Aku rasa aku harus berbuat sesuatu, tetapi sesungguhnya aku tidak tahu bagaimana.
Dari kutipan yang telah kamu baca, manakah yang merupakan keterangan waktu?
Dua minggu dan setiap hari
Dua minggu dan kampung
Lama dan sesungguhnya
Bagaimana dan setiap hari
Beberapa dan dua minggu
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Jika melihatku terbangun, ayah kembali untuk mengusap rambutku dan tersenyum. Dari dalam rumah kudengar ayah mengucapkan salam pada kawan-kawan kerjanya yang telah berdesakan di dalam bak truk. Kawan-kawan kerjanya itu adalah ayah-ayah dari kawan-kawanku. Lalu kudengar gemerincing besi saling beradu, kemudian truk menggerung meninggalkan rumah.
Nilai yang dapat kita ambil dari kutipan cerpen di atas adalah…
Nilai Religius
Nilai Politik
Nilai Sosial
Nilai Kepahlawanan
Nilai Budaya
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Huda memang hanya seorang pengamen yang sehari-harinya menghabiskan hidup di jalanan. Dia mengamen dari rumah ke rumah, dari bus ke bus, dari rumah makan ke rumah makan. Hal itu ia lakukan untuk membantu orang tua dan sekolah adik-adiknya.
Nilai yang dapat kita ambil dari kutipan cerpen di atas adalah…
Niali Sosial
Nilai Politik
Nilai Budaya
Nilai Moral
Nilai Kepahlawanan
