Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal EVALUASI SUSPENSI 19.11.25i

Total questions: 25

Worksheet time: 13mins

Name
Class
Date
1.

Amara seorang TTK yang bekerja di bagian R&D suatu industri farmasi, dia sedang mengerjakan proyek pembuatan sediaan oral bentuk cair untuk suatu obat dimana 2 bagian zat tersebut larut dalam 10 bagian air, maka sediaan yang cair yang cocok untuk obat tersebut adalah ...

a)

lotio

b)

injeksi

c)

emulsi

d)

larutan

e)

suspensi

2.

Ashley seorang TTK yang bekerja di bagian R&D suatu industri farmasi, dia sedang mengerjakan proyek pembuatan sediaan cair pemakaian oral untuk suatu obat yang praktis tidak larut dalam air, maka sediaan yang cair yang cocok untuk obat tersebut adalah ...

a)

sirup

b)

injeksi

c)

emulsi

d)

larutan

e)

suspensi

3.

Untuk meningkatkan stabilitas fisik suatu suspensi dengan cara memperlambat gerakan partikel mengendap (menurunkan V), langkah formulasi yang paling tepat berdasarkan Hukum Stokes (V=ηd2(Λ−Λ0)/ft) adalah...

a)

membiarkan partikel memiliki sudut kontak ±90° (sifat hidrofob)

b)

mengurangi perbedaan berat jenis partikel (Λ) dan cairan (Λ0)

c)

memperbesar ukuran partikel (d) agar luas penampang semakin kecil.

d)

menambah viskositas cairan (η) secara signifikan hingga mudah dituang

e)

menambah konsentrasi partikel sehingga terjadi benturan antar partikel

4.

Dalam sistem deflokulasi, partikel mengendap perlahan dan akhirnya membentuk sedimen yang sukar tersuspensi kembali karena terbentuknya compacted cake yang keras. Peristiwa ini disebut caking Caking menjadi masalah yang khas pada sistem deflokulasi karena ...

a)

partikel deflokulasi mengendap sebagai agregat yang terikat lemah

b)

sedimentasi yang cepat pada deflokulasi menghasilkan endapan padat

c)

viskositas cairan yang sangat tinggi pada deflokulasi mencegah redispersi

d)

pemflokulasi yang ditambahkan pada deflokulasi menyebabkan pembentukan endapan keras.

e)

partikel deflokulasi tetap terpisah, sehingga ketika mengendap, mereka dapat saling melekat oleh gaya kuat membentuk massa yang keras di dasar.

5.

Suspensi flokulasi seringkali memiliki sedimen yang cepat terbentuk, tetapi mudah disuspensikan kembali. Untuk mengoptimalkan tampilan dan stabilitas fisiknya, langkah formulasi lanjutan yang paling tepat adalah...

a)

memperbesar ukuran partikel untuk memperlambat gerakan mengendap

b)

menambah konsentrasi partikel hingga maksimal untuk mencegah benturan

c)

menambahkan zat pembasah untuk menghilangkan sifat hidrofob pada flok.

d)

mengubahnya menjadi sistem deflokulasi dengan menghilangkan zat pemflokulasi

e)

menambahkan 'structured vehicle' (misalnya larutan hidrokoloid) untuk menjaga partikel flokulasi terdistribusi merata

6.

Bentonite dan Veegum merupakan suspending agent dari golongan tanah liat (bukan gom). Keunggulan utama golongan ini dibandingkan dengan suspending agent dari golongan gom alam (hidrokoloid) adalah...

a)

memiliki sifat emulgator yang lebih baik daripada gom

b)

lebih mudah larut dalam air sehingga tidak perlu ditaburkan

c)

memiliki viskositas yang lebih peka terhadap perubahan pH dan elektrolit.

d)

memiliki viskositas optimum pada rentang pH yang sangat sempit (misalnya pH5–9)

e)

tidak dipengaruhi oleh suhu/panas dan fermentasi bakteri karena merupakan senyawa anorganik

7.

Dalam formulasi suspensi, terdapat zat aktif berupa serbuk yang memiliki sudut kontak sekitar ±90° dengan medium cair. Jika serbuk ini langsung ditambahkan, maka serbuk akan mengambang di atas cairan. Untuk mengatasi masalah ini, bahan tambahan yang wajib digunakan adalah...

a)

zat pemflokulasi untuk mencegah caking

b)

suspending agent untuk meningkatkan viskositas

c)

larutan elektrolit untuk mengubah muatan partikel

d)

zat pengawet untuk mencegah fermentasi bakteri

e)

zat pembasah (wetting agent) untuk menurunkan tegangan antarmuka antara partikel padat dengan cairan

8.

Suatu zat aktif memiliki kelarutan yang baik dalam etanol, tetapi hampir tidak larut dalam air. Formulator memutuskan untuk membuat sediaan suspensi. Metode pembuatan yang paling efisien dan paling sesuai untuk zat aktif ini adalah...

a)

meningkatkan viskositas cairan hingga sangat kental agar serbuk tidak mengambang

b)

menggunakan colloid mill atau homogenizer untuk memperkecil ukuran partikel serbuk

c)

metode dispersi, dengan menambahkan zat pembasah pada serbuk lalu dilarutkan dalam mucilago

d)

mengubah zat aktif menjadi garam agar larut sempurna dalam air dan membuat larutan, bukan suspensi

e)

metode praesipitasi, dengan melarutkan zat aktif dalam etanol, kemudian diencerkan dengan larutan pensuspensi dalam air

9.

Tujuan utama memperkecil ukuran partikel padat dalam suatu suspensi, seperti menggunakan colloid mill atau homogenizer, adalah...

a)

mengubah sifat partikel dari hidrofob menjadi hidrofil

b)

mengurangi viskositas cairan sehingga sediaan mudah dituang

c)

mencegah interaksi antara partikel dengan cairan yang dapat menyebabkan sukar larut

d)

meningkatkan kemungkinan benturan antar partikel untuk mempercepat pembentukan endapan

e)

memperbesar luas penampang partikel sehingga meningkatkan daya tekan ke atas cairan, dan memperlambat gerakan mengendap (Hukum Stokes)

10.

Suspensi optalmik (obat mata) memiliki persyaratan khusus yaitu obat harus dalam bentuk termikronisasi. Alasan utama di balik persyaratan ini adalah...

a)

agar tidak menimbulkan iritasi atau goresan pada kornea yang sangat sensitif

b)

memastikan suspensi tidak menggumpal atau terjadi massa yang mengeras

c)

meningkatkan absorpsi obat melalui kornea agar efek terapinya cepat tercapai

d)

untuk mempermudah penambahan bahan pengawet agar tidak dirusak oleh bakteri

e)

mempercepat gerakan mengendap partikel agar obat segera terdispersi saat dicocok

11.

Suatu suspensi deflokulasi menunjukkan nilai volume sedimentasi (F) yang mendekati 1 dan volume cairan atas yang berkabut. Apabila suspensi ini disimpan dalam jangka waktu yang lama, konsekuensi yang paling mungkin terjadi adalah...

a)

terjadi proses tiksotrofi sehingga kekentalan cairan akan berkurang

b)

volume sedimen (Vu) akan lebih besar dari volume mula-mula (V0), sehingga F>1

c)

terbentuknya endapan besar (flok) yang cepat turun namun mudah dikocok kembali

d)

partikel akan saling tolak-menolak dan tetap terpisah, sehingga tidak terjadi sedimentasi

e)

meskipun laju sedimentasinya lambat, pada akhirnya sedimen akan membentuk compacted cake yang keras dan sukar didispersikan kembali

12.

Metode penilaian stabilitas suspensi 'Freeze thaw cycling' dilakukan dengan menurunkan suhu sampai titik beku, lalu dinaikkan sampai mencair kembali. Tujuan dari metode ini adalah untuk melihat...

a)

nilai Volume Sedimentasi (F) dan Derajat Flokulasi

b)

muatan partikel dan menentukan zat pemflokulasi yang tepat

c)

kecepatan hidrasi suspending agent dan kebutuhan pemanasan

d)

per.ilaku pengendapan dan redispersibilitas, serta mengatur vehicle.

e)

pertumbuhan kristal, dan menjaga tidak terjadi perubahan ukuran partikel dan sifat kristal

13.

Penambahan viskositas cairan suspensi tidak boleh terlalu tinggi, meskipun viskositas yang lebih tinggi dapat menurunkan kecepatan sedimentasi (V), karena viskositas yang terlalu tinggi akan ....

a)

menyebabkan V>VO

b)

mempercepat fermentasi bakteri

c)

menyebabkan partikel menjadi hidrofob

d)

memicu pertumbuhan kristal (Ostwald Ripening)

e)

menyebabkan sediaan menjadi susah dikocok dan dituang, sehingga mengurangi akurasi dosis dan kepatuhan pasien

14.

Suspensi untuk injeksi memiliki batasan yang sangat ketat, yaitu tidak boleh disuntikkan secara intravena atau ke dalam larutan spinal, karena ....

a)

suspensi untuk injeksi selalu bersifat non-steril

b)

suspensi injeksi hanya ditujukan untuk kerja obat yang cepat (onset cepat)

c)

viskositas suspensi injeksi terlalu tinggi untuk disuntikkan secara IV atau spinal

d)

partikel padat dalam suspensi berisiko menyebabkan emboli (sumbatan) pada pembuluh darah atau iritasi pada selaput spinal

e)

medium cair yang digunakan bersifat toksik jika masuk ke aliran darah sehingga sangat berbahaya jika disuntikkan secara IV maupun spinal

15.

Derajat Flokulasi adalah rasio volume sedimen akhir suspensi flokulasi (Vu) terhadap volume sedimen akhir suspensi deflokulasi (Voc). Jika suatu suspensi menunjukkan nilai Derajat Flokulasi yang sangat tinggi (jauh di atas 1), implikasi negatifnya adalah...

a)

terjadi caking/kue yang tidak dapat dicegah oleh zat pemflokulasi

b)

sedimen terlalu kompak (keras) dan sukar didispersi kembali

c)

partikel berada dalam keadaan terpisah satu dengan yang lain

d)

sedimen terlalu cepat terbentuk, membuat tampilan suspensi sangat tidak menyenangkan

e)

viskositas (kekentalan) cairan terlalu rendah sehingga kecepatan sedimentasi/pengendapan (V) sangat tinggi

16.

Jika suatu formulator memilih untuk menggunakan metode dispersi, kesulitan yang mungkin terjadi pada saat mendispersikan serbuk bahan obat ke dalam vehicle adalah...

a)

terbentuknya endapan halus karena adanya pelarut organik

b)

viskositas mucilagto terlalu tinggi sehingga serbuk tidak dapat masuk

c)

adanya udara, lemak, atau kontaminan pada serbuk, erbuk sangat halus, yang menyebabkan serbuk sukar dibasahi

d)

tidak adanya zat pemflokulasi yang memicu pembentukan sedimen keras sehingga serbuk sukar dibasahi dengan air

e)

partikel padat berubah menjadi kristal besar karena freeze-thaw cyclinot sehingga luas penampangnya bertambah dan sukar dibasahi

17.

Dalam konteks Hukum Stokes, jika diketahui suatu suspensi memiliki partikel dengan λ>λ0\lambda^>\lambda_0 , maka kecepatan sedimentasi (V) akan bernilai positif (turun). Untuk meminimalkan nilai V (sedimentasi lambat) tanpa mengubah diameter partikel (d), strategi yang harus dilakukan formulator adalah ....

a)

menaikkan suhu suspensi

b)

memperbesar nilai gravitasi (oft)

c)

menurunkan viskositas cairan (η)

d)

meningkatkan viskositas cairan (η)

e)

memperbesar perbedaan berat jenis (λ−λ0)

18.

Algin (Natrium Alginat) adalah suspending agent golongan gom yang memerlukan bahan pengawet. Kadar umum yang digunakan sebagai suspending agent adalah...

a)

0.5 %

b)

1-2%

c)

3-5%

d)

10-15%

e)

10-20%

19.

Pengaruh ukuran partikel terhadap stabilitas suspensi adalah semakin kecil ukuran partikel, maka ...

a)

kecil luas penampangnya sehingga daya tekan ke atas kecil menyebabkan susah mengendap

b)

kecil luas penampangnya sehingga daya tekan ke atas besar menyebabkan susah mengendap

c)

besar luas penampangnya, sehingga daya tekan ke atas besar menyebabkan susah mengendap

d)

semakin besar luas penampangnya sehingga daya tekan ke atas kecil menyebabkan susah mengendap

e)

besar luas penampangnya sehingga daya tekan ke atas besar menyebabkan mudah mengendap

20.

Suatu bahan obat dibuat dalam bentuk suspensi kering karena bahan obat ....

a)

tidak stabil dalam bentuk cair

b)

mudah larut dalam air

c)

memiliki rasa yang pahit

d)

berwarna transparan

21.

Serbuk chloramphenicol palmitas yang sudah dibasahi dengan propilenglikol ditambahkan ke dalam mucilago CMC yang telah terbentuk kemudian diencerkan disebut metode ....

a)

dispersi

b)

caking

c)

deflokulasi

d)

flokulasi

e)

presipitasi

22.

Camphora harus dilarutkan dengan etanol terlebih dahulu sebelum ditambahkan bahan pensuspensi, metode ini disebut ...

a)

dispersi

b)

flokulasi

c)

deflokulasi

d)

presipitasi

e)

caking

23.

Bahan pensuspensi yang termasuk gom adalah ...

a)

HPMC

b)

Caragen

c)

carbophol

d)

bentonit

24.

Penilaian suspensi yang dilakukan dengan membandingkan volume sedimen akhir suspensi flokulasi dengan volume sedimen akhir suspensi deflokulasi disebut ... .

a)

derajat flokulasi

b)

volume sedimentasi

c)

metode rheologi

d)

metode rheologi

e)

perubahan ukuran partikel

25.

Penilaian suspensi yang dilakukan dengan membandingkan volume sedimen akhir dengan volume mula-mula suspensi disebut ... .

a)

derajat flokulasi

b)

volume sedimentasi

c)

metode rheologi

d)

freeze thraw cycling

e)

perubahan ukuran partikel