Font size
WorksheetsSmart Building
Total questions: 60
Worksheet time: 38mins
Sebelum menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), langkah pertama yang harus dilakukan adalah
Memeriksa tekanan dan jenis media APAR
Mengisi ulang tabung
Menarik pin pengaman
Menggoyangkan tabung secara vertical
Saat memasuki area kerja dengan simbol berikut: (symbol of a helmet)
Melepas helm agar tidak mengganggu
Menggunakan helm keselamatan
Bertanya kepada petugas keamanan
Mengabaikan simbol jika merasa aman
Di bawah ini manakah yang termasuk perlengkapan darurat non-kebakaran
APAR
Sirine
Brankas tahan api
Masker pernapasan (SCBA)
Siapa yang paling tepat dalam menerima laporan jika terdapat tumpahan bahan kimia di area kerja?
Rekan Kerja
Petugas kebersihan
Tim K3 atau supervisor area
Teknisi computer
Saat melihat rekan kerja tertimpa benda berat dan tidak sadarkan diri, apa langkah pertama yang harus Anda lakukan?
Memberikan air minum
Membawa korban ke ruang istirahat
Menghubungi petugas P3K atau layanan darurat perusahaan
Menyebarkan berita melalui media sosial
Saat menerima perintah kerja, seorang teknisi harus memastikan bahwa ...
Semua prosedur dan tahapan kerja sudah diketahui dan dipahami
Semua peralatan milik pribadi siap digunakan
Laporan akhir sudah disiapkan lebih dulu
Lokasi kerja dalam kondisi kosong
Gambar teknis menunjukkan bahwa terminal voltmeter dihubungkan ke
Saklar pemutus
Jalur fasa dan netral
Dua titik fasa (L1 dan L2)
Jalur sistem pemadam
Berikut ini adalah bentuk koordinasi yang benar dan sesuai SOP saat pelaksanaan pekerjaan lintas tim, kecuali
Melakukan briefing bersama sebelum pekerjaan dimulai
Menyampaikan rencana kerja kepada semua pihak terkait
Memberikan perintah tertulis yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan
Menghindari kontak langsung dengan pihak lain agar tidak terjadi konflik
Manakah dari berikut ini yang bukan termasuk bagian dari pengecekan kesesuaian spesifikasi peralatan
Menilai warna kabel yang digunakan pada alat
Memastikan tegangan dan arus sesuai dengan dokumen
Memeriksa merk dan tipe alat yang tertera pada label
Memastikan jumlah terminal dan koneksi sesuai gambar Teknik
Langkah pertama dalam prosedur uji coba peralatan pengukur setelah pemasangan adalah
Menghidupkan seluruh sistem secara langsung
Membersihkan area kerja
Memastikan semua sambungan dan terminal terpasang dengan benar sesuai gambar
Menyalakan alarm evakuasi
Informasi yang wajib dicantumkan dalam laporan hasil pemasangan komponen instalasi adalah:
Nama komponen, tanggal pemasangan, lokasi pemasangan
Nama teknisi, warna kabel, harga komponen
Jumlah komponen, merk kendaraan, jenis bahan bakar
Waktu istirahat teknisi, cuaca saat pemasangan, merek alat
Sebelum memulai pekerjaan pembangunan dan pemasangan sirkuit instalasi, seorang teknisi harus terlebih dahulu ...
Memeriksa kondisi lapangan secara langsung untuk memperkirakan waktu kerja
Menyiapkan alat dan bahan sesuai jenis pekerjaan yang akan dilakukan
Memahami prosedur kerja dan isi perintah kerja yang tercantum dalam dokumen
Berkonsultasi dengan rekan teknisi mengenai langkah kerja yang biasa dilakukan
Pemahaman terhadap gambar pengawatan, instalasi, denah bangunan, dan dokumen teknis diperlukan dalam proses pembangunan instalasi listrik untuk semua hal berikut, kecuali ...
Mengganti komponen instalasi sesuai kondisi lapangan
Menyesuaikan jalur kabel dengan denah dan struktur bangunan
Menentukan letak dan jenis komponen yang akan dipasang
Mengestimasi kebutuhan material dan peralatan secara tepat
Dalam melaksanakan pekerjaan pemasangan komponen dan Instalasi listrik, komunikasi dan koordinasi yang baik antar pihak terlibat harus dilakukan, kecuali ......
Memberi tahu teknisi lain tentang urutan pekerjaan dan pembagian tugas sesuai SOP
Menghubungi bagian gudang penyimpanan untuk memastikan ketersediaan material sesuai jadwal
Mengubah langkah kerja secara mandiri untuk mempercepat proses instalasi
Menyampaikan kendala pelaksanaan ke pengawas proyek secara tepat waktu
Dalam persiapan pembangunan instalasi listrik, pengecekan fisik komponen instalasi perlu dilakukan untuk memastikan
Komponen lengkap, sesuai spesifikasi, dan tidak mengalami kerusakan fisik
Komponen tersedia dan terlihat masih dalam kemasan pabrik
Komponen berfungsi dengan baik saat uji coba terhubung ke sistem
Komponen memiliki warna dan bentuk sesuai preferensi teknisi
Salah satu langkah penting setelah pemasangan instalasi listrik adalah melakukan pengujian tahanan isolasi antar fasa, netral, dan grounding. Tujuan utama dari pengujian ini adalah
Mengetahui tegangan antar terminal sebelum penyalaan
Memastikan tidak ada hubungan singkat akibat kerusakan isolasi
Menentukan kapasitas beban maksimum yang dapat dialirkan
Menguji kontinuitas kabel untuk mengetahui sambungan antar titik
Setelah seluruh proses pembangunan dan pemasangan instalasi selesai dilakukan, teknisi diwajibkan mengisi dan menandatangani form laporan pekerjaan. Tindakan ini penting untuk
Memenuhi kewajiban administrasi proyek tanpa memperhatikan isi laporan
Menyatakan bahwa seluruh pekerjaan telah dilakukan sesuai arahan teknisi senior
Menghindari sanksi dari atasan akibat keterlambatan menyetor dokumen laporan
Memberikan dokumentasi resmi hasil pekerjaan untuk keperluan audit dan tanggung jawab
Dalam pelaksanaan pembangunan dan pemasangan sistem penangkal petir, pemahaman terhadap SOP sangat penting agar
Semua pekerjaan dilakukan dengan cepat meskipun tanpa panduan tertulis
Komponen dapat dipasang di lokasi mana pun sesuai keinginan teknisi
Proses kerja sesuai urutan teknis dan memenuhi aspek keselamatan
Biaya proyek dapat ditekan seminimal mungkin tanpa memperhatikan prosedur
Dalam menyiapkan pembangunan dan pemasangan rangkaian penangkal petir, pemahaman terhadap gambar pengawatan dan dokumen instalasi penting untuk
Menghindari pemborosan material dengan cara menekan biaya proyek
Menyesuaikan model penangkal petir berdasarkan pengalaman pribadi teknisi
Memastikan semua pekerjaan dapat diselesaikan tanpa rapat koordinasi
Menentukan lokasi pemasangan komponen sesuai tata letak bangunan
Dalam pelaksanaan pembangunan sistem penangkal petir, komunikasi dan koordinasi dengan pihak lain diperlukan agar...
Pekerjaan dapat dilakukan sesuai standar dan tidak mengganggu aktivitas pihak lain
Semua keputusan teknis sepenuhnya diambil oleh satu teknisi yang paling berpengalaman
Sebelum pemasangan sistem penangkal petir, teknisi harus mengidentifikasi tipe penangkal petir berdasarkan desain. Langkah ini bertujuan untuk:
Menyesuaikan bentuk penangkal petir agar selaras dengan estetika bangunan
Memastikan jenis penangkal petir sesuai kebutuhan proteksi area bangunan
Menghemat biaya dengan memilih tipe penangkal petir termurah yang tersedia
Mempermudah teknisi dalam pemasangan tanpa mengacu pada rancangan desain
Seorang teknisi mendapati bahwa kondisi tanah di lokasi instalasi sangat berbatu dan memiliki resistivitas tinggi. Berdasarkan kondisi ini, jenis earthing rod dan metode penanaman yang paling tepat untuk memastikan sistem pembumian bekerja secara efektif adalah:
Menggunakan galvanis rod pendek yang ditanam dangkal agar tidak terkena batu
Menggunakan copper-bonded rod yang dipasang secara vertikal pada kedalaman standar 1,5 meter
Menggunakan beberapa copper-bonded rod yang ditanam secara horizontal dan dihubungkan secara paralel
Menggunakan stainless steel rod tunggal dan menambahkan lapisan pasir basah di sekitar rod
Setelah sistem pembumian terpasang, teknisi melakukan pengukuran resistansi grounding. Pengukuran ini dinyatakan memenuhi syarat apabila nilai resistansinya...
< 5 Ω
>10 Ω
= 0 Ω
>20 Ω
Dalam pengisian form laporan hasil pembangunan dan pemasangan instalasi penangkal petir, siapa yang paling bertanggung jawab untuk menandatangani bagian verifikasi teknis?
Staf administrasi proyek
Pengawas lapangan yang bertanggung jawab atas keseluruhan proyek
Teknisi senior yang melakukan pengujian akhir instalasi
Untuk mengukur tegangan DC sebesar 48 V pada sebuah panel kontrol, teknisi memilih alat ukur dan pengaturan sebagai berikut. Manakah kombinasi yang paling sesuai?
Multimeter digital dengan pengaturan V~ (AC) skala 200 V
Multimeter digital dengan pengaturan A⎓ (DC) skala 200 m
Multimeter digital dengan pengaturan Ω skala 200 Ω
Multimeter digital dengan pengaturan V⎓ (DC) skala 200 V
Berikut ini merupakan langkah dalam melakukan perawatan rutin multimeter sesuai prosedur operasi standar (SOP), kecuali ...
Memeriksa kondisi fisik kabel probe dan konektor
Mengganti baterai secara berkala jika lemah
Menyimpan alat di tempat yang lembab agar mudah diakses
Membersihkan permukaan alat dari debu dan kotoran secara rutin
Seorang peserta pelatihan menerima tugas membuat alat monitoring suhu berbasis IoT menggunakan mikrokontroler ESP8266. Untuk menghubungkan perangkat ke internet, modul manakah yang paling sesuai digunakan?
Bluetooth HC-05
Ethernet Shield W5100
WiFi (melalui modul internal ESP8266)
RF 433 MHz Transmitter
Seorang teknisi akan memprogram mikrokontroler ESP32 untuk proyek IoT. Berikut ini adalah langkah yang paling sesuai dengan prosedur menyiapkan peralatan pemrograman, kecuali:
Memastikan modul ESP32 dapat terdeteksi melalui port USB pada komputer
Menguji koneksi WiFi modul dengan program sederhana (misalnya: AT Command atau sketch test)
Menyambungkan modul ke komputer dan menyiapkan software Arduino IDE dengan board manager ESP32
Menginstal software desain PCB seperti Proteus sebelum proses pemrograman dimulai
Sebelum memulai pemrograman mikrokontroler berbasis IoT, teknisi harus mempersiapkan software Integrated Development Environment (IDE). Berikut ini software yang paling sesuai untuk memprogram mikrokontroler ESP32 atau ESP8266 adalah...
Microsoft Visual Studio
Arduino IDE
CorelDRAW
Proteus
Gambar kerja menunjukkan bahwa sensor PIR harus dihubungkan ke pin digital D2 pada mikrokontroler namun dalam pemrograman disebutkan namun pemasangan dilakukan ke pin D4. Apa yang akan terjadi ?
Sensor tetap akan berfungsi normal karena semua pin digital sama
Program akan menyesuaikan secara otomatis dengan perubahan pin
Sensor mungkin tidak berfungsi karena program membaca data dari pin D2
Tidak ada pengaruh selama kabel power dan ground benar
Seorang teknisi ingin mengirimkan data dari sensor suhu ke cloud menggunakan platform Blynk dan mikrokontroler ESP8266. Agar data dapat terkirim dengan benar, hal berikut harus diperhatikan dalam pemrograman...
Mengatur Blynk.begin() menggunakan token autentikasi, SSID Wi-Fi, dan password yang sesuai
Memastikan mikrokontroler dalam mode deep sleep sebelum mengirim data ke Blynk
Menyambungkan sensor suhu ke pin analog meskipun tidak digunakan dalam program
Menambahkan delay(5000) sebelum fungsi Blynk.run() agar server siap menerima data
Seorang teknisi menggunakan Arduino IDE untuk menulis program pembacaan sensor LDR yang hasilnya dikirim ke Blynk. Namun saat proses compile, muncul pesan error: 'ldrValue' was not declared in this scope. Langkah terbaik untuk memastikan program bebas error setelah compile adalah?
Menonaktifkan library Blynk agar fokus pada kode LDR terlebih dahulu
Menambahkan perintah delay() setelah Blynk.run() untuk menunggu koneksi
Memastikan bahwa variabel ldrValue sudah dideklarasikan sebelum digunakan
Seorang teknisi diminta membuat program kendali LED melalui tombol fisik dan aplikasi Blynk. Saat pengujian, LED hanya merespons tombol fisik, tetapi tidak merespons perintah dari aplikasi Blynk. Apa yang harus diperiksa teknisi agar program bekerja sesuai perintah kerja?
Jenis kabel jumper yang digunakan untuk menghubungkan tombol
Baterai pada LED dan tombol fisik
Token Auth Blynk, koneksi Wi-Fi, dan kesesuaian virtual pin pada program
Ukuran resistor yang digunakan pada tombol
Tujuan utama memahami prosedur kerja (SOP) sebelum memulai pengoperasian komponen alat ukur dan pembatas adalah
Untuk mempercepat waktu penyelesaian pekerjaan
Untuk menghindari konflik antar pekerja
Untuk memastikan pekerjaan dilakukan aman dan sesuai standar
Agar pekerja tidak memerlukan pengawasan saat bekerja
Pada gambar satu garis (single line diagram), alat pembatas seperti MCB biasanya digambarkan berada di
Antara netral dan grounding
Sebelum alat ukur dan beban listrik
Setelah titik beban
Terhubung langsung dengan motor Listrik
Saat melakukan pekerjaan pengkabelan pada panel, Anda melihat rekan kerja melakukan prosedur yang tidak sesuai SOP. Apa yang sebaiknya Anda lakukan?
Segera berkoordinasi dengan pengawas atau teknisi senior untuk klarifikasi
Membiarkannya karena itu tanggung jawab pribadinya
Memberi tahu rekan tersebut secara langsung agar memperbaiki kesalahan
Melanjutkan pekerjaan Anda sendiri dan mencatat kejadian tersebut
Saat melaksanakan persiapan pengoperasian, Anda menemukan amperemeter di lapangan memiliki rating arus 10 A, sedangkan di dokumen tertulis 5 A. Apa tindakan paling tepat?
Tuas MCB yang berada di posisi tengah (bukan ON atau OFF) menunjukkan bahwa......
MCB sedang normal dan dapat dioperasikan
MCB mengalami trip karena beban lebih atau gangguan hubung singkat
MCB sedang dalam mode auto
MCB rusak secara mekanis
Setelah selesai melakukan pengoperasian komponen dan sirkuit instalasi, teknisi diwajibkan untuk mengisi dan menandatangani form laporan. Tujuan dari penandatanganan form laporan adalah
Menyimpan catatan pribadi teknisi
Mempercepat proses pengarsipan
Menyatakan bahwa pekerjaan telah selesai dan dapat dipertanggungjawabkan
Menunjukkan bahwa pekerjaan dilakukan secara mandiri
Langkah paling penting sebelum memulai pelaksanaan pengoperasian sirkuit instalasi tenaga listrik tegangan rendah adalah ...
Memahami SOP dan perintah kerja terlebih dahulu
Menyiapkan peralatan kerja yang lengkap
Membaca gambar pengawatan dengan seksama
Memastikan beban terhubung secara parallel
Mengapa penting memahami denah bangunan dalam pelaksanaan pengoperasian instalasi tenaga listrik?
Untuk mengetahui lokasi panel utama yang akan dibongkar
Agar mudah menyimpan peralatan kerja
Untuk menentukan jalur pengkabelan, lokasi komponen, dan area kerja aman
Agar pekerjaan tidak mengganggu struktur bangunan
Sebelum mengoperasikan suatu sirkuit instalasi, teknisi perlu melakukan pemeriksaan awal pada peralatan. Tujuan utama dari pemeriksaan ini adalah
Dalam suatu proyek, teknisi menemukan bahwa tim lain sedang bekerja di lokasi yang sama dan belum selesai. Apa tindakan terbaik?
Melaporkan ke pengawas dan menunda sampai aman
Tetap lanjut bekerja karena sesuai jadwal
Meminta tim lain untuk segera pindah
Mengalihkan pekerjaan ke lokasi lain tanpa pemberitahuan
Komponen berikut menunjukkan tanda tidak layak operasi secara fisik, kecuali ...
Tuas pengunci MCB patah atau longgar
MCB meleleh di bagian terminal akibat panas
Tercium bau hangus dari badan MCB
MCB dalam kondisi bersih dan tuas dapat bergerak normal
Salah satu tindakan berbahaya dalam pengoperasian instalasi tenaga listrik adalah ...
Menyalakan MCB tanpa pemeriksaan awal
Mengoperasikan sistem satu per satu
Menggunakan kunci panel setelah pemeriksaan
Mencatat hasil uji pada form laporan
Form laporan hasil pengoperasian biasanya memuat informasi berikut, kecuali...
Jenis komponen yang dioperasikan
Waktu dan tanggal pengoperasian
Tanda tangan teknisi dan pihak terkait
Nama perusahaan pembuat komponen
Saat akan memeriksa sistem BAS, teknisi mengetahui bahwa beberapa perangkat tidak berfungsi dan staf teknis gedung tidak tersedia. Namun, manajemen tetap ingin pemeriksaan dilakukan sesuai jadwal. Apa langkah terbaik teknisi dalam situasi ini?
Menunda seluruh pemeriksaan hingga perangkat berfungsi dan staf siap
Tetap memeriksa mandiri, catat semua kendala
Saat melihat gambar instalasi (as built drawing), sensor suhu seharusnya terpasang di sisi utara ruangan (dekat pintu). Tapi saat dicek di lapangan, sensor malah dipasang di sisi selatan, dekat jendela yang kena sinar matahari langsung. Apa tindakan yang paling tepat yang harus kamu lakukan sebagai teknisi?
Mengubah gambar as built agar sesuai posisi sensor saat ini
Memindahkan sensor ke posisi yang sesuai gambar
Mencatat perbedaan posisi sensor dan melaporkannya untuk dianalisis dampaknya
Mengabaikan perbedaan karena sistem tetap berfungsi
Apa yang harus diperiksa untuk memastikan sistem BAS sesuai dengan as built drawing?
Jadwal kerja teknisi
Tata letak aktual perangkat sistem otomatisasi
Manual penggunaan alat BAS
Estimasi biaya perawatan system
Salah satu langkah awal pengujian unjuk kerja sistem BAS adalah memastikan semua sensor dan aktuator bekerja sesuai fungsinya. Dokumen apa yang harus digunakan sebagai acuan teknisi?
Estimasi anggaran belanja (RAB)
Gambar denah arsitektur
Gambar skematik dan spesifikasi teknis dari pabrikan
Surat izin pemasangan dari dinas
Seorang teknisi melakukan pengujian unjuk kerja pada sistem HVAC otomatis di gedung. Saat suhu ruangan meningkat, sistem pendingin tidak aktif secara otomatis, meskipun status sensor suhu menunjukkan pembacaan normal. Apa langkah paling tepat yang harus dilakukan teknisi tersebut?
Lanjut ke pengujian sistem lain karena ini hanya satu fungsi
Nonaktifkan sensor dan aktifkan pendingin manual
Ganti sensor suhu tanpa konfirmasi
Catat hasil pengujian sebagai gagal fungsi dan segera laporkan
Apa tujuan utama dari pengujian unjuk kerja Building Automation System (BAS)?
Untuk mengetahui merek perangkat yang digunakan.
Untuk memastikan BAS berfungsi sesuai dengan spesifikasi desain dan kebutuhan operasional.
Untuk memperbarui perangkat lunak BAS ke versi terbaru.
Untuk mengurangi biaya operasional gedung secara langsung.
Setelah menyusun laporan pengujian sistem alarm otomatis, teknisi menyerahkannya ke pengelola gedung. Namun, pengelola merasa laporan terlalu teknis dan sulit dipahami oleh manajemen gedung. Apa solusi terbaik agar laporan bisa diterima dan dimengerti oleh semua pihak?
Membuat versi ringkasan eksekutif dari laporan teknis
Menambahkan lebih banyak istilah teknis agar lebih jelas
Minta pengelola untuk mempelajari sendiri isi laporan
Minta pengelola menerjemahkan laporan ke dalam bahasa yang lebih mudah
Seorang teknisi dijadwalkan memeriksa sistem access control dan alarm darurat. Namun saat tiba di lokasi, pihak keamanan tidak mengetahui rencana pemeriksaan, sehingga akses ke ruang server ditolak dan menyebabkan keterlambatan pekerjaan. Apa yang seharusnya dilakukan teknisi untuk mencegah situasi seperti ini?
Memaksa petugas keamanan agar tetap diberi akses
Melakukan pemeriksaan hanya pada area yang bisa dijangkau
Memastikan seluruh pihak terkait sudah diinformasikan sebelum hari pemeriksaan
Menjadwalkan ulang secara sepihak tanpa koordinasi lagi
Saat melakukan pemeriksaan sistem keamanan gedung, seorang teknisi mendapati bahwa beberapa CCTV terpasang di lokasi berbeda dari yang tercantum pada as-built drawing. Namun, perangkat tersebut tetap berfungsi normal. Apa langkah yang harus dilakukan teknisi dalam situasi ini?
Abaikan saja karena perangkat tetap berfungsi
Lanjutkan pemeriksaan dan catat posisi aktual dalam laporan
Ubah gambar as-built tanpa izin agar sesuai kenyataan
Hentikan pemeriksaan sampai gambar diperbarui
Saat menguji sensor PIR yang terhubung ke alarm, apa fungsi yang seharusnya diuji?
Mengapa penting menyiapkan standar pengujian berdasarkan spesifikasi teknis perangkat keamanan?
Untuk menjamin hasil pengujian sesuai desain dan fungsi alat
Agar teknisi dapat menyelesaikan tugas lebih cepat
Supaya sistem dapat diubah sesuai kebutuhan teknisi
Karena semua sistem keamanan memiliki spesifikasi yang sama
Saat melakukan pengujian CCTV, teknisi ingin memastikan kamera dapat memantau area parkir malam hari. Apa aspek yang harus diuji?
Resolusi kamera saat siang hari
Rotasi otomatis kamera
Kemampuan night vision atau inframerah berfungsi dengan baik
Ketersediaan kabel Cadangan
Dalam pengujian sistem terintegrasi, kamera CCTV seharusnya menyala saat sensor gerak (PIR) mendeteksi gerakan. Tapi saat diuji, kamera baru menyala 3 detik setelah gerakan terdeteksi. Apa yang perlu disesuaikan agar unjuk kerja sistem berjalan sesuai fungsinya?
Waktu tunda (delay) pada sistem kontrol
Ganti sensor PIR dengan sensor cahaya
Posisi kamera
Kualitas sinyal dari CCTV
Sebelum laporan akhir pemeriksaan disusun, apa yang sebaiknya dilakukan oleh teknisi?
Langsung membuat laporan sesuai kebiasaan pribadi
Menyalin laporan dari proyek sebelumnya
Mendiskusikan format dan isi laporan dengan pengelola gedung
Menyusun laporan tanpa lampiran karena dianggap tidak penting
