NEW
Font size
WorksheetsLATIHAN SOAL AF DAN ALAT INDUSTRI BAHAN PADAT
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Persamaan yang digunakan untuk menghitung kecepatan terminal partikel yang jatuh dalam fluida, dengan asumsi aliran Stokes, adalah:
Persamaan Bernoulli
Hukum Newton II
Hukum Kontinuitas
Hukum Stokes
Persamaan Hagen–Poiseuille
Bilangan tak berdimensi yang membandingkan gaya inersia dengan gaya viskos dalam aliran fluida adalah:
Bilangan Prandtl
Bilangan Reynolds
Bilangan Nusselt
Bilangan Mach
Bilangan Froude
Aliran fluida di dalam pipa yang ditandai dengan gerakan partikel yang tidak teratur dan terjadi pencampuran disebut aliran:
Laminar
Transisi
Turbulen
Viskos
Ideal
Prinsip yang menyatakan bahwa untuk fluida ideal yang tak termampatkan, jumlah dari tekanan, energi kinetik per satuan volume, dan energi potensial per satuan volume adalah konstan di sepanjang garis arus adalah:
Hukum Kontinuitas
Hukum Newton I
Persamaan Bernoulli
Hukum Fick
Hukum Pascal
Faktor gesekan (friction factor) dalam aliran turbulen biasanya dihitung menggunakan diagram:
Diagram P–H
Diagram Psikrometrik
Diagram Mollier
Diagram Moody
Diagram T–S
Fluida yang memiliki viskositas konstan terlepas dari laju geser (shear rate) dinamakan fluida:
Dilatan
Pseudoplastik
Plastik Bingham
Non-Newtonian
Newtonian
Alat yang digunakan untuk mengukur laju alir volumetrik fluida berdasarkan perbedaan tekanan yang diciptakan oleh penyempitan aliran adalah:
Termometer
Viscometer
Manometer
Orifice Meter atau Venturi Meter
Hydrometer
Air mengalir dalam pipa berdiameter 4 cm dengan laju alir volumetrik 0,005 m3/s . Berapakah kecepatan rata-rata air dalam pipa?
0,398 m/s
3,98 m/s
0,0398 m/s
39,8 m/s
398 m/s
Minyak (densitas ρ=800 kg/m3 ) mengalir melalui pipa berdiameter D=0,05 m dengan kecepatan v=1,5 m/s . Jika viskositas dinamis μ minyak adalah 0,005 Pa⋅s , berapakah Bilangan Reynolds?
12,000
120
120,000
1,200
12
Jika Bilangan Reynolds Re untuk aliran dalam pipa adalah 1500 , jenis aliran tersebut adalah:
Turbulen
Sangat turbulen
Laminar
Transisi
Ideal
Air mengalir dari pipa berdiameter D1=10 cm dengan kecepatan v1=2 m/s ke pipa yang lebih kecil dengan diameter D2=5 cm . Berapakah kecepatan air v2 pada pipa yang lebih kecil?
1 m/s
2 m/s
4 m/s
8 m/s
16 m/s
Berdasarkan Persamaan Bernoulli, jika kecepatan fluida pada suatu titik meningkat, maka tekanan statis fluida pada titik tersebut akan:
Menurun
Meningkat
Tetap konstan
Berubah secara acak
Sama dengan tekanan atmosfer
Fluida dengan viskositas dinamis 1 Pa⋅s sama dengan:
10 Poise
100 Poise
0,1 Poise
1 Poise
1 Centipoise
Satuan dari laju alir massa adalah:
m3/s
kg/s
Pa⋅s
N/m2
m/s
Kehilangan energi akibat gesekan di sepanjang pipa lurus hf dapat dihitung menggunakan:
Persamaan Kontinuitas
Persamaan Navier–Stokes
Persamaan Darcy–Weisbach
Persamaan Einstein
Hukum Fick
Sebuah manometer berisi merkuri ( ρHg=13,600 kg/m3 ) menunjukkan perbedaan ketinggian 10 cm . Jika terhubung dengan tangki air, berapakah perbedaan tekanan ΔP yang diukur? (Asumsi g=9,81 m/s2 )
13,6 kPa
1,33 kPa
133,28 kPa
13,328 kPa
133,281 Pa
Pompa sentrifugal digunakan untuk memindahkan air ke ketinggian 10 meter di atasnya. Jika total head loss (kerugian tekanan) adalah 2 meter, berapakah total head yang harus disediakan pompa?
8 m
10 m
12 m
20 m
5 m
Sebuah fluida memiliki densitas relatif (Specific Gravity) 0,8. Berapakah densitas absolutnya ρ ? (Asumsi ρair=1000 kg/m3 )
1250 kg/m3
1000 kg/m3
800 kg/m3
80 kg/m3
100 kg/m3
Pada fluida Non-Newtonian jenis Pseudoplastic (Shear Thinning), viskositas tampak (apparent viscosity) akan:
Meningkat dengan laju geser yang meningkat
Menurun dengan laju geser yang meningkat
Tetap konstan
Sama dengan viskositas air
Berbanding terbalik dengan tekanan
Tekanan uap (Vapor Pressure) fluida merupakan faktor penting yang harus diperhatikan untuk menghindari fenomena:
Korosi
Kavitasi
Erosi
Fouling
Kristalisasi
Jika kecepatan aliran fluida meningkat dua kali lipat, dan semua parameter lain tetap, maka energi kinetik per satuan massa fluida akan meningkat sebesar:
2 kali
4 kali
8 kali
Setengah kali
Tidak berubah
Pompa yang bekerja dengan prinsip memindahkan sejumlah volume fluida secara diskrit dengan setiap siklus operasinya disebut pompa:
Sentrifugal
Positive Displacement (Perpindahan Positif)
Aksial
Propeller
Turbin
Dalam Persamaan Bernoulli, komponen P/ρ g disebut:
Velocity Head
Elevation Head
Pressure Head
Friction Head
Total Head
Untuk aliran fluida Newtonian dalam pipa lurus dengan aliran Laminar, kehilangan tekanan ΔP berbanding lurus dengan:
Kecepatan kuadrat ( v2 )
Diameter pipa kuadrat ( D2 )
Kecepatan ( v )
Viskositas kuadrat ( μ2 )
Panjang pipa kuadrat ( L2 )
Sebuah katup yang dirancang untuk mencegah aliran balik fluida dalam sistem perpipaan adalah:
Globe Valve
Gate Valve
Needle Valve
Check Valve (Katup Satu Arah)
Ball Valve
Alat yang digunakan untuk memindahkan material padat secara horizontal atau sedikit miring menggunakan pisau putar dalam wadah berbentuk U adalah:
Belt Conveyor
Screw Conveyor
Bucket Elevator
Pneumatic Conveyor
Apron Conveyor
Alat yang paling cocok untuk mengangkat bahan padat secara vertikal dalam jumlah besar di industri adalah:
Vibrating Conveyor
Belt Conveyor
Bucket Elevator
Chain Conveyor
Roller Conveyor
Sistem penanganan bahan padat yang menggunakan perbedaan tekanan udara untuk memindahkan material dalam pipa tertutup adalah:
Apron Conveyor
Screw Conveyor
Pneumatic Conveyor
Slat Conveyor
Drag Chain Conveyor
Alat crushing (penghancuran) yang paling efektif digunakan untuk mengurangi ukuran material yang sangat keras dan abrasif dalam tahap primer adalah:
Hammer Mill
Ball Mill
Jaw Crusher
Roller Mill
Disk Mill
Prinsip utama pemisahan material pada ayakan (sieve) adalah berdasarkan:
Densitas
Bentuk
Warna
Ukuran Partikel
Kekerasan
Istilah yang mengacu pada batas ukuran partikel di mana 80% material melewati ayakan adalah:
d50
d80
Perangkat yang digunakan untuk menyimpan bahan padat dalam jumlah besar, biasanya memiliki bagian bawah berbentuk kerucut, disebut:
Silo atau Hopper
Tangki Reaktor
Kolom Destilasi
Penukar Kalor
Centrifuge
Belt Conveyor paling cocok untuk pengangkutan material:
Vertikal
Jarak pendek, sangat miring
Jarak jauh, horizontal atau sedikit miring
Dengan suhu sangat tinggi
Yang sangat halus (bubuk)
Alat yang digunakan untuk menghasilkan partikel yang sangat halus (mikron) melalui mekanisme benturan berkecepatan tinggi, seringkali tanpa media penggilingan, adalah:
Cone Crusher
Hammer Mill
Fluid Energy Mill (Jet Mill)
Jaw Crusher
Roll Crusher
Hukum yang digunakan untuk memprediksi energi yang dibutuhkan untuk proses penggilingan material padat, terutama pada partikel yang sangat kecil (halus), adalah:
Hukum Kick
Hukum Rittinger
Hukum Bond
Hukum Newton
Hukum Fick
Perbandingan antara luas area lubang ayakan dan total area permukaan ayakan disebut:
Mesh Number
Aperture Size
Screen Efficiency
Open Area Ratio
Capacity
Alat pengumpan (feeder) yang menggunakan gaya sentrifugal untuk mengatur aliran material padat dari hopper adalah:
Screw Feeder
Belt Feeder
Rotary Feeder (Rotary Valve)
Vibrating Feeder
Apron Feeder
Untuk mengurangi risiko ledakan debu pada penanganan bahan padat, langkah-langkah berikut harus diambil, kecuali:
Mengontrol kadar air material
Menggunakan sistem grounding (pentanahan)
Menghilangkan sumber api/percikan
Memastikan konsentrasi debu selalu di atas Minimum Explosive Concentration (MEC)
Menggunakan sistem ventilasi yang baik
Mesin yang digunakan untuk pencampuran bahan padat yang berbentuk bubuk atau granula, yang terdiri dari dua pita heliks di dalam wadah berbentuk U, adalah:
Drum Mixer
Ribbon Blender
V-Blender
Conical Mixer
Tumble Mixer
Kerugian terbesar dari penggunaan Pneumatic Conveyor dibandingkan Belt Conveyor adalah:
Tidak bisa digunakan untuk jarak jauh
Hanya bisa memindahkan material halus
Konsumsi energi yang jauh lebih tinggi
Sulit dibersihkan
Tingkat abrasi material rendah
Dalam proses reduksi ukuran, rasio antara ukuran umpan rata-rata dan ukuran produk rata-rata disebut:
Reduction Ratio
Sizing Ratio
Bond Work Index
Screen Efficiency
Capacity Ratio
Alat yang digunakan untuk memisahkan partikel padat dari gas menggunakan gaya sentrifugal, tanpa menggunakan media filter, adalah:
Bag Filter
Cyclone Separator
Wet Scrubber
Electrostatic Precipitator
Fluidized Bed
Sifat material padat yang menggambarkan resistensi material terhadap aliran di bawah pengaruh gravitasi (seperti saat mengalir keluar dari hopper) adalah:
Densitas bulk
Kekerasan
Angle of Repose (Sudut Tumpukan)
Compressibility
Abrasion Index
Penggerak utama (drive unit) pada Belt Conveyor biasanya diletakkan pada:
Take-up pulley
Idler pulley
Tail pulley
Head pulley
Snub pulley
Alat penanganan padat yang menggunakan dua rol berputar berlawanan untuk menghancurkan material yang melewatinya disebut:
Jaw Crusher
Gyratory Crusher
Roll Crusher
Cone Crusher
Impact Crusher
Jika sebuah Vibrating Screen memiliki aperture 2 mm dan beroperasi dengan throughput 51 ton/jam dengan efisiensi 90% , berapakah laju alir material yang lulus ayakan?
51 ton/jam
45.9 ton/jam
40.8 ton/jam
34 ton/jam
Alat penanganan yang berfungsi ganda sebagai pemindah dan sebagai pendingin atau pengering material padat adalah:
Roller Conveyor
Apron Conveyor
Vibrating Conveyor
Slat Conveyor
Drag Chain Conveyor
Untuk mencegah material padat yang adhesif menempel pada dinding hopper, desain yang disarankan adalah:
Sudut dinding yang sangat curam (mendekati vertikal)
Sudut dinding yang sangat landai
Permukaan dinding yang kasar
Pemasangan pelapis anti-abrasif
Menggunakan rotary valve berkecepatan tinggi
Untuk menghitung kapasitas Belt Conveyor, faktor-faktor utama yang diperlukan adalah kecuali:
Kecepatan belt
Densitas bulk material
Luas penampang beban material di atas belt
Angle of Repose material
Daya motor penggerak
Kerusakan pada Ball Mill yang disebabkan oleh bola-bola penggiling yang menumbuk dinding secara berlebihan karena kecepatan putaran yang terlalu tinggi disebut:
Grinding
Cascading
Crushing
Cataracting
Attrition
