Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kuis UTS LPI-FEB 123

Total questions: 30

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.
Penalaran induktif menghasilkan kesimpulan yang pasti selama datanya cukup besar.
a)
Benar
b)
Salah
2.
Kategorisasi dan klasifikasi adalah dua proses yang identik dalam penalaran logis.
a)
Benar
b)
Salah
3.
Semua argumen yang valid pasti memiliki premis yang benar.
a)
Benar
b)
Salah
4.
Argumen logis harus memiliki minimal dua premis dan satu kesimpulan.
a)
Benar
b)
Salah
5.
Premis yang benar dapat menghasilkan kesimpulan salah jika struktur argumennya keliru.
a)
Benar
b)
Salah
6.
Dalam penalaran induktif, satu contoh yang menyimpang dapat membatalkan generalisasi.
a)
Benar
b)
Salah
7.
Klasifikasi adalah proses menilai kesimpulan berdasarkan kekuatan bukti.
a)
Benar
b)
Salah
8.
Argumen deduktif lebih bergantung pada kebenaran empiris dibanding koherensi logis.
a)
Benar
b)
Salah
9.
Dalam argumentasi logis, relevansi lebih penting daripada validitas.
a)
Benar
b)
Salah
10.
Premis implisit selalu dapat diabaikan karena tidak tertulis dalam argumen.
a)
Benar
b)
Salah
11.
Setiap bentuk analogi adalah bentuk penalaran induktif.
a)
Benar
b)
Salah
12.
Argumen dengan banyak premis otomatis lebih kuat daripada yang hanya memiliki dua.
a)
Benar
b)
Salah
13.
Evaluasi asumsi dilakukan hanya pada argumen yang bersifat deduktif.
a)
Benar
b)
Salah
14.
Asumsi yang tidak dapat diuji empiris tidak memiliki nilai logis.
a)
Benar
b)
Salah
15.
Kekuatan argumen dapat diukur dari kesesuaian antara premis dan kesimpulan.
a)
Benar
b)
Salah
16.
Bukti anekdot tidak dapat digunakan dalam penalaran ilmiah karena tidak memenuhi kriteria falsifikasi.
a)
Benar
b)
Salah
17.
Argumen yang meyakinkan secara retoris belum tentu valid secara logika.
a)
Benar
b)
Salah
18.
Setiap argumen yang mengandung analogi pasti bersifat valid.
a)
Benar
b)
Salah
19.
Evaluasi sumber bukti mencakup kredibilitas, relevansi, dan bias penyajian.
a)
Benar
b)
Salah
20.
Dalam logika ilmiah, keandalan sumber lebih penting daripada konsistensi data.
a)
Benar
b)
Salah
21.
Asumsi yang tersembunyi sering kali menjadi sumber falasi dalam argumentasi.
a)
Benar
b)
Salah
22.
Dalam argumen kausal, hubungan waktu tidak selalu menunjukkan hubungan sebab-akibat.
a)
Benar
b)
Salah
23.
Penalaran ilmiah menolak setiap bentuk generalisasi.
a)
Benar
b)
Salah
24.
Konfirmasi berlebihan terhadap argumen disebut confirmation bias dan menurunkan kekuatan logika.
a)
Benar
b)
Salah
25.
Dalam evaluasi bukti, banyaknya data lebih penting daripada kualitasnya.
a)
Benar
b)
Salah
26.
Kesalahan asumsi dapat tetap menghasilkan kesimpulan benar secara kebetulan.
a)
Benar
b)
Salah
27.
Penalaran ilmiah yang baik harus mampu membedakan antara bukti empiris dan bukti analogis.
a)
Benar
b)
Salah
28.
Dalam argumen deduktif, jika semua premis benar, kesimpulan pasti benar.
a)
Benar
b)
Salah
29.
Argumen induktif dapat digunakan untuk memperkuat teori, meskipun tidak membuktikannya secara absolut.
a)
Benar
b)
Salah
30.
Validitas logis menjamin kebenaran faktual dari kesimpulan yang dihasilkan.
a)
Benar
b)
Salah