wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

AI2 TP 2

Total questions: 25

Worksheet time: 13mins

Name
Class
Date
1.

Menurut prosedur praktikum Kromatografi Kertas dengan sampel tinta warna, bahan apa yang digunakan sebagai fase gerak (pelarut)?

a)

Etanol

b)

n-Heksan

c)

Metanol

d)

Air

e)

Kloroform

2.

Pada pembuatan plat Kromatografi Lapis Tipis (KLT) mandiri, dua bahan utama yang dicampurkan untuk membentuk lapisan fase diam pada kaca preparat adalah...

a)

Kalsium karbonat dan Aquades

b)

Kertas saring dan Gypsum

c)

Alumina dan Aquades

d)

Silika halus dan Gypsum

e)

Karbon aktif dan Aquades

3.

Dalam menyusun perangkat Kromatografi Kertas, pelat (kertas saring) dipotong sedemikian rupa sehingga ketika dimasukkan ke dalam chamber, tidak boleh menyentuh...

a)

Pelarut (Fase Gerak)

b)

Garis batas bawah

c)

Dinding chamber

d)

Batang pengaduk

e)

Udara luar

4.

Menurut LKPD terkait pembuatan plat KLT, berapa perbandingan massa silika halus dengan gypsum yang direkomendasikan untuk dicampurkan?

a)

2:1

b)

1:2

c)

3:1

d)

1:1

e)

4:1

5.

Dalam prosedur Kromatografi Kolom (seperti yang disinggung di LK-11), bahan apa yang wajib dimasukkan ke bagian dasar kolom, sebelum silika (fase diam) dimasukkan?

a)

Kertas saring

b)

Gypsum

c)

Selapis kapas tipis

d)

Batang pengaduk

e)

Kaca arloji

6.

Kromatografi Kertas (KC) dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) memiliki kesamaan dalam teknik pengoperasiannya. Kesamaan ini disebabkan keduanya termasuk dalam kategori kromatografi...

a)

Kolom

b)

Kinerja Tinggi

c)

Preparatif

d)

Planar

e)

Gas

7.

Dalam perhitungan Faktor Retensi (Rf) pada Kromatografi Kertas/KLT, jarak yang ditempuh noda sampel diukur dari...

a)

Ujung atas pelat hingga puncak noda.

b)

Titik tengah pelat hingga puncak noda.

c)

Garis batas atas (batas pelarut) hingga puncak noda.

d)

Garis batas bawah (garis penotolan) hingga puncak noda.

e)

Titik injeksi hingga batas atas pelarut.

8.

Apa fungsi utama dari gypsum yang dicampurkan bersama silika halus saat membuat plat KLT mandiri?

a)

Sebagai pelarut untuk melarutkan silika.

b)

Untuk meningkatkan kepolaran fase diam.

c)

Sebagai zat pengikat (binder) agar lapisan silika menempel kuat pada kaca preparat.

d)

Untuk mempercepat proses pengeringan plat KLT.

e)

Untuk mengubah warna plat KLT.

9.

Menurut prinsip dasar pemisahan kromatografi, jika suatu senyawa lebih suka fase gerak daripada fase diam, maka pergerakan senyawa tersebut pada kromatogram akan...

a)

Bergerak lambat dan memiliki Rf mendekati nol.

b)

Tetap di titik penotolan.

c)

Bergerak jauh dan memiliki Rf mendekati satu.

d)

Menyebar di seluruh permukaan pelat.

e)

Berwarna sangat pekat.

10.

Mengapa sebelum proses elusi pada Kromatografi Kertas, pelarut (air) diisi ke dalam chamber dengan ketinggian di bawah 1 cm?

a)

Untuk menghemat penggunaan pelarut.

b)

Untuk membiarkan kertas saring mengering.

c)

Untuk memastikan garis batas bawah penotolan sampel berada di atas permukaan pelarut.

d)

Agar pelarut dapat bergerak ke atas lebih cepat.

e)

Untuk meningkatkan gaya kapilaritas.

11.

Seorang praktikan menotolkan sampel pada Kromatografi Kertas. Garis penotolan harus dibuat lurus sejajar dengan ujung pelat, menggunakan pensil dengan jarak 1 cm dari ujung bawah. Jarak 1 cm ini dinamakan...

a)

Garis batas atas

b)

Garis batas akhir

c)

Garis batas pelarut

d)

Garis batas tengah

e)

Garis batas bawah

12.

Pada praktikum Kromatigrafi kertas, jarak tempuh noda komponen Kuning diukur sejauh 4,2 cm dari garis batas bawah. Jika jarak yang ditempuh pelarut adalah 10,0 cm, berapa nilai Rf dari komponen Kuning tersebut?

a)

2,38

b)

4,20

c)

0,23

d)

0,42

e)

10,0

13.

Proses pembuatan plat KLT melibatkan penambahan aquades secara tetes demi tetes hingga adonan silika dan gypsum menjadi setengah padat (tidak terlalu encer). Tujuan dari konsistensi ini adalah...

a)

Agar mudah diratakan di atas kaca preparat dan tidak meluber.

b)

Agar campuran menjadi lebih polar.

c)

Untuk mempercepat proses tumbukan di mortar.

d)

Untuk menghindari penggunaan oven saat pengeringan.

e)

Agar silika tidak terlalu halus.

14.

Dalam Kromatografi Kolom, setelah pengemasan silika selesai, ekstrak sampel dimasukkan ke dalam kolom. Setelah itu, untuk memulai pemisahan, pelarut (eluen) n-heksan:etil asetat dimasukkan ke dalam kolom mulai dari perbandingan...

a)

5:5 (kepolaran sedang)

b)

0:10 (kepolaran paling tinggi)

c)

10:0 (kepolaran paling rendah)

d)

1:9 (kepolaran tinggi)

e)

7:3 (kepolaran rendah)

15.

Untuk memastikan plat KLT buatan sendiri berhasil dan siap pakai, prosedur pengujiannya adalah...

a)

Menimbang plat KLT untuk memastikan beratnya tepat.

b)

Memanaskan plat KLT hingga 100°C.

c)

Melakukan pengujian dengan sampel pigmen warna tinta menggunakan teknik yang sama dengan Kromatografi Kertas.

d)

Mencelupkan seluruh plat ke dalam aquades.

e)

Mengukur pH permukaan plat KLT.

16.

Setelah penotolan sampel (spidol warna) pada garis batas bawah Kromatografi Kertas, noda harus dibiarkan kering terlebih dahulu. Tujuan dari pengeringan noda ini sebelum elusi dimulai adalah...

a)

Untuk memastikan Rf yang didapat bernilai tinggi.

b)

Agar noda tidak menyebar di seluruh kertas.

c)

Untuk mencegah sampel langsung larut dan tersapu ke dalam pelarut di dasar chamber saat pelat dicelupkan.

d)

Untuk mengubah kepolaran senyawa sampel.

e)

Untuk mempercepat pergerakan pelarut ke atas.

17.

Kromatografi Kertas dan KLT merupakan teknik kromatografi planar yang sederhana. Namun, KLT seringkali memberikan pemisahan yang lebih baik dan lebih cepat. Faktor yang paling bertanggung jawab atas perbedaan ini adalah...

a)

KLT menggunakan kaca preparat, KC menggunakan kertas saring.

b)

KC menggunakan gaya kapiler, KLT menggunakan gaya gravitasi.

c)

Fase diam KLT (silika/alumina) lebih aktif dan seragam dibandingkan fase diam KC (air yang teradsorpsi pada selulosa).

d)

KLT tidak memerlukan pelarut.

e)

KC hanya bisa memisahkan zat berwarna.

18.

Dalam prosedur Kromatografi Kolom, eluen harus dimasukkan secara bertahap mulai dari kepolaran rendah (n-heksan murni) hingga kepolaran tinggi (etil asetat murni). Urutan ini dipilih untuk...

a)

Menghemat penggunaan pelarut polar.

b)

Mencegah silika menjadi terlalu panas.

c)

Memastikan komponen non-polar terelusi lebih dahulu, diikuti komponen yang lebih polar.

d)

Meningkatkan viskositas fase gerak.

e)

Mempercepat laju aliran di dalam kolom.

19.

Mengapa dalam praktikum Kromatografi Kertas, air (polar) digunakan sebagai fase gerak dan spidol warna (mengandung pigmen, sebagian besar polar) digunakan sebagai sampel?

a)

Untuk menguji prinsip "like dissolved like" (polar melarutkan polar) yang menyebabkan pigmen terelusi.

b)

Karena air adalah pelarut yang paling murah.

c)

Karena air tidak berbau.

d)

Untuk memastikan noda yang terpisah tidak berwarna.

e)

Karena air mempercepat pemisahan pigmen non-polar.

20.

Pengaturan kecepatan aliran eluen pada Kromatografi Kolom harus diatur agar tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. Jika aliran terlalu cepat, apa dampak terburuk yang dapat terjadi pada hasil pemisahan?

a)

Kolom akan retak.

b)

Sampel non-polar tidak akan terelusi.

c)

Komponen-komponen campuran tidak sempat berinteraksi optimal dan terelusi bersamaan (tidak terpisah).

d)

Fase diam akan menguap.

e)

Waktu analisis menjadi sangat lama.

21.

Seorang praktikan mendapatkan hasil \text{Rf} senyawa target dari KLT sebesar 0,98. Berdasarkan prinsip kromatografi dan untuk mendapatkan pemisahan yang optimal, langkah paling logis yang harus dilakukan praktikan adalah...

a)

Menambah volume sampel saat penotolan.

b)

Mengganti fase gerak (eluen) dengan yang lebih non-polar (mengurangi kepolaran eluen).

c)

Mengganti fase gerak (eluen) dengan yang lebih polar.

d)

Memperpanjang waktu elusi hingga 24 jam.

e)

Memperpendek jarak yang ditempuh pelarut.

22.

Dalam praktikum Kromatografi Kertas, jika garis batas penotolan sampel tercelup ke dalam pelarut di dasar chamber saat proses elusi dimulai, apa yang paling mungkin terjadi?

a)

{Rf} akan menjadi 0

b)

Sampel akan tetap di garis awal karena pelarut belum jenuh.

c)

Pelarut tidak dapat naik melalui gaya kapiler.

d)

Sampel akan langsung larut/tersapu ke dalam pelarut di dasar chamber dan tidak

23.

Saat membuat plat KLT mandiri, praktikan menuang adonan silika dan gypsum yang terlalu encer di atas kaca preparat. Setelah dikeringkan, adonan terlihat menempel namun lapisan silika mudah terkelupas saat disentuh. Kesalahan ini paling mungkin disebabkan oleh...

a)

Kurangnya jumlah silika halus.

b)

Gypsum sebagai binder larut sempurna dalam air.

c)

Adonan terlalu encer sehingga rasio binder (gypsum) terhadap air menjadi terlalu rendah untuk mengikat silika.

d)

Kaca preparat tidak dibersihkan dengan baik.

e)

Proses pengeringan terlalu lama.

24.

Berdasarkan LKPD Kromatografi Kolom, dampak yang paling mungkin terjadi jika seorang praktikan langsung memasukkan pelarut yang sangat polar (misalnya Etanol murni) sebagai eluen pertama, padahal sampel mengandung banyak senyawa non-polar?

a)

Senyawa non-polar akan tetap terikat kuat pada fase diam silika.

b)

Kolom akan mengalami retakan.

c)

Senyawa non-polar dan senyawa polar akan terelusi bersamaan dan menghasilkan fraksi tunggal yang tidak murni.

d)

Waktu retensi semua senyawa akan menjadi sangat lama.

e)

Fraksi yang didapatkan akan berwarna sangat pucat.

25.

Pada prosedur Kromatografi Kertas, mengapa penting untuk memastikan noda sampel yang ditotolkan tidak terlalu tebal dan pekat di satu titik?

a)

Noda yang tebal tidak akan larut dalam fase gerak.

b)

Noda yang terlalu tebal akan menghasilkan bercak yang lebar dan tumpang tindih (tidak terpisah sempurna), sehingga sulit diukur Rf-nya.

c)

Noda yang tebal akan membuat pelarut sulit bergerak.

d)

Noda tebal akan merusak serat kertas saring.

e)

Kertas saring hanya boleh menampung sampel dalam jumlah sedikit.