WorksheetsASAS GEOGRAFI XII S1 2025/2026
Total questions: 34
Worksheet time: 32mins
Name
Class
Date
1.
NAMA LENGKAP
4 lines
2.
NOMOR UJIAN
4 lines
3.
KELAS
a)
XII BASOMA 1
b)
XII BASOMA 2
c)
XII BASOMA 3
4.
Wilayah yang dicirikan oleh adanya kesamaan atau homogenitas dalam kriteria tertentu, seperti kondisi fisik (iklim, geologi) atau sosio-ekonomi (bahasa, mata pencaharian), dan batas-batasnya cenderung statis, dikenal sebagai...
a)
a. Wilayah Kutub
b)
b. Wilayah Administratif
c)
c. Wilayah Formal
d)
d. Wilayah Fungsional
e)
e. Wilayah Perencanaan
5.
Karakteristik utama yang membedakan wilayah fungsional dari wilayah formal adalah...
a)
a. Adanya interaksi, pergerakan, dan ketergantungan di sekitar pusat kegiatan
b)
b. Adanya keseragaman karakteristik fisik di seluruh wilayah
c)
c. Luas wilayahnya selalu lebih besar daripada wilayah formal
d)
d. Batas wilayahnya yang cenderung statis dan ditetapkan secara hukum
e)
e. Didasarkan pada satu jenis mata pencaharian penduduk yang dominan
6.
Kawasan dataran rendah dengan curah hujan tinggi yang secara keseluruhan memiliki kesamaan dalam produksi padi, sehingga disebut sebagai 'Lumbung Padi Nasional', merupakan contoh dari...
a)
a. Wilayah Fungsional karena adanya aliran hasil panen ke kota-kota besar
b)
b. Wilayah Komplementer, karena saling melengkapi
c)
c. Wilayah Formal berdasarkan kriteria fisik dan ekonomi
d)
d. Wilayah Nodal, karena merupakan pusat kegiatan pertanian
e)
e. Wilayah Administratif, karena ditetapkan oleh pemerintah
7.
Daerah Jabodetabek yang terdiri dari Kota Jakarta sebagai pusat dan daerah-daerah penyangga (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) yang memiliki interaksi harian tinggi dalam hal komuter (perjalanan pulang-pergi) dikategorikan sebagai...
a)
a. Wilayah Perencanaan, meskipun ada interaksi harian yang kuat
b)
b. Wilayah Fungsional dengan Jakarta sebagai node atau pusatnya
c)
c. Wilayah Formal berdasarkan kriteria kesamaan budaya Betawi
d)
d. Wilayah Formal berdasarkan kriteria kepadatan penduduk
e)
e. Wilayah Homogenitas, karena memiliki kesamaan dalam masalah transportasi
8.
Pendekatan perwilayahan yang mengelompokkan wilayah berdasarkan kriteria kesamaan atau homogenitas sifat-sifat tertentu, seperti keseragaman iklim, jenis tanah, atau mata pencaharian, disebut sebagai...
a)
a. Perwilayahan Formal
b)
b. Wilayah Komplementer
c)
c. Wilayah Administratif
d)
d. Perwilayahan Fungsional
e)
e. Wilayah Nodal
9.
Konsep perwilayahan yang dicirikan oleh adanya pusat kegiatan (node) dan interaksi yang menghubungkan pusat tersebut dengan daerah-daerah di sekitarnya (hinterland) sehingga membentuk suatu sistem disebut...
a)
a. Wilayah Khusus
b)
b. Wilayah Fungsional
c)
c. Wilayah Formal berdasarkan Kriteria Budaya
d)
d. Wilayah Homogen
e)
e. Wilayah Pertanian
10.
Salah satu ciri utama yang membedakan Wilayah Fungsional dari Wilayah Formal adalah sifat batasnya yang...
a)
a. Disesuaikan setiap lima tahun sekali seiring dengan pergantian kepala daerah
b)
b. Statis dan ditetapkan secara hukum oleh pemerintah pusat
c)
c. Hanya didasarkan pada kenampakan alam seperti sungai atau pegunungan
d)
d. Sangat tegas dan tidak dapat diubah oleh faktor eksternal
e)
e. Berupa zona transisi dengan intensitas interaksi yang berkurang seiring menjauhi pusat
11.
Dalam Teori Tempat Sentral (Central Place Theory) oleh Walter Christaller, konsep yang mengacu pada jumlah minimum penduduk atau konsumen yang diperlukan untuk menunjang kelangsungan suatu pelayanan (barang atau jasa) di pusat tertentu disebut sebagai...
a)
a. Nodal Region (Wilayah Fungsional)
b)
b. Range (Jangkauan)
c)
c. Threshold (Ambang Batas)
d)
d. Orde K (K Value)
e)
e. Elasticity of Demand (Elastisitas Permintaan)
12.
Christaller menyimpulkan bahwa wilayah pelayanan tempat sentral akan membentuk pola heksagonal (segi enam). Alasan utama digunakannya bentuk heksagonal ini adalah karena...
a)
a. Merupakan pola yang paling umum ditemukan pada tata ruang kota-kota besar
b)
b. Memungkinkan cakupan wilayah pelayanan yang luas dengan biaya transportasi yang rendah
c)
c. Mencerminkan prinsip pelayanan dengan hirarki K=7 (Prinsip Administrasi)
d)
d. Bentuknya paling mudah untuk dihitung secara matematis
e)
e. Sesuai dengan batas-batas administratif pemerintahan yang kaku
13.
Menurut Teori Lokasi Optimum (Least Cost Theory) dari Alfred Weber, faktor utama yang paling memengaruhi keputusan lokasi industri agar mencapai biaya produksi total terendah adalah...
a)
a. Tingkat persaingan pasar dan potensi pertumbuhan penduduk
b)
b. Faktor iklim dan jenis tanah di lokasi industri yang dipilih
c)
c. Ketersediaan modal awal dan dukungan pemerintah daerah
d)
d. Biaya transportasi, biaya tenaga kerja, dan adanya aglomerasi
e)
e. Skala ekonomi dan kemudahan mendapatkan informasi pasar global
14.
Jika suatu industri pengolahan bahan mentah didirikan di dekat sumber bahan bakunya, dan bukan di dekat pasar atau sumber tenaga kerja, hal ini menunjukkan bahwa industri tersebut...
a)
a. Terpengaruh oleh faktor aglomerasi yang menarik industri ke pusat kota
b)
b. Memiliki K value (nilai K) yang rendah berdasarkan Teori Christaller
c)
c. Merupakan industri yang memiliki biaya tenaga kerja yang sangat tinggi
d)
d. Dipengaruhi oleh prinsip jangkauan (range) yang luas
e)
e. Menggunakan bahan baku yang bersifat Weight Losing (Susut Berat) atau Bulk-Reducing
15.
Konsep Agropolitan dikembangkan sebagai strategi pembangunan wilayah yang bertujuan untuk...
a)
a. Menciptakan kawasan industri berat yang terpisah dari permukiman penduduk
b)
b. Membangun sistem permukiman yang sepenuhnya homogen, menghilangkan perbedaan kota dan desa
c)
c. Mengembangkan sebuah pusat perkotaan (Kota Pusat) yang berfungsi sebagai pusat pelayanan dan pengolahan hasil pertanian di daerah sekitarnya
d)
d. Mengubah seluruh lahan pertanian di suatu wilayah menjadi kawasan pariwisata terpadu
e)
e. Meningkatkan ekspor produk pertambangan dan minyak bumi ke pasar global
16.
Prinsip utama yang harus dimiliki oleh sebuah kawasan agar dapat dikembangkan menjadi Agropolitan adalah...
a)
a. Kawasan tersebut harus berada di dekat ibu kota negara
b)
b. Adanya konsentrasi sumber daya pertanian yang besar dan memiliki potensi untuk pengembangan agroindustri
c)
c. Semua penduduk di dalamnya harus memiliki mata pencaharian sebagai petani
d)
d. Tersedianya tenaga kerja yang memiliki upah terendah di tingkat nasional
e)
e. Lahan pertanian harus sepenuhnya bersifat subsistence farming (pertanian subsisten)
17.
Dalam konteks Teori Lokasi Sentral, jika suatu pusat layanan memiliki hierarki K=3 (Prinsip Pasar), ini berarti bahwa satu pusat layanan tingkat tinggi akan melayani...
a)
a. Dirinya sendiri dan enam pusat layanan tingkat rendah secara penuh
b)
b. Hanya satu pusat layanan di bawahnya yang berdekatan
c)
c. Dirinya sendiri, enam pusat layanan tingkat rendah masing-masing sepertiga bagian, dan dua belas pusat tingkat rendah masing-masing seperenam bagian
d)
d. Dirinya sendiri secara penuh (1) dan enam pusat layanan tingkat rendah masing-masing sepertiga bagian (1/3 X 6), sehingga K=1+2=3.
e)
e. Dirinya sendiri dan empat pusat layanan tingkat rendah secara penuh
18.
Faktor biaya tenaga kerja dalam Teori Lokasi Optimum Weber dapat mengalihkan lokasi industri dari titik biaya transportasi minimum jika...
a)
a. Lokasi yang baru memiliki pasar yang lebih besar daripada lokasi sebelumnya
b)
b. Biaya transportasi menjadi nol (gratis)
c)
c. Perbedaan penghematan biaya tenaga kerja lebih besar daripada pertambahan biaya transportasi akibat relokasi
d)
d. Pusat industri baru memiliki jangkauan (range) yang lebih sempit
e)
e. Bahan baku yang digunakan bersifat ubiquitous (tersedia di mana-mana)
19.
Tujuan utama pembangunan Lokasi Agropolitan dari sudut pandang keruangan (spatial) adalah...
a)
a. Memperluas wilayah formal dengan batas yang homogen
b)
b. Mengurangi ketergantungan wilayah pertanian pada pusat-pusat kota metropolitan yang jauh
c)
c. Mengubah fungsi lahan pertanian menjadi lahan permukiman perkotaan secara bertahap
d)
d. Membuat zona-zona konsentris pertanian seperti model Von Thünen secara aktual
e)
e. Menciptakan keseragaman tata ruang antara kota pusat dan desa sekitarnya
20.
Kota Metropolitan merupakan klasifikasi kota menurut jumlah penduduk sebesar ....
a)
a. 20.000 - 50.000 jiwa
b)
b. 50.000 - 100.000 jiwa
c)
c. 100.000 - 1.000.000 jiwa
d)
d. 1.000.000 - 10.000.000 jiwa
e)
e. >10.000.000 jiwa
21.
Konsep utama dalam Teori Kutub Pertumbuhan (Growth Pole Theory) yang dikembangkan oleh François Perroux adalah...
a)
a. Satu-satunya faktor penentu lokasi adalah biaya sewa lahan dan transportasi ke pasar
b)
b. Pertumbuhan ekonomi cenderung terkonsentrasi di sekitar industri atau unit ekonomi yang dinamis dan inovatif, menciptakan efek penyebaran ke sekitarnya
c)
c. Pembangunan harus dilakukan secara seragam dan merata di seluruh wilayah formal
d)
d. Pusat pelayanan harus memiliki pola heksagonal untuk cakupan pasar yang optimal
e)
e. Semua kegiatan ekonomi harus ditempatkan di dekat sumber bahan baku untuk meminimalkan biaya transportasi
22.
Dampak positif dari keberadaan Kutub Pertumbuhan yang menyebabkan pembangunan dan kesejahteraan menyebar dari pusat ke wilayah sekitarnya disebut sebagai...
a)
a. Polarization Effect (Efek Polarisasi)
b)
b. Aglomerasi (Agglomeration)
c)
c. Transferabilitas (Transferability)
d)
d. Backwash Effect (Efek Tarik Mundur)
e)
e. Spread Effect (Efek Penyebaran)
23.
Efek negatif (disadvantageous effect) yang timbul karena Kutub Pertumbuhan menyedot sumber daya (modal, tenaga kerja terampil, bahan mentah) dari wilayah sekitarnya, sehingga memperlebar kesenjangan dengan daerah belakang, disebut...
a)
a. Multiplier Effect (Efek Multiplier)
b)
b. Backwash Effect (Efek Tarik Mundur)
c)
c. Spread Effect (Efek Penyebaran)
d)
d. Trickle-Down Effect (Efek Tetesan)
e)
e. External Economies (Ekonomi Eksternal)
24.
Penerapan Teori Kutub Pertumbuhan dalam perencanaan wilayah seringkali menghadapi kritik karena...
a)
a. Cenderung terlalu berfokus pada sektor pertanian dan mengabaikan industri
b)
b. Asumsi utamanya adalah bahwa semua wilayah memiliki sumber daya yang homogen
c)
c. Seringkali menciptakan kesenjangan wilayah yang parah di tahap awal dan efek penyebaran (spread effect) tidak selalu terjadi secara otomatis
d)
d. Mengabaikan sepenuhnya peran pemerintah dalam pembangunan
e)
e. Hanya dapat diterapkan di negara-negara maju dengan teknologi tinggi
25.
Untuk mengubah Efek Tarik Mundur (Backwash Effect) menjadi Efek Penyebaran (Spread Effect), pemerintah perlu mengambil tindakan seperti...
a)
a. Membangun infrastruktur penghubung (transportasi dan komunikasi) antara kutub dengan daerah belakang, serta investasi di sektor pendidikan dan kesehatan di daerah belakang
b)
b. Melakukan deregulasi total sehingga mekanisme pasar bekerja tanpa intervensi
c)
c. Memaksa semua industri di kutub pertumbuhan untuk tutup dan pindah ke pedesaan
d)
d. Menetapkan pajak yang sangat tinggi bagi semua perusahaan di kutub pertumbuhan
e)
e. Menerapkan kebijakan self-sufficiency di setiap wilayah, melarang interaksi ekonomi
26.
Ketika Teori Kutub Pertumbuhan diterapkan secara geografis, 'Kutub Pertumbuhan' diinterpretasikan sebagai...
a)
a. Wilayah dengan tingkat melek huruf yang seragam di atas 80%
b)
b. Sistem jaringan transportasi dan komunikasi yang terpisah dari lokasi industri
c)
c. Pemusatan spasial dari kegiatan ekonomi dan inovatif (misalnya, kota besar atau kawasan industri)
d)
d. Sebuah garis imajiner yang memisahkan wilayah maju dan wilayah terbelakang
e)
e. Daerah yang seluruhnya ditutupi oleh lahan pertanian tanpa adanya industri
27.
Dalam kaitannya dengan pembangunan regional, Kutub Pertumbuhan seringkali dijadikan fokus investasi (penyuntikan modal) oleh pemerintah dengan harapan untuk...
a)
a. Menciptakan defisit anggaran yang disengaja di wilayah pusat untuk dialihkan ke daerah miskin
b)
b. Memastikan bahwa semua investasi swasta merata di seluruh daerah agar tidak ada perbedaan
c)
c. Hanya mengembangkan industri yang bersifat padat modal dan bukan padat karya
d)
d. Mengisolasi daerah pusat pertumbuhan dari daerah belakang yang miskin
e)
e. Menggerakkan efek multiplikasi yang kuat dan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan
28.
Slum area adalah nama lain dari ....
a)
a. daerah pusat kota
b)
b. daerah kumuh
c)
c. daerah belakang kota
d)
d. daerah berlumpur
e)
e. daerah industri
29.
Kebanyakan dari beberapa Teori Struktur Kota, daerah pusat kegiatan selalu digambarkan ada di tengah dengan nomor 1.
a)
Benar
b)
Salah
30.
Daerah pusat kota bisa juga disebut dengan (Central Business District)
a)
Benar
b)
Salah
31.
Desa merupakan daerah hinterland atau wilayah pendukung bagi kota.
a)
Benar
b)
Salah
32.
Pemukiman kumuh merupakan dampak negatif dari urbanisasi.
a)
Benar
b)
Salah
33.
Sektor yang ada di sekitar daerah pusat kegiatan pada Teori Sektoral oleh Homer Hoyt berkembang menyerupai irisan kue tart.
a)
Benar
b)
Salah
34.
Jodohkan berikut ini
a)
Terpencil, terisolasi dan cenderung menutup diri dengan pengaruh luar
1.
Tradisional
b)
Terpencil namun sudah mulai membuka diri dengan orang asing
2.
Swadaya
c)
Terbuka dengan teknologi dan memiliki karya atau kerajinan khas
3.
Swakarya
d)
Sangat maju dan adat istiadat mulai pudar atau hilang
4.
Swasembada
e)
Cenderung Individual dan bermata pencaharian industri dan jasa
5.
Kota
100 %
