NEW
Font size
WorksheetsKelas 9 Persiapan Ujian Semester
Total questions: 25
Worksheet time: 13mins
Gerakan Meroda adalah gerakan senam lantai yang membutuhkan perpindahan berat badan secara vertikal yang sangat cepat dengan urutan tumpuan:
Kaki - Kaki - Tangan - Tangan
Kaki - Tangan - Tangan - Kaki
Tangan - Kaki - Tangan - Kaki
Tangan - Tangan - Kaki - Kaki
Posisi tubuh saat berada di puncak gerakan Meroda (tangan menumpu dan kaki di atas) harus:
Ditekuk sedikit
Lurus dan membusur (membentuk garis lurus vertikal) sebelum pendaratan.
Memutar ke samping
Jongkok
Dalam menyusun rangkaian senam lantai yang melibatkan Kayang dan Meroda, letak gerakan ini sebaiknya:
Di awal rangkaian
Di bagian tengah atau akhir rangkaian sebagai peak performance (puncak penampilan).
Setelah gerakan istirahat
Hanya dilakukan di luar matras
Jika seorang pesenam gagal menahan keseimbangan saat melakukan Sikap Lilin dan tubuhnya miring, hal ini disebabkan oleh:
Distribusi tumpuan pundak yang tidak merata atau topangan tangan pada pinggul tidak simetris.
Kekuatan kaki yang terlalu besar
Kepala terlalu ditekuk
Laju gerakan yang cepat
Analisis Gerak: Kesalahan pada Meroda di mana badan jatuh terlalu cepat ke pendaratan disebabkan oleh:
Ayunan kaki yang terlalu lambat
Penempatan tangan yang terlalu jauh
Tolakan kaki yang kurang kuat dan tidak cukupnya ayunan kaki pertama.
Tubuh kurang lurus
Gerakan Guling Belakang yang ideal mengindikasikan bahwa atlet berhasil mengaplikasikan prinsip fisika terkait:
Kecepatan
Momentum dan pembulatan tubuh (prinsip roda).
Gaya sentrifugal
Gaya gravitasi
Prinsip estetika yang sangat penting dalam penilaian Kayang dan Sikap Lilin adalah:
Waktu pengerjaan yang cepat
Kesempurnaan bentuk (melengkung maksimal pada Kayang, lurus vertikal pada Sikap Lilin).
Hanya menggunakan satu tangan
Jumlah pengulangan
Untuk mempersiapkan gerakan Meroda, latihan fisik yang paling relevan untuk ditingkatkan adalah:
Kekuatan perut
Keseimbangan dinamis dan statis pada tangan.
Kelenturan punggung
Daya tahan
Bagaimana cara melakukan transisi yang aman dari Kayang ke Guling Depan dalam sebuah rangkaian?
Langsung melompat dari Kayang
Membulatkan punggung
Melakukan breakdown Kayang ke posisi jongkok atau berdiri, lalu lanjutkan Guling Depan.
Membiarkan badan jatuh
Bagian yang paling rentan cedera jika gerakan Guling Depan dan Guling Belakang dilakukan dengan ceroboh dan tanpa pemanasan adalah:
A. Pergelangan kaki
B. Leher dan tulang belakang (cervical dan lumbal)
C. Otot paha
D. Lengan
Pendaratan yang tidak stabil pada gerakan Meroda seringkali disebabkan oleh:
Kekuatan lengan yang terlalu besar
Jatuhnya kaki pendaratan yang tidak sejajar dengan garis gerakan atau tidak adanya landing step.
Ayunan kaki yang terlalu kuat
Tangan terlalu dekat
Gerakan Meroda yang berhasil menunjukkan bahwa atlet memiliki unsur kebugaran fisik yang mencakup:
Koordinasi, Kelincahan, dan Kekuatan Otot Tangan.
Daya tahan dan fleksibilitas
Kecepatan lari dan kekuatan kaki
Keseimbangan statis
Dalam permainan Bulutangkis Ganda, strategi Depan-Belakang (Front-Back Attack) paling efektif diterapkan ketika:
Bertahan dari Smash lawan
Pasangan mendapatkan peluang menyerang dan shuttlecock berada di atas net lawan.
Saat servis tinggi
Saat lawan melakukan Dropshot
Pukulan yang paling ideal digunakan untuk memecah formasi sejajar (Side by Side) pertahanan ganda lawan adalah:
Dropshot di tengah net
Clear tinggi ke belakang
Pukulan Drive cepat yang diarahkan ke antara dua pemain.
Service pendek
Strategi Deception (Pengelabuan) dalam bulutangkis Tunggal paling efektif dilakukan dengan:
Menggunakan Footwork yang lambat
Hanya menggunakan Smash
Menyamarkan pukulan Smash menjadi Dropshot atau Clear dengan menjaga stretching tubuh tetap sama.
Berdiri di depan net
Jika seorang pemain Tunggal memiliki kelemahan yang spesifik pada backhand belakangnya, strategi serangan yang paling efektif adalah:
Selalu memukul Dropshot ke forehand lawan
Memukul Clear ke tengah lapangan
Menguras tenaga lawan dengan menargetkan Clear dan Smash ke sudut backhand belakang secara berulang.
Hanya melakukan Drive
Dalam situasi ganda, ketika pasangan Anda melakukan Smash keras, langkah antisipasi yang paling tepat bagi Anda adalah:
Mundur ke garis belakang
Berdiri diam
Maju beberapa langkah untuk bersiap memotong bola pantulan (Block) dari lawan.
Melakukan service ulang
Strategi pertahanan ganda yang paling efektif saat lawan melakukan Smash bertubi-tubi adalah:
Formasi Depan-Belakang
Formasi Sejajar (Side by Side)
Rotasi
Kedua pemain maju ke depan net
Pukulan Netting yang sempurna (jatuh tipis dan curam) merupakan indikasi penguasaan teknis yang tinggi pada:
Kekuatan bahu
Sentuhan (touch) dan feel pergelangan tangan yang presisi.
Kecepatan lari
Keseimbangan statis
Kapan waktu yang paling strategis bagi pemain Tunggal untuk melakukan Dropshot sebagai kejutan?
Saat lawan berada di Base Position
Saat lawan berada di depan net
Saat lawan didorong jauh ke belakang oleh Clear dan mengantisipasi Smash keras.
Saat bola rendah di bawah pinggang
Peran utama Footwork dalam strategi permainan Tunggal adalah:
Memastikan pemain dapat kembali ke Base Position dengan cepat dan siap menghadapi pukulan berikutnya.
Mengganggu pandangan lawan
Menghemat energi secara total
Melakukan service yang kuat
Jika shuttlecock datang rendah di dekat net lawan, keputusan strategis terbaik dalam Ganda adalah:
Melakukan Lob/Clear tinggi ke belakang
Melakukan Smash dari depan net
Melakukan Netting atau Drive rendah cepat untuk mempertahankan tekanan menyerang.
Mundur ke belakang
Seorang pemain sering menggunakan Half Smash (setengah Smash) saat lawan sudah mengantisipasi Smash penuh. Tujuan dari variasi pukulan ini adalah:
Menjaga energi dan menggunakan deception agar lawan salah membaca kecepatan dan arah bola.
Mencari rally yang panjang
Membiarkan bola out
Melakukan service pendek
Ketika seorang pemain Tunggal menguasai lapangan dengan pukulan Clear ke belakang dan Dropshot ke depan, strategi ini dikenal sebagai:
A. Attacking Play
B. Defensive Play
C. Pola Permainan Menekan Sudut (Cornering Play)
D. Rotasi
Dalam pertandingan ganda, Rotasi terjadi ketika:
Setiap pemain memukul bola secara bergantian
Formasi bertahan (Side by Side) berubah menjadi menyerang (Front-Back) atau sebaliknya, sesuai posisi shuttlecock.
Kedua pemain berdiri di tengah
Salah satu pemain meninggalkan lapangan
