wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Geografi XI SMAN 1 Cidahu

Total questions: 75

Worksheet time: 2hrs 20mins

Name
Class
Date
1.

Indonesia, yang terletak di posisi strategis pertemuan lempeng tektonik dengan potensi sumber energi panas bumi dan mineral yang melimpah, masih menghadapi tantangan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Analisis geostrategis yang paling tepat untuk menjelaskan fenomena ini adalah...

a)

Rendahnya kualitas sumber daya manusia untuk mengoperasikan teknologi energi terbarukan.

b)

Tantangan investasi dan risiko tinggi dalam pengembangan infrastruktur panas bumi di zona rawan bencana.

c)

Tingginya biaya eksplorasi dan eksploitasi mineral dibandingkan dengan impor minyak bumi dari Timur Tengah.

d)

Prioritas pembangunan industri berbasis ekstraktif yang didukung oleh lobi politik kuat.

e)

Keterbatasan cadangan air tawar yang krusial untuk operasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

2.

Penetapan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) sebagai jalur pelayaran internasional di perairan Indonesia menyoroti posisi strategis dan potensi sumber daya yang melimpah. Implikasi strategis yang paling signifikan yang memerlukan perhatian dalam pengelolaan sumber daya maritim adalah...

a)

Peningkatan aktivitas pencurian ikan oleh kapal asing di perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

b)

Potensi terjadinya tumpahan minyak dan pencemaran lingkungan laut di sepanjang alur.

c)

Konflik perbatasan maritim dengan negara tetangga yang dilewati ALKI 1 dan 2.

d)

Kerentanan terhadap kegiatan spionase dan intervensi asing di wilayah kedaulatan.

e)

Perlombaan senjata antarnegara yang memanfaatkan Selat Malaka sebagai jalur logistik militer.

3.

Strategisnya posisi perairan Indonesia Timur, seperti Laut Arafuru, menunjukkan potensi sumber daya perikanan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan perairan Barat, seperti Laut Jawa. Faktor oseanografi dan geologis yang menjadi penyebab utama perbedaan potensi tersebut adalah...

a)

Perbedaan rezim angin muson yang menghasilkan pola arus laut permanen.

b)

Adanya pertemuan arus dingin dan arus panas yang meningkatkan kesuburan perairan timur.

c)

Kedalaman laut yang dangkal di Dangkalan Sunda (Barat) versus laut dalam di Palung Banda (Timur).

d)

Fenomena upwelling yang intensif di timur akibat bentukan palung dan arus dalam.

e)

Perbedaan salinitas air laut yang memengaruhi pertumbuhan plankton sebagai pakan ikan.

4.

Dalam konteks posisi strategis dan potensi sumber daya di Indonesia, jika terjadi anomali iklim berupa pemanjangan periode Angin Muson Timur yang sangat kering, sektor ekonomi mana yang akan paling terdampak negatif secara berantai mulai dari hulu hingga hilir?

a)

Industri pariwisata bahari karena penurunan kualitas air laut.

b)

Sektor pertambangan nikel dan batubara karena gangguan logistik.

c)

Produksi garam dan perikanan budidaya air payau (tambak).

d)

Industri kelapa sawit karena penurunan hasil panen dan risiko kebakaran lahan.

e)

Produksi listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan pertanian lahan kering.

5.

Di Indonesia, terutama di wilayah bekas tambang batubara di Kalimantan, terdapat potensi strategis dan sumber daya yang dapat dimanfaatkan. Namun, lubang tambang yang ditinggalkan sering kali menjadi masalah sosial serta lingkungan. Penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang paling tepat untuk mengatasi permasalahan ini secara tuntas adalah...

a)

Memanfaatkan lubang tambang sebagai penampungan air bersih bagi masyarakat sekitar.

b)

Mewajibkan perusahaan untuk mengisi kembali lubang tambang dengan material inert (tidak berbahaya).

c)

Mengubah fungsi lahan bekas tambang menjadi kawasan konservasi ekosistem hutan non-produksi.

d)

Melakukan reklamasi lahan dengan menanam kembali vegetasi asli daerah tersebut untuk mengembalikan fungsi hidrologi.

e)

Mengubah status kepemilikan lahan bekas tambang menjadi aset pemerintah daerah untuk dikelola sebagai tempat wisata.

6.

Indonesia terletak di antara Lempeng Indo-Australia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Eurasia, yang memberikan dampak signifikan terhadap potensi sumber daya alamnya. Di antara peristiwa geologis yang terjadi, yang tidak terkait langsung dengan interaksi subduksi, obduksi, atau sesar ketiga lempeng tersebut adalah...

a)

Pembentukan deretan gunung api aktif (Ring of Fire).

b)

Munculnya cekungan-cekungan sedimen kaya minyak bumi di Kalimantan.

c)

Terjadinya gempa bumi tektonik dengan kedalaman dangkal dan menengah.

d)

Pembentukan busur kepulauan non-vulkanik (outer arc).

e)

Pergerakan lempeng mikro yang membentuk jalur patahan lokal.

7.

Indonesia memiliki cadangan batubara yang beragam, dengan kualitas yang berbeda-beda. Di antara jenis-jenis batubara tersebut, yang memiliki nilai kalori terendah dan paling banyak ditemukan di wilayah Sumatera, serta digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) lokal adalah...

a)

Antrasit

b)

Bituminus

c)

Sub-bituminus

d)

Lignit

e)

Gambut

8.

Indonesia memiliki potensi geotermal terbesar kedua di dunia, namun pemanfaatan sumber daya ini belum optimal. Salah satu tantangan strategis utama dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) secara komersial adalah...

a)

Keterbatasan teknologi pengeboran dan eksplorasi di kawasan hutan lindung.

b)

Lamanya periode eksplorasi dan investasi awal yang sangat tinggi.

c)

Adanya resistensi sosial dari masyarakat yang menganggap panas bumi sebagai manifestasi roh.

d)

Kekurangan tenaga ahli Geofisika dan Geologi yang memahami potensi geotermal.

e)

Persaingan harga listrik dengan PLTU berbahan bakar batubara yang masih disubsidi.

9.

Dalam konteks posisi strategis dan potensi sumber daya, zona laut Indonesia yang diperkirakan menyimpan deposit mineral berharga, seperti ferromanganese crusts dan sulfida masif, yang terbentuk dari aktivitas hidrotermal di dasar laut, umumnya terdapat pada...

a)

Wilayah dangkalan Sunda dan dangkalan Sahul.

b)

Zona pasang surut (intertidal zone) dan estuari.

c)

Kawasan subduksi dan busur kepulauan gunung api.

d)

Zona neritik dangkal di sekitar terumbu karang.

e)

Palung laut dalam dan punggungan tengah samudra.

10.

Penerapan sistem tebang pilih tanam Indonesia (TPTI) dalam pengelolaan hutan produksi bertujuan utama untuk meningkatkan posisi strategis dan potensi sumber daya hutan di Indonesia dengan cara...

a)

Memastikan ketersediaan kayu untuk industri mebel dan pulp secara berkelanjutan.

b)

Melindungi pohon-pohon endemik dari kepunahan akibat penebangan masif.

c)

Mengendalikan pertumbuhan populasi hama dan penyakit yang merusak pohon

d)

Menjaga fungsi ekologis hutan, khususnya siklus hidrologi, pasca-pemanenan kayu.

e)

Mengoptimalkan pendapatan negara dari sektor kehutanan dengan rotasi yang terencana.

11.

Dalam konteks geopolitik saat ini, tantangan terbesar terhadap potensi strategis dan sumber daya perikanan laut Indonesia yang memerlukan kolaborasi antara diplomasi, hukum, dan kekuatan militer adalah...

a)

Eksploitasi minyak bumi lepas pantai oleh perusahaan asing di ZEE.

b)

Penurunan populasi ikan akibat pencemaran limbah industri di laut.

c)

Praktik Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing (IUU Fishing) oleh kapal-kapal berbendera asing.

d)

Konflik nelayan tradisional lokal dengan kapal-kapal pukat harimau dari luar wilayah.

e)

Perubahan iklim yang menggeser jalur migrasi ikan ke perairan negara lain.

12.

Pembangunan infrastruktur di wilayah strategis Indonesia, seperti di pantai barat Sumatra, harus mempertimbangkan potensi sumber daya dan aspek mitigasi bencana. Prinsip perencanaan tata ruang yang paling krusial untuk meminimalkan risiko gempa dan tsunami di kawasan tersebut adalah...

a)

Membatasi pembangunan gedung pencakar langit yang rentan terhadap guncangan.

b)

Mewajibkan penggunaan material konstruksi yang fleksibel dan tahan gempa.

c)

Menetapkan zona penyangga (buffer zone) berupa hutan pantai antara permukiman dan laut.

d)

Membangun tempat evakuasi vertikal (shelter) yang mudah diakses di seluruh kawasan.

e)

Mengalihkan pusat permukiman dan fasilitas publik vital ke daerah yang secara geologis stabil.

13.

Jenis sumber daya mineral non-logam yang memiliki potensi strategis dan banyak dimanfaatkan di Indonesia sebagai bahan baku industri semen, agregat beton, dan bahan bangunan lainnya adalah...

a)

A. Bentonit dan zeolit.

b)

B. Fosfat dan sulfur.

c)

Gipsum dan kaolin

d)

Batu gamping dan tanah liat

e)

Aspal alam dan pasir besi

14.

Posisi strategis Indonesia sebagai persimpangan jalur perdagangan dan lalu lintas dunia memberikan potensi sumber daya yang besar, namun juga membawa tantangan sosial-budaya. Tantangan sosial-budaya negatif yang paling signifikan dan sulit dikendalikan dalam jangka panjang adalah...

a)

Peningkatan angka kriminalitas dan kejahatan transnasional (narkoba, penyelundupan).

b)

Terkikisnya nilai-nilai kearifan lokal akibat penetrasi budaya asing secara masif.

c)

Kesenjangan sosial ekonomi yang melebar antara penduduk lokal dan pendatang.

d)

Munculnya konflik horizontal antar-etnis akibat persaingan ekonomi.

e)

Peningkatan laju urbanisasi yang menyebabkan kepadatan penduduk di kota pelabuhan.

15.

Indonesia, dengan posisi strategis dan potensi sumber daya alam yang melimpah, masih menghadapi tantangan dalam ketersediaan air bersih di beberapa pulau besar. Faktor geografis dan antropogenik yang paling dominan yang menyebabkan ketidakseimbangan ketersediaan air bersih di daerah perkotaan yang padat adalah...

a)

Karakteristik batuan di Jawa yang tidak dapat menampung air tanah secara optimal.

b)

Pemanasan global yang mempercepat evaporasi air permukaan dan bendungan.

c)

Perubahan fungsi lahan dari hutan menjadi kawasan industri dan permukiman di daerah hulu.

d)

Peningkatan populasi dan sistem distribusi air minum yang tidak efisien dan rentan kebocoran.

e)

Pencemaran sumber air permukaan oleh limbah domestik dan industri yang tidak terkelola.

16.

Dalam konteks posisi strategis dan potensi sumber daya alam, batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, di mana negara memiliki hak berdaulat untuk eksplorasi dan eksploitasi, diukur sejauh...

a)

12 mil laut dari garis pangkal.

b)

200 mil laut dari garis pangkal.

c)

Batas landas kontinen.

d)

Garis batas tengah dengan negara tetangga.

e)

350 mil laut dari garis pangkal.

17.

Dalam konteks strategi pengelolaan sumber daya alam di Indonesia, kegiatan reklamasi pascatambang sangat penting untuk mengembalikan fungsi lingkungan lahan bekas tambang. Indikator keberhasilan utama dari program reklamasi yang paling penting dari sudut pandang ekologis adalah...

a)

Tercapainya target penanaman jenis pohon sesuai rencana awal

b)

Stabilnya kembali pH tanah dan hilangnya zat kimia berbahaya

c)

Kembalinya keanekaragaman hayati dan rantai makanan pada ekosistem lokal

d)

Lahan dapat dimanfaatkan kembali sebagai kawasan permukiman atau pertanian

e)

Tidak adanya kasus kecelakaan atau kematian di lubang bekas tambang

18.

Dalam konteks pemanfaatan sumber daya kelautan Indonesia, bagaimana posisi strategis dan potensi sumber daya dapat dioptimalkan melalui konsep Ekonomi Biru (Blue Economy)?

a)

Eksploitasi sumber daya laut secara masif untuk meningkatkan ekspor.

b)

Pengendalian penuh sektor kelautan oleh negara tanpa campur tangan swasta.

c)

Inovasi teknologi yang mengoptimalkan sumber daya laut dengan meminimalkan limbah.

d)

Pembagian keuntungan yang adil antara nelayan tradisional dan industri perikanan besar.

e)

Prioritas pembangunan sektor pariwisata bahari di atas sektor perikanan tangkap.

19.

Jenis pusat gempa yang paling sering menimbulkan gelombang Tsunami di Indonesia bagian barat, yang juga mencerminkan posisi strategis dan potensi sumber daya alam, serta memiliki kedalaman dangkal adalah...

a)

Gempa vulkanik di Selat Sunda.

b)

Gempa dalam yang diakibatkan oleh patahan sesar Sumatera.

c)

Gempa megathrust pada zona subduksi lempeng Indo-Australia di bawah lempeng Eurasia.

d)

Gempa yang berasal dari pergerakan lempeng di Laut Cina Selatan.

e)

Gempa yang diakibatkan oleh runtuhan kaldera gunung api bawah laut.

20.

Indonesia, dengan posisi strategisnya di antara lautan, memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi arus laut di selat-selat sempit. Namun, tantangan terbesar dalam implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) secara komersial dan berkelanjutan adalah...

a)

Kerusakan terumbu karang dan ekosistem laut akibat instalasi turbin.

b)

Hambatan teknis dalam menahan korosi turbin oleh air laut berkadar garam tinggi.

c)

Biaya awal pembangunan yang sangat tinggi dan ketidakstabilan pasokan listrik.

d)

Gangguan terhadap alur pelayaran kapal-kapal niaga dan nelayan tradisional.

e)

Ketidaksesuaian kecepatan arus laut yang fluktuatif sepanjang tahun.

21.

Indonesia terletak di garis khatulistiwa (0° Lintang), yang memberikan keuntungan strategis dalam hal potensi sumber daya alam. Apa implikasi utama dari posisi lintang ini terhadap variasi suhu dan curah hujan harian yang mendukung keberagaman sumber daya di wilayah tersebut?

a)

Perbedaan suhu antara siang dan malam yang sangat besar (>15°C).

b)

Curah hujan harian yang sangat rendah sepanjang tahun.

c)

Variasi suhu harian yang kecil dan curah hujan yang relatif tinggi sepanjang tahun.

d)

Suhu udara yang sangat rendah di malam hari.

e)

Musim kemarau yang sangat panjang tanpa hujan.

22.

Mineral strategis yang memiliki potensi besar dan sangat penting untuk industri baterai kendaraan listrik (EV) di Indonesia, khususnya yang banyak ditemukan di wilayah Sulawesi dan Maluku Utara, yang saat ini menjadi perhatian utama pemerintah dalam hilirisasi adalah...

a)

Timah.

b)

Bauksit.

c)

Emas.

d)

Tembaga.

e)

Nikel.

23.

Di Indonesia, konflik antara kepentingan konservasi dan pemanfaatan sumber daya alam sering kali muncul. Salah satu contoh yang paling mencolok adalah penebangan hutan secara ilegal di Taman Nasional untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit. Hal ini menjadi masalah serius karena...

a)

Mengakibatkan hilangnya mata pencaharian masyarakat sekitar hutan.

b)

Menyebabkan erosi tanah yang parah dan banjir di musim hujan.

c)

Menghilangkan fungsi hutan sebagai habitat spesies endemik dan pusat pengendali iklim mikro.

d)

Mengurangi pendapatan negara dari sektor non-pajak (PNBP) kehutanan.

e)

Menghambat proses reboisasi yang dilakukan oleh pemerintah.

24.

Masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia, terutama di lahan gambut, sering menimbulkan bencana asap lintas batas. Dalam konteks posisi strategis dan potensi sumber daya Indonesia, solusi struktural jangka panjang yang paling efektif dan berkelanjutan untuk mencegah Karhutla di lahan gambut adalah...

a)

Rehabilitasi dan restorasi ekosistem gambut secara menyeluruh.

b)

Pembangunan infrastruktur pemadam kebakaran.

c)

Pengawasan ketat terhadap aktivitas pembakaran lahan.

d)

Pendidikan masyarakat tentang bahaya kebakaran hutan.

e)

Program transmigrasi penduduk dari wilayah rawan Karhutla ke pulau lain

25.

Kawasan konservasi perairan di Indonesia yang memiliki posisi strategis dan potensi sumber daya yang tinggi, dengan tujuan utama untuk melindungi ekosistem terumbu karang dan biota laut langka dari kepunahan, serta membolehkan kegiatan pariwisata terbatas adalah...

a)

Suaka Margasatwa Laut.

b)

Taman Nasional Laut.

c)

Cagar Alam Laut.

d)

Hutan Lindung Pesisir.

e)

Kawasan Konservasi Perikanan.

26.

Dengan kepemilikan sumber daya nikel yang melimpah, Indonesia memiliki peluang strategis yang signifikan dalam pasar global untuk rantai pasok kendaraan listrik. Langkah strategis yang paling efektif untuk memanfaatkan potensi nikel ini demi keuntungan geopolitik adalah...

a)

Melarang total ekspor nikel mentah untuk memaksa investor membangun smelter di dalam negeri.

b)

Menaikkan pajak ekspor nikel hingga 100% untuk meningkatkan penerimaan negara.

c)

Menjual cadangan nikel hanya kepada negara yang memiliki perjanjian dagang dengan Indonesia.

d)

Menguasai seluruh tahapan produksi dari penambangan hingga menjadi baterai siap pakai (hilirisasi).

e)

Menggalang koalisi dengan negara-negara produsen nikel lainnya untuk mengendalikan harga pasar global.

27.

Dalam konteks posisi strategis dan potensi sumber daya Indonesia, penetapan garis pangkal (baseline) untuk menentukan batas laut teritorial dan ZEE menggunakan metode...

a)

Garis air surut terendah di sepanjang pantai (low-water line).

b)

Garis tengah (median line) antara dua pulau terluar.

c)

Garis lurus yang menghubungkan titik-titik terluar dari pulau-pulau terluar (archipelagic baseline).

d)

Garis yang ditarik sejajar dengan batas landas kontinen

e)

Garis yang menghubungkan titik tengah antara daratan utama dan batas laut 200 mil.

28.

Strategi pengelolaan sumber daya air di Indonesia, khususnya di kawasan perkotaan padat seperti Jakarta, sangat penting untuk mengatasi masalah penurunan permukaan tanah (land subsidence) akibat over-eksploitasi air tanah. Solusi struktural yang paling efektif untuk mengatasi masalah ini adalah...

a)

Menghentikan total penggunaan air tanah oleh seluruh industri dan rumah tangga.

b)

Menerapkan teknologi daur ulang air limbah untuk memenuhi kebutuhan non-konsumsi.

c)

Pembangunan sumur resapan dan kawasan konservasi air untuk pengisian kembali akuifer secara buatan.

d)

Pemasangan tanggul laut raksasa untuk mencegah intrusi air laut ke daratan.

e)

Memberikan subsidi besar untuk penggunaan air permukaan dari PDAM.

29.

Strategi pengelolaan sumber daya alam di Indonesia sering terhambat oleh tumpang tindih perizinan antara sektor kehutanan, pertambangan, dan perkebunan. Akar permasalahan utama dari isu ini adalah...

a)

Kurangnya koordinasi antar-instansi pemerintah pusat dan daerah dalam mengeluarkan izin.

b)

Lemahnya penegakan hukum terhadap pemegang izin yang melanggar batas wilayah.

c)

Ketidaksesuaian antara peta tata ruang nasional dengan kondisi faktual di lapangan.

d)

Adanya praktik korupsi dalam proses pengajuan dan penerbitan izin usaha.

e)

Perbedaan kepentingan ekonomi antara pemerintah daerah yang pro-investasi dengan pemerintah pusat yang pro-konservasi.

30.

Perbedaan strategi mitigasi bencana gempa bumi di Indonesia antara wilayah pesisir (rawan tsunami) dengan wilayah pegunungan aktif (rawan longsor/letusan) adalah...

a)

Wilayah pesisir fokus pada pembangunan shelter vertikal, sedangkan pegunungan pada penguatan lereng.

b)

Pesisir fokus pada sistem peringatan dini tsunami, sedangkan pegunungan fokus pada pemetaan zona patahan aktif.

c)

Pesisir fokus pada penanaman mangrove sebagai penahan gelombang, sedangkan pegunungan pada pembangunan terasering

d)

Pesisir fokus pada penyediaan kapal evakuasi, sedangkan pegunungan fokus pada pembangunan jalur evakuasi horizontal

e)

Pesisir fokus pada edukasi run-up tsunami, sedangkan pegunungan fokus pada penentuan kawasan rawan bencana III.

31.

Sumber daya alam non-hayati yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan terbentuk dari proses sedimentasi di dasar laut, serta merupakan batuan sumber energi fosil yang berperan penting dalam potensi strategis Indonesia adalah...

a)

Timah.

b)

Pasir kuarsa.

c)

Gas alam dan minyak bumi.

d)

Emas dan perak.

e)

Batu marmer.

32.

Lahan gambut di Indonesia memiliki peran strategis dalam penyerapan dan penyimpanan karbon, serta potensi sumber daya yang besar. Strategi pengelolaan lahan gambut yang paling efektif untuk mendukung mitigasi perubahan iklim global adalah...

a)

Konversi lahan gambut menjadi hutan tanaman industri (HTI) yang cepat panen.

b)

Pemberian izin untuk drainase dangkal guna mendukung perkebunan kelapa sawit.

c)

Restorasi ekosistem gambut dengan penutupan kanal dan penanaman kembali vegetasi asli.

d)

Pemanfaatan gambut sebagai bahan bakar alternatif untuk PLTU batubara.

e)

Pembangunan bendungan di sungai-sungai gambut untuk irigasi pertanian.

33.

Program Tol Laut yang digagas pemerintah bertujuan utama untuk memanfaatkan posisi strategis dan potensi sumber daya Indonesia dalam meningkatkan konektivitas antarpulau.

a)

Mendorong peningkatan jumlah wisatawan ke pulau-pulau terpencil.

b)

Memeratakan harga komoditas antarpulau melalui jalur logistik laut yang efisien.

c)

Memperkuat armada kapal perang dan kapal patroli milik TNI Angkatan Laut.

d)

Membangun pelabuhan-pelabuhan internasional baru untuk meningkatkan ekspor.

e)

Mengurangi volume transportasi darat dengan memindahkannya ke laut

34.

Strategi pertanian yang paling efektif untuk mengurangi laju erosi tanah dan mempertahankan kesuburan di lahan miring dengan kemiringan curam di Indonesia adalah...

a)

Sistem ladang berpindah (shifting cultivation).

b)

Penanaman monokultur dengan jarak tanam rapat.

c)

Penggunaan pupuk kimia secara berlebihan.

d)

Terasering (sengkedan) dan contour farming (penanaman sejajar garis kontur).

e)

Pembakaran sisa tanaman sebelum musim tanam berikutnya.

35.

Posisi strategis Indonesia di jalur perdagangan dunia, ditambah dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, menjadikannya sangat menarik bagi arus investasi. Namun, dampak negatif dari investasi besar-besaran di sektor ekstraktif (pertambangan/perkebunan) yang paling sulit diatasi dan berdampak jangka panjang adalah...

a)

Hilangnya kontrol pemerintah daerah terhadap izin investasi asing.

b)

Kenaikan harga tanah di sekitar lokasi investasi yang memberatkan warga.

c)

Kerusakan permanen pada ekosistem dan terdegradasinya kualitas lingkungan.

d)

Masuknya tenaga kerja asing yang mengurangi kesempatan kerja lokal.

e)

Pengalihan keuntungan perusahaan ke luar negeri (capital outflow).

36.

Jenis hutan yang mendominasi di pulau Papua dan memiliki potensi sumber daya serta posisi strategis yang tinggi di Asia Tenggara, ditandai dengan vegetasi tinggi, rapat, dan berlapis-lapis adalah...

a)

Hutan musim.

b)

Hutan sabana.

c)

Hutan hujan tropis dataran rendah.

d)

Hutan pegunungan.

e)

Hutan bakau (mangrove).

37.

Pengubahan lahan hutan menjadi permukiman padat secara masif di daerah hulu sungai di Indonesia akan berdampak pada siklus hidrologi dan potensi sumber daya, yaitu...

a)

Peningkatan laju infiltrasi air hujan ke dalam tanah.

b)

Penurunan risiko banjir bandang dan tanah longsor.

c)

Peningkatan debit air sungai saat musim kemarau.

d)

Penurunan laju transpirasi dan peningkatan run-off permukaan

e)

Terbentuknya sumber mata air baru di kawasan hilir sungai

38.

Indonesia saat ini menempatkan dirinya sebagai negara yang strategis dalam pengelolaan sumber daya mineral, seperti nikel dan bauksit. Kebijakan hilirisasi yang diterapkan bertujuan untuk...

a)

Mengurangi polusi akibat pertambangan dengan mengontrol proses pengolahan.

b)

Menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi dan peluang kerja di dalam negeri.

c)

Mempercepat habisnya cadangan mineral untuk dialihkan ke energi terbarukan.

d)

Membuka pasar ekspor baru ke negara-negara yang belum dijangkau.

e)

Menghindari sanksi dagang dari organisasi internasional terkait ekspor bahan mentah.

39.

Di Indonesia, yang terletak di wilayah tropis, terdapat potensi besar untuk memanfaatkan jenis energi laut yang dihasilkan dari perbedaan suhu antara permukaan laut dan kedalaman laut (minimal 20° C). Jenis energi laut tersebut adalah...

a)

Energi ombak.

b)

Energi pasang surut.

c)

Energi arus laut.

d)

Energi Panas Laut (Ocean Thermal Energy Conversion/OTEC).

e)

Energi Biomassa Laut.

40.

Dalam konteks posisi strategis dan potensi sumber daya di Indonesia, tantangan terbesar dalam pengelolaan sumber daya lahan pertanian di pulau Jawa saat ini adalah...

a)

Penurunan kesuburan tanah akibat penggunaan pupuk kimia yang tidak tepat.

b)

Konversi lahan sawah irigasi teknis menjadi kawasan industri dan permukiman.

c)

Keterbatasan varietas padi yang tahan terhadap perubahan iklim ekstrem.

d)

Dominasi petani tua dan kurangnya regenerasi petani muda.

e)

Kualitas infrastruktur irigasi yang sudah usang dan tidak terawat.

41.

Ciri khas geologis utama dari wilayah Indonesia yang terletak di Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) adalah...

a)

Dominasi batuan beku tua dan pegunungan non-vulkanik.

b)

Ketiadaan aktivitas gempa bumi dan gunung berapi.

c)

Tingginya konsentrasi gunung api aktif dan seringnya terjadi gempa bumi, yang menunjukkan potensi sumber daya geotermal.

d)

Kekayaan deposit batubara dan minyak bumi.

e)

Adanya palung laut dalam yang jauh dari daratan

42.

Strategi untuk memulihkan terumbu karang di Indonesia yang rusak akibat penangkapan ikan dengan bahan peledak memerlukan pendekatan yang berkelanjutan. Upaya rehabilitasi terumbu karang yang paling efektif dan berkelanjutan dalam jangka panjang di Indonesia adalah...

a)

Transplantasi karang dengan menempelkan fragmen karang ke substrat buatan.

b)

Penggunaan struktur beton atau ban bekas sebagai rumah ikan di dasar laut.

c)

Penenggelaman kapal bekas untuk dijadikan daya tarik wisata selam.

d)

Pelarangan total aktivitas penangkapan ikan di seluruh area terumbu karang.

e)

Pemberdayaan masyarakat pesisir sebagai penjaga dan edukator konservasi terumbu karang.

43.

Untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya alam di Indonesia, peran teknologi penginderaan jauh (remote sensing) sangat penting dalam hal...

a)

Memberikan data harga jual komoditas SDA di pasar internasional.

b)

Memantau secara real-time perubahan tutupan lahan dan batas kawasan konservasi di Indonesia.

c)

Mengidentifikasi jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam sektor ekstraktif di Indonesia.

d)

Menyediakan data geologi dan potensi mineral di bawah permukaan bumi Indonesia.

e)

Mendeteksi secara akurat aktivitas penambangan liar yang tidak tercatat di Indonesia.

44.

Bagian wilayah Indonesia yang memiliki posisi strategis dan potensi sumber daya yang kaya, serta berbatasan langsung dengan Lempeng Eurasia dan dikenal sebagai batas tumbukan dengan Lempeng Indo-Australia adalah...

a)

Pulau Papua dan Maluku.

b)

Pesisir Barat Pulau Sumatra dan Selatan Pulau Jawa.

c)

Kalimantan dan Sulawesi Utara.

d)

Kepulauan Nusa Tenggara dan Timor.

e)

Laut Banda dan Laut Arafuru.

45.

Dalam konteks pengelolaan sumber daya alam di Indonesia, konsep kapasitas dukung lingkungan (carrying capacity) paling tepat diterapkan untuk membatasi...

a)

Jumlah total produksi minyak bumi dan gas alam per tahun di Indonesia.

b)

Tingkat pencemaran limbah yang dapat diserap oleh ekosistem Indonesia tanpa mengalami kerusakan permanen.

c)

Jumlah populasi satwa endemik Indonesia yang boleh ditangkap untuk perdagangan.

d)

Tingkat investasi asing yang diizinkan masuk ke sektor kehutanan di Indonesia.

e)

Luas kawasan hutan di Indonesia yang harus dipertahankan sebagai kawasan lindung

46.

Strategisnya posisi Indonesia sebagai negara penghasil minyak dan gas bumi (migas) berkaitan erat dengan batuan yang kaya akan...

a)

Material vulkanik dan mineral logam berat.

b)

Fosil tumbuhan dan hewan laut yang mengalami proses pematangan (maturation).

c)

Lapisan batuan metamorf yang tertekan oleh lempeng.

d)

Material silika yang mengeras di dasar samudra.

e)

Endapan batuan karbonat yang berasal dari terumbu karang.

47.

Posisi strategis Indonesia yang kaya akan sumber daya juga menghadapi tantangan non-tradisional, seperti penyelundupan dan perdagangan ilegal satwa liar (ILLEA). Solusi yang paling efektif untuk mengatasi masalah ini adalah...

a)

Peningkatan hukuman penjara bagi pelaku dan penyitaan aset.

b)

Pembentukan tim gabungan antarnegara untuk pengawasan perbatasan laut dan darat.

c)

Peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan.

d)

Sosialisasi bahaya kepunahan satwa liar secara masif melalui media sosial.

e)

Menetapkan semua kawasan perbatasan sebagai taman nasional.

48.

Pemanfaatan limbah pertanian dan perkebunan (seperti sekam padi dan tandan kosong kelapa sawit) sebagai sumber energi biomassa di Indonesia menunjukkan potensi strategis yang signifikan. Namun, tantangan utama yang dihadapi dalam mengoptimalkan sumber daya ini adalah...

a)

Tingginya kandungan sulfur dan nitrogen yang menyebabkan polusi udara.

b)

Keterbatasan teknologi konversi biomassa menjadi energi listrik.

c)

Hambatan logistik dan transportasi biomassa dari lokasi penghasil ke pabrik pengolahan.

d)

Biaya produksi biomassa yang lebih mahal dibandingkan dengan batubara.

e)

Rendahnya nilai kalori biomassa sehingga kurang efisien untuk industri.

49.

Wilayah Indonesia bagian Barat yang terletak di atas Dangkalan Sunda (Sunda Shelf) memiliki posisi strategis dan potensi sumber daya yang signifikan. Bagaimana karakteristik kedalaman laut di wilayah ini?

a)

Sangat dalam, mencapai ribuan meter.

b)

Cenderung dangkal, kurang dari 200 meter.

c)

Terbagi menjadi zona dangkal dan zona abyssal.

d)

Kedalamannya bervariasi antara 500 hingga 1000 meter.

e)

Merupakan palung laut aktif dengan kedalaman bervariasi.

50.

Dalam konteks perencanaan pembangunan berkelanjutan, pemahaman tentang posisi strategis dan potensi Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia sangat penting untuk mengarahkan keputusan di sektor...

a)

Kebijakan moneter dan fiskal.

b)

Pertahanan dan keamanan nasional.

c)

Pengelolaan tata ruang dan infrastruktur.

d)

Pembangunan sumber daya manusia.

e)

Reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan.

51.

Sebuah populasi Elang Jawa di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru mengalami penurunan signifikan akibat perburuan. Untuk menjaga keanekaragaman genetiknya dari efek bottleneck populasi, tindakan konservasi yang paling mendesak dan efektif adalah...

a)

Menetapkan kawasan Taman Nasional sebagai zona inti tanpa aktivitas manusia.

b)

Melakukan penangkaran Elang Jawa dan pertukaran individu antar-populasi penangkaran (breeding loan).

c)

Meningkatkan patroli untuk mencegah perburuan ilegal di habitat aslinya.

d)

Memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar tentang pentingnya konservasi Elang Jawa.

e)

Mengintroduksi jenis elang lain untuk mengisi kekosongan populasi yang menurun.

52.

Ekosistem mangrove memiliki peran ganda yang sangat penting. Peran ekologis yang paling spesifik membedakannya dari ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah adalah fungsinya sebagai...

a)

Penyerap karbon dioksida atmosfer dalam jumlah besar.

b)

Penstabil tanah dan pencegah erosi di wilayah pesisir.

c)

Tempat pemijahan (nursery ground) dan makanan bagi berbagai biota laut.

d)

Penyedia kayu untuk bahan baku industri perkapalan tradisional.

e)

Pengatur iklim mikro di sepanjang garis pantai.

53.

Indonesia dikenal sebagai negara mega-biodiversitas. Pulau di Indonesia yang memiliki tingkat endemisme flora dan fauna, terutama pada mamalia, burung, dan reptil, tertinggi di dunia adalah...

a)

Kalimantan.

b)

Sulawesi.

c)

Sumatera.

d)

Jawa.

e)

Papua.

54.

Perbedaan tipe fauna antara wilayah Oriental (Barat) dan Australia (Timur) yang dipisahkan oleh Garis Wallace dan Garis Weber disebabkan oleh...

a)

Perbedaan iklim (tipe A dan C menurut Koppen) di kedua wilayah.

b)

Tingginya aktivitas gunung api di wilayah timur dibandingkan barat.

c)

Perbedaan sejarah geologis yang menciptakan penghalang berupa laut dalam (palung).

d)

Variasi jenis vegetasi dominan antara hutan hujan dan hutan musim.

e)

Pengaruh pola angin muson yang berbeda di kedua kawasan.

55.

Pembangunan infrastruktur seperti jalan tol yang membelah kawasan hutan hujan tropis secara masif berdampak negatif pada keanekaragaman hayati karena...

a)

Mempermudah akses bagi pemburu liar dan penebang hutan.

b)

Menciptakan fragmentasi habitat yang memisahkan populasi satwa liar.

c)

Meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satwa liar.

d)

Meningkatkan polusi udara dan kebisingan di dalam kawasan hutan.

e)

Mengurangi pasokan air bersih bagi kawasan hilir hutan.

56.

Dua jenis tanaman pangan, padi varietas Inpari 32 dan padi varietas Mekongga, yang dikembangkan untuk adaptasi lahan berbeda, menunjukkan keanekaragaman pada tingkat...

a)

Ekosistem.

b)

Bioma.

c)

Spesies (Jenis).

d)

Genetik.

e)

Filum.

57.

Contoh paling tepat dari upaya konservasi secara ex-situ (di luar habitat aslinya) yang berfokus pada pelestarian plasma nutfah adalah...

a)

Penetapan Taman Nasional sebagai kawasan perlindungan

b)

Penangkaran buaya di fasilitas milik pribadi

c)

Pendirian Kebun Raya yang mengoleksi berbagai jenis tumbuhan

d)

Pengaturan kuota penangkapan ikan untuk nelayan tradisional

e)

Pelarangan total penebangan pohon di hutan lindung

58.

Hutan hujan tropis di Indonesia memberikan 'jasa ekosistem' yang sangat bernilai bagi dunia. Jasa yang paling krusial dalam mitigasi perubahan iklim global adalah...

a)

Sebagai sumber air bersih dan air tanah bagi kawasan hilir.

b)

Sebagai habitat bagi spesies endemik dan genetik langka.

c)

Penyerapan karbon dioksida atmosfer melalui proses fotosintesis dan penyimpanannya dalam biomassa dan tanah.

d)

Mengatur siklus hidrologi lokal melalui proses transpirasi.

e)

Menyediakan hasil hutan non-kayu seperti rotan dan madu.

59.

Masuknya spesies asing invasif, seperti ikan Arapaima gigas atau eceng gondok, ke ekosistem perairan lokal dapat menyebabkan...

a)

Peningkatan keragaman jenis ikan dan tumbuhan air.

b)

Peningkatan kualitas air karena spesies invasif bersifat penyaring alami.

c)

Penurunan populasi spesies endemik melalui kompetisi makanan, predasi, atau penyebaran penyakit.

d)

Stabilisasi ekosistem perairan yang sebelumnya kurang produktif.

e)

Terbentuknya hibrida baru yang lebih unggul dari spesies lokal.

60.

Jenis fauna yang merupakan ciri khas wilayah transisi (Kepulauan Wallacea) dan memiliki perpaduan sifat antara fauna Oriental dan Australia adalah...

a)

Gajah dan Harimau.

b)

Kanguru dan Burung Kasuari.

c)

Babi Rusa dan Anoa.

d)

Badak Jawa dan Tapir.

e)

Owa Jawa dan Bekantan.

61.

Pemanfaatan keanekaragaman hayati Indonesia sebagai bahan baku obat-obatan herbal (farmasi) harus dilakukan secara lestari. Prinsip utamanya adalah...

a)

Mematenkan semua jenis tanaman obat agar tidak ditiru negara lain.

b)

Mengusahakan pemanfaatan secara lestari agar tidak merusak populasi di alam.

c)

Mengutamakan eksploitasi besar-besaran untuk meningkatkan devisa negara.

d)

Mengambil tanaman obat hanya dari hutan lindung.

e)

Menggunakan tanaman obat hanya untuk kebutuhan dalam negeri.

62.

Kawasan yang ditetapkan pemerintah sebagai wilayah perlindungan keanekaragaman hayati secara in-situ dan memiliki fungsi utama sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan adalah...

a)

Kebun Binatang.

b)

Kebun Raya.

c)

Taman Hutan Raya.

d)

Hutan Lindung.

e)

Cagar Alam.

63.

Pemanasan global diperkirakan akan menyebabkan pemutihan (bleaching) dan kepunahan massal spesies terumbu karang di perairan Indonesia. Mekanisme biologis yang menjadi penyebab utama pemutihan ini adalah...

a)

Peningkatan keasaman air laut (ocean acidification).

b)

Kenaikan permukaan air laut yang menutupi karang.

c)

Kenaikan suhu air laut yang menyebabkan karang mengeluarkan alga zooxanthellae simbiosisnya.

d)

Peningkatan sedimentasi dari daratan akibat erosi.

e)

Perubahan pola arus laut yang mengganggu rantai makanan karang.

64.

Kerugian ekonomi akibat hilangnya jasa ekosistem, seperti hutan mangrove yang berfungsi sebagai penahan abrasi, seringkali tidak diperhitungkan dalam Produk Domestik Bruto (PDB) suatu negara. Hal ini karena...

a)

Biaya pemulihan mangrove dianggap terlalu mahal untuk diukur

b)

Jasa ekosistem dianggap sebagai barang publik yang tidak diperdagangkan di pasar.

c)

Pengukuran nilai jasa ekosistem membutuhkan data yang kompleks dan tidak tersedia

d)

PDB hanya menghitung nilai produk dan jasa yang dihasilkan secara finansial.

e)

Nilai ekologis tidak memiliki mata uang sebagai alat tukar.

65.

Wilayah Indonesia yang didominasi oleh hutan musim (gugur daun saat musim kemarau) dan memiliki keanekaragaman jenis yang lebih rendah dibandingkan hutan hujan tropis adalah...

a)

Sumatera bagian utara.

b)

Kalimantan bagian tengah.

c)

Jawa bagian timur dan Nusa Tenggara.

d)

Sulawesi bagian selatan.

e)

Papua bagian utara.

66.

Indonesia menghadapi krisis kepunahan spesies, seperti Badak Jawa dan Harimau Sumatera. Pendekatan konservasi yang paling inovatif dan berbasis teknologi untuk melacak dan melindungi spesies kunci secara real-time adalah...

a)

Pemasangan kamera jebak (camera trap) dengan sensor infra-red di lokasi perlintasan.

b)

Penggunaan drone dan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk identifikasi dan pencegahan perburuan.

c)

Pembangunan pagar listrik di sekeliling kawasan konservasi utama.

d)

Melakukan sensus populasi secara berkala oleh petugas lapangan.

e)

Program konservasi ex-situ di kebun binatang modern.

67.

Biota laut di perairan Indonesia bagian timur yang cenderung lebih dalam dan merupakan bagian dari fauna Australis memiliki ciri khas...

a)

Dominasi ikan hias air tawar dan udang windu.

b)

Spesies laut yang didominasi oleh ikan-ikan kecil dan plankton.

c)

Keberadaan mamalia laut besar seperti paus biru dan hiu putih

d)

Jenis-jenis ikan karang yang sangat beragam dan endemik

e)

Tingginya endemisme fauna laut dalam yang mampu bertahan di suhu rendah

68.

Perbedaan utama antara keanekaragaman gen dengan keanekaragaman ekosistem adalah...

a)

Keanekaragaman gen mencakup variasi antarspecies, sedangkan ekosistem mencakup variasi di dalam species.

b)

Keanekaragaman gen adalah variasi dalam populasi spesies yang sama, sedangkan ekosistem adalah variasi komunitas dan lingkungan fisiknya.

c)

Keanekaragaman gen berfokus pada fungsi, sedangkan ekosistem berfokus pada struktur.

d)

Keanekaragaman gen hanya ditemukan pada hewan, sedangkan ekosistem ditemukan pada tumbuhan.

e)

Keanekaragaman gen merupakan hasil evolusi, sedangkan ekosistem merupakan hasil adaptasi.

69.

Perdagangan ilegal satwa liar (ILLEA) merupakan ancaman serius terhadap biodiversitas. Jenis fauna endemik yang menjadi target utama perdagangan ilegal dan berstatus Kritis (Critically Endangered) di Indonesia adalah...

a)

Rusa Timor dan Kancil.

b)

Orangutan Sumatera dan Badak Jawa.

c)

Komodo dan Anoa.

d)

Bekantan dan Beruang Madu.

e)

Jalak Bali dan Monyet Ekor Panjang.

70.

Peraturan di Indonesia yang secara spesifik mengatur tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, yang menjadi dasar penetapan kawasan konservasi, adalah...

a)

Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

b)

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

c)

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya

d)

Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan

e)

Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan

71.

Kegiatan bioprospecting (pencarian molekul bernilai dari organisme) di hutan hujan Indonesia harus diatur ketat. Tujuan utama dari regulasi ini adalah untuk mencegah ....

a)

Penurunan populasi mikroorganisme di dalam tanah

b)

Eksploitasi sumber daya genetik yang tidak adil (biopiracy) tanpa pembagian keuntungan dengan negara

c)

Keterlambatan proses penelitian dan pengembangan obat-obatan

d)

Kerusakan ekosistem akibat pengambilan sampel biologis secara berlebihan

e)

Adanya monopoli penelitian oleh perusahaan farmasi asing.

72.

Perbedaan mendasar antara Cagar Alam (CA) dan Suaka Margasatwa (SM) terletak pada ....

a)

CA melindungi spesies fauna, sedangkan SM melindungi flora

b)

CA melindungi seluruh ekosistem, sedangkan SM hanya melindungi spesies satwa tertentu

c)

CA sama sekali tidak boleh dimasuki oleh manusia, sedangkan SM dapat diakses untuk penelitian

d)

CA dikelola oleh pemerintah daerah, sedangkan SM dikelola oleh pemerintah pusat

e)

CA fokus pada tumbuhan dan bentang alam, sedangkan SM fokus pada satwa liar yang terancam punah

73.

Ekosistem dengan tingkat keanekaragaman jenis yang tinggi cenderung lebih resilien (tahan banting) terhadap gangguan (misalnya penyakit atau perubahan iklim). Alasannya secara ekologis adalah ....

a)

Semakin banyak spesies, semakin sedikit predasi yang terjadi.

b)

Spesies yang berbeda memiliki peran fungsional yang saling menggantikan (redundancy)

c)

Populasi spesies yang lebih banyak mencegah masuknya spesies invasif

d)

Persaingan antarspesies yang tinggi mendorong evolusi yang cepat

e)

Ketersediaan sumber daya alam menjadi lebih melimpah bagi semua spesies.

74.

Laju deforestasi di Indonesia saat ini lebih banyak disebabkan oleh faktor dominan berupa ....

a)

Pertambangan liar skala kecil yang masif

b)

Kebakaran hutan alami akibat anomali iklim El Nino

c)

Pembukaan lahan hutan untuk perkebunan monokultur skala besar (sawit/HTI)

d)

Perambahan hutan untuk perluasan kawasan permukiman dan transmigrasi

e)

Penebangan pohon untuk kebutuhan kayu bakar masyarakat lokal.

75.

Ciri khas utama dari formasi vegetasi Hutan Hujan Tropis di Indonesia yang membedakannya dari bioma hutan lainnya adalah ....

a)

arak antarpohon yang jarang dan didominasi oleh semak belukar

b)

Pohon-pohon menggugurkan daunnya serentak pada musim kemarau

c)

Dominasi jenis tumbuhan yang berdaun jarum dan tahan dingin

d)

Terdapatnya lapisan tajuk (canopy) yang rapat dan bertingkat-tingkat

e)

Ketinggian pohon yang seragam dan ditumbuhi lumut tebal.