NEW
Font size
WorksheetsSoal Triase dan Penanganan Korban Bencana
Total questions: 26
Worksheet time: 15mins
Seorang perawat berada di lokasi runtuhan gedung akibat gempa. Perawat mendekati seorang pria dewasa yang terduduk. Saat diminta berjalan, pria tersebut tidak dapat melakukannya. Perawat melakukan penilaian cepat: pernapasan 35 kali/menit, nadi radialis teraba kuat, dan pasien masih bisa merespons verbal yang relevan. Pertanyaan: Label triase warna apa yang paling tepat diberikan kepada korban ini menurut sistem START?
Hijau (Prioritas III)
Kuning (Prioritas II)
Merah (Prioritas I)
Hitam (Mortal)
Putih (Dapat berjalan)
Perawat B menemukan seorang wanita dengan luka robek besar di kaki yang mengalami perdarahan, namun sudah berhasil dihentikan dengan balut tekan. Pasien sadar, dapat mengikuti perintah, bernapas 18 kali/menit, dan pengisian kapiler (Capillary Refill Time/CRT) kurang dari 2 detik. Berdasarkan triase START, label warna apa yang harus diberikan kepada pasien ini?
Merah (Prioritas I)
Hitam (Mortal)
Kuning (Prioritas II)
Hijau (Prioritas III)
Biru (Pengamatan)
Di antara korban kecelakaan beruntun, Perawat S menemukan seorang anak usia 5 tahun yang tidak sadar. Setelah membuka jalan napas (posisi sniffing), anak tersebut tetap tidak bernapas spontan. Tindakan perawat selanjutnya sesuai protokol triase JumpSTART adalah?
Segera beri label Hitam.
Nilai denyut nadi dan langsung beri label Merah.
Lakukan resusitasi jantung paru (RJP) penuh.
Berikan 5 kali napas bantuan, lalu nilai kembali pernapasan.
Biarkan dan segera pindah ke korban lain.
Dalam kondisi sumber daya yang sangat terbatas, tim perawat dihadapkan pada 4 korban: (1) Wanita dengan cedera kepala dan GCS 8, (2) Pria dewasa sadar dengan patah tulang terbuka pada lengan, (3) Anak dengan luka lecet di kepala, (4) Lansia dengan luka gores kecil yang panik. Pertanyaan: Korban manakah yang harus menjadi prioritas utama penanganan perawat untuk memaksimalkan peluang hidup korban di Golden Hour?
Wanita dengan cedera kepala dan GCS 8
Pria dewasa dengan patah tulang terbuka pada lengan.
Anak dengan luka lecet di kepala.
Lansia dengan luka gores kecil.
Seluruh korban
Perawat D menemukan korban dengan luka tembus di dada. Setelah memeriksa, pasien tidak bernapas meskipun jalan napas sudah dibuka. Tidak teraba denyut nadi di karotis maupun radial. Pertanyaan: Label triase apa yang harus diberikan kepada korban ini?
Merah (Prioritas I)
Hitam (Mortal)
Kuning (Prioritas II)
Hijau (Prioritas III)
Biru (Pengamatan)
Label triase apa yang paling tepat untuk korban ini sesuai dengan prinsip penyelamatan terbanyak?
Merah (Prioritas I)
Kuning (Prioritas II)
Hijau (Prioritas III)
Hitam (Mortal/Expectant)
Abu-abu (Tidak jelas)
Aktivitas Rumah Sakit X tersebut termasuk dalam fase manajemen bencana apa?
A. Respons
B. Mitigasi
C. Kesiapsiagaan
D. Pemulihan
E. Rekonstruksi
Perawat komunitas mengadakan pelatihan pertolongan pertama dasar dan simulasi evakuasi (drill) di desa-desa yang rawan banjir bandang. Mereka juga membantu warga menyiapkan "tas siaga bencana" yang berisi dokumen penting dan obat-obatan. Pertanyaan: Kegiatan ini paling tepat diklasifikasikan dalam fase siklus manajemen bencana sebagai?
Pencegahan
Mitigasi
Kesiapsiagaan
Respons
Pemulihan
Tindakan ini merupakan bagian dari kegiatan pada fase manajemen bencana?
A. Respons
B. Kesiapsiagaan
C. Mitigasi
D. Pemulihan
E. Pencegahan
Pasca-banjir besar, terjadi kerusakan parah pada sistem air bersih dan sanitasi di wilayah pengungsian. Seminggu kemudian, Perawat mendapati lonjakan kasus diare dan penyakit kulit di antara pengungsi. Pertanyaan: Peningkatan kasus penyakit menular ini termasuk jenis dampak bencana apa terhadap kesehatan?
Dampak Langsung (Trauma Fisik)
Dampak Tidak Langsung (Sekunder)
Dampak Tersier (Jangka Panjang)
Dampak Psikososial
Di pos kesehatan lapangan, perawat komunitas aktif melakukan pemantauan penyakit menular (surveilans) dan memberikan edukasi kebersihan/sanitasi kepada pengungsi untuk mencegah wabah. Pertanyaan: Fungsi utama Layanan Kesehatan Primer (LKP) dalam bencana yang sedang dijalankan perawat ini adalah?
Rujukan dan Stabilisasi
Pelayanan Dasar Lapangan
Dukungan Psikososial Awal
Surveillance & Promosi Kesehatan
Manajemen Korban Massal
Saat terjadi insiden korban massal, Manajer Operasi Rumah Sakit segera mengaktifkan Hospital Incident Command System (HICS) dan menetapkan tujuan yang jelas serta prioritas operasional di area triage dan IGD. Pertanyaan: Dalam kerangka 4C (Command, Control, Coordination, Communication), tindakan ini merepresentasikan elemen?
A. Command
B. Control
C. Coordination
D. Communication
E. Competence
Perawat Kepala Tim di lokasi bencana mengadakan rapat harian dengan perwakilan SAR, tim logistik, dan relawan dapur umum untuk memastikan alur kerja dan distribusi bantuan berjalan sinergis, tanpa adanya duplikasi upaya. Pertanyaan: Elemen 4C manakah yang sedang dipraktikkan perawat ini, yang juga merupakan peran perawat sebagai Coordinator?
A. Command
B. Control
C. Coordination
D. Communication
E. Compliance
Perawat G di pengungsian menyadari bahwa kelompok disabilitas tidak memiliki akses yang layak ke toilet dan fasilitas mandi. Perawat G kemudian menulis laporan dan mendesak otoritas setempat untuk segera menyediakan fasilitas yang aksesibel. Pertanyaan: Berdasarkan kasus tersebut, peran perawat yang sedang dijalankan adalah?
Provider
Educator
Advocator
Coordinator
Researcher
Tindakan Perawat M ini adalah bagian dari perannya sebagai... dalam manajemen bencana.
Mitigasi
Respons
Pemulihan
Rehabilitasi
Evaluasi
Rumah Sakit Z mengimplementasikan sistem untuk secara cepat mengubah fungsi ruang rawat inap non-kritis menjadi area perawatan korban massal agar mampu menampung lonjakan pasien. Pertanyaan: Tujuan utama dari Hospital Disaster Plan (HDP) yang dilakukan RS Z ini adalah?
Keselamatan Inti
Mitigasi Risiko
Pemulihan Layanan Normal
Peningkatan Kapasitas Lonjakan (Surge Capacity)
Dukungan Psikososial
Perawat P dihadapkan pada dilema etik dalam triase di mana ia harus memprioritaskan pasien dengan harapan hidup lebih besar dan sumber daya terbatas, meskipun pasien dengan harapan hidup kecil juga membutuhkan perawatan. Pertanyaan: Dasar pengambilan keputusan triase yang mengabaikan kebutuhan individu demi menyelamatkan nyawa terbanyak (kebaikan yang lebih besar) dalam konteks bencana disebut prinsip?
Deontology
Justice
Beneficence
Utilitarianism
Fidelity
Perawat K bertugas di shelter pengungsian yang dihuni oleh banyak lansia. Hasil Rapid Health Assessment (RHA) menunjukkan banyak lansia yang tidak membawa obat-obatan rutin untuk penyakit kronis mereka (hipertensi, diabetes). Pertanyaan: Tindakan prioritas Perawat K untuk kelompok rentan ini adalah?
Mengutamakan dukungan psikososial.
Melatih lansia untuk melakukan self-care.
Memastikan ketersediaan dan kesinambungan akses terhadap obat-obatan kronis.
Mengutamakan evakuasi mereka ke rumah sakit.
Melakukan imunisasi massal.
Di lokasi bencana, seorang ibu hamil trimester ketiga mengalami kontraksi hebat dan perdarahan ringan, menunjukkan tanda persalinan prematur. Perawat A harus segera bertindak untuk menstabilkannya. Tindakan prioritas tertinggi perawat A dalam penanganan ibu hamil ini adalah?
Memberikan dukungan emosional untuk mengurangi panik.
Menstabilkan kondisi ibu dan segera merujuk ke fasilitas kesehatan terdekat yang memadai.
Melakukan pemeriksaan vaginal toucher di lokasi.
Memberikan terapi cairan intravena.
Seorang anak usia 7 tahun tampak menarik diri, menangis terus-menerus, dan mengalami gangguan tidur setelah bencana. Anak tersebut menyaksikan rumahnya hancur. Bentuk dukungan psikososial awal yang paling tepat diberikan oleh perawat untuk anak ini adalah?
Memberikan obat penenang ringan.
Memaksa anak untuk menceritakan traumanya.
Melibatkan anak dalam aktivitas bermain yang menenangkan dan terstruktur (play therapy).
Membiarkan anak menyendiri sampai tenang.
Segera merujuk ke psikiater.
Perawat J di pos perawatan triase Hitam sedang merawat seorang pasien yang mengalami cedera berat dan diprediksi tidak akan selamat. Sumber daya sangat terbatas dan tim medis sibuk merawat korban Merah dan Kuning. Pertanyaan: Peran perawat yang paling etis dan tepat untuk pasien ini adalah?
Melakukan prosedur medis invasif untuk mempertahankan hidup.
Mengabaikan pasien karena harapan hidup kecil.
Memberikan comfort care (asuhan paliatif) dan dukungan spiritual/kenyamanan.
Mendorong pasien untuk segera mendapatkan perawatan intensif.
Mencoba RJP tanpa henti.
Tim Rapid Health Assessment (RHA) tiba di lokasi pengungsian tiga hari setelah banjir. Perawat dalam tim ini segera menilai kerusakan fasilitas Puskesmas, ketersediaan air bersih dan sanitasi, serta mulai mengidentifikasi adanya potensi penyakit menular. Penilaian cepat ini berfokus pada sasaran penilaian sistemik yang mana?
Korban (Meninggal/Cedera)
Korban Selamat (Penyintas)
Orang Rentan
Komunitas (Infrastruktur dan Kapasitas)
Sumber Daya Manusia
Setelah berhasil dievakuasi, Perawat E mewawancarai penyintas di penampungan untuk mengidentifikasi kebutuhan dasar (pakaian, makanan, tempat berlindung) dan melakukan screening awal untuk gejala kecemasan atau shock akibat kehilangan. Pertanyaan: Sasaran penilaian sistemik yang sedang dilakukan oleh Perawat E adalah?
Korban Cedera
Korban Selamat (Penyintas)
Kelompok Rentan
Infrastruktur Kesehatan
Sumber Daya Logistik
Tujuan utama dari dokumentasi yang dilakukan perawat ini dalam konteks MCI adalah?
Mengetahui jumlah korban yang selamat
Memudahkan proses evakuasi
Menentukan prioritas penanganan korban
Memastikan semua korban mendapat perawatan
Menyusun laporan akhir bencana
Di lokasi bencana, komunikasi antar tim SAR, tim medis, dan Pos Komando terputus karena rusaknya infrastruktur komunikasi. Hal ini memperlambat proses evakuasi dan pengiriman logistik. Pertanyaan: Dalam kerangka 4C, elemen manakah yang mengalami tantangan kunci pada situasi ini?
A. Command
B. Control
C. Coordination
D. Communication
E. Compliance
Tim perawat di sebuah rumah sakit bencana memutuskan untuk menggunakan protokol triase yang telah teruji secara ilmiah dan direkomendasikan secara internasional (misalnya: START) daripada membuat sistem triase sendiri. Pertanyaan: Penerapan protokol triase teruji ini merupakan contoh dari penerapan prinsip apa dalam Keperawatan Bencana?
Keterbatasan Sumber Daya
Evidence-Based Practice (EBP)
Manajemen Logistik
Pengendalian Infeksi
Sistem Komando Insiden (HICS)
