NEW
Font size
WorksheetsPATOLOGI KLINIK (ASPEK LAB KOAGULASI)
Total questions: 30
Worksheet time: 15mins
Berikut ini yang tidak termasuk dalam ruang lingkup materi hemostasis adalah:
Hemostasis & fibrinolisis
Komponen hemostasis
Kelainan hemostasis
Transplantasi sumsum tulang
Hemostasis primer terutama melibatkan pembentukan:
Fibrin
Platelet plug
Plasmin
Vitamin K
Vasokonstriksi awal pada hemostasis terjadi akibat pelepasan:
Serotonin dan epinefrin
Histamin dan ADP
Fibrin dan trombin
NO dan PGI₂
Endotel menghasilkan prostasiklin (PGI₂) yang berfungsi sebagai:
Vasokonstriktor kuat
Vasodilator dan inhibitor agregasi trombosit
Aktivator fibrin
Aktivator trombin
Protein trombosit yang penting dalam proses pembekuan dan berasal dari membran trombosit adalah:
PF1
PF2
PF3
PF9
Tahap awal pembentukan sumbat trombosit adalah:
Agregasi
Retraksi
Adhesi
Fibrinolisis
ADP yang dilepaskan saat reaksi pelepasan berfungsi untuk:
Meningkatkan vasodilatasi
Menghambat agregasi
Merangsang agregasi trombosit lanjutan
Mengaktifkan plasminogen
Agregasi trombosit sekunder bersifat:
Reversibel
Irreversibel
Terjadi sebelum adhesi
Tidak memerlukan ADP
Faktor pembekuan bekerja terutama sebagai:
Hormon
Prekursor enzim yang akan diaktifkan
Sumber energi pembekuan
Immunoglobulin
Pemeriksaan untuk menilai jalur intrinsik adalah:
PT
TT
APTT
INR
Jalur ekstrinsik diaktifkan oleh:
Faktor XII
Kontak dengan permukaan asing
Masuknya tromboplastin jaringan ke sirkulasi
Aktivasi fibrinolisis
Antitrombin III termasuk dalam kontrol pembekuan darah jenis:
Lokal
Seluler
Humoral
Mekanisme
Enzim utama yang menghancurkan fibrin adalah:
Trombin
Plasmin
Faktor VII
Fibrinogen
Petekia dan purpura merupakan manifestasi kelainan pada:
Faktor koagulasi
Sistem fibrinolisis
Hemostasis primer
Hemostasis sekunder
PT digunakan untuk menilai jalur:
Intrinsik
Ekstrinsik dan jalur bersama
Fibrinolisis
Sistem trombosit
PT memanjang pada kondisi berikut, kecuali:
Penyakit hati
Defisiensi faktor VII
Defisiensi vitamin K
Polisitemia
INR digunakan terutama untuk monitoring terapi:
Heparin
Antikoagulan oral (warfarin)
Trombolitik
Antiplatelet
APTT merupakan pemeriksaan untuk jalur:
Ekstrinsik
Intrinsik & jalur bersama
Fibrinolisis
Hemostasis primer
Tes fibrinogen mengukur:
Aktivitas trombin
Jumlah fibrinogen kuantitatif
Jumlah trombosit
Aktivitas faktor VIII
TT memanjang pada kondisi berikut, kecuali:
Disfibrinogenemia
Terapi heparin
Peningkatan produk degradasi fibrinogen
Polisitemia
D-dimer meningkat pada kondisi berikut, kecuali:
DVT
Emboli pulmonal
Kehamilan
Hipotiroid
D-dimer meningkat pada kondisi berikut, kecuali:
DVT
Emboli pulmonal
Kehamilan
Hipotiroid
Nilai rujukan PTT adalah
10-15 detik
10-14 detik
15-20 detik
20-30 detik
tes saring untuk menentukan defisiensi jalur ekstrensik dan bersama serta monitoring terapi antikoagulan oral dengan prinsip mengukur waktu bekuan dari plasma setelah penambahan faktor jaringan (tromboplastin) dan kalsium merupakan definisi dan prinsip dari
PTT
INR
APTT
FT
Nilai rujukan manual APTT adalah
15-40 detik
30-45 detik
40-45 detik
15-45 detik
mengukur waktu bekuan dari plasma setelah penambahan aktivator dan CaCl2 merupakan prinsip dari
PTT
INR
APTT
FT
Nilai rujukan semiotomatik APTT adalah
30-45 detik
26,1-36,3 detik
27-30 deik
35-45 detik
Nilai rujukan manual dan semiotomatik dari FT adalah
150-350 md/dL dan 150-375 mg/dL
170-325 mg/dL dan 200-235 mg/dL
15-19" dan 8-14"
130-250 mg/dL dan 170-375 mg/dL
tes penyaring sederhana perubahan fibrinogen menjadi fibrin dengan mengukur waktu untuk membentuk bekuan dari plasma setelah penambahan trombin dalam sejumlah fibrinogen normal merupakan definisi dan prinsip dari
TT
APTT
PTT
INR
tes untuk mengetahui adanya proses fibrinolitik untuk mengukur jumlah fragmebn akhir hasil degenerasi dari crosslinked fibrin oleh plasmin merupakan definisi dari
D-Dimer
TT
APTT
FT
