NEW
Font size
WorksheetsPATOLOGI KLINIK (ASPEK LAB DISLIPIDEMIA)
Total questions: 36
Worksheet time: 18mins
Dislipidemia merupakan kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan:
Peningkatan HDL
Peningkatan atau penurunan fraksi lipid plasma
Penurunan seluruh kolesterol
Peningkatan kadar protein plasma
Fraksi lipid yang mengalami peningkatan pada dislipidemia antara lain:
HDL dan trigliserid
Kolesterol total, LDL, trigliserid
HDL saja
LDL dan HDL
Dislipidemia ditandai dengan penurunan kadar:
LDL
HDL
Trigliserid
Kolesterol total
Dislipidemia primer disebabkan oleh:
Penyakit metabolik
Kelainan genetik
Infeksi kronis
Kekurangan vitamin
Yang termasuk dislipidemia sekunder adalah, kecuali:
Hipotiroidisme
Diabetes melitus
Sindroma metabolik
Hiperkolesterolemia familial
Dislipidemia primer berikut diturunkan secara genetik, kecuali:
Hiperkolesterolemia poligenik
Hiperkolesterolemia familial
Dislipidemia remnan
Diabetes melitus tipe 2
Kelainan pada LDL receptor yang menurunkan katabolisme LDL terdapat pada tipe:
I
IIa
III
V
Manifestasi kulit berupa tendinous xanthomas khas ditemukan pada:
Tipe I
Tipe IIa
Tipe IV
Tipe V
Chylomicronemia syndrome (tipe I) disebabkan oleh defisiensi:
Apo E
Lipoprotein lipase
Apo C-II
Hepatic lipase
Lipid adalah:
Substansi karbohidrat
Substansi lemak
Substansi protein
Substansi asam amino
Agar dapat larut dalam darah, lipid harus terikat dengan:
Hemoglobin
Albumin
Apolipoprotein
Globulin
Lipoprotein merupakan:
Lipid bebas dalam plasma
Lipid yang terikat apolipoprotein
Protein murni
Bentuk HDL saja
Lipoprotein dengan kandungan trigliserid paling tinggi adalah:
HDL
LDL
IDL
Kilomikron
Lipoprotein yang berperan mengantarkan kolesterol ke jaringan perifer adalah:
VLDL
LDL
HDL
Chilomicron
Lipoprotein yang bersifat protektif terhadap penyakit kardiovaskular adalah:
LDL
IDL
HDL
VLDL
Apo A-I terutama terdapat pada:
LDL
HDL
VLDL
IDL
Apo C-II berfungsi sebagai:
Aktivator lipoprotein lipase
Inhibitor lipase
Ligand LDL receptor
Agen antioksidan
Apo B-100 ditemukan pada lipoprotein berikut, kecuali:
VLDL
LDL
IDL
HDL
Jalur eksogen metabolisme lipid terutama melibatkan pembentukan:
VLDL
LDL
Kilomi
Apo B-100 ditemukan pada lipoprotein berikut, kecuali:
VLDL
LDL
IDL
HDL
Jalur eksogen metabolisme lipid terutama melibatkan pembentukan:
VLDL
LDL
Kilomikron
IDL
Enzim yang memecah kilomikron dan VLDL di kapiler jaringan otot dan adiposa adalah:
HMG-CoA reductase
LPL (Lipoprotein lipase)
CETP
Hepatic lipase
VLDL yang mengalami lipolisis akan berubah menjadi:
HDL
Kilomikron
IDL lalu LDL
Apolipoprotein A
Pemeriksaan yang wajib puasa 12 jam adalah:
Kolesterol total
Kolesterol HDL
Trigliserida
Pemeriksaan apolipoprotein
Rumus Friedewald digunakan untuk menghitung:
HDL
LDL
VLDL langsung
Non-HDL
Rumus Friedewald tidak dapat digunakan apabila:
HDL rendah
LDL optimal
Trigliserida > 400 mg/dL
Pasien sedang tidak puasa
Sampel yang dapat digunakan untuk pemeriksaan kolesterol total adalah:
Serum dan plasma
Urin
Whole blood
CSF
Antikoagulan yang boleh digunakan untuk pemeriksaan kolesterol total, kecuali:
EDTA
Heparin
Sitrat
Tidak memakai antikoagulan (serum)
Penyimpanan kolesterol total pada suhu 4–8°C dapat bertahan sampai:
24 jam
3 hari
7 hari
3 bulan
Trigliserida harus diperiksa menggunakan sampel berikut, KECUALI:
Serum
Plasma
Whole blood
Plasma EDTA
Lama penyimpanan trigliserida yang benar pada suhu −20°C adalah:
2 hari
7 hari
3 bulan
1 tahun
Kenapa pemeriksaan trigliserida harus puasa?
Karena trigliserida dipengaruhi kadar natrium
Karena dipengaruhi makanan yang baru dikonsumsi
Karena dipengaruhi waktu tidur
Karena produksi VLDL meningkat saat olahraga
Kolesterol total dianggap tinggi bila kadarnya:
<200 mg/dL
200–239 mg/dL
≥240 mg/dL
≥260 mg/dL
Kolesterol LDL dianggap optimal bila kadar:
<100 mg/dL
100–129 mg/dL
130–159 mg/dL
≥160 mg/dL
HDL dianggap rendah jika kadarnya:
<30 mg/dL
<40 mg/dL
<50 mg/dL
<60 mg/dL
Trigliserida dianggap sangat tinggi pada nilai:
<150 mg/dL
150–199 mg/dL
200–499 mg/dL
≥500 mg/dL
