WorksheetsWorksheet: Neurologi Anak – Kejang, Meningitis, dan Ensefalitis
Total questions: 15
Worksheet time: 6mins
Kriteria manakah yang secara tepat menggambarkan Kejang Demam Sederhana (Simple Febrile Seizure)?
Hanya terjadi pada anak usia di atas 5 tahun.
Jenis kejang fokal atau parsial.
Jenis kejang umum (generalized), durasi kurang dari 15 menit, dan tidak berulang dalam 24 jam.
Durasi lebih dari 15 menit dan berulang dalam 24 jam.
Dalam patofisiologi Kejang Demam, zat pro-inflamasi apakah yang dilepaskan akibat demam tinggi yang dapat mengubah eksitabilitas neuron, sehingga memicu aktivitas listrik abnormal di otak?
Tumor Necrosis Factor-Alpha (TNF-)
Gamma Aminobutyric Acid (GABA)
Interleukin-10 (IL-10)
Asetilkolin
Seorang anak mengalami kejang tonik-klonik di tempat tidur. Tindakan keperawatan manakah yang paling tepat dan menjadi prioritas utama pada fase akut kejang?
Memposisikan anak miring (samping) di permukaan datar dan lunak.
Memasukkan sudip lidah (tongue depressor) untuk mencegah tergigit.
Meninggikan kepala tempat tidur 90 derajat.
Menahan gerakan kejang anak dengan kuat untuk mencegah cedera.
Selama fase Tonik dari Kejang Tonik-Klonik Umum, manifestasi klinis utama yang diamati pada pasien adalah...
Anak mulai rileks, lemas (flaksid), mengantuk, dan bingung.
Gerakan menyentak (jerking) yang ritmis dan berulang pada kedua sisi tubuh.
Kontraksi otot yang tiba-tiba, kaku, dan berkelanjutan pada seluruh tubuh.
Tiba-tiba mengalami tatapan kosong dan tidak responsif.
Mengapa bayi dan anak kecil memiliki kemampuan kompensasi yang lebih baik terhadap peningkatan Tekanan Intrakranial (TIK) dibandingkan orang dewasa, terutama pada usia di bawah 2 tahun?
Batang otak lebih imatur.
Volume Cairan Serebrospinal (CSS) lebih besar.
Proses mielinisasi sudah lengkap saat lahir.
Sutura kranialis belum menyatu dan fontanela masih terbuka.
Saat melakukan pengkajian pada bayi, perawat menemukan Fontanela Anterior bayi teraba menonjol (bulging) dan keras. Interpretasi klinis manakah yang paling mungkin dari temuan ini?
Bayi menunjukkan tanda refleks Moro positif.
Bayi mengalami peningkatan Tekanan Intrakranial (TIK).
Bayi mengalami hipotermia.
Bayi mengalami dehidrasi berat.
Mekanisme patofisiologi utama yang mendasari terjadinya Epilepsi adalah...
Peningkatan kadar zat pro-inflamasi TNF- secara sistemik.
Gangguan keseimbangan antara aktivitas neuron eksitasi dan inhibisi.
Penurunan aktivitas neurotransmiter eksitatori seperti Glutamat.
Obstruksi aliran Cairan Serebrospinal (CSS) di Ventrikel III.
Perawat mengobservasi seorang anak mengalami Kejang Demam Kompleks dengan manifestasi kejang fokal terbatas pada ekstremitas kanan selama 7 menit. Setelah 2 menit, kejang berhenti dan anak tampak mengantuk (post-iktal). Tindakan keperawatan yang harus dilakukan perawat pada saat ini adalah...
Mencoba membangunkan anak untuk mengembalikan tingkat kesadaran.
Melonggarkan pakaian, menjaga jalan napas tetap paten, dan mencatat durasi serta karakteristik kejang secara akurat.
Menunggu kejang berulang sebelum intervensi lebih lanjut.
Segera memasukkan Diazepam per rektal.
Perawat sedang mengkaji anak berusia 5 tahun yang dicurigai menderita meningitis. Saat perawat melakukan fleksi pasif pada leher anak (membawa dagu ke dada), anak menunjukkan fleksi involunter pada lutut dan pinggulnya. Tanda iritasi meningen manakah yang ditunjukkan oleh respons anak tersebut?
Kernig Sign Negatif
Kernig Sign Positif
Babinski Sign Positif
Brudzinski Sign Positif
Kekakuan Kuduk
Komplikasi jangka panjang (sekuel neurologis) apakah yang paling sering terjadi pada anak yang menderita Meningitis Bakterial?
Gagal ginjal kronis
Tuli sensorineural
Kebutaan permanen
Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)
Perawat mengamati postur abnormal pada pasien anak: fleksi abnormal ekstremitas atas dengan ekstensi ekstremitas bawah, yang mengindikasikan kerusakan SSP berat (seperti terlihat pada gambar). Postur ini dikenal sebagai...
Postur Opisthotonus
Postur Flaksid
Postur Deserebrasi
Postur Dekortikasi
Trias gambaran klinis khas yang menjadi penanda utama kecurigaan diagnosis Ensefalitis pada anak adalah...
Demam, Perubahan Status Mental Akut, dan Kejang.
Sakit kepala, Fotofobia, dan Muntah proyektil.
Demam, Purpura Fulminans, dan Kaku kuduk.
Peningkatan Lingkar Kepala (LIKA), Sunset Eyes, dan Fontanela menonjol.
Faktor risiko paling kuat terjadinya kejang demam adalah...
Dehidrasi
Riwayat keluarga kejang demam
Kekurangan zat besi
Imunisasi tidak lengkap
Tujuan utama VP Shunt:
Meningkatkan aliran darah otak
Menurunkan produksi CSS
Mengalirkan CSS ke rongga peritoneum
Mengurangi kejang
Dalam pemantauan neurologis pada anak dengan peningkatan Tekanan Intrakranial (TIK), mengapa perawat harus mengkaji refleks pupil, reaksi terhadap cahaya, dan ukurannya secara teratur?
Reaksi pupil mencerminkan tekanan pada batang otak, yang merupakan tanda bahaya peningkatan TIK yang mendesak.
Perubahan ukuran pupil menunjukkan kerusakan pada Cerebellum.
Reaksi pupil adalah indikator pertama dari komplikasi pernapasan.
Kajian pupil adalah metode non-invasif untuk mengukur GCS.
