NEW
Font size
WorksheetsSoal Pengkajian Klien Gerontik dan Penilaian MMSE
Total questions: 66
Worksheet time: 49mins
Saat melakukan pengkajian fisik pada klien gerontik, perawat harus menilai kondisi dengan kombinasi teknik inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi. Manakah situasi berikut yang paling berisiko menghasilkan false assessment apabila tidak diperhatikan?
Pemeriksaan dilakukan saat klien baru selesai makan
Pemeriksaan dilakukan saat klien menggunakan tongkat barunya
Pemeriksaan dilakukan tanpa memastikan alat bantu sensori berfungsi baik
Pemeriksaan dilakukan di ruangan yang terlalu terang
Dalam pengkajian emosional, klien dinyatakan memiliki masalah emosional (+) jika...
Menjawab “ya” pada dua pertanyaan tahap 1
Menjawab “ya” minimal satu pada tahap 1 dan satu pada tahap 2
Menjawab “ya” minimal satu pada tahap 1 atau tahap 2
Menjawab “ya” lebih dari dua pada tahap 2 saja
Pada SPSMQ, klien salah menjawab 6 pertanyaan. Berdasarkan kriteria, perawat harus mengkategorikan klien tersebut sebagai...
Fungsi intelektual utuh
Kerusakan intelektual ringan
Kerusakan intelektual sedang
Kerusakan intelektual berat
Dalam MMSE, bagian “Bahasa” mencakup beberapa sub-penilaian. Manakah yang bukan termasuk penilaian bahasa dalam format yang digunakan?
Menyebutkan nama dua objek
Mengulang kalimat “Tak ada, jika, dan atau tetapi”
Menulis satu kalimat
Mengurangi 7 dari 100 hingga lima tahap
Pada Modifikasi Barthel Indeks, nilai total 58 menunjukkan bahwa klien berada pada kategori...
Mandiri
Ketergantungan total
Ketergantungan sebagian
Mandiri dengan supervisi
Dalam pengkajian keseimbangan lansia, nilai total 10 berarti klien berada pada kategori...
Risiko jatuh ringan
Risiko jatuh sedang
Risiko jatuh berat
Tidak berisiko jatuh
Pada Katz Indeks, klien yang “mandiri kecuali mandi, berpakaian, ke toilet, berpindah, dan satu fungsi lain” berada pada tingkat...
Kemandirian sedang
Ketergantungan tinggi
Kemandirian minimal
Tidak dapat ditentukan tanpa data tambahan
Manakah langkah yang paling tepat untuk memvalidasi temuan pengkajian pada lansia dengan penurunan kognitif?
Melakukan MMSE ulang dalam 24 jam
Melakukan pemeriksaan tambahan dengan SPSMQ
Mewawancarai keluarga atau orang terdekat klien
Konsep modalitas dalam keperawatan menurut Susana dkk. (2007) paling tepat dipahami sebagai...
Intervensi berbasis farmakologis
Potensi klien yang dapat digunakan untuk berubah
Teknik manipulasi tubuh untuk penyembuhan
Pendekatan spiritual untuk mengurangi kecemasan
Jika klien gagal melakukan perintah “lipat dua dan letakkan di lantai” dalam MMSE, maka defisit yang paling mungkin adalah...
Kerusakan orientasi tempat
Gangguan registrasi
Gangguan fungsi eksekutif dan bahasa reseptif
Gangguan memori jangka panjang
Dalam pengkajian sosial, klien menyatakan kesulitan bersosialisasi, sering mengurung diri, dan merasa kurang puas terhadap interaksi sosial. Data ini paling tepat dimasukkan dalam bagian...
Pengkajian kognitif
Pengkajian psikososial – hambatan sosialisasi
Pengkajian spiritual
Pengkajian fungsional
Faktor terkuat yang mempengaruhi lansia memilih terapi modalitas adalah...
Harga obat lebih mahal
Keyakinan bahwa terapi medis modern tidak menyentuh seluruh domain individu
Ketersediaan tenaga ahli modalitas lebih banyak
Kebutuhan layanan berbasis listrik
Kategori terapi mind-body menurut NCCAM tidak mencakup...
Terapi kognitif
Komunikasi terapeutik
Terapi hewan
Terapi herbal
Terapi berbasis biologi mencakup intervensi berikut, kecuali...
Hidroterapi kaki
Diet khusus
Terapi seni
Aromaterapi
Senam otak (brain exercise) terutama dirancang untuk menstimulasi...
A. Otak kiri
B. Seluruh sistem limbik
C. Otak kanan yang lebih cepat mengalami kemunduran
Prinsip Crossing the Body Midline pada senam otak bertujuan untuk...
Meningkatkan kekuatan otot ekstremitas
Melatih keseimbangan vestibular
Mengoptimalkan integrasi otak kanan dan kiri untuk pola pikir utuh
Meningkatkan stabilitas emosional
Life Review Therapy berbeda dari reminiscence karena...
Dilakukan secara berkelompok
Mengandung unsur permainan
Membahas kenangan menyenangkan dan tidak menyenangkan
Menggunakan media musik
Orientasi realita paling tepat diberikan kepada lansia dengan...
Depresi berat
Gangguan mobilitas
Demensia atau gangguan daya ingat
Gangguan pendengaran
Terapi validasi paling sesuai untuk lansia dengan...
Demensia lanjut
Gangguan perilaku agresif
Gangguan daya ingat ringan
Depresi psikotik
Relaksasi efektif menurunkan ketegangan melalui mekanisme...
Penurunan kortisol langsung
Peningkatan sirkulasi darah dan pengenduran otot-sendi
Stimulasi saraf simpatik
Aktivasi frontal lobe
Dalam terapi seni, melukis digunakan terutama untuk...
Melatih motorik halus
Mengekspresikan emosi yang sulit diverbalisasikan
Meningkatkan daya ingat episodik
Mengurangi insomnia
Prinsip dasar ADL pada lansia adalah...
Lansia harus dibantu semaksimal mungkin
Lansia tidak boleh melakukan aktivitas yang berulang
Lansia harus tetap mandiri sesuai kapasitas fungsionalnya
Lansia tidak perlu dinilai dengan Katz dan Barthel
Interpersonal Therapy pada lansia bertujuan utama untuk...
Mengatasi gangguan perilaku agresif
Memperbaiki self-esteem dan hubungan interpersonal
Mengurangi defisit memori jangka pendek
Memperbaiki orientasi waktu dan tempat
Durasi umum Interpersonal Therapy pada lansia adalah...
3–5 sesi
6–8 sesi
12–16 sesi
20–24 sesi
Konsep “Use it or lose it” dalam senam otak berhubungan dengan...
Neurotoksisitas pada penuaan
Neuroplastisitas yang menurun bila tidak distimulasi
Kerusakan kimia otak
Peningkatan tekanan intrakranial
Gerakan “Hook-Ups” dalam senam otak terutama bermanfaat untuk...
Menguatkan otot tungkai
Menciptakan relaksasi dan fokus melalui pernapasan dalam
Meningkatkan daya tahan jantung
Melatih kekuatan grip
Gerakan "8 tidur" dalam training otak berfungsi untuk...
Melatih kekuatan otot fleksor
Meningkatkan tracking visual
Mengintegrasikan hemisfer kanan dan kiri melalui pola gerak visual-motorik
Memperbaiki postur tulang belakang
Dalam orientasi realitas, penggunaan label nama, gambar, warna, dan jam terutama bertujuan untuk...
Merangsang memori jangka panjang
Memperbaiki kemampuan bahasa
Mengurangi kecemasan akibat lingkungan asing
Meningkatkan koordinasi gerak
Alat evaluasi yang direkomendasikan dalam terapi modalitas lansia untuk skrining demensia adalah...
GDS (Geriatric Depression Scale)
MMSE (Mini Mental State Examination)
MoCA
HARS
Menurut model kognitif Aaron Beck, depresi terutama dipahami sebagai...
Konflik bawah sadar antara id dan ego
Ketidakmampuan mengontrol impuls agresif
Distorsi skema kognitif masa kanak-kanak
Interpretasi bias dari peristiwa melalui aktivasi representasi negatif tentang diri, dunia, dan masa depan
Teknik guided discovery (penemuan terpandu) terutama digunakan dalam terapi kognitif untuk...
Menghapus memori trauma secara bertahap
Membantu klien mengeksplorasi bukti, perspektif alternatif, dan implikasi dari keyakinannya
Mengajarkan klien relaksasi mendalam
Mengaktifkan emosi melalui ekspresi seni
Perbedaan mendasar antara terapi psikoanalitik dan terapi kognitif adalah bahwa terapi kognitif...
Berfokus pada konflik oidipal
Menolak semua konsep unconscious
Menekankan analisis masa lalu
Berfokus pada masalah saat ini dan kognisi yang dapat diakses secara sadar
Peran perawat dalam terapi kognitif yang paling erat terkait dengan pencegahan penurunan fungsi kognitif pada lansia adalah...
Menentukan dosis farmakoterapi
Mengatur jadwal makan klien
Memberikan edukasi promosi kesehatan terkait tidur, aktivitas fisik, nutrisi, sosial, dan stimulasi kognitif
Menetapkan diagnosis psikiatri
Dalam perubahan kognitif lansia, aktivitas fisik meningkatkan fungsi kognitif melalui mekanisme berikut, kecuali...
Meningkatkan faktor neurotropik
Mengurangi agregasi plak beta-amyloid
Meningkatkan vaskularisasi otak
Menghambat seluruh proses penuaan sel saraf secara permanen
Pendekatan “kolaboratif empirisme” dalam terapi kognitif berarti...
Terapis bertindak sebagai otoritas tunggal dalam menentukan kebenaran
Klien melakukan interpretasi bebas tanpa bimbingan
Terapis dan klien bersama-sama menelusuri trauma masa lalu
Terapis dan klien bekerja bersama sebagai “tim ilmuwan” mengevaluasi, menguji, dan memodifikasi keyakinan
Dalam mekanisme brain–body connection pada senam otak, peningkatan keseimbangan, harga diri, dan kontrol diri terutama dipengaruhi oleh...
Aktivasi simpatis melalui peningkatan kontraksi otot besar
Dominasi hemisfer kiri dalam proses kognitif motorik
Integrasi sensori melalui kombinasi gerakan, imajinasi tubuh, dan stimulasi sentuhan halus
Penguatan refleks spinal melalui latihan ritmis
Gerakan “Crossing the Body Midline” dalam Brain Gym berperan penting dalam pembentukan pola pikir yang utuh karena...
Mengalihkan aktivitas memori deklaratif ke sistem prosedural
Mengurangi penggunaan jalur neuroplastik fronto-parietal
Mengintegrasikan aktivitas hemisfer kanan dan kiri sehingga memfasilitasi sinkronisasi neurologis lintas korteks
Meningkatkan respon vestibular untuk mengoptimalkan kemampuan tracking visual
Seorang lansia 72 tahun dengan penurunan keseimbangan ringan mengikuti sesi Brain Gym. Terapis mengamati bahwa klien tampak kesulitan mempertahankan fokus visual ketika melakukan gerakan “8 tidur” dan sering kehilangan orientasi arah di tengah latihan. Namun, kemampuan motorik tungkai tetap baik. Intervensi mana yang paling tepat ditambahkan untuk meningkatkan respons neurologis klien terhadap latihan tersebut?
Meningkatkan repetisi gerakan otot besar untuk memperkuat propriosepsi
Melatih pernapasan dalam sebelum aktivitas untuk meningkatkan kapasitas oksigenasi
Menambahkan latihan visual scanning & tracking untuk meningkatkan integrasi hemisfer kanan-kiri sebelum melakukan “8 tidur”
Mengganti gerakan dengan senam homolateral untuk mengurangi beban kognitif
Seorang wanita 68 tahun merasa mudah lelah dan sering cemas ketika mengikuti sesi senam otak kelompok. Dia mengakui bahwa jika gerakan mulai kompleks (misalnya gerakan menyalin garis tengah tubuh), ia merasa sulit untuk mengoordinasikan napas dan gerakan. Pemeriksaan vital normal, dan tidak ada gangguan musculoskeletal. Tujuan utama terapi adalah meningkatkan kepercayaan diri dan kestabilan emosi. Strategi mana yang paling paling sesuai?
Memusatkan latihan pada gerakan kontralateral untuk meningkatkan aktivasi otot proksimal
Mengintegrasikan teknik pernapasan perut dan Hook-Ups untuk menurunkan aktivasi emosional sebelum masuk ke gerakan menyeberangi garis tengah
Mengurangi jumlah sesi dan fokus hanya pada gerakan peregangan pasif
Mengutamakan latihan intensitas tinggi untuk mengalihkan fokus dari kecemasan
Seorang lansia mampu makan sendiri, berpakaian dengan bantuan kecil, mampu ke toilet secara mandiri, tidak dapat mandi sendiri, dapat berpindah dari kursi ke tempat tidur dengan bantuan minimal, dan kontinens BAB/BAK. Berdasarkan Katz Index, kategori kemandirian lansia tersebut adalah...
Mandiri kecuali mandi dan satu fungsi lain
Mandiri semuanya kecuali salah satu saja
Mandiri kecuali mandi, berpakaian, dan satu fungsi lain
Ketergantungan total
Seorang lansia dinilai "mandiri" pada seluruh komponen ADL kecuali kontinensia (incontinent) dan berpindah, di mana ia membutuhkan bantuan penuh. Menurut sistem skoring Katz, interpretasi paling tepat adalah...
Lansia tetap dikategorikan “mandiri” karena mayoritas fungsi masih dapat dilakukan
Lansia termasuk kategori “mandiri kecuali mandi dan satu fungsi lain”
Lansia termasuk ketergantungan total
Lansia masuk kategori “mandiri kecuali mandi, berpindah, ke toilet, dan satu fungsi lain” karena kehilangan dua fungsi utama menyebabkan penurunan tingkat ADL lebih dari satu tingkat
Total skornya adalah 125. Berdasarkan kategori Barthel Index yang digunakan dalam file, interpretasi paling tepat adalah...
Mandiri
Ketergantungan sebagian
Ketergantungan total
Mandiri dengan supervisi minimal
Seorang lansia mengikuti MMSE. Ia menjawab benar seluruh 10 item orientasi tempat (negara, provinsi, kota, panti, wisma/alamat), tetapi hanya 3 dari 5 item orientasi waktu (tahun, musim, tanggal, hari, bulan). Ia mampu menyebutkan 5 objek saat registrasi, tetapi hanya mengingat kembali 2 objek pada tahap recall. Pada bagian perhatian (serial 7), ia hanya benar hingga tahap kedua. Bagian bahasa ia memperoleh 7/9. Skor totalnya masuk kategori...
Fungsi mental baik
Kerusakan fungsi mental ringan
Kerusakan fungsi mental sedang
Kerusakan fungsi mental berat
Dalam MMSE, seorang klien mampu melakukan semua perintah kompleks pada bagian bahasa (ambil kertas → lipat dua → taruh di lantai), dapat menyalin gambar dengan tepat, dan dapat menulis satu kalimat bermakna. Namun ia gagal total pada tugas perhatian-kalkulasi (serial 7) dan recall hanya mengingat satu objek. Interpretasi paling tepat adalah...
Gangguan koordinasi motorik yang memengaruhi performa pada bagian kognitif
Fungsi intelektual utuh karena kemampuan bahasa yang baik
Gangguan pada memori kerja dan sistem atensi meski fungsi bahasa dan konstruksi visuospasial relatif terpelihara
Defisit perseptual global yang memengaruhi seluruh skor
Seorang lansia menjalani SPSMQ. Ia salah menjawab item berikut: • Tanggal hari ini Tuliskan jawaban yang benar untuk tanggal hari ini.
tanggal hari ini sesuai dengan waktu pengerjaan soal
tanggal lahir pasien
hari pertama bulan ini
tanggal kemarin
Berdasarkan sistem kategorisasi SPSMQ dalam file (0–3 salah = utuh; 4–5 = kerusakan ringan; 6–8 = sedang; 9–10 = berat), interpretasi paling tepat adalah...
Fungsi intelektual utuh
Kerusakan intelektual ringan
Kerusakan intelektual sedang
Kerusakan intelektual berat
Seorang klien salah menjawab alamat tempat tinggal, umur, nama ibu kandung, dan kedua pertanyaan tentang presiden (sekarang & sebelumnya). Ia juga gagal pada tugas serial subtraction (20 – 3 – 3...). Namun orientasi waktu (tanggal & hari) benar. Total kesalahan = 6. Interpretasi paling tepat adalah...
Kerusakan intelektual ringan karena salah kurang dari 7
Kerusakan intelektual berat karena melibatkan orientasi personal
Fungsi intelektual utuh
Kerusakan intelektual sedang karena berada pada rentang 6–8 kesalahan
Seorang lansia di ruang geriatri memiliki data berikut: - Riwayat jatuh: ya, dalam 3 bulan terakhir - Diagnosis sekunder: ada (≥1 penyakit penyerta) - Alat bantu: menggunakan walker - Terpasang infus: ya - Gait (cara berjalan): terganggu, tetapi mampu menjaga keseimbangan ringan - Status mental: menyadari keterbatasannya Skor MFS pasien ini adalah...
55 (risiko tinggi)
45 (risiko sedang)
75 (risiko tinggi)
30 (risiko rendah)
Seorang pasien dinilai dengan Morse Fall Scale: ia tidak menggunakan alat bantu jalan, tidak terpasang infus, tidak memiliki riwayat jatuh, dan mentalnya tidak menyadari keterbatasan fisiknya ("overestimates abilities"). Namun pergerakan gait-nya dinilai terganggu berat: sering kehilangan keseimbangan dan memegang benda di sekitarnya. Ia memiliki dua diagnosis medis aktif. Skor total dan interpretasi risikonya adalah...
25 - risiko rendah
65 - risiko tinggi
45 - risiko sedang
30 - risiko rendah
Seorang lansia dengan demensia sedang menunjukkan agitasi terutama pada sore hari (sundowning). Intervensi keperawatan paling tepat untuk mengurangi agitasi adalah...
Meningkatkan stimulasi cahaya neon di seluruh ruang
Memberikan tidur siang panjang agar lebih segar
Menstabilkan ritme sirkadian dengan paparan cahaya pagi, aktivitas terstruktur, dan lingkungan minim rangsang di sore hari
Memberikan minuman berkafein sebelum aktivitas sore
Dalam penanganan delirium hiperaktif pada pasien dengan riwayat demensia, prioritas intervensi non-farmakologis terpenting adalah...
Mengisolasi pasien untuk menurunkan stimulus
Menghindari penggunaan kacamata dan alat bantu dengar
Mengoreksi dehidrasi, mengoptimalkan tidur-bangun, dan memastikan orientasi sensorik (jam, kalender, dll)
Rincian skor Morse Fall Scale: - Riwayat jatuh = 25 - Diagnosis sekunder = 15 - Alat bantu walker = 15 - Infus = 20 - Gait terganggu = 10 - Menyadari keterbatasan = 0 Total = 85, tetapi beberapa rumah sakit mengklasifikasi gait terganggu ringan sebagai 10 → 75–85 tetap kategori risiko tinggi.
kategori risiko rendah
kategori risiko sedang
kategori risiko tinggi
Pada lansia dengan disfagia orofaring akibat stroke, intervensi berikut paling efektif mencegah aspirasi saat makan adalah...
Minum air putih encer sebelum setiap suapan
Menggunakan teknik chin-tuck selama menelan dan memastikan posisi 90° selama serta 30 menit setelah makan
Mengurangi frekuensi makan menjadi dua kali sehari
Menggunakan sedotan agar cairan lebih mudah masuk
Seorang pasien demensia sering wandering dan berupaya keluar ruangan. Tindakan keperawatan yang paling tepat adalah...
Mengunci pintu dan membatasi akses keluar
Menurunkan asupan cairan malam hari
Menyediakan area berjalan aman, cue visual, dan aktivitas bermakna untuk menurunkan kebutuhan wandering berbahaya
Memberikan antipsikotik pada malam hari
Lansia 82 tahun dengan delirium hipokatif sedang mendapat obat antikolinergik untuk kandung kemih overaktif. Tindakan keperawatan prioritas adalah...
Memantau kadar gula darah setiap 4 jam
Mengidentifikasi dan meminta evaluasi penghentian obat antikolinergik yang berpotensi memperburuk delirium
Mengurangi stimulasi lingkungan
Meningkatkan asupan natrium
Pada lansia dengan disfagia dan kelemahan unilateral, strategi makan paling tepat adalah...
Memposisikan makanan di sisi lemah agar diperkuat
Memposisikan makanan di sisi kuat rongga mulut untuk memfasilitasi kontrol bolus
Memberikan makanan cair encer untuk mempercepat transit
Menyuruh pasien menelan lebih cepat agar tidak menyimpan bolus terlalu lama
Seorang lansia dengan demensia sedang sering salah menafsirkan instruksi. Strategi komunikasi paling efektif adalah...
Memberikan pertanyaan terbuka untuk meningkatkan stimulasi kognitif
Memberikan dua instruksi sekaligus agar efisien
Menggunakan kalimat pendek, konkret, satu instruksi per langkah, dan kontak mata konsisten
Mengulangi instruksi dengan nada keras setiap kali pasien bingung
Pada delirium hiperaktif dengan risiko jatuh tinggi, pilihan yang paling tepat adalah...
Memasang restrain fisik langsung
Menyediakan ruangan gelap dan sunyi
Menempatkan pasien dekat nurse station, pengawasan kontinu, mengoptimalkan analgesia, dan meminimalkan alat medis yang mengganggu
Memberikan sedasi dosis tinggi
Pasien dengan disfagia fase orofaring menunjukkan aspirasi pada cairan encer. Intervensi terkait tekstur yang paling tepat adalah...
Memberikan cairan dingin encer
Memberikan diet cair jernih
Menggunakan cairan kental (nectar/honey thickened) untuk memperlambat transit bolus dan meningkatkan kontrol motorik
Menghindari semua cairan
Seorang pasien demensia menunjukkan onset perubahan perilaku mendadak, mengigau, dan tidak mampu mempertahankan perhatian. Prioritas utama perawat adalah...
Memberikan orientasi realita setiap 15 menit
Melakukan penilaian penyebab reversibel (infeksi, retensi urin, hipoksia, dehidrasi, obat) sebelum menilai progresi demensia
Menurunkan aktivitas fisik untuk mengurangi agitasi
Meningkatkan stimulasi kognitif intensif
Dalam penilaian kognitif, jika seorang klien mampu mengingat 4 dari 5 objek pada tahap registrasi tetapi hanya dapat mengingat 1 objek pada tahap recall, kategori kerusakan fungsi mental yang paling tepat adalah...
Fungsi mental baik
Kerusakan fungsi mental ringan
Kerusakan fungsi mental berat
Kerusakan fungsi mental sedang
Manakah dari berikut ini yang merupakan intervensi yang paling tepat untuk meningkatkan kualitas hidup lansia dengan demensia?
Fokus pada pengobatan medis tanpa terapi tambahan
Menjaga jarak dari interaksi sosial untuk mengurangi stres
Mendorong partisipasi dalam aktivitas sosial dan rekreasi
Memberikan obat penenang secara rutin
Seorang pasien lansia menunjukkan gejala kebingungan dan kesulitan dalam berkomunikasi. Terapi mana yang paling sesuai untuk membantu pasien tersebut?
Terapi okupasi
Terapi bicara
Terapi fisik
Terapi seni
Seorang lansia berusia 75 tahun mengalami kesulitan dalam mengingat nama-nama anggota keluarganya. Dalam sesi terapi kognitif, intervensi mana yang paling tepat untuk membantu meningkatkan ingatan klien terhadap nama-nama tersebut?
Melakukan permainan memori dengan kartu
Memberikan latihan fisik ringan sebelum sesi terapi
Mengajarkan teknik relaksasi untuk mengurangi kecemasan
Menggunakan foto anggota keluarga dan menyebutkan nama mereka secara berulang
Seorang pasien dengan demensia menunjukkan perilaku agresif saat berada di lingkungan baru. Intervensi keperawatan yang paling tepat untuk mengurangi perilaku ini adalah...
Menciptakan lingkungan yang familiar dan nyaman bagi pasien
Menjauhkan pasien dari lingkungan baru sepenuhnya
Menggunakan pendekatan yang lebih tegas untuk mengontrol perilaku
Memberikan obat penenang untuk menenangkan pasien
Dalam terapi seni, penggunaan kolase dapat membantu lansia untuk...
Meningkatkan keterampilan motorik kasar
Mengekspresikan pengalaman hidup dan emosi mereka
Belajar tentang sejarah seni
Meningkatkan kemampuan berbahasa
