wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal Pengkajian Klien Gerontik dan Penilaian MMSE

Total questions: 66

Worksheet time: 49mins

Name
Class
Date
1.

Saat melakukan pengkajian fisik pada klien gerontik, perawat harus menilai kondisi dengan kombinasi teknik inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi. Manakah situasi berikut yang paling berisiko menghasilkan false assessment apabila tidak diperhatikan?

a)

Pemeriksaan dilakukan saat klien baru selesai makan

b)

Pemeriksaan dilakukan saat klien menggunakan tongkat barunya

c)

Pemeriksaan dilakukan tanpa memastikan alat bantu sensori berfungsi baik

d)

Pemeriksaan dilakukan di ruangan yang terlalu terang

2.

Dalam pengkajian emosional, klien dinyatakan memiliki masalah emosional (+) jika...

a)

Menjawab “ya” pada dua pertanyaan tahap 1

b)

Menjawab “ya” minimal satu pada tahap 1 dan satu pada tahap 2

c)

Menjawab “ya” minimal satu pada tahap 1 atau tahap 2

d)

Menjawab “ya” lebih dari dua pada tahap 2 saja

3.

Pada SPSMQ, klien salah menjawab 6 pertanyaan. Berdasarkan kriteria, perawat harus mengkategorikan klien tersebut sebagai...

a)

Fungsi intelektual utuh

b)

Kerusakan intelektual ringan

c)

Kerusakan intelektual sedang

d)

Kerusakan intelektual berat

4.

Dalam MMSE, bagian “Bahasa” mencakup beberapa sub-penilaian. Manakah yang bukan termasuk penilaian bahasa dalam format yang digunakan?

a)

Menyebutkan nama dua objek

b)

Mengulang kalimat “Tak ada, jika, dan atau tetapi”

c)

Menulis satu kalimat

d)

Mengurangi 7 dari 100 hingga lima tahap

5.

Pada Modifikasi Barthel Indeks, nilai total 58 menunjukkan bahwa klien berada pada kategori...

a)

Mandiri

b)

Ketergantungan total

c)

Ketergantungan sebagian

d)

Mandiri dengan supervisi

6.

Dalam pengkajian keseimbangan lansia, nilai total 10 berarti klien berada pada kategori...

a)

Risiko jatuh ringan

b)

Risiko jatuh sedang

c)

Risiko jatuh berat

d)

Tidak berisiko jatuh

7.

Pada Katz Indeks, klien yang “mandiri kecuali mandi, berpakaian, ke toilet, berpindah, dan satu fungsi lain” berada pada tingkat...

a)

Kemandirian sedang

b)

Ketergantungan tinggi

c)

Kemandirian minimal

d)

Tidak dapat ditentukan tanpa data tambahan

8.

Manakah langkah yang paling tepat untuk memvalidasi temuan pengkajian pada lansia dengan penurunan kognitif?

a)

Melakukan MMSE ulang dalam 24 jam

b)

Melakukan pemeriksaan tambahan dengan SPSMQ

c)

Mewawancarai keluarga atau orang terdekat klien

9.

Konsep modalitas dalam keperawatan menurut Susana dkk. (2007) paling tepat dipahami sebagai...

a)

Intervensi berbasis farmakologis

b)

Potensi klien yang dapat digunakan untuk berubah

c)

Teknik manipulasi tubuh untuk penyembuhan

d)

Pendekatan spiritual untuk mengurangi kecemasan

10.

Jika klien gagal melakukan perintah “lipat dua dan letakkan di lantai” dalam MMSE, maka defisit yang paling mungkin adalah...

a)

Kerusakan orientasi tempat

b)

Gangguan registrasi

c)

Gangguan fungsi eksekutif dan bahasa reseptif

d)

Gangguan memori jangka panjang

11.

Dalam pengkajian sosial, klien menyatakan kesulitan bersosialisasi, sering mengurung diri, dan merasa kurang puas terhadap interaksi sosial. Data ini paling tepat dimasukkan dalam bagian...

a)

Pengkajian kognitif

b)

Pengkajian psikososial – hambatan sosialisasi

c)

Pengkajian spiritual

d)

Pengkajian fungsional

12.

Faktor terkuat yang mempengaruhi lansia memilih terapi modalitas adalah...

a)

Harga obat lebih mahal

b)

Keyakinan bahwa terapi medis modern tidak menyentuh seluruh domain individu

c)

Ketersediaan tenaga ahli modalitas lebih banyak

d)

Kebutuhan layanan berbasis listrik

13.

Kategori terapi mind-body menurut NCCAM tidak mencakup...

a)

Terapi kognitif

b)

Komunikasi terapeutik

c)

Terapi hewan

d)

Terapi herbal

14.

Terapi berbasis biologi mencakup intervensi berikut, kecuali...

a)

Hidroterapi kaki

b)

Diet khusus

c)

Terapi seni

d)

Aromaterapi

15.

Senam otak (brain exercise) terutama dirancang untuk menstimulasi...

a)

A. Otak kiri

b)

B. Seluruh sistem limbik

c)

C. Otak kanan yang lebih cepat mengalami kemunduran

16.

Prinsip Crossing the Body Midline pada senam otak bertujuan untuk...

a)

Meningkatkan kekuatan otot ekstremitas

b)

Melatih keseimbangan vestibular

c)

Mengoptimalkan integrasi otak kanan dan kiri untuk pola pikir utuh

d)

Meningkatkan stabilitas emosional

17.

Life Review Therapy berbeda dari reminiscence karena...

a)

Dilakukan secara berkelompok

b)

Mengandung unsur permainan

c)

Membahas kenangan menyenangkan dan tidak menyenangkan

d)

Menggunakan media musik

18.

Orientasi realita paling tepat diberikan kepada lansia dengan...

a)

Depresi berat

b)

Gangguan mobilitas

c)

Demensia atau gangguan daya ingat

d)

Gangguan pendengaran

19.

Terapi validasi paling sesuai untuk lansia dengan...

a)

Demensia lanjut

b)

Gangguan perilaku agresif

c)

Gangguan daya ingat ringan

d)

Depresi psikotik

20.

Relaksasi efektif menurunkan ketegangan melalui mekanisme...

a)

Penurunan kortisol langsung

b)

Peningkatan sirkulasi darah dan pengenduran otot-sendi

c)

Stimulasi saraf simpatik

d)

Aktivasi frontal lobe

21.

Dalam terapi seni, melukis digunakan terutama untuk...

a)

Melatih motorik halus

b)

Mengekspresikan emosi yang sulit diverbalisasikan

c)

Meningkatkan daya ingat episodik

d)

Mengurangi insomnia

22.

Prinsip dasar ADL pada lansia adalah...

a)

Lansia harus dibantu semaksimal mungkin

b)

Lansia tidak boleh melakukan aktivitas yang berulang

c)

Lansia harus tetap mandiri sesuai kapasitas fungsionalnya

d)

Lansia tidak perlu dinilai dengan Katz dan Barthel

23.

Interpersonal Therapy pada lansia bertujuan utama untuk...

a)

Mengatasi gangguan perilaku agresif

b)

Memperbaiki self-esteem dan hubungan interpersonal

c)

Mengurangi defisit memori jangka pendek

d)

Memperbaiki orientasi waktu dan tempat

24.

Durasi umum Interpersonal Therapy pada lansia adalah...

a)

3–5 sesi

b)

6–8 sesi

c)

12–16 sesi

d)

20–24 sesi

25.

Konsep “Use it or lose it” dalam senam otak berhubungan dengan...

a)

Neurotoksisitas pada penuaan

b)

Neuroplastisitas yang menurun bila tidak distimulasi

c)

Kerusakan kimia otak

d)

Peningkatan tekanan intrakranial

26.

Gerakan “Hook-Ups” dalam senam otak terutama bermanfaat untuk...

a)

Menguatkan otot tungkai

b)

Menciptakan relaksasi dan fokus melalui pernapasan dalam

c)

Meningkatkan daya tahan jantung

d)

Melatih kekuatan grip

27.

Gerakan "8 tidur" dalam training otak berfungsi untuk...

a)

Melatih kekuatan otot fleksor

b)

Meningkatkan tracking visual

c)

Mengintegrasikan hemisfer kanan dan kiri melalui pola gerak visual-motorik

d)

Memperbaiki postur tulang belakang

28.

Dalam orientasi realitas, penggunaan label nama, gambar, warna, dan jam terutama bertujuan untuk...

a)

Merangsang memori jangka panjang

b)

Memperbaiki kemampuan bahasa

c)

Mengurangi kecemasan akibat lingkungan asing

d)

Meningkatkan koordinasi gerak

29.

Alat evaluasi yang direkomendasikan dalam terapi modalitas lansia untuk skrining demensia adalah...

a)

GDS (Geriatric Depression Scale)

b)

MMSE (Mini Mental State Examination)

c)

MoCA

d)

HARS

30.

Menurut model kognitif Aaron Beck, depresi terutama dipahami sebagai...

a)

Konflik bawah sadar antara id dan ego

b)

Ketidakmampuan mengontrol impuls agresif

c)

Distorsi skema kognitif masa kanak-kanak

d)

Interpretasi bias dari peristiwa melalui aktivasi representasi negatif tentang diri, dunia, dan masa depan

31.

Teknik guided discovery (penemuan terpandu) terutama digunakan dalam terapi kognitif untuk...

a)

Menghapus memori trauma secara bertahap

b)

Membantu klien mengeksplorasi bukti, perspektif alternatif, dan implikasi dari keyakinannya

c)

Mengajarkan klien relaksasi mendalam

d)

Mengaktifkan emosi melalui ekspresi seni

32.

Perbedaan mendasar antara terapi psikoanalitik dan terapi kognitif adalah bahwa terapi kognitif...

a)

Berfokus pada konflik oidipal

b)

Menolak semua konsep unconscious

c)

Menekankan analisis masa lalu

d)

Berfokus pada masalah saat ini dan kognisi yang dapat diakses secara sadar

33.

Peran perawat dalam terapi kognitif yang paling erat terkait dengan pencegahan penurunan fungsi kognitif pada lansia adalah...

a)

Menentukan dosis farmakoterapi

b)

Mengatur jadwal makan klien

c)

Memberikan edukasi promosi kesehatan terkait tidur, aktivitas fisik, nutrisi, sosial, dan stimulasi kognitif

d)

Menetapkan diagnosis psikiatri

34.

Dalam perubahan kognitif lansia, aktivitas fisik meningkatkan fungsi kognitif melalui mekanisme berikut, kecuali...

a)

Meningkatkan faktor neurotropik

b)

Mengurangi agregasi plak beta-amyloid

c)

Meningkatkan vaskularisasi otak

d)

Menghambat seluruh proses penuaan sel saraf secara permanen

35.

Pendekatan “kolaboratif empirisme” dalam terapi kognitif berarti...

a)

Terapis bertindak sebagai otoritas tunggal dalam menentukan kebenaran

b)

Klien melakukan interpretasi bebas tanpa bimbingan

c)

Terapis dan klien bersama-sama menelusuri trauma masa lalu

d)

Terapis dan klien bekerja bersama sebagai “tim ilmuwan” mengevaluasi, menguji, dan memodifikasi keyakinan

36.

Dalam mekanisme brain–body connection pada senam otak, peningkatan keseimbangan, harga diri, dan kontrol diri terutama dipengaruhi oleh...

a)

Aktivasi simpatis melalui peningkatan kontraksi otot besar

b)

Dominasi hemisfer kiri dalam proses kognitif motorik

c)

Integrasi sensori melalui kombinasi gerakan, imajinasi tubuh, dan stimulasi sentuhan halus

d)

Penguatan refleks spinal melalui latihan ritmis

37.

Gerakan “Crossing the Body Midline” dalam Brain Gym berperan penting dalam pembentukan pola pikir yang utuh karena...

a)

Mengalihkan aktivitas memori deklaratif ke sistem prosedural

b)

Mengurangi penggunaan jalur neuroplastik fronto-parietal

c)

Mengintegrasikan aktivitas hemisfer kanan dan kiri sehingga memfasilitasi sinkronisasi neurologis lintas korteks

d)

Meningkatkan respon vestibular untuk mengoptimalkan kemampuan tracking visual

38.

Seorang lansia 72 tahun dengan penurunan keseimbangan ringan mengikuti sesi Brain Gym. Terapis mengamati bahwa klien tampak kesulitan mempertahankan fokus visual ketika melakukan gerakan “8 tidur” dan sering kehilangan orientasi arah di tengah latihan. Namun, kemampuan motorik tungkai tetap baik. Intervensi mana yang paling tepat ditambahkan untuk meningkatkan respons neurologis klien terhadap latihan tersebut?

a)

Meningkatkan repetisi gerakan otot besar untuk memperkuat propriosepsi

b)

Melatih pernapasan dalam sebelum aktivitas untuk meningkatkan kapasitas oksigenasi

c)

Menambahkan latihan visual scanning & tracking untuk meningkatkan integrasi hemisfer kanan-kiri sebelum melakukan “8 tidur”

d)

Mengganti gerakan dengan senam homolateral untuk mengurangi beban kognitif

39.

Seorang wanita 68 tahun merasa mudah lelah dan sering cemas ketika mengikuti sesi senam otak kelompok. Dia mengakui bahwa jika gerakan mulai kompleks (misalnya gerakan menyalin garis tengah tubuh), ia merasa sulit untuk mengoordinasikan napas dan gerakan. Pemeriksaan vital normal, dan tidak ada gangguan musculoskeletal. Tujuan utama terapi adalah meningkatkan kepercayaan diri dan kestabilan emosi. Strategi mana yang paling paling sesuai?

a)

Memusatkan latihan pada gerakan kontralateral untuk meningkatkan aktivasi otot proksimal

b)

Mengintegrasikan teknik pernapasan perut dan Hook-Ups untuk menurunkan aktivasi emosional sebelum masuk ke gerakan menyeberangi garis tengah

c)

Mengurangi jumlah sesi dan fokus hanya pada gerakan peregangan pasif

d)

Mengutamakan latihan intensitas tinggi untuk mengalihkan fokus dari kecemasan

40.

Seorang lansia mampu makan sendiri, berpakaian dengan bantuan kecil, mampu ke toilet secara mandiri, tidak dapat mandi sendiri, dapat berpindah dari kursi ke tempat tidur dengan bantuan minimal, dan kontinens BAB/BAK. Berdasarkan Katz Index, kategori kemandirian lansia tersebut adalah...

a)

Mandiri kecuali mandi dan satu fungsi lain

b)

Mandiri semuanya kecuali salah satu saja

c)

Mandiri kecuali mandi, berpakaian, dan satu fungsi lain

d)

Ketergantungan total

41.

Seorang lansia dinilai "mandiri" pada seluruh komponen ADL kecuali kontinensia (incontinent) dan berpindah, di mana ia membutuhkan bantuan penuh. Menurut sistem skoring Katz, interpretasi paling tepat adalah...

a)

Lansia tetap dikategorikan “mandiri” karena mayoritas fungsi masih dapat dilakukan

b)

Lansia termasuk kategori “mandiri kecuali mandi dan satu fungsi lain”

c)

Lansia termasuk ketergantungan total

d)

Lansia masuk kategori “mandiri kecuali mandi, berpindah, ke toilet, dan satu fungsi lain” karena kehilangan dua fungsi utama menyebabkan penurunan tingkat ADL lebih dari satu tingkat

42.

Total skornya adalah 125. Berdasarkan kategori Barthel Index yang digunakan dalam file, interpretasi paling tepat adalah...

a)

Mandiri

b)

Ketergantungan sebagian

c)

Ketergantungan total

d)

Mandiri dengan supervisi minimal

43.

Seorang lansia mengikuti MMSE. Ia menjawab benar seluruh 10 item orientasi tempat (negara, provinsi, kota, panti, wisma/alamat), tetapi hanya 3 dari 5 item orientasi waktu (tahun, musim, tanggal, hari, bulan). Ia mampu menyebutkan 5 objek saat registrasi, tetapi hanya mengingat kembali 2 objek pada tahap recall. Pada bagian perhatian (serial 7), ia hanya benar hingga tahap kedua. Bagian bahasa ia memperoleh 7/9. Skor totalnya masuk kategori...

a)

Fungsi mental baik

b)

Kerusakan fungsi mental ringan

c)

Kerusakan fungsi mental sedang

d)

Kerusakan fungsi mental berat

44.

Dalam MMSE, seorang klien mampu melakukan semua perintah kompleks pada bagian bahasa (ambil kertas → lipat dua → taruh di lantai), dapat menyalin gambar dengan tepat, dan dapat menulis satu kalimat bermakna. Namun ia gagal total pada tugas perhatian-kalkulasi (serial 7) dan recall hanya mengingat satu objek. Interpretasi paling tepat adalah...

a)

Gangguan koordinasi motorik yang memengaruhi performa pada bagian kognitif

b)

Fungsi intelektual utuh karena kemampuan bahasa yang baik

c)

Gangguan pada memori kerja dan sistem atensi meski fungsi bahasa dan konstruksi visuospasial relatif terpelihara

d)

Defisit perseptual global yang memengaruhi seluruh skor

45.

Seorang lansia menjalani SPSMQ. Ia salah menjawab item berikut: • Tanggal hari ini Tuliskan jawaban yang benar untuk tanggal hari ini.

a)

tanggal hari ini sesuai dengan waktu pengerjaan soal

b)

tanggal lahir pasien

c)

hari pertama bulan ini

d)

tanggal kemarin

46.

Berdasarkan sistem kategorisasi SPSMQ dalam file (0–3 salah = utuh; 4–5 = kerusakan ringan; 6–8 = sedang; 9–10 = berat), interpretasi paling tepat adalah...

a)

Fungsi intelektual utuh

b)

Kerusakan intelektual ringan

c)

Kerusakan intelektual sedang

d)

Kerusakan intelektual berat

47.

Seorang klien salah menjawab alamat tempat tinggal, umur, nama ibu kandung, dan kedua pertanyaan tentang presiden (sekarang & sebelumnya). Ia juga gagal pada tugas serial subtraction (20 – 3 – 3...). Namun orientasi waktu (tanggal & hari) benar. Total kesalahan = 6. Interpretasi paling tepat adalah...

a)

Kerusakan intelektual ringan karena salah kurang dari 7

b)

Kerusakan intelektual berat karena melibatkan orientasi personal

c)

Fungsi intelektual utuh

d)

Kerusakan intelektual sedang karena berada pada rentang 6–8 kesalahan

48.

Seorang lansia di ruang geriatri memiliki data berikut: - Riwayat jatuh: ya, dalam 3 bulan terakhir - Diagnosis sekunder: ada (≥1 penyakit penyerta) - Alat bantu: menggunakan walker - Terpasang infus: ya - Gait (cara berjalan): terganggu, tetapi mampu menjaga keseimbangan ringan - Status mental: menyadari keterbatasannya Skor MFS pasien ini adalah...

a)

55 (risiko tinggi)

b)

45 (risiko sedang)

c)

75 (risiko tinggi)

d)

30 (risiko rendah)

49.

Seorang pasien dinilai dengan Morse Fall Scale: ia tidak menggunakan alat bantu jalan, tidak terpasang infus, tidak memiliki riwayat jatuh, dan mentalnya tidak menyadari keterbatasan fisiknya ("overestimates abilities"). Namun pergerakan gait-nya dinilai terganggu berat: sering kehilangan keseimbangan dan memegang benda di sekitarnya. Ia memiliki dua diagnosis medis aktif. Skor total dan interpretasi risikonya adalah...

a)

25 - risiko rendah

b)

65 - risiko tinggi

c)

45 - risiko sedang

d)

30 - risiko rendah

50.

Seorang lansia dengan demensia sedang menunjukkan agitasi terutama pada sore hari (sundowning). Intervensi keperawatan paling tepat untuk mengurangi agitasi adalah...

a)

Meningkatkan stimulasi cahaya neon di seluruh ruang

b)

Memberikan tidur siang panjang agar lebih segar

c)

Menstabilkan ritme sirkadian dengan paparan cahaya pagi, aktivitas terstruktur, dan lingkungan minim rangsang di sore hari

d)

Memberikan minuman berkafein sebelum aktivitas sore

51.

Dalam penanganan delirium hiperaktif pada pasien dengan riwayat demensia, prioritas intervensi non-farmakologis terpenting adalah...

a)

Mengisolasi pasien untuk menurunkan stimulus

b)

Menghindari penggunaan kacamata dan alat bantu dengar

c)

Mengoreksi dehidrasi, mengoptimalkan tidur-bangun, dan memastikan orientasi sensorik (jam, kalender, dll)

52.

Rincian skor Morse Fall Scale: - Riwayat jatuh = 25 - Diagnosis sekunder = 15 - Alat bantu walker = 15 - Infus = 20 - Gait terganggu = 10 - Menyadari keterbatasan = 0 Total = 85, tetapi beberapa rumah sakit mengklasifikasi gait terganggu ringan sebagai 10 → 75–85 tetap kategori risiko tinggi.

a)

kategori risiko rendah

b)

kategori risiko sedang

c)

kategori risiko tinggi

53.

Pada lansia dengan disfagia orofaring akibat stroke, intervensi berikut paling efektif mencegah aspirasi saat makan adalah...

a)

Minum air putih encer sebelum setiap suapan

b)

Menggunakan teknik chin-tuck selama menelan dan memastikan posisi 90° selama serta 30 menit setelah makan

c)

Mengurangi frekuensi makan menjadi dua kali sehari

d)

Menggunakan sedotan agar cairan lebih mudah masuk

54.

Seorang pasien demensia sering wandering dan berupaya keluar ruangan. Tindakan keperawatan yang paling tepat adalah...

a)

Mengunci pintu dan membatasi akses keluar

b)

Menurunkan asupan cairan malam hari

c)

Menyediakan area berjalan aman, cue visual, dan aktivitas bermakna untuk menurunkan kebutuhan wandering berbahaya

d)

Memberikan antipsikotik pada malam hari

55.

Lansia 82 tahun dengan delirium hipokatif sedang mendapat obat antikolinergik untuk kandung kemih overaktif. Tindakan keperawatan prioritas adalah...

a)

Memantau kadar gula darah setiap 4 jam

b)

Mengidentifikasi dan meminta evaluasi penghentian obat antikolinergik yang berpotensi memperburuk delirium

c)

Mengurangi stimulasi lingkungan

d)

Meningkatkan asupan natrium

56.

Pada lansia dengan disfagia dan kelemahan unilateral, strategi makan paling tepat adalah...

a)

Memposisikan makanan di sisi lemah agar diperkuat

b)

Memposisikan makanan di sisi kuat rongga mulut untuk memfasilitasi kontrol bolus

c)

Memberikan makanan cair encer untuk mempercepat transit

d)

Menyuruh pasien menelan lebih cepat agar tidak menyimpan bolus terlalu lama

57.

Seorang lansia dengan demensia sedang sering salah menafsirkan instruksi. Strategi komunikasi paling efektif adalah...

a)

Memberikan pertanyaan terbuka untuk meningkatkan stimulasi kognitif

b)

Memberikan dua instruksi sekaligus agar efisien

c)

Menggunakan kalimat pendek, konkret, satu instruksi per langkah, dan kontak mata konsisten

d)

Mengulangi instruksi dengan nada keras setiap kali pasien bingung

58.

Pada delirium hiperaktif dengan risiko jatuh tinggi, pilihan yang paling tepat adalah...

a)

Memasang restrain fisik langsung

b)

Menyediakan ruangan gelap dan sunyi

c)

Menempatkan pasien dekat nurse station, pengawasan kontinu, mengoptimalkan analgesia, dan meminimalkan alat medis yang mengganggu

d)

Memberikan sedasi dosis tinggi

59.

Pasien dengan disfagia fase orofaring menunjukkan aspirasi pada cairan encer. Intervensi terkait tekstur yang paling tepat adalah...

a)

Memberikan cairan dingin encer

b)

Memberikan diet cair jernih

c)

Menggunakan cairan kental (nectar/honey thickened) untuk memperlambat transit bolus dan meningkatkan kontrol motorik

d)

Menghindari semua cairan

60.

Seorang pasien demensia menunjukkan onset perubahan perilaku mendadak, mengigau, dan tidak mampu mempertahankan perhatian. Prioritas utama perawat adalah...

a)

Memberikan orientasi realita setiap 15 menit

b)

Melakukan penilaian penyebab reversibel (infeksi, retensi urin, hipoksia, dehidrasi, obat) sebelum menilai progresi demensia

c)

Menurunkan aktivitas fisik untuk mengurangi agitasi

d)

Meningkatkan stimulasi kognitif intensif

61.

Dalam penilaian kognitif, jika seorang klien mampu mengingat 4 dari 5 objek pada tahap registrasi tetapi hanya dapat mengingat 1 objek pada tahap recall, kategori kerusakan fungsi mental yang paling tepat adalah...

a)

Fungsi mental baik

b)

Kerusakan fungsi mental ringan

c)

Kerusakan fungsi mental berat

d)

Kerusakan fungsi mental sedang

62.

Manakah dari berikut ini yang merupakan intervensi yang paling tepat untuk meningkatkan kualitas hidup lansia dengan demensia?

a)

Fokus pada pengobatan medis tanpa terapi tambahan

b)

Menjaga jarak dari interaksi sosial untuk mengurangi stres

c)

Mendorong partisipasi dalam aktivitas sosial dan rekreasi

d)

Memberikan obat penenang secara rutin

63.

Seorang pasien lansia menunjukkan gejala kebingungan dan kesulitan dalam berkomunikasi. Terapi mana yang paling sesuai untuk membantu pasien tersebut?

a)

Terapi okupasi

b)

Terapi bicara

c)

Terapi fisik

d)

Terapi seni

64.

Seorang lansia berusia 75 tahun mengalami kesulitan dalam mengingat nama-nama anggota keluarganya. Dalam sesi terapi kognitif, intervensi mana yang paling tepat untuk membantu meningkatkan ingatan klien terhadap nama-nama tersebut?

a)

Melakukan permainan memori dengan kartu

b)

Memberikan latihan fisik ringan sebelum sesi terapi

c)

Mengajarkan teknik relaksasi untuk mengurangi kecemasan

d)

Menggunakan foto anggota keluarga dan menyebutkan nama mereka secara berulang

65.

Seorang pasien dengan demensia menunjukkan perilaku agresif saat berada di lingkungan baru. Intervensi keperawatan yang paling tepat untuk mengurangi perilaku ini adalah...

a)

Menciptakan lingkungan yang familiar dan nyaman bagi pasien

b)

Menjauhkan pasien dari lingkungan baru sepenuhnya

c)

Menggunakan pendekatan yang lebih tegas untuk mengontrol perilaku

d)

Memberikan obat penenang untuk menenangkan pasien

66.

Dalam terapi seni, penggunaan kolase dapat membantu lansia untuk...

a)

Meningkatkan keterampilan motorik kasar

b)

Mengekspresikan pengalaman hidup dan emosi mereka

c)

Belajar tentang sejarah seni

d)

Meningkatkan kemampuan berbahasa