NEW
Font size
WorksheetsKisi AAS XII
Total questions: 65
Worksheet time: 2hrs 26mins
Tekanan uap jenuh suatu pelarut pada suhu 25 C adalah 80 mmHg dan fraksi mol zat terlarut 0,6, maka tekanan uap larutan adalah ....
80 mmHg
48 mmHg
32 mmHg
128 mmHg
64 mmHg
Jika ke dalam 200 gram air dilarutkan 8 gram zat X non elektrolit, maka penurunan titik beku larutan adalah ...(kf = 1,86, Mr X = 40)
0,93
1,86
3,72
0,186
0,93
Kenaikan titik didih 2 gram larutan NaOH yang dilarutkan dalam 200 gram air adalah ... (Kb air = 0,52, i = 2)
0,26
0,52
0,026
0,052
100,26
Suatu larutan terdiri atas 0,02 mol zat terlarut dan 0,08 mol zat pelarut. Fraksi mol zat terlarut adalah ...
0,2
0,4
0,6
0,9
1
Massa molekul relatif dari CaOH adalah ...(Ar Ca = 40, H = 1, O =16)
24
40
45
56
57
Sifat Koligatif Larutan adalah
sifat-sifat yang hanya bergantung pada jumlah partikel zat terlarut
sifat-sifat yang hanya bergantung pada jumlah larutan
sifat-sifat yang tidak bergantung pada jumlah pelarut
sifat-sifat yang tidak bergantung pada jumlah zat terlarut
sifat-sifat yang hanya bergantung pada jumlah pelarut dan zat terlarut
Berikut ini merupakan sifat koligatif larutan kecuali ...
Penurunan Tekanan Uap
Penurunan Titik Didih
Penurunan Titik Beku
Kenaikan Titik Didih
Tekanan Osmotik
Dari grafik tersebut, yang menunjukkan Δ Tf adalah .......
G - H
I - J
B - E
C - E
D - F
Dalam keadaan normal titik beku larutan urea dalam air pada konsentrasi tertentu -2oC , maka titik didihnya adalah… (Kb= 0,520C/m dan Kf = 1,860C/m)
100,56 oC
100,62 oC
100,76 oC
101,08 oC
102,00 oC
Dalam keadaan normal titik didih larutan NaCl dalam air pada konsentrasi tertentu 101,040 C, maka titik bekunya adalah….(Kf = 1,860C/m, Kb = 0,520 C/m)
– 0,52 oC
– 1,04 oC
– 2,08 oC
– 3,72 oC
– 6,54 oC
Diketahui mol zat terlarut adalah 0,1 mol dan mol pelarut adalah 0,4 mol. Fraksi mol zat terlarut adalah ....
0,5
0,4
0,3
0,2
0,1
Rumus molalitas yang benar adalah .....
Mrgr x mL1000
Mrgr x massa pelarut1000
Mrgr x L1000
Mrgr x massa terlarut1000
Mrgr x mg1000
Penerapan sifat koligatif larutan berupa tekanan osmotik dalam kehidupan sehari-hari yang tepat adalah ...
penyulingan fraksi-fraksi minyak bumi
penambahan etilen glikol pada radiator mobil
penggunaan garam CaCl2 untuk mencairkan salju
penggunaan garam dapur untuk membasmi lintah dan keong sawah
pembuatan campuran pendingin sebagai bahan pembuat es putar
Titik didih larutan glukosa lebih rendah dari pada titik didih larutan garam. Hal ini dikarenakan ......
larutan garam merupakan larutan elektrolit
larutan glukosa merupakan larutan elektrolit
larutan garam lebih pekat konsentrasinya dari pada larutan glukosa
larutan glukosa memiliki tekanan osmotik lebih tinggi dari larutan garam
larutan glukosa bersifat lebih polar dari larutan garam
Larutan yang paling mudah menguap adalah ....
I
II
III
IV
V
Rumus tersebut digunakan dalam perhitungan ....
penurunan tekanan uap larutan nonelektrolit
penurunan titik beku larutan elektrolit
kenaikan tekanan uap larutan elektrolit
kenaikan titik didih larutan nonelektrolit
tekanan osmotik larutan nonelektrolit
Apa yang dimaksud dengan penurunan titik beku larutan?
Penurunan titik beku larutan terjadi ketika suhu meningkat.
Penurunan titik beku larutan adalah peningkatan titik beku pelarut murni.
Penurunan titik beku larutan adalah proses penguapan pelarut.
Penurunan titik beku larutan adalah fenomena di mana titik beku larutan lebih rendah daripada titik beku pelarut murni akibat penambahan zat terlarut.
Jelaskan bagaimana kenaikan titik didih larutan terjadi!
Kenaikan titik didih larutan terjadi karena peningkatan suhu pelarut.
Kenaikan titik didih larutan disebabkan oleh pengurangan jumlah solut.
Kenaikan titik didih larutan disebabkan oleh penurunan tekanan atmosfer.
Kenaikan titik didih larutan disebabkan oleh penambahan solut yang mengganggu penguapan pelarut.
A. Pada panci presto titik didih air lebih tinggi daripada panci biasa
B. Pada panci presto terdapat tekanan uap air yang terisolasi
C. Pada panci presto memiliki sistem terbuka sehingga uap mudah terlepas ke udara
D. Pada panci biasa terdapat uap air yang lebih banyak daripada pada panci presto
E. Panci biasa penghantar panas yang buruk jika dibandingkan panci presto
CuO + H2 → Cu + H2O
Yang bertindak sebagai Oksidator adalah …
COOH
CuO
H2O
Cu
MnO2 + 4HCl → MnCl2 + 2H2O + Cl2
Yang bertindak sebagai Reduktor adalah . . .
HCl
MnCl2
MnO2
2H2O
Bilangan oksidasi atom Cl tertinggi di antara senyawa berikut adalah …
CaO2
KClO
KCl
KClO3
1. Perubahan bilangan oksidasi atom Mn pada reaksi : MnO2 + HCl ---> MnCl2 + H2O + Cl2 adalah……….
+4 menjadi +2
+4 menjadi +6
tetap, tidak berubah
+2 menjadi +4
Tentukan bilangan oksidasi H pada H2O
-1
+1
0
-2
Reaksi reduksi yaitu ... .
reaksi yang terjadi karena penurunan biloks
reaksi yang terjadi karena kenaikan biloks
reaksi yang terjadi ketika ada biloks yang naik dan turun
reaksi yang terjadi ketika biloks tetap
Reaksi berikut yang merupakan reaksi redoks adalah ….
HCl + NaOH→ NaCl + H2O
Ca(OH)2 +H2SO4 → CaSO4 + 2H2O
2Al + 6HCl → 2AlCl3 + 3H2
MgCl2 + Na2SO4 → 2NaCl +MgSO4
Reaksi klorin dengan basa membentuk klorida dan hipoklorit menurut reaksi:
Cl2(g) + 2NaOH (aq) → NaCl (aq) + NaClO (aq) + H2O (l)
Zat yang mengalami reaksi autoredoks beserta perubahan bilangan oksidasinya adalah .…
Cl2 dari -1 menjadi +1 dan 0
Cl2 dari +1 menjadi -1 dan 0
NaOH dari 0 menjadi -1 dan +1
NaOH dari -1 menjadi +1 dan 0
Cl2 dari 0 menjadi -1 dan +1
Diketahui E0
Zn2+ | Zn = -0,76 volt
Fe2+ | Fe = -0,44 volt
Pb2+ | Pb = -0,13 volt
Cu2+ | Cu = +0,34 volt
Ag2+ | Ag = +0,80 volt
Diagram sel yang berlangsung spontan adalah …
Cu2+ | Cu || Zn2+ | Zn
Ag2+ | Ag || Fe2+ | Fe
Ag2+ | Ag || Zn2+ | Zn
Pb2+ | Pb || Cu2+ | Cu
Pb2+ | Pb || Zn2+ | Zn
Persamaan reaksi redoks:
a ClO− + Bi2O3 + b OH− → c Cl− + d BiO3− + H2O
Harga koefisien a, b, c, dan d adalah ….
2, 2, 2, dan 3
3, 3, 3, dan 2
2, 1, 2, dan 2
2, 2, 2, dan 2
2, 2, 1, dan 2
a Cr2O7 (aq) + b C2O42- (aq) + c H+ → d Cr3+ (aq) + e CO2 (g) + f H2O (l)
setelah disetarakan mempunyai harga a, b, d, e berturut-turut....
1, 3, 1, 6
1, 3, 2, 6
2, 3, 2, 6
2, 3, 2, 3
6, 2, 3, 1
Penulisan notasi sel sesuai dengan gambar berikut
Zn│Zn2+║Ag+│Ag
Zn2+│Zn║ Ag│Ag+
Ag│Ag+║ Zn2+│Zn
Ag│Ag+║ Zn│Zn2+
Ag+│Ag║ Zn2+│Zn
Jika reaksi:
Cu2+(aq) + NO(g) → Cu(s) + NO3–(aq) (belum setara) dilengkapi maka persamaan reaksi itu akan mengandung ....
10 H+ dan 5 H2O
8 OH– dan 4 H2O
8 H+ dan 4 H2O
4 OH– dan 2 H2O
4 H+ dan 2 H2O
Perhatikan persamaan reaksi reduksi berikut.
p IO3–(aq) + q H+ + r e– → s I2(s) + t H2O(l)
Nilai p, q, r, s, t di atas berturut-turut adalah ….
1, 6, 5, 1, 3
1, 12, 10, 1, 6
2, 12, 10, 1, 12
2, 12, 10, 1, 6
1, 5, 6, 1, 3
Reaksi redoks yang sudah mengalami penyetaraan ialah ….
ClO– (aq) + Cl- (aq) + H+ (aq) → H2O (l) + Cl2 (g)
AgOH (s) + H+ (aq) → Ag2+(aq) + H2O (l)
MnO2 (s) + 4H+ (aq) + 2Cl– (aq) → Mn2+ (aq) + 2H2O (l) + Cl2 (g)
Al2O3 (s) + C (s) → Al (s) + CO2 (g)
Diantara reaksi-reaksi dibawah ini yang merupakan reaksi redoks adalah . . .
AgNO3 (aq) + NaCl (aq) → AgCl (s) + NaNO3 (Aq)
2KI (aq) + Cl2 (aq) → I2 (s) + 2KCI (aq)
NH3 (aq) + H2O (l) → NH4+ (aq) + OH– (aq)
NH3 (aq) + H2O (l) → NH4+ (aq) + OH– (aq)
Zn2+ + 2e → Zn E° = – 0,76 volt
Cu2+ + 2e → Cu E° = + 0,34 volt
Potensial sel untuk reaksi Zn + Cu2+ → Zn2+ + Cu adalah ...
+0,42 volt
-0,42 volt
+1,10 volt
-1,10 volt
+1,11 volt
Reaksi yang terjadi pada sel volta
Cu→Cu2++2e
Cu→Cu2++2e
Cu +Cr →Cu2++Cr3+
Cu+Cr3+→Cu2++Cr
Cu2+ + Cr → Cu + Cr3+
Diketahui potensial elektrode :
Cr3+(aq) + 3 e → Cr(s) Eø = - 0,71 volt
Ag+(aq) + e → Ag(s) Eø = + 0,80 volt
Al3+ (aq) + 3 e → Al(s) Eø = - 1,66 volt
Pt2+(aq) + 2 e → Pt(s) Eø = + 1,50 volt
Zn2+(aq) + 2 e → Zn(s) Eø = - 0,74 volt
Reaksi – reaksi berikut berlangsung spontan, kecuali ....
Zn2+(aq) + Pt(s) → Pt2+(aq) + Zn(s)
Cr3+(aq) + Ag(s) → Ag+(aq) + Cr(s)
Al3+(aq) + Cr(s) → Cr3+(aq) + Al(s)
Ag+(aq) + Pt(s) → Pt2+(aq) + Ag(s)
Cr3+(aq) + Al(s) → Al3+(aq) + Cr(s)
Diketahui data potensial standar berikut :
Zn2+(aq) + 2 e → Zn(s) E° = - 0,76 volt
Cu2+(aq) + 2 e → Cu(s) E° = + 0,34 volt
Mg2+(aq) + 2 e → Mg(s) E° = - 2,34 volt
Cr3+(aq) + 2 e → Cr(s) E° = - 0,74 volt
Harga potensial sel yang paling besar terdapat pada ....
Zn/Zn2+(aq)//Cu2+(aq)/Cu
Cr/Cr3+(aq)//Cu2+(aq)/Cu
Zn/Zn2+(aq)//Cr3+(aq)/Cr
Mg/Mg2+(aq)//Cu2+(aq)/Cu
Mg/Mg2+(aq)//Cr3+(aq)/Cr
Jika diketahui :
Zn2+ + 2 e → Zn Eo = - 0,76 Volt
Cu2+ + 2 e → Cu Eo = + 0,34 Volt,
Pernyataan yang tidak tepat dan berhubungan dengan kedua elektrode adalah ....
logam Cu lebih sukar teroksidasi dari pada logam Z
pada sel yang dibentuk oleh kedua elektrode tersebut, logam Zn merupakan elektrode negatif
pada sel yang dibentuk oleh kedua elektrode tersebut, logam Cu merupakan elektrode positif
potensial yang dibentuk oleh kedua elektrode tersebut adalah 1,10 Volt
ion Zn2+lebih mudah tereduksi dibanding dengan ion Cu2+
Bila diketahui :
Ni + Fe2+ --> Ni2+ + Fe E0 = - 0,19 volt
Al3+ + 3e --> Al E0 = - 1,66 volt
Fe2+ + 2e --> Fe E0 = - 0,44 volt
maka potensial sel standar untuk reaksi:
2 Al + 3 Ni2+ --> 2 Al3+ + 3 Ni, adalah ....
+ 0,91 volt
+ 1,41 volt
+ 2,29 volt
+ 2,57 volt
+ 4,07 volt
Diketahui potensial elektrode dari :
Al3+ + 3e ↔ Al E° = -1,66 Volt
Zn2+ + 2e ↔ Zn E° = -0,76 Volt
Reaksi redoks
2Al(s) + 3Zn2+(aq) ↔ 2Al3+(aq) + 3Zn(s)
menghasilkan potensial sel sebesar … .
+ 0,90 Volt
– 0,90 Volt
+ 1,04 Volt
– 1,04 Volt
+ 2,42 Volt
Perhatikan pernyataaan berikut :
1. Sel yang mengubah energi listrik menjadi energi kimia
2. Sel yang mengubah energi kimia menjadi energi listrik
3. Anoda tempat terjadi oksidasi
4. Katoda kutub positif
5. Katoda kutub negatif
Yang termasuk ciri sel elektrolisis adalah...
1, 3, 4
1, 3, 5
2, 3, 4
2, 3, 5
1, 2, 3
Didalam Elektrolisis Digunakan 2 buah elektroda yang bermuatan, pernyataan ini yang benar
Katoda bermuatan Positif dan Anoda bermuatan Netral
Katoda bermuatan Negatif dan Anoda bermuatan Netral
Katoda bermuatan Negatif dan Anoda bermuatan Positif
Katoda bermuatan Netral dan Anoda bermuatan Negatif
Katoda bermuatan positif dan anoda bermuatan negatif
Elektrolisis adalah proses perubahan dari...
Reaksi Kimia menjadi Energi listrik
Energi Listrik menjadi reaksi Kimia
Energi Listrik menjadi oksidasi
Energi Listrik menjadi reduksi
Reaksi reduksi menjadi energi listrik
elektroda mempunyai sifat inert yang artinya
tidak dapat berekasi
bertransformasi
bereaksi
beraksi
Dibawah ini yang termasuk dalam elektroda inert yaitu ....
Au, Ca, Pt
C, Pt, Cu
Pt, C, Au
Pt, Au, Fe
Jika diketahui :
Zn+2 / Zn Eo = –0, 76 Volt
Cu+2 / Cu Eo = +0,34 Volt
Maka besarnya potensial sel (Eo sel) Volta tersebut adalah ...
–0,42 Volt
–1,10 Volt
+0,42 Volt
+1,10 Volt
+11,0 Volt
Diketahui data potensial reduksi standar :
Zn2+ + 2e → Zn Eo = -0,76 V
Mg2+ + 2e → Mg Eo = -2,38 V
Cu2+ + 2e → Cu Eo = +0,34 V
Notasi sel yang dapat berlangsung spontan adalah....
Fe |Fe2+ ||Zn2+ |Zn
Zn |Zn2+ ||Mg2+ |Mg
Cu |Cu2+ ||Zn2+ |Zn
Cu |Cu2+ ||Fe2+ |Fe
Mg |Mg2+ ||Cu2+ |Cu
Perhatikan data persamaan reaksi di bawah ini!
Al3+(aq) + 3e ---> Al(s) Eo = -1,66 volt
Zn2+(aq) + 2e ---> Zn(s) Eo = -0,76 volt
Notasi sel yang mungkin adalah ....
Zn/Zn2+//Al3+/Al
Al3+/Al//Zn/Zn2+
Al/Al3+//Zn2+/Zn
Zn2+/Zn//Al3+/Al
Al/Al3+//Zn/Zn2+
Perhatikan pernyataaan berikut :
1. Sel yang mengubah energi listrik menjadi energi kimia
2. Sel yang mengubah energi kimia menjadi energi listrik
3. Anoda tempat terjadi oksidasi
4. Katoda kutub positif
5. Katoda kutub negatif
Yang termasuk ciri sel elektrolisis adalah...
1, 3, 4
1, 3, 5
2, 3, 4
2, 3, 5
1, 2, 3
Dari data E0 :
Zn2+ / Zn = - 0,76 volt
F2 / 2F– = +3,63 volt
Fe2+ / Fe = - 0,44 volt
Ag+/Ag =+0,83 volt
Ca2+/ Ca = - 2,8 volt
E sel yang paling kecil terdapat pada reaksi redoks …
Ca + Ag+ → Ca2+ + Ag
Ca + F2 → Ca2 ++ 2F –
Fe + Ca2+ → Fe2+ + Ca
Zn + F2 → Zn2+ + 2F –
Zn + Fe2+ → Fe + Zn2+
Zn2+ + 2e → Zn E° = – 0,76 volt
Cu2+ + 2e → Cu E° = + 0,34 volt
Potensial sel untuk reaksi Zn + Cu2+ → Zn2+ + Cu adalah ...
+0,42 volt
-0,42 volt
+1,10 volt
-1,10 volt
+1,11 volt
Perlindungan korosi yang paling tepat dilakukan untuk melindungi logam pada bagian mesin yang berputar adalah ….
mengecat
melumuri dengan oli
perlindungan katodik
dibuat paduan logam
dibalut dengan emas
Apa fungsi utama dari sel volta dalam kehidupan sehari-hari?
Nilai bilangan okidasi dari S didalam Na2SO3 adalah . . .
+4
+5
+6
+7
+8
Perhatikan pernyataan berikut.
(1) pengikatan oksigen
(2) pelepasan oksigen
(3) pelepasan elektron
(4) penyerapan elektron
(5) pertambahan bilangan oksidasi
(6) penurunan bilangan oksidasi
Pernyataan yang sesuai dengan konsep reaksi oksidasi ditunjukkan oleh nomor ....
(1), (3), dan (6)
(1), (2), dan (4)
(1), (3), dan (5)
(2), (3), dan (5)
(2), (4), dan (6)
Perhatikan reaksi berikut :
ClO4− + Mn2+ → MnO2 + Cl2O5
Perubahan biloks yang terjadi pada unsur Cl pada reaksi di atas adalah....
+7 menjadi +5
+7 menjadi +3
+5 menjadi +7
+5 menjadi +6
+5 menjadi +3
Bilangan oksidasi Mn pada MnO4- adalah....
+2
+3
+4
+6
+7
Persamaan reaksi redoks:
aFe2+ + bMnO4- + cH+ → Fe3+ + Mn2+ + dH2O
Harga koefisien a, b, c, dan d berturut-turut adalah ....
5, 1,4, dan 2
5, 1,8, dan 4
5, 1,4, dan 8
5, 1,2, dan 4
4, 8,1, dan 5
a Cr2O72- (aq) + b C2O42- (aq) + c H+ → d Cr3+ (aq) + e CO2 (g) + f H2O (l)
setelah disetarakan mempunyai harga a, b, d, e berturut-turut....
1, 3, 1, 6
1, 3, 2, 6
2, 3, 2, 6
2, 3, 2, 3
Reaksi ion permanganat dan ion oksalat dalam larutan basa memiliki persamaan berikut.
MnO4– (aq) + C2O42–(aq) ⎯⎯→ MnO2(s) + CO32–(aq)
Jika persamaan ini disetarakan, jumlah ion OH– yang dibentuk adalah ….
nol
dua di kanan
dua di kiri
empat di kanan
empat di kiri
Reaksi oksidasi yang benar adalah . . . .
Mg(s) + 2 e– --> Mg2+(aq)
Na(s) --> Na2+(aq) + 2 e–
Cu(s) + 2 e– --> Cu2+(aq)
Al(s) --> Al3+(aq) + 3 e–
Ca(s) --> Ca3+(aq) + 3 e–
Setengah reaksi reduksi NO3– menjadi N2O adalah sebagai berikut.
a NO3–(aq) + b H+ + 8 e– ⎯⎯→ c N2O(g) + d H2O(l)
Nilai a dan b yang cocok adalah ….
2, 5
2, 10
, 1, 4
1, 5
3, 5
Reaksi ion permanganat dan ion oksalat dalam larutan basa memiliki persamaan berikut.
MnO4– (aq) + C2O42–(aq) ⎯⎯→ MnO2(s) + CO32–(aq)
Jika persamaan ini disetarakan, jumlah ion OH– yang dibentuk adalah ….
nol
dua di kanan
dua di kiri
empat di kanan
empat di kiri
