wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Biofarmasetika

Total questions: 60

Worksheet time: 30mins

Name
Class
Date
1.

Manakah pernyataan di bawah ini yang paling tepat mendefinisikan ruang lingkup keilmuan Biofarmasetika?

a)

Ilmu yang mempelajari hubungan sifat fisikokimia formulasi obat terhadap bioavailabilitas dan penghantaran obat dalam tubuh.

b)

Ilmu yang berfokus semata-mata pada efek toksik obat terhadap jaringan tubuh manusia.

c)

Ilmu yang mengatur regulasi harga dan distribusi obat di pasaran.

d)

Ilmu yang mempelajari teknik sintesis kimia bahan baku obat murni.

e)

Ilmu yang mempelajari interaksi obat dengan reseptor tanpa mempedulikan bentuk sediaannya.

2.

Urutkanlah tiga fase perjalanan obat di dalam tubuh yang benar dari awal pemberian hingga timbulnya respons klinis:

a)

Fase Farmakodinamik → Fase Biofarmasetik → Fase Farmakokinetik

b)

Fase Biofarmasetik → Fase Farmakokinetik → Fase Farmakodinamik

c)

Fase Farmakokinetik → Fase Biofarmasetik → Fase Farmakodinamik

d)

Fase Biofarmasetik → Fase Farmakodinamik → Fase Farmakokinetik

e)

Fase Farmakokinetik → Fase Farmakodinamik → Fase Biofarmasetik

3.

Pemberian obat secara oral seringkali hanya memberikan bioavailabilitas kurang dari 100% (kurang dari dosis yang diberikan). Sebab: Obat yang diberikan per oral dapat mengalami first-pass metabolism di dinding usus dan hati sebelum mencapai sirkulasi sistemik.

a)

Pernyataan dan Alasan keduanya salah.

b)

Pernyataan benar, Alasan benar, tetapi keduanya TIDAK menunjukkan hubungan sebab akibat.

c)

Pernyataan benar, Alasan salah.

d)

Pernyataan benar, Alasan benar, dan keduanya menunjukkan hubungan sebab akibat.

e)

Pernyataan salah, Alasan salah.

4.

Dalam Fase Biofarmasetik, proses manakah yang terjadi sebelum disolusi (pelarutan) zat aktif, terutama pada sediaan padat?

a)

a. Ekskresi

b)

b. Liberasi

c)

c. Metabolisme

d)

d. Distribusi

e)

e. Absorpsi

5.

Pernyataan: Sifat fisikokimia obat (seperti kelarutan) dan formulasi sediaan tidak mempengaruhi respons klinis pada pasien. Alasan: Respons klinis hanya ditentukan oleh dosis obat yang diberikan dokter.

a)

Pernyataan salah, Alasan benar.

b)

Pernyataan benar, Alasan benar.

c)

Pernyataan benar, Alasan salah.

d)

Pernyataan benar tetapi tidak berhubungan dengan alasan.

e)

Pernyataan salah, Alasan salah.

6.

Dalam proses absorpsi obat per oral, ukuran partikel memegang peranan penting sesuai dengan Hukum Noyes-Whitney. Manakah pernyataan berikut yang BENAR mengenai hubungan antara ukuran partikel dan laju absorpsi?

a)

Peningkatan ukuran partikel akan mempercepat waktu pengosongan lambung.

b)

Pengecilan ukuran partikel menurunkan luas permukaan efektif sehingga menurunkan laju disolusi

c)

Pengecilan ukuran partikel meningkatkan viskositas medium sehingga menghambat laju difusi

d)

Ukuran partikel tidak berpengaruh pada obat yang bersifat lipofilik tinggi

e)

Pengecilan ukuran partikel meningkatkan luas permukaan efektif sehingga meningkatkan laju disolusi

7.

Seorang pasien mengonsumsi antibiotik Tetrasiklin bersamaan dengan segelas susu. Apa AKIBAT yang paling mungkin terjadi pada profil farmakokinetik obat tersebut?

a)

Absorpsi tidak berubah karena tetrasiklin diserap di usus halus.

b)

Ekskresi ginjal dipercepat karena perubahan pH urin.

c)

Metabolisme lintas pertama (first-pass) meningkat karena induksi enzim oleh protein susu

d)

Absorpsi menurun akibat pembentukan kompleks kelat yang tidak larut antara Tetrasiklin dan Kalsium.

e)

Absorpsi meningkat karena susu menetralkan asam lambung.

8.

Usus halus merupakan tempat utama absorpsi sebagian besar obat oral. Apa PENYEBAB (alasan) anatomi-fisiologi utama yang mendasari fakta tersebut?

a)

pH usus halus yang sangat asam memudahkan obat terionisasi.

b)

Waktu transit di usus halus sangat singkat sehingga obat cepat masuk darah.

c)

Tidak adanya enzim pemetabolisme di dinding usus halus.

d)

Adanya vili dan mikrovili yang menghasilkan luas permukaan absorpsi sangat besar.

e)

Usus halus tidak memiliki lapisan mukus yang menghalangi obat.

9.

Urutkan rute pemberian berikut berdasarkan ONSET (mula kerja) obat dari yang paling CEPAT ke yang paling LAMBAT (secara umum):

a)

SC → IV → IM → oral

b)

IV → IM → SC → Oral

c)

IV → SC → IM → Oral

d)

Oral → Rektal → IM → IV

e)

IM → IV → Oral → SC

10.

Mengapa sediaan tablet Nitrogilserin untuk angina pektoris lebih efektif diberikan secara SUBLINGUAL dibandingkan Oral (ditelan)?

a)

Karena obat bersifat asam kuat sehingga rusak di pH basa usus.

b)

Untuk menghindari First-Pass Metabolism (metabolisme lintas pertama) di hati.

c)

Karena mukosa sublingual lebih tebal sehingga pelepasan obat perlahan (sustained release).

d)

Untuk menghindari iritasi lambung yang parah.

e)

Karena area sublingual memiliki pH yang sangat asam yang mengaktifkan obat.

11.

Manakah pernyataan yang BENAR mengenai perbedaan rute Bukal dan Sublingual?

a)

Rute bukal mengalami first-pass effect yang besar, sedangkan sublingual tidak.

b)

Rute bukal memiliki onset lebih cepat karena mukosanya lebih tipis dari sublingual.

c)

Rute sublingual melibatkan penyerapan melalui kulit luar pipi.

d)

Rute bukal memiliki absorpsi yang lebih lambat namun cocok untuk terapi jangka panjang/stabil

e)

Rute sublingual lebih cocok untuk sediaan sustained release (lepas lambat).

12.

Pada pemberian obat secara Intramuskular (IM), faktor apa yang menyebabkan absorpsi pada otot deltoid (lengan atas) umumnya lebih cepat dibandingkan gluteus (bokong)?

a)

Jarak otot deltoid lebih dekat ke jantung.

b)

Otot deltoid lebih sering berkontraksi secara involunter.

c)

Otot gluteus memiliki pH yang lebih asam.

d)

Otot deltoid memiliki aliran darah (vaskularisasi) yang lebih tinggi.

e)

Otot deltoid memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi.

13.

Apa fungsi utama Stratum Corneum dalam kaitannya dengan sediaan Transdermal?

a)

Menghasilkan cairan yang melarutkan obat patch.

b)

Memetabolisme obat sebelum masuk ke dermis.

c)

Sebagai depot penyimpanan obat hidrofilik.

d)

Menjadi penghalang (barrier) utama dan penentu laju absorpsi (rate-limiting step).

e)

Mempercepat transportasi aktif obat ke pembuluh darah.

14.

Dalam konteks absorpsi obat asam lemah (contoh: Aspirin), manakah pernyataan berikut yang BENAR berdasarkan hipotesis pH-partisi?

a)

Pada pH lambung (asam), aspirin terionisasi sempurna sehingga mudah diserap.

b)

Derajat ionisasi tidak berpengaruh pada absorpsi pasif.

c)

Pada pH lambung (asam), aspirin berada dalam bentuk tak terionisasi sehingga mudah menembus membran.

d)

Aspirin hanya dapat diserap melalui transpor aktif di usus.

e)

Pada pH usus (basa), aspirin menjadi tak terionisasi dan absorpsi meningkat.

15.

Manakah kondisi patofisiologis di bawah ini yang akan MENURUNKAN laju absorpsi obat yang diberikan secara oral?

a)

Peningkatan waktu transit usus (motilitas menurun, kontak lebih lama).

b)

Konsumsi air putih yang banyak bersama obat.

c)

Peningkatan aliran darah splanknik (menuju usus).

d)

Gagal jantung kongestif (CHF) yang menyebabkan edema usus dan penurunan aliran darah.

e)

Kenaikan pH lambung pada obat basa lemah.

16.

Manakah pernyataan berikut yang paling tepat mengenai definisi 'Absorpsi' dalam konteks biofarmasetika?

a)

Perubahan struktur kimia obat oleh enzim hati.

b)

Proses pemecahan tablet menjadi granul-granul kecil.

c)

Eliminasi obat dari tubuh melalui ginjal atau empedu.

d)

Perpindahan zat aktif dari sirkulasi sistemik menuju jaringan target.

e)

Perpindahan zat dari lokasi pemberian masuk ke dalam sirkulasi darah atau limfa.

17.

Dalam persamaan Noyes-Whitney, faktor manakah yang berbanding lurus dengan laju disolusi (dC/dt)?

a)

Ketebalan lapisan difusi

b)

Luas permukaan

c)

Viskositas medium

d)

Ukuran partikel

e)

Volume medium pelarut

18.

Pernyataan: Obat yang bersifat asam lemah akan diabsorpsi dengan baik di lambung. Alasan:

Pada pH lambung yang asam (pH 1-3), obat asam lemah akan berada dalam bentuk tak terionisasi yang lebih mudah menembus membran lipid.

a)

Pernyataan salah, Alasan benar.

b)

Pernyataan dan Alasan keduanya salah.

c)

Pernyataan benar, Alasan benar, dan keduanya berhubungan sebab-akibat.

d)

Pernyataan benar, Alasan benar, tetapi tidak berhubungan.

e)

Pernyataan benar, Alasan salah.

19.

Urutan proses perjalanan obat sediaan padat (tablet) yang benar sebelum mencapai sirkulasi sistemik:

a)

Disintegrasi → Disolusi → Permeasi → sistemik

b)

Disintegrasi → Permeasi → Disolusi → Sistemik

c)

Disolusi → Disintegrasi → permeasi → Sistemik

d)

Absorpsi → Disintegrasi → Disolusi → Permeasi

e)

Permeasi → Disintegrasi → Disolusi → Masuk Darah

20.

Manakah transporter berikut yang berfungsi sebagai *efflux pump* (mengeluarkan obat dari sel kembali ke lumen usus) sehingga dapat menurunkan bioavailabilitas obat?

a)

OATP (Organic Anion Transporting Polypeptide)

b)

PEPT1 (Peptide Transporter 1)

c)

Na+/K+ ATPase

d)

P-glycoprotein (P-gp / MDR1)

e)

GLUT (Glucose Transporter)

21.

Berdasarkan teori pH-partisi, obat yang bersifat asam lemah akan lebih mudah diabsorpsi pada kondisi lingkungan yang:

a)

Memiliki pH sama dengan pKa obat

b)

Memiliki pH jauh di atas pKa obat

c)

pH netral

d)

pH basa

e)

pH asam

22.

Manakah pernyataan berikut yang benar mengenai pengaruh bentuk amorf dan kristal terhadap kelarutan obat?

a)

Bentuk kristal lebih tidak stabil secara termodinamika

b)

Bentuk amorf memiliki kelarutan lebih tinggi daripada bentuk kristal

c)

Bentuk amorf memerlukan energi lebih besar untuk melarut

d)

Keduanya memiliki kelarutan yang sama persis

e)

Bentuk kristal memiliki kelarutan lebih tinggi daripada bentuk amorf

23.

Apa yang dimaksud dengan 'Rate Limiting Step' (RLS) dalam proses absorpsi obat?

a)

Tahapan yang paling cepat dalam proses absorpsi

b)

Tahapan metabolisme obat di hati

c)

Tahapan ekskresi obat melalui ginjal

d)

Tahapan dengan laju paling lambat

e)

Tahapan ikatan obat dengan protein plasma

24.

Menurut sistem klasifikasi BCS (Biopharmaceutics Classification System), obat Kelas II memiliki karakteristik:

a)

Kelarutan Rendah, Permeabilitas Tinggi

b)

Kelarutan Rendah, Permeabilitas Rendah

c)

Kelarutan Tinggi, Permeabilitas Tinggi

d)

Kelarutan Tinggi, Permeabilitas Rendah

25.

Faktor fisiologis apa yang paling signifikan menyebabkan usus halus menjadi tempat absorpsi utama obat?

a)

Tidak adanya bakteri usus

b)

Gerakan peristaltik yang cepat

c)

Luas permukaan tinggi

d)

pH yang sangat asam

e)

Adanya enzim pencernaan protein

26.

Pada persamaan Noyes-Whitney mengenai laju disolusi, dC/dt = DS(Cs-C)/h variabel 'S' melambangkan:

a)

Ketebalan lapisan difusi

b)

Luas permukaan partikel zat padat

c)

Kelarutan jenuh obat

d)

Koefisien difusi

e)

Konsentrasi obat dalam pelarut

27.

P-glikoprotein (P-gp) yang terdapat pada membran sel epitel usus berperan dalam:

a)

Memetabolisme obat menjadi bentuk tidak aktif

b)

Meningkatkan absorpsi obat secara aktif

c)

Meningkatkan waktu tinggal obat di lambung

d)

Sistem efluks yang memompa obat kembali ke lumen usus

e)

Membantu difusi pasif obat hidrofilik

28.

Makanan berlemak dapat mempengaruhi absorpsi obat dengan cara:

a)

Mencegah metabolisme obat di hati

b)

Meningkatkan solubilisasi obat lipofilik

c)

Mempercepat pengosongan lambung

d)

Meningkatkan pH lambung menjadi basa

e)

Menurunkan sekresi empedu

29.

Untuk obat BCS Kelas I (Kelarutan Tinggi, Permeabilitas Tinggi), faktor apa yang biasanya menjadi penentu laju absorpsi (RLS)?

a)

Ukuran partikel obat

b)

Permeabilitas membrane

c)

Laju pengosongan lambung

d)

Laju metabolisme hati

e)

Laju disolusi obat

30.

Transpor obat melalui celah antar sel epitel yang berdekatan disebut:

a)

Endositosis

b)

Paraseluler

c)

Transpor aktif

d)

Transeleuler

e)

Pinositosis

31.

Proses masuknya partikel padat atau makromolekul besar ke dalam sel dengan cara pembentukan vesikel membran disebut:

a)

Fagositosis

b)

Osmosis

c)

Difusi pasif

d)

Difusi terfasilitasi

e)

Filtrasi

32.

Interaksi antara Tetrasiklin dengan ion logam multivalen (seperti Ca2+, Mg2+, Al3+) dalam antasida atau susu menyebabkan:

a)

Peningkatan kelarutan tetrasiklin

b)

Tidak ada pengaruh pada absorpsi

c)

Peningkatan metabolisme tetrasiklin

d)

Pembentukan kompleks khelat

e)

Percepatan waktu transit usus

33.

Salah satu syarat utama untuk mengajukan Biowaiver (penggantian uji bioekivalensi in vivo) untuk obat BCS Kelas III adalah:

a)

Kelarutan obat rendah

b)

Menggunakan eksipien yang berbeda dari produk innovator

c)

Disolusi harus sangat cepat

d)

Obat memiliki indeks terapi sempit

e)

Disolusi harus lebih lambat dari laju pengosongan lambung

34.

Bagaimana pengaruh mikronisasi (pengecilan ukuran partikel) terhadap bioavailabilitas obat yang sukar larut air?

a)

Menurunkan laju absorpsi secara signifikan

b)

Menurunkan bioavailabilitas karena partikel menggumpal

c)

Tidak berpengaruh karena kelarutan adalah sifat intrinsik

d)

Meningkatkan bioavailabilitas

e)

Hanya berpengaruh pada obat yang mudah larut air

35.

Parameter 'Waktu Transit' dalam persamaan MAD (Maximum Absorbable Dose) merujuk pada:

a)

Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai Cmax

b)

Lama waktu obat disimpan di Gudang

c)

Waktu hancurnya tablet di lambung

d)

Waktu paruh eliminasi obat

e)

Lama waktu obat berada di dalam saluran cerna

36.

Metabolisme lintas pertama (First-pass metabolism) paling signifikan terjadi pada pemberian rute:

a)

Intravenous

b)

Oral

c)

Intramuscular

d)

Sublingual

e)

Transdermal

37.

Ciri khas dari mekanisme Transpor Aktif yang membedakannya dengan difusi sederhana adalah:

a)

Berjalan searah gradien konsentrasi

b)

Tidak spesifik terhadap struktur molekul

c)

Tidak saturable (tidak jenuh)

d)

Terjadi melalui celah antar sel

e)

Dapat dihambat oleh inhibitor metabolik

38.

Faktor formulasi berupa penambahan eksipien yang bersifat surfaktan dapat meningkatkan absorpsi obat dengan cara:

a)

Meningkatkan pembasahan obat

b)

Membunuh bakteri usus

c)

Meningkatkan ketebalan dinding usus

d)

Mengurangi aliran darah mesenterika

e)

Meningkatkan pH lambung

39.

Apa implikasi klinis jika seorang pasien memiliki motilitas usus yang sangat lambat (misal karena obat antikolinergik)?

a)

Peningkatan jumlah absorpsi untuk obat yang sukar larut

b)

Terjadi penurunan metabolisme hati

c)

Penurunan total bioavailabilitas untuk semua obat

d)

Obat akan terbuang sebelum diserap

e)

Obat tidak akan mengalami disintegrasi

40.

Bentuk sediaan 'Modified Release' (Pelepasan Terkendali) sering dirancang dengan menjadikan tahap ini sebagai pengendali laju (RLS):

a)

Metabolisme

b)

Ekskresi

c)

Distribusi

d)

Permeasi

e)

Liberasi

41.

Biofarmasetika didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari hubungan antara sifat fisikokimia formulasi obat terhadap bioavailabilitas obat (in vitro-in vivo) dan sistem penghantaran obat dalam tubuh. Apakah pernyataan ini Benar atau Salah?

a)

True

b)

False

42.

Bioavailabilitas (ketersediaan hayati) mengacu pada kecepatan dan jumlah (rate and extent) obat aktif yang mencapai sirkulasi sistemik. Apakah pernyataan ini Benar atau Salah?

a)

True

b)

False

43.

Rute pemberian sublingual memungkinkan obat untuk menghindari metabolisme lintas pertama (first-pass effect) di hati karena diabsorpsi melalui vena di bawah lidah yang menuju ke vena kava superior. Apakah pernyataan ini Benar atau Salah?

a)

True

b)

False

44.

Obat bersifat asam lemah lebih mudah diabsorpsi di lambung (pH 1-3) karena pada pH tersebut obat berada dalam bentuk tak terionisasi yang lipofilik. Apakah pernyataan ini Benar atau Salah?

a)

True

b)

False

45.

Usus halus merupakan tempat absorpsi utama untuk sebagian besar obat oral karena memiliki pH yang sangat asam yang memfasilitasi pelarutan obat. Apakah pernyataan ini Benar atau Salah?

a)

True

b)

False

46.

Mekanisme difusi pasif dicirikan oleh pergerakan obat melawan gradien konsentrasi (dari konsentrasi rendah ke tinggi) dan membutuhkan energi ATP.

a)

True

b)

False

47.

Transpor aktif adalah mekanisme absorpsi yang bersifat jenuh (saturable) dan dapat dihambat oleh kompetitor struktural. Apakah pernyataan ini Benar atau Salah?

a)

True

b)

False

48.

Difusi terfasilitasi membutuhkan protein pembawa tetapi tidak membutuhkan energi karena zat bergerak searah gradien konsentrasi. Apakah pernyataan ini Benar atau Salah?

a)

True

b)

False

49.

Hukum Fick Pertama menyatakan bahwa laju difusi (dQ/dt) berbanding terbalik dengan luas permukaan membran (A). Apakah pernyataan ini Benar atau Salah?

a)

True

b)

False

50.

Rate Limiting Step (RLS) dalam absorpsi obat adalah tahapan yang paling cepat sehingga menentukan onset kerja obat. Apakah pernyataan ini Benar atau Salah?

a)

True

b)

False

51.

Untuk obat yang sangat lipofilik, langkah penentu laju (RLS) absorpsinya biasanya adalah laju disolusi. Apakah pernyataan ini Benar atau Salah?

a)

True

b)

False

52.

Pasangan berikut adalah benar menurut BCS (Biopharmaceutics Classification System): Kelas III = Kelarutan Rendah, Permeabilitas Tinggi. Apakah pernyataan ini Benar atau Salah?

a)

True

b)

False

53.

Biowaiver (penggantian uji bioekivalensi in vivo dengan uji disolusi in vitro) paling mudah diberikan untuk obat-obat BCS Kelas IV. Apakah pernyataan ini Benar atau Salah?

a)

True

b)

False

54.

Laju pengosongan lambung (gastric emptying rate) dapat menjadi Rate Limiting Step absorpsi obat. Apakah pernyataan ini Benar atau Salah?

a)

True

b)

False

55.

Pada mekanisme transpor paracellular, obat bergerak menembus/melewati badan sel (sitoplasma) epitel usus. Pilih S (Salah) atau B (Benar).

a)

True

b)

False

56.

Kenaikan luas permukaan efektif partikel obat (misalnya dengan memperkecil ukuran partikel) akan menurunkan laju disolusi obat. Pilih S (Salah) atau B (Benar).

a)

True

b)

False

57.

Mukosa rektum memiliki suplai darah yang mengalir ke vena hemoroidalis superior, tengah, dan inferior; di mana aliran dari vena superior langsung mengalami first-pass effect. Pilih S (Salah) atau B (Benar).

a)

True

b)

False

58.

Penyakit yang mempengaruhi motilitas saluran cerna, seperti diare parah, dapat menurunkan bioavailabilitas obat karena waktu kontak obat dengan epitel usus menjadi terlalu singkat. Pilih S (Salah) atau B (Benar).

a)

True

b)

False

59.

Dalam persamaan Henderson-Hasselbalch, jika pH lingkungan sama dengan pKa obat, maka persentase obat yang terionisasi adalah 90%.

a)

True

b)

False

60.

Pemberian obat bersama makanan berlemak dapat meningkatkan absorpsi obat yang bersifat sangat lipofilik (seperti Aspirin).

a)

True

b)

False