NEW
Font size
WorksheetsSoal Hama Jagung dan Pengendaliannya
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Hama jagung yang memiliki nama ilmiah Atherigona exiqua dan menyerang tanaman yang baru tumbuh (muda) adalah...
Lundi
Ulat Tanah
Penggerek Batang
Lalat Bibit
Gejala serangan Lalat Bibit (Atherigona exiqua) yang paling parah adalah...
Tongkol tidak sempurna.
Daun habis (gundul).
Akar tanaman rusak total.
Tanaman mati akibat kerusakan pada titik tumbuh.
Salah satu cara pengendalian Lalat Bibit yang ditekankan untuk daerah endemik serangan adalah...
Penggenangan sebelum tanam.
Pembongkaran tanaman terserang.
Perlakuan benih (seed treatment) dengan insektisida.
Kastrasi sebagian bunga jantan.
Hama Phyllophaga sp., atau Lundi, memiliki gejala serangan utama yang ditandai dengan...
Adanya kotoran berupa serbuk yang keluar dari liang gerakan.
Batang tanaman dimakan/dipotong-potong di permukaan tanah.
Tanaman layu dan mudah dicabut karena akar tanaman rusak.
Daun tampak bercak kuning dan bergaris panjang.
Pengendalian Lundi (Phyllophaga sp) yang paling efektif dilakukan melalui teknik kultur teknis adalah...
Aplikasi insektisida sistemik.
Pemasangan perangkap feromon.
Pergiliran tanaman selain jagung dan pengolahan tanah yang baik.
Pengambilan telur pada rambut jagung.
Ulat Tanah (Agrotis ipsilon) adalah hama yang aktif menyerang tanaman pada fase...
Fase generatif (pengisian biji)
Fase penyimpanan (gudang)
Fase vegetatif (baru kecambah/tumbuh)
Fase pembentukan malai
Gejala khas serangan Ulat Tanah (Agrotis ipsilon) adalah...
Batang tanaman dimakan/dipotong-potong dan sering ditarik ke dalam tanah.
Serangan berat berakibat patahnya batang.
Tongkol bagi dan kulit tongkol dimakan.
Salah satu metode pengendalian Ulat Tanah secara mekanik/kultural yang dapat dilakukan di lahan sawah sebelum tanam adalah...
Penyemprotan fungisida.
Penggenangan sebelum tanam.
Pemberian umpan beracun berbasis dedak.
Aplikasi insektisida sistemik.
Hama Penggerek Batang memiliki nama ilmiah Ostrinia maydis atau Ostrinia furnacalis. Gejala serangan berat pada hama ini adalah...
Daun klorosis merata.
Akar membusuk sampai ke batang.
Patahnya batang.
Biji jagung rusak saat penyimpanan.
Musuh alami yang berfungsi sebagai parasit telur untuk mengendalikan Penggerek Batang (Ostrinia furnacalis) adalah...
Leefmansia bicolor
Apanteles ruficrus
Trichogramma
Chelonus
Hama yang menyerang fase generatif (43-70 HST) yang ditandai dengan rusaknya tongkol, memakan biji, dan bunga jantan tidak terbentuk adalah...
Lalat Bibit
Penggerek Batang
Ulat Grayak
Penggerek Tongkol (Helicoverpa armigera)
Hama Spodoptera sp. atau Ulat Grayak memiliki bioekologi khas, yaitu...
Aktif menyerang siang hari di puncak tanaman.
Hanya menyerang pada musim kemarau.
Imago meletakkan telur pada butir jagung.
Larva bersembunyi di dalam tanah pada siang hari dan aktif menyerang pada malam hari.
Wereng Jagung (Peregrinus maidis) memiliki gejala serangan pada daun, yaitu...
Daun habis (gundul), hanya tersisa tulang daun.
Garis putih-kuning di permukaan daun, klorotik.
Bercak nekrotik (kering) yang luas.
Daun tampak bercak kuning, bergaris kuning panjang.
Pengendalian kumbang bubuk (Sitophilus zeamais) pada fase penyimpanan secara kimiawi dilakukan dengan cara...
Aplikasi insektisida.
Penggunaan perangkap feromon.
Penerapan metode fisik.
Penyimpanan dalam suhu rendah.
Salah satu cara pengendalian Kumbang Bubuk non-kimiawi yang paling penting dalam gudang penyimpanan adalah...
Penggunaan varietas tahan hama.
Memastikan kadar air jagung <8% saat penyimpanan.
Rotasi tanam di dalam gudang.
Membongkar biji jagung terserang untuk mematikan larva.
Pada hama Lalat Bibit, imago dewasa meletakkan telur pada salah satu permukaan daun, kemudian larva memakan...
Ujung daun.
Kulit tongkol.
Pangkal daun.
Rambut jagung.
Hama Ulat Grayak (Spodoptera sp.) menyerang dengan mekanisme...
Menggerek batang dari dalam.
Menyerang perakaran tanaman.
Menyebarkan virus pada daun.
Ulat memakan daun sampai habis dan tanaman mati (gundul).
Musuh alami Leefmansia bicolor merupakan agens hayati yang digunakan untuk mengendalikan hama...
Lalat Bibit.
Ulat Tanah.
Lundi (uret).
Penggerek Batang.
Pada Penggerek Batang, imago meletakkan telur pada 14 HST dan puncaknya terjadi pada stadia...
Fase kecambah (0-7 HST).
Fase panen (70 HST ke atas).
Pembentukan malai sampai keluarnya bunga jantan (sekitar 44 HST).
Fase biji keras.
Pengendalian Penggerek Tongkol (Helicoverpa armigera) secara non-kimiawi yang disebutkan dalam materi adalah...
Pengambilan telur pada rambut jagung.
Penggenangan lahan.
Pengolahan tanah.
Pemasangan pagar pelindung.
Penyakit Bulai (Downy Mildew) pada tanaman jagung disebabkan oleh patogen dari genus...
Helminthosporium
Fusarium
Puccinia
Peronosclerospora
Gejala Penyakit Bulai yang muncul pada tanaman muda 3-5 minggu setelah tanam (MST) adalah...
Bercak coklat kelabu.
Bercak nekrotik (kering) yang luas.
Batang membusuk sampai ke akar.
Daun yang baru membuka warna putih kekuningan dimulai dari pangkal daun.
Patogen penyebab Bulai (Peronosclerospora maydis) dapat bertahan hidup di dalam...
Pelepah daun.
Embrio biji yang terinfeksi.
Sisa-sisa tanaman di lapang.
Kutu daun (Myzus persicae).
Siklus penyakit Bulai menunjukkan bahwa produksi sporangia (sporulasi) sangat banyak terjadi pada...
Siang hari saat suhu panas.
Sore hari menjelang senja.
Pagi hari setelah matahari terbit.
Malam hari (antara pukul 03.00 sampai 05.00) pada suhu sekitar 23oC dan gelap.
Varietas jagung yang disebutkan dalam materi sebagai varietas yang tahan Bulai adalah...
Gumaran dan Srikandi
Bisma dan Pioneer
Kalingga dan Arjuna
Bima dan Lamuru
Cara pengendalian penyakit Bulai secara kimiawi yang paling umum adalah...
Penyemprotan fungisida sistemik secara rutin.
Aplikasi fungisida kontak saat gejala muncul.
Perlakuan benih dengan fungisida sistemik (contoh: Ridomil 35 SD b.a. metalaksil).
Perendaman benih dalam ekstrak bawang putih.
Penyakit yang memiliki gejala garis kuning muda, kerdil, dan permukaan daun dipegang tidak terasa adanya serbuk spora adalah...
Penyakit virus mosaik
Penyakit karat daun
Penyakit embun tepung
Penyakit hawar daun
Penyakit Virus Mozaik Kerdil (VMK) disebarkan oleh serangga vektor, yaitu...
Lalat Bibit (Atherigona exigua)
Penggerek Batang (Ostrinia furnacalis)
Kutu Daun (Myzus persicae dan Rhopalosiphum maydis)
Kumbang Bubuk (Sitophilus zeamais)
Tindakan pengendalian Penyakit Virus Mozaik Kerdil (VMK) yang paling efektif pada tahap awal adalah...
Aplikasi insektisida berulang.
Perlakuan benih dengan fungisida.
Pemasangan perangkap kuning.
Mencabut tanaman yang terinfeksi sedini mungkin (eradikasi).
Gejala utama Penyakit Bercak Daun yang disebabkan oleh Cendawan (Jamur) dengan fase Vegetatif Helminthosporium maydis adalah...
Daun menguning dan kering.
Tongkol tidak sempurna.
Bercak coklat kelabu.
Batang membusuk ke akar.
Gejala khas Penyakit Hawar Daun pada jagung yang disebabkan oleh jamur Helminthosporium turcicum adalah...
Garis-garis klorotis kecoklatan pada daun tua.
Bercak putih kekuningan pada pelepah daun.
Bercak nekrotik (kering) yang luas (hawar), dimulai dari daun tua.
Pembusukan pada jaringan tanaman.
Salah satu faktor yang memengaruhi penyebaran penyakit Busuk Batang Fusarium yang disebabkan oleh Fusarium moniliforme adalah...
Kadar air biji di bawah 8%.
Tersebar melalui angin dan serangga (ulat & penggerek tongkol).
Suhu di bawah 20°C.
Penanaman serentak pada awal musim hujan.
Menurut materi, Busuk Batang Fusarium lebih banyak menyerang jagung yang ditanam di dataran rendah karena...
Udara sangat sejuk dan basah.
Kondisi lahan selalu tergenang air.
Penyakit berkembang baik pada cuaca hangat dan kering (kemarau).
Salah satu prinsip utama dari Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang harus diterapkan sesuai Undang-Undang No. 12/1992 adalah________
Penggunaan pestisida dosis tinggi.
Mengandalkan satu jenis pengendalian.
Pelestarian musuh alami.
Memusnahkan semua gulma.
Dalam strategi PHT, kegiatan Pengelolaan Ekosistem diarahkan untuk...
Terciptanya kondisi yang tidak menguntungkan perkembangan OPT.
Meningkatkan impor jagung.
Menerapkan teknologi spesifik lokasi.
Menjual hasil panen di pasar internasional.
Kisaran penurunan hasil panen jagung secara drastis yang disebabkan oleh gulma jika tidak dikelola dengan baik adalah...
20% hingga 50%
20% hingga 80%
10% hingga 40%
50% hingga 90%
Berikut ini adalah sumber daya vital yang diperebutkan gulma dengan tanaman jagung sepanjang seluruh masa tanam, kecuali...
Air
Cahaya matahari
Oksigen murni
Unsur hara esensial
Dampak sekunder dari keberadaan gulma adalah...
Meningkatkan kelembaban udara di sekitar tanaman.
Mempercepat pertumbuhan biji jagung.
Menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan hama dan penyakit.
Meningkatkan kadar nitrogen dalam tanah.
Salah satu klasifikasi gulma berdasarkan morfologi yang ditandai dengan batang segitiga adalah...
Gulma Rumput (Gramineae)
Gulma Teki (Cyperaceae)
Gulma Daun Lebar (Broadleaf)
Gulma Merambat (Climber)
Sebutkan dua contoh gulma yang disebutkan dalam teks!
Eleusine indica dan Ageratum conyzoides
Oryza sativa dan Zea mays
Mangifera indica dan Musa paradisiaca
Solanum lycopersicum dan Capsicum annuum
Gulma yang dicirikan dengan daun melebar dan pertumbuhan lateral, serta contohnya adalah Amaranthus sp., termasuk dalam kelompok...
Gulma Rumput
Gulma Teki
Gulma Daun Lebar
Gulma Air
Dalam konteks Manajemen Gulma Terpadu (MGT), tindakan Pengolahan Tanah yang menggunakan bajak dan penyisir (harrow) bertujuan untuk...
Mempercepat penutupan tajuk tanaman.
Membalik dan mengubur benih gulma, mengurangi bank benih di permukaan tanah.
Meningkatkan populasi musuh alami gulma.
Mengaplikasikan herbisida pra-tumbuh secara merata.
Apa yang dimaksud dengan Ambang Batas Ekonomi dalam konteks MGT?
Kepadatan gulma yang mulai merugikan petani secara finansial.
Jumlah pupuk yang diperlukan untuk meningkatkan hasil panen.
Batas waktu optimal untuk melakukan panen.
Tingkat kelembapan tanah yang ideal untuk pertumbuhan tanaman.
Teknik pengendalian gulma secara mekanik yang efektif untuk gulma berakar dangkal dan pada skala kecil adalah...
Pengolahan tanah dengan bajak
Penyiangan Manual (menggunakan cangkul, sabit, atau tangan)
Aplikasi herbisida pra-tumbuh
Tillage minimum/Tanpa Olah Tanah
Penerapan MGT pada budidaya jagung dianggap sebagai investasi jangka panjang untuk masa depan yang lebih produktif dan ramah lingkungan karena...
Hanya mengandalkan pengendalian kimiawi.
Tidak memerlukan edukasi berkelanjutan.
Mengurangi dampak lingkungan dan menjaga kesuburan tanah.
Fokus pada satu jenis herbisida saja.
Metode kultural berupa pengaturan jarak tanam yang tepat dalam MGT bertujuan untuk...
Memudahkan aplikasi herbisida.
Mengurangi serangan hama penggerek.
Mempercepat penutupan tajuk, menaungi permukaan tanah, dan menekan perkecambahan gulma.
Meningkatkan populasi musuh alami gulma.
Untuk mencegah evolusi gulma resisten terhadap herbisida, strategi yang sangat penting dalam MGT adalah...
Meningkatkan dosis herbisida secara bertahap.
Hanya mengandalkan satu jenis herbisida yang paling kuat.
Mengganti semua herbisida dengan penyiangan manual.
Rotasi penggunaan herbisida dengan mekanisme kerja yang berbeda.
Herbisida yang diaplikasikan setelah gulma dan jagung sudah muncul dari permukaan tanah disebut...
Herbisida pra-tanam
Herbisida pra-tumbuh (pre-emergence)
Herbisida pasca-tumbuh (post-emergence)
Herbisida sistemik
Langkah pengendalian gulma secara kultural berupa Pemupukan Optimal bertujuan untuk...
Mematikan benih gulma yang ada di dalam tanah.
Meningkatkan ketahanan jagung terhadap Bulai.
Memastikan jagung tumbuh kuat, memberikan keunggulan kompetitif terhadap gulma.
Mengurangi intensitas pengolahan tanah.
Tindakan apa yang harus dilakukan segera setelah mendeteksi respons tanaman jagung yang menunjukkan tanda-tanda stres, keracunan (fitotoksisitas), atau persaingan yang berkelanjutan?
Menghentikan semua kegiatan budidaya.
Menambah dosis herbisida yang sama.
Menyesuaikan dosis spesifik atau intensifkan penyiangan mekanik.
Menunggu hingga gulma mencapai ambang batas ekonomi.
