wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

KEMUHAMMADIYAHAN XII

Total questions: 40

Worksheet time: 1hrs 27mins

Name
Class
Date
1.

Dalam sejarahnya, Khittah Muhammadiyah dipahami sebagai garis-garis besar perjuangan yang berisi tuntunan berpikir dan bertindak bagi seluruh warga persyarikatan. Pengertian Khittah yang tepat ialah …

a)

A. Pedoman umum perjuangan Muhammadiyah dalam mencapai tujuannya

b)

B. Aturan administratif yang mengatur hubungan antarlembaga

c)

C. Program kerja tahunan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

d)

D. Rencana dakwah politik Muhammadiyah di parlemen

e)

E. Strategi manajemen amal usaha Muhammadiyah

2.

KH. Mas Mansur menyusun Khittah agar arah perjuangan Muhammadiyah tidak menyimpang dari tujuan semula. Tujuan utama penyusunan Khittah Perjuangan Muhammadiyah ialah…

a)

Menentukan kebijakan amal usaha berbasis ekonomi umat

b)

Mengatur hubungan Muhammadiyah dengan partai politik Islam

c)

Menjadi pedoman perjuangan yang sesuai ajaran Islam dan perkembangan zaman

d)

Mengganti dasar negara dengan nilai Islam

e)

Mengarahkan pergerakan Muhammadiyah ke bidang politik praktis

3.

Salah satu isi Langkah Dua Belas berbunyi: “Hendaklah iman itu ditablighkan, disiarkan seluas-luasnya, hingga masuk ke tulang sumsum.” Nilai yang terkandung dalam butir Khittah tersebut ialah …

a)

A. Penguatan keimanan yang mendalam dan penyebaran dakwah Islam

b)

B. Peningkatan pengaruh sosial dan politik Muhammadiyah

c)

C. Pembentukan organisasi keagamaan bersifat formal

d)

D. Pengutamaan pendidikan umum di atas dakwah Islam

e)

E. Pengembangan amal usaha berbasis ekonomi

4.

Dalam Khittah Palembang ditegaskan pentingnya mempertebal tauhid, mempertinggi akhlak, dan memperluas ilmu pengetahuan. Nilai dakwah dan tajdid yang tampak dalam Khittah tersebut adalah …

a)

A. Pemisahan antara ilmu agama dan ilmu umum

b)

B. Penolakan terhadap perubahan sosial dan modernisasi

c)

C. Penyeragaman seluruh amal usaha Muhammadiyah

d)

D. Pembaharuan akidah dan moral umat melalui pendidikan yang berkemajuan

e)

E. Penekanan pada aspek ibadah pribadi tanpa peran sosial

5.

Khittah Ponorogo menegaskan perjuangan dakwah amar makruf nahi munkar di bidang kemasyarakatan, sedangkan Khittah Ujung Pandang menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak berafiliasi dengan partai politik manapun. Perbedaan fokus keduanya ialah …

a)

Ponorogo menegaskan dakwah sosial, sedangkan Ujung Pandang menegaskan independensi organisasi

b)

Ponorogo berorientasi politik, sedangkan Ujung Pandang berorientasi ekonomi

c)

Ponorogo menolak amal usaha, sedangkan Ujung Pandang menekankan sosial

d)

Keduanya berorientasi sama tanpa perbedaan tujuan

e)

Ujung Pandang menghapus kegiatan dakwah amar makruf nahi munkar

6.

Pada tahun 1978, Muhammadiyah menegaskan kembali hakikat perjuangannya melalui Khittah Perjuangan 1978. Penegasan ini dilakukan karena …

a)

Muhammadiyah ingin mempertegas jati diri sebagai gerakan dakwah Islam independen di tengah situasi politik nasional

b)

Muhammadiyah akan menggabungkan diri dengan partai politik Islam

c)

Muhammadiyah ingin mengubah dasar Pancasila menjadi Islam

d)

Muhammadiyah ingin memperluas wilayah dakwah ke luar negeri

e)

Muhammadiyah hendak menutup amal usaha non-keagamaan

7.

Dalam kegiatan sekolah, sering muncul perbedaan pendapat antaranggota IPM mengenai pelaksanaan program dakwah. Berdasarkan landasan operasional Muhammadiyah, sikap yang seharusnya ditunjukkan ialah …

a)

Mengutamakan musyawarah, saling menghormati, dan menjaga ukhuwah

b)

Membiarkan perbedaan tanpa mencari jalan tengah

c)

Membentuk kelompok sendiri untuk mempertahankan pendapat

d)

Menghindari tanggung jawab agar tidak menimbulkan konflik

e)

Menyerahkan keputusan kepada guru tanpa diskusi

8.

Seorang murid meyakini bahwa Khittah adalah ajaran Islam yang menuntun arah perjuangan hidup dan amal. Keyakinan seperti ini menunjukkan …

a)

Kesadaran bahwa Khittah merupakan bagian dari pengamalan ajaran Islam

b)

Pemahaman bahwa Khittah hanyalah dokumen organisasi

c)

Pandangan bahwa Khittah bersifat temporer dan bisa diabaikan

d)

Anggapan bahwa Khittah hanya mengikat pimpinan pusat

e)

Keyakinan bahwa Khittah merupakan aturan politik Muhammadiyah

9.

Berdasarkan tabel di atas, nilai-nilai dasar perjuangan Muhammadiyah yang dapat disimpulkan adalah....

a)

Politik dan ekonomi Islam

b)

Keimanan, akhlak, dakwah, dan ukhuwah Islamiyah

c)

Kekuatan organisasi dan jumlah anggota

d)

Tradisi dan budaya Islam lokal

e)

Ketergantungan pada pemerintah

10.

Dalam era digital, akun media sosial sekolah Muhammadiyah aktif menyebarkan konten dakwah dengan bahasa santun dan logis. Aktivitas ini mencerminkan penerapan Khittah dalam dakwah modern, yaitu …

a)

Membatasi dakwah hanya di lingkungan sekolah

b)

Menghindari dakwah digital karena berisiko menimbulkan fitnah

c)

Menyebarkan ajaran Islam dengan gaya provokatif

d)

Berdakwah secara hikmah dan santun melalui media yang berkemajuan

e)

Menutup akses media sosial agar terhindar dari kesalahan

11.

Buya A.R. Sutan Mansur berani menolak kebijakan Belanda yang melarang guru agama mengajar tanpa izin pemerintah. Sikap Buya Mansur tersebut menunjukkan …

a)

Keinginan untuk memisahkan diri dari masyarakat

b)

Ketakutan terhadap tekanan penjajah

c)

Teladan dalam Penolakan terhadap pendidikan modern dan moderat

d)

Ketegasan untuk bernegosiasi dengan pemerintah

e)

Teladan dalam mempertahankan kebebasan dakwah dan prinsip ajaran Islam

12.

Amar ma’ruf nahi munkar merupakan perintah Allah yang menjadi semangat utama perjuangan Muhammadiyah. Prinsip ini dalam Khittah berarti …

a)

Menegakkan kebenaran dengan kebijaksanaan dan kasih sayang

b)

Menyalahkan pihak lain yang berbeda pandangan

c)

Memisahkan urusan agama dari kehidupan sosial

d)

Mengutamakan kepentingan pribadi dalam dakwah

e)

Menghindari amar ma’ruf demi keamanan

13.

Dalam rapat IPM, muncul perbedaan pendapat yang menyebabkan suasana tegang. Seorang kader kemudian menenangkan suasana dan mengajak semua pihak bermusyawarah dengan sabar. Tindakan kader tersebut menggambarkan …

a)

Pengamalan nilai moral Khittah yang menekankan persaudaraan dan kebijaksanaan dalam bersikap

b)

Upaya mempertahankan pendapat dengan keras agar keputusan cepat

c)

Ketidaktegasan dalam mengambil keputusan

d)

Sikap acuh terhadap tanggung jawab organisasi

e)

Penolakan terhadap hasil musyawarah

14.

Dalam kegiatan pembinaan organisasi di sekolah Muhammadiyah, narasumber menjelaskan bahwa kader adalah bagian inti yang menjaga kesinambungan gerakan. Berdasar kan pengertian tersebut, kader Muhammadiyah diartikan sebagai....

a)

Pengurus yang bertugas dalam bidang administrasi

b)

Anggota inti yang terlatih dan memiliki komitmen perjuangan

c)

Simpatisan yang mendukung kegiatan sosial Muhammadiyah

d)

Relawan yang membantu pada waktu tertentu

e)

Pengamat yang menilai jalannya organisasi

15.

Dalam diskusi tentang kaderisasi, peserta pelatihan menyimpulkan bahwa tanpa adanya kader, suatu organisasi akan kehilangan arah dan kekuatan. Kesimpulan tersebut menunjukkan bahwa fungsi kader Muhammadiyah adalah....

a)

Mengatur dana amal usaha Muhammadiyah

b)

Menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah

c)

Menjadi inti penggerak dan penerus perjuangan Persyarikatan

d)

Menjadi simpatisan pasif organisasi

e)

Mewakili Muhammadiyah dalam bidang politik

16.

Dalam kegiatan Darul Arqam, peserta ditugaskan menganalisis posisi kader dalam sistem organisasi. Posisi kader Muhammadiyah menempati peran penting karena....

a)

Sebagai pelaksana kegiatan amal usaha

b)

Menjadi inti yang memperkuat regenerasi dan keberlangsungan organisasi

c)

Bertugas mengelola kegiatan ekonomi Muhammadiyah

d)

Menggantikan pimpinan dalam pengambilan keputusan

e)

Memonitor kegiatan anggota di lapangan

17.

Dalam pelatihan perkaderan, pemateri menjelaskan bahwa sistem perkaderan Muhammadiyah mencakup jenjang, kurikulum, dan arah pembinaan kader. Pernyataan ini menegaskan bahwa sistem perkaderan Muhammadiyah bersifat....

a)

Terpadu, berjenjang, dan terencana

b)

Sederhana dan fleksibel tanpa panduan

c)

Tidak memiliki kurikulum yang tetap

d)

Terbuka tanpa mekanisme pembinaan

e)

Bergantung pada kebijakan pimpinan cabang

18.

Allah SWT berfirman: إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ (QS. Ash-Shaff: 4) Ayat di atas menggambarkan prinsip kaderisasi Muhammadiyah yang menekankan pada….

a)

Kedisiplinan, kebersamaan, dan kekompakan dalam perjuangan

b)

Berjuang untuk menjadi pemimpin

c)

Keaktifan dalam politik praktis

d)

Kemandirian tanpa kerja sama

e)

Ketergantungan kepada tokoh tertentu

19.

Dalam forum Dialog Kader Muhammadiyah, peserta menyimpulkan bahwa kader harus memiliki visi Islam berkemajuan dan berakhlak mulia. Pernyataan tersebut sejalan dengan....

a)

Visi perkaderan Muhammadiyah

b)

Visi amal usaha pendidikan

c)

Program dakwah Majelis Tarjih

d)

Misi sosial Aisyiyah

e)

Prinsip gerakan Hizbul Wathan

20.

Dalam pedoman resmi perkaderan Muhammadiyah disebutkan bahwa tujuannya adalah terbentuknya kader yang berjiwa Islam berkemajuan serta berperan aktif dalam umat dan bangsa. Tujuan tersebut menegaskan bahwa perkaderan Muhammadiyah diarahkan untuk membentuk kader yang....

a)

Memiliki integritas, kompetensi, dan kesalehan sosial

b)

Mengutamakan kepentingan pribadi

c)

Fokus pada bidang ekonomi semata

d)

Menghindari tanggung jawab publik

e)

Hanya aktif dalam kegiatan sekolah

21.

Hasil kajian menunjukkan bahwa Darul Arqam dan Baitul Arqam merupakan dua jenis perkaderan dengan jenjang berbeda. Hal ini menandakan bahwa sistem perkaderan Muhammadiyah....

a)

Dijalankan hanya oleh Pimpinan Wilayah

b)

Dilaksanakan tanpa perencanaan kurikulum

c)

Bersifat berlapis sesuai segmentasi dan jenjang peserta

d)

Tidak memiliki sistem jenjang yang baku

e)

Dibatasi hanya untuk pengurus pusat

22.

Kegiatan pelatihan instruktur Muhammadiyah bertujuan meningkatkan kemampuan kader dalam mengelola kegiatan pelatihan di berbagai majelis. Berdasarkan bentuknya, kegiatan tersebut termasuk dalam kategori....

a)

Perkaderan Utama

b)

Perkaderan Fungsional

c)

Perkaderan Nonformal

d)

Perkaderan Umum

23.

Rekrutmen kader dilakukan melalui dua jalur, yaitu internal dan eksternal. Pernyataan yang menunjukkan contoh rekrutmen eksternal adalah....

a)

Pembinaan rutin di kalangan anggota keluarga Muhammadiyah

b)

Pendekatan kepada pelajar umum dengan dakwah terbuka

c)

Mentoring khusus bagi pengurus lama

d)

Pembekalan internal majelis

e)

Pelatihan lanjutan bagi pengurus pusat

24.

Seorang kader Muhammadiyah tetap melaksanakan amanah meski menghadapi tantangan berat dan perbedaan pendapat. Sikap tersebut mencerminkan....

a)

Pemimpin yang takut gagal

b)

Kader yang ikhlas, amanah, dan berjiwa

c)

Anggota yang menghindari tanggung jawab

d)

Kader yang pasif dalam kegiatan

e)

Pengurus yang mementingkan kedudukan

25.

Dalam pelatihan kader tingkat wilayah, peserta dituntut memiliki kompetensi keberagamaan, intelektual, sosial, dan kepemimpinan. Keempat aspek tersebut menunjukkan bahwa kader Muhammadiyah ideal adalah....

a)

Kader seimbang antara ilmu, amal, dan akhlak

b)

Kader yang fokus pada satu bidang saja

c)

Kader yang menonjolkan aspek formalitas

d)

Kader yang berpikir pragmatis

e)

Kader yang berorientasi pada jabatan

26.

Nilai-nilai dasar yang wajib dimiliki oleh seorang kader Muhammadiyah meliputi....

a)

Ikhlas, amanah, tanggung jawab, kerja sama, dan semangat dakwah

b)

Semangat persaingan dan pencapaian pribadi

c)

Tanggung jawab sosial tanpa keikhlasan

d)

Kemandirian tanpa koordinasi

e)

Semangat reformasi politik praktis.

27.

Dalam forum musyawarah cabang IPM, dua kelompok pengurus memiliki pandangan berbeda mengenai pelaksanaan kegiatan dakwah digital. Kelompok pertama ingin menggunakan media sosial populer untuk menarik minat pelajar, sedangkan kelompok kedua khawatir hal itu justru mengurangi kedalaman nilai dakwah. Sebagai kader Muhammadiyah yang memahami arti loyalitas dan ukhuwah, tindakan yang paling tepat ialah …

a)

Mengajak semua pihak bermusyawarah mencari titik tengah agar keputusan tetap berpihak pada kemajuan organisasi

b)

Menyatakan setuju kepada salah satu pihak agar keputusan cepat diambil dan kegiatan segera berjalan

c)

Membiarkan perbedaan pendapat terus berlanjut agar terlihat bahwa organisasi demokratis

d)

Menyebarkan pendapat pribadi di media sosial agar mendapat dukungan luas dari anggota lain

28.

Dalam kegiatan Ta’aruf Siswa Muhammadiyah, pembina IPM menjelaskan bahwa Muhammadiyah memiliki banyak organisasi otonom seperti IPM, IMM, Pemuda Muhammadiyah, dan Tapak Suci. Berdasarkan penjelasan tersebut, makna Ortom Muhammadiyah dapat diuraikan sebagai …

a)

Organisasi yang berdiri di luar struktur Muhammadiyah

b)

Lembaga dakwah non-Muhammadiyah

c)

Unit usaha ekonomi Muhammadiyah

d)

Cabang independen Muhammadiyah

e)

Organisasi yang membantu menjalankan fungsi kaderisasi dan dakwah sesuai segmen anggotanya

29.

Dalam sebuah kegiatan kolaborasi, siswa SMA Muhammadiyah berinteraksi dengan mahasiswa IMM. Dari kegiatan itu, mereka memahami bahwa meskipun IPM dan IMM sama-sama bergerak dalam bidang dakwah pelajar dan mahasiswa, keduanya memiliki ruang lingkup berbeda. Perbedaan utama antara IPM dan IMM terletak pada …

a)

Tujuan dakwah yang berbeda

b)

Kelompok usia dan lingkungan kaderisasinya

c)

Prinsip amar ma’ruf nahi munkar yang dijalankan

d)

Struktur organisasi dan pimpinan pusat

e)

Bidang pendidikan yang dikelola

30.

Dalam kunjungan ke TK ABA, para siswi Muhammadiyah belajar tentang sejarah berdirinya lembaga pendidikan tersebut yang didirikan oleh organisasi Aisyiyah. Guru menjelaskan bahwa Aisyiyah mendirikan sekolah-sekolah perempuan pertama di Indonesia sebagai bentuk dakwah melalui pendidikan. Melalui kegiatan ini, Aisyiyah berusaha menanamkan nilai iman, akhlak, dan kecintaan terhadap ilmu sejak usia dini. Berdasarkan narasi tersebut, peran utama Aisyiyah yang tergambar adalah....

a)

Pelopor pendidikan perempuan dan pembinaan keluarga Islami melalui amal usaha pendidikan.

b)

Pengelola kegiatan ekonomi kreatif untuk kaum perempuan Muhammadiyah

c)

Organisasi politik perempuan Muhammadiyah yang memperjuangkan kesetaraan gender

d)

Lembaga yang mengatur hubungan kerja antar majelis di Muhammadiyah

e)

Organisasi pelajar yang berfokus pada pengembangan minat dan bakat siswa

31.

Ketika terjadi banjir di salah satu daerah, para anggota Pemuda Muhammadiyah segera turun membantu warga terdampak. Mereka membuka dapur umum, menggalang donasi, dan memberikan layanan kesehatan bekerja sama dengan Lazismu dan MDMC. Kegiatan ini dilakukan tanpa pamrih sebagai wujud pengalaman ajaran Islam. Berdasarkan narasi di atas, peran utama Pemuda Muhammadiyah yang ditunjukkan adalah h....

a)

Menjadi pelaksana kegiatan politik umat Islam

b)

Melakukan kegiatan bisnis untuk mendukung keuangan organisasi

c)

Mengelola amal usaha di bidang ekonomi dan perdagangan

d)

Menjadi pelopor kegiatan sosial dan kemanusiaan

e)

Menjadi pengelola pendidikan dan pelatihan kader

32.

Di sebuah desa, Nasyiatul 'Aisyiyah bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah mengadakan kegiatan "Gerakan Keluarga Sehat dan Cerdas". Program ini meliputi edukasi kesehatan ibu dan anak, pelatihan kewirausahaan perempuan, serta pengajian rutin bagi remaja putri. Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari warga karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Misi utama Nasyiatul 'Aisyiyah yang tergambar adalah....

a)

Mengatur kegiatan amal usaha di bawah Pimpinan Daerah Muhammadiyah

b)

Meningkatkan kegiatan bisnis perempuan untuk kepentingan organisasi

c)

Mengambil alih program sosial dari organisasi Aisyiyah

d)

Mengarahkan anggota perempuan untuk berpartisipasi dalam politik praktis

e)

Mengembangkan potensi perempuan muda agar berperan aktif dalam dakwah, pendidikan, dan kesejahteraan keluarga

33.

Dalam forum evaluasi kaderisasi, beberapa anggota IMM mengusulkan agar pelatihan DAD diganti dengan pelatihan singkat karena dianggap lebih efisien. Namun, kader senior menegaskan bahwa DAD, DAM, dan DAP harus dijalankan secara berjenjang sesuai pedoman perkaderan IMM, karena setiap tahap memiliki tujuan pembinaan yang berbeda. Karakter sistem perkaderan IMM dapat dijelaskan sebagai....

a)

Sistem pembinaan yang terencana, bertahap, dan berorientasi pada pembentukan kader intelektual, ideologis, dan sosial

b)

Sistem pembinaan yang fleksibel dan menyesuaikan kebutuhan kader di tiap daerah

c)

Sistem kaderisasi berjenjang yang menekankan pada aspek administratif dan keorganisasian

d)

Sistem pelatihan berkesinambungan yang difokuskan pada pengembangan keterampilan manajerial

e)

Sistem pembinaan terbuka yang mengutamakan partisipasi dan kegiatan sosial kemasyarakatan

34.

Setiap tahun ajaran baru di sekolah-sekolah Muhammadiyah selalu mengenalkan tentang organisasi Muhammadiyah, IPM dan ortom lainnya kepada peserta didik baru melalui sebuah kegiatan yang bernama....

a)

Masa Orientasi Siswa (MOS)

b)

Masa Ta'aruf Siswa (MTS)

c)

Forum Ta'aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi)

d)

Forum Komunikasi Siswa (FKS)

e)

Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS)

35.

Pada kegiatan perkemahan Hizbul Wathan, para peserta dilatih disiplin, tangguh, dan taat ibadah. Berdasarkan analisis nilai tersebut, tujuan utama Hizbul Wathan adalah …

a)

Membentuk kader berjiwa kepemimpinan dan berakhlak Islami

b)

Melatih kemampuan bela diri

c)

Mengembangkan kegiatan wisata remaja

d)

Mempersiapkan pasukan pengibar bendera

36.

Dalam kegiatan pengajian IPM di sekolah, sebagian murid tampak kurang semangat mengikuti kajian iman dan akhlak. Ketua IPM kemudian mengingatkan pentingnya memperdalam keimanan sebagaimana ajaran Langkah Dua Belas dalam Khittah Muhammadiyah.
Uraikan langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan seorang kader muda Muhammadiyah untuk “memperdalam masuknya iman” dalam kehidupan sehari-hari sesuai tuntunan Khittah!

4 lines
37.

  Sebagai murid di Muhammadiyah, Anda hidup di tengah lingkungan yang memiliki banyak amal usaha seperti sekolah, masjid, dan rumah sakit. Semua itu merupakan wujud perjuangan dakwah Muhammadiyah.

Tuliskan gagasan Anda tentang langkah nyata yang dapat dilakukan untuk mengembangkan amal usaha Muhammadiyah, agar tetap maju dan membawa manfaat bagi masyarakat luas.

4 lines
38.

  Dalam wawancara yang dilakukan guru pembina IPM, terungkap bahwa banyak pengurus IPM di sekolah belum berperan aktif dalam kegiatan organisasi. Sebagian dari mereka bergabung hanya karena ingin terlihat keren dan populer, bukan karena semangat dakwah dan pengabdian. Koordinasi antaranggota pun sering kurang kompak, sehingga beberapa program kaderisasi tidak berjalan maksimal.

“Mereka semangat di awal, tapi begitu diminta memimpin kegiatan dakwah atau mentoring teman sekelas, banyak yang menghilang. Kadang saya merasa semangat keikhlasan dan tanggung jawab mereka belum tumbuh sepenuhnya,” ungkap Bu Rahma, guru pembina IPM dalam wawancaranya dengan tim Majalah Sekolah Suara Pelajar. menurutmu bagaimana langkah langkah konkret pembinaan kader muda IPM Di sekolah

4 lines
39.

Sebagai anggota aktif IPM yang memahami pentingnya kaderisasi dalam gerakan Muhammadiyah, Anda diminta untuk menyusun rencana strategis agar kader muda di sekolah tidak hanya aktif secara fisik, tetapi juga memiliki semangat dakwah amar ma’ruf nahi munkar serta loyal terhadap organisasi.
Tuliskan langkah-langkah konkret pembinaan kader muda yang dapat menumbuhkan kembali semangat keikhlasan, kebersamaan, dan tanggung jawab kader Muhammadiyah di lingkungan sekolah Anda.

4 lines
40.

 Prof. Dr. H. A. Mukti Ali pernah menyampaikan,

“Baik buruknya organisasi Muhammadiyah pada masa yang akan datang dapat dilihat dari baik buruknya pendidikan kader yang sekarang ini dilakukan. Jika pendidikan kader Muhammadiyah sekarang ini baik, maka Muhammadiyah pada masa yang akan datang akan baik. Sebaliknya apabila jelek, maka Muhammadiyah pada masa yang akan datang juga jelek.”

Berdasarkan pernyataan tersebut, jelaskan fungsi kaderisasi dalam organisasi otonom Muhammadiyah bagi keberlangsungan Persyarikatan!

4 lines