wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL UAS MATA KULIAH : CURRENT ISSUES ON PUBLIC HEALTH

Total questions: 30

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Program imunisasi nasional efektif dalam menurunkan angka kejadian PD3I karena…

a)

A. Menghilangkan kebutuhan surveilans penyakit

b)

B.Meningkatkan kekebalan individu dan herd immunity

c)

C. Mengurangi kebutuhan tenaga kesehatan

d)

D. Menghilangkan risiko KLB secara total

2.

Salah satu indikator efektivitas imunisasi nasional adalah…

a)

A.Banyaknya fasilitas kesehatan yang dibangun

b)

B. Cakupan imunisasi mencapai ≥ 95% pada setiap antigen

c)

C. Jumlah vaksin yang tersimpan di gudang pusat

d)

D. Banyaknya penyuluhan yang dilakukan

3.

Keterbatasan utama program imunisasi nasional dalam mencegah PD3I adalah…

a)

A. Tidak semua vaksin dapat disimpan pada suhu dingin

b)

B. Kebergantungan pada suplai vaksin impor

c)

C. Masih adanya daerah sulit dijangkau sehingga cakupan tidak merata

d)

D. Vaksin tidak mampu memicu imunitas sama sekali

4.

Salah satu penyebab tetap terjadinya KLB PD3I meskipun imunisasi sudah dilakukan adalah…

a)

A. Mutu vaksin yang terlalu tinggi

b)

B. Kesalahan dalam pencatatan imunisasi

c)

C. Cakupan imunisasi yang rendah di kelompok tertentu

d)

D. Vaksin tidak diperlukan untuk anak usia balita

5.

Efektivitas imunisasi nasional dapat menurun apabila…

a)

A. Sistem rantai dingin tidak terjaga dengan baik

b)

B. Sosialisasi imunisasi dilakukan secara rutin

c)

C. Anak menerima imunisasi tepat waktu

d)

D. Ketersediaan vaksin selalu mencukupi

6.

Keterbatasan program imunisasi yang berkaitan dengan persepsi masyarakat adalah…

a)

A. Kurangnya variasi vaksin

b)

B. Munculnya keraguan masyarakat akibat hoaks tentang vaksin

c)

C. Vaksin terlalu mudah diperoleh

d)

D. Jadwal imunisasi terlalu fleksibel

7.

PSBB dianggap efektif dalam menekan penyebaran penyakit menular karena…

a)

A. Mengurangi mobilitas masyarakat secara signifikan

b)

B. Menutup seluruh layanan kesehatan

c)

C. Menghentikan semua kegiatan ekonomi

d)

D. Menghilangkan risiko penularan secara total

8.

Salah satu indikator efektivitas PSBB dalam pengendalian penyakit adalah…

a)

A. Penurunan kasus harian setelah periode penerapan

b)

B. Meningkatnya jumlah perjalanan antar kota

c)

C. Naiknya perputaran ekonomi di pasar

d)

D. Memburuknya tingkat kepatuhan protokol kesehatan

9.

Dampak ekonomi yang umum terjadi akibat PSBB adalah…

a)

A. Meningkatnya pendapatan UMKM

b)

B. Turunnya aktivitas perdagangan dan pendapatan pekerja informal

c)

C. Meningkatnya jumlah wisatawan lokal

d)

D. Biaya logistik semakin murah

10.

Salah satu keterbatasan kebijakan PSBB adalah…

a)

A. PSBB dapat diterapkan sama efektif di semua daerah tanpa penyesuaian

b)

B. Membutuhkan kepatuhan masyarakat yang tinggi agar tujuan tercapai

c)

C. Tidak memerlukan dukungan surveilans kesehatan

d)

D. Selalu berhasil menekan kasus hingga nol

11.

Penyebab dampak ekonomi PSBB terasa lebih berat pada sektor informal adalah…

a)

A. Karena pekerja informal memiliki pendapatan tetap

b)

B. Karena pekerja informal sebagian besar bekerja dari rumah

c)

C. Karena pendapatan mereka bergantung pada aktivitas harian dan mobilitas masyaraka

d)

D. Karena mereka menerima bantuan sosial yang besar

12.

Mengapa PSBB tidak selalu efektif di semua wilayah...

a)

A. Karena daerah selalu memiliki sistem kesehatan yang sama

b)

B. Karena variasi tingkat kepatuhan, kapasitas penegakan aturan, dan kondisi sosial-ekonomi berbeda-beda

c)

C. Karena penyakit hanya menyebar di wilayah perkotaan

d)

D. Karena semua daerah telah memiliki fasilitas memadai

13.

Salah satu kelebihan integrasi layanan kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan primer adalah…

a)

A. Membuat pasien harus dirujuk langsung ke rumah sakit jiwa

b)

B. Meningkatkan akses masyarakat karena layanan lebih dekat dan mudah dijangkau

c)

C. Menghilangkan kebutuhan tenaga kesehatan terlatih

d)

D. Mengurangi peran puskesmas dalam pelayanan promotif

14.

Integrasi kesehatan jiwa di layanan primer dapat meningkatkan deteksi dini karena…

a)

A. Tenaga kesehatan primer terlibat langsung dalam skrining dan identifikasi awal

b)

B. Pasien hanya datang jika sudah mengalami gangguan berat

c)

C. Semua kasus harus ditangani oleh psikiater

d)

D. Tidak diperlukan alat skrining yang valid

15.

Salah satu keterbatasan utama integrasi layanan kesehatan jiwa di tingkat primer adalah…

a)

A. Tenaga kesehatan primer sudah memiliki kompetensi penuh dalam psikiatri

b)

B. Minimnya pelatihan dan kapasitas tenaga kesehatan dalam menangani kasus kompleks

c)

C. Semua puskesmas memiliki ruang konsultasi khusus kesehatan jiwa

d)

D. Pengobatan hanya dapat diberikan di rumah sakit tersier

16.

Integrasi layanan kesehatan jiwa dapat meningkatkan keberlanjutan terapi dengan cara…

a)

A. Mewajibkan semua pasien dirawat inap

b)

B. Menyediakan layanan lanjutan yang mudah diakses di fasilitas primer

c)

C. Mengurangi kontak antara pasien dan petugas kesehatan

d)

D. Menghilangkan kebutuhan monitoring pasien

17.

Salah satu tantangan implementasi integrasi kesehatan jiwa di layanan primer adalah…

a)

A. Tidak adanya gangguan kesehatan jiwa di masyarakat

b)

B. Stigma masyarakat yang membuat individu enggan mengakses layanan kesehatan jiwa

c)

C. Semua pasien secara aktif ingin memeriksakan kondisi psikologisnya

d)

D. Tidak ada kebutuhan untuk koordinasi lintas sektor

18.

Mengapa koordinasi rujukan menjadi penting dalam kebijakan integrasi kesehatan jiwa di layanan primer..

a)

A. Karena semua kasus bisa ditangani di fasilitas primer

b)

B. Agar kasus berat dapat ditangani oleh tenaga ahli di tingkat layanan lebih tinggi

c)

C. Karena rujukan dapat menggantikan layanan promotif

d)

D. Karena puskesmas tidak perlu mendokumentasikan kasus

19.

Strategi promosi kesehatan berbasis komunitas dinilai efektif karena…

a)

A. Seluruh kegiatan dilakukan oleh pemerintah pusat

b)

B. Masyarakat berperan aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi

c)

C. Tidak memerlukan kader atau tokoh masyarakat

d)

D. Hanya menyasar kelompok usia dewasa

20.

Salah satu indikator efektivitas promosi kesehatan berbasis komunitas dalam meningkatkan kesadaran gizi seimbang adalah…

a)

A. Pengurangan anggaran puskesmas

b)

B. Peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku makan masyarakat

c)

C. Banyaknya kegiatan tanpa keterlibatan warga

d)

D. Penyediaan makanan cepat saji pada kegiatan komunitas

21.

Keterlibatan tokoh masyarakat dalam promosi gizi seimbang penting karena…

a)

A. Tokoh masyarakat selalu memiliki latar belakang gizi

b)

B. Mereka memiliki pengaruh sosial kuat yang dapat meningkatkan penerimaan pesan

c)

C. Mereka menggantikan peran tenaga kesehatan

d)

D. Mereka dapat memaksa warga mengikuti program

22.

Salah satu kelebihan strategi promosi berbasis komunitas adalah…

a)

A. Pesan kesehatan disampaikan tanpa mempertimbangkan budaya lokal

b)

B. Pesan dapat lebih relevan dan sesuai konteks kebutuhan komunitas

c)

C. Hanya mengutamakan pendekatan media massa

d)

D. Tidak memerlukan monitoring tindak lanjut

23.

Keterbatasan promosi kesehatan berbasis komunitas dalam meningkatkan kesadaran gizi seimbang adalah…

a)

A. Tingginya ketergantungan pada partisipasi masyarakat

b)

B. Adanya dukungan yang kuat dari berbagai sektor

c)

C. Masyarakat mudah menerima pesan gizi

d)

D. Pesan kesehatan dapat disesuaikan dengan kondisi lokal

24.

Mengapa promosi kesehatan berbasis komunitas membutuhkan pendekatan lintas sektor...

a)

A. Karena isu gizi hanya terkait sektor pendidikan

b)

B. Karena perubahan perilaku gizi melibatkan faktor lingkungan, ekonomi, dan sosial

c)

C. Karena tenaga kesehatan tidak dapat bekerja sama dengan masyarakat

d)

D. Karena lintas sektor bertugas menggantikan peran komunitas

25.

Salah satu aspek yang membuat PIS-PK efektif dalam meningkatkan cakupan layanan kesehatan adalah…

a)

A. Kunjungan keluarga dilakukan hanya pada saat terjadi KLB

b)

B. Pendekatan proaktif melalui kunjungan rumah oleh tenaga kesehatan

c)

C. Semua layanan kesehatan dialihkan ke rumah sakit

d)

D. Data keluarga tidak digunakan untuk intervensi

26.

Indikator keberhasilan PIS-PK dalam meningkatkan cakupan pelayanan adalah…

a)

A. Penurunan jumlah kunjungan ke puskesmas

b)

B. Peningkatan cakupan program prioritas seperti imunisasi dan ANC

c)

C. Berkurangnya jumlah kader kesehatan

d)

D. Bertambahnya beban kerja tanpa ada perubahan perilaku masyarakat

27.

Salah satu tantangan utama pelaksanaan PIS-PK adalah…

a)

A. Seluruh keluarga selalu tersedia untuk diwawancarai

b)

B. Keterbatasan tenaga kesehatan dalam melakukan kunjungan rumah secara menyeluruh

c)

C. Data keluarga selalu lengkap dan mudah diakses

d)

D. Tidak diperlukan dukungan lintas sektor

28.

Mengapa pemanfaatan Family Folder penting dalam PIS-PK...

a)

A. Untuk menyimpan data hanya sebagai arsip tanpa digunakan dalam perencanaan

b)

B. Untuk memudahkan identifikasi masalah kesehatan pada tingkat keluarga secara komprehensif

c)

C. Agar puskesmas dapat mengurangi kegiatan kunjungan rumah

d)

D. Karena data tersebut hanya dipakai untuk kepentingan administrasi

29.

Salah satu bentuk tantangan dalam meningkatkan cakupan pelayanan melalui PIS-PK adalah…

a)

A. Tingginya partisipasi masyarakat dalam program kesehatan

b)

B. Adanya hambatan geografis yang membuat kunjungan keluarga sulit dilakukan

c)

C. Tersedianya data kesehatan yang lengkap dan terintegrasi

d)

D. Layanan kesehatan primer yang selalu memadai

30.

Faktor yang meningkatkan efektivitas PIS-PK di masyarakat adalah…

a)

A. Tidak melibatkan kader kesehatan dalam kegiatan kunjungan

b)

B. Dukungan lintas sektor dan kolaborasi dengan tokoh masyarakat

c)

C. Mengurangi jumlah kegiatan edukasi kesehatan

d)

D. Mengandalkan rumah sakit sebagai pusat layanan utama