wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL UAS MATA KULIAH : POLITIK KESEHATAN

Total questions: 30

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Permasalahan utama yang menyebabkan defisit dalam program JKN–BPJS Kesehatan adalah…

a)

A. Rendahnya jumlah tenaga kesehatan di daerah terpencil

b)

B. Ketidakseimbangan antara besaran iuran dengan biaya pelayanan kesehatan

c)

C. Banyaknya fasilitas kesehatan tingkat pertama yang baru dibangun

d)

D. Kenaikan jumlah peserta mandiri kelas 1

2.

Salah satu faktor penyebab ketimpangan akses layanan JKN antara daerah perkotaan dan pedesaan adalah…

a)

A. Tingginya penggunaan teknologi digital di perkotaan

b)

B. Distribusi fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan yang tidak merata

c)

C. Meningkatnya jumlah peserta PBI di perkotaan

d)

D. Peningkatan jumlah rumah sakit kelas A di daerah rural

3.

Salah satu tantangan utama dalam implementasi kebijakan kesehatan mental di Indonesia adalah…

a)

A. Tingginya jumlah rumah sakit jiwa di seluruh provinsi

b)

B. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya kesehatan menta

c)

C. Rendahnya jumlah penderita gangguan mental di masyarakat

d)

D. Kelebihan tenaga kesehatan jiwa di layanan primer

4.

Reformasi sistem layanan kesehatan mental di Indonesia perlu dilakukan terutama untuk…

a)

A. Mengurangi jumlah fasilitas kesehatan primer

b)

B. Memusatkan seluruh layanan kesehatan mental di rumah sakit besar

c)

C. Memperkuat layanan berbasis komunitas dan integrasi di layanan primer

d)

D. Menghapus layanan telekonseling

5.

Faktor utama yang menyebabkan ketimpangan distribusi SDM kesehatan antara daerah perkotaan dan daerah terpencil di Indonesia adalah…

a)

A. Jumlah fasilitas kesehatan yang sama di seluruh wilayah

b)

B. Insentif dan fasilitas kerja yang lebih menarik di daerah perkotaan

c)

C. Penurunan jumlah lulusan tenaga kesehatan setiap tahun

d)

D. Tingginya angka kematian tenaga kesehatan di daerah rural

6.

Dampak utama dari krisis ketimpangan pemenuhan dan distribusi SDM kesehatan adalah…

a)

A. Meningkatnya jumlah kunjungan ke rumah sakit kelas A

b)

B. Pelayanan kesehatan di daerah terpencil menjadi terbatas dan kurang optimal

c)

C. Penurunan kebutuhan tenaga kesehatan di fasilitas primer

d)

D. Bertambahnya rumah sakit swasta di seluruh daerah

7.

Salah satu penyebab utama kesenjangan akses layanan BPJS Kesehatan di daerah terpencil adalah…

a)

A. Banyaknya rumah sakit swasta di daerah terpencil

b)

B. Terbatasnya fasilitas kesehatan dan tenaga medis di wilayah tersebut

c)

C. Tingginya angka peserta BPJS mandiri kelas 1 di desa

d)

D. Dominasi teknologi digital dalam layanan kesehatan

8.

Dampak kesenjangan akses BPJS Kesehatan bagi masyarakat di daerah terpencil adalah…

a)

A. Meningkatnya pemanfaatan layanan rawat inap kelas VIP

b)

B. Akses layanan rujukan menjadi lebih cepat dan merata

c)

C. Masyarakat harus menempuh jarak jauh atau menunda pengobatan

d)

D. Biaya kesehatan menjadi lebih murah bagi seluruh penduduk desa

9.

Kesenjangan akses layanan JKN sering terjadi karena masyarakat di daerah terpencil mengalami…

a)

A. Akses transportasi yang sulit untuk menuju fasilitas kesehatan

b)

B. Kelebihan dokter spesialis di wilayah mereka

c)

C. Biaya iuran JKN yang lebih mahal dibandingkan daerah perkotaan

d)

D. Ketersediaan fasilitas kesehatan yang lebih canggih

10.

Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kesenjangan akses layanan kesehatan dalam JKN adalah…

a)

A. Mengurangi jumlah fasilitas kesehatan primer

b)

B. Memperkuat telemedicine dan distribusi tenaga kesehatan ke daerah terpencil

c)

C. Memusatkan seluruh layanan kesehatan di kota besar

d)

D. Membatasi peserta JKN hanya untuk wilayah tertentu

11.

Faktor yang paling berkontribusi terhadap ketimpangan akses layanan BPJS Kesehatan antara daerah kota dan daerah terpencil adalah…

a)

A. Lebih banyak peserta BPJS mandiri yang tinggal di kota

b)

B. Distribusi fasilitas kesehatan dan tenaga medis yang terkonsentrasi di perkotaan

c)

C. Penggunaan teknologi kesehatan yang berlebihan di desa

d)

D. Pengurangan jumlah Puskesmas di perkotaan

12.

Dampak ketimpangan akses layanan BPJS Kesehatan bagi masyarakat di daerah terpencil adalah…

a)

A. Kualitas layanan kesehatan lebih unggul dibandingkan kota

b)

B. Masyarakat dapat mengakses layanan rujukan dengan lebih cepat

c)

C. Terjadinya keterlambatan pengobatan karena jarak dan keterbatasan layanan

d)

D. Penurunan jumlah peserta BPJS di daerah perkotaan

13.

Ketimpangan akses pelayanan BPJS Kesehatan sering diperparah oleh kondisi geografis karena...

a)

A. Daerah perkotaan memiliki terlalu banyak fasilitas kesehatan

b)

B. Beberapa wilayah terpencil sulit dijangkau dan minim transportasi

c)

C. Semua daerah terpencil memiliki rumah sakit besar

d)

D. Peserta BPJS di desa lebih memilih berobat ke luar negeri

14.

Salah satu dampak sosial dari ketimpangan akses pelayanan BPJS Kesehatan adalah…

a)

A. Meningkatnya jumlah rumah sakit swasta di kota

b)

B. Terjadinya ketidakadilan dalam pemenuhan hak kesehatan masyarakat

c)

C. Berkurangnya peserta BPJS di wilayah perkotaan

d)

D. Penurunan penggunaan layanan kesehatan di kota

15.

Penyebab ketimpangan akses BPJS yang berasal dari sisi sistem layanan adalah…

a)

A. Standar pelayanan BPJS yang terlalu tinggi

b)

B. Ketergantungan pada rumah sakit kelas A

c)

C. Terbatasnya kerja sama fasilitas kesehatan dengan BPJS di beberapa daerah

d)

D. Banyaknya dokter spesialis yang ditempatkan di desa terpencil

16.

Faktor utama penyebab ketimpangan distribusi dokter spesialis di Indonesia adalah…

a)

A. Jumlah lulusan dokter spesialis meningkat setiap tahun

b)

B. Fasilitas dan insentif kerja lebih menarik di kota besar

c)

C. Seluruh rumah sakit di daerah terpencil memiliki peralatan lengkap

d)

D. Pemerintah membatasi penempatan dokter di desa

17.

Dampak dari ketimpangan distribusi dokter spesialis terhadap pelayanan kesehatan adalah…

a)

A. Masyarakat di daerah terpencil lebih mudah mengakses spesialis

b)

B. Pelayanan rujukan menjadi lambat dan tidak merata

c)

C. Biaya pengobatan menjadi lebih murah

d)

D. Rumah sakit di desa menjadi lebih unggul dari kota

18.

Kondisi geografis menjadi salah satu hambatan distribusi dokter spesialis karena…

a)

A. Semua daerah terpencil berada di wilayah perkotaan

b)

B. Banyak daerah sulit dijangkau dan fasilitas kesehatan terbatas

c)

C. Dokter spesialis hanya dapat bekerja di rumah sakit swasta

d)

D. Pemerintah tidak mengizinkan penempatan dokter di pulau kecil

19.

Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi ketimpangan distribusi dokter spesialis adalah…

a)

A. Mengurangi jumlah sekolah kedokteran

b)

B. Memusatkan dokter spesialis hanya di kota-kota besar

c)

C. Memberikan insentif khusus dan program penugasan berbasis kebutuhan daerah

d)

D. Menghapus layanan rujukan berjenjang

20.

Salah satu penyebab utama ketimpangan distribusi tenaga kesehatan di Indonesia adalah…

a)

A. Jumlah tenaga kesehatan berlebih di seluruh provinsi

b)

B. Fasilitas kerja dan insentif yang lebih menarik di wilayah perkotaan

c)

C. Penurunan jumlah lulusan tenaga kesehatan setiap tahun

d)

D. Pemerintah melarang tenaga kesehatan bekerja di daerah terpencil

21.

Ketimpangan distribusi tenaga kesehatan berdampak langsung pada…

a)

A. Peningkatan angka kunjungan pasien di rumah sakit kota

b)

B. Keterbatasan akses layanan kesehatan di daerah terpencil

c)

C. Berkurangnya jumlah puskesmas di perkotaan

d)

D. Penurunan kebutuhan tenaga kesehatan nasional

22.

Ketimpangan distribusi tenaga kesehatan sering terjadi karena…

a)

A. Semua daerah memiliki jumlah tenaga kesehatan yang sama

b)

B. Sebagian besar tenaga kesehatan memilih bekerja di daerah dengan infrastruktur dan fasilitas yang lebih baik

c)

C. Tenaga kesehatan diwajibkan bekerja di daerah terpencil secara permanen

d)

D. Pemerintah melarang pembangunan fasilitas kesehatan baru

23.

Salah satu hambatan struktural yang menyebabkan ketimpangan distribusi tenaga kesehatan adalah…

a)

A. Penempatan tenaga kesehatan ditentukan sepenuhnya oleh pilihan pribadi tanpa regulasi

b)

B. Perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan yang belum optimal dan tidak berbasis data

c)

C. Jumlah fasilitas kesehatan yang terlalu banyak di daerah terpencil

d)

D. Pemerintah melarang tenaga kesehatan bekerja di rumah sakit kecil

24.

Kebijakan yang dapat membantu mengurangi ketimpangan distribusi tenaga kesehatan adalah…

a)

A. Memusatkan seluruh layanan kesehatan di kota besar

b)

B. Menambah jumlah sekolah kedokteran di luar negeri

c)

C. Mengembangkan program Wajib Kerja Dokter/Tenaga Kesehatan dan memperkuat insentif daerah terpencil

d)

D. Mengurangi jumlah tenaga kesehatan lulusan baru

25.

Penyebab utama defisit keuangan BPJS Kesehatan dalam beberapa tahun terakhir adalah…

a)

A. Penurunan jumlah peserta PBI

b)

B. Ketidakseimbangan antara iuran dan biaya klaim pelayanan kesehatan

c)

C. Kenaikan jumlah rumah sakit swasta

d)

D. Banyaknya peserta kelas 1 yang menunggak pembayaran

26.

Kebijakan yang diperlukan untuk mengatasi defisit BPJS tanpa mengurangi mutu layanan adalah…

a)

A. Menurunkan jumlah peserta BPJS Kesehatan

b)

B. Meningkatkan efektivitas kendali mutu dan kendali biaya serta penyesuaian iuran berbasis aktuaria

c)

C. Mengurangi fasilitas kesehatan yang bekerja sama

d)

D. Menghapus JKN sebagai sistem jaminan nasional

27.

Salah satu tantangan utama implementasi kebijakan kesehatan mental di Indonesia adalah…

a)

A. Jumlah rumah sakit jiwa yang berlebihan

b)

B. Stigma masyarakat terhadap gangguan mental masih tinggi

c)

C. Semua layanan kesehatan mental berbasis teknologi

d)

D. Jumlah psikolog klinis terlalu banyak

28.

Keterbatasan tenaga kesehatan jiwa di layanan primer menyebabkan…

a)

A. Deteksi dini gangguan mental semakin cepat

b)

B. Akses layanan kesehatan mental menjadi terbatas

c)

C. Puskesmas tidak lagi menerima pasien umum

d)

D. Jumlah rumah sakit jiwa berkurang drastis

29.

Reformasi sistem layanan kesehatan mental diperlukan terutama untuk…

a)

A. Memusatkan seluruh layanan pada rumah sakit jiwa

b)

B. Menghapus peran tenaga kesehatan nonspesialis

c)

C. Mengintegrasikan layanan kesehatan mental ke fasilitas primer dan komunitas

d)

D. Mengurangi jumlah layanan konseling

30.

Salah satu kebutuhan penting dalam reformasi layanan kesehatan mental di Indonesia adalah…

a)

A. Mengurangi program promosi kesehatan mental

b)

B. Memperluas pelatihan tenaga kesehatan umum dalam penanganan gangguan mental

c)

C. Menghapus peran psikolog klinis

d)

D. Mengurangi anggaran layanan primer