WorksheetsAKL XII Perpajakan - LS PPHBT
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Sebuah PT menerima hibah mesin dari perusahaan induk dan mulai menggunakannya untuk produksi. Manakah pernyataan yang paling tepat terkait status hibah tersebut terhadap PPh Badan?
Bukan merupakan objek pajak karena bukan pendapatan usaha
Merupakan Objek pajak karena menambah kemampuan ekonomis
Kena PPh final karena bersifat hadiah rutin
Hanya dikenai PPh bila dijual ke pihak ketiga
bukan Objek pajak karena tidak menambah kemampuan ekonomis
Sebuah BUMN menanggung beban PPh terutang tahunan yang cukup besar. Untuk mengelola arus kas, tindakan mana yang paling sesuai dengan ketentuan Pasal 25?
Mengangsur sendiri tiap bulan sepanjang tahun
Mendelegasikan pembayaran kepada konsultan pajak
Membayar sekaligus di akhir tahun buku
Menunda pembayaran sampai SPT Tahunan diterbitkan
Membayar pajak setelah batas waktu pembyaran dan pelaporan jatuh tempo
Wajib Pajak Pribadi maupun Badan dapat membayar Pajak Penghasilan dengan mengangsur setiap bulannya, hal ini diatur dalam
PPh Pasal 15
PPh Pasal 21
PPh Pasal 25
PPh Pasal 29
PPh Pasal 22
Sebuah firma dua mitra memperoleh royalti dari lisensi merek. PPh mana yang relevan atas penghasilan royalti tersebut?
PPh Pasal 23 atas penghasilan modal
PPh Pasal 21 atas jasa pribadi
PPh Pasal 25 angsuran bulanan
PPh Pasal 29 kurang bayar tahunan
PPh Pasal 26 atas penghasilan BUT
Unit tertentu dari badan pemerintah menerima dana APBN untuk operasional, sesuai ketentuan pembentukan. Bagaimana status kewajiban PPh Badan bagi unit tersebut?
Dikecualikan dari PPh Badan sesuai kriteria
Kena PPh final Pasal 4 ayat (2) otomatis
Wajib PPh Badan seperti BUMN biasa
Hanya wajib bila memperoleh laba usaha
Membayar pajak dengan menggunakan PPh pasal 25
Perusahaan jasa penerbangan internasional berstatus wajib pajak badan luar negeri. Penghasilan dari rute Indonesia termasuk lingkup norma khusus. PPh mana yang mengatur pelaporan sektor ini?
Pasal 26 penghasilan dari Indonesia
Pasal 29 koreksi kurang bayar
Pasal 15 norma perhitungan khusus
Pasal 22 perdagangan ekspor impor
Pasal 4 ayat 2 pelunasan pajak tahun berjalan
Sebuah PT membayar dividen kepada pemegang saham dan juga memberi hadiah kinerja kepada mitra. Tentukan perlakuan PPh yang tepat.
Dividen PPh 25, hadiah PPh 4(2)
Dividen PPh 23, hadiah PPh 23
Dividen PPh 21, hadiah PPh 22
Dividen PPh 23, hadiah tetap PPh 21
Deviden PPh pasal 26, hadiah PPh pasal 23
Perusahaan konsultan lokal membayar jasa konsultan asing tanpa BUT di Indonesia. PPh mana yang tepat atas pembayaran tersebut?
PPh 29 sebagai kurang bayar tahunan
PPh 22 karena transaksi jasa impor
PPh 26 atas penghasilan dari Indonesia
PPh 21 karena jasa terkait pekerjaan
PPh 15 yang berhubungan dengan Norma Perhitungan Khusus
Sebuah koperasi mengalami kurang bayar setelah mengkredit pemotongan PPh 21, 22, dan 23 di SPT Tahunan. Regulasi mana yang menjadi dasar pemungutan kekurangan tersebut?
Pasal 15 tentang norma khusus
Pasal 25 tentang angsuran bulanan
Pasal 29 tentang PPh kurang bayar
Pasal 4(2) tentang PPh final
Pasal 21 pemotongan atas penghasilan karyawan
Bandingkan karakter hukum Perseroan Terbatas dengan Firma dalam hal tanggung jawab pemilik terhadap kekayaan pribadi.
PT tanggung jawab terbatas, firma tanggung jawab pribadi
PT tanggung jawab pribadi, firma terbatas saham
PT dan firma sama‑sama terbatas modal
PT dan firma sama‑sama tanggung jawab pribadi
PT tanggung jawab pribadi, firma terbatas kekayaan pribadi
Sebuah badan usaha memiliki PPh terutang tahun lalu Rp1.200.000.000. Tahun berjalan, PPh Pasal 21 dipotong Rp150.000.000 dan PPh luar negeri yang dapat dikreditkan Rp90.000.000. Rencanakan besaran angsuran bulanan PPh Pasal 25 yang tepat.
Rp75.000.000 per bulan selama 12 bulan
Rp80.000.000 per bulan selama 12 bulan
Rp77.500.000 per bulan selama 12 bulan
Rp78.333.333 per bulan selama 12 bulan
Rp90.000.000 per bulan selama 12 bulan
Perusahaan A tanpa fasilitas UMKM memiliki peredaran bruto Rp4,5 triliun. Tentukan tarif PPh badan yang berlaku dan jelaskan alasan pemilihan tarif yang paling tepat.
Tarif 20% karena pengurangan lima puluh persen
Tarif 22% karena bukan perusahaan terbuka
Tarif 19% karena perusahaan besar
Tarif 25% karena ketentuan lama masih berlaku
Tarif 20% karena peredaran bruto sampai 50 M
Anda diminta menyusun jadwal kepatuhan SPT Masa untuk Mei 2022. Pilih keputusan yang paling akurat terkait batas waktu pembayaran/penyetoran PPh Pasal 25.
Setor paling lambat 15 Mei 2022
Setor paling lambat 15 Juni 2022
Setor paling lambat 30 Juni 2022
Setor paling lambat 31 Mei 2022
Sebuah perusahaan terbuka (listed) yang memenuhi syarat pengurangan tarif. Tentukan tarif PPh badan yang paling sesuai berdasarkan ketentuan terbaru.
25% karena tarif lama tetap berlaku
19% sesuai ketentuan pasal 17 ayat (2b)
22% karena tarif umum badan
20% karena tambahan insentif bursa
Perusahaan domestik dengan peredaran bruto Rp48 miliar pada 2021. Tentukan perlakuan tarif PPh badan yang sesuai fasilitas pengurangan untuk bagian peredaran bruto sampai batas tertentu.
Pembebasan PPh untuk omzet di bawah Rp50 miliar
Pengurangan 50% atas seluruh Penghasilan Kena Pajak perusahaan
Pengurangan 50% atas Penghasilan Kena Pajak dari bagian sampai Rp4,8 miliar
Tarif khusus 19% untuk seluruh penghasilan
Jika angsuran PPh Pasal 25 terlambat disetor, pilih pernyataan yang paling tepat mengenai sanksi yang akan dikenakan.
Tarif bunga sanksi administrasi dihitung per bulan dari jatuh tempo
Denda tetap Rp1.000.000 tanpa melihat keterlambatan
Sanksi hanya berlaku bila laporan SPT Masa terlambat
Tarif sanksi ditentukan oleh DJP setiap tahun sekali
Hitung rencana angsuran bila PPh terutang tahun lalu Rp2.400.000.000, PPh Pasal 21 dipotong Rp240.000.000, dan kredit pajak luar negeri Rp120.000.000. Pilih hasil paling tepat.
Rp170.000.000 per bulan
Rp160.000.000 per bulan selama 12 bulan
Rp170.000.000 per bulan selama 12 bulan
Rp170.000.000 per bulan selama 10 bulan
Ketika tanggal 15 jatuh pada hari libur nasional, apa langkah kepatuhan yang sebaiknya dilakukan terkait pembayaran angsuran PPh Pasal 25?
Bayar tetap pada hari libur dengan sistem online
Tunda ke akhir bulan karena toleransi sistem
Bayar sehari sebelumnya untuk menghindari denda
Bayar pada hari kerja berikutnya tanpa sanksi
Pilih dasar hukum yang paling tepat yang menjelaskan harmonisasi peraturan perpajakan terkait PPh Pasal 25.
UU No.1 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja
PP No.23 Tahun 2018 tentang UMKM
UU No.36 Tahun 2008 tentang PPh
UU No.7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan
Perusahaan B berniat menerapkan tarif lama 25% untuk tahun 2021. Pilih evaluasi yang paling tepat terhadap rencana tersebut.
Tepat, tarif lama tetap berlaku hingga 2022
Tidak tepat, tarif umum badan telah menjadi 22%
Tepat, perusahaan boleh memilih tarif lebih tinggi
Tidak tepat, seharusnya menggunakan tarif 19%
