Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Bismillah 01

Total questions: 60

Worksheet time: 3600secs

Name
Class
Date
1.

Seorang laki-laki 47 tahun di rawat inap dengan TBC hari ke-3. Pasien mengeluh batuk berdahak kental dan sulit dikeluarkan batuk semakin sering terutama pada malam hari dan saat bangun pagi, merasa sesak setelah batuk, cepat lelah, keringat malam, dan tidak nafsu makan. Hasil pemeriksaan fisik: batuk tidak efektif, ronki basah, penggunaan otot bantu napas, dan retraksi dada ringan. TD 110/70 mmHg, Frekuensi Nadi 104 x/menit, Frekuensi Napas 28 x/menit, Suhu 37,9°C, SpO₂ 92% tanpa oksigen tambahan.

Apa masalah keperawatan utama pada kasus tersebut ?

a)

Intoleransi Aktifitas

b)

Pola napas tidak efektif

c)

Gangguan pertukaran gas

d)

Bersihan jalan napas tidak efektif

e)

Resiko nutrisi kurang dari kebutuhan

2.

Seorang perempuan 56 tahun di rawat inap dengan TBC hari ke-2. Pasien mengeluh sesak dan batuk berdahak kental, merasa sesak setelah batuk, cepat lelah, keringat malam, dan tidak nafsu makan. Hasil pemeriksaan fisik: ronki basah, penggunaan otot bantu napas, dan retraksi dada ringan. TD 115/70 mmHg, Frekuensi Nadi 100 x/menit, Frekuensi Napas 28 x/menit, Suhu 37,9°C, PCO₂ 49 mmHg, PO₂ 70 mmHg. Apa masalah Keperawatan utama pada kasus tersebut?

a)

Intoleransi Aktifitas

b)

Pola napas tidak efektif

c)

Gangguan pertukaran gas

d)

Bersihan jalan napas tidak efektif

e)

Resiko nutrisi kurang dari kebutuhan

3.

Seorang laki-laki 53 tahun di rawat inap dengan TBC hari ke-4. Pasien mengeluh sesak dan batuk berdahak kental, merasa sesak setelah batuk, cepat lelah, keringat malam, dan tidak nafsu makan. Hasil pemeriksaan fisik: irama napas kussmaul, penggunaan otot bantu napas, dan fase ekspirasi memanjang. TD 120/70 mmHg, Frekuensi Nadi 90 x/menit, Frekuensi Napas 28 x/menit, Suhu 37,9°C, PCO₂ 50 mmHg.

Apa masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?

a)

Intoleransi Aktifitas

b)

Pola napas tidak efektif

c)

Gangguan pertukaran gas

d)

Bersihan jalan napas tidak efektif

e)

Resiko nutrisi kurang dari kebutuhan

4.

Seorang laki-laki 53 tahun di rawat inap dengan TBC hari ke-4. Pasien mengeluh sesak dan batuk berdahak kental, merasa sesak setelah batuk, cepat lelah, keringat malam, dan tidak nafsu makan. Hasil pemeriksaan fisik: irama napas kussmaul, penggunaan otot bantu napas, dan fase ekspirasi memanjang. TD 120/70 mmHg, Frekuensi Nadi 90 x/menit, Frekuensi Napas 28 x/menit, Suhu 37,9°C, PCO₂ 50 mmHg, PO2 75 mmHg, Ph 7,32 dan HCO3 25 mmol/L.

Apa interpretasi dari hasil pemeriksaan Analisa gas darah pada kasus tersebut?

a)

Asidosis respiratorik terkompensasi

b)

Alkalosis respiratorik terkompensasi

c)

Asidosis metabolic tidak terkompensasi

d)

Alkalosis Metabolik tidak terkompensasi

e)

Asidosis respiratorik tidak terkompensasi

5.

Seorang laki-laki 53 tahun di rawat inap dengan TBC hari ke-4. Pasien mengeluh sesak dan batuk berdahak kental, merasa sesak setelah batuk, cepat lelah, keringat malam, dan tidak nafsu makan. Hasil pemeriksaan fisik: irama napas kussmaul, penggunaan otot bantu napas, dan fase ekspirasi memanjang. TD 120/70 mmHg, Frekuensi Nadi 90 x/menit, Frekuensi Napas 28 x/menit, Suhu 37,9°C, PCO₂ 31 mmHg, PO₂ 75 mmHg, Ph 7,50 dan HCO3 22 mmol/L. Apa interpretasi dari hasil pemeriksaan Analisa gas darah pada kasus tersebut?

a)

Asidosis respiratorik terkompensasi

b)

Asidosis metabolic tidak terkompensasi

c)

Alkalosis Metabolik tidak terkompensasi

d)

Asidosis respiratorik tidak terkompensasi

e)

Alkalosis respiratorik terkompensasi sebagian

6.

Seorang laki-laki 53 tahun di rawat inap dengan TBC hari ke-4. Pasien mengeluh sesak dan batuk berdahak kental, merasa sesak setelah batuk, cepat lelah, keringat malam, dan tidak nafsu makan. Hasil pemeriksaan fisik: irama napas kussmaul, penggunaan otot bantu napas, dan fase ekspirasi memanjang. TD 120/70 mmHg, Frekuensi Nadi 90 x/menit, Frekuensi Napas 28 x/menit, Suhu 37,9°C, PCO2 27 mmHg, PO2 80 mmHg, Ph 7,39 dan HCO3 15 mmol/L. Apa interpretasi dari hasil pemeriksaan Analisa gas darah pada kasus tersebut?

a)

Asidosis respiratorik terkompensasi

b)

Asidosis metabolic tidak terkompensasi

c)

Alkalosis Metabolik tidak terkompensasi

d)

Asidosis Metabolik terkompensasi sempurna

e)

Alkalosis respiratorik terkompensasi sebagian

7.

Seorang laki-laki 48 tahun di rawat inap dengan Asma bronkial eksaserbasi akut hari ke-2. Pasien mengeluhkan sesak napas yang muncul sejak malam hari disertai batuk berdahak kental. Pasien mengatakan sulit mengeluarkan dahak dan merasa dada seperti tertekan saat bernapas. Selain itu, pasien tampak cepat lelah dan sulit tidur akibat sesak yang berulang. Hasil pemeriksaan: ada wheezing, penggunaan otot bantu napas, retraksi interkostal ringan. Batuk tampak tidak efektif dan sekret terdengar saat pasien mencoba batuk. Tanda vital: TD 118/76 mmHg, Frekuensi Nadi 102 x/menit, Frekuensi Napas 30 x/menit, Suhu 37,3°C, SpO2 93% dengan nasal kanul 2 L/menit.

Apa masalah Keperawatan utama pada kasus tersebut?

a)

Intoleransi Aktivitas

b)

Pola napas tidak efektif

c)

Gangguan pertukaran gas

d)

Bersihan jalan napas tidak efektif

e)

Risiko nutrisi kurang dari kebutuhan

8.

Seorang laki-laki 48 tahun di rawat inap dengan Asma bronkial eksaserbasi akut hari ke-2. Pasien mengeluhkan sesak napas yang muncul sejak malam hari disertai batuk berdahak kental. Pasien mengatakan sulit mengeluarkan dahak dan merasa dada seperti tertekan saat bernapas. Selain itu, pasien tampak cepat lelah dan sulit tidur akibat sesak yang berulang. Hasil pemeriksaan: ada wheezing, penggunaan otot bantu napas, retraksi interkostal ringan. Batuk tampak tidak efektif dan sekret terdengar saat pasien mencoba batuk. Tanda vital: TD 118/76 mmHg, Frekuensi Nadi 102 x/menit, Frekuensi Napas 30 x/menit, Suhu 37,3°C, SpO2 93% dengan nasal kanul 2 L/menit.

Apa intervensi Keperawatan utama pada kasus tersebut?

a)

Manajemen jalan napas

b)

Terapi batuk efektif

c)

Manajemen sekret

d)

Pemantauan respirasi

e)

Kolaborasi pemberian bronkodilator

9.

Seorang pasien mengalami pembengkakan bronkiolus terminalis akibat reaksi alergi. Namun, pertukaran gas masih dapat berlangsung di paru. Zona yang masih tetap melakukan pertukaran gas adalah…

a)

Bronkiolus terminalis

b)

Bronkus utama

c)

Bronkiolus respiratorius

d)

Trakea

e)

Laring

10.

Seorang pasien mengalami pembengkakan bronkiolus terminalis akibat reaksi alergi. Namun, pertukaran gas masih dapat berlangsung di paru. Zona yang masih tetap melakukan pertukaran gas adalah…

a)

Bronkiolus terminalis

b)

Bronkus utama

c)

Bronkiolus respiratorius

d)

Trakea

e)

Laring

11.

Seorang laki-laki 51 tahun di rawat dengan keluhan sesak napas. Pemeriksaan menunjukkan adanya sumbatan pada saluran napas bagian atas sehingga udara sulit masuk ke trakea. Dari pemeriksaan anatomi diketahui bahwa bagian yang tersumbat adalah struktur yang berfungsi sebagai persimpangan antara saluran makanan dan saluran napas. Struktur yang paling mungkin mengalami gangguan adalah…

a)

Laring

b)

Trakea

c)

Faring

d)

Bronkus utama

e)

Bronkiolus terminalis

12.

Bentuk utama karbon dioksida yang diangkut dalam darah adalah…

a)

Terikat hemoglobin sebagai HbCO

b)

Terlarut sebagai CO₂ bebas

c)

Dalam bentuk bikarbonat (HCO₃⁻)

d)

Terikat albumin

e)

Dalam bentuk asam karbonat (H₂CO₃)

13.

Seorang pasien 60 tahun datang dengan keluhan sesak napas yang semakin memberat sejak 3 hari terakhir. Pasien mengatakan batuk produktif kronik sejak beberapa tahun dan merupakan perokok berat. Pemeriksaan menunjukkan frekuensi napas 30x/menit, Nampak barrel chest, terdapat ronki dan wheezing. Apa diagnosis yang paling sesuai?

a)

Asma akut

b)

PPOK eksaserbasi akut

c)

Pneumonia lobaris

d)

Gagal jantung kiri

e)

Efusi pleura

14.

Seorang pasien PPOK tampak menggunakan otot bantu napas dan bernapas melalui bibir mengerucut. Manfaat fisiologisnya adalah…

a)

Mempercepat ekspirasi

b)

Menghambat ventilasi alveolar

c)

Menurunkan tekanan intratorakal

d)

Mengurangi aliran udara ekspirasi

e)

Menurunkan air trapping

15.

Seorang pasien PPOK lama tampak jari-jari clubbing, edema perifer, dan hepatomegali. Komplikasi yang paling mungkin adalah…

a)

Cor pulmonale

b)

Gagal ginjal akut

c)

Hipotiroid

d)

Sepsis

e)

Emboli paru

16.

Seorang pasien PPOK didapatkan hasil pengkajian berupa CAT = 6, eksaserbasi: 2 kali tahun lalu, tidak dirawat inap, FEV1 = 38%. Termasuk pasien termasuk grup stage berapa?

a)

GOLD A

b)

GOLD B

c)

GOLD C

d)

GOLD D

e)

GOLD 3

17.

Seorang laki-laki usia 25 tahun dibawa ke klinik terdekat karena demam tinggi, batuk kering, dan keluhan nyeri dada saat bernafas. Setelah pemeriksaan, tenaga medis mencurigai pneumonia dan melakukan rontgen dada. Apa yang menjadi prioritas dalam penanganan pasien tersebut?

a)

Memberikan obat penurun panas

b)

Melakukan tes darah lengkap

c)

Memulai terapi antibiotic

d)

Mengatur pola makan

e)

Meminum obat herbal

18.

Seorang laki-laki usia 60 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan demam, batuk produktif, dan sesak napas. Dia memiliki riwayat merokok selama 30 tahun dan didiagnosis dengan hipertensi. Pada pemeriksaan fisik, terdengar ronki di paru-paru. Rontgen dada menunjukkan infiltrat pada lobus superior sinistra. Apa diagnosis yang paling mungkin untuk pasien tersebut?

a)

Pneumonia

b)

Asma

c)

Emfisema

d)

Bronkitis kronis

e)

Kanker paru-paru

19.

Seorang perempuan berusia 54 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan demam tinggi, batuk produktif, dan sesak napas. Pasien memiliki riwayat merokok dan diabetes mellitus. Perawat mencurigai pneumonia dan menjelaskan kepada pasien tentang proses terjadinya infeksi. Apa yang terjadi pada alveolus selama pneumonia?

a)

Alveolus terisi dengan udara segar

b)

Alveolus kehilangan surfaktan

c)

Alveolus terisi dengan cairan dan sel inflamasi

d)

Alveolus mengalami fibrosis

e)

Alveolus mengalami hiperinflusasi

20.

Seorang pasien berusia 60 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan demam, batuk berdahak, dan sesak napas. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya suara napas yang menurun di paru-paru kanan. Hasil tersebut dicurigai pasien mengalami pneumonia dan memutuskan untuk melakukan beberapa pemeriksaan laboratorium. Apa jenis kultur yang sebaiknya dilakukan untuk mengidentifikasi patogen penyebab pneumonia?

a)

Kultur darah

b)

Kultur urin

c)

Kultur tinja

d)

Kultur saliva

e)

Kultur dahak

21.

Seorang mahasiswa keperawatan sedang mempelajari komponen darah di bawah mikroskop. Dia mengamati sel-sel yang paling banyak jumlahnya, berbentuk cakram bikonkaf, tidak berinti, dan mengandung protein kompleks yang memberinya warna merah. Protein apakah yang dimaksud dalam pengamatan tersebut, dan apa fungsi utamanya dalam aspek fisiologi pernapasan?

a)

Albumin; Menjaga tekanan osmotik darah

b)

Fibrinogen; Berperan dalam proses pembekuan darah

c)

Hemoglobin; Mengikat dan mengangkut oksigen

d)

Mielin; Melindungi serabut saraf

e)

Kolagen; Memberi struktur pada jaringan ikat.

22.

Seorang pasien datang ke UGD dengan luka infeksi yang parah pada kakinya. Hasil laboratorium menunjukkan peningkatan drastis jumlah leukosit. Secara spesifik, terjadi peningkatan neutrofil, jenis sel darah putih yang berperan aktif dalam fagositosis awal bakteri. Dalam konteks aspek kimia-fisika dan mekanisme pertahanan tubuh, proses apa yang dilakukan oleh neutrofil untuk "memakan" patogen, dan apa tujuan fisiologis dari peningkatan jumlah sel tersebut?

a)

Hemolisis; Menghancurkan sel darah merah yang terinfeksi.

b)

Fagositosis; Melawan infeksi dan membatasi penyebaran patogen.

c)

Aglutinasi; Menggumpalkan patogen agar mudah dibuang ginjal.

d)

Eritropoiesis; Merangsang pembentukan sel darah baru.

e)

Oksidasi; Mengeluarkan radikal bebas untuk membunuh bakteri.

23.

Seorang pendaki gunung berada di ketinggian di mana tekanan parsial oksigen (PO2) di udara sangat rendah. Tubuhnya mulai beradaptasi untuk memaksimalkan pengikatan oksigen yang tersedia. Bagaimana sifat kimia-fisika hemoglobin beradaptasi dengan kondisi PO2 yang rendah di ketinggian untuk memastikan suplai oksigen ke jaringan tetap optimal?

a)

Afinitas hemoglobin terhadap oksigen menurun, kurva bergeser ke kanan.

b)

Jumlah hemoglobin per sel meningkat drastis dalam hitungan menit.

c)

Afinitas hemoglobin terhadap oksigen meningkat, kurva bergeser ke kiri.

d)

Hemoglobin mulai mengikat nitrogen sebagai pengganti oksigen.

e)

Laju aliran darah meningkat hingga dua kali lipat.

24.

Seorang pasien didiagnosis menderita anemia hemolitik, suatu kondisi di mana sel darah merah hancur lebih cepat dari produksi normalnya. Sel darah merah yang hancur akan dimetabolisme. Di manakah lokasi utama penghancuran sel darah merah yang sudah tua atau rusak secara fisiologis, dan produk metabolisme utama apa dari hemoglobin yang akan diekskresikan oleh tubuh?

a)

Ginjal; Urea.

b)

Paru-paru; Karbon dioksida.

c)

Sumsum tulang; Eritropoietin.

d)

Limpa dan hati; Bilirubin.

e)

Jantung; Kreatinin.

25.

Seorang perawat melakukan pengkajian pada Ny. A (25 tahun) yang didiagnosis anemia defisiensi zat besi. Ny. A mengeluhkan kelelahan ekstrem, pusing, dan kulitnya tampak pucat. Ny. A juga menyebutkan sering mengonsumsi minuman teh kental segera setelah makan. Faktor kebiasaan apa yang perlu diedukasi terkait penyerapan zat besi, dan manakah gejala utama yang menjadi fokus diagnosis keperawatan prioritas terkait penurunan kapasitas transport oksigen?

a)

Kebiasaan minum teh; Gejala pusing.

b)

Kebiasaan minum teh; Gejala kelelahan ekstrem.

c)

Kebiasaan makan makanan pedas; Gejala kulit pucat.

d)

Kebiasaan tidur larut malam; Gejala pusing.

e)

Kebiasaan minum kopi; Gejala kulit pucat.

26.

Tn. B (40 tahun) didiagnosis anemia defisiensi zat besi dan diberi resep suplemen zat besi oral (tablet ferrous sulfate). Perawat sedang memberikan pendidikan kesehatan tentang cara mengonsumsi obat tersebut di rumah. Intervensi edukasi apa yang paling penting disampaikan perawat terkait cara konsumsi obat untuk memaksimalkan penyerapan zat besi, dan minuman apa yang disarankan untuk dikonsumsi bersamaan?

a)

Diminum setelah makan besar dengan susu.

b)

Diminum saat perut kosong dengan jus jeruk.

c)

Diminum bersamaan dengan antasida untuk mencegah mual.

d)

Diminum sebelum tidur dengan teh hangat.

e)

Diminum saat makan siang dengan kopi.

27.

Seorang pasien, Tn. C (55 tahun), seorang pecandu alkohol kronis, dirawat dengan kondisi anemia makrositik. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar folat serumnya sangat rendah. Tn. C mengalami anoreksia (penurunan nafsu makan) dan penurunan berat badan yang signifikan. Berdasarkan skenario tersebut, apakah diagnosis keperawatan utama yang paling relevan terkait status nutrisi pasien, dan apakah penyebab fisiologis dari anemia defisiensi folat pada pasien ini?

a)

Nyeri Akut; Penurunan produksi eritropoietin.

b)

Risiko Infeksi; Penurunan fungsi limpa.

c)

Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh; Asupan folat tidak adekuat dan gangguan metabolisme folat.

d)

Gangguan Citra Tubuh; Peningkatan berat badan.

e)

Pola Napas Tidak Efektif; Penurunan fungsi paru-paru.

28.

Seorang perawat komunitas melakukan kunjungan rumah pada Ny. D (30 tahun) yang sedang hamil 20 minggu dengan anemia defisiensi zat besi. Ny. D telah mengonsumsi suplemen zat besi selama satu bulan. Kriteria hasil evaluasi objektif apa yang harus digunakan perawat untuk menentukan keberhasilan intervensi keperawatan dan pengobatan yang diberikan?

a)

Penurunan tekanan darah dan denyut nadi.

b)

Peningkatan kadar gula darah puasa.

c)

Peningkatan kadar hemoglobin (Hb) dan hematokrit menuju rentang normal.

d)

Penurunan berat badan yang signifikan.

e)

Peningkatan laju endap darah (LED).

29.

Seorang pasien laki-laki usia 55 tahun di rawat dengan keluhan nyeri dada kiri yang menjalar ke lengan dan rahang. Pemeriksaan menunjukkan peningkatan kadar Troponin I dan CK-MB. Hasil EKG menunjukkan elevasi segmen ST pada sadapan prekordial. Manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan kondisi pasien tersebut?

a)

Terjadi peningkatan aktivitas nodus SA sebagai kompensasi kerusakan ventrikel kiri

b)

Terjadi iskemia otot jantung akibat gangguan aliran darah pada sirkulasi coroner

c)

Peningkatan tekanan vena kava menyebabkan peningkatan preload

d)
  1. Kerusakan katup aorta menyebabkan penurunan kontraktilitas miokardium

e)
  1. Penurunan resistensi vaskuler sistemik menyebabkan hipertensi pulmonal

30.

Seorang atlet muda menjalani pemeriksaan fungsi jantung. Hasil menunjukkan peningkatan curah jantung (cardiac output) setelah latihan fisik berat, tanpa adanya kelainan struktur jantung. Mekanisme peningkatan curah jantung tersebut terutama disebabkan oleh...

a)

Penurunan aktivitas saraf simpatis yang menurunkan resistensi perifer

b)

Peningkatan preload yang meningkatkan volume sekuncup melalui hukum Frank-Starling

c)

Penurunan kontraktilitas akibat kelelahan otot jantung

d)

Peningkatan tekanan aorta yang menurunkan afterload

e)

Aktivasi baroreseptor yang menurunkan denyut jantung

31.

Seorang pasien mengalami keluhan pusing dan denyut jantung lambat sekitar 40 kali per menit. EKG menunjukkan impuls berasal dari atrioventrikular (AV) node. Struktur jantung mana yang seharusnya berfungsi sebagai pacemaker primer dan berapa frekuensi normalnya?

a)

AV node – 40–50 kali/menit

b)

Purkinje fibers – 20–40 kali/menit

c)

Bundle of His – 30–40 kali/menit

d)

SA node – 60–100 kali/menit

e)

Atrium kanan – 100–120 kali/menit

32.

Seorang pasien dengan gagal jantung mengalami penurunan energi seluler dan peningkatan stres oksidatif. Pemeriksaan biokimia menunjukkan penurunan kadar ATP dan gangguan fungsi mitokondria. Proses biokimia mana yang paling berperan dalam pembentukan ATP di otot jantung yang terganggu pada pasien ini?

a)

Fosforilasi oksidatif di mitokondria

b)

Glikolisis anaerob di sitoplasma

c)

Katabolisme protein di retikulum endoplasma

d)

Proses deaminasi di hati

e)

Aktivasi enzim amilase pankreas

33.

Seorang laki-laki 63 tahun dengan riwayat hipertensi dan diabetes di rawat dengan keluhan sesak napas yang memberat saat berbaring, batuk berdahak berbusa, dan kelelahan. Pemeriksaan menunjukkan edema tungkai, peningkatan tekanan vena jugularis, dan bunyi jantung tambahan S3. Mekanisme fisiologis yang mendasari gejala tersebut adalah…

a)

Penurunan kontraktilitas ventrikel menyebabkan penurunan curah jantung dan retensi cairan sistemik

b)

Peningkatan curah jantung akibat peningkatan preload dan afterload secara bersamaan

c)

Penurunan tonus saraf simpatis menyebabkan dilatasi vaskuler dan hipoperfusi jaringan

d)

Vasokonstriksi sistemik menyebabkan peningkatan curah jantung kompensatorik

e)

Aktivasi parasimpatis menurunkan frekuensi jantung sehingga menimbulkan edema

34.

Seorang pasien gagal jantung diberikan terapi kombinasi furosemid, captopril, dan digoksin. Setelah 2 hari, pasien melaporkan sering buang air kecil dan merasa lemah. Pemeriksaan elektrolit menunjukkan kadar kalium 3,0 mEq/L. Tindakan perawat yang paling tepat untuk mencegah komplikasi pada pasien ini adalah…

a)

Memberikan cairan intravena hipertonik untuk meningkatkan tekanan osmotik plasma

b)

Menghentikan terapi ACE inhibitor untuk mencegah hiperkalemia

c)

Memberikan suplemen kalium sesuai instruksi dokter dan memantau kadar elektrolit

d)

Menganjurkan pasien meningkatkan asupan natrium untuk menyeimbangkan cairan tubuh

e)

Memberikan tambahan diuretik untuk mempercepat pengeluaran cairan berlebih

35.

Seorang wanita 58 tahun dengan diagnosis gagal jantung kronis dirawat dengan keluhan sesak dan pembengkakan tungkai. Pasien mengaku sering mengonsumsi makanan asin. Tujuan utama pemberian diet rendah garam (≤2 g/hari) pada pasien gagal jantung adalah…

a)

Mengurangi risiko hiponatremia akibat terapi diuretic

b)

Menurunkan beban kerja jantung dengan mencegah retensi cairan berlebih

c)

Meningkatkan kontraktilitas miokard dengan menambah keseimbangan elektrolit

d)
  1. Mengoptimalkan metabolisme energi dengan memperbanyak natrium dalam sel

e)
  1. Mempertahankan tekanan darah pada batas tinggi untuk perfusi organ

36.

Seorang pasien gagal jantung mengalami sesak napas berat dan tampak gelisah. Saturasi oksigen 89%, nadi 112x/menit, tekanan darah 90/60 mmHg, dan edema tungkai. Perawat menempatkan pasien pada posisi semi fowler dan memberikan oksigen nasal 3 L/menit. Rasional dari tindakan tersebut adalah…

a)

Mengoptimalkan ekspansi paru dan meningkatkan oksigenasi jaringan

b)

Mengurangi tekanan intrakranial dan memperlancar sirkulasi otak

c)

Meningkatkan preload jantung untuk memperbaiki curah jantung

d)

Memperkuat kontraksi jantung melalui peningkatan perfusi coroner

e)

Mengurangi rangsangan baroreseptor pada arteri karotis

37.

Seorang wanita muda berusia 40 tahun tiba-tiba mengalami keluhan nyeri dada hebat seperti tertusuk-tusuk, menjalar ke bahu dan lengan kiri. Keluarganya memutuskan untuk membawa ke IRD RSMH. Apakah penyebab keluhan yang dirasakan oleh tersebut?

a)

Peningkatan O2 ke jantung

b)

Peningkatan nutrient ke jantung

c)

Peningkatan aliran darah ke jantung

d)

Penurunan nutrient ke jantung

e)

Penurunan aliran darah ke jantung

38.

Seorang lelaki eksekutif muda berusia 40 tahun mengeluhkan nyeri dada hebat seperti terbakar akibat kalah tender proyek. Hasil pengkajian ditemukan sulit tidur, memegangi dada, dan meringis kesakitan. Apakah data yang perlu dilengkapi untuk menegakkan diagnosis keperawatan pasien tersebut?

a)

Gelisah

b)

Merasa depresi

c)

Penurunan Nadi

d)

Penurunan suhu

e)

Penurunan tekanan darah

39.

Si Samsul seorang direktur muda berusia 35 tahun telah dirawat 2 hari di RSMH dengan keluhan utama nyeri dada hebat yang tembus ke punggung dan menjalar ke bahu hingga tangan kiri yang berlangsung sekitar 25 – 30 menit, keluhan tersebut tidak hilang dengan istirahat maupun obat ISDN sub lingual. Berdasarkan data yang ada pada pasien tersebut, mencerminkan manifestasi klinis apa?

a)

IMA

b)

STEMI

c)

iskemia

d)

Angina Pectoris

e)

Unstable Angina Pectoris

40.

Masih tentang si Samsul yang seorang direktur muda berusia 35 tahun telah dirawat 2 hari di RSMH dengan keluhan utama nyeri dada hebat yang tembus ke punggung dan menjalar ke bahu hingga tangan kiri yang berlangsung sekitar 25 – 30 menit, keluhan tersebut tidak hilang dengan istirahat maupun obat ISDN sub lingual. Saat inii masih menunggu hasil laboraturium. Manakah hasil lab berikut ini yang potensial muncul pasen tersebut?

a)

ST depresi

b)

ST Elevasi

c)

Troponin negative

d)

CKMB menurun

e)

Myoglobin negatif

41.

Perawat boi melakukan pegkajian nyeri pasien yang mengeluhkan nyeri dada hebat di dada kiri yang menjalar ke bahu hingga tangan kiri. Saat ini perawat mengkaji nyerinya dan didapatkan hasil skala nyerinya 8. Apakah pengkajian nyeri yang dilakukan oleh perawat?

a)

Provoccation

b)

Quality

c)

Regio

d)

Severe

e)

Time

42.

Si Bedul sedang melakukan pengkajian pasien yang mengeluh demam. Hasil pengkajian secara obyektif didapatkan nyeri sendi, gusi berdarah, mimisan dan mual muntah. Apakah penyakit yang paling sesuai dengan data pasien tersebut?

a)

Demam

b)

Typoid

c)

malaria

d)

Peradangan

e)

Demam berdarah

43.

Si Bob sedang melakukan pengkajian pasien yang mengeluh demam. Saat ini sedang melakukan rumple leed test yang telah melakukan Tindakan berupa menahan tekanan darah selama 5 menit pada hasil bagi antara jumlah tekanan systole ditambah diastole. Apakah tindakan selanjutnya?

a)

Mengukur tekanan darah

b)

Memompa tensimeter sampai 160 mmHg.

c)

Turunkan tekanan darah dan tunggu selama 3 menit

d)

Turunkan tekanan darah dan tunggu selama 2 menit

e)

Hitung jumlah rata-rata tekanan darah baik sistole maupun dyastole

44.

Pada saat melakukan tes terhadap DHF, perawat menghitung jumlah bintik-bintik merah pada bagian kulit pasien. Hasil hitung tersebut dijadikan acuan perawat untuk mengkategorikan apakah pasien positif atau negatif. Manakah diantara berikut ini yang tidak sesuai dengan tindakan perawat di atas?

a)

Menghitung petechiae dalam 1 inchi persegi

b)

Perawat sedang melakukan bagian torniquet test

c)

Pembacaan hasil dilakukan pada antecubital fossa

d)

Pembacaan dengan menghitung jumlah petechiae

e)

Positif bila jumlah petechiae < 10 dalam 1 cm perseginya

45.

Dibawah ini, manakah pernyataan yang tepat dalam menjelaskan penyebab paling umum dari kanker paru?

a)

Akumulasi perubahan genetik akibat riwayat TBC atau fibrosis paru sebelumnya.

b)

Paparan agen pekerjaan dan lingkungan yang menyebabkan DNA sel menjadi tidak stabil.

c)

Transformasi keganasan epitel paru normal yang terjadi secara spontan di saluran trakeobronkial.

d)

Inhalasi karsinogen, terutama asap rokok, yang merusak DNA sel epitel paru.

e)

Pertumbuhan sel abnormal akibat satu sel epitel yang berubah menjadi karsinoma invasif.

46.

Seorang laki-laki 54 tahun dirawat diagnosis medis kanker paru mengeluhkan sesak napas (dispnea) yang semakin memberat dan merasa cemas. Diagnosis keperawatan utama yang ditegakkan adalah "Gangguan pertukaran gas". Manakah intervensi keperawatan mandiri prioritas yang harus dilakukan perawat segera untuk mengatasi keluhan sesak napas pasien tersebut?

a)

Menganjurkan pasien untuk melakukan batuk efektif secara teratur.

b)

Memberikan posisi high-Fowler atau semi-Fowler untuk memaksimalkan ekspansi paru.

c)

Melakukan pemantauan ketat tanda-tanda vital setiap 15 menit.

d)

Mengajarkan teknik relaksasi otot progresif untuk mengurangi kecemasan.

e)

Mengatur pemberian diet porsi kecil tapi sering dan tinggi kalori.

47.

Salah satu manifestasi klinis awal kanker paru yang paling umum dan sering kali menetap (persisten) adalah...

a)

Nyeri dada yang tajam dan terlokalisasi.

b)

Hemoptisis (batuk darah) dalam jumlah besar.

c)

Penurunan berat badan yang drastis tanpa sebab jelas.

d)

Batuk kronis yang tidak kunjung sembuh atau berubah karakteristik.

e)

Sindrom Vena Kava Superior (SVCS) yang menyebabkan pembengkakan wajah dan leher.

48.

Dalam mendiagnosis kanker paru, prosedur diagnostik manakah yang dianggap paling konklusif atau definitif untuk memastikan adanya sel ganas dan menentukan jenis histologis kanker?

a)

Pemeriksaan sinar-X dada (chest X-ray) rutin.

b)

Pemeriksaan Computed Tomography (CT) Scan dada.

c)

Analisis sputum sitologi (pemeriksaan dahak).

d)

Biopsi jaringan paru (melalui bronkoskopi atau prosedur bedah).

e)

Positron Emission Tomography (PET) Scan.

49.

Seorang laki-laki 48 tahun dirawat dengan diagnosa medis efusi pleura maligna. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik, perawat menemukan adanya penurunan fremitus vokal dan bunyi napas yang sangat lemah atau hilang pada sisi paru yang terkena. Intervensi medis yang paling mungkin dan sering dilakukan untuk mengatasi kondisi ini secara paliatif adalah...

a)

Pemberian diuretik oral dosis tinggi untuk mengurangi retensi cairan tubuh.

b)

Torasentesis terapeutik (pungsi pleura) untuk mengeluarkan akumulasi cairan.

c)

Pemasangan selang dada (chest tube) untuk drainase jangka panjang dan pleurodesis.

d)

Pemberian terapi antibiotik intravena spektrum luas untuk mengatasi infeksi.

e)

Tindakan bedah lobektomi darurat untuk mengangkat tumor penyebab.

50.

Efusi pleura maligna merupakan komplikasi umum dari kanker paru yang terjadi akibat akumulasi cairan di ruang pleura. Secara teoritis, mekanisme patofisiologis utama yang menyebabkan penumpukan cairan ini adalah...

a)

Peningkatan tekanan hidrostatik dalam kapiler pleura akibat gagal jantung sisi kiri.

b)

Penurunan tekanan onkotik plasma akibat malnutrisi berat dan hipoalbuminemia.

c)

Obstruksi drainase limfatik dan peningkatan permeabilitas kapiler pleura akibat invasi sel kanker.

d)

Respons inflamasi sistemik yang menyebabkan produksi cairan berlebih di seluruh tubuh.

e)

Infeksi bakteri sekunder yang menyebabkan penumpukan eksudat purulen (nanah) di ruang pleura.

51.

Seorang perawat sedang merawat pasien kanker paru yang baru saja menjalani tindakan torasentesis terapeutik untuk mengatasi efusi pleura maligna sehingga menyebabkan pasien sesak napas berat. Manakah tindakan prioritas dalam asuhan keperawatan post-prosedural yang harus dilakukan perawat segera setelah tindakan torasentesis selesai?

a)

Memonitor tanda-tanda infeksi lokal pada lokasi tusukan.

b)

Menganjurkan pasien untuk segera mobilisasi dini (berjalan).

c)

Mengukur jumlah cairan yang berhasil dikeluarkan dan mencatat karakteristiknya.

d)

Melakukan auskultasi bunyi napas dan memonitor tanda-tanda pneumotoraks atau perdarahan.

e)

Mengajarkan teknik manajemen nyeri non-farmakologis pada pasien.

52.

Efusi eksudat merupakan tipe dari efusi pleura, salah satu penyebabnya adalah...

a)

Gagal jantung kongestif

b)

Serosis hati

c)

Sindroma nefrotik

d)

Efusi pleura maligna

e)

Trauma perikardium

53.

Seorang pasien laki-laki usia 47 tahun dengan diagnosa medis hipertensi. Pasien mengatakan sesak nafas. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik pasien tampak sesak nafas, TD 130/90 mmHg, nadi 98 x/menit, RR 29 x/menit, suhu 37,3 °C. auskultasi terdengar suara ronkh dan tampak adanya retraksi otot bantu pernafasan. Berdasarkan kasus diatas, apa tindakan keperawatan yang tepat dilakukan?

a)

Memberikan terapi oksigen dan memposisikan pasien semifowler.

b)

Mempertahankan lingkungan tetap tenang.

c)

Melakukan pemeriksaan fungsi jantung.

d)

Memonitor pernafasan.

e)

Mengkaji status pernafasan.

54.

Ny. W usia 25 tahun mengalami hipertensi dan gagal jantung. Pasien dilakukan pemeriksaan EKG didapatkan hasil nekrose inferior dan injury anteroseptal, nadi cepat dan lemah, ada edema ekstremitas bawah, kesadaran kompos mentis, diaphoresis, pembatasan aktivitas, pasien mengatakan mudah lelah setelah aktivitas dan tidak ada nafsu makan. Apa masalah keperawatan utama pada Ny. W?

a)

Kelebihan volume cairan.

b)

Penurunan curah jantung.

c)

Penurunan perfusi jaringan.

d)

Intoleransi aktivitas.

e)

Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.

55.

Tn. A usia 56 tahun datang ke IGD dengan diagnosa medis hipertensi. Pasien tiba-tiba sesak nafas, takikardia dan perawat mencurigai edema paru. Hasil pemeriksaan fisik : TD 130/80 mmHg, nadi 118 x/menit, RR 28 x/menit, suhu 37,1 ºC. Apa tindakan yang tepat pada kasus diatas?

a)

Pasang infus.

b)

Kolaborasi pemberian obat.

c)

Berikan oksigen.

d)

Pindah pasien ke ruang rawat jantung.

e)

Auskultasi suara nafas.

56.

Tn. G usia 60 tahun mengalami hipertensi. Hasil pemeriksaan fisik nadi cepat dan lemah, ada edema ekstremitas bawah, auskultasi suara nafas ronchi, kesadaran kompos mentis, diaphoresis, kelelahan, dan tidak ada nafsu makan. Apa masalah keperawatan utama pada kasus diatas?

a)

Penurunan curah jantung.

b)

Kelebihan volume cairan.

c)

Penurunan perfusi jaringan.

d)

Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.

e)

Intoleransi aktivitas.

57.

Tn. C usia 55 tahun dengan diagnose medis leukemia. Hasil pemeriksaan fisik : TD 130/70 mmHg, nadi 82 x/menit, RR 27 x/menit, suhu 37,5 °C. Pasien mengatakan batuk berdahak, sesak nafas, lelah setelah melakukan aktivitas dan mudah lelah. Auskultasi suara nafas ronchi. Apa tindakan yang tepat pada Tn. C?

a)

Mengajarkan batuk efektif.

b)

Memberikan penjelasan tentang penyakit pasien.

c)

Memberikan pendidikan kesehatan tentang tanda dan gejala penyakit.

d)

Menganjurkan pasien untuk banyak minum air.

e)

Memberikan posisi semi fowler.

58.

Ny. K usia 62 tahun dengan diagnosa medis leukemia. Pasien mengatakan cemas, gelisah, lelah serta gangguan aktivitas, sesak nafas dan nyeri dada. Hasil pemeriksaan fisik : TD 110/70 mmHg, nadi 87 x/menit, RR 26 x/menit, suhu 37,1 °C. Pasien mengatakan lelah setelah melakukan aktivitas. Apa masalah keperawatan utama pada Ny. K?

a)

Intoleransi aktivitas.

b)

Pola nafas tidak efektif.

c)

Bersihan jalan nafas tidak efektif.

d)

Nyeri akut.

e)

Ansietas.

59.

Seorang perempuan, usia 60 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan leukemia, pasien mengatakan nyeri, skala nyeri 4, merasa khawatir dengan kondisinya dan tidak ada nafsu makan. Hasil pemeriksaan: didapatkan pasien gelisah dan pasien berkeringat. TD 120/80 mmHg, frekuensi nadi 95 x/menit, frekuensi napas 19 x/menit, suhu 37,3°C. Apa masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?

a)

Ansietas.

b)

Nyeri akut.

c)

Hipovolemia.

d)

Defisit nutrisi.

e)

Kerusakan integritas kulit.

60.

Ny. W usia 23 tahun mengalami leukemia. Pasien dilakukan pemeriksaan fisik, nadi cepat dan lemah, ada suara ronkhi, kesadaran kompos mentis, diaphoresis, pembatasan aktivitas, pasien mengatakan mudah lelah setelah aktivitas dan tidak ada nafsu makan. Apa masalah keperawatan utama pada Ny. W?

a)

Kelebihan volume cairan

b)

Penurunan curah jantung

c)

Penurunan berfusi jaringan

d)

Intoleransi aktivitas

e)
  1. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh