wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz Pengawasan Intern Pemerintah

Total questions: 99

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Apa kepanjangan dari APIP dalam konteks pengawasan intern pemerintah?

a)

Aparat Pengawasan Intern Pemerintah

b)

Asosiasi Pengawas Independen Publik

c)

Administrasi Pengelolaan Informasi Publik

d)

Aparatur Pengelola Informasi Pemerintah

2.

Apa saja tugas APIP dalam peran konsulting?

a)

Sosialisasi, fasilitasi/asistensi, dan konsultansi

b)

Audit, evaluasi, dan pemantauan

c)

Penilaian kinerja dan pelaporan

d)

Pengelolaan keuangan dan administrasi

3.

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta diharapkan mampu melakukan hal berikut, kecuali...

a)

Menilai pelaksanaan tata kelola di unit APIP

b)

Memimpin tim penugasan audit intern

c)

Mengelola konflik dalam tim penugasan audit intern

d)

Membuat laporan keuangan tahunan

4.

Mengapa auditor muda yang berperan sebagai ketua tim penting dalam proses pengawasan intern?

a)

Karena harus memimpin tim audit intern mencapai tujuan penugasan yang telah ditetapkan

b)

Karena bertanggung jawab atas seluruh keuangan organisasi

c)

Karena harus membuat kebijakan organisasi

d)

Karena harus mengawasi seluruh pegawai

5.

Bagaimana cara peserta diklat menunjukkan keberhasilan setelah mengikuti proses pembelajaran?

a)

Dengan menilai tata kelola, memimpin tim, dan mengelola konflik dalam tim audit intern

b)

Dengan membuat laporan keuangan dan administrasi

c)

Dengan mengatur jadwal rapat mingguan

d)

Dengan menambah jumlah anggota tim

6.

Apa kepanjangan dari IA-CM dalam konteks audit internal di sektor publik?

a)

Internal Audit Capability Model

b)

Internal Audit Control Management

c)

Internal Assurance Compliance Model

d)

Internal Assessment Capability Method

7.

Pada level awal (initial) IA-CM, apa yang belum dapat dilakukan oleh APIP?

a)

Memberikan jaminan atas proses tata kelola sesuai peraturan dan mencegah korupsi

b)

Memberikan konsultansi pada tata kelola

c)

Menjamin proses tata kelola sesuai peraturan

d)

Memberikan assurance atas manajemen risiko

8.

Mengapa pengembangan IACM di negara berbeda-beda?

a)

Karena perbedaan praktik manajemen, proses/prosedur, dan budaya pemerintahan

b)

Karena semua negara memiliki sistem audit yang sama

c)

Karena tidak ada perbedaan dalam tata kelola

d)

Karena audit internal tidak diperlukan di semua negara

9.

Pada level Infrastruktur (infrastructure) IA-CM, apa kemampuan APIP?

a)

Menjamin proses tata kelola sesuai peraturan dan mendeteksi korupsi

b)

Memberikan konsultansi pada tata kelola

c)

Memberikan assurance atas manajemen risiko

d)

Menilai efisiensi dan efektivitas kegiatan

10.

Perbedaan utama antara level Terintegrasi (Integrated) dan Terkelola (Managed) dalam IA-CM adalah...

a)

Terintegrasi fokus pada konsultansi, sedangkan Terkelola memberikan assurance secara keseluruhan

b)

Terintegrasi hanya mendeteksi korupsi, Terkelola tidak

c)

Terkelola tidak memberikan assurance, Terintegrasi memberikan assurance

d)

Terintegrasi tidak menilai efisiensi, Terkelola menilai efisiensi

11.

Apa yang dimaksud dengan APIP pada level optimal (Optimizing)?

a)

APIP menjadi agen perubahan

b)

APIP hanya melakukan audit rutin

c)

APIP tidak memiliki peran dalam organisasi

d)

APIP hanya mengawasi keuangan

12.

Sebutkan salah satu elemen penting dalam aktivitas audit intern menurut dokumen tersebut!

a)

Layanan dan Peran audit intern

b)

Penjualan produk

c)

Pengelolaan inventaris

d)

Pemasaran digital

13.

Pada level-5, apa yang dilakukan oleh pimpinan APIP dalam manajemen sumber daya manusia (SDM)?

a)

Pimpinan APIP berperan aktif dalam organisasi profesi

b)

Pimpinan APIP hanya mengawasi dari jauh

c)

Pimpinan APIP tidak terlibat dalam organisasi profesi

d)

Pimpinan APIP fokus pada keuangan saja

14.

Mengapa diperlukan kemampuan audit internal yang lebih canggih pada organisasi yang lebih besar atau kompleks?

a)

Karena risiko yang terkait dengan operasinya meningkat

b)

Karena audit internal tidak penting

c)

Karena organisasi kecil tidak membutuhkan audit

d)

Karena audit hanya untuk keuangan

15.

Pada level-4, bagaimana APIP berkontribusi terhadap manajemen?

a)

APIP berkontribusi terhadap pengembangan manajemen

b)

APIP tidak terlibat dalam manajemen

c)

APIP hanya mengawasi keuangan

d)

APIP fokus pada pemasaran

16.

Apa yang menjadi fokus utama pada elemen “Struktur Tata Kelola” di level-5?

a)

Independensi, kemampuan, dan kewenangan penuh APIP

b)

Pengawasan keuangan saja

c)

Laporan pemasaran

d)

Penjualan produk

17.

Apa yang dimaksud dengan Key Process Area (KPA) dalam konteks manajemen pengawasan intern?

a)

Area proses kunci yang menentukan kapabilitas suatu APIP

b)

Laporan keuangan tahunan organisasi

c)

Struktur organisasi yang bersifat sementara

d)

Proses audit eksternal yang dilakukan oleh pihak ketiga

18.

Pada Level-1, bagaimana karakteristik audit yang dilakukan?

a)

Ad hoc dan tidak terstruktur

b)

Terencana dengan baik dan terstruktur

c)

Menggunakan teknologi canggih

d)

Melibatkan seluruh pegawai organisasi

19.

Apa yang menjadi fokus utama pada Level-2 dalam layanan dan peran audit intern?

a)

Audit ketaatan

b)

Layanan konsultansi

c)

Audit kinerja/program evaluasi

d)

Audit berbasis risiko

20.

Pada Level-3, apa yang dilakukan dalam manajemen sumber daya manusia (SDM)?

a)

Membangun tim dan kompetensinya

b)

Identifikasi dan rekrutmen SDM yang kompeten

c)

Pengembangan profesi individu

d)

Pelaporan manajemen APIP

21.

Mengapa pada Level-1 tidak ada kapabilitas yang dibangun dalam audit intern?

a)

Karena audit dilakukan sama dengan sebagian besar unit organisasi dan tidak memiliki area proses kunci yang spesifik

b)

Karena audit dilakukan oleh pihak eksternal

c)

Karena audit hanya fokus pada laporan keuangan

d)

Karena audit menggunakan teknologi terbaru

22.

Pada Level-2, apa yang menjadi salah satu komponen penting dalam hubungan organisasi dan budaya?

a)

Pengelolaan organisasi APIP

b)

Koordinasi dengan pihak lain

c)

Komponen manajemen tim yang integral

d)

Hubungan pelaporan telah terbangun

23.

Apa yang menjadi salah satu indikator pada Level-3 dalam struktur tata kelola?

a)

Pengawasan manajemen terhadap kegiatan APIP

b)

Mekanisme pendanaan

c)

Akses penuh terhadap informasi organisasi

d)

Hubungan pelaporan telah terbangun

24.

Pada Level-2, apa yang dilakukan dalam praktik profesional?

a)

Kerangka kerja praktik profesional dan prosesnya

b)

Pelaporan manajemen APIP

c)

Informasi biaya

d)

Audit kinerja/program evaluasi

25.

Apa tujuan utama dari QAIP dan IACM dalam audit internal?

a)

Mengurangi biaya audit internal

b)

Meningkatkan efektivitas audit internal

c)

Mengganti audit internal dengan eksternal

d)

Mengurangi jumlah auditor

26.

Apa perbedaan utama antara QAIP dan IACM?

a)

QAIP fokus pada peningkatan kapabilitas, IACM pada kualitas audit

b)

QAIP fokus pada pemeliharaan kualitas, IACM pada peningkatan kapabilitas audit internal

c)

QAIP dan IACM tidak saling melengkapi

d)

QAIP hanya digunakan di perusahaan swasta

27.

Mengapa QAIP dan IACM penting untuk audit internal?

a)

Agar audit internal dapat berjalan tanpa aturan

b)

Untuk meningkatkan efektivitas keberadaan audit internal

c)

Supaya audit internal bisa digantikan oleh audit eksternal

d)

Agar audit internal tidak perlu dilakukan

28.

QAIP dan IACM tidak saling menggantikan, tetapi...

a)

Saling melengkapi

b)

Saling meniadakan

c)

Saling bertentangan

d)

Saling mengurangi efektivitas

29.

Pada LEVEL 1 Initial, apa yang belum dapat dilakukan oleh APIP?

a)

Memberi jaminan atas proses tata kelola sesuai peraturan dan mencegah korupsi

b)

Memberikan konsultasi pada tata kelola

c)

Memberikan assurance atas manajemen risiko

d)

Menilai efisiensi kegiatan

30.

Pada LEVEL 4 Managed, kemampuan apa yang dimiliki APIP?

a)

Memberikan assurance atas tata kelola secara keseluruhan

b)

Hanya mendeteksi korupsi

c)

Tidak dapat melakukan konsultasi

d)

Hanya menilai efisiensi

31.

QAIP dan IACM yang menunjukkan level kapabilitas dan kualitas audit internal.

a)

Diagram hubungan QAIP dan IACM

b)

Diagram proses audit eksternal

c)

Diagram struktur organisasi

d)

Diagram alur keuangan

32.

Menurut Peraturan BPKP Nomor 8 Tahun 2021, apa yang dimaksud dengan Penilaian Kapabilitas APIP?

a)

Rangkaian aktivitas penilaian yang dilakukan oleh APIP berupa penilaian mandiri dan evaluasi atas hasil penilaian mandiri

b)

Proses audit keuangan oleh APIP

c)

Penilaian kinerja pegawai negeri

d)

Evaluasi anggaran tahunan pemerintah

33.

Apa tujuan dari penetapan Area of Improvement (AoI) dalam penilaian kapabilitas APIP?

a)

Sebagai dasar perumusan rencana aksi dan perbaikan berkelanjutan menuju kapabilitas APIP yang lebih tinggi

b)

Untuk menentukan gaji pegawai APIP

c)

Sebagai laporan tahunan kepada pemerintah

d)

Untuk mengurangi jumlah pegawai APIP

34.

Komponen penilaian kapabilitas APIP K/L/D terdiri dari berapa komponen utama?

a)

3

b)

2

c)

4

d)

5

35.

Sebutkan salah satu komponen penilaian kapabilitas APIP!

a)

Dukungan Pengawasan (enabler)

b)

Laporan Keuangan

c)

Audit Internal

d)

Penilaian Risiko

36.

Komponen "Delivery" dalam penilaian kapabilitas APIP berfokus pada apa?

a)

Aktivitas Pengawasan

b)

Pengelolaan SDM

c)

Praktik Profesional

d)

Struktur Tata Kelola

37.

Mengapa hasil evaluasi atas penilaian mandiri APIP penting untuk dipantau oleh BPKP?

a)

Untuk meningkatkan kapabilitas APIP sampai dengan level optimum

b)

Untuk menentukan anggaran tahunan APIP

c)

Untuk mengurangi jumlah pegawai APIP

d)

Untuk membuat laporan keuangan APIP

38.

Apa tujuan utama dari dukungan pengawasan yang efektif bagi APIP?

a)

Meningkatkan aktivitas pengawasan APIP dan mendorong hasil pengawasan yang berkualitas

b)

Mengurangi jumlah pegawai di APIP

c)

Membatasi layanan APIP hanya pada satu bidang

d)

Menghilangkan kebutuhan pelatihan bagi pegawai APIP

39.

Apa yang termasuk dalam proses pengelolaan SDM menurut penjelasan di atas?

a)

Identifikasi kebutuhan dan rekrutmen SDM secara memadai, cukup, dan efektif

b)

Hanya melakukan pelatihan satu kali saja

c)

Mengabaikan pengembangan keterampilan pegawai

d)

Mengurangi jumlah pegawai tanpa alasan

40.

Mengapa praktik profesional penting dalam pengawasan intern APIP?

a)

Untuk memastikan pelaksanaan pengawasan intern sesuai standar dan kode etik auditor

b)

Untuk mengurangi biaya operasional tanpa memperhatikan kualitas

c)

Untuk menghindari penilaian kinerja pegawai

d)

Untuk membatasi ruang lingkup pengawasan hanya pada satu unit

41.

Bagaimana akuntabilitas dan manajemen kinerja dapat membantu APIP?

a)

Dengan menggambarkan alokasi sumber daya, aktivitas, dan hasil yang diharapkan

b)

Dengan mengurangi jumlah kegiatan yang dilakukan

c)

Dengan menunda penetapan rencana kerja

d)

Dengan mengabaikan anggaran yang dibutuhkan

42.

Apa yang dimaksud dengan budaya dan hubungan organisasi di lingkungan APIP?

a)

Pembinaan hubungan komunikasi intern yang efektif dan dinamis

b)

Pengelolaan keuangan organisasi

c)

Penetapan target kinerja

d)

Penyusunan laporan keuangan

43.

Mengapa APIP melakukan kegiatan asuransi dan konsultansi dengan pihak lain?

a)

Untuk memastikan cakupan pengawasan yang memadai dan meminimalkan duplikasi pengawasan

b)

Untuk meningkatkan pendapatan organisasi

c)

Untuk mempercepat proses pelaporan

d)

Untuk mengurangi jumlah pegawai

44.

Apa tujuan utama dari struktur tata kelola yang baik dalam organisasi APIP?

a)

Menjamin APIP memiliki kewenangan untuk mendapatkan akses ke seluruh informasi, aset, dan pegawai yang diperlukan

b)

Menambah jumlah pegawai

c)

Mengurangi biaya operasional

d)

Mempercepat proses rekrutmen

45.

Bagaimana hubungan pelaporan formal dalam struktur tata kelola dapat memperkuat independensi APIP?

a)

Melalui mekanisme pelaporan dan komunikasi langsung kepada manajemen K/L/D

b)

Dengan menambah jumlah laporan keuangan

c)

Dengan mengurangi jumlah pegawai

d)

Dengan mempercepat proses audit

46.

Perbedaan utama antara asurans dan jasa konsultansi yang diberikan oleh APIP adalah...

a)

Asurans adalah pengujian objektif terhadap bukti, sedangkan konsultansi adalah pemberian saran dan jasa lain yang dibutuhkan

b)

Asurans dan konsultansi tidak memiliki perbedaan

c)

Asurans hanya untuk keuangan, konsultansi untuk audit

d)

Asurans dilakukan oleh manajemen, konsultansi oleh pegawai

47.

Apa saja jenis aktivitas pengawasan intern yang termasuk dalam kategori asurans?

a)

Audit, Reviu, Evaluasi, Pemantauan

b)

Bimbingan Teknis, Asistensi, Sosialisasi

c)

Audit, Asistensi, Sosialisasi, Evaluasi

d)

Reviu, Bimbingan Teknis, Pemantauan, Sosialisasi

48.

Apa tujuan utama dari aktivitas pengawasan intern yang dilakukan oleh APIP?

a)

Menambah nilai dan meningkatkan proses tata kelola organisasi, manajemen risiko, dan kegiatan pengendalian

b)

Mengurangi jumlah pegawai dalam organisasi

c)

Meningkatkan keuntungan perusahaan secara langsung

d)

Mengurangi biaya operasional tanpa pengawasan

49.

Sebutkan salah satu contoh jasa konsultansi dalam aktivitas pengawasan intern!

a)

Bimbingan Teknis

b)

Audit

c)

Evaluasi

d)

Pemantauan

50.

Bagaimana APIP dapat menunjukkan peran yang efektif dalam pengawasan intern menurut PP Nomor 60 Tahun 2008?

a)

Memberikan keyakinan yang memadai atas ketaatan, kehati-hatian, efisiensi, dan efektivitas (3E)

b)

Mengurangi jumlah laporan keuangan

c)

Menambah jumlah pegawai

d)

Mengurangi pengawasan terhadap prosedur

51.

Mengapa APIP memberikan layanan konsultansi yang sifat dan ruang lingkupnya disepakati bersama dengan manajemen?

a)

Untuk mencegah dan mengurangi risiko

b)

Untuk menambah jumlah pegawai

c)

Untuk mengurangi biaya operasional

d)

Untuk meningkatkan jumlah audit

52.

Apa tujuan utama dari APIP dalam melaksanakan pengawasan terhadap tata kelola organisasi?

a)

Memberikan opini atas efektivitas dan kecukupan tata kelola, manajemen risiko, dan proses pengendalian organisasi secara terintegrasi.

b)

Mengatur keuangan organisasi secara mandiri.

c)

Menyusun laporan keuangan tahunan.

d)

Menentukan kebijakan pemerintah pusat.

53.

Komponen dukungan pengawasan dalam penilaian kapabilitas APIP mendapatkan bobot penilaian sebesar berapa persen?

a)

60%

b)

40%

c)

30%

d)

20%

54.

Komponen aktivitas dan kualitas pengawasan dalam penilaian kapabilitas APIP mendapatkan bobot penilaian sebesar berapa persen?

a)

40%

b)

60%

c)

30%

d)

10%

55.

Salah satu elemen dalam komponen dukungan pengawasan adalah “Praktik Profesional”. Manakah dari berikut ini yang termasuk dalam topik elemen tersebut?

a)

Program Penjaminan dan Peningkatan Kualitas

b)

Audit Kinerja

c)

Mekanisme Pendanaan

d)

Audit Kepatuhan

56.

Jika sebuah organisasi ingin meningkatkan kualitas tata kelola melalui pengawasan APIP, langkah strategis apa yang dapat dilakukan berdasarkan hasil pengawasan?

a)

Menindaklanjuti temuan dan rekomendasi APIP serta memanfaatkan hasil pengawasan untuk integrasi tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian.

b)

Mengabaikan hasil pengawasan dan tetap pada prosedur lama.

c)

Hanya melakukan audit keuangan tanpa memperhatikan rekomendasi.

d)

Menunda tindak lanjut hingga tahun berikutnya.

57.

Diagram tabel yang menunjukkan pembagian komponen, elemen, dan topik penilaian kapabilitas APIP, termasuk bobot penilaian 60% untuk dukungan pengawasan dan 40% untuk aktivitas dan kualitas pengawasan.

Manakah dari berikut ini yang benar mengenai pembagian bobot penilaian kapabilitas APIP?

a)

60% untuk dukungan pengawasan dan 40% untuk aktivitas dan kualitas pengawasan

b)

50% untuk dukungan pengawasan dan 50% untuk aktivitas dan kualitas pengawasan

c)

70% untuk dukungan pengawasan dan 30% untuk aktivitas dan kualitas pengawasan

d)

40% untuk dukungan pengawasan dan 60% untuk aktivitas dan kualitas pengawasan

58.

Apa yang dimaksud dengan kebijakan dalam komponen dukungan pengawasan menurut dokumen tersebut?

a)

Adanya mandat/kebijakan pengawasan dan dukungan pengawasan yang memuat ketentuan infrastruktur pengawasan sesuai dengan peraturan/standar.

b)

Pelaksanaan mandat/kebijakan pengawasan sesuai praktik profesional.

c)

Penilaian kualitas hasil pengawasan.

d)

Evaluasi efektivitas pengawasan.

59.

Pada level berapakah APIP telah melaksanakan aktivitas pengawasan sesuai standar dan hasil pengawasan sudah berkualitas dalam memberikan keyakinan memadai atas ketaatan dan perbaikan tata kelola?

a)

Level 1 (INITIAL)

b)

Level 2 (STRUCTURED)

c)

Level 3 (DELIVERED)

d)

Level 5 (OPTIMIZED)

60.

Apa yang menjadi ciri utama dari APIP pada Level 5 (OPTIMIZED)?

a)

APIP telah melaksanakan aktivitas pengawasan sesuai standar.

b)

APIP telah menjadi mitra strategis organisasi.

c)

APIP memberikan keyakinan yang memadai atas pencapaian tujuan organisasi.

d)

APIP melaksanakan mandat pengawasan dengan dukungan SDM yang memadai.

61.

Jelaskan perbedaan utama antara Level 2 (STRUCTURED) dan Level 4 (INSTITUTIONALIZED) pada kapabilitas APIP!

a)

Level 2 fokus pada pembentukan organisasi, Level 4 pada pelaporan keuangan.

b)

Level 2 melaksanakan mandat pengawasan dengan SDM memadai, Level 4 menjadi mitra strategis organisasi dan hasil pengawasan mendukung pencapaian tujuan organisasi.

c)

Level 2 melakukan konsultasi, Level 4 melakukan audit keuangan.

d)

Level 2 melakukan pengawasan aset, Level 4 melakukan pengawasan SDM.

62.

Apa yang dimaksud dengan hasil dalam aspek kebijakan, implementasi, dan hasil pada komponen dukungan pengawasan?

a)

Pelaksanaan mandat/kebijakan pengawasan yang sesuai dengan peraturan/standar/praktik profesional serta menunjukkan kualitas yang dapat mendorong peran dan layanan APIP yang efektif.

b)

Penetapan standar operasional.

c)

Evaluasi efektivitas pengawasan.

d)

Penyusunan laporan keuangan.

63.

Apa saja tahapan dalam proses bisnis Penilaian Kapabilitas APIP menurut Peraturan BPKP Nomor 8 Tahun 2021?

a)

Penilaian mandiri, evaluasi dan penetapan level, monitoring tindak lanjut

b)

Perencanaan, pelaksanaan, pelaporan

c)

Persiapan, pelaksanaan, evaluasi

d)

Penilaian mandiri, pelaporan, monitoring

64.

Pada level berapakah APIP sudah menjadi mitra strategis organisasi menurut matriks karakteristik level kapabilitas APIP?

a)

Level 1

b)

Level 2

c)

Level 3

d)

Level 4

65.

Siapa yang bertanggung jawab sebagai evaluator pada tahap evaluasi dan penetapan level kapabilitas APIP?

a)

Asesor/TIm Kerja APIP KL/D

b)

BPKP

c)

Tim Panel Nasional

d)

Tim TL

66.

Apa yang dilakukan pada tahap monitoring tindak lanjut dalam proses bisnis penilaian kapabilitas APIP?

a)

Penilaian komponen enabler

b)

Monitoring tindak lanjut rencana aksi

c)

Evaluasi atas enabler, delivery, dan result

d)

Penyusunan rencana aksi

67.

Apa tujuan utama dari penilaian mandiri yang dilakukan oleh APIP K/L/D?

a)

Menilai komponen dukungan, aktivitas, dan kualitas pengawasan APIP

b)

Menentukan anggaran tahunan organisasi

c)

Membuat laporan keuangan organisasi

d)

Menyusun rencana kerja tahunan

68.

Pada tahap persiapan penilaian mandiri, apa yang dilakukan oleh APIP?

a)

Menyusun surat tugas dan pengisian data umum/profil APIP

b)

Melakukan evaluasi hasil penilaian

c)

Menyampaikan laporan ke BPKP

d)

Membuat anggaran pengawasan

69.

Mengapa penetapan level kapabilitas APIP harus dilakukan oleh pihak yang terpisah dari unit APIP yang dinilai?

a)

Agar hasil penilaian lebih independen

b)

Supaya proses lebih cepat

c)

Untuk mengurangi biaya penilaian

d)

Agar APIP dapat menilai dirinya sendiri

70.

Apa yang dilakukan pada tahap pelaporan dalam penilaian mandiri APIP?

a)

Menyampaikan kertas kerja dan surat pernyataan tanggung jawab kepada BPKP

b)

Menyusun surat tugas

c)

Melakukan entry meeting

d)

Menyusun anggaran pengawasan

71.

Bagaimana proses penetapan level kapabilitas APIP dilakukan menurut penjelasan di atas?

a)

Dengan metode evaluasi oleh BPKP

b)

Dengan penilaian mandiri oleh APIP

c)

Dengan survei kepada masyarakat

d)

Dengan audit keuangan eksternal

72.

Apa saja yang termasuk dalam tahap monitoring tindak lanjut atas hasil PM menurut dokumen tersebut?

a)

Pengelolaan data dan informasi hasil evaluasi, serta monitoring rencana aksi dan tindak lanjut atas perbaikan Area of Improvement (AoI)

b)

Hanya membuat laporan hasil evaluasi

c)

Melakukan diskusi dengan pimpinan saja

d)

Menyusun anggaran tahunan

73.

Siapa yang memimpin pembahasan panel nasional untuk APIP K/L/D yang bersifat strategis?

a)

Kepala BPKP

b)

Pimpinan APIP

c)

Tim Panel Kedeputian

d)

Organisasi profesi

74.

Pada tahap pelaporan, laporan hasil evaluasi terdiri dari apa saja?

a)

Laporan hasil evaluasi (jenjang pertama) dan laporan hasil panel (jenjang kedua)

b)

Laporan keuangan dan laporan tahunan

c)

Laporan kegiatan dan laporan anggaran

d)

Laporan hasil diskusi dan laporan monitoring

75.

Mengapa monitoring rencana aksi dan tindak lanjut atas perbaikan AoI penting dilakukan setelah evaluasi?

a)

Agar perbaikan yang diidentifikasi pada penilaian mandiri dan evaluasi dapat dilaksanakan dengan baik

b)

Supaya laporan evaluasi menjadi lebih banyak

c)

Untuk menambah pekerjaan tim evaluasi

d)

Agar hasil evaluasi tidak perlu dilaporkan

76.

Apa yang dimaksud dengan kepemimpinan menurut teks?

a)

Suatu proses dimana individu mempengaruhi kelompok untuk mencapai tujuan organisasi

b)

Hanya sekedar memberikan perintah kepada anggota tim

c)

Menjadi anggota kelompok tanpa tanggung jawab

d)

Mengikuti semua keinginan anggota tanpa tujuan

77.

Mengapa kepemimpinan yang efektif penting dalam sebuah organisasi?

a)

Agar kelompok memiliki arah dan termotivasi untuk mencapai tujuan

b)

Supaya semua anggota bisa bekerja sendiri-sendiri

c)

Agar pemimpin bisa beristirahat

d)

Supaya organisasi tidak memiliki tujuan

78.

Istilah “pemimpin” dan “kepemimpinan” berasal dari kata dasar apa?

a)

Pimpin

b)

Kerja

c)

Organisasi

d)

Tim

79.

Menurut Gary Yukl, apa saja yang dilakukan pemimpin dalam proses kepemimpinan?

a)

Menginterpretasikan keadaan organisasi, memilih tujuan, mengorganisasi kerja, memotivasi, dan mempertahankan kerjasama

b)

Hanya duduk dan mengawasi anggota

c)

Membiarkan anggota bekerja tanpa arahan

d)

Menghindari tanggung jawab

80.

Apa yang menjadi fokus kajian teori kepemimpinan menurut teks?

a)

Bagaimana seorang pemimpin dihasilkan, gaya kepemimpinan, dan ciri-ciri pemimpin

b)

Cara membuat laporan keuangan

c)

Cara menjadi anggota tim

d)

Cara menghindari tugas

81.

Menurut teori genetik, bagaimana seseorang bisa menjadi pemimpin?

a)

Karena dilahirkan dengan bakat kepemimpinan

b)

Karena dibentuk oleh lingkungan

c)

Karena belajar dari pengalaman

d)

Karena mengikuti pelatihan khusus

82.

Apa yang menjadi fokus utama dalam teori sosial tentang lahirnya seorang pemimpin?

a)

Faktor lingkungan dan latihan

b)

Faktor keturunan

c)

Faktor kekayaan

d)

Faktor usia

83.

Menurut teori ekologik, bagaimana seseorang dapat menjadi pemimpin yang baik?

a)

Dengan mengembangkan bakat melalui pendidikan dan pengalaman

b)

Dengan hanya mengandalkan bakat alami

c)

Dengan mengikuti perintah orang lain

d)

Dengan menjadi anggota kelompok

84.

Apa yang dimaksud dengan kepemimpinan otokratis?

a)

Pemimpin memusatkan kekuasaan dan pengambilan keputusan pada dirinya sendiri

b)

Pemimpin membagi kekuasaan dengan semua anggota

c)

Pemimpin tidak mengambil keputusan sama sekali

d)

Pemimpin selalu mengikuti pendapat mayoritas

85.

Seorang pemimpin yang menggunakan semua gaya kepemimpinan dalam waktu tertentu, namun tetap memiliki satu gaya yang paling dominan, menunjukkan apa?

a)

Setiap pemimpin memiliki gaya kepemimpinan utama

b)

Semua pemimpin selalu sama dalam gaya kepemimpinan

c)

Gaya kepemimpinan tidak penting dalam memimpin

d)

Pemimpin tidak perlu memilih gaya kepemimpinan

86.

Apa kelebihan utama dari kepemimpinan otokratik?

a)

Memberikan kepuasan bagi pemimpin

b)

Meningkatkan partisipasi pegawai

c)

Mengurangi komunikasi

d)

Membatasi pengambilan keputusan

87.

Apa kekurangan utama dari kepemimpinan otokratik menurut teks?

a)

Pegawai tidak menyukainya karena menciptakan ketakutan dan frustasi

b)

Pemimpin sulit mengambil keputusan

c)

Pegawai menjadi lebih kreatif

d)

Meningkatkan komitmen organisasi

88.

Bagaimana cara pemimpin konsultatif membuat keputusan?

a)

Meminta masukan dari pegawai sebelum membuat keputusan

b)

Mengambil keputusan sendiri tanpa masukan

c)

Mengabaikan informasi dari pegawai

d)

Mengandalkan suara terbanyak

89.

Apa yang membedakan kepemimpinan partisipatif dari tipe kepemimpinan lain?

a)

Mendelegasikan wewenang dan melibatkan partisipasi pegawai

b)

Mengambil keputusan sendiri tanpa masukan

c)

Mengabaikan saran dari pegawai

d)

Mengutamakan kepuasan pemimpin

90.

Menurut Teori Sifat, apa saja yang termasuk dalam sifat intelegensia seorang pemimpin?

a)

Mampu menyesuaikan diri, mampu memutuskan, memiliki pengetahuan, dan kelancaran berkomunikasi

b)

Selalu mengikuti perintah, tidak kreatif, dan pasif

c)

Mudah terpengaruh orang lain, tidak percaya diri

d)

Tidak mampu berkomunikasi dengan baik

91.

Mengapa penggunaan praktik kepemimpinan partisipatif semakin berkembang?

a)

Karena sesuai dengan sportivitas, kolektivitas, dan model sistem perilaku organisasi

b)

Karena membuat pegawai takut

c)

Karena mengurangi komunikasi

d)

Karena hanya pemimpin yang mengambil keputusan

92.

Apa yang dimaksud dengan teori pemimpin karismatik?

a)

Kepemimpinan di mana seorang pemimpin mampu mempengaruhi pengikutnya berdasarkan bakat supranatural atau kekuatan yang menarik.

b)

Kepemimpinan yang hanya berdasarkan fisik.

c)

Kepemimpinan yang selalu demokratis.

d)

Kepemimpinan yang hanya berdasarkan pengalaman.

93.

Menurut teori perilaku, apa yang mempengaruhi efektivitas kepemimpinan?

a)

Interaksi gaya kepemimpinan dan situasi yang mendukung gaya kepemimpinan tersebut.

b)

Jumlah bawahan yang dimiliki pemimpin.

c)

Usia pemimpin.

d)

Tingkat pendidikan pemimpin.

94.

Sebutkan salah satu dari empat gaya kepemimpinan yang dikemukakan oleh teori kepemimpinan situasional!

a)

Memberitahukan (telling)

b)

Menghukum (punishing)

c)

Mengawasi (supervising)

d)

Mengkritik (criticizing)

95.

Mengapa teori sifat kepemimpinan mendapat banyak kritik?

a)

Karena bersifat bias, mengandung subjektivitas, dan perilaku kepemimpinan tergantung pada situasi yang dihadapi.

b)

Karena selalu benar dalam semua situasi.

c)

Karena hanya berlaku untuk pemimpin laki-laki.

d)

Karena tidak membutuhkan pengikut.

96.

Menurut teori perilaku, apa saja yang mempengaruhi perilaku kepemimpinan selain perilaku pemimpin itu sendiri?

a)

Bawahan, lingkungan, dan kekuasaan sang pemimpin.

b)

Jumlah uang yang dimiliki pemimpin.

c)

Waktu kerja pemimpin.

d)

Tempat tinggal pemimpin.

97.

Apa yang dimaksud dengan kepemimpinan transaksional?

a)

Kepemimpinan yang mengenalkan apa yang diinginkan oleh pengikut dan membantu mereka mencapai pelaksanaan yang memuaskan

b)

Kepemimpinan yang hanya memberi hukuman kepada pengikut

c)

Kepemimpinan yang tidak memperhatikan target

d)

Kepemimpinan yang selalu menggunakan kekerasan

98.

Manakah dari berikut ini yang merupakan salah satu perilaku kepemimpinan path goal?

a)

Directive

b)

Konsultatif

c)

Otoriter

d)

Demokratis

99.

Apa yang dilakukan pemimpin dengan perilaku supportive menurut teori path goal?

a)

Memperlakukan bawahan dengan derajat yang sama

b)

Meminta pendapat bawahan sebelum mengambil keputusan

c)

Menetapkan tujuan yang menantang

d)

Membiarkan bawahan bekerja sendiri tanpa arahan