Font size
WorksheetsPage 1
Total questions: 150
Worksheet time: 1hrs 15mins
Upaya mempersatukan perbedaan agar tercapai keserasian dan keselaran nasional dikenal sebagai konsep...
Integrasi Nasional
Disintegrasi Regional
Rekonsiliasi Ideologi
Konsolidasi Politik
Kooperasi Nasional
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 1948 diselenggarakan oleh Bung Karno dengan tujuan utama untuk...
Mendorong pembentukan negara federal
Mempersiapkan pelaksanaan Konferensi Meja Bundar (KMB)
Mengkonsolidasikan kekuatan politik Front Demokrasi Rakyat (FDR)
Memperkuat kesatuan bangsa menghadapi Agresi Militer Belanda
Merayakan kembalinya Muso dari Moskow
Pemberontakan PKI Madiun 1948 dilatarbelakangi oleh adanya konflik yang berkaitan dengan...
Ketidakpuasan terhadap kebijakan ekonomi sentralistik
Perbedaan ideologi antara komunis dan nasionalis
Konflik etnis antarkelompok masyarakat
Tuntutan pembentukan negara federal
Kepentingan para bangsawan daerah
Front Demokrasi Rakyat (FDR) yang menjadi wadah tokoh-tokoh komunis sebelum Pemberontakan Madiun 1948 dibentuk oleh...
D.N. Aidit
Muso
Nyoto
Amir Syarifuddin
Tan Malaka
Tokoh utama yang kembali dari Moskow pada tahun 1948 dan menawarkan doktrin "Jalan Baru" yang memicu perpecahan dengan kubu nasionalis adalah...
Muso
S.M. Kartosuwiryo
Amir Syarifuddin
D.N. Aidit
Tan Malaka
Pemberontakan PKI Madiun pada September 1948 berakhir setelah tokoh utamanya berhasil dilumpuhkan dan Muso tewas dalam pertempuran di...
Ponorogo
Sumoroto
Purwodadi
Kediri
Surakarta
Apa tujuan utama pembentukan FDR bagi kelompok komunis pada masa itu?
Menyatukan serikat buruh dan partai kiri
Mempersiapkan pemilu nasional pertama
Menyusun kabinet parlementer baru
Mengakhiri konflik dengan tentara republik
Mendorong nasionalisasi seluruh perusahaan
Mengapa doktrin "Jalan Baru" dianggap memicu ketegangan politik tahun 1948?
Menolak kerja sama dengan nasionalis moderat
Mendorong federalisme Jawa dan Sumatra
Mengusulkan pemindahan ibu kota ke Yogyakarta
Menyarankan penghapusan partai-partai Islam
Menekankan ekonomi pasar bebas murni
Setelah tewasnya Muso, dampak langsung terhadap gerakan PKI Madiun adalah...
Gerakan meluas ke seluruh Jawa Timur
Terjadi konsolidasi kepemimpinan yang cepat
Terjadi mobilisasi milisi yang lebih besar
Terjadi disorganisasi dan pemadaman gerakan
Muncul pemerintahan tandingan di Solo
Siapa tokoh yang dikenal sebagai pemimpin gerakan Darul Islam dan bukan bagian dari PKI Madiun?
Amir Syarifuddin
D.N. Aidit
Nyoto
S.M. Kartosuwiryo
Muso
Bandingkan peran Amir Syarifuddin dan Muso dalam dinamika politik 1948. Siapa yang berperan sebagai pembentuk FDR dan siapa yang mengusung doktrin "Jalan Baru"?
Amir usung Jalan Baru, Muso membentuk FDR
Muso membentuk FDR, Amir usung Jalan Baru
Kartosuwiryo membentuk FDR, Amir usung Jalan Baru
Amir membentuk FDR, Muso usung Jalan Baru
Aidit membentuk FDR, Muso usung Jalan Baru
Kota mana di Jawa Timur yang menjadi lokasi tewasnya Muso menurut catatan pertempuran akhir PKI Madiun?
Sumoroto
Purwodadi
Surakarta
Kediri
Ponorogo
Apa akibat politik nasional dari kegagalan Pemberontakan Madiun 1948 bagi pemerintah Republik Indonesia?
Legitimasi penindakan terhadap kelompok ekstrem
Penggantian ibu kota ke Jakarta dengan cepat
Pembentukan negara federal segera di Jawa
Pencabutan semua partai politik dari parlemen
Penundaan perundingan dengan Belanda tanpa batas
Alasan Muso dan Amir Syarifuddin melancarkan pemberontakan PKI Madiun disebut sebagai puncak ketidakpuasan Amir Syarifuddin setelah jatuh dari kabinet karena...
Kegagalan Pemilu 1955
Pelaksanaan Agresi Militer Belanda I
Penandatanganan Perjanjian Renville
Pengumuman Konsepsi Presiden 1957
Kebijakan Gunting Syafruddin
Gerakan separatis Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Jawa Barat dideklarasikan sebagai upaya untuk mengganti dasar negara Pancasila menjadi...
Republik Sosialis Indonesia
Negara Uni Indonesia
Negara Islam Indonesia
Sosialisme Indonesia
Negara Federal Indonesia
Tokoh sentral yang memimpin pemberontakan DI/TII di Jawa Barat yang menolak hasil Perjanjian Renville dan memproklamasikan NII adalah...
Ibnu Hadjar
Daud Beureueh
Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo
Amir Fatah
Kahar Muzakkar
Perjanjian Renville tahun 1948 berdampak pada konsolidasi wilayah Republik. Konsekuensi langsung yang memicu ketegangan politik adalah...
Pengakuan kedaulatan penuh RI oleh Belanda
Pembubaran partai-partai politik besar
Pembentukan Dewan RIS oleh PBB
Penarikan pasukan TNI ke garis Van Mook
Penyatuan kabinet dalam pemerintahan darurat
PKI Madiun 1948 sering dikaitkan dengan dinamika Perang Dingin. Keterkaitan utamanya adalah...
Peran Bank Dunia dalam logistik PKI
Pengaruh ideologi komunis internasional
Dukungan langsung NATO kepada PKI
Campur tangan Liga Arab di Jawa
Konferensi Asia Afrika mendukung PKI
DI/TII di berbagai daerah menunjukkan variasi kepemimpinan. Pasangan wilayah–tokoh yang benar adalah...
Kalimantan Selatan – Kartosuwiryo
Aceh – Ibnu Hadjar
Sulawesi Selatan – Kahar Muzakkar
Jawa Barat – Amir Fatah
Jawa Tengah – Daud Beureueh
Kebijakan pemerintah dalam menghadapi PKI Madiun melibatkan operasi militer TNI. Komandan yang berperan besar menumpas pemberontakan adalah...
Gatot Subroto di Divisi Diponegoro
Yani sebagai Komandan Kostrad
Sudirman sebagai Panglima Besar TNI
Nasution sebagai Panglima Siliwangi
AH Nasution di Divisi Brawijaya
Salah satu latar belakang munculnya DI/TII di Jawa Barat adalah kekecewaan terhadap hasil Renville. Dampak politis yang dirasakan kelompok Kartosuwiryo adalah...
Terbatasnya ruang dakwah di kota-kota
Dihentikannya pendidikan agama formal
Berkurangnya otonomi desa-desa santri
Diwajibkannya pajak syariah nasional
Terlepaskannya basis wilayah kepada Belanda
Perbedaan tujuan utama PKI Madiun dan DI/TII adalah...
Membatalkan pengakuan kedaulatan 1949
Mendirikan negara federal berparlemen
Menegakkan pemerintahan militer sementara
Menggantikan Pancasila dengan komunisme atau Islam
Meneruskan kabinet hasil pemilu 1955
Setelah pemberontakan DI/TII dimulai, strategi pemerintah pusat untuk meredam gerakan di Jawa Barat meliputi...
Negosiasi politik dan amnesti terbatas
Pembentukan RIS dan referendum lokal
Penyerahan keamanan kepada milisi lokal
Penutupan seluruh pesantren di Priangan
Penggantian UUD dengan darurat militer
Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat akhirnya dapat dipadamkan melalui operasi militer yang melibatkan rakyat sipil, dikenal dengan nama Operasi...
Operasi Merdeka
Operasi Pagar Betis
Operasi Tegas
Operasi Benteng Negara
Operasi Penumpasan
Pemberontakan DI/TII meluas ke Jawa Tengah di bawah Amir Fatah. Daerah kekuasaan mereka membentang dari Brebes hingga...
Tegal
Semarang
Yogyakarta
Bandung
Surakarta
Tokoh yang memimpin Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan dengan latar belakang mantan komandan resimen di Sulawesi adalah...
S.M. Kartosuwiryo
Daud Beureueh
Amir Fatah
Ibnu Hadjar
M. Jasin
Siapa tokoh yang dikenal memimpin gerakan DI/TII di Jawa Barat dan kemudian berhubungan dengan Amir Fatah?
Daud Beureueh
Ibnu Hadjar
Amir Fatah
S.M. Kartosuwiryo
Gerakan DI/TII yang dipimpin Amir Fatah di Jawa Tengah kemudian bergabung dengan tokoh dari Jawa Barat. Tokoh tersebut adalah...
M. Jasin
Ibnu Hadjar
S.M. Kartosuwiryo
Daud Beureueh
Operasi yang melibatkan partisipasi rakyat sipil untuk mengepung wilayah pemberontak DI/TII di Jawa Barat dikenal sebagai...
Operasi Tegas
Operasi Merdeka
Operasi Benteng Negara
Operasi Pagar Betis
Kota yang tidak termasuk dalam rentang wilayah kekuasaan DI/TII di Jawa Tengah dari Brebes hingga ... adalah
Tegal
Semarang
Yogyakarta
Surakarta
Daud Beureueh lebih terkait dengan pemberontakan DI/TII di wilayah...
Jawa Tengah
Jawa Barat
Aceh
Kalimantan Selatan
Ibnu Hadjar dikenal terkait dengan gerakan DI/TII di wilayah...
Jawa Barat
Sulawesi Selatan
Kalimantan Selatan
Aceh
Amir Fatah memimpin perluasan DI/TII ke Jawa Tengah. Salah satu kota yang berada di jalur kekuasaannya bersama Kartosuwiryo adalah...
Tegal
Semarang
Surakarta
Bandung
Brebes
Tokoh yang memimpin gerakan DI/TII di Sulawesi Selatan adalah...
Daud Beureueh
Qahhar Mudzakkar
R.M. Soemoharmodjo
Ibnu Hadjar
Perbedaan mendasar antara pemberontakan DI/TII Sulawesi Selatan dengan DI/TII Jawa Barat pada awalnya disebabkan oleh...
Isu ketidakmerataan pembangunan ekonomi
Tuntutan pembentukan negara federal
Penolakan terhadap sistem Demokrasi Liberal
Keinginan agar semua anggota KGSS dimasukkan ke APRIS
Konflik antaragama di tingkat lokal
Upaya pemerintah yang lebih lunak pada tahap awal untuk menyelesaikan DI/TII di Aceh dilakukan melalui...
Perundingan damai Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh
Konferensi Ulama se-Aceh
Pengangkatan Daud Beureueh sebagai Gubernur Militer
Pemberlakuan status darurat perang di Aceh
Operasi militer berskala besar
Tokoh DI/TII yang terkait langsung dengan gerakan di Aceh adalah...
Daud Beureueh
Qahhar Mudzakkar
Ibnu Hadjar
R.M. Soemoharmodjo
Istilah APRIS dalam konteks sejarah Indonesia merujuk pada...
Amanat Pemerintahan Republik Indonesia Serikat
Angkatan Perjuangan Rakyat Indonesia Serikat
Arsip Perang Republik Indonesia Serikat
Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat
Asosiasi Perwira Republik Indonesia Serikat
Gerakan DI/TII di Sulawesi Selatan pada mulanya dipengaruhi oleh isu...
Ketidakmerataan ekonomi wilayah timur
Integrasi anggota KGSS ke dalam APRIS
Pembentukan negara federal Indonesia
Konflik antaragama lokal di Makassar
Penolakan Demokrasi Liberal nasional
Langkah non-militer di Aceh yang disebut dalam materi bertujuan untuk...
Mengganti pimpinan DI/TII Aceh secara paksa
Menetapkan pemerintahan darurat sementara
Membangun jalur logistik TNI di pedalaman
Menghentikan operasi senjata berat segera
Mencari penyelesaian damai melalui musyawarah
R.M. Soemoharmodjo dalam pilihan tokoh pada materi merupakan...
Perwira APRIS di Sulawesi Selatan
Panglima militer DI/TII Jawa Barat
Tokoh oposisi Demokrasi Liberal
Pejabat pemerintah terlibat perundingan
Pemimpin gerakan DI/TII Sulawesi Selatan
Ibnu Hadjar lebih dikenal terkait gerakan DI/TII di wilayah...
Jawa Barat
Sulawesi Selatan
Kalimantan Selatan
Maluku Utara
Aceh dan Sumatra Utara
Dalam konteks penyelesaian konflik Aceh, Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh berfungsi sebagai...
Forum konsensus masyarakat untuk perdamaian
Unit logistik untuk bantuan kemanusiaan
Komisi hukum untuk darurat sipil
Instruksi militer untuk operasi penumpasan
Dekrit pembentukan negara bagian Aceh
Tokoh yang memimpin Pemberontakan DI/TII di Aceh karena penolakan peleburan Provinsi Aceh ke dalam Provinsi Sumatera Utara adalah...
Ibnu Hadjar
Teungku Abdul Jalil
Daud Beureueh
Kahar Muzakkar
Teuku Muhammad Hasan
Pemberontakan PRRI di Sumatera dan Permesta di Sulawesi Utara dilatarbelakangi oleh konflik yang berkaitan dengan...
Tuntutan pembubaran parlemen 1955
Keinginan mengganti ideologi negara
Penolakan terhadap Perjanjian Linggarjati
Ketidakpuasan alokasi dana pembangunan
Persoalan sengketa batas wilayah
Tokoh utama yang memimpin PRRI di Sumatera dan menuntut dikembalikannya Dwi Tunggal Soekarno-Hatta adalah...
Kolonel A. E. Kawilarang
Kolonel Maludin Simbolon
Letkol Ventje Sumual
Kolonel Zulkifli Lubis
Letkol Ahmad Husein
Pemberontakan Permesta yang diumumkan di Makassar kemudian dipindahkan dan mencapai puncaknya di...
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Maluku
Nusa Tenggara Timur
Sumatera Barat
Tujuan utama gerakan DI/TII secara umum di berbagai daerah adalah...
Menegakkan ekonomi laissez-faire nasional
Mengembalikan kedaulatan kerajaan lokal
Mendirikan negara Islam Indonesia
Membubarkan seluruh partai politik pusat
Menghapus sistem birokrasi nasional
Salah satu faktor yang memperkuat dukungan lokal terhadap PRRI adalah...
Pemutusan hubungan dagang antarpulau
Larangan ekspor komoditas utama daerah
Penerapan pajak pusat lebih tinggi
Janji otonomi fiskal daerah lebih luas
Pembatalan proyek infrastruktur nasional
Kahar Muzakkar lebih dikenal terkait gerakan DI/TII di wilayah...
Aceh
Sulawesi Selatan
Jawa Barat
Kalimantan Selatan
Sumatera Utara
Ventje Sumual berperan penting dalam gerakan...
G30S 1965
DI/TII Aceh
APRA Bandung
PRRI Sumatera
Permesta Sulawesi
Salah satu tuntutan PRRI terhadap pemerintah pusat berkaitan dengan...
Transparansi penggunaan dana pembangunan
Penghapusan jabatan presiden seketika
Pencabutan hasil Pemilu 1955 nasional
Pembekuan seluruh anggaran daerah
Penolakan terhadap hubungan luar negeri
Daud Beureueh menolak peleburan administratif Aceh dengan Sumatera Utara karena menganggap...
Melanggar hukum internasional negara
Dipaksa oleh pihak kolonial asing
Mengabaikan identitas sosial-budaya Aceh
Beralasan pada sensus penduduk keliru
Tidak sesuai konstitusi RIS 1949
Salah satu cara pemerintah menumpas gerakan Permesta adalah operasi militer yang menangkap warga negara AS Allan Pope, dikenal dengan nama...
Operasi Sadar
Operasi Merdeka
Operasi 17 Agustus
Operasi Saptamarga
Operasi Trikora
Gerakan 30 September (G30S) membawa Indonesia keluar dari sistem Demokrasi Terpimpin dan melahirkan...
Era Reformasi
Pembentukan Kabinet Gotong Royong
Konsepsi Presiden 1957
Orde Baru
Era Demokrasi Liberal
Latar belakang utama munculnya Gerakan 30 September 1965 di Indonesia adalah...
Konflik antara TNI dengan kabinet
Kegagalan Dewan Konstituante merumuskan UUD
Perebutan kekuasaan antara Angkatan Darat dengan PKI
Tuntutan pembubaran parlemen oleh rakyat
Tokoh asing yang ditangkap dalam operasi terhadap Permesta bernama Allan Pope. Ia berkewarganegaraan...
Belanda
Australia
Amerika Serikat
Kanada
Britania Raya
Setelah G30S, struktur kekuasaan nasional berubah. Perubahan paling menonjol adalah naiknya...
Kekuatan Angkatan Laut
Kabinet Gotong Royong
Kepemimpinan Orde Baru
Dominasi Dewan Konstituante
Komando Trikora
Gerakan Permesta berpusat di wilayah timur Indonesia. Salah satu provinsi yang sering dikaitkan adalah...
Kalimantan Timur
Sumatra Selatan
Jawa Tengah
Bali Utara
Sulawesi Utara
Operasi militer terhadap Permesta yang berhasil menjadi simbol penumpasan pemberontakan dinamai...
Operasi Dwikora
Operasi 17 Agustus
Operasi Trikora
Operasi Merdeka
Operasi Sadar
Peristiwa G30S sering dipahami sebagai konflik perebutan pengaruh antara lembaga...
Angkatan Darat dan PKI
Kabinet dan DPR
Mahkamah Agung dan MPRS
Bappenas dan BI
TNI AL dan TNI AU
Konsekuensi politik G30S yang segera terlihat adalah...
Kembalinya Konsepsi Presiden 1957
Penguatan Dewan Konstituante
Perubahan menuju Orde Baru
Pembubaran partai-partai Islam
Pemilu serentak nasional baru
Dalam penumpasan Permesta, operasi penangkapan Allan Pope berdampak pada opini internasional karena ia adalah...
Relawan kemanusiaan asing
Jurnalis lepas internasional
Pilot berkebangsaan Amerika
Diplomat dari negara sekutu
Pengusaha tambang asing
Salah satu tuntutan PKI menjelang G30S/PKI yang bertujuan mempersenjatai buruh dan petani sebagai kekuatan militer tandingan bagi TNI adalah pembentukan...
Dewan Revolusi
Komite Nasional
Barisan Tani Indonesia
Resimen Buruh Tani
Angkatan Kelima
Tujuan utama dari penculikan dan pembunuhan para perwira tinggi Angkatan Darat pada peristiwa G30S/PKI adalah untuk...
Menggulingkan Presiden Soekarno dari kekuasaan
Mendorong pelaksanaan Pemilihan Umum 1965
Mempersenjatai semua golongan fungsional
Mendirikan Negara Islam Indonesia
Mengambil alih kepemimpinan Angkatan Darat
Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani adalah salah satu perwira Angkatan Darat korban G30S/PKI. Beliau menjabat sebagai...
Panglima Komando Strategis Angkatan Darat
Kepala Staf Angkatan Darat
Panglima Kostrad
Ketua Dewan Revolusi
Komandan Resimen Para Komando
Krisis ekonomi yang mendalam pada masa Orde Lama berkontribusi terhadap...
Ketegangan sosial dan politik yang tajam
Perbaikan cepat sektor industri berat
Turunnya militansi organisasi mahasiswa
Meningkatnya kesejahteraan kaum buruh
Stabilisasi politik nasional yang kuat
Operasi militer penumpasan G30S/PKI dipimpin oleh...
Mayjen Basuki Rahmat
Kolonel Untung
Brigjen Soepardjo
Letjen Soeharto
Jenderal Abdul Haris Nasution
Masa Demokrasi Liberal di Indonesia berlangsung pada periode tahun...
1998–sekarang
1966–1998
1945–1949
1950–1959
1959–1966
Perubahan bentuk negara dari RIS menjadi NKRI pada Agustus 1950 diikuti perubahan UUD dari Konstitusi RIS menjadi...
Piagam Jakarta 1945
UUD Sementara 1950
Dekret Presiden 1959
Amandemen UUD 2002
Maklumat Wakil Presiden 1946
Pada masa awal Orde Baru, tokoh yang menjabat Panglima Komando Operasi Tertinggi adalah...
Panglima Komando Operasi Tertinggi
Menteri Koordinator Pertahanan Keamanan
Wakil Perdana Menteri II
Ketua Dewan Pertahanan Nasional
Kepala Staf Angkatan Darat
Tokoh yang berperan sebagai Kepala Staf Angkatan Darat pada periode konflik G30S/PKI adalah...
Basuki Rahmat
Untung
Soepardjo
Soeharto
Abdul Haris Nasution
Wakil Perdana Menteri II pada kabinet saat krisis 1965 diidentikkan dengan kebijakan...
Mobilisasi ekonomi terpimpin
Stabilitas moneter ketat
Konfrontasi Malaysia aktif
Rehabilitasi politik nasional
Normalisasi hubungan luar negeri
Kebijakan utama Orde Lama menjelang 1965 lebih menekankan pada...
Demokrasi terpimpin sentralistik
Desentralisasi fiskal daerah
Privatisasi BUMN luas
Ekonomi liberal pasar bebas
Demokrasi parlementer murni
Dampak langsung Dekret Presiden 5 Juli 1959 terhadap sistem ketatanegaraan adalah...
Pemisahan kekuasaan yudisial
Pemilu multipartai langsung
Pembubaran MPRS
Penguatan otonomi daerah
Kembali ke UUD 1945
Periode 1966–1998 dalam sejarah Indonesia dikenal sebagai masa...
Demokrasi Terpimpin
Reformasi
Demokrasi Liberal
Konstituante
Orde Baru
Transisi dari Orde Baru ke Reformasi pada 1998 ditandai oleh...
Pengunduran diri Presiden Soeharto
Pembentukan RIS kembali
Kemenangan Konstituante baru
Pemberlakuan Dekret 1959
Penghapusan UUD 1945
Pada masa Demokrasi Liberal di Indonesia, kepala pemerintahan dalam sistem parlementer dijabat oleh siapa?
Perdana Menteri sebagai pemimpin kabinet
Dewan Konstituante sebagai badan pembuat UUD
Ketua Parlemen sebagai pimpinan legislatif
Ketua Mahkamah Agung sebagai pimpinan yudikatif
Presiden sebagai kepala eksekutif
Dokumen konstitusional yang berlaku setelah Konstitusi Federal 1949 digantikan pada awal 1950 adalah...
UUD Sementara 1950 sebagai pengganti
UUD 1945 sebagai dasar negara
Piagam Jakarta sebagai piagam awal
Konstitusi Federal 1949 sebagai gabungan
UUDS 1959 sebagai dekrit presiden
Ciri utama yang memicu ketidakstabilan politik pada masa Demokrasi Liberal adalah...
Dewan Konstituante merumuskan UUD baru
Sistem multipartai yang kabinet silih berganti
Pembentukan Dewan Nasional permanen
Kekuasaan terpusat pada Presiden
Sistem kepartaian tunggal dominan
Dalam sistem parlementer, hubungan antara kabinet dan parlemen ditandai oleh...
Kabinet tidak dapat dijatuhkan parlemen
Kabinet bertanggung jawab kepada parlemen
Parlemen tunduk pada keputusan kabinet
Presiden menunjuk dan memberhentikan parlemen
Mahkamah Agung mengawasi kebijakan kabinet
Manakah yang bukan termasuk dokumen konstitusional pada periode 1945–1959 di Indonesia?
Piagam Jakarta sebagai sumber formal
UUD Sementara 1950 yang diberlakukan
UUD 1945 sebagai konstitusi awal
UUDS 1959 setelah dekrit dikeluarkan
Konstitusi Federal 1949 pasca KMB
Mengapa sistem multipartai pada masa Demokrasi Liberal sering menyebabkan kabinet berganti?
Pemilu tidak pernah dilaksanakan
Parlemen tidak punya hak mosi tidak percaya
Mahkamah Agung menolak semua undang-undang
Koalisi rapuh dan mudah pecah
Presiden membubarkan partai tunggal
Siapa yang berperan sebagai kepala negara pada masa sistem parlementer di Indonesia?
Dewan Konstituante sebagai kepala negara
Ketua Mahkamah Agung sebagai kepala negara
Ketua Parlemen sebagai kepala negara
Perdana Menteri sebagai kepala negara
Presiden sebagai simbol negara
Apa mandat utama Dewan Konstituante yang dibentuk pada masa Demokrasi Liberal?
Menyusun Undang-Undang Dasar baru
Memilih Perdana Menteri berikutnya
Mengawasi peradilan dan hukum
Menetapkan anggaran negara tahunan
Membubarkan kabinet yang berkuasa
Dekrit 5 Juli 1959 mengakibatkan berlakunya kembali...
Konstitusi baru dari Dewan Nasional
UUD 1945 sebagai konstitusi negara
UUD Sementara 1950 secara permanen
Konstitusi Federal 1949 untuk sementara
Piagam Jakarta sebagai hukum positif
Dalam sistem parlementer, mosi tidak percaya berdampak pada...
Jatuhnya kabinet dan pembentukan baru
Penggantian Presiden secara langsung
Peningkatan kewenangan Mahkamah Agung
Pemilu presiden langsung oleh rakyat
Pembubaran Dewan Konstituante otomatis
Menurut Wilopo, masa Demokrasi Parlementer (1950-1959) disebut "zaman pemerintahan partai-partai" karena...
Partai politik dibubarkan oleh Presiden.
Perdana Menteri dipilih langsung oleh rakyat.
Mayoritas anggota kabinet berasal dari militer.
Hanya dua partai besar yang dominan.
Banyaknya partai politik yang saling bersaing dan menjatuhkan.
Kabinet pertama pada masa Demokrasi Liberal (1950-1951) yang dikenal dengan program utamanya penyelesaian masalah Irian Barat adalah Kabinet...
Ali Sastroamidjojo I
Burhanuddin Harahap
Natsir
Sukiman
Wilopo
Program utama Kabinet Wilopo (1952-1953) yang bertujuan mengurangi jumlah pegawai negeri dan mengalihkannya ke sektor lain yang lebih produktif dikenal sebagai...
Program Industrialisasi
Program Rasionalisasi
Program Pinjaman Nasional
Program Swasembada Pangan
Program Nasionalisasi
Peristiwa 17 Oktober 1952 yang melibatkan militer dan ditujukan kepada Presiden Soekarno dilatarbelakangi oleh...
Protes atas nasionalisasi perusahaan asing
Ketidakpuasan terhadap kebijakan ekonomi darurat
Penolakan pemilu serentak nasional
Perselisihan internal antara partai koalisi kabinet
Tuntutan pembubaran parlemen dan perubahan struktur politik
Manakah isu politik yang TIDAK termasuk dalam daftar berikut?
Penentangan terhadap Deklarasi Djuanda
Konflik internal AD terkait restrukturisasi
Tuntutan kembalinya Dwitunggal Soekarno-Hatta
Penolakan hasil Pemilu 1955
Tuntutan pembubaran PKI
Kabinet yang berhasil melaksanakan Pemilihan Umum pertama di Indonesia pada tahun 1955 adalah Kabinet...
Ali Sastroamidjojo I
Ali Sastroamidjojo II
Djuanda
Burhanuddin Harahap
Natsir
Pemilu 1955 diselenggarakan dalam dua tahap. Tahap kedua pada 15 Desember 1955 bertujuan untuk memilih anggota...
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)
Dewan Nasional
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
Dewan Konstituante
Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP)
Badan yang dibentuk melalui Pemilu 1955, namun gagal menyusun Undang-Undang Dasar yang tetap untuk menggantikan UUDS 1950 adalah...
Dewan Konstituante
Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS)
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
Dewan Nasional
Apa makna utama Deklarasi Djuanda yang sering menjadi bahan penentangan dalam perdebatan politik tahun-tahun itu?
Penegasan batas laut kepulauan Indonesia
Program rasionalisasi angkatan darat nasional
Pengembalian sistem dwitunggal kepemimpinan
Penolakan hasil pemilihan umum
Pembubaran partai politik tertentu
Konflik internal AD yang disebut terkait restrukturisasi dan rasionalisasi paling mungkin berimplikasi pada...
Penghapusan lembaga legislatif nasional
Penundaan pelaksanaan pemilu umum
Perubahan struktur komando dan personel
Penggantian UUDS dengan UUD baru
Pembentukan kabinet darurat sipil
Mengapa tuntutan pembubaran PKI menjadi salah satu isu penting pada masa itu?
Kekhawatiran terhadap pengaruh ideologi komunis
Kebutuhan rasionalisasi birokrasi sipil
Penataan ulang sistem kabinet parlementer
Ketidakpuasan atas hasil pemilu lokal
Perdebatan tentang batas laut nasional
Kembalinya Dwitunggal Soekarno-Hatta dituntut oleh sebagian pihak terutama untuk...
Mengakhiri rasionalisasi Angkatan Darat
Membatalkan hasil Pemilu 1955
Menyusun UUD pengganti UUDS 1950
Menolak Deklarasi Djuanda
Meneguhkan kepemimpinan nasional bersama
Jika tahap kedua Pemilu 1955 memilih anggota Dewan Konstituante, maka peran utama badan tersebut adalah...
Menyusun dekret tentang batas laut
Mengevaluasi hasil pemilu legislatif
Mengawasi pelaksanaan anggaran tahunan
Menetapkan kabinet koalisi baru
Merancang konstitusi tetap bagi negara
Dalam konteks kabinet-kabinet awal 1950-an, keputusan melaksanakan Pemilu 1955 oleh Kabinet Burhanuddin Harahap paling mencerminkan...
Program pembubaran partai politik tertentu
Komitmen pada demokrasi prosedural nasional
Dorongan militer untuk rasionalisasi struktural
Penolakan luas terhadap Deklarasi Djuanda
Kembali ke kepemimpinan dwitunggal klasik
Kebijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan Syafruddin Prawiranegara pada masa Kabinet Hatta II untuk mengurangi jumlah uang beredar dikenal sebagai...
Nasionalisasi De Javasche Bank
Gerakan Benteng
Pinjaman Nasional
Sistem Ekonomi Alibaba
Gunting Syafruddin
Dampak harfiah dari kebijakan Gunting Syafruddin terhadap uang kertas adalah...
Nilai uang kertas Rp5 ke atas turun setengahnya
Semua uang kertas ditarik dari peredaran
Nilai uang asing turun drastis di pasar
Kekuatan ekonomi pengusaha pribumi meningkat tajam
Terjadi deflasi besar-besaran nasional
Gerakan Benteng pada masa Kabinet Natsir bertujuan untuk...
Meningkatkan ekspor hasil perkebunan ke luar negeri
Melindungi industri dalam negeri dari produk impor
Menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar
Membangun benteng pertahanan militer daerah
Mengurangi ketergantungan pada bantuan luar negeri
Instrumen apa yang paling langsung digunakan Gunting Syafruddin untuk menekan inflasi tinggi?
Kenaikan pajak penjualan barang konsumsi
Pembatasan kredit perbankan nasional
Kenaikan suku bunga bank sentral
Pemotongan nilai nominal uang kertas besar
Larangan impor barang mewah
Kebijakan mana yang paling terkait dengan penguatan pengusaha pribumi dalam perdagangan?
Gunting Syafruddin
Pinjaman Nasional
Nasionalisasi De Javasche Bank
Gerakan Benteng
Sistem Ekonomi Alibaba
Jika nilai nominal uang kertas besar dipotong setengah, apa efek jangka pendek yang paling mungkin pada jumlah uang beredar?
Jumlah uang beredar hilang seluruhnya
Jumlah uang beredar naik lalu turun
Jumlah uang beredar tidak berubah signifikan
Jumlah uang beredar menurun sementara
Jumlah uang beredar meningkat cepat
Mengapa kebijakan pemotongan nilai uang dapat membantu menurunkan inflasi yang tinggi?
Karena menambah utang pemerintah domestik
Karena meningkatkan produksi industri lokal
Karena memperbesar cadangan devisa negara
Karena mengurangi daya beli total masyarakat
Karena menaikkan harga barang impor segera
Program ekonomi yang fokus pada substitusi impor untuk melindungi produsen lokal pada awal 1950-an adalah...
Reformasi fiskal nasional
Kebijakan moneter ketat
Gerakan Benteng
Gunting Syafruddin
Sistem Ekonomi Alibaba
Jika pemerintah ingin memperkuat industri nasional tanpa mengganti nilai uang, kebijakan yang paling sejalan adalah...
Pembekuan rekening bank rakyat
Nasionalisasi De Javasche Bank
Pinjaman Nasional
Gunting Syafruddin
Gerakan Benteng
Apa risiko kebijakan Gunting Syafruddin terhadap kepercayaan masyarakat pada mata uang?
Meningkatkan keyakinan pada stabilitas rupiah
Mendorong masyarakat menabung lebih banyak
Menurunkan kepercayaan karena nilai dipangkas
Tidak berdampak pada persepsi publik luas
Meningkatkan transaksi non-tunai segera
Tujuan utama Gerakan Benteng pada masa Demokrasi Liberal adalah...
Meningkatkan investasi modal pemerintah
Menasionaslisasi perusahaan-perusahaan asing
Mendorong ekspor hasil bumi ke luar negeri
Menciptakan kelas pengusaha nasional pribumi
Menghapus bea impor barang konsumsi
Faktor utama kegagalan Program Gerakan Benteng adalah...
Penolakan dari pengusaha non-pribumi
Pemerintah tidak mampu memberikan pinjaman modal
Terjadi pergantian kabinet yang terlalu cepat
Pembatalan hutang luar negeri Indonesia
Pengusaha pribumi penerima bantuan menjual lisensi impor
Indonesia menjadi tuan rumah konferensi internasional penting pada masa Kabinet Ali Sastroamidjojo I. Konferensi tersebut adalah...
Konferensi Tingkat Tinggi GNB
Konferensi Colombo negara persemakmuran
KTT ASEAN pertama di Jakarta
Konferensi Asia-Afrika di Bandung
Jakarta Informal Meeting tingkat kawasan
Kabinet yang berperan sebagai "penjaga" Pemilu 1955 dan sukses menyelenggarakannya adalah...
Kabinet Burhanuddin Harahap Masyumi
Kabinet Djuanda pemerintahan kerja
Kabinet Sukiman koalisi PNI-Masyumi
Kabinet Ali Sastroamidjojo I koalisi PNI
Kabinet Natsir pimpinan Masyumi
Jika kamu menilai dampak jangka pendek Gerakan Benteng terhadap struktur ekonomi, kesimpulan paling tepat adalah...
Mengurangi peran lisensi impor spekulatif
Memperkuat dominasi impor perusahaan asing
Meningkatkan kapasitas ekspor manufaktur nasional
Menciptakan kelangsungan usaha kecil pribumi
Menurunkan ketergantungan pada pinjaman luar negeri
Bandingkan KAA Bandung dengan KTT ASEAN awal. Pernyataan yang paling akurat adalah...
KAA memfokuskan solidaritas Asia-Afrika antikolonial
KAA menekankan integrasi ekonomi Asia Tenggara
KTT ASEAN pertama digelar pada era Demokrasi Liberal
KTT ASEAN didahului Konferensi Colombo di Jakarta
KAA diinisiasi oleh negara-negara GNB pasca-1961
Anda diminta menyusun rekomendasi kebijakan agar program seperti Gerakan Benteng tidak gagal. Langkah paling strategis adalah...
Mengalihkan bantuan pada perusahaan asing
Mengawasi ketat penyaluran lisensi impor
Menaikkan tarif untuk semua barang impor
Mewajibkan kredit lunak bagi seluruh pengusaha
Membatasi pergantian kabinet melalui dekrit
Pertimbangkan alasan umum pergantian kabinet cepat pada 1950-an. Dampak paling langsung terhadap program ekonomi adalah...
Layanan perbankan negara stabil tanpa gangguan
Penerimaan pajak meningkat signifikan
Utang luar negeri otomatis berkurang
Koordinasi kebijakan menjadi terfragmentasi
Industri ekspor tumbuh berkesinambungan
Mengapa Kabinet Burhanuddin Harahap dianggap berhasil terkait Pemilu 1955?
Mengelola logistik pemilu secara efektif dan netral
Menetapkan undang-undang partai tunggal nasional
Membatalkan kampanye partai oposisi saat pemilu
Mengarahkan hasil pemilu sesuai koalisi pemerintah
Menunda pemungutan suara demi stabilitas keamanan
Jika seorang pengusaha pribumi menjual lisensi impor yang diterimanya, konsekuensi kebijakan yang kemungkinan muncul adalah...
Stabilisasi harga melalui kompetisi sehat
Penurunan ketergantungan pada barang impor pokok
Kenaikan ekspor manufaktur nasional secara cepat
Peningkatan produksi dalam negeri berkelanjutan
Distorsi pasar dan kegagalan tujuan proteksi
Alasan utama Presiden Soekarno mengumumkan status State van Oorlog en Beleg (SOB) di Indonesia pada Maret 1957 adalah...
Adanya serbuan militer besar dari Belanda
Instabilitas politik akibat jatuh bangun kabinet
Tuntutan pembubaran lembaga Konstituante
Munculnya gerakan separatis di berbagai daerah
Kegagalan pelaksanaan Program Gunting Syafruddin
Ideologi Demokrasi Liberal dianggap tidak sesuai dengan jiwa dan semangat bangsa Indonesia, sehingga Presiden Soekarno menghendaki penggantian sistem dengan...
Demokrasi Sosialis berorientasi kelas
Demokrasi Terpimpin berlandas gotong royong
Demokrasi Parlementer ala Barat
Demokrasi Pancasila bernuansa konstitusional
Demokrasi Rakyat berbasis massa pekerja
Masa Demokrasi Liberal diakhiri secara resmi dengan dikeluarkannya...
Konsepsi Presiden tahun 1957
Tuntutan Tritura mahasiswa
Dekret Presiden 5 Juli 1959
Pidato 'Amanat Penderitaan Rakyat'
Deklarasi Djuanda tahun 1957
Konsepsi Presiden 1957 antara lain mendorong pembentukan kabinet berkekuatan gotong royong. Tujuan utama gagasan ini adalah...
Menghidupkan kembali sistem multipartai murni
Mengurangi konflik antarpartai dalam kabinet
Menegaskan supremasi parlemen atas presiden
Mendorong liberalisasi ekonomi skala luas
Menghapus peran militer dalam politik nasional
Kebijakan SOB memberi kewenangan luas kepada militer di daerah. Dampak politik yang paling mungkin terjadi adalah...
Sentralisasi keputusan keamanan di pusat
Pemilu langsung lebih sering diselenggarakan
Penguatan kontrol sipil atas keamanan
Militer mengambil alih fungsi-fungsi pemerintahan
Peningkatan otonomi legislatif daerah
Gerakan separatis di beberapa daerah pada akhir 1950-an dipicu antara lain oleh...
Penolakan total terhadap otonomi daerah
Kemenangan telak partai tunggal nasional
Pemulihan ekonomi setelah Gunting Syafruddin
Ketimpangan pembangunan pusat–daerah
Kebijakan luar negeri anti-blok Barat
Bandingkan Demokrasi Parlementer dan Demokrasi Terpimpin. Ciri yang membedakan secara jelas adalah...
Konsensus ideologis tanpa oposisi keras
Koalisi partai yang stabil dan permanen
Pemilihan umum berkala setiap dua tahun
Dominasi parlemen atas kebijakan nasional
Kedudukan presiden sebagai simbol negara
Dekret Presiden 5 Juli 1959 memiliki implikasi konstitusional penting, yaitu...
Pengembalian UUD 1945 sebagai konstitusi
Pembubaran partai-partai berbasis agama
Pemberlakuan sistem dua kamar parlemen
Penguatan peran Konstituante dalam legislasi
Penetapan masa jabatan presiden delapan tahun
Jika Anda seorang gubernur pada 1957 di wilayah yang menerapkan SOB, langkah kebijakan paling tepat untuk menjaga stabilitas adalah...
Mendorong referendum lokal tentang otonomi
Meningkatkan koordinasi dengan komando militer
Membentuk dewan keamanan sipil independen
Mengalihkan pajak daerah ke pemerintah pusat
Menunda seluruh proyek ekonomi daerah
Mengapa tuntutan pembubaran Konstituante tidak menjadi alasan utama penetapan SOB?
Karena Konstituante berfungsi sangat efektif
Karena persoalan keamanan lebih mendesak
Karena Konstituante telah menyetujui UUD baru
Karena dukungan publik terhadap Konstituante besar
Karena SOB hanya untuk kebutuhan ekonomi fiskal
Pernyataan A menyebut S.M. Kartosuwiryo memproklamasikan NII sebagai penolakan terhadap Persetujuan Renville. Apa tuntutan utama gerakan ini?
Mendirikan negara bersyarat Islam
Mengembalikan perjanjian internasional
Memperluas otonomi provinsi Aceh
Menghapus peran ulama daerah
Pernyataan B menjelaskan Daud Beureueh memimpin pemberontakan karena kekecewaan atas peleburan Aceh ke Sumatera Utara. Faktor apa yang dominan dalam keluhan ini?
Militerisme nasional yang kuat
Penolakan terhadap Renville
Isu otonomi dan peran ulama
Tuntutan pajak pusat meningkat
Simpulkan perbedaan mendasar antara latar belakang DI/TII Jawa Barat dan DI/TII Aceh.
Jawa Barat militerisme, Aceh politis
Keduanya tuntut syariat sebagai dasar negara
Aceh ganti ideologi, Jawa Barat otonomi
Jawa Barat selesai damai, Aceh operasi militer
Jawa Barat isu daerah dan status provinsi
Mengapa Gerakan Jawa Barat menolak persetujuan Renville menurut pernyataan A?
Dianggap merugikan perjuangan TNI
Karena inflasi uang kertas
Untuk memperluas status provinsi
Mengikuti kebijakan pusat baru
Apa alasan utama ketidakpuasan di Aceh terhadap kebijakan pemerintah pusat menurut pernyataan B?
Menyatukan Jawa Barat dengan Aceh
Memotong nilai uang Rp5
Menaikkan bea perdagangan lokal
Mengabaikan otonomi dan ulama Aceh
Kebijakan moneter Maret 1950 memotong semua uang kertas bernilai Rp5 ke atas. Dampak langsungnya terhadap pemegang uang adalah...
Nilai uang berkurang setengah
Harga barang turun drastis
Jumlah uang beredar bertambah
Pinjaman wajib dihapuskan
Bagian nilai uang yang dipotong dinyatakan sebagai pinjaman wajib kepada pemerintah. Implikasi logis bagi masyarakat adalah...
Perdagangan ekspor melonjak
Daya beli melemah sementara
Upah riil naik cepat
Pajak langsung meningkat
Sebagai pedagang kecil saat kebijakan pemotongan nilai uang diumumkan, konsekuensi paling mungkin Anda rasakan adalah...
Penjualan meningkat karena uang baru
Harga naik karena stok melimpah
Permintaan turun karena daya beli turun
Inflasi hebat karena uang tetap banyak
Bandingkan penyelesaian gerakan DI/TII di Jawa Barat dan Aceh berdasarkan opsi yang tersedia.
Jawa Barat mediasi internasional
Jawa Barat operasi, Aceh damai
Jawa Barat damai, Aceh operasi militer
Keduanya operasi militer sama
Keduanya damai tanpa operasi
Apa tujuan ideologis yang disoroti oleh kedua gerakan menurut pilihan yang ada?
Berlakunya syariat Islam sebagai dasar negara
Meningkatkan status provinsi Jawa Barat
Menguatkan perjanjian internasional Renville
Menghapus otonomi dan peran ulama daerah
Mendorong ekspor komoditas Aceh
Berdasarkan masa jabatan kabinet Natsir, Sukiman, dan Wilopo yang relatif singkat, implikasi paling mungkin terhadap program pembangunan nasional adalah...
Konstituante terbentuk cepat tanpa hambatan ideologi
Militer menahan diri dari campur tangan politik
Prioritas anggaran tersusun matang dan konsisten
Program kerja kabinet kurang optimal dan berkesinambungan
Kewenangan presiden semakin kuat dan stabil
Pernyataan: "Sejak dahulu terjadi ketidakseimbangan keuangan pemerintah pusat dan daerah." Tuntutan ekonomi utama dari daerah yang memicu PRRI dan Permesta adalah...
Penghapusan pajak ekspor komoditas unggulan
Penyediaan bantuan militer untuk keamanan daerah
Mendirikan negara sendiri secara otonom penuh
Nasionalisasi seluruh perusahaan asing oleh pusat
Pembagian hasil bumi yang lebih besar untuk daerah
Kabinet Sukiman berlangsung sekitar 10 bulan. Konsekuensi kebijakan yang mungkin muncul dari durasi tersebut adalah...
Program ideologis partai-partai makin menyatu cepat
Evaluasi kebijakan dilakukan menyeluruh dan berulang
Pelaksanaan proyek infrastruktur selesai tepat waktu
Perencanaan anggaran jangka panjang kurang matang
Koordinasi logistik pembangunan berjalan mantap
Kabinet Wilopo menjabat sekitar 14 bulan. Dalam konteks stabilitas politik, dampak yang paling realistis adalah...
Intervensi Angkatan Darat meningkat dalam politik
Perbedaan ideologi mereda secara permanen
Dewan Konstituante terbentuk sangat cepat
Krisis kabinet sama sekali tidak terjadi
Koalisi partai menjadi sangat homogen
Data tiga kabinet pada masa Demokrasi Liberal menunjukkan pola pergantian cepat. Analisis paling tepat terkait kesinambungan kebijakan adalah...
Kebijakan berkesinambungan karena koalisi stabil
Kebijakan terputus-putus akibat pergantian kabinet
Kebijakan makin teknokratis karena dukungan militer
Kebijakan terstandar oleh konstitusi tanpa kompromi
Kebijakan seragam karena dominasi satu partai
Jika daerah menuntut bagian hasil bumi lebih besar, implikasi fiskal bagi pemerintah pusat yang paling mungkin adalah...
Pendapatan pusat meningkat signifikan dan cepat
Defisit pusat berkurang tanpa reformasi pajak
Pendapatan pusat menurun relatif terhadap daerah
Transfer daerah berkurang di luar mekanisme hukum
Belanja pusat otomatis naik tanpa persetujuan DPR
Dalam kondisi kabinet sering berganti, strategi realistis agar program tetap berjalan adalah...
Menghapus perbedaan ideologi melalui dekrit presiden
Menunda semua proyek sampai koalisi sepakat total
Mengandalkan prosedur anggaran jangka pendek yang jelas
Memperluas intervensi militer dalam birokrasi sipil
Menyeragamkan partai dengan satu ideologi resmi
Ketidakseimbangan keuangan pusat-daerah kerap memunculkan konflik. Langkah kebijakan yang paling berbasis bukti untuk meredakan tuntutan adalah...
Meningkatkan transparansi formula bagi hasil sumber daya
Menekan ekspor daerah melalui pembatasan kuota
Mengurangi otonomi fiskal dengan regulasi ketat
Memprioritaskan belanja pusat pada proyek simbolik
Mengalihkannya ke bantuan militer jangka pendek
Dalam sistem kabinet koalisi, perbedaan ideologi sering menghambat pembentukan Dewan Konstituante. Pendekatan yang paling efektif untuk mengatasinya adalah...
Negosiasi lintas partai dengan agenda terbatas
Pemaksaan kebijakan melalui perintah eksekutif tunggal
Penundaan sidang konstituante tanpa batas waktu
Penggantian semua anggota dengan teknokrat nonpartai
Pemusatan kewenangan pada satu partai dominan
