WorksheetsKULIAH 5 SAYANG
Total questions: 50
Worksheet time: 50mins
Name
Class
Date
1.
Seorang pria 28 tahun datang 6 hari setelah demam dan diare. Ia merasakan kesemutan di kaki diikuti kelemahan yang naik ke paha dan kedua lengan. Refleks tendon menurun. Pemeriksaan awal paling membantu untuk mengonfirmasi kecurigaan sindrom Guillain–Barré (SGB) adalah…
a)
LED dan CRP
b)
CT-scan kepala darurat
c)
USG Doppler arteri tungkai
d)
Studi konduksi saraf/ENMG untuk melihat blok konduksi dan F-wave yang menghilang
e)
EEG rutin
2.
Pasien SGB mengeluh napas cepat, batuk lemah, dan hitung kapasitas vital menunjukkan 17 mL/kg. Keputusan paling tepat terkait perawatan adalah…
a)
Hentikan semua terapi karena akan sembuh sendiri
b)
Tunda tindakan hingga ada gagal napas
c)
Pulang dengan kontrol 48 jam
d)
Rawat di ruang intensif karena kapasitas vital <20 mL/kg
e)
Observasi di ruang rawat biasa tanpa monitor
3.
Seorang wanita 34 tahun dicurigai SGB. Hasil pungsi lumbal menunjukkan protein 130 mg/dL dengan sel 3/µL. Temuan ini disebut…
a)
Disosiasi sitoalbumin (protein meningkat dengan jumlah sel normal)
b)
Laktat LCS meningkat akibat infeksi bakteri
c)
Xantokromia
d)
Pleiositosis neutrofil
e)
Hipoglikorrachi
4.
Pada ENMG pasien SGB, manakah temuan yang paling diharapkan?
a)
Latensi motorik distal memanjang disertai hilangnya F-wave
b)
Tidak ada perubahan apa pun
c)
Kecepatan konduksi meningkat
d)
Amplitudo potensial sensorik meningkat
e)
Refleks H bertambah tinggi
5.
Data surveilans menunjukkan sebagian besar SGB didahului penyakit saluran napas/cerna. Persentase pasien yang melaporkan demam/infeksi sebelum onset kelemahan adalah sekitar…
a)
30–40% kasus
b)
90–100% kasus
c)
15–20% kasus
d)
5–10% kasus
e)
70–80% kasus
6.
Seorang pria 22 tahun mengalami diare karena makanan kurang matang. Dua minggu kemudian timbul kelemahan naik simetris dan arefleksia. Kuman pemicu paling sering pada skenario ini adalah…
a)
Campylobacter jejuni
b)
Shigella sonnei
c)
Vibrio cholerae
d)
Salmonella typhi
e)
Clostridium difficile
7.
Mekanisme imunologis utama pada SGB melibatkan…
a)
Infeksi bakteri menetap di sumsum tulang
b)
Autoantibodi terhadap reseptor asetilkolin di sambungan neuromuskular
c)
Aktivasi limfosit T dan makrofag yang merusak mielin melalui sitokin dan komplemen
d)
Defisiensi vitamin B1 murni
e)
Thrombosis arteri kecil pada nervus perifer
8.
Ciri klinis awal SGB yang paling khas adalah…
a)
Kelemahan desenden berat yang sangat asimetris
b)
Nyeri tungkai tanpa kelemahan
c)
Hanya diplopia tanpa gejala lain
d)
Kelemahan asenden simetris dengan parestesia ringan
e)
Ataksia serebelum murni
9.
Pada SGB, gejala yang perlu diwaspadai karena dapat mengancam nyawa adalah…
a)
Hiperhidrosis telapak
b)
Lakrimasi berlebihan
c)
Disfungsi otonom (fluktuasi tekanan darah/aritmia)
d)
Fotofobia
e)
Rinitis
10.
Kriteria utama NINCDS untuk menegakkan diagnosis SGB adalah…
a)
Demam tinggi saat onset
b)
Kehebatan gejala sensorik yang dominan
c)
Babinski bilateral positif sejak awal
d)
Kelemahan progresif pada ≥1 ekstremitas dengan arefleksia/hiporefleksia
e)
Kejang fokal berulang
11.
Temuan berikut justru menentang diagnosis SGB…
a)
Kelemahan simetris
b)
Disfungsi saraf kranial
c)
Tidak ada demam saat onset
d)
Gejala sensorik ringan
e)
Sel LCS >50/µL (pleiositosis menonjol)
12.
Terapi farmakologis lini pertama yang terbukti setara efektivitasnya dengan plasmaferesis pada SGB derajat sedang-berat adalah…
a)
Aspirin dosis tinggi
b)
Diazepam intravena
c)
Propranolol
d)
Asam valproat
e)
Immunoglobulin intravena 0,4 g/kgBB/hari selama 5 hari (total 2 g/kgBB)
13.
Komplikasi yang dapat terjadi saat plasmaferesis pada terapi SGB adalah…
a)
Hipertensi permanen
b)
Trombosit meningkat tajam
c)
Hipotensi akibat penggantian cairan berlebihan
d)
Hipertemia persisten
e)
Hiperkalemia berat
14.
Seorang pasien stroke lama datang dengan sering kencing sedikit-sedikit tanpa rasa penuh. Diagnosis yang paling sesuai adalah…
a)
Infeksi saluran kemih akut
b)
Neurogenic bladder tipe flaksid
c)
Neurogenic bladder tipe spastik
d)
Batu ureter akut
e)
Gagal ginjal akut
15.
Lesi pada level yang mana umumnya menyebabkan neurogenic bladder tipe flaksid?
a)
C1–C4
b)
S2–S4 (sakral)
c)
T8–T10
d)
T1–T4
e)
L1
16.
Lesi di atas level mana umumnya memunculkan neurogenic bladder spastik dengan dissinergi detrusor–sfingter?
a)
Di atas C7 selalu nonspastik
b)
Di bawah S2
c)
Setinggi T12 saja
d)
Antara L2–L4
e)
Di atas T12
17.
Pria 42 tahun dengan cedera tulang belakang lama datang dengan perut bawah penuh dan kebocoran urin tetes demi tetes. Pemeriksaan menunjukkan kandung kemih sangat distensi. Gambaran ini paling konsisten dengan…
a)
Inkontinensia overflow pada neurogenic bladder flaksid
b)
Batu vesika akut
c)
Urge incontinence murni
d)
Infeksi ginjal akut
e)
Stress incontinence
18.
Wanita 63 tahun pascastroke mengeluh sering anyang-anyangan, kencing sedikit-sedikit. Pemeriksaan neurologis stabil. Temuan khas pada urodinamik adalah…
a)
Tidak ada kontraksi detrusor sama sekali
b)
Atonia detrusor total dengan PVR sangat kecil
c)
Refleks bulbokavernosus menurun pada lesi S2–S4
d)
Kontraksi detrusor involunter dengan dissinergi detrusor–sfingter
e)
PVR 0 mL secara konsisten
19.
Pada neurogenic bladder campuran, keluhan yang paling mungkin muncul adalah…
a)
Selalu nyeri hebat saat berkemih
b)
Hematuria masif akut
c)
Persepsi rasa penuh tumpul disertai kesulitan mengosongkan kandung kemih
d)
Tidak ada gangguan sama sekali
e)
Urine selalu banyak tanpa residu
20.
Pemeriksaan sederhana untuk menilai sisa urin setelah miksi pada kecurigaan neurogenic bladder adalah…
a)
Ureum-serum saja
b)
CT-scan abdomen kontras
c)
USG Doppler ginjal
d)
Postvoid residual (PVR)
e)
Urinalisis saja
21.
Uji urodinamik yang mengukur fase pengisian kandung kemih disebut…
a)
Voiding cystourethrogram
b)
Cystometrogram (CMG) saat pengisian
c)
Uroflowmetry saja
d)
Renogram isotop
e)
Tes Valsava
22.
Pada kecurigaan neurogenic bladder tipe flaksid, modalitas pencitraan yang dianjurkan untuk menilai lesi sakral adalah…
a)
CT-scan kepala saja
b)
MR-angiografi otak
c)
CT-scan/MRI regio sakral (S2–S4)
d)
Rontgen thoraks
e)
USG tiroid
23.
Pada tipe spastik akibat lesi suprasakral, pencitraan yang relevan adalah…
a)
CT-scan sakrum saja
b)
CT-scan pelvis saja
c)
Rontgen lutut
d)
USG abdomen
e)
CT/MRI kepala dan tulang belakang servikal–torakal
24.
Intervensi nonfarmakologis lini awal untuk neurogenic bladder adalah…
a)
Bladder training, latihan Kegel, dan jadwal berkemih terencana
b)
Dialisis peritoneal
c)
Restriksi cairan ekstrem
d)
Bed rest total
e)
Kateter menetap seumur hidup tanpa evaluasi
25.
Pilihan obat untuk menekan kontraksi detrusor berlebih pada tipe spastik adalah…
a)
Levotiroksin 50 µg
b)
Metformin 500 mg
c)
Amiodaron 200 mg
d)
Furosemid 40 mg
e)
Oksibutinin 5–15 mg
26.
Seorang pekerja datang dengan kaki sering tersandung dan gaya jalan high-stepping. Pemeriksaan: dorsifleksi kaki 0/5, eversi lemah, dan baal punggung kaki lateral. Diagnosis paling mungkin adalah…
a)
Peroneal palsy karena kompresi pada kepala fibula
b)
Neuropati ulnaris
c)
Radikulopati L3
d)
Cedera nervus tibialis posterior
e)
Neuropati femoralis
27.
Kebiasaan yang meningkatkan risiko peroneal palsy adalah…
a)
Posisi telentang saat tidur
b)
Mengangkat beban dengan punggung lurus
c)
Bersepeda santai
d)
Berjalan cepat 30 menit/hari
e)
Sering menyilangkan kaki dalam waktu lama
28.
Gangguan sensorik khas pada lesi deep peroneal nerve (anterior tibial) adalah…
a)
Kesemutan telapak kaki medial seluruhnya
b)
Hilangnya rasa di sela jari kaki 1–2 (first web space)
c)
Anestesi paha lateral
d)
Hilang rasa seluruh betis posterior
e)
Hilang rasa tumit
29.
Pasien dengan cedera pergelangan kaki mengalami penekanan deep peroneal nerve di tarsal tunnel anterior. Defisit motorik yang diharapkan adalah…
a)
Kehilangan inversi oleh tibialis posterior
b)
Kelemahan plantar fleksi oleh gastroknemius
c)
Kelemahan ekstensor digitorum brevis dan dorsifleksi jari
d)
Kehilangan abduksi pinggul
e)
Kelemahan adduksi paha
30.
Lesi superficial peroneal nerve paling khas menyebabkan kelemahan pada…
a)
Fleksi lutut
b)
Plantar fleksi kuat
c)
Ekstensi lutut
d)
Inversi kaki kuat
e)
Eversi kaki (m. peroneus longus/brevis)
31.
Lokasi anatomi yang paling rentan menimbulkan peroneal palsy akibat kompresi eksternal adalah…
a)
Sekitar kepala fibula karena saraf berjalan superfisial
b)
Fossa poplitea terdalam
c)
Retinakulum fleksor
d)
Terowongan kubiti
e)
Kanalis adductorius
32.
Tinel sign (+) pada sisi kepala fibula dengan parestesia ke punggung kaki mendukung…
a)
Neuropati femoralis
b)
Neuropati tibialis
c)
Sindrom terowongan karpal
d)
Radikulopati L2
e)
Neuropati kompresi n. peroneus
33.
Pemeriksaan penunjang utama untuk menilai derajat kerusakan pada peroneal palsy adalah…
a)
Tes mantoux
b)
USG hati
c)
CT-scan kepala
d)
Elektromiografi dan studi konduksi saraf
e)
Rontgen thoraks
34.
Terapi awal yang dianjurkan pada peroneal palsy karena kompresi eksternal adalah…
a)
Eksplorasi saraf segera pada semua kasus
b)
Menghentikan faktor kompresi, fisioterapi, dan ortosis seperlunya
c)
Antibiotik spektrum luas
d)
Antikoagulan terapi
e)
Imobilisasi gips tinggi 6 bulan
35.
Alat FES (functional electrical stimulation) terutama bermanfaat untuk…
a)
Memperbaiki katarak
b)
Mengurangi tremor esensial tangan
c)
Menekan batuk kronis
d)
Membantu mengangkat kaki pada foot drop
e)
Mengobati nyeri radikulopati
36.
Dalam sistem motorik, istilah 'final common pathway' merujuk pada…
a)
Lower motor neuron yang menghantarkan semua impuls ke otot skelet
b)
Upper motor neuron kortikospinal
c)
Jalur spinotalamik
d)
Jalur sensorik kolumna dorsalis
e)
Jalur vestibulospinal saja
37.
Badan sel LMN berada pada…
a)
Talamus
b)
Korteks motorik primer
c)
Tanduk anterior medula spinalis atau nukleus motorik batang otak
d)
Serebelum
e)
Kolumna dorsalis
38.
Perbedaan alfa dan gamma motoneuron yang benar adalah…
a)
Gamma menginisiasi refleks tendon patela
b)
Keduanya hanya sensorik
c)
Alfa mensarafi serabut ekstrafusal; gamma mensarafi serabut intrafusal
d)
Gamma terlibat pada eversi kaki
e)
Alfa hanya ada di otak
39.
Contoh penyakit yang mengenai LMN adalah…
a)
Parkinson dan corea Huntington
b)
Stroke lakunar murni
c)
Poliomyelitis, spinal muscular atrophy, dan Bell’s palsy
d)
Sklerosis multipel murni
e)
Ataksia Friedreich
40.
Pada lesi LMN, refleks tendon umumnya…
a)
Meningkat
b)
Menurun atau menghilang
c)
Selalu disertai Babinski
d)
Normal dengan klonus
e)
Tidak terpengaruh
41.
Pria 19 tahun 10 hari pascadiare mengeluh tungkai lemah, kesemutan, dan arefleksia. Tidak ada demam. Diagnosis paling mungkin adalah…
a)
Sindrom Guillain–Barré
b)
Stroke batang otak
c)
Miopati hipertiroid
d)
Miastenia gravis
e)
Neuropati alkoholik kronis
42.
Seorang buruh kuli bangunan berjam-jam menekuk lutut (squatting). Esoknya ia mengalami foot drop kanan. Diagnosis tersering adalah…
a)
Neuropati tibialis
b)
Radikulopati L2
c)
Neuropati peroneus kompresi pada kepala fibula
d)
Ruptur tendon Achilles
e)
Neuropati femoralis
43.
Pria 60 tahun cedera sakrum mengeluh tidak kuat berkemih, kandung kemih teraba sangat penuh, kebocoran tetes demi tetes, dan tonus sfingter ani menurun. Ini paling sesuai dengan…
a)
Batu uretra
b)
BPH murni tanpa gangguan saraf
c)
Infeksi ginjal
d)
Neurogenic bladder spastik
e)
Neurogenic bladder flaksid (lesi S2–S4)
44.
Wanita 58 tahun pascastroke mengeluh urgensi dan berkemih sedikit-sedikit. Ini menggambarkan…
a)
Flaksid karena lesi S2–S4
b)
Dehidrasi
c)
Neurogenic bladder spastik akibat lesi suprasakral
d)
Infark ginjal
e)
Asam urat tinggi
45.
Temuan pemeriksaan neurologis yang paling konsisten pada SGB adalah…
a)
Kepekaan nyeri hilang total dengan level sensorik tajam
b)
Refleks tendon menurun/absen secara general
c)
Ataksia serebelum berat dominan
d)
Spastisitas dengan Babinski positif
e)
Hiperrefleksia difus
46.
Parameter bedside yang perlu dipantau serial pada SGB untuk menilai kegagalan napas adalah…
a)
Skor Glasgow saja
b)
Frekuensi nadi saja
c)
Tekanan darah saja
d)
Kapasitas vital atau NIF
e)
Saturasi oksigen saja
47.
Pada penilaian diagnostik SGB, berikut ini TIDAK sesuai dengan kriteria utama…
a)
Demam saat onset gejala neurologis
b)
Disfungsi saraf kranial
c)
Gejala sensorik ringan
d)
Kelemahan simetris progresif
e)
Arefleksia
48.
Seberapa berat gejala sensorik pada SGB dibanding keluhan motorik?
a)
Biasanya ringan
b)
Selalu lebih berat dari motorik
c)
Tidak pernah ada
d)
Selalu berupa anestesi total dengan level
e)
Selalu berupa nyeri terbakar hebat
49.
Penekanan cabang profunda n. peroneus di pergelangan kaki (anterior tarsal tunnel) akan menimbulkan…
a)
Atrofi m. extensor digitorum brevis dan gangguan rasa sela jari 1–2
b)
Hilang refleks Achilles saja
c)
Atrofi m. triceps surae
d)
Hilang rasa telapak kaki medial seluruhnya
e)
Nyeri paha lateral luas
50.
Seorang pria 40 tahun tiba di UGD dengan kelumpuhan kedua kaki mendadak sejak 1 hari, tidak bisa BAK/BAB, dan gangguan rasa dari setinggi T10 ke bawah. Lokalisasi topis yang paling mungkin adalah…
a)
Neuropati perifer murni
b)
Stroke talamus
c)
Miastenia gravis
d)
Lesi medula spinalis sekitar level T10 yang mengenai traktus naik dan turun
e)
Neuropati ulnaris
100 %
