wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kuis Hematologi (G6PD & Verval hasil)

Total questions: 10

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Sebuah Puskesmas baru saja mengganti batch reagen hematology analyzer. Pada QC pagi, titik hasil Hemoglobin dan WBC berada berturut-turut di luar batas ±2 SD pada Grafik Levey–Jennings, sedangkan parameter lain masih dalam batas. Petugas menghentikan pemeriksaan pasien dan melakukan pengecekan suhu ruangan serta masa kedaluwarsa reagen. Setelah diverifikasi, ditemukan bahwa reagen diluent mendekati tanggal kadaluarsa. Tindakan korektif apa yang paling tepat dilakukan berdasarkan aturan Westgard?

a)

A. Mengulangi QC dengan vial kontrol yang berbeda tanpa mengganti reagen

b)

B. Pengenceran sampel lalu pemeriksaan ulang secara otomatis

c)

C. Pembuatan apusan darah tepi untuk mencari kemungkinan cold agglutinin

d)

D. Pemeriksaan crossmatch untuk memastikan kesesuaian sampel

e)

E. Pemeriksaan Hb manual menggunakan metode cyanmethemoglobin

2.

Sebuah laboratorium menerima laporan bahwa hasil Hemoglobin seorang pasien tidak sesuai dengan nilai pada rekam medis klinis sebelumnya. Admin LIS melakukan verifikasi dan menemukan bahwa parameter yang terinput tidak sesuai dengan permintaan pada SPP/SPPL. Petugas diminta melakukan koreksi data sebelum hasil disahkan. Langkah verifikasi mana yang paling tepat dilakukan sesuai prosedur LIS?

a)

A. Menghapus data lama dan langsung memasukkan hasil baru tanpa persetujuan

b)

B. Melakukan koreksi parameter, kemudian melakukan verifikasi ulang sebelum autorisasi

c)

C. Mengonfirmasi hasil ke dokter tanpa mengubah data pada sistem LIS

d)

D. Menandai hasil sebagai final meskipun data parameter belum diperbaiki

e)

E. Mengirim hasil melalui email terlebih dahulu sebelum proses autorisasi

3.

Dalam proses validasi pasca-analitik, seorang ATLM menemukan hasil Hb 6,8 g/dL pada pasien dewasa, yang berada di bawah nilai kritis. Analyzer tidak menunjukkan flag error pada unit RBC maupun Ht. Petugas ingin memastikan bahwa hasil ini benar sebelum dilaporkan ke dokter penanggung jawab.
Tindakan validasi apa yang paling tepat dilakukan sesuai pedoman?

a)

A. Mengulang pemeriksaan sampel untuk memastikan tidak terjadi kesalahan analitik

b)

B. Melanjutkan hasil karena tidak ada flag sehingga pasti valid

c)

C. Meningkatkan alarm batas kritis sehingga hasil tidak masuk kategori abnormal

d)

D. Menunggu hasil dari pasien lain sebagai pembanding internal

e)

E. Mengubah nilai secara manual pada LIS agar mendekati nilai rujukan

4.

Saat melakukan verifikasi presisi alat hematologi, ATLM menjalankan uji kontrol sebanyak 20 kali tanpa jeda. Setelah perhitungan, Koefisien Variasi (KV%) untuk parameter Hb menunjukkan nilai 3,1%. Standar mutu laboratorium untuk presisi Hb adalah ≤2%. Petugas harus menentukan tindakan selanjutnya sebelum alat digunakan. Langkah apa yang harus dilakukan berdasarkan hasil verifikasi presisi tersebut?

a)

A. Melanjutkan penggunaan alat karena perbedaan KV dianggap tidak signifikan

b)

B. Mengganti kontrol dengan level berbeda dan menerima hasil presisi awal

c)

C. Melakukan pengecekan kondisi alat, maintenance ringan, lalu mengulang uji presisi

d)

D. Menaikkan batas toleransi KV laboratorium agar sesuai dengan hasil

e)

E. Menggunakan nilai presisi tersebut sebagai baseline baru tanpa evaluasi

5.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan darah lengkap dan mendapatkan hasil RBC, Hb, dan Ht yang tidak memenuhi Rule of Three. Pemeriksaan ulang sampel memberikan hasil angka yang tetap tidak konsisten. Pasien tidak memiliki riwayat anemia berat, tetapi petugas melihat adanya aglutinasi ringan pada tampilan alat. Pemeriksaan konfirmasi apa yang paling tepat untuk dilakukan?

a)

A. Pemeriksaan ulang pada analyzer dengan mode low WBC

b)

B. Pengenceran sampel lalu pemeriksaan ulang secara otomatis

c)

C. Pembuatan apusan darah tepi untuk mencari kemungkinan cold agglutinin

d)

D. Pemeriksaan crossmatch untuk memastikan kesesuaian sampel

e)

E. Pemeriksaan Hb manual menggunakan metode cyanmethemoglobin

6.

Seorang bayi laki-laki lahir di daerah dengan program skrining neonatal G6PD. Pada hari kedua kehidupan dilakukan pemeriksaan awal menggunakan FST. Hasil menunjukkan tidak ada fluoresensi pada sinar UV. Sampel darah diambil dari darah kapiler dengan volume minimal sesuai ketentuan. Dokter ingin memastikan apakah bayi membutuhkan tindakan lebih lanjut. Pemeriksaan apa yang paling tepat selanjutnya untuk memastikan tingkat aktivitas enzim?

a)

A. Pemeriksaan hapusan darah tepi untuk melihat Heinz bodies

b)

B. Pemeriksaan spektrofotometri kuantitatif U/g Hb

c)

C. Pemeriksaan ulang FST dengan penambahan pengenceran darah

d)

D. Pemeriksaan RDT kualitatif tanpa standarisasi

e)

E. Pemeriksaan retikulosit untuk menilai regenerasi

7.

Seorang perempuan 27 tahun datang untuk pemeriksaan pra-pengobatan malaria vivax. Ia akan mendapat terapi tafenoquine yang mensyaratkan aktivitas G6PD >70%. Hasil FST menunjukkan fluoresensi terang. Karena pasien perempuan, dokter meminta pemeriksaan kuantitatif. Hasil spektrofotometri menunjukkan nilai 4,1 U/g Hb, dengan AMM laboratorium adalah 9,0 U/g Hb. Bagaimana interpretasi yang paling tepat berdasarkan pedoman?

a)

A. Normal karena nilai mendekati batas bawah referensi

b)

B. Intermediate karena berada di bawah 70% AMM

c)

C. Defisiensi berat karena <30% AMM

d)

D. Normal karena FST menunjukkan fluoresensi kuat

e)

E. Tidak dapat diinterpretasikan tanpa pemeriksaan genetik

8.

Seorang laki-laki 32 tahun datang setelah mengalami anemia hemolitik pasca-mengonsumsi kacang fava. Pemeriksaan kuantitatif dilakukan dua hari setelah episode hemolisis. Hasil menunjukkan aktivitas G6PD dalam batas normal. Pemeriksa laboratorium mencurigai adanya faktor yang dapat meningkatkan hasil yang tampak normal. Faktor mana yang paling mungkin menyebabkan hasil false-normal pada kasus ini?

a)

A. Penyimpanan sampel pada suhu 4°C selama 4 jam

b)

B. Retikulositosis yang meningkatkan aktivitas G6PD eritrosit muda

c)

C. Hematokrit yang menurun sehingga aktivitas terlihat rendah

d)

D. Penurunan NADPH akibat reaksi oksidatif obat

e)

E. Adanya antibodi eritrosit yang mengganggu reaksi enzim

9.

Seorang pasien laki-laki 40 tahun baru mendapatkan transfusi PRC satu minggu lalu. Dokter meminta pemeriksaan G6PD kuantitatif untuk keperluan tindak lanjut terapi. Hasil pemeriksaan menunjukkan aktivitas 8,5 U/g Hb, mendekati nilai median populasi normal. Pemeriksa laboratorium mempertimbangkan bahwa hasil ini mungkin tidak mencerminkan kondisi enzim pasien yang sebenarnya. Mengapa hasil pemeriksaan tersebut mungkin tidak akurat?

a)

A. Adanya antibodi dari donor mengganggu reaksi enzim

b)

B. Eritrosit donor normal dapat menutupi defisiensi pasien

c)

C. Hemolisis pascatransfusi menurunkan absorbansi NADPH

d)

D. Penyimpanan sampel menyebabkan degradasi NADP+

e)

E. Kadar Hb rendah menyebabkan nilai aktivitas tampak meningkat

10.

Sebuah laboratorium melaksanakan uji FST untuk skrining rutin. Pada suatu batch ditemukan bahwa baik kontrol positif maupun negatif tidak menunjukkan fluoresensi sesuai standar. Reagen masih dalam masa berlaku, namun suhu penyimpanan tercatat melebihi rekomendasi pabrik. Pemeriksa perlu menentukan tindakan sesuai prinsip QA/QC. Tindakan apa yang paling tepat untuk memastikan kualitas hasil?

a)

A. Melanjutkan pemeriksaan karena sampel pasien tidak terpengaruh

b)

B. Mengulang interpretasi visual dengan lampu UV berbeda

c)

C. Mengulang seluruh prosedur menggunakan reagen baru dan valid

d)

D. Mengabaikan kontrol karena pasien tidak menunjukkan gejala

e)

E. Melakukan pengenceran reagen untuk meningkatkan sensitivitas