WorksheetsREMEDIAL ASAS KELAS 9 BAHASA INDONESIA
Total questions: 20
Worksheet time: 58mins
Perhatikan teks berikut!
Dudi dan Didu sedang makan bersama. Dudi membelikan Didu nasi, ayam goreng, dan sop ayam, sedangkan Dudi sendiri makan nasi dan ayam sambal hijau. Mereka makan dengan asyik sambil mengobrol.
Sesekali Didu tertawa karena candaan yang dibuat oleh Dudi.
Sampai setelah 15 menit makan bersama, Dudi melihat aktivitas makan Didu mulai melambat. Didu sedang berusaha menghabiskan makanan tersebut meski ternyata ayamnya kurang. Didu ingin menghabiskan
makanan tersebut karena menghargai Dudi yang sudah membelinya.
Namun, di tengah usaha Didu menghabiskan makanan, Dudi berkata, “Kalau tidak kuat, tidak perlu dihabiskan.” Dudi berkata seperti itu karena ia tidak tega melihat Didu begitu berusaha keras dalam menghabiskan makanan. Dudi rela makanan yang sudah ia beli tidak
habis asalkan Didu tidak tersiksa. Akan tetapi, Didu merasa Dudi mengasihaninya dan mematahkan niat baiknya untuk menghabiskan makanan dari Dudi. Akhirnya, Didu pun marah kepada Dudi.
Ide pokok paragraf pertama terletak di ... paragraf.
awal
akhir
tengah
awal dan akhir
Perhatikan paragraf berikut!
Di sepanjang tahun 2022, terdapat banyak bahasa gaul yang muncul di media sosial. Bahasa gaul ini kemudian menjadi bahasa sehari-hari para pemakai, baik di Twitter, Instagram, maupun TikTok. Bahasa-bahasa gaul ini dibuat dari singkatan hingga pelesetan yang sedang ramai dibahas anak muda. Itulah yang membuat banyaknya orang tua atau orang dewasa yang tidak tahu artinya, bahkan asing dengan bentuknya.
Gagasan pokok paragraf tersebut adalah ....
bahasa gaul yang menjadi bahasa sehari-hari pengguna internet
banyaknya bahasa gaul yang muncul di media sosial
di sepanjang tahun 2022, terdapat banyak bahasa gaul
bahasa gaul dari media sosial
Perhatikan paragraf berikut!
(1) Beberapa kantor telah menerapkan sistem kerja campuran, yakni dari rumah atau work from home (WFH) dan sistem kerja dari kantor atau work from office (WFO). (2) Sekarang ada sistem kerja yang baru,
yaitu kerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA). (3) Artinya, masyarakat tidak harus bekerja di rumah ataupun di kantor, tetapi di mana pun yang diinginkan, seperti cafe, hotel, ataupun perpustakaan.
(4) Sistem WFA ini mulai berkembang saat pandemi Covid-19 mulai mereda dan peraturan terkait Covid-19 mulai dilonggarkan. (5) Pandemi Covid-19 ini sendiri merupakan pandemi penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 dan mulai merebak tahun 2019.
Kalimat utama paragraf tersebut terdapat di kalimat ....
1
2
3
5
Perhatikan paragraf berikut!
(1) Beberapa kantor telah menerapkan sistem kerja campuran, yakni dari rumah atau work from home (WFH) dan sistem kerja dari kantor atau work from office (WFO). (2) Sekarang ada sistem kerja yang baru,
yaitu kerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA). (3) Artinya, masyarakat tidak harus bekerja di rumah ataupun di kantor, tetapi di mana pun yang diinginkan, seperti cafe, hotel, ataupun perpustakaan.
(4) Sistem WFA ini mulai berkembang saat pandemi Covid-19 mulai mereda dan peraturan terkait Covid-19 mulai dilonggarkan. (5) Pandemi Covid-19 ini sendiri merupakan pandemi penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 dan mulai merebak tahun 2019.
Ide pokok paragraf tersebut adalah .....
sistem work from anywhere (WFA) yang berkembang saat pandemi Covid-19
pandemi Covid-19 yang memunculkan sistem kerja dari mana saja (WFA)
kelebihan sistem kerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA) bagi masyarakat
kehadiran sistem kerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA)
Perhatikan paragraf berikut!
Ilham membelikanku es krim. Ia bilang padaku bahwa ia menyesal telah mengisengiku sampai rambutku harus dipotong sependek ini. Namun, aku masih belum bisa memaafkan Ilham. Menurutku, ia sangat keterlaluan karena telah menempelkan permen karet di rambutku.
Rambut pendek memang tetap indah, tetapi tidak kulakukan karena sebuah kecelakaan.
Ide pokok paragraf tersebut adalah .....
Ilham membelikan tokoh aku es krim.
Tokoh aku dijahili oleh Ilham.
Kondisi tokoh aku setelah Ilham iseng padanya.
Keisengan tokoh Ilham kepada tokoh aku.
Perhatikan paragraf berikut!
(1) Dendeng yang ada di piringku seperti kurang menarik, padahal dendeng balado buatan ibu sangat lezat. (2) Biasanya makanku selalu bertambah kalau ibu membuatkan lauk ini. (3) Mungkin beliau sedang tidak fokus saat memasak sehingga rasanya berbeda.
Pernyataan yang sesuai mengenai sifat kohesi dalam paragraf tersebut adalah ...
Paragraf tersebut memuat pengulangan kata, kata ganti tunjuk, kata ganti orang dan konjungsi.
Paragraf tersebut memuat pengulangan kata, kata ganti tunjuk, kata ganti orang dan kata benda.
Paragraf tersebut memuat pengulangan kata, kata ganti tunjuk, kata ganti orang, tetapi tidak memuat konjungsi.
Paragraf tersebut memuat pengulangan kata, kata ganti orang dan konjungsi.
Perhatikan paragraf berikut!
(1) Bagi orang Minangkabau, garis keturunan erat sekali hubungannya dengan adatnya, khususnya berkaitan dengan perempuan. (2) Menjaga budaya tradisional penting bagi bangsa Indonesia demi persatuan dan
kesatuan. (3) Perempuan dewasa atau ibu memiliki kedudukan yang tinggi dan menjadi lambang kehormatan keluarga. (4) Ibu juga memiliki peran penting dalam mengambil keputusan dalam keluarga. (5) Meskipun kepala rumah tangga, dipegang oleh ayah– laki-laki–, peran ibu dalam keluarga tetap menjadi pertimbangan besar.
Kalimat yang tidak padu pada teks tersebut adalah ....
2
3
4
5
Perhatikan paragraf berikut!
(1) Keberadaan pedagang kaki lima di tepi jalan terkadang menimbulkan beberapa masalah tata ruang. (2) Adanya pedagang kaki lima di pinggir-pinggir jalan mengganggu para pengguna jalan. (3) Bukti
nyata dari permasalahan tersebut adalah makin sempitnya jalur pedestrian ‘pejalan kaki’. (4) Selain itu, keberadaan pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir jalan juga bisa menimbulkan kemacetan lalu
lintas. (5) Kemacetan lalu lintas harus segera diatasi oleh pemerintah setempat. (6) Masalah tersebut kian bertambah lengkap dengan banyaknya sampah sisa makanan dan plastik yang dihasilkan para pedagang kaki lima.
Paragraf tersebut masih kurang sempurna karena ....
Terdapat penggunaan konjungsi yang salah
Terdapat kalimat yang tidak padu
Tidak terdapat kata ulang
Tidak terdapat konjungsi
Perhatikan paragraf berikut!
(1) Keberadaan pedagang kaki lima di tepi jalan terkadang menimbulkan beberapa masalah tata ruang. (2) Adanya pedagang kaki lima di pinggir-pinggir jalan mengganggu para pengguna jalan. (3) Bukti
nyata dari permasalahan tersebut adalah makin sempitnya jalur pedestrian ‘pejalan kaki’. (4) Selain itu, keberadaan pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir jalan juga bisa menimbulkan kemacetan lalu
lintas. (5) Kemacetan lalu lintas harus segera diatasi oleh pemerintah setempat. (6) Masalah tersebut kian bertambah lengkap dengan banyaknya sampah sisa makanan dan plastik yang dihasilkan para pedagang kaki lima.
Kata ganti tunjuk pada paragraf tersebut terdapat pada kalimat ....
(1) dan (2)
(3) dan (4)
(4) dan (5)
(1) dan (3)
(1) Pemerintah seharusnya memberikan solusi untuk menyelesaikan permasalahan pedagang kaki lima [...] kondisi yang kurang nyaman bagi pengguna jalan ini tidak berlarut-larut. (2) Contoh solusinya adalah perlunya relokasi pedagang kaki lima ke lokasi wisata atau tempat yang ramai pengunjung. (3) Dengan solusi tersebut, pedagang tidak merasa dirugikan [...] lokasi jualan yang strategis sehingga tetap mendapat omzet dari hasil dagangannya. (4) Selain itu, masalah kemacetan dan kurangnya kebersihan di pinggir jalan akibat pedagang kaki lima dapat 13 Waktu Aktivitas Catatan teratasi dan para pengguna jalan dapat menggunakan trotoar dengan nyaman.
Konjungsi yang tepat untuk mengisi kalimat rumpang (3) adalah ….
karena
dan
supaya
dikarenakan
Ilham dan Lili bertemu di sebuah taman. Mereka sama-sama ingin mencari makan malam.“Yuk, cepat tentukan kita mau makan apa?” keluh Lili yang perutnya sudah agak sakit. “Lagian sih tadi bukannya makan, malah kerja melulu,” Ilham bukannya mencari solusi malah menggerutui Lili. “Ya, aku kan sekretaris Pensi Sentosa. Aku sibuk banget.” “Meski sibuk, perut kamu gak ikutan jadi sekretaris sih sehingga tetap butuh makan.” Ada banyak sekali gerobak penjual makanan di sana. Mereka pun sampai bingung memilihnya. “Kita makan sate ayam aja yuk. Kamu bisa pesan pakai nasi. Kamu kan belum makan dari tadi di sekolah, “ usul Ilham. “Boleh deh.” Lili memakan sate itu dengan sangat lahap. “Ham, kamu tahu tidak. Tulisan sate di gerobak itu kan tidak sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia,” tiba-tiba suara Lili memecah keheningan suasana. “Salah gimana? Di seluruh Indonesia tulisannya juga kayak gitu,” kata Ilham. Lili pun membuka handphone-nya dan membuka aplikasi KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Lili mengetik kata sate lalu ditunjukkanlah kepada Ilham. “Lihat ini!” “Satai,” kata Ilham membacakan kata yang ada di layar handphone Lili. “Iya betul, tetapi ada label cak di sini. Itu tandanya ragam cakapan, yang berarti termasuk kata tidak baku. Kata tidak baku itu tidak sesuai ejaan bahasa Indonesia,” kata Lili panjang lebar. “Wah, menarik juga ya bahasa Indonesia.” “Tadi kamu bilang kalau makanku cepat-cepat, aku akan keselek. Itu juga tidak sesuai ejaan yang tepat,” lanjut Lili. “Seharusnya apa? Kesalak? Atau kesolok?” tebak-tebak Ilham. “Yang betul adalah keselak,” kata Lili sambil menunjukkan layar handphone-nya. “Memangnya bagaimana cara kita tahu kata-kata tersebut benar atau tidak?” tanya Ilham. Lili pun menjelaskan bahwa Ilham cukup mengeceknya di KBBI. KBBI bisa diakses melalui aplikasi atau website https://kbbi.go.id/. Namun, di samping itu, Ilham harus bisa membedakan kata yang baku dan tidak. Ilham perlu mengetahui ciri-ciri kata tidak baku, yaitu tidak dapat ditemukan di KBBI, ditemukan di KBBI dan tidak ada definisinya, serta ditemukan di KBBI dan terdapat label cakapan. “Coba yang betul mi atau mie?” kata Ilham. “Kamu tebak dulu dong!” jawab Lili. “Mie?” Ilham mencoba menebak. “Yang betul adalah mie,” kata Lili sambil tersenyum senang karena Ilham salah. “Ih kok gitu sih?”
Prosedur yang terdapat dalam cerpen tersebut adalah ….
cara mencari arti kata di KBBI
cara mengetahui ragam cakapan di KBBI
cara mengecek kebakuan sebuah kata
cara menggunakan KBBI
Ilham dan Lili bertemu di sebuah taman. Mereka sama-sama ingin mencari makan malam.“Yuk, cepat tentukan kita mau makan apa?” keluh Lili yang perutnya sudah agak sakit. “Lagian sih tadi bukannya makan, malah kerja melulu,” Ilham bukannya mencari solusi malah menggerutui Lili. “Ya, aku kan sekretaris Pensi Sentosa. Aku sibuk banget.” “Meski sibuk, perut kamu gak ikutan jadi sekretaris sih sehingga tetap butuh makan.” Ada banyak sekali gerobak penjual makanan di sana. Mereka pun sampai bingung memilihnya. “Kita makan sate ayam aja yuk. Kamu bisa pesan pakai nasi. Kamu kan belum makan dari tadi di sekolah, “ usul Ilham. “Boleh deh.” Lili memakan sate itu dengan sangat lahap. “Ham, kamu tahu tidak. Tulisan sate di gerobak itu kan tidak sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia,” tiba-tiba suara Lili memecah keheningan suasana. “Salah gimana? Di seluruh Indonesia tulisannya juga kayak gitu,” kata Ilham. Lili pun membuka handphone-nya dan membuka aplikasi KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Lili mengetik kata sate lalu ditunjukkanlah kepada Ilham. “Lihat ini!” “Satai,” kata Ilham membacakan kata yang ada di layar handphone Lili. “Iya betul, tetapi ada label cak di sini. Itu tandanya ragam cakapan, yang berarti termasuk kata tidak baku. Kata tidak baku itu tidak sesuai ejaan bahasa Indonesia,” kata Lili panjang lebar. “Wah, menarik juga ya bahasa Indonesia.” “Tadi kamu bilang kalau makanku cepat-cepat, aku akan keselek. Itu juga tidak sesuai ejaan yang tepat,” lanjut Lili. “Seharusnya apa? Kesalak? Atau kesolok?” tebak-tebak Ilham. “Yang betul adalah keselak,” kata Lili sambil menunjukkan layar handphone-nya. “Memangnya bagaimana cara kita tahu kata-kata tersebut benar atau tidak?” tanya Ilham. Lili pun menjelaskan bahwa Ilham cukup mengeceknya di KBBI. KBBI bisa diakses melalui aplikasi atau website https://kbbi.go.id/. Namun, di samping itu, Ilham harus bisa membedakan kata yang baku dan tidak. Ilham perlu mengetahui ciri-ciri kata tidak baku, yaitu tidak dapat ditemukan di KBBI, ditemukan di KBBI dan tidak ada definisinya, serta ditemukan di KBBI dan terdapat label cakapan. “Coba yang betul mi atau mie?” kata Ilham. “Kamu tebak dulu dong!” jawab Lili. “Mie?” Ilham mencoba menebak. “Yang betul adalah mie,” kata Lili sambil tersenyum senang karena Ilham salah. “Ih kok gitu sih?”
Manakah contoh kalimat perintah yang tepat sebagai langkah-langkah prosedur yang sesuai cerpen tersebut?
Buka aplikasi KBBI yang telah terinstal di handphone.
Lili memberi tahu Ilham bahwa label cak berarti cakapan
Ketik kata yang mau dicari dengan menambahkan label cakapan
KBBI bisa diakses di https: //kbbi.go.id
Berikut adalah kata serapan yang baku….
Urgent
Ekstrem
Praktek
Frustasi
“Pak, …” ujar Fajar lima menit sebelum kelas benar-benar ditutup. “Kamu masih beruntung, masuk,” kata Pak Hartono.
Fajar memang orang yang gigih. Ia hampir terlambat bukan karena malas-malasan, melainkan ia harus bekerja sampingan untuk membiayai kuliahnya. Ia berjualan daging asap atau beberapa pembelinya sering menyebut dengan dagiang asap. Banyak cara yang sebenarnya bisa ia lakukan untuk membiayai kuliah, salah satunya meminjam uang di bank. Namun, ia tidak mau memiliki utang. Lebih baik, ia berusaha sekeras mungkin.
Ada berapa banyak kata tidak baku dalam teks tersebut?
1
2
3
tidak ada
Makna imbuhan -wan pada kata bangsawan memiliki ...
orang yang berprofesi
orang yang ahli dalam bidang
orang yang berkuasa
orang yang memiliki
(1) Aku menemukannya dulu ketika aku merevisi beberapa tugas di sebuah taman kota. (2) Lelaki parlente itu selain rupawan, juga sosok yang cendekiawan. (3) Tanpa aksesori apa pun, ia sudah sangat menawan. (4) Pantas saja semua mata wanita kalau bisa tak usah lepas ketika berpapasan dengannya. (5) Kini, aku berpapasan dengannya. (6) “Oh, ya Maeda untung aku bertemu denganmu. Apakah kau tahu berkas ini harus diserahkan ke mana?” tanya Tan. (7) “Mending kuantar saja kau ke kantor wakil kepala sekolah,” jawabku. (8) Seketika banyak mata wanita yang menatapku, menatap iri karena kali ini aku yang membersamainya.
Kalimat berapakah yang memuat kata tidak baku?
1
2
3
4
Ibu membeli dhandhang di pasar dengan harga yang murah
Pernyataan yang tepat mengenai kata dhandhang pada kalimat tersebut adalah ….
Kata tersebut diserap dari bahasa Jawa dan sudah baku.
Kata tersebut diserap dari bahasa Sunda dan sudah baku.
Kata tersebut diserap dari bahasa Jawa dan belum baku.
Kata tersebut diserap dari bahasa Sunda dan belum baku
(1) Di dekat perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Timor Leste, sebuah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dualilu, Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, NTT, sudah mampu memproduksi penganan nuget dari bahan ikan tuna. (2) Kemampuan ini adalah prestasi yang sangat istimewa. (3) BUMDes Dualilu melaporkan bahwa masyarakat setempat menyesuaikan potensi unggulan daerah pesisir tersebut, antara lain ikan panggang, perkedel ikan, keripik pisang, tenda jadi, lempara, dan rumpon. (4) Geliat perekonomian dan kebahagiaan masyarakat lokal terlihat makin nyata karena ada komoditas baru yang mereka hasilkan selain menjadi nelayan dan bercocok tanam. (5) Saat tangkapan ikan melimpah, terjadi lonjakan pendapatan yang akan membuat pendapatan nelayan kian tinggi.
Berapa jumlah kalimat asumsi yang terdapat pada paragraf tersebut?
1
2
3
tidak ada
Berikut manakah yang termasuk kalimat asumsi?
Berlatih dengan giat dan benar akan membawa seseorang pada prestasi.
Menyontek jawaban teman saat ulangan walau seizin pemiliknya tetap tidak baik
Ir. Soekarno adalah proklamator Indonesia.
Peran dari literasi digital menjadi penting bagi masyarakat desa pesisir untuk membantu akselerasi pengembangan potensi sumber daya manusia.
Inovasi BUMDes Dualilu
Di dekat perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Timor Leste, sebuah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bernama Dualilu di Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, NTT, telah memproduksi penganan nuget dari bahan ikan tuna sejak tahun 2022. Inisiatif ini dimulai oleh masyarakat setempat yang ingin memanfaatkan potensi ikan lokal. Pada awalnya, produksi hanya mencapai 50 kilogram per bulan, tetapi setelah pelatihan dari pemerintah daerah, produksi meningkat menjadi 200 kilogram per bulan pada tahun 2023. Pendapatan masyarakat pun meningkat sebesar 30% karena adanya pasar baru di Timor Leste. BUMDes ini juga melaporkan bahwa inovasi ini telah menciptakan 15 lapangan kerja baru untuk warga desa.
Berdasarkan teks, kalimat yang menunjukkan ciri teks rekon dengan kata ganti orang adalah....
Masyarakat setempat ingin memanfaatkan potensi ikan lokal
Kami melaporkan bahwa produksi meningkat menjadi 200 kilogram
BUMDes Dualilu akan terus memperluas pasar ke wilayah lain
15 lapangan kerja baru telah diciptakan oleh BUMDes
