NEW
Font size
WorksheetsQuiz Gempa dan Struktur Bangunan
Total questions: 15
Worksheet time: 8mins
Gempa yang diakibatkan oleh pergeseran lempeng bumi adalah
Vulkanik
Tektonik
Buatan
Runtuhan
Gelombang gempa yang bergerak secara horizontal pada permukaan disebut dengan...
Gelombang Love
Surface Waves
Gelombang Rayleigh
Body Waves
Struktur bangunan paling rentan mengalami kerusakan jika dihadapkan dengan gempa ketika…
Frekuensi bangunan ≠ frekuensi tanah
Bangunan tanpa massa
Bangunan sangat kaku
Frekuensi bangunan ≈ frekuensi getaran tanah
Gaya geser dasar (V) dihitung dengan
V = Cs × W
V = W / R
V = Ie × h
V = SS × S1
Sebuah bangunan berada pada tanah kelas E (tanah lunak). Jika struktur dibuat sangat kaku dengan balok-kolom tebal, dampak yang mungkin terjadi adalah
Struktur menjadi tidak terpengaruh amplifikasi tanah
Periode gedung memendek, gaya gempa meningkat
Periode gedung memanjang, gaya gempa hilang
Bangunan menjadi otomatis aman
Dua bangunan identik, namun satu menggunakan sistem dinding geser dan lainnya sistem seismic base isolator. Ketika terjadi gempa besar, apa perbedaan respons utamanya?
Bangunan dengan dinding geser memiliki drift lebih kecil karena strukturnya sangat kaku, sedangkan bangunan dengan base isolator mengalami drift besar di struktur atas.
Bangunan dengan base isolator tetap kaku dan menerima gaya gempa besar, sedangkan dinding geser bergerak mengikuti pergerakan tanah secara bebas.
Bangunan dengan dinding geser memiliki gerakan struktural hampir tidak ada karena redaman penuh, sementara bangunan dengan base isolator mengalami percepatan sangat tinggi pada struktur atas.
Bangunan dengan base isolator memiliki percepatan dan gaya geser dasar jauh lebih kecil, sementara bangunan dengan dinding geser menerima gaya gempa lebih besar karena kekakuannya.
Tujuan utama penerapan seismic base isolation pada bangunan adalah
Membuat struktur lebih kaku
Mengurangi beban mati bangunan
Mengurangi percepatan dan gaya gempa yang diterima bangunan atas
Memperbesar gaya inersia bangunan
Salah satu jenis isolator yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah
Steel hinge isolator
Lead Rubber Bearing (LRB)
Plastic shear bearing
Hollow concrete isolator
Salah satu tantangan implementasi base isolator di Indonesia adalah
Tidak tersedia pabrik baja
Biaya awal pemasangan relatif lebih tinggi
Kurangnya SDM ahli
Tidak bisa digunakan pada gedung kurang dari 3 lantai
Apa perbedaan paling fundamental antara konsep seismic resistance dan seismic resilience dalam rekayasa struktur?
Seismic resistance menargetkan struktur tetap berada dalam domain elastis saat gempa desain, sedangkan seismic resilience memastikan struktur memiliki kapasitas daktilitas tinggi untuk menyerap energi.
Seismic resistance mengendalikan tingkat kerusakan struktural melalui peningkatan kekakuan, sedangkan seismic resilience meminimalkan kerusakan non-struktural melalui kontrol drift pascagempa.
Seismic resistance merupakan kemampuan struktur menahan gempa tanpa runtuh, seismic resilience merupakan kemampuan bangunan untuk tetap berfungsi setelah gempa.
Seismic resistance berfokus pada pencapaian life safety performance level, sedangkan seismic resilience berfokus pada operational performance level termasuk pemulihan fungsi dalam waktu minimal.
Yang dimaksud dengan mitigasi gempa bumi secara struktural adalah
Membuat inovasi pada infrastruktur tahan gempa
Penyusunan rencana evakuasi dan simulasi gempa.
Kegiatan evakuasi masyarakat saat terjadi gempa.
Penyediaan logistik pascagempa.
Salah satu bentuk mitigasi non-struktural untuk menghadapi gempa besar adalah
Membuat inovasi pada infrastruktur tahan gempa
Penyusunan rencana evakuasi dan simulasi gempa.
Kegiatan evakuasi masyarakat saat terjadi gempa.
Penyediaan logistik pascagempa.
Berikut ini yang bukan mitigasi berbasis komunitas
Menghindari pembangunan di zona berbahaya (Sesar Aktif)
Mengatur kepadatan bangunan untuk mempermudah evakuasi
Menyediakan open space sebagai titik kumpul
Membuat inovasi pada infrastruktur tahan gempa
Berikut ini merupakan bangunan tahan gempa, kecuali
Daktilitas Tinggi
Pondasi Stabil
Desain Simetris
Desain Asymmetrical
SNI yang membahas tentang tata perancanaantahan gempa adalah
SNI 1726:2019
SNI 1727:2020
SNI 2847:2019
SNI 7972:2020
