NEW
Font size
S
M
L
XL
WorksheetsUAS Manajemen Keuangan Syariah
Total questions: 70
Worksheet time: 35mins
Name
Class
Date
1.
Konsep perencanaan keuangan syariah yang paling mendasar adalah perencanaan yang berlandaskan pada prinsip…
a)
Tauhid dan keadilan
b)
Time value of money
c)
Profit maximization
d)
Zero-based budgeting
2.
Dalam perspektif syariah, anggaran (budget) tidak boleh mengandung unsur… (1) Israf (2) Tabdzir (3) Gharar (4) Riba Yang benar adalah…
a)
(1) dan (2)
b)
(1), (2), dan (3)
c)
(1), (2), dan (4)
d)
Semua benar
3.
Prinsip “al-taysir” (memudahkan) dalam penyusunan anggaran syariah paling tepat diterapkan pada tahapan…
a)
Penentuan prioritas kebutuhan
b)
Penetapan target laba
c)
Penentuan bunga pinjaman
d)
Penyusunan anggaran berbasis nol
4.
Tahapan pertama dalam penyusunan perencanaan dan anggaran keuangan syariah yang benar menurut mayoritas literatur adalah…
a)
Menyusun visi dan misi syariah
b)
Menentukan target pendapatan
c)
Menghitung kebutuhan dana
d)
Menyusun laporan realisasi
5.
Penganggaran statis (static budget) dalam lembaga keuangan syariah paling cocok digunakan untuk…
a)
Biaya tetap seperti gaji karyawan dan sewa gedung
b)
Pembiayaan murabahah dengan margin tetap
c)
Pendapatan bagi hasil mudharabah
d)
Biaya promosi yang fluktuatif
6.
Perbedaan utama antara anggaran statis dan anggaran fleksibel dalam konteks syariah adalah…
a)
Anggaran fleksibel menyesuaikan dengan volume aktivitas aktual, sedangkan statis tidak
b)
Anggaran fleksibel mengandung riba, sedangkan statis tidak
c)
Anggaran statis berbasis akad ijarah, sedangkan fleksibel berbasis mudharabah
d)
Anggaran fleksibel hanya digunakan bank konvensional
7.
Metode forecasting Simple Moving Average (SMA) termasuk metode…
a)
Kuantitatif time series
b)
Kausal
c)
Kualitatif Delphi
d)
Zero-based forecasting
8.
Sebuah bank syariah ingin meramalkan dana pihak ketiga bulan Januari dengan SMA-3. Data 3 bulan sebelumnya: Okt Rp850 M, Nov Rp920 M, Des Rp980 M. Berapa perkiraan dana pihak ketiga bulan Januari?
a)
Rp917 M
b)
Rp950 M
c)
Rp983 M
d)
Rp1.000 M
9.
Dalam perspektif syariah, penggunaan metode forecasting (termasuk SMA) harus tetap memenuhi prinsip…
a)
Yakin (tanpa gharar yang berlebihan)
b)
Selalu akurat 100%
c)
Menggunakan riba dalam perhitungan
d)
Tidak boleh menggunakan data masa lalu
10.
Lembaga keuangan syariah yang paling tepat menggunakan anggaran fleksibel adalah…
a)
Baitul Mal wa Tamwil (BMT) dengan aktivitas pembiayaan yang sangat fluktuatif
b)
Bank syariah besar dengan aktivitas relatif stabil
c)
Unit pengelola zakat yang pendapatan dan pengeluarannya relatif pasti
d)
Lembaga wakaf tunai dengan imbal hasil tetap
11.
Dalam manajemen risiko keuangan syariah, konsep dasar yang menekankan pada penghindaran gharar dan maisir disebut sebagai prinsip…
a)
Al-'adl (keadilan)
b)
Al-amanah (kepercayaan)
c)
Al-maslahah (kemashlahatan)
d)
Al-ta'awun (kerjasama)
12.
Tujuan utama manajemen risiko keuangan syariah adalah…
a)
Memaksimalkan keuntungan dengan spekulasi
b)
Menghindari riba dan memastikan kestabilan keuangan perusahaan
c)
Meningkatkan leverage tanpa batas
d)
Mengabaikan risiko likuiditas demi ekspansi
13.
Dalam perspektif syariah, risiko keuangan yang paling dilarang adalah yang melibatkan…
a)
Ketidakpastian wajar (gharar fahisy)
b)
Bagi hasil yang adil
c)
Transaksi spot tanpa spekulasi
d)
Pembiayaan berbasis aset riil
14.
Risiko likuiditas dalam keuangan syariah dapat diukur dengan indikator…
a)
Current Ratio dan Quick Ratio
b)
Debt to Equity Ratio
c)
Value at Risk (VaR)
d)
Credit Spread
15.
Jenis risiko kredit dalam perusahaan syariah muncul terutama pada akad…
a)
Murabahah dan Istishna' karena kemungkinan gagal bayar
b)
Mudharabah karena kerugian ditanggung shahibul maal
c)
Ijarah karena fluktuasi pasar
d)
Sukuk karena leverage tinggi
16.
Indikator utama risiko pasar (market risk) dalam instrumen syariah seperti sukuk adalah…
a)
Volatilitas harga dan sensitivitas terhadap suku bunga benchmark (LIBOR syariah)
b)
Rasio NPF (Non Performing Financing)
c)
Current Ratio
d)
Debt Service Coverage Ratio
17.
Risiko leverage dalam perusahaan syariah diindikasikan oleh…
a)
Debt to Equity Ratio yang tinggi, yang dapat melanggar prinsip keadilan syariah
b)
Beta Coefficient
c)
Loan to Deposit Ratio
d)
Earnings Volatility
18.
Tahapan identifikasi risiko dalam kerangka manajemen risiko keuangan syariah melibatkan…
a)
Pengumpulan data internal dan eksternal untuk mendeteksi potensi gharar dan riba
b)
Pengukuran dengan model matematis seperti VaR
c)
Evaluasi dengan stress testing
d)
Mitigasi melalui hedging syariah
19.
Pengukuran risiko (measurement) dalam perspektif syariah paling tepat menggunakan…
a)
Model Value at Risk (VaR) yang disesuaikan tanpa unsur spekulasi
b)
Analisis SWOT saja tanpa kuantitatif
c)
Simulasi Monte Carlo dengan asumsi riba
d)
Pengabaian risiko operasional
20.
Strategi mitigasi risiko dalam kerangka syariah termasuk…
a)
Diversifikasi portofolio, takaful, dan akad wa'd untuk hedging tanpa gharar
b)
Penggunaan derivatif konvensional seperti futures
c)
Peningkatan leverage untuk menutup kerugian
d)
Pengabaian evaluasi berkala
21.
Dalam konteks keuangan syariah, istilah "dividen" yang diterima oleh pemegang saham syariah secara substansi mengacu pada...
a)
Pembayaran bunga yang telah disepakati di muka, terlepas dari kinerja perusahaan.
b)
Bagian dari laba bersih yang dibagikan setelah perusahaan mencapai keuntungan, sesuai dengan nisbah yang telah ditetapkan.
c)
Pendapatan tetap yang diterima dari penyewaan suatu aset.
d)
Jaminan atas modal yang disetor yang akan dikembalikan penuh di akhir periode.
22.
Setelah membagikan sebagian laba bersih kepada pemegang saham, perusahaan dapat mengalokasikan sisa laba tersebut untuk diinvestasikan kembali dalam operasional. Alokasi laba ini dalam laporan keuangan dicatat sebagai...
a)
Laba Ditahan
b)
Cadangan Resiko Kerugian
c)
Dana Sosial Perusahaan
d)
Modal Disetor
23.
Dalam rangka mencapai tujuan holistic (falah), perusahaan syariah wajib memperhatikan urutan alokasi laba bersih. Mekanisme pembagian dividen yang sesuai dengan prinsip syariah adalah dengan...
a)
Membayarkan dividen terlebih dahulu kepada pemegang saham, kemudian menghitung dan membayar zakat dari sisa laba.
b)
Menghitung dan membayar zakat dari laba bersih terlebih dahulu, kemudian baru membagikan dividen dari laba bersih setelah zakat.
c)
Membagi seluruh laba bersih secara merata antara dividen, zakat, dan laba ditahan tanpa ada prioritas.
d)
Tidak membayar dividen jika perusahaan belum mencapai target laba tertentu, meskipun telah membayar kewajiban zakat.
24.
Untuk menilai kebijakan dividen sebuah perusahaan syariah, analis dapat menggunakan Dividend Payout Ratio. Rasio ini menunjukkan proporsi laba yang dibagikan kepada pemegang saham. Rumus untuk menghitung Dividend Payout Ratio adalah...
a)
Dividen Per Lembar Saham / Laba Per Lembar Saham
b)
Laba Bersih / Total Dividen yang Dibayarkan
c)
Harga Saham Per Lembar / Dividen Per Lembar Saham
d)
Total Dividen yang Dibayarkan / Total Ekuitas Pemegang Saham
25.
Untuk memenuhi prinsip keadilan dan menjaga keberlanjutan (sustainability) usaha, kebijakan dividen yang paling sesuai dengan prinsip syariah adalah residual dividend policy. Yang dimaksud dengan kebijakan tersebut adalah...
a)
Membagikan dividen dengan persentase yang tetap setiap tahun, tanpa memandang fluktuasi laba atau kebutuhan investasi.
b)
Membayar dividen hanya setelah semua proyek investasi yang memiliki NPV positif (menguntungkan) didanai terlebih dahulu.
c)
Membayar dividen dalam jumlah yang sangat rendah atau tidak sama sekali, dengan tujuan untuk memaksimalkan laba ditahan tanpa mempertimbangkan proyek investasi.
d)
Membagikan dividen secara berkala setiap kuartal, dengan jumlah yang disesuaikan berdasarkan arus kas masuk perusahaan pada periode tersebut.
26.
Meskipun residual dividend policy dianggap paling ideal, perusahaan syariah dapat menerapkan stable dividend policy (pembagian dividen stabil) dengan syarat utama bahwa kebijakan tersebut...
a)
Menjadikan pembayaran dividen sebagai beban tetap yang harus dipenuhi setiap tahun, di atas segala kewajiban lainnya.
b)
Tidak menghambat kemampuan perusahaan untuk membiayai proyek investasi yang menguntungkan dan tidak membahayakan kelangsungan usaha.
c)
Disetujui oleh seluruh pemegang saham minoritas tanpa memerlukan persetujuan dari pemegang saham pengendali.
d)
Dilakukan dengan cara berutang kepada pihak ketiga jika laba bersih pada tahun tersebut tidak mencukupi untuk membayar dividen yang dijanjikan.
27.
Meskipun memiliki potensi kerugian, kebijakan pembagian dividen yang stabil (stable dividend policy) dapat memberikan sinyal positif kepada pasar dan investor karena...
a)
Menunjukkan bahwa perusahaan memiliki arus kas yang tidak menentu dan sulit diprediksi.
b)
Memberikan jaminan bahwa harga saham akan terus naik di masa depan.
c)
Mencerminkan keyakinan manajemen atas stabilitas dan kelangsungan earning perusahaan di masa depan.
d)
Menandakan bahwa perusahaan lebih memprioritaskan kepentingan pemegang saham daripada pertumbuhan.
28.
Dalam teori kebijakan dividen, terdapat konsep yang dikenal sebagai "Bird-in-the-Hand" Theory. Teori ini secara fundamental menyatakan bahwa...
a)
Investor lebih menyukai dividen daripada capital gain karena dividen dianggap lebih pasti dan berisiko lebih rendah.
b)
Nilai perusahaan tidak dipengaruhi oleh kebijakan dividen, karena nilai perusahaan ditentukan oleh kebijakan investasi dan kemampuan menghasilkan laba.
c)
Investor lebih menyukai capital gain daripada dividen karena pajak atas capital gain umumnya lebih rendah daripada pajak atas dividen.
d)
Perusahaan harus membagikan dividen secara tidak teratur untuk memberikan kejutan positif kepada pasar.
29.
Beberapa investor justru lebih menyukai perusahaan yang membagikan dividen dalam jumlah kecil. Meskipun secara kasar mereka menerima lebih sedikit uang tunai, investor ini mengharapkan keuntungan lain yang justru bisa lebih besar, yaitu...
a)
Capital Gain akibat pertumbuhan nilai perusahaan dari laba yang ditahan.
b)
Pengurangan kewajiban pajak penghasilan atas dividen yang diterima.
c)
Peningkatan persentase kepemilikan saham (ownership) secara otomatis.
d)
Bunga yang dihitung atas laba yang ditahan dalam perusahaan.
30.
Pembagian dividen dapat dilakukan sebelum tutup buku tahunan (interim) atau setelah tutup buku tahunan (final). Yang dimaksud dengan dividen interim adalah...
a)
Dividen yang dibayarkan setelah perusahaan menyusun laporan keuangan tahunan dan mendapatkan persetujuan dari RUPS Tahunan.
b)
Dividen yang dibayarkan di tengah tahun fiskal berdasarkan proyeksi laba sementara, sebelum laporan keuangan tahunan final disusun.
c)
Dividen tambahan yang dibayarkan kepada pemegang saham sebagai bonus jika perusahaan melampaui target kinerja yang ditetapkan.
d)
Dividen yang dibayarkan dalam bentuk aset selain kas, seperti saham perusahaan lain atau properti.
31.
Zakat perusahaan tidak memiliki dalil langsung dari Al-Qur’an dan Hadis (nash), namun beberapa ulama kontemporer mewajibkannya berdasarkan konsep syakhsiyah i’tibariyah. Yang dimaksud dengan syakhsiyah i’tibariyah adalah...
a)
Badan hukum yang tidak memiliki wujud fisik
b)
Orang perseorangan yang memiliki harta
c)
Badan usaha yang dimiliki negara
d)
Perusahaan yang berbentuk CV
32.
Dalam fiqih klasik, zakat perusahaan (syarikah) disamakan dengan zakat...
a)
Zakat pertanian
b)
Zakat ternak
c)
Zakat perniagaan (tijarah)
d)
Zakat rikaz
33.
Nishab zakat perusahaan adalah batasan minimal harta yang wajib dizakati. Nishab zakat harta perniagaan/perusahaan sama dengan nishab...
a)
20 dinar emas
b)
85 gram emas
c)
200 dirham perak
d)
595 gram perak
34.
Haul zakat menggunakan tahun Hijriah, sedangkan laporan keuangan perusahaan menggunakan tahun Masehi. Untuk menyesuaikan perbedaan ini, AAOIFI mengoreksi tarif zakat emas dan perniagaan dari 2,5% menjadi...
a)
0.02577
b)
0.026
c)
2,50% (tetap)
d)
0.0243
35.
Dalam perhitungan zakat perusahaan, terdapat dua pendekatan utama, yaitu pendekatan modal kerja bersih (net working capital) dan pendekatan aset bersih (net assets). Rumus zakat dengan pendekatan aset bersih (net assets) adalah...
a)
(Aktiva Lancar – Kewajiban Jangka Pendek) × 2,5%
b)
(Total Aset – Total Kewajiban – Aset Tidak Wajib Zakat) × 2,5%
c)
(Laba Bersih + Penyusutan) × 2,5%
d)
(Ekuitas Pemilik + Laba Ditahan) × 2,5%
36.
Menurut peraturan perpajakan di Indonesia (UU HPP No. 7 Tahun 2021), perlakuan pemerintah terhadap zakat perusahaan yang dibayar melalui lembaga resmi (BAZNAS/LAZ) adalah...
a)
Dikurangkan dari penghasilan bruto (sebagai pengurang penghasilan kena pajak)
b)
Dianggap sebagai biaya hibah biasa
c)
Tidak dapat dikurangkan sama sekali
d)
Hanya boleh dikurangkan maksimal 2,5% dari laba
37.
BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat nasional belum optimal dalam menghimpun zakat perusahaan. Salah satu penyebab utama rendahnya pembayaran zakat perusahaan melalui BAZNAS adalah...
a)
Tidak adanya regulasi yang mengatur zakat perusahaan
b)
Tidak adanya sanksi hukum bagi perusahaan yang tidak bayar zakat
c)
Banyak perusahaan memilih membayar zakat langsung ke mustahik atau melalui LAZ swasta
d)
Larangan pemerintah membayar zakat perusahaan
38.
Zakat perusahaan dan CSR sama-sama merupakan dana sosial yang dikeluarkan perusahaan. Perbedaan mendasar antara zakat perusahaan dan CSR adalah...
a)
Zakat bersifat wajib sedangkan CSR bersifat sukarela
b)
Zakat hanya untuk umat Islam sedangkan CSR untuk semua agama
c)
Zakat dapat dikurangkan pajak sedangkan CSR tidak
d)
Zakat dikelola negara sedangkan CSR dikelola perusahaan sendiri
39.
Penyaluran dana zakat telah ditentukan secara eksplisit dalam Al-Qur’an (at-Tawbah: 60). Berikut ini yang BUKAN termasuk golongan penerima zakat (ashnaf) adalah...
a)
Fakir dan miskin
b)
Amil zakat
c)
Muallaf
d)
Anak yatim
40.
Zakat perusahaan sebaiknya disalurkan secara produktif agar dapat meningkatkan kesejahteraan mustahik secara berkelanjutan. Contoh penyaluran zakat perusahaan secara produktif adalah...
a)
Memberikan bantuan sembako sekali gus
b)
Memberikan modal usaha bagi UMKM mustahik
c)
Membayar biaya pengobatan mustahik
d)
Memberikan beasiswa pendidikan satu semester
41.
Tujuan utama dari valuasi perusahaan adalah untuk …
a)
Menentukan jumlah karyawan
b)
Menentukan nilai wajar perusahaan
c)
Menentukan struktur organisasi
d)
Menentukan strategi pemasaran
42.
Dalam metode Discounted Cash Flow (DCF), diskonto diartikan sebagai …
a)
Proses menambah nilai arus kas masa depan
b)
Proses mengabaikan risiko usaha
c)
Proses mengubah nilai arus kas masa depan menjadi nilai saat ini
d)
Proses membagi laba perusahaan
43.
Dalam valuasi perusahaan syariah, unsur diskonto harus bebas dari bunga. Oleh karena itu, unsur diskonto yang digunakan adalah …
a)
Tingkat bunga bank konvensional
b)
Tingkat imbal hasil berbasis bagi hasil
c)
Tingkat inflasi pemerintah
d)
Tingkat pajak perusahaan
44.
Rumus dasar DCF syariah yang benar adalah …
a)
Nilai Perusahaan = Σ (Arus Kas / (1 + bunga)^t)
b)
Nilai Perusahaan = Σ (Arus Kas × bunga)^t
c)
Nilai Perusahaan = Σ (Arus Kas / (1 + tingkat bagi hasil)^t)
d)
Nilai Perusahaan = Σ (Laba × pajak)^t
45.
Metode Comparable Company Analysis dalam valuasi perusahaan dilakukan dengan cara …
a)
Membandingkan laporan keuangan perusahaan dengan standar akuntansi
b)
Membandingkan nilai perusahaan dengan perusahaan sejenis di industri yang sama
c)
Menghitung seluruh aset tetap perusahaan
d)
Mengalikan laba dengan jumlah saham
46.
Price to Book Value (PBV) bertujuan untuk menggambarkan …
a)
Tingkat keuntungan perusahaan
b)
Perbandingan antara nilai pasar saham dengan nilai bukunya
c)
Tingkat risiko investasi
d)
Jumlah dividen yang dibagikan
47.
Pengukuran yang digunakan untuk mengetahui besarnya penghasilan dari setiap lembar saham disebut dengan metode …
a)
Price to Book Value (PBV)
b)
Dividend Yield
c)
Earning Per Share (EPS)
d)
Price Earning Ratio (PER)
48.
Dalam metode Comparable Company Analysis, nilai industri dihitung dengan cara …
a)
Merata-ratakan seluruh laba bersih perusahaan
b)
Merata-ratakan rasio valuasi perusahaan-perusahaan sejenis
c)
Menjumlahkan seluruh aset industri
d)
Mengalikan laba dengan jumlah saham beredar
49.
Jika PBV suatu perusahaan lebih tinggi dibandingkan PBV industri, maka artinya saham tersebut … dan keputusan investor yang tepat adalah …
a)
Undervalued, membeli saham
b)
Fair value, menahan saham
c)
Overvalued, mempertimbangkan untuk menjual saham
d)
Tidak bernilai, menghindari saham
50.
Sebuah perusahaan memiliki harga saham Rp2.500 dan EPS sebesar Rp250. Nilai Price Earning Ratio (PER) perusahaan tersebut adalah …
a)
5
b)
8
c)
10
d)
12
51.
Dalam ajaran Islam, investasi tidak boleh mengandung unsur MAGHRIB. Huruf “R” dalam akronim MAGHRIB merujuk pada...
a)
Riba
b)
Risiko
c)
Rekayasa
d)
Ribut
52.
Investasi syariah dapat dilakukan melalui instrumen keuangan berikut, kecuali...
a)
Sukuk
b)
Saham syariah
c)
Reksa dana syariah
d)
Obligasi
53.
Sukuk berbeda dengan obligasi konvensional. Perbedaan utama sukuk adalah adanya underlying asset. Yang dimaksud underlying asset pada sukuk adalah...
a)
Aset riil atau manfaat aset yang menjadi dasar penerbitan sukuk
b)
Utang pihak penerbit kepada pemegang sukuk
c)
Nilai nominal sukuk
d)
Keuntungan tetap yang dijanjikan
54.
Saham syariah adalah saham perusahaan yang memenuhi kriteria berikut, kecuali...
a)
Kegiatan usaha tidak bertentangan dengan syariah
b)
Rasio utang berbasis bunga ≤ 45%
c)
Non-performing loan ≤ 5%
d)
Perusahaan bergerak di sektor perjudian
55.
Dalam reksa dana syariah terdapat mekanisme cleansing atau purification. Cleansing adalah proses...
a)
Membuang saham tidak syariah dari portofolio
b)
Mendistribusikan pendapatan tidak halal kepada yang berhak
c)
Mengganti manajer investasi
d)
Menutup reksa dana
56.
Sebuah mesin investasi dibeli seharga Rp100.000.000 dan menghasilkan arus kas bersih tahunan sebesar Rp15.000.000 (konstan). Berapa payback period investasi tersebut?
a)
6 tahun 4 bulan
b)
6 tahun 8 bulan
c)
7 tahun
d)
7 tahun 6 bulan
57.
Accounting Rate of Return (ARR) dihitung dengan rumus...
a)
Rata-rata laba akuntansi tahunan : Investasi awal × 100%
b)
(Nilai buku akhir – Nilai buku awal) : Investasi awal
c)
NPV : Investasi awal
d)
Arus kas tahunan : Investasi awal
58.
Apabila nilai Net Present Value (NPV) suatu proyek investasi bernilai positif, artinya…
a)
Tingkat pengembalian proyek lebih besar dari tingkat diskonto yang digunakan
b)
Proyek pasti rugi
c)
IRR lebih kecil dari cost of capital
d)
Payback period lebih panjang dari umur proyek
59.
Sebuah perusahaan didirikan dengan modal awal Rp1,5 miliar. Setelah satu tahun beroperasi, nilai buku perusahaan menjadi Rp1,65 miliar dengan asumsi tidak ada penambahan/pengurangan modal dan tidak ada dividen. Berapa Accounting Rate of Return (ARR) perusahaan tersebut?
a)
0.1
b)
0.15
c)
0.2
d)
0.25
60.
Kriteria utama suatu investasi dianggap menguntungkan menurut metode Net Present Value (NPV) adalah...
a)
NPV > 0
b)
NPV = 0
c)
NPV < 0
d)
NPV maksimum
61.
Istilah keuangan berkonsep ESG merujuk pada pendekatan investasi dan pengelolaan keuangan yang mempertimbangkan faktor-faktor berikut, kecuali …
a)
Risiko keuangan
b)
Lingkungan
c)
Sosial
d)
Tata kelola
62.
Dalam kerangka ESG, pilar “Planet” mengacu pada upaya perusahaan dalam …
a)
Melindungi dan melestarikan lingkungan alam
b)
Meningkatkan kesejahteraan karyawan
c)
Menerapkan tata kelola perusahaan yang baik
d)
Memaksimalkan keuntungan jangka pendek
63.
Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dapat dikategorikan sebagai bagian dari keuangan ESG karena …
a)
CSR hanya bertujuan meningkatkan citra perusahaan
b)
CSR mencerminkan perhatian perusahaan terhadap aspek sosial dan lingkungan
c)
CSR wajib dilakukan semua perusahaan di Indonesia
d)
CSR merupakan kewajiban pajak perusahaan
64.
Pernyataan yang paling tepat menggambarkan hubungan antara ESG dan Sustainable Development Goals (SDGs) adalah …
a)
ESG dan SDGs tidak memiliki keterkaitan
b)
ESG merupakan alat implementasi praktis dari banyak target SDGs di tingkat korporasi
c)
ESG hanya berfokus pada profit, sedangkan SDGs pada lingkungan
d)
SDGs diciptakan setelah ESG sehingga tidak saling berhubungan
65.
Aspek “Social” dalam kerangka ESG, jika dikaitkan dengan maqasid syariah, paling selaras dengan tujuan menjaga …
a)
Harta (al-māl)
b)
Jiwa (an-nafs)
c)
Keturunan (an-nasl)
d)
Akal (al-‘aql)
66.
Dalam keuangan ESG, perusahaan tetap diharapkan menghasilkan keuntungan (profit) yang optimal. Dalam maqasid syariah, semangat penciptaan profit yang tinggi ini selaras dengan upaya menjaga …
a)
Harta (al-māl)
b)
Agama (ad-dīn)
c)
Akal (al-‘aql)
d)
Martabat (al-‘ird)
67.
Investasi pada industri ekstraktif sumber daya alam (seperti pertambangan dan minyak) sering kali dianggap kurang selaras dengan semangat ESG, terutama karena …
a)
Industri ini memberikan keuntungan sangat tinggi
b)
Industri ini cenderung menyebabkan kerusakan lingkungan yang signifikan
c)
Industri ini tidak melibatkan tenaga kerja
d)
Industri ini tidak diawasi pemerintah
68.
Hadis Rasulullah SAW yang mendorong umatnya untuk menanam pohon meskipun besok hari kiamat, paling selaras dengan pilar ESG berikut …
a)
Social
b)
Governance
c)
Environmental
d)
Profit
69.
Berikut ini merupakan faktor pendorong utama berkembangnya keuangan ESG di dunia, kecuali …
a)
Tekanan investor institusi dan masyarakat
b)
Perubahan iklim dan kesadaran lingkungan
c)
Regulasi pemerintah dan otoritas pasar modal
d)
Keinginan perusahaan untuk meminimalkan keuntungan
70.
Peran utama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam implementasi keuangan berkelanjutan (termasuk ESG) di Indonesia adalah sebagai …
a)
Pelaksana langsung investasi hijau
b)
Pengawas dan pembuat regulasi serta kebijakan
c)
Pemberi dana hibah kepada perusahaan
d)
Penyedia sertifikasi ESG
Reset
