WorksheetsREMEDIAL PAS KIMIA KELAS 12
Total questions: 30
Worksheet time: 30mins
Pernyataan yang tepat mengenai sifat koligatif larutan adalah.....
Tekanan osmosis bukan sifat koligatif larutan
Sifat koligatif larutan tergantung pada jenis zat terlarut
Salah satu sifat koligatif larutan adalah penurunan titik didih larutan
Penurunan tekanan uap merupakan sifat koligatif yang tergantung pada jenis zat
Sifat koligatif larutan bergantung pada jumlah partikel zat terlarut
Diantara sifat larutan dibawah ini yang bukan termasuk sifat koligatif larutan adalah…
Penurunan tekanan uap
Kenaikan titik didih
Kenaikan titik beku
Penurunan titik beku
Tekanan osmosis
Penambahan garam ke dalam air menyebabkan air membeku pada suhu …
0 °C
< 0 °C
100 °C
> 0 °C
Sama dengan 0 °C
Sebanyak 12 gram urea (Mr = 60 gram/mol) dilarutkan dalam 200 mL air, molaritas larutan urea tersebut adalah…
0,01 M
0,1 M
1 M
0,2 M
2 M
Jika didalam suatu larutan yang dibuat dengan melarutkan 9 gram glukosa (C6H12O6) dalam 200 gram air, kemolalanya adalah …. (Mr C6H12O6 = 180 gram/mol)
0,25 molal
0,5 molal
1 molal
2,5 molal
5 molal
Jika kedalam pelarut yaitu air sebanyak 9 gram (Mr = 18 gram/mol) dan dilarutkan 30 gram asam cuka (CH3COOH). Fraksi molnya zat terlarut adalah (Mr CH3COOH = 60 gram/mol) ….
0,5
0,55
0,1
0,11
5
Kenaikan titik didih larutan yang mengandung 6 gram urea (Mr = 60) dalam 500 gram air yaitu… (Kb air = 0,52oC/m)
0,0052o C
0,052o C
1,04o C
0,52o C
0,104o C
Tekanan osmosis dari 500 mL larutan yang mengang 17,1 gram sukrosa (Mr= 342 gram/mol) pada suhu 27oC adalah… (R= 0,082 L atm/mol.K)
3,0 atm
2,76 atm
2,46 atm
1,69 atm
1,0 atm
Glukosa (C6H12O6) yang massanya 45 gram dilarutkan dalam 250 gram air (Kf air = 1,86oC/molal). Jika diketahui Mr Glukosa (C6H12O6) =180 gram/mol, maka titik beku larutan tersebut adalah ….
1,86oC
0,46oC
0,23oC
-0,46oC
-1,86oC
Data percobaan penurunan titik beku:
Berdasarkan data percobaan di atas, maka besarnya penurunan titik beku larutan ditentukan oleh..
Jenis zat terlarut
Konsentrasi larutan
Jenis larutan
Jenis pelarut
Perbedaan titik beku pelarut
Perhatikan diagram PT berikut !
Garis beku pelarut di tunjukan oleh....
M-S
M-N
K-L
L-R
K-Q
Berikut ini beberapa contoh penerapan sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari.
(1) Penyerapan air oleh akar tanaman
(2) Penambahan garam dalam pembuatan es putar
(3) Penambahan garam untuk mencairkan salju
(4) Penggunaan garam untuk membunuh lintah
(5) Menambahkan etilen glikol pada radiator mobil
Penerapan tekanan osmotik terdapat pada peristiwa….
4 dan 5
3 dan 4
1 dan 4
1 dan 3
2 dan 5
Beberapa contoh penerapan sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut.
1) Proses penyerapan air dalam tanah oleh akar tanaman.
2) Membasmi lintah dengan menabur garam dapur.
3) Pemakaian garam dapur untuk pencairan salju.
4) Penambahan etilena glikol pada radiator mobil.
Penerapan sifat koligatif yang berkaitan dengan penurunan titik beku larutan adalah…
1 dan 2
1 dan 3
2 dan 3
2 dan 4
3 dan 4
Reaksi oksidasi dapat didefinisikan sebagai ….
reaksi yang disertai dengan pengikatan oksigen
reaksi yang disertai dengan pelepasan oksigen
reaksi yang disertai dengan pelepasan electron
reaksi yang disertai dengan penurunan bilangan oksidasi
reaksi yang tidak melibatkan perubahan bilangan oksidasi
Reaksi berikut yang menunjukkan proses reduksi adalah ….
2Mg → 2Mg²⁺ + 4e⁻
Cu²⁺ + 2e⁻ → Cu
2H₂O → 2H₂ + O₂
Fe → Fe²⁺ + 2e⁻
Cl₂ + 2e⁻ → 2ClO⁻
Bilangan oksidasi unsur S dalam H₂SO₄ adalah …
+2
+4
+6
0
–2
Bilangan oksidasi Cr dalam K₂Cr₂O₇ adalah …
+3
+4
+5
+6
+7
Dalam reaksi: Cl₂ + 2NaOH → NaCl + NaClO + H₂O Zat Cl mengalami …
Hanya oksidasi
Hanya reduksi
Oksidasi dan reduksi
Tidak berubah
Ionisasi
Dalam reaksi 2Mg + O₂ → 2MgO, zat yang bertindak sebagai reduktor adalah …
Mg
O₂
MgO
Elektron
O²⁻
Reaksi yang merupakan disproporsionasi adalah …
H₂ + Cl₂ → 2HCl
2H₂O₂ → 2H₂O + O₂
Zn + Cu²⁺ → Zn²⁺ + Cu
Fe²⁺ + Cl₂ → Fe³⁺ + 2Cl⁻
2K + 2H₂O → 2KOH + H₂
Dalam reaksi CuO + H₂ → Cu + H₂O, zat yang merupakan hasil reduksi adalah …
Cu
O
H₂
H₂O
CuO
Reaksi berikut yang bukan reaksi redoks yaitu…..
Zn + CuSO₄ → ZnSO₄ + Cu
H₂ + Cl₂ → 2HCl
NaCl + AgNO₃ → AgCl + NaNO₃
Fe + CuSO₄ → FeSO₄ + Cu
2H₂O₂ → 2H₂O + O₂
Zat hasil oksidasi pada reaksi: Zn + 2HCl → ZnCl₂ + H₂
Zn
HCl
ZnCl₂
H₂
Cl₂
Dalam reaksi 4NH₃ + 5O₂ → 4NO + 6H₂O, unsur yang mengalami oksidasi adalah …
N
O
H
NO
H₂O
Prinsip kerja sel volta didasarkan pada ….
Perpindahan elektron dari anoda ke katoda melalui jembatan garam
Perpindahan ion dari katoda ke anoda melalui kawat penghantar
Aliran elektron dari katoda ke anoda melalui jembatan garam
Perpindahan elektron dari larutan ke logam
Reaksi redoks yang tidak spontan
Pada sel volta, elektroda yang mengalami oksidasi disebut ….
Katoda
Anoda
Elektrolit
Garam jembatan
Katalis
Diketahui E° (Zn²⁺/Zn) = –0,76 V dan E° (Cu²⁺/Cu) = +0,34 V. Maka nilai E° sel untuk sel Zn–Cu adalah ….
–1,10 V
–0,42 V
0,00 V
+1,10 V
+0,42 V
Fungsi jembatan garam pada sel volta adalah ….
Mengalirkan elektron dari anoda ke katoda
Menjaga agar reaksi berlangsung spontan
Menyediakan sumber ion baru
Menjaga netralitas muatan dalam kedua larutan
Mencegah terbentuknya endapan
Suatu sel volta memiliki notasi: Mg | Mg²⁺ || Ag⁺ | Ag
Diketahui E°(Mg²⁺/Mg) = –2,37 V dan E°(Ag⁺/Ag) = +0,80 V. Maka E°sel = ….
–3,17 V
–1,57 V
0,00 V
+1,57 V
+3,17 V
Diketahui potensial reduksi: Mg2+(aq) + 2e-→ Mg(s) Eo = -2,37 volt Sn2+(aq) + 2e- → Sn(s) Eo = -0,14 volt Dengan data tersebut disusun sel volta. Pernyataan di bawah ini yang benar adalah ….
logam Mg sebagai katoda
reaksi: Sn + Mg2+ → Mg + Sn2+ berlangsung spontan
potensial sel yang terjadi +2,57 volt
logam Sn bertindak sebagai elektrode positif
elektroda Sn larut
