WorksheetsUAS Proses Asuhan Gizi
Total questions: 60
Worksheet time: 30mins
Name
Class
Date
1.
Dalam diagnosis gizi, komponen ”E” (etiologi) digunakan untuk...
a)
Mengukur tingkat keparahan malnutrisi
b)
Menentukan penyebab dasar masalah gizi
c)
Menilai perubahan status gizi
d)
Menyusun rencana monitoring dan evaluasi
e)
Mengidentifikasi tanda klinis pasien
2.
Kenapa dokumentasi asuhan gizi sangat penting dilakukan?
a)
Untuk memastikan kesinambungan antara intervensi dan evaluasi
b)
Untuk memudahkan penjadwalan monitoring
c)
Untuk meminimalkan kesalahan administrasi
d)
Untuk mematuhi standar akreditasi
e)
Untuk menganalisis kebutuhan pasien selama di rawat
3.
Sebutkan kriteria yang sering ditemukan pada pasien malnutrisi, kecuali...
a)
Penurunan berat badan yang tidak diinginkan
b)
Indeks massa tubuh (IMT) yang rendah
c)
Massa otot berkurang
d)
Asupan makanan yang rendah
e)
Perubahan hasil pemeriksaan laboratorium
4.
Berdasarkan konsep asesmen gizi, tahap cluster bertujuan untuk...
a)
Mengumpulkan dan memastikan tidak ada informasi yang salah atau kurang
b)
Menyusun intervensi gizi berdasrkan prioritas kebutuhan pasien
c)
Menentukan diagnosis gizi berdasarkan analisis data yang telah dikumpulkan
d)
Mengelompokkan data sesuai komponen untuk mendukung penentuan masalah gizi berdasarkan terminologi diagnosis gizi
e)
Membandingkan hasil pengukuran dengan standar acuan nasional
5.
Dalam asesmen gizi, seorang ahli gizi menemukan pola bahwa penurunan BB pasien berkaitan dengan konsumsi obat tertentu yang menurunkan nafsu makan. Ini menunjukkan kemampuan ahli gizi dalam...
a)
Menilai data dietary history
b)
Menentukan preskripsi diet
c)
Mengintegrasikan dan menganalisis data
d)
Menentukan rute pemberian makanan
e)
Menetapkan bentuk makanan
6.
Ketika menetapkan tujuan intervensi, ahli gizi memiliki target untuk ”meningkatkan asupan energi sebanyak 30% dalam waktu 2 minggu”. Target ini memenuhi prinsip SMART karena...
a)
Mudah dilakukan
b)
Ada unsur spesifik dan berbatas waktu
c)
Dapat dicapai dan diukur
d)
Berfokus pada kebutuhan klien
e)
Tidak memerlukan kolaborasi
7.
Selama intervensi, pasien tidak mampu memenuhi kebutuhan asupan protein akibat nyeri menelan, sehingga tujuan tidak tercapai. Tindakan ahli gizi yang tepat adalah...
a)
Mengulang asesmen dan memodifikasi intervensi
b)
Menghentikan intervensi
c)
Mengganti target intervensi
d)
Menentukan diagnosis baru tanpa data
e)
Memastikan tujuan awal tercapai bagaimanapun caranya
8.
Manakah yang paling mencerminkan prinsip kerja tim Profesional Pemberi Asuhan (PPA)?
a)
Semua anggota tim bekerja secara independen tanpa koordinasi untuk mempercepat pelayanan
b)
Hanya dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) yang berwenang membuat keputusan dan menentukan tugas seluruh anggota tim
c)
Setiap profesi memiliki tanggung jawab yang setara, bekerja mandiri sesuai kompetensi, berkolaborasi, serta tetap berada dalam lingkup asuhan terintegrasi di bawah koordinasi DPJP
d)
Seluruh anggota tim wajib mengikuti instruksi satu profesi dominan tanpa mempertimbangkan kompetensi lainnya
e)
Tenaga kesehatan hanya berfokus pada tugas masing-masing tanpa perlu interaksi interprofesional untuk mengurangi konflik dalam tim
9.
Hasil skrining seorang pasien adalah mengalami risiko malnutrisi. Apa langkah paling tepat yang harus dilakukan ahli gizi sesuai alur NCP?
a)
Memberikan edukasi gizi
b)
Menetapkan diagnosis gizi
c)
Melakukan asesmen gizi komprehensif
d)
Menyusun diet standar rumah sakit
e)
Melakukan intervensi gizi
10.
Skrining gizi memiliki prinsip...
a)
Hanya bisa dilakukan oleh dokter penanggung jawab
b)
Hanya dilakukan pada pasien rawat inap
c)
Dapat digunakan untuk mendiagnosis gizi secara langsung
d)
Cepat dan mudah digunakan serta dapat dilakukan oleh personel terlatih
e)
Hanya dapat digunakan di lingkungan praktik rumah sakit saja
11.
Seorang perawat dapat menyelesaikan skrining dalam waktu kurang dari 5 menit tanpa melakukan pengukuran antropometri. Alat skrining yang paling mungkin digunakan adalah...
a)
STRONGkids
b)
STAMP
c)
NRS-2000
d)
MNA
e)
MUST
12.
Pasien anak dengan alergi makanan kompleks masuk RS. Screening tool yang menyediakan panduan terkait alergi dan feeding tube adalah...
a)
PYMS
b)
PNST
c)
NEST
d)
STAMP
e)
STRONGkids
13.
Kenapa MUST banyak digunakan di Indonesia untuk pasien dewasa?
a)
Menggunakan parameter yang kompleks
b)
Cepat, mudah, dan berbasis bukti
c)
Tidak membutuhkan pengukuran antropometri
d)
Dapat menilai penyakit akut
e)
Tidak memerlukan tenaga terlatih
14.
Pernyataan di bawah ini yang bukan merupakan tujuan dari asesmen gizi adalah...
a)
Mencegah berlanjutnya melnutrisi pada pasien yang berisiko dengan mengidentifikasi masalah sejak dini
b)
Mengidentifikasi masalah gizi pasien yang sudah mengalami malnutrisi untuk dilakukan intervensi
c)
Mendeteksi terapi atau obat yang dapat meningkatkan risiko malnutrisi
d)
Memberikan edukasi dan konseling gizi pada pasien
e)
Memastikan pemantauan yang lebih teratur oleh dokter penanggung jawab
15.
Kode AD-1.1.3 merupakan terminologi antropometri yang digunakan untuk...
a)
Menilai cadangan lemak, otot, dan risiko penyakit metabolik
b)
Menghitung kebutuhan energi, protein, serta penentuan IMT
c)
Melihat perubahan berat badan yang tidak diharapkan
d)
Menentukan status gizi pasien
e)
Mengukur komposisi tubuh
16.
Cadangan protein yang dapat digunakan sebagai indikator gizi dan stres katabolik jangka menengah adalah...
a)
Prealbumin
b)
Retinol binding protein
c)
Kreatinin
d)
Albumin
e)
Transferin
17.
Mengapa pengukuran LILA cocok digunakan sebagai indikator kekurangan energi kronis?
a)
Ukuran lengan tidak dipengaruhi oleh adanya edema
b)
Dapat digunakan sebagai alternatif pengukuran BB dan TB
c)
Menggambarkan cadangan otot dan lemak
d)
Dapat berubah dengan cepat mengikuti pola makan harian
e)
Spesifik mengukur ketebalan lemak subkutan
18.
Apa coding biokimia yang berkaitan dengan kejadian anemia?
a)
BD. 1.9
b)
BD. 1.10
c)
BD 1.11
d)
BD 1.12
e)
BD 1.13
19.
Pemeriksaan biokimia ALT/AST diperlukan untuk...
a)
Mengukur status cairan
b)
Menilai fungsi pankreas
c)
Menilai kerusakan sel hati
d)
Menilai fungsi tiroid
e)
Menilai fungsi jantung
20.
Seorang pasien hanya dapat membuka mata atau memberikan respon ketika diberi rangsangan nyeri, namun tetap tidak bisa terbangun sempurna dan memberi jawaban dengan baik ketika ditanya. Keadaan kesadaran tersebut disebut...
a)
Delirium
b)
Apatis
c)
Somnolen
d)
Semi-koma
e)
Sopor
21.
Mengapa teknik auskultasi penting dalam asesmen klinis fisik?
a)
Untuk mengidentifikasi perubahan ukuran, tekstur, dan suhu pada bagian tubuh tertentu untuk mengindikasikan adanya penyakit kronis
b)
Untuk menilai kepadatan organ tertentu yang mengindikasikan adanya masalah terkait gizi
c)
Untuk mengukur komposisi tubuh pasien untuk menentukan status gizi pasien
d)
Untuk mendeteksi suara pernapasan yang mengindikasikan masalah gizi
e)
Untuk menilai fungsi organ untuk mengindikasikan kekurangan zat gizi tertentu
22.
Pada pemeriksaan fisik pasien sirosis hepatis ditemukan distensi abdomen dan peningkatan berat badan disertai dengan asites. Sebagai ahli gizi, intervensi apa yang akan Anda berikan untuk membantu pasien mengontrol keadaan tersebut?
a)
Pembatasan asupan natrium
b)
Pembatasan asupan lemak
c)
Pembatasan asupan protein
d)
Pembatasan asupan karbohidrat sederhana
e)
Pembatasan asupan vitamin dan mineral
23.
Seorang pasien gagal ginjal mengonsumsi cairan 2L/hari, dengan output urin 700ml dan insensible loss 500 ml. Bagaimana status asupan cairan pasien tersebut?
a)
Sudah sesuai dengan kebutuhan
b)
Melebihi kebutuhan
c)
Jauh dibawah kebutuhan
d)
Kurang dari kebutuhan
e)
Sudah sesuai dengan anjuran asupan cairan harian
24.
Seorang wanita berusia 45 tahun di rujuk ke poli gizi dengan keluhan mudah lelah dan pusing. Hasil analisis SQ-FFQ menunjukkan bahwa rata-rata asupan pasien hanya 65% dari kebutuhan harian. Berdasarkan kriteria evaluasi tingkat kecukupan energi, status asupan energi pasien adalah...
a)
Defisit ringan
b)
Defisit sedang
c)
Defisit berat
d)
Lebih
e)
Adekuat
25.
Seorang pasien DM tipe 2 telah menerima edukasi gizi terkait pentingnya mengurangi konsumsi gula sederhana. Namun, pada kunjungan kontrol berikutnya pasien masih mengaku minum teh manis setiap pagi karena merasa sudah merasa terbiasa dan susah menghentikannya. Berdasarkan informasi tersebut pasien menunjukkan masalah pada...
a)
Perilaku ketaatan terhadap diet yang sedang dijalani
b)
Pengetahuan atau kepercayaan gizi
c)
Pemahaman pasien tentang fungsi zat gizi
d)
Ketersediaan minuman yang aman
e)
Pantangan atau tabu terhadap minuman tertentu
26.
Tn.A didiagnosis mengalami tuberculosis sejak 1 bulan yang lalu. Semenjak terdiagnosis tuberculosis hingga sekarang, ia belum pernah menerima konseling gizi untuk pasien tuberculosis dan informasi apapun terkait gizi. Rata-rata asupan energi Tn.A 55% dari kebutuhan, protein 30% dari kebutuhan, lemak 70% dari kebutuhan, dan karbohidrat 45% dari kebutuhan. Tn.A seharusnya menjalankan diet tinggi energi dan tinggi protein untuk memenuhi peningkatan kebutuhan energi dan mencegah katabolisme protein.
Diagnosis gizi domain perilaku yang tepat untuk Tn.A adalah ...
a)
NB-1.1 Kurangnya pengetahuan tentang gizi dan makanan berkaitan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan rendah energi, protein, lemak, dan karbohidrat ditandai dengan belum pernah menerima konseling dan informasi terkait gizi.
b)
NB-1.1 Kurangnya pengetahuan tentang gizi dan makanan berkaitan dengan kurangnya paparan informasi terkait gizi untuk tuberculosis ditandai dengan kebiasaan makan yang tidak sesuai dengan diet tinggi energi tinggi protein.
c)
NB-1.3 Tidak siap terhadap perubahan diet atau gaya hidup berkaitan dengan keengganan mengakses informasi mengenai diet untuk tuberculosis ditandai dengan kebiasaan makan yang tidak sesuai dengan rekomendasi diet untuk tuberculosis
d)
NB-1.3 Tidak siap terhadap perubahan diet atau gaya hidup berkaitan dengan keengganan mempelajari dan menerapkan informasi ditandai dengan tidak berusaha mencari informasi tentang diet untuk tuberculosis sejak 1 bulan yang lalu
e)
NB-1.4 Ketidakmampuan memonitor diri sendiri berkaitan dengan keengganan atau ketidaktertarikan untuk melacak perubahan atau kemajuan diri ditandai dengan tidak berusaha mengonsumsi makanan yang lebih bergizi setelah mengetahui menderita penyakit tuberculosis
27.
Tn.A didiagnosis mengalami tuberculosis sejak 1 bulan yang lalu. Semenjak terdiagnosis tuberculosis hingga sekarang, ia belum pernah menerima konseling gizi untuk pasien tuberculosis dan informasi apapun terkait gizi. Rata-rata asupan energi Tn.A 55% dari kebutuhan, protein 30% dari kebutuhan, lemak 70% dari kebutuhan, dan karbohidrat 45% dari kebutuhan. Tn.A seharusnya menjalankan diet tinggi energi dan tinggi protein untuk memenuhi peningkatan kebutuhan energi dan mencegah katabolisme protein.
Apabila setelah ahli gizi menggali lebih dalam, diperoleh informasi bahwa Tn.A memang sengaja mengurangi asupan makanan sehari-hari karena ingin meringankan badan agar tidak semakin sesak nafas, maka diagnosis gizi domain perilaku yang tepat untuk Tn.A adalah ...
a)
NB-1.1 Kurangnya pengetahuan tentang gizi dan makanan berkaitan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan rendah energi, protein, lemak, dan karbohidrat ditandai dengan keinginan untuk meringankan tubuh agar tidak semakin sesak nafas
b)
NB-1.1 Kurangnya pengetahuan tentang gizi dan makanan berkaitan dengan keinginan untuk meringankan badan agar tidak semakin sesak nafas ditandai dengan kebiasaan makan tidak sesuai dengan rekomendasi diet untuk tuberculosis
c)
NB-1.2 Kepercayaan yang tidak sesuai dengan kaidah gizi berkaitan dengan keinginan untuk sembuh dari penyakit ditandai dengan kepercayaan bahwa mengurangi asupan makanan dapat meringankan badan sehingga tidak semakin sesak nafas
d)
NB-1.3 Tidak siap terhadap perubahan diet atau gaya hidup berkaitan dengan keengganan mengakses informasi mengenai diet untuk tuberculosis ditandai dengan mengubah kebiasaan makan dengan harapan dapat mengurangi sesak nafas
e)
NB-1.3 Tidak siap terhadap perubahan diet atau gaya hidup berkaitan dengan keengganan mempelajari dan menerapkan informasi ditandai dengan tidak berusaha mencari informasi tentang diet untuk tuberculosis sejak 1 bulan yang lalu
28.
Tn.B mengalami diabetes melitus. Keluarganya seakan tidak mempedulikan penyakitnya dan tidak memberikan dukungan. Keluarga tersebut terbiasa minum teh manis setiap saat. Akibatnya pasien mengonsumsi minuman manis berlebih (3-5 kali sehari, @2 sdm gula pasir). Diagnosis gizi domain perilaku yang tepat untuk Tn.B adalah...
a)
NB-1.3 Tidak siap terhadap perubahan diet atau gaya hidup berkaitan dengan sikap atau kepercayaan yang tidak sesuai dengan kaidah ilmu gizi ditandai kebiasaan minum minuman manis meskipun terdiagnosis diabetes melitus
b)
NB-1.3 Tidak siap terhadap perubahan diet atau gaya hidup berkaitan dengan kurangnya dukungan keluarga untuk menerapkan perubahan diet ditandai dengan kebiasaan minum minuman manis meskipun terdiagnosis diabetes melitus
c)
NB-1.3 Tidak siap terhadap perubahan diet atau gaya hidup berkaitan dengan keengganan menerapkan informasi ditandai dengan tidak menjalankan rekomendasi diet diabetes melitus
d)
NB-1.3 Tidak siap terhadap perubahan diet atau gaya hidup berkaitan dengan kurangnya keyakinan pada kemampuan diri sendiri untuk mencoba diet ditandai dengan kebiasaan keluarga untuk mengonsumsi minuman manis
e)
NB-1.3 Tidak siap terhadap perubahan diet atau gaya hidup berkaitan dengan masalah interpersonal yang menyebabkan gangguan untuk melakukan perubahan perilaku ditandai dengan sikap keluarga yang tidak mempedulikan penyakit dan memberikan dukungan
29.
Ny.C tidak menunjukkan ketertarikan untuk melacak kemajuan diri. Ia didiagnosis mengalami penyakit jantung koroner sejak 7 tahun yang lalu. Ia tidak mengisi form food record dan tidak memiliki data monitoring profil lipid berkala. Diagnosis gizi domain perilaku yang sesuai untuk Ny.C adalah...
a)
NB-1.1 Kurangnya pengetahuan tentang gizi dan makanan berkaitan dengan kurangnya paparan informasi ditandai dengan ketidaktahuan mengenai pentingnya mengisi form food record dan tidak memiliki data monitoring profil lipid berkala
b)
NB-1.3 Tidak siap terhadap perubahan diet atau gaya hidup berkaitan dengan kurangnya dukungan sosial untuk menerapkan perubahan atas intervensi yang diberikan ditandai dengan catatan monitoring diri yang tidak lengkap
c)
NB-1.4 Kurangnya monitoring diri sendiri berkaitan dengan kurangnya pengetahuan tentang pentingnya monitoring diri terkait makanan dan gizi ditandai dengan catatan monitoring diri yang tidak lengkap
d)
NB-1.4 Kurangnya monitoring diri sendiri berkaitan dengan ketidaktertarikan untuk melacak perubahan atau kemajuan diri ditandai dengan tidak mengisi form food record dan tidak memiliki data monitoring profil lipid berkala
e)
NB-1.6 Kurang patuh terhadap rekomendasi terkait gizi berkaitan dengan ketidaktertarikan untuk melacak perubahan atau kemajuan diri ditandai dengan kurangnya kepatuhan terhadap rencana sehingga keluaran yang diharapkan tidak tercapai
30.
Subkelas masalah gizi gangguan pola makan biasanya ditemui pada klien yang mengalami...
a)
Patah tulang kaki
b)
Anoreksia dan bulimia nervosa
c)
Kesulitan finansial dan akses terhadap makanan
d)
Imobilitas
e)
Bedah elektif
31.
Kasus yang menggambarkan diagnosis gizi “NB-1.5 Gangguan pola makan berkaitan dengan gangguan psikologis dan citra tubuh negatif ditandai dengan menghindari makanan atau minuman yang mengandung energi dan pica” adalah...
a)
Model yang harus mempertahankan berat badannya agar mendapatkan pekerjaan yang diharapkannya. Ia makan dalam jumlah yang normal atau bahkan cukup banyak, setelah itu ia meminum obat pencahar
b)
Seorang pria ingin mendaftarkan diri menjadi tentara. Ia berolahraga dengan keras setiap hari untuk menurunkan berat badannya yang berlebih. Ia mendaftarkan diri pada sebuah katering diet agar tujuannya segera tercapai.
c)
Seorang ibu muda mengalami gangguan jiwa setelah anak pertamanya meninggal. Sehari-hari ia hanya termenung, tidak mau makan, tapi sesekali tampak menggerogoti pintu atau remahan dinding
d)
Anak laki-laki berusia 10 tahun yang mogok makan akibat tidak dibelikan mainan kesukaannya oleh orang tuanya. Agar orang tuanya mau membelikan mainan, ia mengancam akan kembali melakukan kebiasaan lamanya, yaitu makan pecahan batu bata
e)
Remaja putri yang merasa dirinya gemuk sehingga hanya mengonsumsi makanan atau minuman rendah energi atau tanpa energi. Bila lapar, ia akan menelan tisu atau kapas agar merasa kenyang
32.
Tn.D yang melakukan kunjungan ulang konseling gizi tampak tidak ingin mengaplikasikan rekomendasi diet yang dianjurkan oleh ahli gizi. Saat monitoring evaluasi, Tn.D terlihat tidak fokus. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa kadar kolesterol yang semula 270 mg/dl menjadi 295 mg/dl. Hasil recall menunjukkan bahwa asupan kolesterol Tn.D mencapai >250 mg/hari. Diagnosis gizi yang tepat untuk Tn.D adalah...
a)
NB-1.3 Tidak siap terhadap perubahan diet atau gaya hidup berkaitan dengan kurangnya keyakinan pada kemampuan diri sendiri untuk mencoba diet ditandai dengan bahasa tubuh negatif
b)
NB-1.3 Tidak siap terhadap perubahan diet atau gaya hidup berkaitan dengan ketidaktertarikan untuk menerapkan informasi ditandai dengan ketidakmampuan untuk memahami perubahan diet dislipidemia yang dilakukan
c)
NB-1.4 Ketidakmampuan memonitor diri sendiri berkaitan dengan ketidaktertarikan untuk melacak perubahan atau kemajuan diri ditandai dengan data hasil pemeriksaan kolesterol darah tidak sesuai dengan asupan makanan yang diakui
d)
NB-1.6 Kurang patuh terhadap rekomendasi terkait gizi berkaitan dengan kurangnya nilai yang yang didapat untuk melakukan perubahan perilaku ditandai dengan belum siap melaksanakan perubahan perilaku terkait asupan kolesterol
e)
NB-1.6 Kurang patuh terhadap rekomendasi terkait gizi berkaitan dengan ketidaktertarikan menerapkan rekomendasi diet ditandai dengan bahasa tubuh negatif, peningkatan kolesterol darah, dan asupan kolesterol yang tinggi.
33.
Kondisi yang sesuai dengan diagnosis gizi “NB-1.7 Pilihan makanan yang tidak diinginkan berkaitan dengan kurangnya akses terhadap makanan yang direkomendasikan ditandai dengan mengonsumsi makanan seadanya dan asupan lemak melebihi kebutuhan” adalah...
a)
Anak yang picky eating, diasuh oleh pengasuh sejak pagi hingga malam hari, tidak suka sayur dan buah, hanya mau makan ayam goreng tepung dan kentang goreng merk tertentu
b)
Seorang brimob yang ditugaskan di daerah terpencil, jatah ransum belum datang, tidak terdapat ATM, hanya makan kelapa dan buah-buahan yang ditemukannya hingga ransum datang
c)
Lansia yang mengalami kolelitiasis, tinggal di panti jompo kecil dan sederhana, tidak ada ahli gizi, tidak ada pengelompokan jenis makanan dengan kondisi lansia, makanan yang disajikan banyak yang berupa gorengan
d)
Remaja hidup di kost, malas memasak karena repot dan sibuk mengerjakan tugas, mengandalkan makan pada aplikasi ojek online
e)
Seseorang yang ingin menurunkan berat badan mencari informasi di internet. Ia mendapatkan informasi mengenai diet keto. Ia melaksanakannya dengan tidak mengonsumsi makanan pokok dan hanya memakan sumber protein yang digoreng.
34.
Nn.E memiliki motivasi yang rendah untuk melakukan perubahan perilaku terkait diet. Ia merasa bahwa intervensi gizi sebelumnya hanya menyusahkan tapi tidak memberikan perbaikan apa pun terhadap kondisinya. Saat ini ia mengonsumsi makanan apa pun yang diinginkannya meskipun tidak sesuai dengan rekomendasi diet. Diagnosis gizi yang tepat untuk Nn.E adalah...
a)
NB-2.5 Kualitas gizi yang buruk dalam hidup berkaitan dengan kurangnya pengetahuan yang berhubungan dengan gizi dan makanan ditandai dengan mengonsumsi makanan apapun tanpa memperhatikan rekomendasi diet
b)
NB-2.5 Kualitas gizi yang buruk dalam hidup berkaitan dengan tidak siap untuk perubahan gaya hidup ditandai dengan tidak puas terhadap intervensi gizi sebelumnya
c)
NB-2.5 Kualitas gizi yang buruk dalam hidup berkaitan dengan kurangnya dukungan sosial untuk menerapkan perubahan ditandai dengan mengonsumsi makanan yang tidak sesuai dengan rekomendasi
d)
NB-2.5 Kualitas gizi yang buruk dalam hidup berkaitan dengan motivasi diri yang buruk ditandai dengan tidak puas dengan intervensi gizi sebelumnya dan kebiasaan makan tidak sesuai dengan rekomendasi diet
e)
NB-2.5 Kualitas gizi yang buruk dalam hidup berkaitan dengan dampak negatif dari medical nutrition therapy sebelumnya ditandai dengan tidak ingin melakukan perubahan perilaku
35.
An.F dibawa ke UGD karena mual, muntah, pusing, dan dehidrasi. Ternyata 3 jam sebelumnya ia mengonsumsi jamur yang ia temukan di hutan. Jamur tersebut dicurigai beracun. Ia mengaku bahwa ia pikir semua jamur bisa dimakan dan tidak mengetahui bahwa ada jamur yang beracun. Diagnosis gizi yang tepat untuk An.F adalah...
a)
NB-1.1 Kurangnya pengetahuan tentang gizi dan makanan berkaitan dengan kurangnya paparan informasi ditandai dengan keracunan makanan
b)
NB-2.3 Ketidakmampuan mengatur diri sendiri berkaitan dengan kurangnya kesiapan untuk mengatur diri karena masih anak-anak ditandai dengan ketidaktahuan akan makanan beracun
c)
NB-2.4 Ketidakmampuan menyiapkan makanan atau minuman berkaitan dengan kurangnya pengetahuan ditandai dengan tidak bisa membedakan jamur yang beracun dan yang aman dikonsumsi
d)
NB-3.1 Konsumsi makanan yang tidak aman berkaitan dengan kurangnya pengetahuan mengenai makanan ditandai dengan keluhan mual, muntah, dan pusing dan mengonsumsi jamur beracun
e)
NB-3.3 Keterbatasan akses terhadap suplai zat gizi berkaitan dengan kurangnya pengetahuan tentang makanan dan gizi ditandai dengan mengonsumsi jamur beracun
36.
Penyebab masalah gizi aktivitas fisik berlebihan adalah ...
a)
Riwayat imobilitas dan aktivitas sedentary
b)
Gangguan pola makan dan kecanduan olahraga
c)
Kelebihan asupan energi dan lemak
d)
Sikap yang tidak masuk akal terkait gizi dan cedera
e)
Kurangnya dukungan sosial untuk menerapkan perubahan
37.
Pilihlah etiologi yang paling tepat untuk melengkapi diagnosis gizi berikut!
NB-3.3 Keterbatasan akses terhadap suplai zat gizi berkaitan dengan ....... ditandai dengan tingginya jumlah penderita gondok dan kretinisme di Kabupaten Sukamaju.
a)
Pembatasan fisik atau psikologis yang mengurangi kemampuan untuk berbelanja, misalnya berjalan, melihat, kesehatan mental/ emosional
b)
Pemerintah setempat secara sengaja atau tidak sengaja tidak menyediakan askes makanan atau air,
c)
Penyakit mental
d)
Terbatasnya, tidak adanya, atau kegagalan untuk berpartisipasi dalam program yang menyediakan akses ke penyediaan iodium
e)
Gangguan kemampuan kognitif termasuk kemampuan belajar, gangguan neurologis atau sensoris, atau demensia
38.
Ny.G dirawat di RS Lekas Sembuh dengan keluhan mual, muntah, perut terasa sebah, dan BAK seperti air teh. Kulit dan mata klien tampak kekuningan. Terdapat abses di tangan kiri. Diagnosis medis Ny.G adalah hepatitis A. Beberapa hari yang lalu, Ny.G jatuh dari tangga yang membuat kedua kaki terkilir cukup parah sehingga ia harus menggunakan tongkat. Ny.G tampak gemuk hingga kesulitan bergerak. Ny.G memiliki riwayat atherosklerosis sejak 1 tahun yang lalu. Ia rutin berobat jalan setiap bulan. Ia mendapatkan konseling gizi pada awal pengobatan tetapi tidak melakukan kunjungan ulang. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa SGOT, SGPT, IgM Anti HAV, bilirubin, AST, ALT, kolesterol LDL, dan trigliserida Ny.G tinggi, albumin normal, dan HDL rendah. Tekanan darah Ny.G 140/90 mmHg, nadi 85 kali/menit, pernafasan 18 kali/menit, dan suhu tubuh 37,3oC. Ny.G tinggal sendirian di rumah. Suami dan anaknya merantau di luar negeri. Ny.G tidak bisa mengendarai sepeda motor yang dimilikinya. Ia tidak bisa mengoperasikan telepon genggam selain untuk telepon dan sms. Ny.G tidak pernah memasak sendiri. Setiap hari ia membeli makanan apa pun yang lewat atau mangkal di depan rumahnya. Dalam sehari ia makan 3 kali makanan utama dan 3-4 kali selingan. Makanan yang sering dikonsumsi adalah nasi goreng, mie goreng, sate padang, gulai kambing, aneka gorengan, dan aneka kue tradisional. Asupan energi Ny.G SMRS 170% dari kebutuhan, protein 120% dari kebutuhan, lemak 250% dari kebutuhan, dan karbohidrat 130% dari kebutuhan. Selama di rumah sakit, Ny.G mendapatkan radin, asering, simvastatin, dan SNMC. Radin memiliki indikasi mencegah dan mengobati ulkus duodenum, peptikum, dan lambung tetapi menurunkan absorpsi kobalamin.
Pemeriksaan antropometri awal yang harus dilakukan terhadap Ny.G adalah ...
a)
Berat badan
b)
Tinggi badan
c)
Lingkar lengan atas
d)
Lingkar kepala
e)
Tinggi lutut
39.
Ny.G dirawat di RS Lekas Sembuh dengan keluhan mual, muntah, perut terasa sebah, dan BAK seperti air teh. Kulit dan mata klien tampak kekuningan. Terdapat abses di tangan kiri. Diagnosis medis Ny.G adalah hepatitis A. Beberapa hari yang lalu, Ny.G jatuh dari tangga yang membuat kedua kaki terkilir cukup parah sehingga ia harus menggunakan tongkat. Ny.G tampak gemuk hingga kesulitan bergerak. Ny.G memiliki riwayat atherosklerosis sejak 1 tahun yang lalu. Ia rutin berobat jalan setiap bulan. Ia mendapatkan konseling gizi pada awal pengobatan tetapi tidak melakukan kunjungan ulang. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa SGOT, SGPT, IgM Anti HAV, bilirubin, AST, ALT, kolesterol LDL, dan trigliserida Ny.G tinggi, albumin normal, dan HDL rendah. Tekanan darah Ny.G 140/90 mmHg, nadi 85 kali/menit, pernafasan 18 kali/menit, dan suhu tubuh 37,3oC. Ny.G tinggal sendirian di rumah. Suami dan anaknya merantau di luar negeri. Ny.G tidak bisa mengendarai sepeda motor yang dimilikinya. Ia tidak bisa mengoperasikan telepon genggam selain untuk telepon dan sms. Ny.G tidak pernah memasak sendiri. Setiap hari ia membeli makanan apa pun yang lewat atau mangkal di depan rumahnya. Dalam sehari ia makan 3 kali makanan utama dan 3-4 kali selingan. Makanan yang sering dikonsumsi adalah nasi goreng, mie goreng, sate padang, gulai kambing, aneka gorengan, dan aneka kue tradisional. Asupan energi Ny.G SMRS 170% dari kebutuhan, protein 120% dari kebutuhan, lemak 250% dari kebutuhan, dan karbohidrat 130% dari kebutuhan. Selama di rumah sakit, Ny.G mendapatkan radin, asering, simvastatin, dan SNMC. Radin memiliki indikasi mencegah dan mengobati ulkus duodenum, peptikum, dan lambung tetapi menurunkan absorpsi kobalamin.
Kesimpulan assessment gizi domain biokimia Ny.G adalah...
a)
Infeksi dan defisiensi protein
b)
Gangguan fungsi hati dan dislipidemia
c)
Gangguan metabolisme protein
d)
Gangguan keseimbangan asam basa
e)
Perubahan fungsi gastrointestinal
40.
Ny.G dirawat di RS Lekas Sembuh dengan keluhan mual, muntah, perut terasa sebah, dan BAK seperti air teh. Kulit dan mata klien tampak kekuningan. Terdapat abses di tangan kiri. Diagnosis medis Ny.G adalah hepatitis A. Beberapa hari yang lalu, Ny.G jatuh dari tangga yang membuat kedua kaki terkilir cukup parah sehingga ia harus menggunakan tongkat. Ny.G tampak gemuk hingga kesulitan bergerak. Ny.G memiliki riwayat atherosklerosis sejak 1 tahun yang lalu. Ia rutin berobat jalan setiap bulan. Ia mendapatkan konseling gizi pada awal pengobatan tetapi tidak melakukan kunjungan ulang. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa SGOT, SGPT, IgM Anti HAV, bilirubin, AST, ALT, kolesterol LDL, dan trigliserida Ny.G tinggi, albumin normal, dan HDL rendah. Tekanan darah Ny.G 140/90 mmHg, nadi 85 kali/menit, pernafasan 18 kali/menit, dan suhu tubuh 37,3oC. Ny.G tinggal sendirian di rumah. Suami dan anaknya merantau di luar negeri. Ny.G tidak bisa mengendarai sepeda motor yang dimilikinya. Ia tidak bisa mengoperasikan telepon genggam selain untuk telepon dan sms. Ny.G tidak pernah memasak sendiri. Setiap hari ia membeli makanan apa pun yang lewat atau mangkal di depan rumahnya. Dalam sehari ia makan 3 kali makanan utama dan 3-4 kali selingan. Makanan yang sering dikonsumsi adalah nasi goreng, mie goreng, sate padang, gulai kambing, aneka gorengan, dan aneka kue tradisional. Asupan energi Ny.G SMRS 170% dari kebutuhan, protein 120% dari kebutuhan, lemak 250% dari kebutuhan, dan karbohidrat 130% dari kebutuhan. Selama di rumah sakit, Ny.G mendapatkan radin, asering, simvastatin, dan SNMC. Radin memiliki indikasi mencegah dan mengobati ulkus duodenum, peptikum, dan lambung tetapi menurunkan absorpsi kobalamin.
Assessment gizi domain fisik dan klinis Ny.G adalah...
a)
Jaundice
b)
Steatorea
c)
Hipotensi
d)
Kesulitan menelan
e)
Peningkatan berat badan yang tidak diinginkan
41.
Ny.G dirawat di RS Lekas Sembuh dengan keluhan mual, muntah, perut terasa sebah, dan BAK seperti air teh. Kulit dan mata klien tampak kekuningan. Terdapat abses di tangan kiri. Diagnosis medis Ny.G adalah hepatitis A. Beberapa hari yang lalu, Ny.G jatuh dari tangga yang membuat kedua kaki terkilir cukup parah sehingga ia harus menggunakan tongkat. Ny.G tampak gemuk hingga kesulitan bergerak. Ny.G memiliki riwayat atherosklerosis sejak 1 tahun yang lalu. Ia rutin berobat jalan setiap bulan. Ia mendapatkan konseling gizi pada awal pengobatan tetapi tidak melakukan kunjungan ulang. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa SGOT, SGPT, IgM Anti HAV, bilirubin, AST, ALT, kolesterol LDL, dan trigliserida Ny.G tinggi, albumin normal, dan HDL rendah. Tekanan darah Ny.G 140/90 mmHg, nadi 85 kali/menit, pernafasan 18 kali/menit, dan suhu tubuh 37,3oC. Ny.G tinggal sendirian di rumah. Suami dan anaknya merantau di luar negeri. Ny.G tidak bisa mengendarai sepeda motor yang dimilikinya. Ia tidak bisa mengoperasikan telepon genggam selain untuk telepon dan sms. Ny.G tidak pernah memasak sendiri. Setiap hari ia membeli makanan apa pun yang lewat atau mangkal di depan rumahnya. Dalam sehari ia makan 3 kali makanan utama dan 3-4 kali selingan. Makanan yang sering dikonsumsi adalah nasi goreng, mie goreng, sate padang, gulai kambing, aneka gorengan, dan aneka kue tradisional. Asupan energi Ny.G SMRS 170% dari kebutuhan, protein 120% dari kebutuhan, lemak 250% dari kebutuhan, dan karbohidrat 130% dari kebutuhan. Selama di rumah sakit, Ny.G mendapatkan radin, asering, simvastatin, dan SNMC. Radin memiliki indikasi mencegah dan mengobati ulkus duodenum, peptikum, dan lambung tetapi menurunkan absorpsi kobalamin.
Kesimpulan assessment gizi domain dietary history Ny.G adalah...
a)
Kelebihan asupan energi, protein, lemak, karbohidrat
b)
Jarang mengonsumsi sayur dan buah-buahan
c)
Sering mengonsumsi makanan manis
d)
Sering makan meskipun tidak lapar
e)
Kelebihan asupan bahan tambahan pangan
42.
Ny.G dirawat di RS Lekas Sembuh dengan keluhan mual, muntah, perut terasa sebah, dan BAK seperti air teh. Kulit dan mata klien tampak kekuningan. Terdapat abses di tangan kiri. Diagnosis medis Ny.G adalah hepatitis A. Beberapa hari yang lalu, Ny.G jatuh dari tangga yang membuat kedua kaki terkilir cukup parah sehingga ia harus menggunakan tongkat. Ny.G tampak gemuk hingga kesulitan bergerak. Ny.G memiliki riwayat atherosklerosis sejak 1 tahun yang lalu. Ia rutin berobat jalan setiap bulan. Ia mendapatkan konseling gizi pada awal pengobatan tetapi tidak melakukan kunjungan ulang. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa SGOT, SGPT, IgM Anti HAV, bilirubin, AST, ALT, kolesterol LDL, dan trigliserida Ny.G tinggi, albumin normal, dan HDL rendah. Tekanan darah Ny.G 140/90 mmHg, nadi 85 kali/menit, pernafasan 18 kali/menit, dan suhu tubuh 37,3oC. Ny.G tinggal sendirian di rumah. Suami dan anaknya merantau di luar negeri. Ny.G tidak bisa mengendarai sepeda motor yang dimilikinya. Ia tidak bisa mengoperasikan telepon genggam selain untuk telepon dan sms. Ny.G tidak pernah memasak sendiri. Setiap hari ia membeli makanan apa pun yang lewat atau mangkal di depan rumahnya. Dalam sehari ia makan 3 kali makanan utama dan 3-4 kali selingan. Makanan yang sering dikonsumsi adalah nasi goreng, mie goreng, sate padang, gulai kambing, aneka gorengan, dan aneka kue tradisional. Asupan energi Ny.G SMRS 170% dari kebutuhan, protein 120% dari kebutuhan, lemak 250% dari kebutuhan, dan karbohidrat 130% dari kebutuhan. Selama di rumah sakit, Ny.G mendapatkan radin, asering, simvastatin, dan SNMC. Radin memiliki indikasi mencegah dan mengobati ulkus duodenum, peptikum, dan lambung tetapi menurunkan absorpsi kobalamin.
Diagnosis gizi domain intake yang tepat untuk Ny.G adalah...
a)
NI-1.1 Peningkatan kebutuhan energi berkaitan dengan hipermetabolisme ditandai dengan hasil pemeriksaan medis positif hepatitis A
b)
NI-1.3 Asupan energi berlebih berkaitan dengan kebiasaan jajan ditandai dengan pasien tampak gemuk.
c)
NI-2.8 Komposisi nutrisi parenteral yang tidak sesuai dengan kebutuhan berkaitan dengan peningkatan kebutuhan energi akibat infeksi ditandai dengan pemberian infus asering yang tidak mengandung energi
d)
NI-5.6.2 Asupan lemak berlebih berkaitan dengan infeksi ditandai dengan hasil pemeriksaan LDL dan trigliserida yang tinggi
e)
NI-5.8.5 Asupan serat tidak adekuat berkaitan dengan pilihan makanan yang tidak diharapkan ditandai dengan hanya memakan makanan yang dijual oleh pedagang keliling.
43.
Ny.G dirawat di RS Lekas Sembuh dengan keluhan mual, muntah, perut terasa sebah, dan BAK seperti air teh. Kulit dan mata klien tampak kekuningan. Terdapat abses di tangan kiri. Diagnosis medis Ny.G adalah hepatitis A. Beberapa hari yang lalu, Ny.G jatuh dari tangga yang membuat kedua kaki terkilir cukup parah sehingga ia harus menggunakan tongkat. Ny.G tampak gemuk hingga kesulitan bergerak. Ny.G memiliki riwayat atherosklerosis sejak 1 tahun yang lalu. Ia rutin berobat jalan setiap bulan. Ia mendapatkan konseling gizi pada awal pengobatan tetapi tidak melakukan kunjungan ulang. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa SGOT, SGPT, IgM Anti HAV, bilirubin, AST, ALT, kolesterol LDL, dan trigliserida Ny.G tinggi, albumin normal, dan HDL rendah. Tekanan darah Ny.G 140/90 mmHg, nadi 85 kali/menit, pernafasan 18 kali/menit, dan suhu tubuh 37,3oC. Ny.G tinggal sendirian di rumah. Suami dan anaknya merantau di luar negeri. Ny.G tidak bisa mengendarai sepeda motor yang dimilikinya. Ia tidak bisa mengoperasikan telepon genggam selain untuk telepon dan sms. Ny.G tidak pernah memasak sendiri. Setiap hari ia membeli makanan apa pun yang lewat atau mangkal di depan rumahnya. Dalam sehari ia makan 3 kali makanan utama dan 3-4 kali selingan. Makanan yang sering dikonsumsi adalah nasi goreng, mie goreng, sate padang, gulai kambing, aneka gorengan, dan aneka kue tradisional. Asupan energi Ny.G SMRS 170% dari kebutuhan, protein 120% dari kebutuhan, lemak 250% dari kebutuhan, dan karbohidrat 130% dari kebutuhan. Selama di rumah sakit, Ny.G mendapatkan radin, asering, simvastatin, dan SNMC. Radin memiliki indikasi mencegah dan mengobati ulkus duodenum, peptikum, dan lambung tetapi menurunkan absorpsi kobalamin.
Diagnosis gizi domain klinis yang tepat untuk Ny.G adalah...
a)
NC-1.1 Kesulitan menelan berkaitan dengan mual dan muntah ditandai dengan pasien tampak lemah
b)
NC-1.4 Perubahan fungsi gastrointestinal berkaitan dengan gangguan fungsi hati ditandai dengan mata dan kulit kekuningan, demam dan BAK gelap.
c)
NC-2.1 Gangguan penggunaan zat gizi berkaitan dengan gangguan fungsi hati ditandai dengan hasil pemeriksaan LDL dan trigliserida tinggi
d)
NC-2.2 Perubahan nilai laboratorium terkait gizi (lemak) berkaitan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak ditandai dengan hasil pemeriksaan LDL dan trigliserida tinggi
e)
NC-3.3 Berat badan berlebih berkaitan dengan aktivitas sedentary ditandai dengan pasien tampak gemuk hingga kesulitan bergerak
44.
Ny.G dirawat di RS Lekas Sembuh dengan keluhan mual, muntah, perut terasa sebah, dan BAK seperti air teh. Kulit dan mata klien tampak kekuningan. Terdapat abses di tangan kiri. Diagnosis medis Ny.G adalah hepatitis A. Beberapa hari yang lalu, Ny.G jatuh dari tangga yang membuat kedua kaki terkilir cukup parah sehingga ia harus menggunakan tongkat. Ny.G tampak gemuk hingga kesulitan bergerak. Ny.G memiliki riwayat atherosklerosis sejak 1 tahun yang lalu. Ia rutin berobat jalan setiap bulan. Ia mendapatkan konseling gizi pada awal pengobatan tetapi tidak melakukan kunjungan ulang. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa SGOT, SGPT, IgM Anti HAV, bilirubin, AST, ALT, kolesterol LDL, dan trigliserida Ny.G tinggi, albumin normal, dan HDL rendah. Tekanan darah Ny.G 140/90 mmHg, nadi 85 kali/menit, pernafasan 18 kali/menit, dan suhu tubuh 37,3oC. Ny.G tinggal sendirian di rumah. Suami dan anaknya merantau di luar negeri. Ny.G tidak bisa mengendarai sepeda motor yang dimilikinya. Ia tidak bisa mengoperasikan telepon genggam selain untuk telepon dan sms. Ny.G tidak pernah memasak sendiri. Setiap hari ia membeli makanan apa pun yang lewat atau mangkal di depan rumahnya. Dalam sehari ia makan 3 kali makanan utama dan 3-4 kali selingan. Makanan yang sering dikonsumsi adalah nasi goreng, mie goreng, sate padang, gulai kambing, aneka gorengan, dan aneka kue tradisional. Asupan energi Ny.G SMRS 170% dari kebutuhan, protein 120% dari kebutuhan, lemak 250% dari kebutuhan, dan karbohidrat 130% dari kebutuhan. Selama di rumah sakit, Ny.G mendapatkan radin, asering, simvastatin, dan SNMC. Radin memiliki indikasi mencegah dan mengobati ulkus duodenum, peptikum, dan lambung tetapi menurunkan absorpsi kobalamin.
Diagnosis gizi domain perilaku yang tepat untuk Ny.G adalah...
a)
NB-1.4 Ketidakmampuan memonitor diri sendiri berkaitan dengan kurangnya dukungan sosial untuk menerapkan perubahan atas intervensi yang diberikan ditandai dengan kebiasaan makan 3 kali makanan utama dan 3-4 kali makanan selingan
b)
NB-1.3 Tidak siap tehadap perubahan diet atau gaya hidup berkaitan dengan persepsi waktu dan kepraktisan ditandai dengan malas memasak
c)
NB-1.7 Pilihan makanan yang tidak diinginkan berkaitan dengan kurangnya paparan informasi ilmiah terkait gizi ditandai dengan hanya memakan makanan yang dijajakan pedagang keliling disekitar rumah
d)
NB-2.3 Ketidakmampuan mengatur diri sendiri berkaitan dengan kurangnya akses terhadap peralatan yang menunjang kemampuan untuk mengatur diri sendiri ditandai dengan tidak memiliki kendaraan yang bisa digunakan sendiri dan tidak memiliki perlengkapan memasak yang memadai
e)
NB-1.6 Kurang patuh terhadap rekomendasi terkait gizi berkaitan dengan keengganan dalam menerapkan hasil konseling gizi ditandai dengan tidak melakukan kunjungan ulang, pola makan yang tidak sesuai rekomendasi diet, hiperkolesterolemia, dan hipertrigliseridemia
45.
Intervensi gizi yang tepat untuk Ny.G saat ini adalah...
a)
Tinggi energi dan tinggi protein
b)
Rendah lemak, rendah purin, rendah garam
c)
Diet hati I
d)
Diet hati II
e)
Diet hati III
46.
Kegiatan yang dilakukan ahli gizi dalam rangka monitoring gizi pada Ny.G adalah...
a)
Mengukur ulang hasil pemeriksaan laboratorium SGPT, SGOT, bilirubin
b)
Melakukan pemeriksaan tekanan darah, nadi, dan suhu secara berkala
c)
Mengukur berat dan tinggi badan Ny.G setiap hari
d)
Merujuk Ny.G untuk mendapatkan pemeriksaan klinis yang lebih kompleks
e)
Mengkaji kepatuhan diet dan sisa makanan Ny.G
47.
Tindakan evaluasi gizi yang dilakukan ahli gizi terhadap Ny.G adalah ...
a)
Mengumpulkan informasi tentang keluhan yang dialami
b)
Membandingkan pengetahuan gizi sebelum dan sesudah konseling gizi
c)
Membuat tujuan intervensi baru
d)
Membandingkan hasil pemeriksaan profil lipid setahun yang lalu dan setelah masuk rumah sakit
e)
Menstandarkan rujukan yang digunakan
48.
Satu kasus pasien bisa terdiri dari beberapa beberapa diagnosis gizi. Dalam memprioritaskan diagnosis gizi, yang perlu dipertimbangkan adalah...
a)
Tingkat keparahan dan sosial ekonomi
b)
Keselamatan dan pemahaman pasien
c)
Komunikasi yang baik antara ahli gizi dan pasien
d)
Kemungkinan bahwa intervensi gizi yang tidak segera dilaksanakan akan berdampak pada masalah gizi
e)
Ketersediaan sarana dan prasarana serta daya beli pasien
49.
Seorang ahli gizi sedang menyusun intervensi gizi untuk kliennya. Klien tersebut mengalami infeksi kronis, artritis gout, hipotensi, obesitas, dan bedah papiloma . Intervensi gizi yang perlu diprioritaskan oleh ahli gizi adalah...
a)
Infeksi kronis
b)
Artritis gout
c)
Hipotensi
d)
Obesitas
e)
Bedah papiloma
50.
Tn.H didiagnosis mengalami HIV. Saat ini ia mengalami luka bernanah akibat kecelakaan sepeda motor. Tinggi badan Tn.H 170 cm, berat badan 47 kg. Tn.H tampak lemah. Tn.H mengalami hipoalbuminemia dan anemia.
Apa tujuan intervensi gizi jangka pendek untuk Tn.H?
a)
Menyembuhkan HIV
b)
Menyembuhkan infeksi
c)
Meningkatkan berat badan 500 g/ minggu
d)
Meningkatkan kadar albumin dan anemia
e)
Meningkatkan nafsu makan
51.
Tn.H didiagnosis mengalami HIV. Saat ini ia mengalami luka bernanah akibat kecelakaan sepeda motor. Tinggi badan Tn.H 170 cm, berat badan 47 kg. Tn.H tampak lemah. Tn.H mengalami hipoalbuminemia dan anemia.
Apa tujuan intervensi gizi jangka panjang untuk Tn.H?
a)
Menyembuhkan HIV
b)
Menyembuhkan infeksi
c)
Meningkatkan berat badan 500 g/ minggu
d)
Meningkatkan kadar albumin dan anemia
e)
Meningkatkan nafsu makan
52.
Domain strategi intervensi gizi yang berupa konsultasi, merujuk atau berkoordinasi terkait asuhan gizi dengan dokter, psikiater, penyedia layanan lain seperti pusat kebugaran, rehabilitasi medik, catering diet, dsb untuk mengatasi masalah gizi adalah...
a)
ND
b)
E
c)
C
d)
RC
e)
P
53.
Domain intervensi gizi ND dapat dilakukan pada...
a)
Pasien dalam perawatan di rumah sakit
b)
Praktik pribadi
c)
Poli gizi
d)
Komunitas
e)
Pasien rawat jalan
54.
Subkelas intervensi gizi yang sesuai dengan kasus berikut ini adalah...
a)
Formula parenteral
b)
Medical food supplement
c)
Suplemen vitamin dan mineral
d)
Manajemen substansi bioaktif
e)
Asistensi makanan
55.
Detail intervensi gizi yang sesuai dengan kasus berikut adalah...
a)
Oralit
b)
Extra susu/ jus putel
c)
RL 1000 cc/24 jam
d)
Dextrose 10%
e)
Aminofluid
56.
Contoh aplikasi yang benar terkait intervensi gizi domain aksi berbasis populasi kelas P-3 Pengaturan populasi adalah ...
a)
Pemerintah berupaya mengoptimalkan pemenuhan gizi anak sekolah melalui program pemberian makanan bergizi gratis yang didistribusikan ke semua sekolah
b)
Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Perikanan terkait perencanaan program pemberian makanan tambahan untuk balita dan anak sekolah berbasis pangan lokal
c)
Pemerintah membantuk Badan Gizi Nasional sebagai upaya mengentaskan semua masalah gizi yang terjadi di Indonesia
d)
Sebelum merencanakan suatu program gizi, pembuat kebijakan melakukan serangkaian pengkajian terkait teori, model, dan pendekatan yang paling relevan
e)
Perguruan tinggi A melaksanakan studi banding kepada perguruan tinggi B yang telah berhasil melaksanakan suatu program gizi yang nantinya akan dilaksanakan perguruan tinggi A
57.
Contoh aplikasi yang benar terkait intervensi gizi domain aksi berbasis populasi kelas P-4 Sektor populasi adalah ...
a)
Pemerintah berupaya mengoptimalkan pemenuhan gizi anak sekolah melalui program pemberian makanan bergizi gratis yang didistribusikan ke semua sekolah
b)
Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Perikanan terkait perencanaan program pemberian makanan tambahan untuk balita dan anak sekolah berbasis pangan lokal
c)
Pemerintah membantuk Badan Gizi Nasional sebagai upaya mengentaskan semua masalah gizi yang terjadi di Indonesia
d)
Sebelum merencanakan suatu program gizi, pembuat kebijakan melakukan serangkaian pengkajian terkait teori, model, dan pendekatan yang paling relevan
e)
Perguruan tinggi A melaksanakan studi banding kepada perguruan tinggi B yang telah berhasil melaksanakan suatu program gizi yang nantinya akan dilaksanakan perguruan tinggi A
58.
Hubungan monitoring evaluasi gizi dengan dengan tahap lainnya adalah...
a)
Menjawab pertanyaan apakah intervensi terbaik yang perlu dilakukan untuk meringankan keluhan dan membantu penyembuhan penyakit
b)
Membuat keputusan apakah harus dilakukan reassessment dari siklus asuhan gizi atau discharge asuhan gizi bila tujuan telah tercapai
c)
Dapat memperkirakan skala prioritas upaya penyelesaian masalah gizi
d)
Data assessment dapat digunakan untuk membuat diagnosis gizi pada evaluasi gizi
e)
Menggambarkan jenis, jumlah, dan preferensi pemilihan bahan makanan beserta alasannya
59.
Sumber data yang dapat digunakan untuk melakukan monitoring evaluasi adalah...
a)
Hasil pemeriksaan dari ahli pengobatan alternatif
b)
Perubahan asupan gizi terkait pengetahuan gizi
c)
Perkiraan perubahan berat badan dalam jangka waktu tertentu oleh pasien
d)
Pengamatan keluhan fisik yang disampaikan oleh teman pasien
e)
Perubahan status sosial ekonomi pasien sebelum dan setelah intervensi gizi
60.
Outcome asuhan gizi pada pasien rawat jalan atau masyarakat adalah...
a)
Peningkatan kemampuan dan motivasi untuk memenuhi kebutuhan gizi
b)
Pemahaman terhadap preskripsi diet
c)
Peningkatan kemampuan mengakses makanan secara mandiri
d)
Peningkatan dukungan makanan enteral
e)
Peningkatan daya terima makanan yang diberikan
100 %
