wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTS MIKOLOGI KELAS A

Total questions: 50

Worksheet time: 37mins

Name
Class
Date
1.

Seorang pasien datang dengan keluhan bercak putih bersisik pada kulit kepala. Petugas laboratorium menerima sampel rambut yang dicabut tanpa menggunakan teknik aseptik sehingga rambut menyentuh meja kerja. Hal ini merupakan kesalahan pada tahapan apa?

a)

Pra-analitik – pengumpulan sampel

b)

Analitik – teknik inokulasi

c)

Pra-analitik – transportasi sampel

d)

Pasca analitik – pelaporan

e)

Analitik – identifikasi mikroskopis

2.

Sampel kulit untuk pemeriksaan dermatofita dibiarkan pada suhu kamar selama 48 jam sebelum diproses. Akibatnya muncul jamur kontaminan. Jenis jamur kontaminan yang paling sering tumbuh pada kondisi ini adalah apa?

a)

Microsporum canis

b)

Epidermophyton floccosum

c)

Penicillium sp.

d)

Candida tropicalis

e)

Histoplasma capsulatum

3.

Pada pemeriksaan mikroskopis KOH 10%, terlihat “spaghetti and meatballs appearance”. Temuan tersebut paling sesuai dengan gambaran klinis apa?

a)

Tinea corporis

b)

Tinea versicolor

c)

Tinea pedis

d)

Tinea barbae

e)

Tinea capitis inflamatorik

4.

Pasien dengan imunodefisiensi menunjukkan gejala batuk kronis, demam, dan infiltrat paru. Kultur pada Sabouraud agar 25°C menunjukkan koloni berfilamen, sedangkan kultur 37°C menunjukkan bentuk ragi. Jamur yang menunjukkan dimorfisme ini adalah apa?

a)

Candida albicans

b)

Cryptococcus neoformans

c)

Histoplasma capsulatum

d)

Malassezia furfur

e)

Aspergillus fumigatus

5.

Sebuah laboratorium mendapatkan hasil kultur jamur yang seharusnya bersih, namun muncul jamur kontaminan pada seluruh cawan. Evaluasi menunjukkan bahwa inkubator tidak dibersihkan selama 2 minggu. Kesalahan termasuk dalam tahapan apa?

a)

Pra-analitik – penulisan label

b)

Analitik – kontrol kualitas lingkungan

c)

Pasca analitik – verifikasi laporan

d)

Pra-analitik – persiapan pasien

e)

Analitik – teknik pewarnaan

6.

Seorang teknisi melaporkan adanya ragi berbentuk elips dengan pseudohifa pada apusan Gram. Hal ini paling sesuai dengan jamur penyebab kandidiasis superfisial, yaitu apa?

a)

Candida albicans

b)

Aspergillus niger

c)

Rhizopus sp.

d)

Trichosporon beigelii

e)

Fusarium sp.

7.

Pada penderita sinusitis, kultur menunjukkan hifa bersepta, bercabang pada sudut 45°. Temuan ini mengarah pada apa?

a)

Candida sp.

b)

Aspergillus sp.

c)

Mucor sp.

d)

Trichophyton sp.

e)

Sporothrix schenckii

8.

Hasil pemeriksaan DTM (Dermatophyte Test Medium) berubah menjadi warna merah dalam 4 hari. Hal ini mengindikasikan kemungkinan besar apa?

a)

Infeksi Candida

b)

Infeksi dermatofita

c)

Kontaminasi bakteri

d)

Jamur dimorfik

e)

Jamur saprofit

9.

Seorang teknisi tidak segera menutup cawan sabouraud setelah inokulasi sehingga membuka peluang kontaminasi udara. Jenis kontaminan udara yang paling umum masuk adalah apa?

a)

Dermatophytes

b)

Candida albicans

c)

Aspergillus sp.

d)

Histoplasma sp.

e)

Pneumocystis jirovecii

10.

Pasien dengan riwayat bekerja di peternakan ayam mengalami batuk kronis. Gambaran kultur menunjukkan mikro-konjungat berbentuk oval berukuran sangat kecil. Penyakit kemungkinan adalah apa?

a)

Blastomikosis

b)

Histoplasmosis

c)

Sporotrikosis

d)

Aspergilosis

e)

Koksidiodimikosis

11.

Pada proses pengambilan sampel kuku, petugas lupa menanyakan apakah pasien baru menggunakan krim antijamur. Hal ini dapat memengaruhi fase apa?

a)

Analitik

b)

Pasca analitik

c)

Pra-analitik

d)

Verifikasi

e)

Interpretasi klinis

12.

Studi kasus menemukan adanya mislabeling antara dua sampel kulit pasien. Akibatnya diagnosis tertukar. Faktor ini termasuk kesalahan pada fase apa?

a)

Pra-analitik – identitas

b)

Analitik – inkubasi

c)

Pasca analitik – validasi

d)

Analitik – pewarnaan

e)

Pasca analitik – pelaporan

13.

Jamur penyebab tinea pedis dengan morfologi makrokonidia berdinding tipis dan berbentuk seperti cerutu adalah apa?

a)

Trichophyton rubrum

b)

Microsporum gypseum

c)

Trichophyton mentagrophytes

d)

Epidermophyton floccosum

e)

Candida krusei

14.

Pada pemeriksaan KOH, ditemukan hifa tidak bersepta, lebar, bercabang 90°. Diagnosis mengarah pada apa?

a)

Aspergillus sp.

b)

Mucor sp.

c)

Fusarium sp.

d)

Candida sp.

e)

Microsporum sp.

15.

Kultur menunjukkan koloni berwarna hijau kebiruan dengan konidiofor yang bercabang seperti sikat. Jamur ini dapat menyebabkan otomycosis. Jamur tersebut adalah apa?

a)

Penicillium sp.

b)

Aspergillus niger

c)

Microsporum ferrugineum

d)

Candida tropicalis

e)

Sporothrix schenckii

16.

Seorang petugas laboratorium melakukan inokulasi sampel kulit pada dua jenis media: Sabouraud dextrose agar (SDA) dan SDA yang mengandung chloramphenicol. Setelah 3 hari hanya cawan tanpa antibiotik yang menunjukkan pertumbuhan cepat koloni saprofit. Kesimpulan analitis yang paling tepat adalah apa?

a)

Antibiotik pada cawan kedua membunuh dermatofit sehingga diagnosis terlewat

b)

Kontaminan bakteri pada cawan pertama memicu pertumbuhan jamur

c)

Media berchloramphenicol menghambat mikroorganisme pengotor sehingga hanya jamur patogen tampak di sana

d)

Pertumbuhan di cawan tanpa antibiotik kemungkinan kontaminan saprofit yang terhambat pada cawan berchloramphenicol

e)

Hasil menunjukkan infeksi jamur sistemik

17.

Pasien dengan lesi kulit lebar mendapatkan pengobatan topikal sebelum pengambilan sampel. Sampel yang diambil tetap negatif pada kultur. Hal ini paling mungkin disebabkan oleh apa?

a)

Kesalahan identifikasi di laboratorium

b)

Efek pra-analitik akibat terapi sebelumnya yang menurunkan jumlah organisme

c)

Media kultur yang salah digunakan

d)

Jamur yang tidak tumbuh di suhu inkubasi laboratorium

e)

Kesalahan pelaporan pasca-analitik

18.

Seorang teknisi melihat koloni putih, halus pada SDA yang berubah menjadi coklat tua seiring waktu; mikroskop menunjukkan hifa bersepta dan konidia berklaster. Klinik pasien: lesi subkutan setelah duri kebun. Etiologi paling mungkin adalah apa?

a)

Sporothrix schenckii

b)

Candida albicans

c)

Aspergillus fumigatus

d)

Cryptococcus neoformans

e)

Mucor sp

19.

Dalam prosedur jaminan mutu, laboratorium menetapkan kontrol positif setiap pekan untuk deteksi dermatofit. Tujuan utama kontrol positif ini adalah:

a)

Menguji kemampuan teknisi menulis laporan

b)

Menjamin reagen pewarnaan tidak tercemar

c)

Memverifikasi media dan prosedur kultur mampu menumbuhkan organisme target

d)

Mengurangi kontaminasi udara di ruang inokulasi

e)

Mengganti dokumentasi pra-analitik pasien

20.

Seorang pasien HIV+ mengalami kandidemia. Laboratorium menggunakan API 20C AUX untuk identifikasi ragi, namun hasil menunjukkan profil yang tidak cocok dengan database. Tindakan analitik terbaik selanjutnya adalah:

a)

Menyatakan hasil tidak dapat diinterpretasi dan mengirim ulang sampel

b)

Melakukan identifikasi molekuler (PCR/sekue nsing) atau metode biokimia tambahan

c)

Mengembalikan laporan negatif kepada klinisi

d)

Menggantikan media kultur dengan media bakteri untuk konfirmasi

e)

Mengirimkan pasien untuk pemeriksaan radiologi

21.

Seorang dokter melaporkan hasil positif untuk dermatofit padahal pasien tidak menunjukkan keluhan klinis. Kemungkinan penyebab kesalahan pasca-analitik adalah:

a)

Sampel dikoleksi setelah terapi — pra-analitik

b)

Interpretasi koloni yang salah oleh teknisi — pasca-analitik

c)

Media kultur kadaluarsa — analitik

d)

Pasien terpapar lingkungan yang mengandung spor — epidemiologi

e)

Inkubator berfluktuasi suhu — analitik

22.

Jika tujuan pemeriksaan adalah membedakan Candida albicans dari Candida dubliniensis dengan cepat, metode analitik mana yang paling sesuai di laboratorium klinik umum?

a)

Kultur pada Sabouraud tanpa aditif dan observasi warna koloni saja

b)

Uji germ tube (uji filamentasi) dan biokimia diferensial

c)

Pemeriksaan KOH 10% pada jaringan

d)

Pewarnaan Gram dan penghitungan sel

e)

Uji serologi untuk antigen Candida

23.

Seorang pasien dengan riwayat keracunan makanan dari jagung menunjukkan tanda hepatotoksis setelah beberapa hari. Kemungkinan mikotoksin yang perlu dicurigai pada jagung adalah:

a)

Aflatoksin

b)

Ochratoksin A hanya ditemukan pada kacang polong

c)

Patulin

d)

Trichothecene tidak ditemukan di jagung

e)

Fumonisin tidak toksik bagi manusia

24.

Pada penelitian epidemiologi nosokomial, ditemukan bahwa sebagian besar kasus kandidemia berasal dari penggunaan central venous catheter. Langkah pencegahan pra-analitik yang efektif di rumah sakit adalah:

a)

Menghindari pengambilan kultur darah dari pasien ICU

b)

Meningkatkan teknik aseptik saat pemasangan dan perawatan kateter

c)

Memberi antibiotik spektrum luas pada semua pasien sebelum pemasangan kateter

d)

Menggunakan media kultur khusus tanpa kontrol kualitas

e)

Mengurangi frekuensi pemeriksaan laboratorium

25.

Dalam kasus tinea capitis pada anak, kultur jamur memerlukan waktu 2 minggu untuk tumbuh. Dokter meminta hasil cepat. Apa tindakan laboratorium yang dapat memberikan diagnosa awal sebelum kultur selesai?

a)

Menunggu hasil kultur; tidak ada metode cepat

b)

Pemeriksaan langsung KOH/Gram dari rambut dan penggunaan lampu Wood untuk deteksi awal

c)

Biakan darah untuk deteksi jamur sistemik

d)

Pengiriman sampel ke laboratorium lain tanpa pemeriksaan awal

e)

Uji toksisitas mikotoksin serum

26.

Teknisi mencatat bahwa pada satu batch media SDA pH tidak sesuai spesifikasi sehingga pertumbuhan jamur lambat. Ini termasuk ke kategori jaminan mutu:

a)

Verifikasi hasil pasca-analitik

b)

Validasi prosedur analitik dan QC bahan baku

c)

Audit epidemiologi internal

d)

Pelaporan insiden ke dokter perawatan

e)

Pemberian hasil tanpa komentar laboratorium

27.

Pada isolasi jamur filamentosa dari sputum, diperlukan proses dekontaminasi awal untuk mengurangi kontaminan bakteri. Bahan dekontaminan yang umum digunakan adalah:

a)

NaOH 4% (digunakan juga pada Mycobacterium)

b)

Alkohol 70% langsung ke sputum lalu inokulasi

c)

Hidrogen peroksida tanpa netralisasi

d)

Pewarnaan Gram sebelum dekontaminasi

e)

Formalin 10% ditambahkan ke kultur

28.

Hasil mikroskopis dari aspirat tulang menunjukkan sel ragi intraseluler kecil, dan kultur membutuhkan biosafety level tinggi saat penanganan. Jamur apa yang paling mungkin?

a)

Histoplasma capsulatum

b)

Epidermophyton floccosum

c)

Trichophyton tonsurans

d)

Candida parapsilosis

e)

Aspergillus flavus

29.

Seorang teknisi menggunakan mikroskop yang lensa immersion-nya kotor sehingga hasil pengamatan morfologi spora kabur. Tahap jaminan mutu laboratorium yang tepat untuk mencegah kejadian ini adalah:

a)

Validasi metode pewarnaan setiap bulan

b)

Pemeliharaan dan kalibrasi peralatan periodik sesuai jadwal (preventive maintenance)

c)

Mengganti media yang digunakan untuk kultur

d)

Memberi pelatihan tentang penanganan pasien

e)

Menyimpan sampel lebih lama sebelum pemeriksaan

30.

Pada kasus kutaneous sporotrichosis, jalur penularan yang paling sering adalah:

a)

Inhalasi spora dari tanah terkontaminasi

b)

Trauma kulit (durian/pecahan kayu) yang terkontaminasi spora

c)

Transmisi seksual

d)

Kontak dengan kucing yang membawa dermatofit

e)

Vektor nyamuk

31.

Laboratorium menerima sampel yang dikirim dalam kondisi suhu tinggi (> 3030^\circ C) dan sample berupa swab kulit. Bagaimana pengaruh suhu pengiriman terhadap sensitivitas kultur jamur?

a)

Suhu tinggi tidak berpengaruh

b)

Suhu tinggi dapat mempercepat pertumbuhan kontaminan dan mengurangi sensitivitas untuk patogen target

c)

Suhu tinggi membunuh semua jamur sehingga selalu negatif

d)

Suhu tinggi meningkatkan jumlah jamur patogen sehingga hasil palsu positif

e)

Hanya mempengaruhi kultur bakteri, bukan jamur

32.

Untuk memisahkan jamur patogen dari kontaminan di kultur, laboratorium sering menggunakan antibiotik dalam media. Antibiotik mana yang biasa dipakai untuk menghambat pertumbuhan bakteri tanpa mempengaruhi jamur?

a)

Chloramphenicol atau gentamicin pada konsentrasi yang sesuai

b)

Ampicillin karena efektif melawan jamur

c)

Tetracycline karena meningkatkan pertumbuhan jamur

d)

Rifampicin karena membunuh jamur patogen

e)

Tidak ada antibiotik boleh digunakan pada media jamur

33.

Seorang pasien menunjukkan lesi kulit yang luas; tim klinik meminta laboratorium melakukan pemeriksaan untuk mikotoksin pada serum. Catatan penting pra-analitik untuk pemeriksaan mikotoksin serum adalah:

a)

Serum harus disimpan pada suhu kamar sampai dikirim

b)

Hindari lipemia dan hemolisis, simpan pada − 2020^\circ C jika tidak segera diuji

c)

Pengambilan sampel tidak perlu steril karena bukan kultur

d)

Tambahkan formalin ke serum agar stabil

e)

Hanya gunakan plasma EDTA untuk menghindari degradasi

34.

Seseorang bekerja di pabrik pengolahan biji kopi dan mengalami gangguan pernapasan akibat paparan spora jamur. Kondisi kerja ini lebih mengarah pada kategori penyakit:

a)

Mikosis superfisial

b)

Alergi dan sindrom pernapasan akibat inhalasi spora (hypersensitivity pneumonitis)

c)

Penyakit menular seksual

d)

Infeksi sistemik akut yang menular antar manusia

e)

Keracunan akut yang terkait mikotoksin saja

35.

Di dalam laboratorium, terjadi kecelakaan tusukan jarum dari sampel kultur yang diduga mengandung Cryptococcus neoformans. Tindakan K3 (keselamatan kerja) segera yang harus dilakukan adalah:

a)

Mengabaikan karena jamur tidak berbahaya

b)

Cuci area dengan sabun dan air, laporkan ke atasan, dan lakukan evaluasi risiko serta profilaksis bila perlu sesuai SOP

c)

Langsung melakukan suntik antibiotik sebagai pencegahan

d)

Membakar area tusukan untuk mensterilisasi

e)

Menutup kejadian tanpa dokumentasi medis

36.

Pada kasus kandidiasis vulvovaginal berulang, faktor predisposisi yang paling sering ditemukan adalah:

a)

Paparan spora tanah di lingkungan kerja

b)

Penggunaan antibiotik spektrum luas

c)

Diabetes mellitus tidak terkontrol

d)

Imunodefisiensi berat dengan neutropenia

e)

Paparan radiasi UV rutin

37.

Seorang pasien dengan lesi kulit ditemukan jamur yang membentuk makrokonidia besar, tipis dinding, banyak septa — cenderung diagnosis:

a)

Microsporum sp.

b)

Candida albicans

c)

Aspergillus terreus

d)

Mucor sp.

e)

Cryptococcus gattii

38.

Dalam uji sensitivitas antifungal, laboratorium menggunakan metode mikro-dilusi broth. Komponen penting untuk memastikan validitas uji adalah:

a)

Tidak perlu kontrol internal karena jamur mudah diinterpretasi

b)

Menyertakan kontrol positif dan kontrol negatif serta standar interpretasi konsentrasi hambat minimal (MIC)

c)

Hanya melakukan sekali tanpa replikasi

d)

Menggunakan serum pasien sebagai satu-satunya media uji

e)

Mengabaikan standar waktu inkubasi

39.

Pada inspeksi internal, ditemukan bahwa dokumentasi suhu inkubator tidak dicatat setiap hari. Implikasi kualitas terhadap hasil pemeriksaan jamur adalah:

a)

Tidak penting karena inkubator otomatis

b)

Dapat menyebabkan kehilangan jejak kondisi inkubasi sehingga mengurangi akurasi dan reproducibility hasil kultur

c)

Hanya berpengaruh pada uji serologi

d)

Hanya mempengaruhi pewarnaan Gram

e)

Justru mempercepat pertumbuhan jamur patogen

40.

Kultur jamur dari sputum menunjukkan hifa septata dengan vesikel terminal berkonidia — tipikal morfologi:

a)

Aspergillus sp.

b)

Candida sp.

c)

Mucor sp.

d)

Trichophyton sp.

e)

Pneumocystis jirovecii

41.

Pasien mengalami keracunan akut setelah mengonsumsi kacang yang disimpan lembab; pemeriksaan laboratorium mengonfirmasi aflatoksin pada makanan. Aflatoksin paling banyak dihasilkan oleh genus:

a)

Aspergillus (mis. A. flavus, A. parasiticus)

b)

Penicillium saja

c)

Fusarium saja

d)

Candida saja

e)

Mucor saja

42.

Seorang mahasiswa laboratorium melakukan preparasi apusan KOH tanpa menggunakan sarung tangan dan kemudian menyentuh mukosa mulutnya. Risiko utama tindakan ini adalah:

a)

Tidak ada risiko karena KOH bersifat steril

b)

Risiko iritasi/kerusakan kulit; potensi eksposur terhadap agen infeksius jika ada luka, jadi pelanggaran K3 — harus dilaporkan dan tindakan profilaksis bila perlu

c)

Membuat preparat menjadi lebih akurat

d)

Meningkatkan sensitivitas KOH

e)

Menurunkan pertumbuhan jamur di kultur

43.

Dalam klasifikasi mikosis, tinea (dermatofitosis) termasuk ke dalam:

a)

Mikosis superfisial/keratinosis

b)

Mikosis subkutan

c)

Mikosis sistemik yang dimulai dari kulit

d)

Infeksi oportunistik non-jamur

e)

Mikosis terbatas hanya pada organ dalam

44.

Pasien penderita aspergilosis bronkopulmoner alergi menunjukkan gambaran radiologis yang khas. Dari sudut pandang laboratorium, pemeriksaan yang paling membantu diagnosis adalah:

a)

Pemeriksaan antigen galaktomannan serum atau BAL dan kultur Aspergillus dari BAL/sputum

b)

Pemeriksaan KOH dari kulit

c)

Uji germ tube dari darah

d)

Uji mikotoksin pada urine

e)

Kultur darah untuk Candida saja

45.

Teknisi ingin mempercepat identifikasi jamur filamentosa dengan menilai struktur konidiofor unik. Teknik anatomi yang paling membantu adalah:

a)

Preparasi Scotch tape mount atau tease mount diikuti pewarnaan lactophenol cotton blue

b)

Uji germ tube pada medium cair

c)

Pewarnaan Gram langsung tanpa mounting khusus

d)

Uji biokimia untuk ragi

e)

PCR langsung tanpa mikroskopi

46.

Dalam pengendalian mutu pra-analitik, lab membuat SOP pengambilan sampel kulit/kuku. Komponen yang tidak relevan dimasukkan ke SOP adalah:

a)

Instruksi puasa sebelum pengambilan sampel kulit

b)

Teknik pengambilan sampel aseptik dan pengiriman pada wadah steril

c)

Labeling sampel dengan identitas pasien lengkap

d)

Instruksi penyimpanan dan waktu maksimal pengiriman

e)

Isolasi area kerja dan penggunaan PPE oleh petugas pengambil sampel

47.

Seorang petani dengan lesi nodular pada lengan setelah terkena duri menunjukkan radang yang menyebar sepanjang saluran limfatik. Jamur yang sering menyebabkan pola limfangitis adalah:

a)

Sporothrix schenckii

b)

Trichophyton rubrum

c)

Candida glabrata

d)

Aspergillus fumigatus

e)

Mucor sp.

48.

Laboratorium hendak mengukur kadar ochratoxin A dalam sampel sereal komersial. Metode analitik yang memberikan sensitivitas tinggi dan spesifisitas untuk mikotoksin adalah:

a)

HPLC atau LC-MS/MS setelah ekstraksi dan pembersihan sampel

b)

Pemeriksaan langsung di mikroskop

c)

Kultur jamur dari sereal tanpa analitik kimia

d)

Uji Gram pada sereal

e)

Uji germ tube pada bahan makanan

49.

Dalam interpretasi hasil kultur jamur, ditemukan koloni gelatinous, ragi encapsulated yang tumbuh pada media dengan uji urease positif. Jamur yang sesuai dengan gambaran ini adalah:

a)

Cryptococcus neoformans

b)

Trichophyton tonsurans

c)

Aspergillus niger

d)

Candida tropicalis

e)

Fusarium sp.

50.

Seorang pasien dengan riwayat penggunaan imunosupresan mendapat infeksi jamur invasif yang cepat progresif. Untuk pelaporan pasca-analitik yang berguna bagi klinisi, laboratorium sebaiknya menyertakan:

a)

Hanya nama jamur tanpa rekomendasi tindak lanjut

b)

Identifikasi organisme, hasil uji sensitivitas antifungal (jika tersedia), rekomendasi tambahan untuk verifikasi atau konsultasi mikrobiologi klinis, dan catatan urgensi infeksi invasif

c)

Laporan umum tanpa prioritas waktu

d)

Menunda laporan sampai hasil final biokimia keluar tanpa pemberitahuan awal

e)

Mengirimkan hasil hanya ke bagian administrasi rumah sakit