WorksheetsUTS MIKOLOGI KELAS A
Total questions: 50
Worksheet time: 37mins
Seorang pasien datang dengan keluhan bercak putih bersisik pada kulit kepala. Petugas laboratorium menerima sampel rambut yang dicabut tanpa menggunakan teknik aseptik sehingga rambut menyentuh meja kerja. Hal ini merupakan kesalahan pada tahapan apa?
Pra-analitik – pengumpulan sampel
Analitik – teknik inokulasi
Pra-analitik – transportasi sampel
Pasca analitik – pelaporan
Analitik – identifikasi mikroskopis
Sampel kulit untuk pemeriksaan dermatofita dibiarkan pada suhu kamar selama 48 jam sebelum diproses. Akibatnya muncul jamur kontaminan. Jenis jamur kontaminan yang paling sering tumbuh pada kondisi ini adalah apa?
Microsporum canis
Epidermophyton floccosum
Penicillium sp.
Candida tropicalis
Histoplasma capsulatum
Pada pemeriksaan mikroskopis KOH 10%, terlihat “spaghetti and meatballs appearance”. Temuan tersebut paling sesuai dengan gambaran klinis apa?
Tinea corporis
Tinea versicolor
Tinea pedis
Tinea barbae
Tinea capitis inflamatorik
Pasien dengan imunodefisiensi menunjukkan gejala batuk kronis, demam, dan infiltrat paru. Kultur pada Sabouraud agar 25°C menunjukkan koloni berfilamen, sedangkan kultur 37°C menunjukkan bentuk ragi. Jamur yang menunjukkan dimorfisme ini adalah apa?
Candida albicans
Cryptococcus neoformans
Histoplasma capsulatum
Malassezia furfur
Aspergillus fumigatus
Sebuah laboratorium mendapatkan hasil kultur jamur yang seharusnya bersih, namun muncul jamur kontaminan pada seluruh cawan. Evaluasi menunjukkan bahwa inkubator tidak dibersihkan selama 2 minggu. Kesalahan termasuk dalam tahapan apa?
Pra-analitik – penulisan label
Analitik – kontrol kualitas lingkungan
Pasca analitik – verifikasi laporan
Pra-analitik – persiapan pasien
Analitik – teknik pewarnaan
Seorang teknisi melaporkan adanya ragi berbentuk elips dengan pseudohifa pada apusan Gram. Hal ini paling sesuai dengan jamur penyebab kandidiasis superfisial, yaitu apa?
Candida albicans
Aspergillus niger
Rhizopus sp.
Trichosporon beigelii
Fusarium sp.
Pada penderita sinusitis, kultur menunjukkan hifa bersepta, bercabang pada sudut 45°. Temuan ini mengarah pada apa?
Candida sp.
Aspergillus sp.
Mucor sp.
Trichophyton sp.
Sporothrix schenckii
Hasil pemeriksaan DTM (Dermatophyte Test Medium) berubah menjadi warna merah dalam 4 hari. Hal ini mengindikasikan kemungkinan besar apa?
Infeksi Candida
Infeksi dermatofita
Kontaminasi bakteri
Jamur dimorfik
Jamur saprofit
Seorang teknisi tidak segera menutup cawan sabouraud setelah inokulasi sehingga membuka peluang kontaminasi udara. Jenis kontaminan udara yang paling umum masuk adalah apa?
Dermatophytes
Candida albicans
Aspergillus sp.
Histoplasma sp.
Pneumocystis jirovecii
Pasien dengan riwayat bekerja di peternakan ayam mengalami batuk kronis. Gambaran kultur menunjukkan mikro-konjungat berbentuk oval berukuran sangat kecil. Penyakit kemungkinan adalah apa?
Blastomikosis
Histoplasmosis
Sporotrikosis
Aspergilosis
Koksidiodimikosis
Pada proses pengambilan sampel kuku, petugas lupa menanyakan apakah pasien baru menggunakan krim antijamur. Hal ini dapat memengaruhi fase apa?
Analitik
Pasca analitik
Pra-analitik
Verifikasi
Interpretasi klinis
Studi kasus menemukan adanya mislabeling antara dua sampel kulit pasien. Akibatnya diagnosis tertukar. Faktor ini termasuk kesalahan pada fase apa?
Pra-analitik – identitas
Analitik – inkubasi
Pasca analitik – validasi
Analitik – pewarnaan
Pasca analitik – pelaporan
Jamur penyebab tinea pedis dengan morfologi makrokonidia berdinding tipis dan berbentuk seperti cerutu adalah apa?
Trichophyton rubrum
Microsporum gypseum
Trichophyton mentagrophytes
Epidermophyton floccosum
Candida krusei
Pada pemeriksaan KOH, ditemukan hifa tidak bersepta, lebar, bercabang 90°. Diagnosis mengarah pada apa?
Aspergillus sp.
Mucor sp.
Fusarium sp.
Candida sp.
Microsporum sp.
Kultur menunjukkan koloni berwarna hijau kebiruan dengan konidiofor yang bercabang seperti sikat. Jamur ini dapat menyebabkan otomycosis. Jamur tersebut adalah apa?
Penicillium sp.
Aspergillus niger
Microsporum ferrugineum
Candida tropicalis
Sporothrix schenckii
Seorang petugas laboratorium melakukan inokulasi sampel kulit pada dua jenis media: Sabouraud dextrose agar (SDA) dan SDA yang mengandung chloramphenicol. Setelah 3 hari hanya cawan tanpa antibiotik yang menunjukkan pertumbuhan cepat koloni saprofit. Kesimpulan analitis yang paling tepat adalah apa?
Antibiotik pada cawan kedua membunuh dermatofit sehingga diagnosis terlewat
Kontaminan bakteri pada cawan pertama memicu pertumbuhan jamur
Media berchloramphenicol menghambat mikroorganisme pengotor sehingga hanya jamur patogen tampak di sana
Pertumbuhan di cawan tanpa antibiotik kemungkinan kontaminan saprofit yang terhambat pada cawan berchloramphenicol
Hasil menunjukkan infeksi jamur sistemik
Pasien dengan lesi kulit lebar mendapatkan pengobatan topikal sebelum pengambilan sampel. Sampel yang diambil tetap negatif pada kultur. Hal ini paling mungkin disebabkan oleh apa?
Kesalahan identifikasi di laboratorium
Efek pra-analitik akibat terapi sebelumnya yang menurunkan jumlah organisme
Media kultur yang salah digunakan
Jamur yang tidak tumbuh di suhu inkubasi laboratorium
Kesalahan pelaporan pasca-analitik
Seorang teknisi melihat koloni putih, halus pada SDA yang berubah menjadi coklat tua seiring waktu; mikroskop menunjukkan hifa bersepta dan konidia berklaster. Klinik pasien: lesi subkutan setelah duri kebun. Etiologi paling mungkin adalah apa?
Sporothrix schenckii
Candida albicans
Aspergillus fumigatus
Cryptococcus neoformans
Mucor sp
Dalam prosedur jaminan mutu, laboratorium menetapkan kontrol positif setiap pekan untuk deteksi dermatofit. Tujuan utama kontrol positif ini adalah:
Menguji kemampuan teknisi menulis laporan
Menjamin reagen pewarnaan tidak tercemar
Memverifikasi media dan prosedur kultur mampu menumbuhkan organisme target
Mengurangi kontaminasi udara di ruang inokulasi
Mengganti dokumentasi pra-analitik pasien
Seorang pasien HIV+ mengalami kandidemia. Laboratorium menggunakan API 20C AUX untuk identifikasi ragi, namun hasil menunjukkan profil yang tidak cocok dengan database. Tindakan analitik terbaik selanjutnya adalah:
Menyatakan hasil tidak dapat diinterpretasi dan mengirim ulang sampel
Melakukan identifikasi molekuler (PCR/sekue nsing) atau metode biokimia tambahan
Mengembalikan laporan negatif kepada klinisi
Menggantikan media kultur dengan media bakteri untuk konfirmasi
Mengirimkan pasien untuk pemeriksaan radiologi
Seorang dokter melaporkan hasil positif untuk dermatofit padahal pasien tidak menunjukkan keluhan klinis. Kemungkinan penyebab kesalahan pasca-analitik adalah:
Sampel dikoleksi setelah terapi — pra-analitik
Interpretasi koloni yang salah oleh teknisi — pasca-analitik
Media kultur kadaluarsa — analitik
Pasien terpapar lingkungan yang mengandung spor — epidemiologi
Inkubator berfluktuasi suhu — analitik
Jika tujuan pemeriksaan adalah membedakan Candida albicans dari Candida dubliniensis dengan cepat, metode analitik mana yang paling sesuai di laboratorium klinik umum?
Kultur pada Sabouraud tanpa aditif dan observasi warna koloni saja
Uji germ tube (uji filamentasi) dan biokimia diferensial
Pemeriksaan KOH 10% pada jaringan
Pewarnaan Gram dan penghitungan sel
Uji serologi untuk antigen Candida
Seorang pasien dengan riwayat keracunan makanan dari jagung menunjukkan tanda hepatotoksis setelah beberapa hari. Kemungkinan mikotoksin yang perlu dicurigai pada jagung adalah:
Aflatoksin
Ochratoksin A hanya ditemukan pada kacang polong
Patulin
Trichothecene tidak ditemukan di jagung
Fumonisin tidak toksik bagi manusia
Pada penelitian epidemiologi nosokomial, ditemukan bahwa sebagian besar kasus kandidemia berasal dari penggunaan central venous catheter. Langkah pencegahan pra-analitik yang efektif di rumah sakit adalah:
Menghindari pengambilan kultur darah dari pasien ICU
Meningkatkan teknik aseptik saat pemasangan dan perawatan kateter
Memberi antibiotik spektrum luas pada semua pasien sebelum pemasangan kateter
Menggunakan media kultur khusus tanpa kontrol kualitas
Mengurangi frekuensi pemeriksaan laboratorium
Dalam kasus tinea capitis pada anak, kultur jamur memerlukan waktu 2 minggu untuk tumbuh. Dokter meminta hasil cepat. Apa tindakan laboratorium yang dapat memberikan diagnosa awal sebelum kultur selesai?
Menunggu hasil kultur; tidak ada metode cepat
Pemeriksaan langsung KOH/Gram dari rambut dan penggunaan lampu Wood untuk deteksi awal
Biakan darah untuk deteksi jamur sistemik
Pengiriman sampel ke laboratorium lain tanpa pemeriksaan awal
Uji toksisitas mikotoksin serum
Teknisi mencatat bahwa pada satu batch media SDA pH tidak sesuai spesifikasi sehingga pertumbuhan jamur lambat. Ini termasuk ke kategori jaminan mutu:
Verifikasi hasil pasca-analitik
Validasi prosedur analitik dan QC bahan baku
Audit epidemiologi internal
Pelaporan insiden ke dokter perawatan
Pemberian hasil tanpa komentar laboratorium
Pada isolasi jamur filamentosa dari sputum, diperlukan proses dekontaminasi awal untuk mengurangi kontaminan bakteri. Bahan dekontaminan yang umum digunakan adalah:
NaOH 4% (digunakan juga pada Mycobacterium)
Alkohol 70% langsung ke sputum lalu inokulasi
Hidrogen peroksida tanpa netralisasi
Pewarnaan Gram sebelum dekontaminasi
Formalin 10% ditambahkan ke kultur
Hasil mikroskopis dari aspirat tulang menunjukkan sel ragi intraseluler kecil, dan kultur membutuhkan biosafety level tinggi saat penanganan. Jamur apa yang paling mungkin?
Histoplasma capsulatum
Epidermophyton floccosum
Trichophyton tonsurans
Candida parapsilosis
Aspergillus flavus
Seorang teknisi menggunakan mikroskop yang lensa immersion-nya kotor sehingga hasil pengamatan morfologi spora kabur. Tahap jaminan mutu laboratorium yang tepat untuk mencegah kejadian ini adalah:
Validasi metode pewarnaan setiap bulan
Pemeliharaan dan kalibrasi peralatan periodik sesuai jadwal (preventive maintenance)
Mengganti media yang digunakan untuk kultur
Memberi pelatihan tentang penanganan pasien
Menyimpan sampel lebih lama sebelum pemeriksaan
Pada kasus kutaneous sporotrichosis, jalur penularan yang paling sering adalah:
Inhalasi spora dari tanah terkontaminasi
Trauma kulit (durian/pecahan kayu) yang terkontaminasi spora
Transmisi seksual
Kontak dengan kucing yang membawa dermatofit
Vektor nyamuk
Laboratorium menerima sampel yang dikirim dalam kondisi suhu tinggi (> 30∘ C) dan sample berupa swab kulit. Bagaimana pengaruh suhu pengiriman terhadap sensitivitas kultur jamur?
Suhu tinggi tidak berpengaruh
Suhu tinggi dapat mempercepat pertumbuhan kontaminan dan mengurangi sensitivitas untuk patogen target
Suhu tinggi membunuh semua jamur sehingga selalu negatif
Suhu tinggi meningkatkan jumlah jamur patogen sehingga hasil palsu positif
Hanya mempengaruhi kultur bakteri, bukan jamur
Untuk memisahkan jamur patogen dari kontaminan di kultur, laboratorium sering menggunakan antibiotik dalam media. Antibiotik mana yang biasa dipakai untuk menghambat pertumbuhan bakteri tanpa mempengaruhi jamur?
Chloramphenicol atau gentamicin pada konsentrasi yang sesuai
Ampicillin karena efektif melawan jamur
Tetracycline karena meningkatkan pertumbuhan jamur
Rifampicin karena membunuh jamur patogen
Tidak ada antibiotik boleh digunakan pada media jamur
Seorang pasien menunjukkan lesi kulit yang luas; tim klinik meminta laboratorium melakukan pemeriksaan untuk mikotoksin pada serum. Catatan penting pra-analitik untuk pemeriksaan mikotoksin serum adalah:
Serum harus disimpan pada suhu kamar sampai dikirim
Hindari lipemia dan hemolisis, simpan pada − 20∘ C jika tidak segera diuji
Pengambilan sampel tidak perlu steril karena bukan kultur
Tambahkan formalin ke serum agar stabil
Hanya gunakan plasma EDTA untuk menghindari degradasi
Seseorang bekerja di pabrik pengolahan biji kopi dan mengalami gangguan pernapasan akibat paparan spora jamur. Kondisi kerja ini lebih mengarah pada kategori penyakit:
Mikosis superfisial
Alergi dan sindrom pernapasan akibat inhalasi spora (hypersensitivity pneumonitis)
Penyakit menular seksual
Infeksi sistemik akut yang menular antar manusia
Keracunan akut yang terkait mikotoksin saja
Di dalam laboratorium, terjadi kecelakaan tusukan jarum dari sampel kultur yang diduga mengandung Cryptococcus neoformans. Tindakan K3 (keselamatan kerja) segera yang harus dilakukan adalah:
Mengabaikan karena jamur tidak berbahaya
Cuci area dengan sabun dan air, laporkan ke atasan, dan lakukan evaluasi risiko serta profilaksis bila perlu sesuai SOP
Langsung melakukan suntik antibiotik sebagai pencegahan
Membakar area tusukan untuk mensterilisasi
Menutup kejadian tanpa dokumentasi medis
Pada kasus kandidiasis vulvovaginal berulang, faktor predisposisi yang paling sering ditemukan adalah:
Paparan spora tanah di lingkungan kerja
Penggunaan antibiotik spektrum luas
Diabetes mellitus tidak terkontrol
Imunodefisiensi berat dengan neutropenia
Paparan radiasi UV rutin
Seorang pasien dengan lesi kulit ditemukan jamur yang membentuk makrokonidia besar, tipis dinding, banyak septa — cenderung diagnosis:
Microsporum sp.
Candida albicans
Aspergillus terreus
Mucor sp.
Cryptococcus gattii
Dalam uji sensitivitas antifungal, laboratorium menggunakan metode mikro-dilusi broth. Komponen penting untuk memastikan validitas uji adalah:
Tidak perlu kontrol internal karena jamur mudah diinterpretasi
Menyertakan kontrol positif dan kontrol negatif serta standar interpretasi konsentrasi hambat minimal (MIC)
Hanya melakukan sekali tanpa replikasi
Menggunakan serum pasien sebagai satu-satunya media uji
Mengabaikan standar waktu inkubasi
Pada inspeksi internal, ditemukan bahwa dokumentasi suhu inkubator tidak dicatat setiap hari. Implikasi kualitas terhadap hasil pemeriksaan jamur adalah:
Tidak penting karena inkubator otomatis
Dapat menyebabkan kehilangan jejak kondisi inkubasi sehingga mengurangi akurasi dan reproducibility hasil kultur
Hanya berpengaruh pada uji serologi
Hanya mempengaruhi pewarnaan Gram
Justru mempercepat pertumbuhan jamur patogen
Kultur jamur dari sputum menunjukkan hifa septata dengan vesikel terminal berkonidia — tipikal morfologi:
Aspergillus sp.
Candida sp.
Mucor sp.
Trichophyton sp.
Pneumocystis jirovecii
Pasien mengalami keracunan akut setelah mengonsumsi kacang yang disimpan lembab; pemeriksaan laboratorium mengonfirmasi aflatoksin pada makanan. Aflatoksin paling banyak dihasilkan oleh genus:
Aspergillus (mis. A. flavus, A. parasiticus)
Penicillium saja
Fusarium saja
Candida saja
Mucor saja
Seorang mahasiswa laboratorium melakukan preparasi apusan KOH tanpa menggunakan sarung tangan dan kemudian menyentuh mukosa mulutnya. Risiko utama tindakan ini adalah:
Tidak ada risiko karena KOH bersifat steril
Risiko iritasi/kerusakan kulit; potensi eksposur terhadap agen infeksius jika ada luka, jadi pelanggaran K3 — harus dilaporkan dan tindakan profilaksis bila perlu
Membuat preparat menjadi lebih akurat
Meningkatkan sensitivitas KOH
Menurunkan pertumbuhan jamur di kultur
Dalam klasifikasi mikosis, tinea (dermatofitosis) termasuk ke dalam:
Mikosis superfisial/keratinosis
Mikosis subkutan
Mikosis sistemik yang dimulai dari kulit
Infeksi oportunistik non-jamur
Mikosis terbatas hanya pada organ dalam
Pasien penderita aspergilosis bronkopulmoner alergi menunjukkan gambaran radiologis yang khas. Dari sudut pandang laboratorium, pemeriksaan yang paling membantu diagnosis adalah:
Pemeriksaan antigen galaktomannan serum atau BAL dan kultur Aspergillus dari BAL/sputum
Pemeriksaan KOH dari kulit
Uji germ tube dari darah
Uji mikotoksin pada urine
Kultur darah untuk Candida saja
Teknisi ingin mempercepat identifikasi jamur filamentosa dengan menilai struktur konidiofor unik. Teknik anatomi yang paling membantu adalah:
Preparasi Scotch tape mount atau tease mount diikuti pewarnaan lactophenol cotton blue
Uji germ tube pada medium cair
Pewarnaan Gram langsung tanpa mounting khusus
Uji biokimia untuk ragi
PCR langsung tanpa mikroskopi
Dalam pengendalian mutu pra-analitik, lab membuat SOP pengambilan sampel kulit/kuku. Komponen yang tidak relevan dimasukkan ke SOP adalah:
Instruksi puasa sebelum pengambilan sampel kulit
Teknik pengambilan sampel aseptik dan pengiriman pada wadah steril
Labeling sampel dengan identitas pasien lengkap
Instruksi penyimpanan dan waktu maksimal pengiriman
Isolasi area kerja dan penggunaan PPE oleh petugas pengambil sampel
Seorang petani dengan lesi nodular pada lengan setelah terkena duri menunjukkan radang yang menyebar sepanjang saluran limfatik. Jamur yang sering menyebabkan pola limfangitis adalah:
Sporothrix schenckii
Trichophyton rubrum
Candida glabrata
Aspergillus fumigatus
Mucor sp.
Laboratorium hendak mengukur kadar ochratoxin A dalam sampel sereal komersial. Metode analitik yang memberikan sensitivitas tinggi dan spesifisitas untuk mikotoksin adalah:
HPLC atau LC-MS/MS setelah ekstraksi dan pembersihan sampel
Pemeriksaan langsung di mikroskop
Kultur jamur dari sereal tanpa analitik kimia
Uji Gram pada sereal
Uji germ tube pada bahan makanan
Dalam interpretasi hasil kultur jamur, ditemukan koloni gelatinous, ragi encapsulated yang tumbuh pada media dengan uji urease positif. Jamur yang sesuai dengan gambaran ini adalah:
Cryptococcus neoformans
Trichophyton tonsurans
Aspergillus niger
Candida tropicalis
Fusarium sp.
Seorang pasien dengan riwayat penggunaan imunosupresan mendapat infeksi jamur invasif yang cepat progresif. Untuk pelaporan pasca-analitik yang berguna bagi klinisi, laboratorium sebaiknya menyertakan:
Hanya nama jamur tanpa rekomendasi tindak lanjut
Identifikasi organisme, hasil uji sensitivitas antifungal (jika tersedia), rekomendasi tambahan untuk verifikasi atau konsultasi mikrobiologi klinis, dan catatan urgensi infeksi invasif
Laporan umum tanpa prioritas waktu
Menunda laporan sampai hasil final biokimia keluar tanpa pemberitahuan awal
Mengirimkan hasil hanya ke bagian administrasi rumah sakit
