NEW
Font size
Worksheetsquiz Moonshot Series #20
Total questions: 10
Worksheet time: 3mins
Apa tujuan utama implementasi aplikasi Supply Chain Management (SCM) end-to-end di PLN Nusa Daya?
Meningkatkan jumlah pemasok
Mengurangi jumlah karyawan
Meningkatkan harga jual listrik
Mengintegrasikan seluruh proses pengadaan hingga distribusi secara sistematis
Dalam aplikasi SCM end-to-end, tahap pertama dalam proses pengadaan material adalah:
Purchase Order
Goods Receipt
Material Requirement Planning (MRP)
Invoice Verification
Proses verifikasi penerimaan barang di gudang dalam sistem SCM disebut:
Purchase Requisition
Goods Receipt (GR)
Material Issue
Stock Opname
Apa keuntungan utama penerapan sistem SCM terintegrasi bagi PLN Nusa Daya?
Visibilitas real-time dan efisiensi operasional
Eliminasi kebutuhan tenaga kerja manusia
Penghapusan proses tender
Pengurangan kualitas material
Dokumen yang digunakan untuk mengajukan permintaan pembelian material dalam sistem SCM adalah:
Purchase Order (PO)
Delivery Order (DO)
Invoice
Purchase Requisition (PR)
Proses Three-Way Matching dalam sistem SCM membandingkan dokumen:
PR, PO, dan Invoice
PO, GR, dan Invoice
PR, GR, dan DO
PO, DO, dan Payment
Dalam konteks SCM, istilah "lead time" merujuk pada:
Waktu tunggu pelanggan
Waktu operasional gudang
Waktu dari pemesanan hingga penerimaan barang
Waktu pembayaran invoice
Dashboard dalam aplikasi SCM end-to-end berfungsi untuk:
Memonitor KPI dan performa supply chain secara real-time
Menggantikan peran manajer
Mengotomasi semua keputusan
Menghilangkan kebutuhan pelaporan
Proses yang memastikan material dikeluarkan dari gudang sesuai kebutuhan operasional disebut:
Material Receipt
Material Planning
Material Audit
Material Issue
Salah satu tantangan dalam implementasi SCM end-to-end di perusahaan kelistrikan seperti PLN Nusa Daya adalah:
Kompleksitas integrasi dengan sistem legacy dan perubahan budaya kerja
Terlalu sederhana untuk diterapkan
Biaya yang sangat rendah
Tidak ada regulasi yang mengatur
