Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kuis Post Test Hasil RF

Total questions: 20

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Seorang perempuan 47 tahun datang ke klinik reumatologi dengan keluhan nyeri sendi pada kedua tangan, terutama pada sendi metakarpofalangeal. Ia mengeluhkan kaku pagi hari berlangsung lebih dari 1 jam selama 3 bulan terakhir. Pada pemeriksaan, kedua tangan tampak bengkak dan terasa hangat. Dokter mencurigai Rheumatoid Arthritis dan meminta pemeriksaan RF menggunakan metode lateks. Hasil menunjukkan aglutinasi yang jelas dalam 2 menit. Apa interpretasi hasil laboratorium tersebut?

a)

RF negatif

b)

RF positif

c)

Hasil meragukan

d)

Reagen kontaminasi

e)

Efek pengeringan

2.

Seorang laki-laki 58 tahun datang dengan keluhan kaku sendi lutut dan pergelangan tangan sejak 2 bulan, terutama pagi hari. Pemeriksaan RF dilakukan secara kualitatif. Slide dirotasi selama 2 menit, namun tidak tampak aglutinasi. Riwayat penyakit autoimun tidak ada. Apa kesimpulan pemeriksaan RF pada pasien ini?

a)

Positif

b)

Negatif

c)

Positif palsu

d)

Efek prozona

e)

Reagen tidak sensitif

3.

Seorang perempuan 50 tahun dengan diagnosis RA sedang menjalani follow-up. Petugas laboratorium melakukan pemeriksaan RF, tetapi slide tidak dibaca tepat waktu dan baru dievaluasi pada menit ke-6. Terlihat aglutinasi sangat lemah. Bagaimana interpretasi hasil yang paling tepat?

a)

Positif kuat

b)

Positif

c)

Negatif palsu

d)

Positif palsu akibat pembacaan terlambat

e)

Tidak ada masalah pada hasil

4.

Seorang laki-laki 62 tahun dengan keluhan kelelahan, nyeri otot, dan pembesaran kelenjar limfa datang ke IGD. Dokter menduga pasien mengalami infeksi virus. Hasil laboratorium menunjukkan RF positif menggunakan uji lateks. Tidak ada tanda RA. Apa penjelasan yang paling sesuai terkait hasil RF positif pada kasus ini?

a)

RF hanya meningkat pada RA

b)

RF dapat meningkat pada infeksi seperti mononukleosis

c)

Reagen pasti rusak

d)

Efek prozona

e)

Efek postzona

5.

Seorang pasien 35 tahun menjalani pemeriksaan RF di laboratorium daerah pegunungan dengan suhu ruang sekitar 8°C. Reagen RF dan serum tidak dihangatkan ke suhu kamar sebelum digunakan. Hasil menunjukkan tidak ada aglutinasi. Apa dampak suhu rendah terhadap pemeriksaan RF?

a)

Meningkatkan aglutinasi

b)

Menyebabkan negatif palsu

c)

Tidak memengaruhi hasil

d)

Membuat titer meningkat

e)

Menyebabkan positif palsu

6.

Seorang perempuan 42 tahun menjalani pemeriksaan RF. Setelah pencampuran sampel, kontrol negatif (NC) menunjukkan aglutinasi, sedangkan kontrol positif (PC) dan sampel pasien menunjukkan hasil normal. Apa tindakan paling tepat?

a)

Laporkan hasil pasien sebagai positif

b)

Laporkan hasil pasien sebagai negatif

c)

Pemeriksaan tidak valid dan harus diulang

d)

Encerkan serum pasien

e)

Ganti slide untuk pasien saja

7.

Seorang laki-laki 55 tahun dengan dugaan RA diperiksa RF. Petugas tidak mengganti batang pengaduk dan menggunakannya untuk semua sampel (PC, NC, dan serum pasien). Hasil menunjukkan seluruh titik mengalami aglutinasi. Apa penyebab paling mungkin?

a)

Efek prozona

b)

Kontaminasi silang

c)

Serum pasien terlalu kental

d)

Lateks rusak

e)

Reagen tidak stabil

8.

Seorang pasien 48 tahun datang dengan tanda klasik RA, tetapi hasil RF negatif. Dokter tetap mencurigai RA dan memberi rujukan pemeriksaan lanjutan. Apa alasan yang paling tepat mengapa RF bisa negatif pada pasien RA?

a)

RA hanya menimbulkan RF pada perempuan

b)

Tidak semua penderita RA menghasilkan RF

c)

RF pasti positif jika RA aktif

d)

RF hanya meningkat pada kondisi infeksi

e)

Reagen terlalu sensitif

9.

Seorang laki-laki 70 tahun, tanpa keluhan sendi, menjalani pemeriksaan RF sebagai skrining praoperasi. Hasil menunjukkan RF positif lemah. Apa interpretasi yang paling tepat?

a)

Normal, RF sering positif pada lansia

b)

Pasti RA laten

c)

Serum terkontaminasi

d)

Efek prozona

e)

Baca hasil terlalu cepat

10.

Seorang perempuan 39 tahun datang dengan keluhan nyeri sendi pergelangan tangan dan jari sejak 2 bulan terakhir. Kaku pagi hari berlangsung ±45 menit. Ia baru sembuh dari infeksi saluran pernapasan atas 3 minggu lalu. Pemeriksaan RF kualitatif dilakukan, namun saat pemeriksaan kondisi serum terlihat agak keruh. Hasil menunjukkan aglutinasi samar.

a)

Hasil dapat merupakan positif palsu karena serum keruh/lipemik

b)

Hasil pasti menunjukkan RA aktif

c)

Aglutinasi samar adalah hasil negatif

d)

Reagen pasti rusak

e)

Perlu segera dilanjutkan ke titer kuantitatif

11.

Seorang pasien 37 tahun dengan hepatitis virus akut melakukan pemeriksaan RF. Hasil menunjukkan RF positif. Klinis tidak mendukung RA. Hasil menunjukkan RF positif. Klinis tidak mendukung RA. Apa kemungkinan penyebab hasil positif tersebut?

a)

Hepatitis dapat menyebabkan peningkatan RF

b)

Reagen RF terlalu sensitif

c)

Serum hemolisis

d)

Lateks bereaksi lambat

e)

Baca hasil terlalu cepat

12.

Seorang perempuan 60 tahun dengan dugaan RA diperiksa RF. Saat mencampur serum dan latex, petugas mengaduk dengan sangat kuat hingga latex tampak terpecah. Hasil menunjukkan tidak ada aglutinasi. Hasil menunjukkan tidak ada aglutinasi. Apa kemungkinan yang terjadi?

a)

Aglutinasi meningkat

b)

Aglutinasi tidak terbentuk meskipun seharusnya positif

c)

Hasil pasti negatif

d)

Latex menjadi lebih sensitif

e)

Titer meningkat

13.

Seorang pasien dengan gejala RA melakukan pemeriksaan RF. Tidak ada aglutinasi yang terbentuk. Pemeriksaan ulang dengan pengenceran menunjukkan hasil RF positif.Apa fenomena yang terjadi?

a)

Postzona

b)

Prozona

c)

Hook effect

d)

Interferensi IgM

e)

Positif palsu

14.

Petugas laboratorium melakukan pemeriksaan RF. Pada hari tersebut, kontrol positif tidak menunjukkan aglutinasi, sedangkan kontrol negatif tampak normal.
Apa tindakan paling tepat?

a)

Laporkan hasil pasien apa adanya

b)

Anggap saja sampel pasien valid

c)

Tes harus diulang karena kontrol positif invalid

d)

Hanya ulang pasien, bukan kontrol

e)

Lanjutkan ke uji semi-kuantitatif

15.

Seorang pasien RA datang untuk evaluasi. Dokter meminta pemeriksaan RF dengan metode lateks. Petugas menyiapkan reagen lateks berlapis gamma globulin manusia.
Apa prinsip dasar dari pemeriksaan RF ini?

a)

Imunodifusi

b)

Aglutinasi tak langsung

c)

Aglutinasi menggunakan lateks berlapis IgG

d)

Nefelometri

e)

ELISA

16.

Seorang petugas lupa menghomogenkan reagen lateks sebelum pemeriksaan RF. Hasil menunjukkan tidak ada aglutinasi. Kontrol positif juga melemah. Apa kemungkinan masalahnya?

a)

Lateks terlalu sensitif

b)

Kontaminasi silang

c)

Negatif palsu akibat reagen tidak homogen

d)

Titer terlalu rendah

e)

Serum terlalu pekat

17.

Pemeriksaan RF dilakukan di ruang laboratorium tanpa lampu tambahan. Aglutinasi sulit dilihat. Hasil dilaporkan sebagai negatif. Apa risiko utama dari kondisi ini?

a)

Hasil tidak terpengaruh

b)

Aglutinasi palsu

c)

Aglutinasi tidak terbaca dengan baik → hasil negatif palsu

d)

Latex mengendap

e)

Serum terdenaturasi

18.

Seorang perempuan 40 tahun membawa sampel serum yang lipemik berat untuk pemeriksaan RF. Hasil menunjukkan aglutinasi jelas. Apa kemungkinan interpretasi hasil?

a)

Lipemik tidak berpengaruh

b)

Hasil pasti benar

c)

Lipemik dapat menyebabkan reaksi nonspesifik → positif palsu

d)

Titer RF meningkat

e)

Efek prozona

19.

Seorang pasien dengan mononukleosis akibat infeksi EBV dilakukan pemeriksaan RF. Hasil menunjukkan RF positif meskipun pasien tidak memiliki gejala RA. Hasil menunjukkan RF positif meskipun pasien tidak memiliki gejala RA. Apa penjelasan paling mungkin?

a)

Efek hook

b)

Reaksi silang (cross-reactivity)

c)

Proses degeneratif

d)

Reagen terlalu pekat

e)

IgG tidak stabil

20.

Seorang pasien RA menjalani pemeriksaan RF di laboratorium. Petugas lupa memperhatikan waktu dan membaca hasil 12 menit setelah pencampuran. Tampak aglutinasi padat. Apa interpretasi hasil yang tepat?

a)

Negatif

b)

Positif palsu karena efek pengeringan

c)

Positif kuat

d)

Tidak bermasalah

e)

Efek prozona