Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL USHUL FIQH

Total questions: 40

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Berikut ini adalah mazhab yang secara tegas menolak kehujjahan istihsan dalam penetapan hukum, KECUALI...

a)

Mazhab Hanafi

b)

Mazhab Syafi'i

c)

Mazhab Maliki

d)

Mazhab Hanbali

2.

Menurut Al-Sarakhsi dari Mazhab Hanafi, istihsan didefinisikan sebagai...

a)

Mengikuti qiyas yang paling kuat

b)

Meninggalkan qiyas untuk memilih sesuatu yang lebih maslahat bagi manusia

c)

Berpegang teguh pada nash dan meninggalkan ra'yu

d)

Metode ijtihad berdasarkan adat kebiasaan masyarakat

3.

Contoh penerapan istihsan dalam mazhab Hanafi yang disebutkan dalam artikel adalah...

a)

Penetapan kadar mut'ah 30 dirham

b)

Penambahan zikir di Bukit Shafa

c)

Penerimaan kesaksian dalam kasus zina meski para saksi menyebutkan sudut rumah yang berbeda

d)

Pelarangan jual beli 'ariyah

4.

Imam Ar-Rafi'i menjelaskan bahwa Imam Syafi'i menggunakan istihsan dalam menetapkan kadar mut'ah sebesar 30 dirham. Dasar yang digunakan adalah...

a)

Qiyas jaliy (yang jelas)

b)

Nash eksplisit dari Al-Qur'an

c)

Atsar (riwayat) dari sahabat Ibnu Umar dan Ibnu Abbas

d)

Ijma' ulama Madinah

5.

Menurut penjelasan Imam Ar-Rafi'i, istihsan seperti apakah yang dapat diterima dalam mazhab Syafi'i?

a)

Istihsan yang didasarkan pada pertimbangan hati (alasan yang terlintas dalam hati)

b)

Istihsan yang mengikuti kebiasaan masyarakat setempat

c)

Istihsan yang didasarkan pada dalil syar'i (Al-Qur'an, Sunnah, Ijma', atau Qiyas)

d)

 Istihsan yang bertujuan untuk kemudahan semata

6.

Salah satu alasan utama Imam Syafi'i menolak istihsan tanpa dalil adalah...

a)

Karena istihsan adalah metode ijtihad yang hanya cocok untuk masalah muamalah, bukan ibadah

b)

Karena istihsan membuka potensi subjektivitas dan dapat merusak hukum

c)

Karena istihsan bertentangan dengan semua bentuk qiyas

d)

Karena istihsan tidak pernah digunakan oleh para sahabat Nabi

7.

Dalam konteks penambahan zikir di Bukit Shafa, Imam Ar-Rafi'i menjelaskan bahwa istihsan yang digunakan Imam Syafi'i bersifat...

a)

Menciptakan zikir baru yang lebih panjang

b)

Menganjurkan penambahan zikir selama masih mengikuti contoh yang diajarkan Rasulullah SAW

c)

Mengganti zikir wajib dengan zikir yang lebih mudah

d)

Menghapus beberapa bacaan zikir yang dianggap tidak relevan

8.

Menurut artikel, bagaimana pandangan ulama Hanbali terhadap istihsan?

a)

Menolak sama sekali seperti mazhab Zahiri

b)

Menerima tanpa syarat dalam semua kondisi

c)

Hanya menerima istihsan dalam masalah pidana (jinayat)

d)

Menerima dalam beberapa kondisi tertentu jika didukung dalil syar'i

9.

Ulama menyimpulkan bahwa perbedaan mendasar antara mazhab Hanafi dan Syafi'i dalam penggunaan istihsan akan hilang jika istihsan didefinisikan sebagai...

a)

Meninggalkan qiyas demi sunnah atau memilih qiyas yang lebih kuat

b)

Mengikuti hawa nafsu dan kebiasaan

c)

Metode independen di luar nash dan qiyas

d)

Hak prerogatif khalifah dalam menetapkan hukum

10.

Apa yang dimaksud dengan "istihsan bil nash" atau "istihsan bil mashlahah" menurut penjelasan pada perkuliahan

a)

Istihsan yang berdasar pada kebiasaan lokal ('urf)

b)

Istihsan yang digunakan untuk menghapus hukum lama (naskh)

c)

Istihsan yang murni berdasarkan logika dan rasio semata

d)

Istihsan yang didasarkan pada dalil teks (nash) atau pertimbangan kemaslahatan yang selaras dengan syariat

11.

Istishab Al-Bara'at Al-Ashliyah dalam contoh hukum wudhu berlandaskan pada prinsip...

a)

Kelanjutan status tidak adanya kewajiban selama tidak ada dalil yang mewajibkan.

b)

Kelanjutan status kebolehan memanfaatkan suatu barang selama belum ada bukti pemilikan orang lain.

c)

Keberlanjutan berlakunya dalil umum sebelum datang dalil khusus.

d)

Kelanjutan berlakunya suatu hukum yang telah ditetapkan di masa lalu ke masa sekarang.

12.

Contoh "seluruh pepohonan di hutan boleh dimanfaatkan sampai ada bukti kepemilikan orang lain" merupakan penerapan dari istishab jenis...

a)

Istishab Al-'Umumi

b)

Istishab Al-Bara'at Al-Ashliyah

c)

Istishab Hukm al-Ibahah al-Ashliyah

d)

Istishab An-Nashshi

13.

Dalil umum "kullu" (setiap) dalam kewajiban puasa bagi orang beriman (QS. Al-Baqarah: 183) terus berlaku sebelum ada pengkhususan. Ini adalah contoh dari...

a)

Istishab Al-Washfi Ats-Tsabiti

b)

Istishab Hukm al-Ibahah al-Ashliyah

c)

Istishab An-Nashshi

d)

Istishab Al-'Umumi

14.

Istishab yang menerapkan prinsip "menetapkan hukum yang telah lalu sampai ke masa sekarang" dan contohnya adalah keabsahan shalat orang yang bertayamum di pertengahannya disebut...

a)

Istishab An-Nashshi (Istishab Maqlub)

b)

Istishab Al-Washfi Ats-Tsabiti

c)

Istishab Al-Bara'at Al-Ashliyah

d)

Istishab Hukm al-Ibahah al-Ashliyah

15.

Istishab jenis apakah yang menggunakan kondisi masa kini untuk menentukan status hukum di masa lampau, seperti contoh seseorang yang bersaksi tentang kehadiran Seorang laki-laki di suatu tempat kemarin?

a)

Istishab Al-'Umumi

b)

Istishab Al-Washfi Ats-Tsabiti

c)

Istishab An-Nashshi (Istishab Maqlub)

d)

Istishab Hukm al-Ibahah al-Ashliyah

16.

Prinsip dasar yang menjadi landasan Istishab Al-Bara'at Al-Ashliyah adalah...

a)

Hukum asal ketiadaan kewajiban (al-bara'ah) sampai ada dalil yang mewajibkan.

b)

Hukum asal segala sesuatu adalah boleh (al-ibahah).

c)

Hukum asal berlakunya dalil umum sampai ada yang mengkhususkan.

d)

Hukum asal keberlanjutan suatu ketetapan (hukum/ijma') sampai ada yang mengubah.

17.

Kata ‘urf secara bahasa (etimologi) berasal dari kata kerja yang bermakna…

a)

‘adaya-ya’udu (berulang-ulang)

b)

‘arafa-ya’rifu (mengetahui/mengenal)

c)

sarafa-yasrifu (mengalihkan)

d)

‘alima-ya’lamu (mengetahui)

18.

Salah satu dasar hukum ‘urf dalam Al-Qur’an adalah potongan ayat…

a)

َأَقِيْمُوا الصَّلَاةَ

b)

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ

c)

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ

d)

َأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ

19.

Contoh dari ‘Urf Qauli (kebiasaan dalam perkataan) adalah…

a)

Kebiasaan jual beli barang murah tanpa akad verbal

b)

Kebiasaan memberi hadiah kepada kenalan

c)

Tradisi halal bihalal saat hari raya

d)

Penggunaan kata “walad” dalam ‘urf orang Arab hanya untuk anak laki-laki

20.

Tradisi menarik garis keturunan secara matrilineal di Minangkabau merupakan contoh dari…

a)

‘Urf ‘Āmm (umum)

b)

‘Urf Qauli

c)

‘Urf Fāsid

d)

‘Urf Khāsh (khusus)

21.

Salah satu syarat ‘urf dapat dijadikan sandaran hukum adalah…

a)

Harus didukung oleh nash yang secara langsung menyebutkannya

b)

Harus berlaku umum dan merata di kalangan masyarakat terkait

c)

Harus merupakan kebiasaan baru yang lebih relevan

d)

Harus bertentangan dengan logika agar menjadi ujian keimanan

22.

Jumhur ulama yang terkenal banyak menjadikan ‘urf atau tradisi masyarakat Madinah sebagai dasar dalam menetapkan hukum adalah…

a)

Ulama Mazhab Hanafiyah

b)

Ulama Mazhab Malikiyah

c)

Ulama Mazhab Syafi’iyah

d)

Ulama Mazhab Hambaliyah

23.

Pengertian Sadd Dzari’ah secara etimologis adalah…

a)

Penghalang jalan yang menuju kerusakan

b)

Menutup kemudharatan dan membuka kemaslahatan

c)

Metode istinbath hukum yang berdasar pada kemaslahatan

d)

Jalan yang diperbolehkan menuju tujuan yang dihalalkan

24.

Dasar hukum Sadd Dzari’ah dari Al-Qur’an terdapat dalam surah Al-An’am ayat 108, yang intinya melarang…

a)

Mencaci berhala, karena dapat menyebabkan orang musyrik mencaci Allah

b)

Menikahi wanita yang telah ditalak tiga

c)

Menjual senjata di daerah konflik

d)

Mengganggu orang tua orang lain

25.

Salah satu kaidah fiqh yang menjadi dasar Sadd Dzari’ah adalah…

a)

الأمور بمقاصدها

b)

درء المفاسد أولى من جلب المصالح

c)

اليقين لا يزول بالشك

d)

المشقة تجلب التيسير

26.

Menurut pembagian dari segi kualitas kemafsadatannya, menjual senjata kepada musuh yang pasti akan digunakan untuk memerangi kaum muslimin termasuk kategori…

a)

Perbuatan yang membawa mafsadat secara pasti (qoth’i)

b)

Perbuatan yang jarang membawa mafsadat

c)

Perbuatan yang biasanya dan besar kemungkinan membawa mafsadat

d)

Perbuatan yang mengandung maslahat tetapi berpeluang mafsadat

27.

Contoh problematika penelitian dengan pendekatan Sadd Dzari’ah yang disebutkan adalah…

a)

Pelarangan donor darah saat berpuasa

b)

Pelarangan investasi saham syariah

c)

Pelarangan bekerja di bank konvensional

d)

Pelarangan jual beli mata uang asing (sharf)

28.

Pernyataan berikut yang merupakan karakteristik Sadd Dzari’ah adalah…

a)

Perbuatan yang diatur sudah jelas hukumnya dalam nash

b)

Fokus pada membuka jalan (fath dzari’ah) untuk kemaslahatan

c)

Perbuatan awalnya diperbolehkan, tetapi mengandung mafsadah

d)

Mafsadah yang ada lebih kecil daripada kemaslahatannya

29.

Menurut definisi ulama ushul fiqh, hukum syara' adalah...

a)

Sifat-sifat syariat yang melekat pada suatu perbuatan

b)

Pengaruh atau efek dari suatu dalil syar'i

c)

Khitab (seruan) Syari' yang berkaitan dengan perbuatan mukallaf, baik berupa tuntutan (thalab), pilihan (takhyir), atau ketetapan (wadl'i)

d)

Putusan syar'i yang hanya terkait dengan perintah dan larangan

30.

Dalam klasifikasi hukum taklifi, manakah yang merupakan pembagian dari perintah untuk berbuat (amal)?

a)

Tahrim dan Karahah

b)

Ijab (Wajib) dan Nadb (Mandub/Sunah)

c)

Karahah dan Ibahah (Mubah)

d)

Tahrim dan Ijab

31.

Contoh dari hukum wadh'i yang berupa "Syarat" adalah...

a)

Melihat hilal Ramadan sebagai sebab wajibnya puasa

b)

Adanya wudhu' sebagai syarat sahnya shalat

c)

Perbedaan agama sebagai penghalang (mani') dalam waris

d)

Keringanan (rukhshah) berbuka puasa bagi musafir

32.

Contoh dari hukum wadh'i yang berupa "Syarat" adalah...

a)

Melihat hilal Ramadan sebagai sebab wajibnya puasa

b)

Adanya wudhu' sebagai syarat sahnya shalat

c)

Perbedaan agama sebagai penghalang (mani') dalam waris

d)

Keringanan (rukhshah) berbuka puasa bagi musafir

33.

Ulama membagi hukum taklifi menjadi tujuh bagian. Pembagian ini muncul karena mereka membedakan berdasarkan...

a)

Sifat perbuatannya, apakah fisik atau non-fisik

b)

Kualitas dalil yang digunakan, apakah qath'i (pasti) atau zhanni (dugaan)

c)

Waktu pelaksanaannya, apakah ada batas waktu atau tidak

d)

Pelakunya, apakah mukallaf atau bukan

34.

"Makan bangkai dalam keadaan darurat yang mengancam jiwa" merupakan contoh dari hukum...

a)

Wajib

b)

Haram

c)

Makruh

d)

Mubah sebagai Rukhsah (keringanan)

35.

Berikut ini yang merupakan contoh "Sebab" dalam hukum wadh'i adalah...

a)

Sampainya nisab sebagai syarat wajib zakat

b)

Tergelincirnya matahari sebagai sebab wajibnya shalat Zhuhur

c)

Haid sebagai penghalang (mani') untuk shalat

d)

Rida suami sebagai syarat keabsahan pernikahan

36.

Apa perbedaan mendasar antara Hukum Taklifi dan Hukum Wadh'i?

a)

Hukum Taklifi menuntut, melarang, atau memberi pilihan, sedangkan Wadh'i menerangkan kondisi (sebab, syarat, penghalang) suatu hukum.

b)

Hukum Taklifi bersifat umum, sedangkan Wadh'i bersifat khusus.

c)

Hukum Taklifi bersumber dari Al-Qur'an, sedangkan Wadh'i dari Hadis.

d)

Hukum Taklifi tidak bisa berubah, sedangkan Wadh'i bisa berubah sesuai kondisi.

37.

"Shalat yang dilakukan tanpa wudhu' meski waktunya sudah masuk" menurut hukum wadh'i dapat dikategorikan sebagai perbuatan yang...

a)

Memenuhi sebab dan syarat, tetapi ada penghalang

b)

Memenuhi sebab, tetapi tidak memenuhi syarat

c)

Tidak memenuhi sebab, tetapi memenuhi syarat

d)

Tidak memenuhi sebab dan syarat

38.

Salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh seorang mujtahid adalah...

a)

Menguasai ilmu ekonomi

b)

Hafal Al-Qur'an dan banyak hadis

c)

Berasal dari keluarga ulama

d)

Memiliki pengalaman politik

39.

Salah satu tantangan utama dalam pelaksanaan ijtihad di era modern adalah...

a)

Banyaknya sumber hukum

b)

Tidak adanya masalah kontemporer

c)

Kurangnya ulama yang memenuhi syarat sebagai mujtahid

d)

Penolakan masyarakat terhadap hukum Islam

40.

Contoh bidang kontemporer yang memerlukan ijtihad adalah...

a)

Hukum waris tradisional

b)

Transaksi digital dan cryptocurrency

c)

Ibadah haji

d)

Tata cara shalat