NEW
Font size
WorksheetsKlasifikasi Diagnosis Periodontal AAP 2017
Total questions: 68
Worksheet time: 34mins
Klasifikasi penyakit periodontal yang diperbarui pada tahun 2017 diselenggarakan oleh organisasi berikut, KECUALI…
American Academy of Periodontology (AAP)
European Federation of Periodontology (EFP)
World Health Organization (WHO)
Panel ahli internasional
Kelompok kerja konsensus
Salah satu keterbatasan utama klasifikasi periodontal sebelum tahun 2017 adalah…
Tidak mencakup penyakit gingiva
Tidak dapat membedakan periodontitis agresif dan kronis secara jelas
Tidak mempertimbangkan faktor lokal
Terlalu kompleks untuk klinisi
Tidak berbasis penelitian ilmiah
Perubahan utama dalam klasifikasi periodontal AAP 2017 adalah…
Penambahan istilah periodontitis agresif
Penghapusan istilah periodontitis kronis dan agresif
Penggabungan periodontitis dan gingivitis
Penghilangan faktor risiko sistemik
Penyederhanaan tanpa sistem penilaian
Sistem baru yang diperkenalkan dalam klasifikasi periodontal AAP 2017 untuk menilai tingkat keparahan dan progresivitas penyakit adalah…
Tipe dan subtype
Skor dan indeks
Stage dan grade
Risiko dan prognosis
Lokal dan general
Penambahan baru dalam klasifikasi penyakit periodontal tahun 2017 adalah…
Penyakit mukosa oral
Kelainan oklusi
Penyakit peri-implan
Resesi gingiva fisiologis
Trauma oklusal
Tujuan utama diperbaruinya klasifikasi periodontal AAP 2017 adalah…
Menyeragamkan terapi periodontal
Mempermudah penelitian laboratorium
Memperbarui kriteria diagnosis penyakit periodontal dan peri-implan
Menggantikan seluruh klasifikasi lama
Menyederhanakan terminologi klinis saja
Salah satu keuntungan penggunaan sistem staging dan grading adalah…
Mengurangi kebutuhan pemeriksaan radiograf
Menentukan diagnosis berdasarkan usia pasien
Membantu perencanaan perawatan yang lebih tepat
Menghilangkan perlunya evaluasi faktor sistemik
Membatasi diagnosis hanya pada periodontitis berat
Pendekatan diagnosis dalam klasifikasi periodontal terbaru bersifat…
Berbasis populasi
Berdasarkan usia dan jenis kelamin
Universal untuk semua pasien
Individual untuk setiap pasien
Terbatas pada kondisi lokal
Salah satu dampak positif dari klasifikasi periodontal AAP 2017 dalam praktik klinis adalah…
Mengurangi waktu perawatan
Memperbaiki komunikasi klinis antar profesional
Menghilangkan kebutuhan dokumentasi
Membatasi rencana perawatan
Mengurangi peran pasien
Referensi utama yang digunakan dalam penyusunan klasifikasi periodontal AAP 2017 adalah…
Textbook of Oral Pathology
WHO Oral Health Report
Carranza’s Clinical Periodontology edisi terbaru
Newman & Carranza edisi lama
Journal of Prosthodontics
Perempuan 33 tahun datang untuk pemeriksaan rutin. Pemeriksaan menunjukkan kehilangan perlekatan klinis (CAL) 2 mm, kehilangan tulang alveolar kurang dari 15% sepertiga koronal, kedalaman poket terdalam 4 mm, dan tidak ada kehilangan gigi akibat periodontitis. Pasien tidak merokok dan tidak memiliki penyakit sistemik. Diagnosis periodontal yang paling tepat adalah:
Periodontitis Stage I Grade A
Periodontitis Stage II Grade B
Periodontitis Stage III Grade B
Periodontitis Kronis
Gingivitis Kronis
Seorang laki-laki 50 tahun mengeluhkan gigi goyang dan gusi sering berdarah. Pemeriksaan menunjukkan kehilangan perlekatan klinis 5–6 mm, kehilangan tulang hingga sepertiga tengah akar, kedalaman poket ≥6 mm, serta kehilangan 2 gigi akibat periodontitis. Pasien tidak merokok dan memiliki diabetes terkontrol. Diagnosis periodontal menurut klasifikasi AAP 2017 adalah:
Periodontitis Stage III Grade B
Periodontitis Stage II Grade A
Periodontitis Stage III Grade C
Periodontitis Stage IV Grade B
Periodontitis terlokalisata
Perempuan 56 tahun datang dengan keluhan kesulitan mengunyah dan perubahan posisi gigi. Ditemukan kehilangan lebih dari 5 gigi akibat periodontitis, kehilangan perlekatan klinis ≥6 mm, kehilangan tulang hingga sepertiga apikal akar, dan migrasi patologis gigi. Pasien memiliki kebiasaan merokok 20 batang per hari. Diagnosis periodontal yang paling tepat menurut klasifikasi AAP 2017 adalah:
Periodontitis Stage IV Grade C
Periodontitis Stage IV Grade B
Periodontitis Stage III Grade B
Periodontitis agresif generalisata
Periodontitis kronis
Tujuan utama perawatan penyakit periodontal adalah…
Menghilangkan seluruh mikroorganisme rongga mulut
Menghilangkan plak dan karang gigi supragingiva saja
Mencapai kontrol plak yang baik tanpa perdarahan probing
Mengembalikan warna gingiva secara estetik
Mengurangi sensitivitas gigi
Kedalaman poket periodontal yang masih dapat diterima setelah perawatan adalah…
≤ 3 mm
≤ 4 mm
≤ 5 mm
≤ 6 mm
Tidak terbatas selama tidak nyeri
Fase perawatan periodontal yang dilakukan pada kondisi akut dan memerlukan tindakan segera adalah…
Fase inisial
Fase bedah
Fase emergensi
Fase restoratif
Fase pemeliharaan
Contoh kondisi yang memerlukan perawatan fase emergensi periodontal adalah…
Periodontitis kronis tanpa nyeri
Gingivitis plak marginal
Abses periodontal
Resesi gingiva ringan
Pocket dangkal tanpa mobilitas
Tujuan utama perawatan fase inisial/non-bedah adalah…
Melakukan regenerasi jaringan periodontal
Menghilangkan faktor penyebab inflamasi periodontal
Mengoreksi kelainan estetik gingiva
Menutup poket secara bedah
Melakukan pemasangan prostesa tetap
Tindakan berikut termasuk dalam perawatan fase inisial/non-bedah periodontal…
Gingivectomy
Crown lengthening
Scaling dan root planing
Guided tissue regeneration
Connective tissue graft
Tujuan utama fase bedah periodontal adalah…
Edukasi pasien
Kontrol plak supragingiva
Eliminasi poket dan regenerasi jaringan periodontal
Pemasangan gigi tiruan
Splinting gigi
Tindakan yang termasuk bedah regeneratif periodontal adalah…
Gingivoplasty
Operkulektomi
Guided Bone Regeneration (GBR)
Kuretase gingiva
Bedah flap sederhana
Fase rehabilitatif/restoratif pada perawatan periodontal bertujuan untuk…
Mengurangi inflamasi gingiva
Mengontrol infeksi bakteri
Mengembalikan fungsi oklusi, pengunyahan, dan estetik
Mencegah resorpsi tulang alveolar
Mengeliminasi poket periodontal
Fase pemeliharaan (maintenance) dalam perawatan periodontal berfungsi untuk…
Melakukan tindakan bedah lanjutan
Mengevaluasi ulang kondisi jaringan periodontal
Memulai kembali perawatan inisial
Mengganti restorasi permanen
Menghentikan seluruh perawatan periodontal
Kontrol plak yang efektif dalam perawatan periodontal ditandai dengan…
Plak subgingiva minimal
Tidak adanya perdarahan saat probing
Penurunan kedalaman poket >7 mm
Estetika gingiva yang sempurna
Hilangnya mobilitas gigi
Scaling supragingiva dianjurkan pada gigi dengan kondisi…
Mobilitas derajat 3
Kedalaman poket >7 mm
Tanpa mobilitas atau mobilitas derajat 1
Furkasi derajat 3
Nyeri tekan berat
Perawatan fase inisial harus dilakukan sebelum fase bedah karena bertujuan untuk…
Menghilangkan tulang alveolar patologis
Menilai respon jaringan terhadap terapi dasar
Mengoreksi kelainan estetik
Menyiapkan gigi untuk prostesa permanen
Menentukan restorasi akhir
Splinting gigi goyang pada fase non-bedah bertujuan untuk…
Meningkatkan estetik
Mengurangi beban oklusal dan meningkatkan kenyamanan
Mengurangi inflamasi gingiva secara langsung
Mengeliminasi plak subgingiva
Mempercepat regenerasi tulang
Bedah flap periodontal terutama diindikasikan pada kondisi…
Gingivitis ringan
Poket periodontal dalam yang tidak responsif terhadap terapi non-bedah
Resesi gingiva tanpa inflamasi
Mobilitas gigi ringan
Plak supragingiva saja
Gingivectomy bertujuan utama untuk…
Regenerasi tulang alveolar
Eliminasi poket supraboni
Menambah jaringan gingiva
Memperbaiki sirkulasi pulpa
Mengurangi mobilitas gigi
Crown lengthening diindikasikan untuk…
Mengurangi inflamasi gingiva
Memulihkan biological width
Menghilangkan kalkulus subgingiva
Menurunkan sensitivitas gigi
Mencegah resorpsi akar
Terapi regeneratif periodontal bertujuan utama untuk…
Mengeliminasi bakteri rongga mulut
Menghilangkan jaringan nekrotik
Membentuk kembali jaringan periodontal yang hilang
Menurunkan mobilitas gigi saja
Memperbaiki warna gingiva
Fase pemeliharaan periodontal dilakukan setelah seluruh fase aktif selesai dengan tujuan…
Melakukan terapi invasif ulang
Menilai keberhasilan jangka panjang perawatan
Mengganti restorasi permanen secara rutin
Menghentikan seluruh intervensi periodonsia
Mengurangi kunjungan pasien
Indikasi rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan tingkat lanjut mencakup…
Gingivitis ringan
Plak supragingiva
Gigi goyang derajat 2
Pendarahan gingiva tanpa nyeri
Halitosis fisiologis
Penyakit periodontal didefinisikan sebagai…
Kelainan noninflamasi pada jaringan lunak rongga mulut
Peradangan dan degenerasi jaringan lunak serta jaringan penyangga gigi
Kerusakan enamel akibat bakteri plak
Penyakit infeksi terbatas pada gingiva marginal
Reaksi alergi terhadap mikroorganisme rongga mulut
Mekanisme utama terjadinya kerusakan jaringan periodontal melibatkan…
Trauma mekanik berulang
Gangguan vaskular lokal
Interaksi mikroba dan respons imun abnormal
Defisiensi nutrisi jaringan keras
Proses penuaan fisiologis
Periodontitis yang tidak ditangani dapat menimbulkan bakteremia yang meningkatkan risiko…
Karies gigi
Penyakit sistemik kronis
Hipersensitivitas dentin
Stomatitis aftosa
Maloklusi gigi
Pada sistem kardiovaskular, periodontitis berkontribusi terhadap terjadinya aterosklerosis melalui peningkatan…
Kadar glukosa darah
Aktivitas osteoklas
Protein C-reaktif dan sitokin proinflamasi
Produksi kolagen gingiva
Mineralisasi plak
Proses awal pembentukan plak aterosklerotik berkaitan dengan…
Migrasi limfosit ke alveolus
Adesi monosit pada endotel vaskular
Degenerasi otot polos dinding arteri
Aktivasi fibroblas periodontal
Resorpsi tulang alveolar
Hubungan antara periodontitis dan penyakit pernapasan terutama terjadi melalui mekanisme…
Reaksi hipersensitivitas tipe I
Penyebaran hematogen toksin bakteri
Aspirasi bakteri rongga mulut ke saluran napas
Aktivasi osteoklas oleh sitokin
Hambatan difusi oksigen alveolar
Penyakit periodontal dikaitkan dengan rheumatoid arthritis karena adanya…
Penurunan mineral tulang sistemik
Respons inflamasi autoimun yang tidak terkontrol
Defisiensi enzim proteolitik
Aktivasi hormon steroid
Gangguan mekanisme koagulasi
Pada sistem reproduksi, periodontitis dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur melalui peningkatan produksi…
Estrogen dan progesteron
Faktor pertumbuhan jaringan
Sitokin proinflamasi seperti IL-1 dan TNF-α
Enzim saliva protektif
Antibodi sekretori IgA
Hubungan antara penyakit periodontal dan diabetes melitus tipe 2 salah satunya disebabkan oleh…
Kerusakan langsung sel β pankreas oleh bakteri
Gangguan absorpsi insulin di usus
Aktivasi respon inflamasi sistemik yang merusak sel penghasil insulin
Hiperglikemia akibat nyeri periodontal
Gangguan metabolisme kalsium
Pengaruh kebiasaan merokok terhadap jaringan periodontal ditandai dengan…
Penurunan akumulasi plak gigi
Penyembuhan jaringan gingiva lebih cepat
Perubahan vaskularisasi dan peningkatan kerusakan perlekatan periodontal
Reduksi resesi gingiva
Peningkatan respon imun protektif
Periodontitis berkontribusi pada penyakit sistemik melalui mekanisme utama berupa…
Reaksi alergi
Hipoksia jaringan lokal
Inflamasi sistemik akibat bakteremia
Trauma oklusal kronis
Degenerasi saraf
Protein fase akut yang meningkat pada periodontitis dan berperan pada penyakit kardiovaskular adalah…
Albumin
Imunoglobulin A
Protein C-reaktif
Fibrinolitin
Hemoglobin
Dampak periodontitis terhadap pembuluh darah ditandai oleh…
Vasokonstriksi sementara
Aktivasi proses aterosklerotik
Penurunan adhesi leukosit
Regenerasi endotel
Eliminasi CRP
Hubungan periodontitis dengan stroke berkaitan dengan peningkatan…
Osteoblas sirkulasi
Aktivitas platelet dan trombosis
Produksi saliva
Kekuatan ligamen periodontal
Aliran saliva
Periodontitis meningkatkan risiko pneumonia nosokomial terutama melalui…
Aktivasi neutrofil alveolar
Aspirasi mikroorganisme rongga mulut
Hipersensitivitas bronkus
Penurunan refleks batuk
Vasodilatasi paru
Rheumatoid arthritis dan periodontitis memiliki kesamaan berupa…
Penyebab tunggal bakteri
Inflamasi kronis yang kompleks
Kerusakan mekanis jaringan
Defisiensi mineral tulang
Penyakit degeneratif murni
Periodontitis pada kehamilan dapat meningkatkan risiko berat badan lahir rendah melalui…
Defisiensi nutrisi ibu
Produksi hormon estrogen berlebih
Peningkatan sitokin proinflamasi sistemik
Penurunan kadar insulin
Hipoksia plasenta noninflamasi
Hubungan periodontitis dengan diabetes bersifat…
Tidak saling mempengaruhi
Searah satu arah
Dua arah (bidirectional)
Hanya lokal
Tidak bermakna klinis
Faktor utama dalam asap rokok yang menyebabkan permukaan gigi mudah dilekati plak adalah…
Nikotin cair
Tar
Karbon monoksida
Oksigen bebas
Nitrogen
Pada perokok, progresivitas periodontitis ditandai dengan…
Inflamasi gingiva minimal tetapi destruksi jaringan berat
Penyembuhan jaringan lebih cepat
Respon imun yang lebih kuat
Penurunan kehilangan tulang alveolar
Stabilitas perlekatan periodontal
Biofilm didefinisikan sebagai…
Lapisan mineral keras pada permukaan gigi
Koloni bakteri bebas dalam saliva
Komunitas mikroorganisme terorganisir yang melekat dan dilindungi matriks ekstraselular
Sisa makanan yang menempel pada gigi
Endapan kalsium dari saliva
Tahap awal pembentukan biofilm pada permukaan gigi dimulai dengan terbentuknya…
Dental plak matang
Lapisan acquired enamel pellicle
Kalkulus subgingiva
Koloni bakteri gram negatif
Jaringan fibrosa gingiva
Respons inflamasi awal akibat biofilm pada jaringan periodontal ditandai oleh…
Migrasi junctional epitel ke koronal
Penurunan sulkus gingiva
Pembengkakan gingiva dan pendalaman sulkus
Regenerasi serabut kolagen
Pembentukan tulang alveolar baru
Kerusakan jaringan periodontal berlanjut terutama disebabkan oleh…
Invasi bakteri secara langsung ke tulang
Respons inflamasi host yang berlebihan dan persisten
Kekurangan nutrisi saliva
Trauma mekanis ringan
Penurunan aliran darah gingiva
Dental kalkulus terbentuk melalui proses utama berupa…
Adhesi bakteri gram negatif
Mineralisasi plak oleh ion kalsium dan fosfat
Presipitasi protein saliva
Degenerasi serabut kolagen
Aktivasi sel epitel
Lokasi akumulasi tersering dental kalkulus supragingiva adalah…
Permukaan palatal molar mandibula
Permukaan lingual insisivus mandibula dan bukal molar maksila
Servikal gigi kaninus maksila
Interproksimal premolar mandibula
Permukaan distal molar ketiga
Perbedaan utama antara plak dan kalkulus dalam interaksinya dengan jaringan periodontal adalah…
Plak bersifat inert, kalkulus aktif biologis
Kalkulus tidak mengandung bakteri
Plak merupakan biofilm hidup, sedangkan kalkulus menjadi reservoir bakteri
Plak hanya terbentuk subgingiva
Kalkulus lebih mudah dibersihkan dibanding plak
Gangguan fungsi pengunyahan berdampak pada jaringan periodontal karena…
Meningkatkan produksi saliva
Menurunkan aktivitas osteoklas
Mengubah distribusi beban oklusal pada gigi
Meningkatkan ketebalan enamel
Mengurangi pembentukan plak
Faktor predisposisi lokal yang mempermudah terjadinya penyakit periodontal meliputi…
Faktor genetik dan usia
Merokok dan diabetes
Posisi gigi tidak ideal dan restorasi yang tidak tepat
Stres dan gangguan imun
Penyakit kardiovaskular
Inti patogenesis penyakit periodontal menurut konsep Carranza adalah…
Destruksi jaringan oleh bakteri secara langsung
Kerusakan jaringan akibat trauma oklusi
Ketidakseimbangan antara biofilm patogen dan respons imun host
Penurunan pembentukan tulang fisiologis
Proses degeneratif alami jaringan periodontal
Junctional epitel mengalami migrasi ke arah apikal pada penyakit periodontal sebagai akibat dari…
Penurunan adaptasi epitel terhadap email
Resorpsi dentin servikal
Respons inflamasi kronis yang menyebabkan destruksi jaringan ikat
Peningkatan ketebalan epitel gingiva
Stimulasi osteoblas
Mediator inflamasi utama yang berperan dalam aktivasi osteoklas pada periodontitis adalah…
IL-4 dan IL-10
IL-1β, IL-6, dan TNF-α
IFN-γ dan IL-2
TGF-β dan BMP
Histamin dan serotonin
Peran RANKL dalam patogenesis penyakit periodontal adalah…
Menghambat resorpsi tulang
Merangsang diferensiasi dan aktivitas osteoklas
Mempercepat regenerasi ligamentum periodontal
Menurunkan respon inflamasi
Meningkatkan sintesis kolagen
Kondisi kehilangan satu atau beberapa gigi dapat memperburuk status periodontal karena…
Meningkatkan produksi saliva
Memperbaiki distribusi beban kunyah
Menyebabkan migrasi dan rotasi gigi serta penumpukan plak
Mengurangi risiko karies servikal
Memperkuat perlekatan periodontal
Keadaan dysbiosis pada biofilm periodontal ditandai oleh meningkatnya prevalensi bakteri…
Streptococcus sanguinis
Actinomyces viscosus
Porphyromonas gingivalis, Tannerella forsythia, dan Treponema denticola
Lactobacillus spp.
Candida albicans
