Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

ukom mater

Total questions: 21

Worksheet time: 16mins

Name
Class
Date
1.

Seorang perempuan 18 tahun datang dengan keluhan keputihan berwarna

kekuningan dan mengatakan malu dengan keadaannya. Hasil pengkajian:

cairan kental di vagina warna kekuningan, sekitar kemaluan merah bekas

digaruk dan berbau, ekspresi wajah sedih dan cemas.

Apakah diagnosis keperawatan pada kasus tersebut?

a)

Gatal berhubungan dengan proses infeksi

b)

Risiko infeksi berhubungan dengan keputihan

c)

Keputihan berhubungan dengan proses infeksi

d)

Nyeri berhubungan dengan adanya luka garukan

e)

Harga diri rendah berhubungan dengan keputihan

2.

Seorang perempuan 45 tahun datang ketempat pelayanan kesehatan

dengan keluhan sering mengalami perdarahan sejak 6 bulan yang lalu,

keputihan berbau dan nyeri pada perut bagian bawah. Hasil pengkajian:

perdarahan pervaginam sedikit warna merah kehitaman, keputihan berbau,

TD 90/60 mmhg, frekuensi napas 20x/mnt, frekuensi nadi 90x/mnt, suhu

36,50 C, muka pucat, konjungtiva pucat, bibir pucat dan kering, Hb 10 gr%,

CRT > 3 detik.

Apakah diagnosis keperawatan utama pada kasus tersebut?

a)

Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan

keputihan

b)

Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan perdarahan

pervaginam

c)

Harga diri rendah berhubungan dengan kemaluan yang berbau

d)

Perdarahan berhubungan adanya kanker

e)

Anemi berhubungan dengan perdarahan

3.

Seorang perempuan, 16 tahun datang ke klinik dengan keluhan keputihan

berlebih. Hasil pengkajian, terasa gatal disekitar alat kemaluan sejak satu

minggu yang lalu, setiap BAB dan BAK membilas daerah kemaluan dari

belakang ke depan dan tidak dikeringkan, TD 100/70 mmHg, frekuensi

napas 18x/menit, frekuensi nadi 74x/menit, labia tampak kemerahan, dari

vagina keluar cairan warna kuning. Perawat menjelaskan tentang kebersihan

vagina.

Apakah evaluasi yang diharapkan dari intervensi pada kasus tersebut?

a)

. Mengatakan dirinya telah sehat

b)

.

B. Mengatakan keputihan berkurang

c)

.

C. Bersedia melakukan imunisasi HPV

d)

.

D. Dapat menjelaskan cara vulva hygiene

e)

.

E. Mengatakan mengerti dengan penjelasan perawat

4.

Seorang perempuan, 40 tahun, P5A2, baru melahirkan anak ke 7 secara

spontan, datang ke klinik KIA beserta suaminya untuk konsultasi metode

kontrasepsi. Hasil pengkajian, mengatakan ingin menggunakan alat KB,

sebelumnya tidak menggunakan alat kontrasepsi, TD 150/100 mmHg,

frekuensi napas 24x/m, frekuensi nadi 82x/menit dan suhu 36,50 C.

Apakah jenis alat kontrasepsi yang dapat dianjurkan berdasarkan kasus

tersebut?

a)

Pil

b)

B. Suntik

c)

C. Tubektomi

d)

D. AKBK (Alat Kontrasepsi Bawah Kulit)

e)

E. AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)

5.

Seorang perempuan, 40 tahun, P3A0 dirawat dengan perdarahan

postpartum hari kedua, mengeluh nyeri perut, lemas dan lelah. Hasil

pengkajian: TD 100/70 mmHg, frekuensi nadi 88x/mnt, frekuensi napas

24x/mnt, wajah pucat, lokhea rubra, pembalut penuh dan sudah diganti 3x.

Apakah tindakan observasi selanjutnya untuk melengkapi pengkajian pada

kasus tersebut?

a)

A. TFU.

b)

B. Kadar Hb.

c)

C. Turgor kulit

d)

D. Balance cairan.

e)

E. Keadaan umum

6.

Seorang perempuan, 30 tahun, dirawat di ruang bersalin telah melahirkan

bayi perempuan spontan, BB 3000 gram, APGAR 8/9. Hasil pengkajian:uterus membulat, TFU di bawah pusat, his (+), tali pusat memanjang, keluar

darah dari vagina, terdapat lecet di daerah perineum, tidak ada robekan

perineum.

Apakah tindakan selanjutnya yang dilakukan penolong pada kasus tersebut?

a)

. Menghentikan perdarahan.

b)

.

B. Menganjurkan ibu untuk IMD.

c)

. .

C. Memberikan injeksi sintosinon.

.

d)

D. Mengosongkan kandung kemih.

e)

.

E. Membantu melahirkan plasenta.

7.

Seorang perempuan, 30 tahun, G2P0A1, 32 minggu, dirawat dengan

preeklamsia berat, keluhan sakit kepala dengan skala nyeri 5. Hasil

pengkajian: TD 165/100 mmHg, frekuensi napas 20 x/mnt, frekuensi nadi

90x/mnt, suhu 370 C. Masalah keperawatan yang ditegakkan adalah risiko

cidera pada janin.

Apakah kriteria hasil dari masalah keperawatan pada kasus tersebut?

a)

Perut teraba lunak.

b)

.

B. Skala nyeri menjadi 3.

c)

C. Frekuensi DJJ 140 x/mnt.

d)

D. Kesadaran kompos mentis.

e)

E. Keluhan nyeri kepala menurun.

8.

Seorang perempuan 29 tahun, G1P0A0,14 minggu, dirawat dengan

hyperemesis. Hasil pengkajian ibu mengatakan mual-mual, setiap makan

dan minum selalu dimuntahkan, tampak lemah, TD 110/70 mmHg, frekuensi

nadi 88 x/menit, frekuensi napas 22 x/menit, terapi infus RL 30 tpm. Sebelum

infus dipasang perawat menerapkan prinsip autonomy.

Apakah tindakan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Melaksanakan tindakan sesuai dengan SOP.

b)

B. Mendahulukan tindakan dari tindakan yang lainnya.

c)

.

C. Merespon semua keluhan yang diungkapkan pasien.

d)

D. Menjelaskan tindakan dan meminta persetujuan pasien.

e)

E. Melaksanakan tindakan secara sistimatis untuk mencegah kesalahan.

9.

Seorang perempuan, 28 tahun G2P1A0, 39 minggu, dirawat dengan keluhan

mules dan keluar lendir bercampur darah. Hasil pengkajian: TTV normal, TFU

33 cm, fundus uteri teraba bagian besar dan lunak, punggung kanan, pada bagian bawah teraba bulat keras, penurunan kepala di hodge II,

pemeriksaan dalam portio lunak, pembukaan 4 cm dan ketuban (+).

Apakah tindakan keperawatan selanjutnya berdasarkan kasus tersebut?

a)

Kaji DJJ dan kontraksi uterus.

b)

B. Kolaborasi pemberian oksigen.

c)

.

C. Observasi perineum terhadap prolaps tali pusat.

d)

D. Anjurkan untuk relaksasi dan istirahat diantara kontraksi

e)

E. Sarankan ibu untuk tidak berbaring telentang lebih dari 10 menit

10.

Seorang perempuan, 30 tahun, G2P1A0, 39 minggu datang ke Puskesmas

dengan keluhan perut kencang sejak 4 jam yang lalu, keluar lendir

bercampur darah dari vagina. Hasil pengkajian: pembukaan 4 cm, ketuban

utuh, presentasi kepala, his 2x dalam 10 menit durasi 20 detik, DJJ 136

x/menit.

Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

A. Menganjurkan ibu untuk meneran.

b)

B. Menganjurkan ibu untuk berjongkok.

.

c)

C. Menganjurkan ibu untuk tetap berjalan-jalan kecil.

d)

D. Menganjurkan ibu berbaring terlentang ditempat tidur.

e)

E. Menganjurkan ibu untuk melatih pernapasan agar kuat hingga

persalinan.

11.

Seorang Perempuan, 25 tahun, P1A0, post seksio sesarea hari kedua atas

indikasi preeklamsi berat. Saat ini ibu merasa cemas dan khawatir karena

bayinya menangis saat disusui, mengeluh ASI belum keluar dengan lancar.

Hasil pengkajian: payudara simetris, tampak membesar, teraba lembek,

puting susu menonjol, kolostrum (+), bayi dirawat di inkubator.

Apakah diagnosis keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

. Menyusui tidak efektif b.d kurang terpaparnya informasi tentang

pentingnya menyusu.

b)

Menyusui tidak efektif b.d ketidakadekuatan refleks hisap bayi.

c)

Menyusui tidak efektif b.d ketidakadekuatan suplai ASI.

d)

Menyusui tidak efektif b.d breast engorgement.

e)

Menyusui tidak efektif b.d tidak rawat gabung.

12.

Seorang perempun, 27 tahun, P1A0, postpartum delapan jam yang lalu

dirawat di ruang nifas. Mengeluh ASI belum lancar dan tidak suka makan

sayur. Hasil pengkajian: payudara lembek, kolostrum sudah keluar, puting

susu menonjol, reflek hisap bayi kuat.

Apakah tindakan keperawatan prioritas pada kasus tersebut?

a)

Menganjurkan ibu untuk tetap menyusui bayinya

b)

Mengajarkan kepada ibu teknik menyusui yang benar

c)

Menganjurkan ibu untuk makan sayuran berwarna hijau

d)

Melakukan perawatan payudara (breast care dan pijat oksitosin)

e)

Menjelaskan kepada ibu bahwa ASI belum lancar pada hari pertama nifas

merupakan hal yang normal

13.

Seorang perempun, 23 tahun P1A0, postpartum dua jam yang lalu

mengeluh lemas. Hasil pengkajian: tinggi fundus uteri 2 jari di atas pusat,

posisi uterus disamping dan teraba lembek, pembalut penuh dalam waktu

2 jam.

Apakah pengkajian keperawatan selanjutnya yang perlu dilakukan pada

kasus tersebut?

a)

Memeriksa kondisi bladder

b)

Memeriksa kontraksi uterus

c)

Memeriksa faktor pembekuan darah

d)

Memeriksa adanya sisa plasenta yang tertinggal dalam uterus

e)

Memeriksa adanya laserasi pada perineum yang belum terjahit

14.

Seorang Perempuan, 37 tahun, P5A0, postpartum dua hari yang lalu. Saat

ini, dilakukan konseling keluarga berencana oleh perawat. Hasil pengkajian,

ibu mengatakan ingin mengikuti program keluarga berencana, riwayat

menstruasi teratur, ingin menyusui bayinya secara eksklusif, TD 120/80

mmHg, frekuensi nadi 80 x/menit, frekuensi napas 18 x/menit, suhu 36

derajat celsius.

Apakah metode kontrasepsi yang tepat pada kasus tersebut?

a)

IUD

b)

B. Suntik

c)

C. Mini pil

d)

D. Kondom

e)

E. Tubektomi

15.

Seorang perempuan 30 tahun, G2P1A0, datang ke poliklinik KIA untuk

memeriksakan kehamilan. Pasien lupa kapan hari pertama haid terakhirnya.

Hasil pengkajian: tinggi fundus uteri 28 cm, punggung kanan, presentasi

kepala, belum masuk pintu atas panggul.

Berapakah usia kehamilan ibu pada kasus tersebut?

a)

28 minggu

b)

B. 29 minggu

c)

C. 30 minggu

d)

D. 31 minggu

e)

E. 32 minggu

16.

Seorang perempuan, 27 tahun, G1P0A0, 16 minggu, datang ke poliklinik KIA

dengan keluhan terlambat menstruasi, mual dan muntah, payudara tegang.

Hasil pengkajian: tes urin (+), DJJ 140 x/menit.

Apakah tanda pasti kehamilan pada kasus tersebut?

a)

Terlambat menstruasi

b)

B. Mual dan muntah

c)

C. Payudara tegang

d)

D. Urine tes (+)

e)

E. DJJ

17.

Seorang Perempuan 27 tahun, G1P0A0, 30 minggu, datang ke poliklinik KIA

dengan keluhan keluar air dari jalan lahir sejak delapan jam sebelum masuk

RS. Hasil pengkajian: tidak ada pembukaan servik, keluar air ketuban, warna

keruh, klien tampak cemas.

Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?

a)

Risiko persalinan prematur

b)

B. Risiko persalinan macet

c)

C. Risiko infeksi

d)

D. Risiko BBLR

e)

E. Cemas

18.

Seorang perempuan 28 tahun, G2P1A0, 40 minggu, datang ke RS jam 06.00

dengan keluhan keluar lendir darah, terasa kencang sejak jam 03.00. Hasil pengkajian: Ibu merasakan dorongan ingin meneran, vulva tampak

membuka, anus mengembang, his 4 kali dalam 10 menit lamanya 45 detik.

Apakah tindakan keperawatan selanjutnya yang dilakukan pada kasus

tersebut?

a)

Meminta pasien untuk miring kiri

b)

B. Melakukan periksa dalam

c)

C. Melakukan episiotomi

d)

D. Memecahkan ketuban

e)

E. Memimpin persalinan

19.

Seorang Perempuan, 25 tahun, G1P0A0, hamil 40 minggu, datang ke RS jam

07.00 dengan keluhan keluar lendir darah dan terasa kencang sejak jam

03.00. Ibu merasakan dorongan ingin meneran, vulva tampak membuka,

anus mengembang. Hasil pengkajian: pembukaan lengkap, presentasi

kepala, selaput ketuban sudah pecah, his 4 kali dalam 10 menit lamanya 45

detik.

Apakah tindakan keperawatan selanjutnya pada kasus tersebut?

a)

. Meminta pasien untuk miring kiri

b)

.

B. Melakukan periksa dalam

c)

.

C. Melakukan episiotomi

d)

D. Memecahkan ketuban

e)

E. Memimpin persalinan

20.

Seorang Perempuan, 25 tahun, G1P0A0, hamil 40 minggu, datang ke RS jam

07.00 dengan keluhan keluar lendir darah dan terasa kencang sejak jam

03.00. Ibu merasakan dorongan ingin meneran, vulva tampak membuka,

anus mengembang. Hasil pengkajian: pembukaan lengkap, presentasi

kepala, selaput ketuban sudah pecah, his 4 kali dalam 10 menit lamanya 45

detik.

Apakah tindakan keperawatan selanjutnya pada kasus tersebut?

a)

Meminta ibu melakukan tarik napas dalam

b)

B. Meminta pasien untuk miring kiri

c)

C. Melakukan episiotomi

d)

Meminta ibu melakukan tarik

D. Memecahkan ketuban

e)

E. Memimpin persalinan

21.

Seorang Perempuan, 25 tahun, P2A0, 39 minggu, dirawat di ruang bersalin.

Setelah bayi lahir langsung menangis, apgar skor 9/10. Bayi diposisikan di

perut ibu dan dikeringkan.

Apakah Tindakan selanjutnya yang harus dilakukan pada kasus tersebut?

a)

Lakukan inisiasi menyusu dini

oksitosin

b)

B. Menyuntikkan oksitosin

c)

C. Lakukan klem tali pusat

d)

D. Mengecek fundus uteri

e)

E. Memotong tali pusat