NEW
Font size
WorksheetsUAS Konsep Dasar Promosi Kesehatan 2025
Total questions: 20
Worksheet time: 7mins
Pak Joko mengalami batuk kronis selama 3 minggu, namun enggan periksa ke puskesmas karena takut didiagnosis TBC. Keluarganya juga belum sadar pentingnya pemeriksaan dini. Tantangan promosi kesehatan dalam kasus ini adalah:
Keterbatasan fasilitas laboratorium
Stigma sosial terhadap penyakit menular
Kurangnya tenaga promkes
Lokasi rumah terlalu jauh dari puskesmas
Tidak ada biaya Pemeriksaan
Remaja putri di rumah Bu Intan sering mengeluh lemas. Petugas promkes mendatangi rumah untuk edukasi anemia dan membagikan tablet tambah darah. Strategi promosi kesehatan yang digunakan adalah:
Penyuluhan massal
Promosi berbasis media
Intervensi rumah tangga dengan edukasi dan suplai
Pemasangan spanduk di desa
Promosi melalui sekolah
Keluarga Pak Fajar tidak memiliki kartu JKN dan menganggap bahwa pergi ke fasilitas kesehatan hanya akan menambah beban biaya. Apa strategi yang dapat digunakan petugas promkes untuk mengubah pola pikir keluarga?
Mengancam denda jika tidak ikut JKN
Menyampaikan informasi tentang manfaat JKN dan prosedur pendaftarannya
Memberikan kartu JKN secara gratis
Menyuruh keluarga datang ke puskesmas
Melaporkan ke ketua RT
Bu Imah sering membeli antibiotik tanpa resep saat keluarganya demam. Ia percaya bahwa semua sakit bisa sembuh dengan antibiotik. Apa tantangan utama promosi kesehatan pada kasus ini?
Kurangnya dokter
Minimnya pemahaman tentang penggunaan obat rasional
Akses ke rumah sakit rendah
Tidak ada apotek
Kurangnya transportasi
Keluarga Lina di daerah terpencil, anak-anak terkena diare akibat pakai air sungai. Petugas mengajari cara menjernihkan air. Indikator keluarga yang diintervensi?
Sanitasi layak
Akses air bersih
Larangan merokok di rumah
Asuransi kesehatan
ASI Eksklusif
Keluarga Pak Hendro mengikuti kegiatan Posbindu, menyimpan air dengan tertutup, tidak merokok, dan mengikuti KB. Apa indikator pendekatan keluarga yang tercapai?
PHBS rumah tangga
Keluarga belum sadar kesehatan
Keluarga dengan gizi buruk
Keluarga tanpa JKN
Keluarga dengan penyakit menular
Keluarga Pak Danu tinggal di dekat tempat pembuangan sampah. Banyak nyamuk berkembang biak dan anak-anaknya sering sakit demam. Petugas promkes memberikan edukasi tentang pengelolaan sampah dan lingkungan sehat. Indikator yang perlu diperbaiki adalah:
Akses air bersih
Pengendalian vektor dan sanitasi lingkungan
Imunisasi lengkap
Pemantauan tumbuh kembang anak
Gizi seimbang
Di SMA Harapan, banyak siswa mengalami stres karena tekanan akademik. Guru BK dan petugas promosi kesehatan bekerja sama memberikan sesi konseling dan pelatihan manajemen stres. Strategi promosi kesehatan yang digunakan termasuk:
Strategi fisik lingkungan
Strategi penguatan kebijakan
Strategi pendidikan kesehatan mental
Strategi peraturan sekolah
Strategi promosi digital
Siswa di SMP Amanah sering jajan sembarangan dan membuang sampah di lantai. Sekolah belum memiliki program kebersihan berbasis siswa. Strategi promosi kesehatan yang sebaiknya diterapkan adalah:
Pemasangan CCTV
Hukuman bagi siswa
Pembentukan duta sanitasi sekolah
Penyediaan vending machine
Pemberian vitamin
Beberapa siswa di SMA Taruna diketahui merokok di toilet sekolah. Guru hanya memberikan teguran lisan, tanpa upaya promosi kesehatan lanjutan. Apa yang seharusnya dilakukan dalam promosi kesehatan?
Diamkan saja karena hanya sesekali
Lakukan pendekatan hukum
Berikan penyuluhan, pendampingan, dan pembentukan kelompok anti rokok
Keluarkan siswa dari sekolah
Wajibkan siswa lapor tiap pagi
SMP Sadar Sehat mengadakan pemeriksaan mata, tinggi badan, dan tekanan darah setiap 6 bulan untuk seluruh siswanya. Kegiatan ini termasuk dalam:
Promosi akademik
Kurikulum tambahan
Deteksi dini masalah kesehatan
Pendidikan karakter
Program bimbingan belajar
SD Mandiri memiliki sarana cuci tangan, namun sabun sering habis dan tidak ada jadwal pengisian ulang. Akibatnya, kebiasaan cuci tangan tidak konsisten. Masalah utama dalam promosi kesehatan adalah:
Sarana kurang memadai
Pengawasan perilaku kurang
Kontinuitas fasilitas tidak dijaga
Siswa kurang diajari pentingnya cuci tangan
Guru tidak memberi contoh
SMA Taruna memasukkan materi kesehatan reproduksi dan gizi seimbang dalam pelajaran Biologi dan Penjas. Guru dilatih menyampaikan materi dengan pendekatan ramah siswa. Indikator promosi kesehatan yang tercermin adalah:
Pembentukan karakter siswa sehat
Integrasi pendidikan kesehatan dalam kurikulum
Pelatihan guru tentang konseling
Penyediaan modul cetak
Penerapan protokol kesehatan
Guru SMP Maju aktif mendukung kegiatan promosi kesehatan seperti senam pagi, skrining kesehatan, dan lomba kebersihan kelas. Tantangan promosi kesehatan yang TIDAK terjadi di sekolah ini adalah:
Kurangnya keterlibatan guru
Dukungan kepala sekolah rendah
Kurangnya sarana promosi
Guru mendukung aktivitas promosi
Kebijakan sekolah belum jelas
Puskesmas Bahagia memiliki ruang tunggu yang ramai, namun tidak ada media edukasi seperti poster atau leaflet. Petugas juga jarang memberikan edukasi langsung. Indikator promosi kesehatan apa yang belum terpenuhi?
Ketersediaan tenaga promosi kesehatan
Sarana pelayanan ramah lansia
Penyediaan media informasi dan edukasi kesehatan
Ketersediaan obat dan alat kesehatan
Aksesibilitas untuk penyandang disabilitas
Rumah sakit daerah belum membentuk tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS), sehingga tidak ada sesi penyuluhan untuk pasien rawat inap maupun keluarganya. Apa akibat yang mungkin terjadi tanpa keberadaan PKRS?
Meningkatnya antrian di IGD
Penurunan kualitas layanan administrative
Rendahnya literasi kesehatan pasien
Kekurangan dokter spesialis
Masalah parkir di rumah sakit
Di RS Harapan, pasien-pasien dengan HIV/AIDS mendapatkan konseling rutin oleh petugas promkes dan konselor sebaya. Fungsi promosi kesehatan yang ditonjolkan adalah:
Pelayanan Farmasi
Dukungan psikososial dan edukasi
Tindakan medis
Promosi sarana rumah sakit
Edukasi tenaga non-medis
Puskesmas menggandeng tokoh masyarakat untuk kampanye bahaya rokok. Strategi promosi kesehatan yang digunakan adalah:
Edukasi berbasis rumah sakit
Layanan primer berbasis individu
Pemberdayaan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor
Intervensi klinis
Sistem rujukan terpadu
Puskesmas melakukan survei setelah 6 bulan program remaja sehat untuk menilai perubahan pengetahuan dan sikap. Langkah ini merupakan bagian dari:
Identifikasi masalah
Perencanaan strategi
Implementasi program
Monitoring dan evaluasi
Pencatatan pasien
Puskesmas Rajin membagikan banyak leaflet, namun isinya terlalu teknis dan sulit dipahami oleh masyarakat awam. Tantangan promosi kesehatan yang terjadi adalah:
Kelebihan anggaran promkes
Desain media edukasi kurang sesuai sasaran
Masyarakat tidak butuh informasi
Puskesmas kekurangan dokter
Tidak ada kegiatan kunjungan rumah
