wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS Konsep Dasar Promosi Kesehatan 2025

Total questions: 20

Worksheet time: 7mins

Name
Class
Date
1.

Pak Joko mengalami batuk kronis selama 3 minggu, namun enggan periksa ke puskesmas karena takut didiagnosis TBC. Keluarganya juga belum sadar pentingnya pemeriksaan dini. Tantangan promosi kesehatan dalam kasus ini adalah:

a)

Keterbatasan fasilitas laboratorium

b)

Stigma sosial terhadap penyakit menular

c)

Kurangnya tenaga promkes

d)

Lokasi rumah terlalu jauh dari puskesmas

e)

Tidak ada biaya Pemeriksaan

2.

Remaja putri di rumah Bu Intan sering mengeluh lemas. Petugas promkes mendatangi rumah untuk edukasi anemia dan membagikan tablet tambah darah. Strategi promosi kesehatan yang digunakan adalah:

a)

Penyuluhan massal

b)

Promosi berbasis media

c)

Intervensi rumah tangga dengan edukasi dan suplai

d)

Pemasangan spanduk di desa

e)

Promosi melalui sekolah

3.

Keluarga Pak Fajar tidak memiliki kartu JKN dan menganggap bahwa pergi ke fasilitas kesehatan hanya akan menambah beban biaya. Apa strategi yang dapat digunakan petugas promkes untuk mengubah pola pikir keluarga?

a)

Mengancam denda jika tidak ikut JKN

b)

Menyampaikan informasi tentang manfaat JKN dan prosedur pendaftarannya

c)

Memberikan kartu JKN secara gratis

d)

Menyuruh keluarga datang ke puskesmas

e)

Melaporkan ke ketua RT

4.

Bu Imah sering membeli antibiotik tanpa resep saat keluarganya demam. Ia percaya bahwa semua sakit bisa sembuh dengan antibiotik. Apa tantangan utama promosi kesehatan pada kasus ini?

a)

Kurangnya dokter

b)

Minimnya pemahaman tentang penggunaan obat rasional

c)

Akses ke rumah sakit rendah

d)

Tidak ada apotek

e)

Kurangnya transportasi

5.

Keluarga Lina di daerah terpencil, anak-anak terkena diare akibat pakai air sungai. Petugas mengajari cara menjernihkan air. Indikator keluarga yang diintervensi?

a)

Sanitasi layak

b)

Akses air bersih

c)

Larangan merokok di rumah

d)

Asuransi kesehatan

e)

ASI Eksklusif

6.

Keluarga Pak Hendro mengikuti kegiatan Posbindu, menyimpan air dengan tertutup, tidak merokok, dan mengikuti KB. Apa indikator pendekatan keluarga yang tercapai?

a)

PHBS rumah tangga

b)

Keluarga belum sadar kesehatan

c)

Keluarga dengan gizi buruk

d)

Keluarga tanpa JKN

e)

Keluarga dengan penyakit menular

7.

Keluarga Pak Danu tinggal di dekat tempat pembuangan sampah. Banyak nyamuk berkembang biak dan anak-anaknya sering sakit demam. Petugas promkes memberikan edukasi tentang pengelolaan sampah dan lingkungan sehat. Indikator yang perlu diperbaiki adalah:

a)

Akses air bersih

b)

Pengendalian vektor dan sanitasi lingkungan

c)

Imunisasi lengkap

d)

Pemantauan tumbuh kembang anak

e)

Gizi seimbang

8.

Di SMA Harapan, banyak siswa mengalami stres karena tekanan akademik. Guru BK dan petugas promosi kesehatan bekerja sama memberikan sesi konseling dan pelatihan manajemen stres. Strategi promosi kesehatan yang digunakan termasuk:

a)

Strategi fisik lingkungan

b)

Strategi penguatan kebijakan

c)

Strategi pendidikan kesehatan mental

d)

Strategi peraturan sekolah

e)

Strategi promosi digital

9.

Siswa di SMP Amanah sering jajan sembarangan dan membuang sampah di lantai. Sekolah belum memiliki program kebersihan berbasis siswa. Strategi promosi kesehatan yang sebaiknya diterapkan adalah:

a)

Pemasangan CCTV

b)

Hukuman bagi siswa

c)

Pembentukan duta sanitasi sekolah

d)

Penyediaan vending machine

e)

Pemberian vitamin

10.

Beberapa siswa di SMA Taruna diketahui merokok di toilet sekolah. Guru hanya memberikan teguran lisan, tanpa upaya promosi kesehatan lanjutan. Apa yang seharusnya dilakukan dalam promosi kesehatan?

a)

Diamkan saja karena hanya sesekali

b)

Lakukan pendekatan hukum

c)

Berikan penyuluhan, pendampingan, dan pembentukan kelompok anti rokok

d)

Keluarkan siswa dari sekolah

e)

Wajibkan siswa lapor tiap pagi

11.

SMP Sadar Sehat mengadakan pemeriksaan mata, tinggi badan, dan tekanan darah setiap 6 bulan untuk seluruh siswanya. Kegiatan ini termasuk dalam:

a)

Promosi akademik

b)

Kurikulum tambahan

c)

Deteksi dini masalah kesehatan

d)

Pendidikan karakter

e)

Program bimbingan belajar

12.

SD Mandiri memiliki sarana cuci tangan, namun sabun sering habis dan tidak ada jadwal pengisian ulang. Akibatnya, kebiasaan cuci tangan tidak konsisten. Masalah utama dalam promosi kesehatan adalah:

a)

Sarana kurang memadai

b)

Pengawasan perilaku kurang

c)

Kontinuitas fasilitas tidak dijaga

d)

Siswa kurang diajari pentingnya cuci tangan

e)

Guru tidak memberi contoh

13.

SMA Taruna memasukkan materi kesehatan reproduksi dan gizi seimbang dalam pelajaran Biologi dan Penjas. Guru dilatih menyampaikan materi dengan pendekatan ramah siswa. Indikator promosi kesehatan yang tercermin adalah:

a)

Pembentukan karakter siswa sehat

b)

Integrasi pendidikan kesehatan dalam kurikulum

c)

Pelatihan guru tentang konseling

d)

Penyediaan modul cetak

e)

Penerapan protokol kesehatan

14.

Guru SMP Maju aktif mendukung kegiatan promosi kesehatan seperti senam pagi, skrining kesehatan, dan lomba kebersihan kelas. Tantangan promosi kesehatan yang TIDAK terjadi di sekolah ini adalah:

a)

Kurangnya keterlibatan guru

b)

Dukungan kepala sekolah rendah

c)

Kurangnya sarana promosi

d)

Guru mendukung aktivitas promosi

e)

Kebijakan sekolah belum jelas

15.

Puskesmas Bahagia memiliki ruang tunggu yang ramai, namun tidak ada media edukasi seperti poster atau leaflet. Petugas juga jarang memberikan edukasi langsung. Indikator promosi kesehatan apa yang belum terpenuhi?

a)

Ketersediaan tenaga promosi kesehatan

b)

Sarana pelayanan ramah lansia

c)

Penyediaan media informasi dan edukasi kesehatan

d)

Ketersediaan obat dan alat kesehatan

e)

Aksesibilitas untuk penyandang disabilitas

16.

Rumah sakit daerah belum membentuk tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS), sehingga tidak ada sesi penyuluhan untuk pasien rawat inap maupun keluarganya. Apa akibat yang mungkin terjadi tanpa keberadaan PKRS?

a)

Meningkatnya antrian di IGD

b)

Penurunan kualitas layanan administrative

c)

Rendahnya literasi kesehatan pasien

d)

Kekurangan dokter spesialis

e)

Masalah parkir di rumah sakit

17.

Di RS Harapan, pasien-pasien dengan HIV/AIDS mendapatkan konseling rutin oleh petugas promkes dan konselor sebaya. Fungsi promosi kesehatan yang ditonjolkan adalah:

a)

Pelayanan Farmasi

b)

Dukungan psikososial dan edukasi

c)

Tindakan medis

d)

Promosi sarana rumah sakit

e)

Edukasi tenaga non-medis

18.

Puskesmas menggandeng tokoh masyarakat untuk kampanye bahaya rokok. Strategi promosi kesehatan yang digunakan adalah:

a)

Edukasi berbasis rumah sakit

b)

Layanan primer berbasis individu

c)

Pemberdayaan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor

d)

Intervensi klinis

e)

Sistem rujukan terpadu

19.

Puskesmas melakukan survei setelah 6 bulan program remaja sehat untuk menilai perubahan pengetahuan dan sikap. Langkah ini merupakan bagian dari:

a)

Identifikasi masalah

b)

Perencanaan strategi

c)

Implementasi program

d)

Monitoring dan evaluasi

e)

Pencatatan pasien

20.

Puskesmas Rajin membagikan banyak leaflet, namun isinya terlalu teknis dan sulit dipahami oleh masyarakat awam. Tantangan promosi kesehatan yang terjadi adalah:

a)

Kelebihan anggaran promkes

b)

Desain media edukasi kurang sesuai sasaran

c)

Masyarakat tidak butuh informasi

d)

Puskesmas kekurangan dokter

e)

Tidak ada kegiatan kunjungan rumah