WorksheetsEkstraksi Soal Worksheet (Indonesian, Kelas 13)
Total questions: 103
Worksheet time: 52mins
Urutan rantai infeksi yang benar adalah...
Reservoir → mode transmisi → portal ke luar → portal masuk → pejamu yang rentan (suspetibel)
Reservoir → portal ke luar → mode transmisi → portal masuk → pejamu yang rentan (suspetibel)
Reservoir → portal masuk → mode transmisi → portal keluar → pejamu yang rentan (suspetibel)
Portal keluar → Reservoir → mode transmisi → portal masuk → pejamu yang rentan (suspetibel)
portal masuk → portal ke luar → mode transmisi → Reservoir → pejamu yang rentan (suspetibel)
Salah satu jenis perlindungan khusus pada tingkat pencegahan primer adalah.
Pendidikan kesehatan
Gizi yang cukup sesuai dengan perkembangan
Imunisasi
Perumahan, rekreasi, tempat kerja
Konseling perkawinan
Pengertian dari Riwayat alamiah penyakit adalah.
perkembangan proses penyakit pada masyarakat sepanjang waktu tertentu, tanpa intervensi
perkembangan proses penyakit pada masyarakat sepanjang waktu tertentu, dengan intervensi
perkembangan proses penyakit pada individu sepanjang waktu tertentu, dengan intervensi
perkembangan proses penyakit pada keluarga sepanjang waktu tertentu, tanpa intervensi
perkembangan proses penyakit pada individu sepanjang waktu tertentu, tanpa intervensi
Pengertian dari Patogenisitas adalah.
Proporsi orang terinfeksi yang berkembang menjadi penyakit klinis
Proporsi orang yang terpajan yang menjadi terinfeksi
Proporsi orang terinfeksi yang berkembang menjadi cacat
Proporsi orang terinfeksi yang berkembang menjadi kambuh
Proporsi orang terinfeksi yang berkembang menjadi meninggal
Contoh penyakit yang tinggi patogenesanyan dan tinggi virulensinya adalah.
Hepatitis A
Campak
Varecella
Rabies
Tuberkulosa
Periode jendela adalah Periode subklinis yang tidak terdeteksi, namun mampu menularkan penyakit. Contoh penyakit yang mempunyai periode jendela adalah.
HIV-AIDS
Campak
Varecella
Rabies
Tuberkulosa.
Contoh penyakit dengan cara penularan secara tidak langsung dan melalui udara adalah.
Gonorhoe
Kecacingan
ISPA
Mononukleus infeksiosa
Tuberkulosa
Pembatasan ketidakmampuan merupakan salah satu Tingkat pencegahan sekunder dapat dilaksanakan dengan jalan.
Pengobatan yang cukup untuk menghentikan proses penyakit dan mencegah komplikasi
Penemuan kasus, individu dan masal
Skrining
Pemeriksaan khusus dengan tujuan menyembuhkan dan mencegah penyakit berlanjut
Pemeriksaan khusus dengan tujuan memperpendek masa ketidakmampuan
Tingkat pencegahan penyakit tersier dapat dilakukan dengan cara.
Promosi kesehatan
Perlindungan khusus
Diagnosis dini dan pengobatan segera
Pembatasan ketidakmampuan (disability)
Rehabilitasi
Membuat diagnosis Penyakit Akibat Hubungan Kerja dapat dilakukan dengan melihat beberapa keadaan sebagai berikut, kecuali:
Pajanan ditempat kerja dapat menyebabkan penyakit
Pajanan ditempat kerja merupakan salah satu penyebab bermakna disertai dengan faktor risiko lain
Pajanan ditempat kerja memperberat penyakit yang sudah ada sebelumnya
Pajanan ditempat kerja merupakan penyebab tunggal penyakit
Penyakit bertambah berat, bila penderita tidak berkerja
Evaluasi untuk dapat kembali berkerja, dimaksudkan untuk:
Menentukan apakah bisa kembali berkerja dengan beban yang sama
Menentukan jenis pajanan yang ada
Menilai pengobatan yang diberikan
Memberikan pengobatan yang tepat dan aman
Bukan salah satu diatas
Upaya meningkatkan keselamatan yang berkaitan dengan alat kerja, bahan kerja, proses kerja, tempat kerja dan lingkungannya merupakan lingkup disiplin
Kedokteran okupasi
Higene perusahaan
Kesehatan lingkungan
Keselamatan Kerja
Ergonomi
Untuk mendiagnosis Asma Akibat Kerja perlu didapatkan informasi mengenai:
Pajanan yang didapat ditempat kerja
Pajanan ditempat kerja dan riwayat atiopi
Pajanan ditempat kerja, riwayat atopi dan riwayat kecelakaan bahan kimia
Riwayat atopi dan masa kerja
Riwayat kecelakaan bahan kimia
Prinsip untuk Diagnosis penyakit akibat kerja
Hanya dapat ditegakkan oleh dokter spesialis okupasi
Harus ada data pemeriksaan sebelum bekerja
Harus dilaporkan segera setelah didiagnosis
Harus ada data pengukuran lingkungan
Harus dirahasiakan pada pekerja
Epidemiologi deskriptif adalah ilmu yang mempelajari distribusi suatu keadaan yang berhubungan dengan kesehatan manusia menurut hal-hal berikut kecuali:
Penyebab
Jenis kelamin
Umur
Tempat
Waktu
Manfaat epidemiologi adalah, kecuali:
Untuk mengetahui frekuensi penyakit yang terjadi pada masyarakat
Untuk mengevaluasi tindakan atau terapi saat ini dibandingkan dengan yang baru
Untuk mengetahui riwayat alamiah penyakit
Untuk membandingkan kejadian penyakit pada berbagai individu
Sebagai dasar penyusunan kebijakan dan pengambilan keputusan
Epidemiologi sebagai ilmu pengetahuan mencakup hal-hal berikut kecuali:
Memerlukan observasi dan pencatatan yang cermat
Mempelajari penyakit-penyakit infeksi saja
Mempelajari peristiwa yang ada kaitannya dengan kesehatan
Ilmu pengetahuan kesehatan masyarakat
Ilmu kedokteran pencegahan
Perubahan angka kejadian penyakit sepanjang waktu berhubungan dengan konsep:
Endemi
Epidemi
Pandemi
Incidence
Prevalence
Berikut adalah pernyataan yang benar mengenai identifikasi faktor risiko suatu penyakit yang diawali dengan keterpaparan, kecuali:
Diawali dari keterpaparan, dilakukan secara retrospektif
Diawali dari keterpaparan, dilakukan secara prospektif
Berasosiasi dengan meningkatnya kejadian suatu kesehatan tertentu
Berasosiasi dengan menurunnya kejadian suatu kesehatan tertentu
Disebut juga exposure of interest
Penelitian epidemiologi tentang paparan dan penyakit dapat menunjukkan, kecuali:
Hubungan antara paparan dan penyakit yang diteliti
Hubungan antara faktor-faktor lain di luar paparan yang berpengaruh terhadap penyakit yang diteliti
Kekuatan hubungan antara paparan dan penyakit yang diteliti
Mengidentifikasi apakah hubungan bersifat kausal
Mengidentifikasi apakah paparan merupakan faktor risiko dari penyakit yang diteliti
Ukuran yang dapat digunakan untuk menunjukkan besarnya risiko suatu paparan untuk menyebabkan penyakit adalah:
Cummulative incidence
Incidence density
Risiko relatif
Beda laju insidensi
Rasio laju insidensi
Penelitian kohort yang membandingkan orang yang merokok dan tidak merokok terhadap penyakit Ca paru menunjukkan nilai RR = 2,8; yang berarti:
Orang yang menderita Ca paru 2,8% adalah perokok
Orang yang merokok 2,8% akan menderita sakit Ca paru
Orang yang tidak merokok tidak akan menderita sakit Ca paru
Orang yang merokok berisiko 2,8 kali lebih besar untuk menderita Ca paru dibandingkan orang yang tidak merokok
Orang yang tidak merokok berisiko 2,8 kali lebih besar untuk menderita Ca paru dibandingkan orang yang merokok
Parameter yang digunakan untuk menunjukkan taksiran probabilitas seseorang untuk terkena penyakit dalam jangka suatu waktu tertentu adalah:
Cumulative incidence
Incidence density
Point prevalence
Period prevalence
Case fatality
Ukuran yang digunakan untuk mengukur kecepatan munculnya penderita baru suatu penyakit pada suatu periode waktu adalah:
Cumulative incidence
Incidence density
Point prevalence
Period prevalence
Case fatality
Prevalence rate akan meningkat bila:
Penyakit berlangsung singkat
Case fatality rate meningkat
Sistem pelaporan yang lebih baik
Semakin banyak orang sehat yang masuk
Incidence menurun
Suatu studi kohor yang membandingkan orang dengan latihan fisik baik dan kurang terhadap timbulnya penyakit jantung koroner (PJK) mendapatkan nilai rasio laju insidensi sebesar 1,94; yang berarti:
Orang yang menderita PJK 1,94% adalah orang dengan latihan fisik kurang
Orang yang latihan fisik ringan berisiko 1,94 kali lebih besar untuk menderita PJK dibandingkan orang dengan latihan fisik baik
Orang yang latihan fisik kurang mempunyai laju PJK 1,94 kali lebih cepat dibandingkan orang dengan latihan fisik baik
Sebanyak 1,94 orang/ 100 orang tahun dapat dihindarkan dari PJK bila latihan fisik dengan baik
Sebanyak 1,94 orang dapat dihindarkan dari PJK bila latihan fisik dengan baik
Suatu studi case control yang membandingkan orang yang menderita PJK dan tidak kaitannya dengan latihan fisik kurang dan baik, menunjukkan nilai OR = 1,94; yang berarti:
Orang yang menderita PJK 1,94% adalah orang dengan latihan fisik kurang
Orang yang latihan fisik ringan berisiko 1,94 kali lebih besar untuk menderita PJK dibandingkan orang dengan latihan fisik baik
Orang yang latihan fisik kurang mempunyai laju PJK 1,94 kali lebih cepat dibandingkan orang dengan latihan fisik baik
Sebanyak 1,94 orang/ 100 orang tahun dapat dihindarkan dari PJK bila latihan fisik dengan baik
Sebanyak 1,94 orang diantara 10.000 orang dapat dihindarkan dari PJK bila latihan fisik dengan baik
Hasil penelitian epidemiologi mengenai merokok dan Ca paru menunjukkan beda risiko sebesar 28,5; yang berarti:
Orang yang menderita Ca paru 28,5% adalah orang yang merokok
Orang yang merokok berisiko 28,5 kali lebih besar untuk menderita Ca paru dibandingkan orang yang tidak merokok
Orang yang merokok mempunyai laju untuk menderita Ca paru 28,5 kali lebih cepat dibandingkan orang yang tidak merokok
Sebanyak 28,5 orang/ 100 orang tahun dapat dihindarkan dari Ca paru bila tidak merokok
Sebanyak 28,5 orang diantara 10.000 orang yang merokok dapat dihindarkan dari Ca paru bila tidak merokok
Pada suatu puskesmas dengan jumlah laki-laki 40.000 orang dan jumlah wanita 50.000 terjadi kasus sebagai berikut: Kasus penyakit diare sebanyak 100 orang dengan kematian 4 orang. Kasus penyakit DBD sebanyak 90 orang dengan kematian 10 orang. Kasus penyakit hipertensi sebanyak 60 orang dengan kematian 60 orang. Kasus penyakit rabies 4 orang dengan kematian 0%. Kasus kecelakaan lalu lintas 6 kasus dengan kematian 6 orang. Kasus penyakit TBC sebanyak 90 orang dengan kematian 10 orang. Besar Risk Diare setiap 100.000 penduduk puskesmas tersebut di atas adalah
0,111
1,111
11,11
111,1
1111,1
Pada suatu puskesmas dengan jumlah laki-laki 40.000 orang dan jumlah wanita 50.000 terjadi kasus sebagai berikut: Kasus penyakit diare sebanyak 100 orang dengan kematian 4 orang. Kasus penyakit DBD sebanyak 90 orang dengan kematian 10 orang. Kasus penyakit hipertensi sebanyak 60 orang dengan kematian 60 orang. Kasus penyakit rabies 4 orang dengan kematian 0%. Kasus kecelakaan lalu lintas 6 kasus dengan kematian 6 orang. Kasus penyakit TBC sebanyak 90 orang dengan kematian 10 orang. Besar Risk TBC setiap 100.000 penduduk puskesmas tersebut adalah
0,1
10,0
10,1
100,0
100,10
Karakteristik Incidince Density adalah
Mengukur probabilitas terkena penyakit (cumulative incidence)
Mengukur presentasi populasi penyakit (prevalence)
Mempunyai satuan kasus/orang-waktu
Disebut juga Cumulative Incidence (probabilitas)
Menunjukan kasus yang ada dalam suatu populasi
Faktor yang mempengaruhi peningkatan prevalence rate adalah
Case Fatality Rate meningkat
Incidence menurun
Penyakit berlangsung lama tanpa kesembuhan
Angka kesembuhan penyakit meningkat
Banyak orang sehat masuk
Syarat Population At Risk adalah sebagai berikut KECUALI
Telah menderita penyakit yang di teliti
Tidak imun terhadap penyakit yang diteliti
Hidup
Masuk dalam jangkauan pengamatan
Semua benar
Meningkatnya jumlah kasus suatu penyakit yang sebelumnya belum pernah ditemukan di Bandar Lampung dapat disebut sebagai penyakit?
Epidemis
Pandemis
Endemis
Hiperendemik
Cluster
Apapun penggunaan surveilans, berikut adalah ciri-ciri surveilans yang tidak benar. Adalah
Pengumpulan data dan evaluasi secara berkelanjutan
Adanya populasi sasaran (seperti komunitas, angkatan kerja, atau sekelompok pasien)
Adanya definisi yang tidak baku dari penyakitnya
Menitik beratkan pada pengumpulan dan diseminasi informasi tanpa mengenal waktu
Pemanfaatan data untuk upaya-upaya investigasi atau pengendalian (control) penyakit
Enam elemen kunci dalam sistem surveilans yang tidak benar adalah
Deteksi dan kejadian kesehatan
Investigasi dan konfirmasi (epidemiologi, klinis, laboratorium)
Pengumpulan data, analisis, dan interpretasi
Umpan balik dan diseminasi hasil untuk kepentingan personal
Bantuan—program untuk program kesehatan masyarakat, langkah khusus pencegahan dan pengendalian
Surveillance penyakit menular yang berbahaya menurut “pedoman Surveilans epidemiologi penyakit menular”, adalah
kolera
cacar
pes
sifilis
tubercolusis
Berikut adalah bentuk kegiatan surveilans rutin kecuali
Surveilans diare
Penyelidikan atas kejadian luar biasa
Pemantauan penyakit tubercolusis
Surveilans terpadu puskesmas
Surveilans Haji
Penyebaran hasil analisis dan interpretasi data merupakan salah satu kegiatan surveilans epidemiologi. Berikut adalah hal hal yang terkait dengan penyebalouasan hasil analisis dan interpretasi data:
data disebarluaskan ke fihak tertentu
tujuannya agar dapat diambil tindakan yang seperlunya
dilakukan dengan surat-menyurat, newsletter, dan bulletin epidemiologi
dilaporkan untuk eselon yang lebih tinggi
dikirimkan sebagai umpan balik kepada unit kesehatan yang telah memberikan laporan
Prinsip kegiatan surveilans adalah sbb:
Kegiatan Surveilans bersifat insidentil, melalui kegiatan surveilans sentinel.
Seperti hal nya dengan monitoring, surveilans dikerjakan ketika kegiatan yang dianggap perlu
Surveilans dilakukan secara intermiten maupun periodik
Kegiatan pengamatan yang dilakukan terus menerus tanpa putus.
Semua salah
Dalam surveilans epidemiologi, tujuan spesifik dari kegiatan pengumpulan data adalah
Untuk menentukan kelompok/golongan populasi yang mempunyai risiko terbesar untuk terserang penyakit (umur, jenis kelamin, ras, pekerjaan, dan lain-lain)
Untuk menentukan jenis dari agent (penyebab) penyakit dan karakteristiknya
Untuk menentukan reservoir dari infeksi
Untuk memastikan keadaan-keadaan yang menyebabkan dapat berlangsungnya penularan penyakit
Untuk mencatat kejadian penyakit secara per bagian
Dalam penyelidikan epidemiologi penyakit menular pada (KLB) keadaan luar biasa, hasil analisa data didapatkan grafik kecenderungan kejadian sakit berbentuk kurva satu puncak. Kesimpulan dari kejadian ini adalah
Penyakit pada KLB tersebut dapat menyebar dengan cepat,
Perlu dilakukan tindakan cepat agar tidak menyebar lebih luas
Penyakit yang terjadi dari satu reservoir penularan
Dalam penyelidikan KLB keracunan, untuk menentukan agent tetapi tidak dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk menunjang, maka diperlukan data masa inkubasi KLB tersebut. Berdasarkan masa inkubasi, agent KLB tersebut kemungkinan keracunan zat kimia, dengan masa inkubasi:
Kurang dari 1 jam
Tepat 1 jam
Lebih dari 1 jam
Kurang dari 2 jam
Lebih dari 2 jam
Dalam penyelidikan KLB keracunan, untuk menentukan agent tetapi tidak dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk menunjang, maka diperlukan data masa inkubasi KLB tersebut. Berdasarkan masa inkubasi, agent KLB tersebut kemungkinan infeksi bakteri atau toksin, misalnya shigellosis, salmonelosis, Clostridium, dengan masa inkubasi:
Kurang dari 14 jam
Tepat 14 jam
Lebih dari 14 jam
8 - 14 jam
1 - 7 jam
Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang penduduk, dalam pengertian modern pada saat ini adalah
ilmu yang mempelajari tentang frekuensi dan penyebaran serta determinant masalah kesehatan pada sekelompok orang atau masyarakat serta determinasinya
ilmu yang mempelajari tentang frekuensi dan distribusi penyakit
ilmu yang mempelajari tentang penyebaran dan determinant masalah kesehatan
ilmu yang mempelajari tentang orang atau masyarakat serta determinasinya
Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang penduduk, dalam pengertian modern pada saat ini adalah
ilmu yang mempelajari tentang faktor-faktor yang mempengaruhi orang/masyarakat
ilmu yang mempelajari tentang determinant masalah kesehatan pada sekelompok orang atau masyarakat serta determinasinya (faktor-faktor yang mempengaruhinya).
Untuk menerangkan penyebaran (distribusi) penyakit atau masalah kesehatan dalam epidemiologi dikenal dengan:
orang (person), tempat (place), waktu (time), dan Umur (age)
orang (person), tempat (place), dan Umur (age)
orang (person), tempat (place), dan waktu (time).
Umur (age), tempat (place), dan waktu (time).
orang (person), Umur (age), dan waktu (time).
Untuk menerangkan penyebaran (distribusi) penyakit berkaitan dengan faktor tempat adalah:
Umur, jenis kelamin, pekerjaan dan rumah tinggal
Karakteristik geografis. Informasi ini terkait dengan batas waktu
Dalam jam, hari, bulan, atau tahun
Faktor genetik, umur, jenis kelamin, pekerjaan
Karakteristik geografis. Informasi ini dapat batas alamiah
Mekanisme interaksi yang terjadi antara agen penyakit, manusia dan lingkungannya. Interaksi ketiganya akan menghasilkan kondisi sehat maupun sakit pada manusia. Suatu keadaan terpengaruhnya agen penyakit secara langsung oleh lingkungan yang menguntungkan agen penyakit, kondisi ini terjadi pada saat:
Prapatogenesis suatu penyakit, misalnya udara dingin, hujan dan kebiasaan membuat dan menyediakan makanan.
Prapatogenesis suatu penyakit, misalnya viabilitas bakteri terhadap sinar matahari, stabilitas vitamin yang terkandung dalam sayuran di dalam ruang pendingin dan penguapan bahan kimia beracun oleh proses pemanasan global.
Agen penyakit yang menetap, berkembang biak dan dapat merangsang manusia untuk menimbulkan respons berupa tanda-tanda dan gejala penyakit, misalnya demam, perubahan fisiologis jaringan tubuh dan pembentukan kekebalan atau mekanisme pertahanan tubuh lainnya.
Saling mempengaruhi antara agen penyakit, manusia dan lingkungan secara bersamaan dan keadaan tersebut memperberat satu sama lain sehingga memudahkan agen penyakit baik secara tidak langsung maupun langsung masuk ke dalam tubuh manusia
Pencemaran air sumur oleh kotoran manusia akan dapat menimbulkan penyakit muntaber (Water Borne Diseases).
Berikut ini dapat digunakan untuk menilai fungsi keluarga dengan pendekatan struktur atau anatomi keluarga
Genogram
SCREEM
Family life line
Family APGAR
Family Map
Dr. Hamzah menilai keluarga Tn. M dengan SCREEM. Berikut ini adalah informasi yang didapat...
Lingkungan yang mendominasi kehidupan pasien
Kronologis kehidupan pasien yang mempengaruhi keluhan klinisnya
Proses adaptasi pasien dengan keluarganya
Kehidupan religius keluarga
Kehidupan religius masyarakat
Dr. Hamzah ingin mengidentifikasi risiko dan masalah kesehatan yang keluarga Tn B. Maka Dr. Hamzah melakukan penilaian keluarga dengan
Family Life Cycle
SCREEM
Family life line
Family APGAR
Family Map
Dr. Raihan menerapkan komunikasi efektif pada konsultasi dengan pasien. Hal ini sesuai dengan prinsip dokter keluarga terutama
Comprehensive care
Person centered care
Holistic approach
Specific problrm skills
Managerial skill
Dr. Azam berusaha menerapkan patient centered communication, sehingga harus memenuhi aspek berikut ini......kecuali
Memperkuat hubungan
Mengumpulkan dan memberikan informasi
Mengambil keputusan
Efektif biaya
Memampukan perilaku
Berdasarkan natural history of disease, periode dimana dilakukan health promotion dan specific protection adalah pada…
Prepathogenesis
Pathogenesis
Prep tathogenesis dan pathogenesis
Masa penyembuhan penyakit
Masa akhir penyembuhan penyakit
Berdasarkan natural history of disease, periode setelah clinical horizon tampak, maka dapat dilakukan pencegahan
Pencegahan primer
Pencegahan sekunder
Pencegahan tersier
Pencegahan primer dan tersier
Pencegahan sekunder dan tersier
Berikut ini merupakan perbedaan penyakit infeksi dan non infeksi secara umum
Iceberg phenomen biasanya terdapat pada penyakit non infeksi
Herd immunity merupakan kekebalan individu karena suatu jenis vaksin
Epidemiologi penyakit khronis biasanya di negara berkembang
Penyakit khronis biasanya disebabkan oleh infeksi mikroorganisme
Penyakit infeksi rantai penularannya biasanya tidak jelas
Tn. B seorang supir taxi merasakan demam, batuk, agak sesak dan sakit perut setelah mengantarkan turis dari India 5 hari yang lalu. Berdasarkan natural history of disease, kemungkinan yang sesuai bagi Tn. B adalah...
Prepathogenesis
melewati clinical horizon
Prepathogenesis dan pathogenesis
Memasuki masa convalescen
Masa akhir penyembuhan penyakit
Di masa pandemi ini, atas saran dokter keluarga, Tn Z pegawai bank menderita hipertensi, mengkonsumsi herbal tradisional sebagai immunomodulator untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Berdasarkan natural history of disease, yang dilakukan Tn Z adalah pencegahan
Pencegahan primer health promotion
Pencegahan sekunder specific protection
Pencegahan tersier
Pencegahan primer spesific protection
Pencegahan tersier spesific protection
Di masa pandemi ini, atas saran dokter keluarga, Tn Z pegawai bank menderita hipertensi, melakukan vaksin Covid 19, berdasarkan natural history of disease, yang dilakukan Tn Z adalah pencegahan
Pencegahan primer health promotion
Pencegahan sekunder specific protection
Pencegahan tersier
Pencegahan primer spesific protection
Pencegahan tersier spesific protection
Ketika fase penyakit Covid 19 melewati clinical horizon, yang terjadi dalam tubuh adalah...
virus SARCOV 2 memasuki tubuh melalui saluran nafas
virus SARCOV 2 menyebabkan respon inflamasi berat pada paru yang menyebabkan gagal nafas
virus SARCOV 2 mati dengan sendirinya
SARCOV 2 bertemu dengan macrophage dan mengeluarkan IL 1 yang merangsang hipotalamus untuk meningkatkan suhu tubuh
SARCOV 2 bertemu dengan interleukin 1 dan menstimulasi macrophage yang merangsang hipotalamus untuk meningkatkan suhu tubuh
Dr. Raihan bertugas di RS darurat Covid-19 saat terjadi gelombang ke 2 peningkatan Covid sejak awal Mei, banyak RS collaps di kota tersebut, karena banyaknya tenaga kesehatan yang terkonfirmasi Covid-19. Agar tetap dapat memberikan pelayanan kesehatan, Dr. Raihan perlu mengoptimalisasi sumber daya yang ada efisien dan seefektif mungkin. Dalam hal ini hal yang diperankan Dr Raihan terutama...
Care provider
Decision maker
Communicator
Community leader
Manager
Dr Azam berinisiatif untuk membuat banyak poster berisi pesan untuk selalu memakai masker dan mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, menghindari makan bersama. Poster-poster tersebut dibagikan di media sosial yang dimiliki Dr Azam. Aktivitas ini menunjukkan peran Dr Azam sebagai....
Care provider
Decision maker
Communicator
Community leader
Manager
Dr. Mumtaz baru saja disumpah sebagai dokter baru yang siap bertugas sebagai dokter yang profesional menurut WHO ... kecuali
Scientist
Communicator
Provider
Manager
Care provider
Dr. Mumtaz bertugas di Puskesmas di desa Sembiring. Ketika terjadi wabah ISPA, Dr. Mumtaz memilih antibiotik broadspectrum yang efektif dengan harga yang paling murah agar dapat membeli lebih banyak obat. Tindakan ini sesuai sebagai...
Decision maker
Communicator
Scientist
Manager
Care provider
Five-star Doctor terutama dokter sebagai communicator, bertujuan agar pasien/masyarakat mempunyai....
Mempunyai hubungan pasien dokter yang baik
Gaya hidup sehat
Memahami ilmu kedokteran
Memahami peraturan menteri kesehatan
Memahami pengobatan yang tepat
Dr Muthmainnah bekerja di daerah yang rawan terjadinya bencana. Bersama dengan stakeholder yang lain, Dr Muthmainnah menyusun daftar perbekalan alat kesehatan dan sumber daya tenaga kesehatan minimal yang dimiliki, serta daftar kebutuhannya agar tetap dapat memberikan pelayanan kesehatan ketika terjadi bencana. Hal ini merupakan implementasi five-star doctor sebagai....
Care provider
Manager
Decision maker
Communicator
Community leader
Berikut ini benar untuk penyakit non infeksi
Biasanya merupakan penyakit khronis
Hepatitis A dan B contoh penyakit non infeksi
Penyakit non infeksi biasanya sembuh dengan cepat
Penyakit non infeksi dapat dicegah dengan vaksin
Penyakit non infeksi menyebabkan resistensi antibiotik
Pada program vaksinasi Covid-19 periode 1 2021, masih banyak rakyat Indonesia yang tidak diimunisasi. Pernyataan yang sesuai adalah
Vaksinasi Covid-19 periode 1 2021 telah gagal
Penduduk yang tidak divaksin akan mempunyai risiko menderita Covid-19 lebih besar
Penduduk yang sudah divaksin tidak akan menderita Covid-19 lagi
herd immunity akan terbentuk bila cakupan vaksin mencapai 50% penduduk
Herd immunity adalah kekebalan dicapai karena imun yang terbentuk secara aktif
Berikut ini benar untuk inapparent infection frequent
Penyakit kholera, karena waktu infeksinya sangat cepat
Penyakit tuberculosis karena masa infeksinya panjang
Penyakit Rabies, karena mortalitasnya tinggi
Penyakit diabetes, karena penularannya tidak tampak
Penyakit tuberkulosis, karena dapat dicegah dengan vaksin
Berikut ini benar untuk clinical disease frequent
Penyakit varicella, karena stadium klinisnya panjang
Penyakit rabies, karena stadium infeksinya singkat
Penyakit rabies, karena gejala klinisnya vatal
Penyakit rabies, karena selalu menyebabkan kematian
Penyakit varicella, karena manifestasi klinisnya dapat dikenali
Berikut ini benar tentang penyakit Rabies
Termasuk dalam inapparent clinical frequent dan inapparent infection frequent
Akibat penyakitnya vatal, yaitu kematian dengan cepat, masa klinis singkat, dan langsung berat.
Termasuk dalam infection usually severe
Termasuk dalam infection usually mild
Vaksin rabies bisa diberikan pada manusia
Berikut ini merupakan riwayat alamiah penyakit dan tingkat pencegahannya
Prepathogenesis dan early detection of disease
Pathogenesis dan spesific protection
Masa sakit lanjut dan disability limitation
Inkubasi dan rehabilitasi
Masa penyakit dini dan health promotion
Berikut ini merupakan tujuan dari spesific protection
Melindungi host dari kemungkinan terserang penyakit
Meningkatkan dan memelihara status kesehatan
Mengenal penyakit
Mencegah cacat
Mengembalikan psien pada keadaan yang dipandnag sesuai dan mampu melangsungkan kehidupannya
Berikut ini merupakan contoh penyakit menular dengan potensi wabah paling tinggi
Kolera
Campak
DHF
Varicella
COVID-19
Berikut ini adalah contoh penyakit dengan masa subclinical yang panjang dan masa klinis yang singkat...
Tuberculosis
Measles
Rabies
Benar semua
Tidak ada jawaban yang benar
Berikut ini merupakan konsep sehat dari WHO
Tiada penyakit fisik
Produktif secara ekonomi
Tiada penyakit mental
Produktif secara Sosial
Benar semua
Berikut ini merupakan konsep illness…
Illness adalah persepsi pasien terhadap sakit berdasarkan pengalamannya
Illness tidak terlalu penting bagi dokter dalam menegakkan diagnosa,karena bersifat subjektif
Ilness tidak bisa menjadi acuan dalam menegakkan diagnosis
Tidak ada pernyataan yang benar
Benar semua
Persepsi tentang sakit seseorang dipengaruhi oleh
Budaya
Pengalaman
Pengetahuan
A, B, C Benar semua
Skenario 1: Dokter: “Jadi ibu merasakan nyeri di perut sebelah kiri atas, dan panas terbakar ya...” Pasien: “Iya Dok...” (sambil merintih memegangi perutnya) Dokter: “Saya bisa memahami betapa sakit yang Ibu rasakan...” Berdasarkan skenario 1, menunjukkan...
P adalah Refleksi isi (X)
Q adalah Refleksi perasaan (Y)
Q adalah Empati (Z)
X dan Y benar
X, Y, dan Z benar
Skenario 1 Dokter: “Jadi ibu merasakan nyeri di perut sebelah kiri atas, dan panas terbakar ya...” Pasien: “Iya Dok...” (sambil merintih memegangi perutnya) Dokter: “Saya bisa memahami betapa sakit yang Ibu rasakan...” Berdasarkan skenario 1, aspek patient centered communication yang didapatkan adalah...
Fastering the relationship
Providing information
Decision making
Enabling treatment behavior
Gathering information
Skenario 2 Dokter A: “Bisa Bapak jelaskan apa yang Bapak maksud dengan kepala terasa melayang?” Berdasarkan skenario 2, yang dilakukan Dokter A adalah ....
Mengklarifikasi pernyataan, termasuk gathering information
Mengklarifikasi pernyataan, termasuk providing information
Refleksi isi, termasuk fastering the relationship
Gathering information
Tidak ada pernyataan yang sesuai
Dalam membangun hubungan - Memfasilitasi keterlibatan pasien, dapat dilakukan dengan
Kontak mata
Ekspresi wajah
Sikap tubuh, gesture
Vokal (kecepatan, volume, intonasi)
Semua pernyataan benar
Skenario 4 Dokter V: “Apakah dalam keluarga Ibu ada yang pernah menderita penyakit kanker?” Ny. N: “Ada Dok, ibu saya. Beliau baru meninggal seminggu yang lalu”. Ny N tampak sedih, matanya berkaca-kaca. Berdasarkan skenario 4, hal yang seharusnya dilakukan oleh Dokter V adalah....
Merespon emosi
Merefleksikan perasaan
Ekspresi wajah ikut bersedih
Menurunkan volume suara
Semua jawaban benar
Skenario 5 Dokter D: “Bapak hanya minum obat ini pagi dan siang hari setelah makan, jangan minum setelah makan malam, karena bisa berisiko gula darah menurun sangat rendah” Berdasarkan skenario 5, Dokter D melakukan
Providing information (P)
Enabling disease and treatment related behavior (Q)
Decision making (R)
P dan Q benar
P, Q, dan R benar
Dokter A: "Bisa ibu sampaikan seperti apa sakit yang ibu rasa di perut ibu?" Dokter B: "Sakitnya seperti tertusuk-tusuk ya bu? Seperti panas terbakar juga?" Berdasarkan skenario 3, sesuai dengan patient centered communication....
Dokter A melakukan gathering information lebih baik
Dokter B melakukan gathering information lebih jelas
Dokter A melakukan responding the emotions
Dokter B melakukan providing information
Tidak ada jawaban yang sesuai dengan patient centered communication
Kekhasan dari model komunikasi The Calgary Cambridge Observation Guide adalah..
Membangun struktur anamnesis
Membangun hubungan dengan pasien
Mengutamakan patient empowerment daripada gathering and providing information
A, B, dan C benar
A dan B benar
Dr. Azam berusaha menerapkan patient centered communication, sehingga mengedepankan pemahaman akan perspektif pasien tentang penyakitnya, meliputi:
Ide, persepsi
Kekhawatiran dan harapan
Keraguan dan kendala psikologis
A dan B benar
A, B, dan C benar
Skenario 6 Dokter A: "Jadi Mbak Asih ini demam 2 hari ya... ada gejala lain yang dirasakan?" Pasien: "Betul Dok, selain demam, saya juga merasa sakit kalo nelen, pilek juga, batuk kadang-kadang.." Dokter B: "Apa ada nyeri tenggorokan?" Pasien: "Ya Dok" Dokter B: "Pilek?" Pasien: "Ya" Dokter: "Batuk?" Pasien: "Kadang-kadang" Pernyataan yang sesuai dengan skenario 6 adalah
Dokter A lebih baik dalam gathering information
Dokter A lebih baik dalam melibatkan pasien untuk decision making
Dokter B lebih efektif dalam gathering information
A dan B benar
A, B, dan C benar
Skenario 7 Dokter F: "Bisa Bu Ajeng ulangi bagaimana aturan minum obatnya nanti di rumah?" Pasien: "....Ehhmm, gimana ya.. semua diminum setelah makan, sekali sehari." Berdasarkan skenario 7, Dokter F berusaha melakukan...
Enabling disease and treatment related behavior (P)
Fastering the relationship dengan menyebut nama pasien (Q)
Klarifikasi-Decision making (R)
P dan Q benar
P, Q, dan R benar
Dr. Hamzah menilai keluarga Tn. X dengan APGAR Family. Informasi yang didapat Dr. Hamzah tentang keluarga Tn. X adalah....
Informasi potensi sakit keluarga
Dukungan keluarga yang diberikan pada pasien
Fungsi keluarga Tn. X berjalan baik atau disfunction
Lingkungan sosial keluarga Tn. X tidak sehat
Proses patologis yang terjadi dalam keluarga
Keluarga Tn. G dalam fase launching family. Untuk melihat dinamika keluarga Tn. G, dapat diketahui dengan..
Family Life Cycle
SCREEM
Family life line
Family APGAR
Family Map
Pada setiap keluarga, hubungan antara ibu dan anak, antara suami dan istri, antara ayah dan anak, antara saudara kandung, relatif mempunyai kesamaan. Hal ini menunjukkan bahwa dalam keluarga mempunyai...
Pola interaksi
Batasan
Pesan yang disampaikan
Semua jawaban benar
Tidak ada jawaban yang benar
Berdasarkan penilaian siklus hidup keluarga, manfaat yang didapat oleh dokter...
Mengetahui masalah kesehatan yang mungkin timbul dalam keluarga (P)
Menilai sumber daya yang dimiliki keluarga (Q)
Merencanakan pencegahan penyakit sesuai siklus hidup keluarga (R)
P, Q benar
P dan R benar
Dr. Izzati menyelenggarakan kelas senam ibu hamil, senam lansia, juga senam aerobik selain juga menyediakan imunisasi untuk pencegahan penyakit. Dr. Izzati juga menyelenggarakan edukasi dan konseling rutin bagi pasien penyakit kronis untuk mengubah perilaku sehat pasiennya. Dalam hal tersebut, Dr. Izzati menyelenggarakan prinsip pelayanan...
Patient centered care
Comprehensive Care
Holistic approach
Community orientation
Specific problem-solving skills
Dr. Izzati menyapa pasiennya yang beragama Islam dengan "Assalamualaikum ...." hal ini sesuai dengan
Attitude dan context di mana pelayanan kesehatan diberikan
Holistic approach
Patient centered Communication
B dan C benar
A, B, dan C benar
Mekanisme interaksi yang terjadi antara agen penyakit, manusia dan lingkungannya. Interaksi ketiganya akan menghasilkan kondisi sehat maupun sakit pada manusia. Suatu interaksi antara pejamu (manusia) dan agent penyakit, kondisi ini terjadi pada saat:
Prapatogenesis suatu penyakit, misalnya udara dingin, hujan dan kebiasaan membuat dan menyediakan makanan.
Prapatogenesis suatu penyakit, misalnya viabilitas bakteri terhadap sinar matahari, stabilitas vitamin yang terkandung dalam sayuran di dalam ruang pendingin dan penguapan bahan kimia beracun oleh proses pemanasan global.
Agen penyakit yang menetap, berkembang biak dan dapat merangsang manusia untuk menimbulkan respons berupa tanda-tanda dan gejala penyakit, misalnya demam, perubahan fisiologis jaringan tubuh dan pembentukan kekebalan atau mekanisme pertahanan tubuh lainnya.
Pak Raden sulit membaca dari jarak dekat sejak berusia 46 tahun. Namun Pak Raden tidak merasa sakit karena hal tersebut dianggap wajar. Pernyataan yang sesuai adalah
Pak Raden menderita penyakit rabun dekat
Pak Raden sehat karena tetap produktif
Pak Raden sakit yang tidak mengganggu produktivitas sehingga disebut sehat
Semua benar
Bukan salah satu di atas
Pak Raden sulit membaca dari jarak dekat sejak berusia 46 tahun. Namun Pak Raden tidak merasa sakit karena hal tersebut dianggap wajar. Hal yang bisa dilakukan bagi Pak Raden adalah
Health promotion
Spesific protection
Early diagnosis and prompt treatment
Disability limitation
Rehabilitation
Indonesia merupakan negara berkembang yang menghadapi masalah triple burden, yaitu
Menghadapi masalah masih tingginya penyakit menular
Penyakit tidak menular naik pesat
Timbulnya reemerging disease
A, B, dan C benar semua
Bukan salah satu di atas
Skenario 1. Dokter: “Jadi Ibu merasakan nyeri di perut sebelah kiri atas, dan panas terbakar ya...” (P). Pasien: “Iya Dok...” (sambil meringis memegangi perutnya). Dokter: “Saya bisa memahami betapa sakit yang Ibu rasakan...” (Q). Pernyataan dokter pada skenario ini menunjukkan teknik komunikasi klinis berupa
Empati
Konfrontasi
Memberi nasihat langsung
Mengalihkan topik pembicaraan
Karakteristik penyakit menular secara umum memiliki gejala klinik yang berbeda-beda sesuai dengan faktor penyebab penyakit tersebut. Berdasarkan manifestasi klinik maka karakteristik penyakit menular meliputi Spektrum Penyakit, Infeksi terselubung (tanpa gejala klinis), dan Sumber penularan. Maksudnya adalah
Suatu penyakit hanya menyebar kepada orang tertentu saja
Penyebab terjadinya penyakit tidak tergantung pada kondisi tubuh atau imunitas seseorang
Kuman atau penyakit yang telah berhasil masuk ke dalam tubuh tidak bisa langsung bereaksi; di dalam tubuh terjadi suatu reaksi perlindungan
Penyakit menular tidak dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain
Media penularan menjadikan penyakit tersebut tidak bisa menyebar kepada seseorang
Penyakit menular mempunyai beberapa sifat dalam penularannya, antara lain Waktu Generasi (Generation Time). Maksudnya adalah
Masa antara masuknya penyakit pada pejamu tertentu sampai masa timbulnya penyakit
Masa antara masuknya penyakit pada pejamu tertentu sampai penderita meninggal
Masa antara masuknya penyakit pada pejamu tertentu sampai masa kemampuan maksimal pejamu tersebut untuk dapat menularkan penyakit
Masa antara masuknya penyakit pada pejamu tertentu sampai masa timbulnya gejala
Masa antara masuknya penyakit pada pejamu tertentu sampai sembuh
