wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL DBD

Total questions: 12

Worksheet time: 6mins

Name
Class
Date
1.

1. Pengkajian DBD – Status Cairan Kasus: Laki-laki 25 tahun datang dengan demam 3 hari, mimisan ringan, mual, dan tidak nafsu makan. Pasien mengaku hanya minum 1–2 gelas per hari karena mual. TD 90/60 mmHg, nadi 120x/menit, CRT >3 detik, ekstremitas dingin, tetapi suhu kini 37,5ºC karena sudah minum parasetamol sebelum datang. Lab: trombosit 65.000/mm³, Ht meningkat. Pertanyaan: Fokus pengkajian paling prioritas pada kasus ini adalah...

a)

Pola tidur pasien

b)

Riwayat konsumsi makanan

c)

Status hidrasi dan tanda kebocoran plasma

d)

Riwayat alergi obat

e)

Pola eliminasi

2.

2. Penegakan Diagnosa – Risiko Syok Kasus: Perempuan 19 tahun dengan demam menurun sejak pagi, tampak gelisah, tampak sedikit sesak, tekanan nadi menyempit, turgor jelek. Pasien mengaku tidak tidur semalaman karena cemas memikirkan ujian. Trombosit 55.000/mm³. Diagnosa keperawatan paling tepat adalah...

a)

Hipertemia

b)

Risiko perdarahan

c)

Defisit pengetahuan

d)

Risiko syok

e)

Gangguan tidur

3.

3. Intervensi – Manajemen Cairan Kasus: Pasien DBD hari ke-4, sempat mengalami diare ringan sehari sebelumnya tetapi sudah berhenti. Ht meningkat dari 38% menjadi 45%, urine menurun, pasien mengeluh pusing saat berdiri. Infus RL sedang berjalan 10 tpm. Trombosit masih 70.000/mm³. Intervensi paling tepat adalah...

a)

Membatasi asupan cairan oral

b)

Meningkatkan laju infus sesuai protokol DBD

c)

Memberikan antipiretik

d)

Memberikan transfusi trombosit segera

e)

Menunda pemberian cairan hingga Ht stabil

4.

Pengkajian lanjutan paling penting adalah...

a)

Pemeriksaan tekanan nadi

b)

Pemeriksaan frekuensi urin

c)

Pemeriksaan suhu tubuh

d)

Riwayat konsumsi obat herbal

e)

Pemeriksaan tingkat kecemasan

5.

Diagnosa – Risiko Perdarahan Kasus: Pasien dengan DBD mengeluh lemas, nafsu makan menurun, dan beberapa kali muntah. Pemeriksaan ditemukan petechie di lengan dan mimisan semalam. Trombosit 45.000/mm³, Ht normal. Pasien tidak sedang konsumsi antikoagulan.

a)

Risiko perdarahan (jawaban sesuai judul dan kasus yang diberikan)

b)

Risiko infeksi sekunder

c)

Risiko syok hipovolemik

d)

Risiko gangguan nutrisi

6.

Diagnosa keperawatan yang paling sesuai adalah...

a)

Nyeri akut

b)

Risiko perfusi jaringan tidak efektif

c)

Risiko perdarahan

d)

Intoleransi aktivitas

e)

Risiko gangguan integritas kulit

7.

Kasus: Pasien demam 39,5°C, tampak gelisah, nadi 110x/menit, sambil mengeluh sakit kepala. Pasien sudah minum 1 tablet parasetamol 4 jam yang lalu tetapi suhu tetap tinggi. Ruangan cukup panas karena AC sedang diperbaiki. Intervensi yang tepat adalah...

a)

Memberikan antipiretik dan kompres hangat

b)

Memberikan antibiotik

c)

Meningkatkan cairan IV

d)

Menurunkan laju infus

e)

Meminta pasien istirahat total di ruang gelap

8.

Kasus: Pasien DBD kondisi stabil, Ht 40% dan trombosit 70.000/mm³. Pasien tampak aktif bertanya dan ingin cepat pulang karena ada tugas kuliah. Pasien mengaku minum cukup banyak karena merasa haus. Implementasi pemantauan yang paling tepat adalah...

a)

Ht setiap 8 jam

b)

Ht setiap 4–6 jam

c)

Ht setiap 24 jam

d)

Pemeriksaan Ht hanya saat pasien demam

e)

Tidak perlu monitoring Ht

9.

Evaluasi – Efektivitas Terapi Cairan Kasus: Pasien telah menerima cairan IV selama 6 jam. Tanda vital: TD 110/70, nadi 90x/menit. Output urine 1 ml/kg/jam meskipun pasien minum sedikit karena mual. Ht turun dari 46% menjadi 40%. Trombosit masih rendah. Indikator paling tepat bahwa terapi cairan efektif adalah...

a)

Penurunan suhu

b)

Penurunan hematokrit dan urine adekuat

c)

Trombosit meningkat

d)

Pasien merasa lebih nyaman

e)

Nafsu makan meningkat

10.

Pasien DBD direncanakan pulang setelah suhu stabil dan nafsu makan membaik. Pasien bertanya apakah boleh olahraga ringan atau minum minuman berenergi. Keluarga ingin pasien diberi ramuan herbal untuk menaikkan trombosit. Edukasi paling penting untuk disampaikan adalah...

a)

Konsumsi makanan pedas untuk meningkatkan nafsu makan

b)

Banyak tidur siang

c)

Segera kembali bila timbul perdarahan, muntah terus-menerus, atau demam ulang

d)

Minum suplemen penambah trombosit

e)

Hindari mandi selama 3 hari

11.

Evaluasi – Diagnosa Teratasi Kasus: Diagnosa: Risiko syok. Setelah 24 jam terapi cairan, pasien tampak segar, tidak mengeluh

a)

Diagnosa teratasi setelah 24 jam terapi cairan, pasien tampak segar, tidak mengeluh

b)

Pasien masih tampak lemas dan mengeluh pusing setelah terapi cairan

c)

Pasien mengalami penurunan kesadaran setelah terapi cairan

d)

Pasien menunjukkan tanda-tanda syok setelah terapi cairan

12.

Seorang pasien mengalami pusing, TD stabil, nadi normal, CRT <2 detik. Ht menurun, urine adekuat. Meskipun trombosit masih rendah, pasien tidak menunjukkan tanda perdarahan. Evaluasi penyelesaian diagnosa adalah...

a)

Diagnosa masih berlanjut

b)

Tindakan tidak efektif

c)

Risiko syok teratasi

d)

Risiko syok menjadi syok

e)

Butuh terapi antibiotik lanjutan