NEW
Font size
WorksheetsSoal Remidi Kelas 11
Total questions: 40
Worksheet time: 20mins
Saat perawatan rutin, seorang teknisi menemukan oli mesin sudah sangat hitam dan viskositasnya menurun. Jika tetap digunakan, apa dampak jangka panjang paling kritis bagi mesin?
Tenaga mesin meningkat karena oli lebih encer
Gesekan meningkat sehingga komponen cepat aus dan berpotensi menyebabkan overheating lokal
Konsumsi bahan bakar lebih irit karena beban mesin berkurang
Emisi gas buang semakin bersih
Suhu oli selalu terjaga stabil
Apa fungsi utama dari Kepala Silinder (Cylinder Head)?
Sebagai rumah bagi Poros Engkol (Crankshaft).
Menjadi dudukan bagi Piston dan Ring Piston.
Tempat terjadi pembentukan campuran udara dan bahan bakar.
Menutup Blok Silinder, menjadi rumah bagi mekanisme katup, dan tempat terjadinya ruang bakar.
Sebagai tempat penampungan oli mesin.
Fungsi utama titik mati atas (TMA) pada motor bakar adalah…
Posisi piston berada di titik terendah dalam silinder
Posisi piston berada di tengah langkah kerja
Posisi piston berada di titik tertinggi dalam silinder
Posisi piston tidak bergerak
Posisi katup selalu tertutup
Dalam sistem rem cakram (disc brake), komponen yang mengubah tekanan hidrolik dari minyak rem menjadi gerakan menjepit pada cakram sehingga menghasilkan perlambatan atau pengereman adalah…
Kampas Rem (Brake Pad)
Master Silinder (Master Cylinder)
Kaliper (Caliper)
Piringan Rem (Brake Disc)
Booster Rem
Tujuan utama dari Sistem Bahan Bakar Bensin adalah...
Mengubah energi panas menjadi energi gerak.
Melumasi komponen mesin yang bergerak.
Mendinginkan suhu kerja mesin agar tidak terlalu panas.
Menyediakan bahan bakar, serta mencampurnya dengan udara dalam perbandingan yang tepat sesuai kebutuhan mesin.
Menjaga tekanan oli mesin tetap stabil di semua putaran.
Sistem pelumasan mengalami gangguan pada pompa oli sehingga tidak dapat mendistribusikan oli ke seluruh bagian mesin. Dampak paling awal dan logis yang akan terlihat adalah…
Mesin langsung mati total
Peningkatan keausan dan kerusakan pada permukaan komponen yang bergesekan
Penurunan suhu ruang bakar secara berlebihan
Percikan bunga api pada busi semakin kuat
Rem menjadi lebih peka
Pada Sistem Injeksi Bahan Bakar Elektronik (EFI), komponen yang berfungsi menyemprotkan bahan bakar langsung ke intake manifold atau ruang bakar berdasarkan perintah dari ECU adalah...
Pompa Bahan Bakar (Fuel Pump)
Regulator Tekanan Bahan Bakar (Fuel Pressure Regulator)
Throttle Body
Injektor (Injector)
Sensor Oksigen (Oxygen Sensor)
Apa fungsi dari Fuel Filter (saringan bahan bakar) yang terdapat pada semua jenis sistem bahan bakar kendaraan ringan?
Menstabilkan suhu bahan bakar.
Menjaga tekanan bahan bakar agar tidak berlebihan.
Menyaring kotoran, debu, dan air yang mungkin terbawa oleh bahan bakar agar tidak merusak komponen presisi.
Mengalirkan bahan bakar dari tangki ke pomp
Mengatur waktu penginjeksian bahan bakar.
Mesin Diesel berbeda dengan Mesin Bensin karena pembakaran pada Mesin Diesel terjadi akibat...
Percikan bunga api busi pada akhir langkah kompresi.
Pencampuran campuran udara dan bahan bakar secara ekstrem.
Penyemprotan bahan bakar ke udara yang bersuhu sangat tinggi akibat kompresi ekstrem.
Pencampuran bahan bakar dan udara di karburator.
Penggunaan supercharger bertekanan tinggi.
Seorang teknisi mendapati bahwa mesin bensin mengalami misfire saat putaran tinggi. Setelah diperiksa, celah busi ternyata lebih lebar dari spesifikasi. Berdasarkan informasi tersebut, langkah perbaikan paling tepat adalah...
Mengganti coil pengapian karena percikan pasti lemah
Menyetel celah busi sesuai spesifikasi agar tegangan percikan tidak terlalu tinggi
Membersihkan busi dari kerak karbon agar lebih mudah memercik
Mengganti kabel busi karena pasti bocor
Mengganti injector karena campuran menjadi boros
Pada mesin bensin EFI, jika sensor suhu air pendingin (ECT) mengirimkan nilai yang salah ke ECU (membaca suhu selalu dingin), maka potensi masalah pada performa mesin adalah...
Mesin terlalu irit karena injektor diset menyemprot lebih sedikit
Busi tidak mendapatkan percikan sama sekali
ECU memerintahkan campuran menjadi lebih kaya sehingga mesin boros dan emisi meningkat
Kipas pendingin terus menyala karena mesin dianggap panas
Tekanan oli tidak stabil
Di manakah lokasi Pompa Bahan Bakar Elektrik (Electric Fuel Pump) pada mayoritas mobil modern bersistem EFI?
Terpasang di Intake Manifold
Terpasang di bawah Dashboard
Terpasang terpisah di samping mesin
Terendam di dalam tangki bahan bakar (Fuel Tank)
Terpasang di dekat busi
Tujuan utama dari sistem pendinginan pada motor bakar adalah...
Mengubah energi panas menjadi energi listrik
Menjaga suhu oli pelumas agar tetap dingin
Mempertahankan suhu kerja mesin agar berada pada batas ideal (sekitar 80°C - 92°C) untuk efisiensi dan mencegah overheating
Mengalirkan bahan bakar dari tangki ke mesin
Mengurangi gesekan antar komponen mesin
Komponen sistem pendinginan yang berfungsi mengalirkan cairan pendingin (coolant) dari radiator ke dalam saluran air (water jacket) di blok silinder dan kepala silinder adalah...
Thermostat
Radiator
Water Pump (Pompa Air)
Kipas Pendingin (Cooling Fan)
Reservoir Tank
Urutan langkah kerja yang benar dalam satu siklus penuh pada Mesin Bensin 4-Tak adalah...
Kompresi – Isap – Usaha – Buang
Isap – Buang – Kompresi – Usaha
Isap – Kompresi – Usaha – Buang
Usaha – Buang – Isap – Kompresi
Kompresi – Usaha – Isap – Buang
Pada Mesin Bensin, komponen yang berfungsi untuk menghasilkan loncatan bunga api listrik tegangan tinggi untuk membakar campuran udara dan bahan bakar saat akhir langkah kompresi adalah...
Injektor (Injector)
Distributor
Koil Pengapian (Ignition Coil)
Busi (Spark Plug)
Alternator
Apa perbedaan mendasar antara Mesin Bensin (Otto Cycle) dan Mesin Diesel (Diesel Cycle) dilihat dari cara penyalaan bahan bakarnya?
Mesin Bensin menggunakan busi, sedangkan Mesin Diesel menggunakan magnet
Mesin Bensin membakar bahan bakar dengan panas kompresi, Mesin Diesel dengan percikan busi
Mesin Bensin menggunakan percikan busi, Mesin Diesel membakar bahan bakar dengan panas kompresi udara
Mesin Bensin tidak memerlukan sistem pelumasan, Mesin Diesel memerlukannya
Mesin Bensin menggunakan 2 langkah, Mesin Diesel menggunakan 4 langkah
Langkah Usaha (Power Stroke) pada mesin 4-Tak ditandai dengan...
Katup Isap terbuka, Piston bergerak dari TMB ke TMB
Katup Buang terbuka, Piston bergerak dari TMA ke TMB
Kedua katup tertutup, Busi memercik, dan Piston terdorong dari TMA ke TMB
Kedua katup tertutup, Piston bergerak dari TMB ke TMB
Katup Isap dan Buang terbuka, Piston bergerak turun.
Komponen yang bertanggung jawab untuk mengatur waktu pembukaan dan penutupan Katup Isap dan Katup Buang sesuai dengan langkah kerja Piston adalah...
Poros Engkol (Crankshaft)
Batang Piston (Connecting Rod)
Flywheel (Roda Gila)
Poros Nok (Camshaft)
Piston
Salah satu ciri khas yang membedakan Mesin 2-Tak dengan Mesin 4-Tak adalah...
Mesin 2-Tak tidak memiliki katup (Valve), tetapi menggunakan saluran (port) untuk proses Isap dan Buang.
Mesin 2-Tak selalu menggunakan busi ganda
Mesin 2-Tak menggunakan ruang bakar yang lebih besar.
Mesin 2-Tak memerlukan 4 kali putaran poros engkol untuk satu siklus kerja
Mesin 2-Tak tidak menghasilkan tenaga.
Apa tujuan utama dari Sistem Pendingin pada motor bakar?
Mempercepat pemuaian logam di dalam mesin.
Mempertahankan suhu kerja mesin agar berada pada batas yang ideal (tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas).
Mengubah putaran mesin menjadi energi listrik.
Mencampur oli dengan bahan bakar secara otomatis.
Melindungi ban dari panas jalan.
Komponen utama dalam mesin yang bertugas mengubah gerak naik-turun (translasi) piston akibat tenaga pembakaran menjadi gerak putar (rotasi) yang diteruskan ke sistem pemindah tenaga adalah...
Poros Nok (Camshaft)
Poros Engkol (Crankshaft)
Katup (Valve)
Batang Piston (Connecting Rod)
Flywheel (Roda Gila)
Fungsi utama dari sistem suspensi, terutama peredam kejut (shock absorber), pada kendaraan adalah...
Mengubah arah gerak roda saat berbelok.
Mengubah tenaga putar menjadi tenaga gerak maju.
Menjamin roda selalu kontak dengan permukaan jalan dan meredam osilasi bodi kendaraan.
Memperkuat kerangka bodi kendaraan.
Menyalurkan daya listrik ke seluruh sistem kelistrikan.
Manfaat utama penggunaan Transmisi pada kendaraan ringan adalah...
Untuk memadamkan api jika terjadi kebakaran di area mesin.
Untuk menahan putaran roda saat mobil diparkir.
Untuk mengubah rasio perbandingan putaran mesin dan putaran roda, sehingga menghasilkan tenaga dan kecepatan yang bervariasi.
Untuk menjamin mobil dapat berjalan mundur saja.
Untuk mengukur kecepatan kendaraan.
Mengapa oli harus diganti secara berkala sesuai jadwal yang ditentukan pabrikan (misalnya setiap 10.000km)?
Untuk menjaga agar warna oli selalu hitam.
Karena oli akan menguap dan habis sepenuhnya.
Karena aditif pada oli (deterjen, anti-karat, dll.) akan berkurang dan daya lumas oli akan menurun seiring pemakaian.
Agar suhu mesin selalu dingin.
Untuk meningkatkan tekanan oli secara otomatis.
Pada mesin 4-Tak, sistem pelumasan yang paling umum digunakan dan mengandalkan pompa untuk mendistribusikan oli ke seluruh bagian mesin adalah sistem...
Pelumasan Campur (Total Loss Lubrication).
Pelumasan Percik (Splash Lubrication).
Pelumasan Basah Bertekanan (Pressure Feed Lubrication).
Pelumasan Kering (Dry Sump Lubrication).
Pelumasan Otomatis.
Fungsi utama dari sistem pengapian pada Mesin Bensin 4-Tak adalah...
Mengatur waktu pembukaan dan penutupan katup.
Menghasilkan bahan bakar bertekanan tinggi.
Mengubah tegangan listrik 12V dari baterai menjadi tegangan tinggi (10.000 hingga 30.000V) dan memercikkannya pada waktu yang tepat di ruang bakar.
Mengatur waktu injeksi bahan bakar elektronik.
Mengubah energi panas menjadi energi mekanik.
Komponen utama yang bertanggung jawab untuk mengubah tegangan rendah ( 12V ) menjadi tegangan tinggi di dalam sistem pengapian konvensional adalah
Baterai (Aki)
Busi (Spark Plug)
Koil Pengapian (Ignition Coil)
Distributor
Kondensor
Ketika kabel busi (High Tension Cord) mengalami kebocoran (retak/terkelupas), akibat yang paling mungkin terjadi pada kinerja mesin adalah
Tekanan oli naik.
Terjadi overheating.
Tegangan tinggi bocor ke ground sebelum mencapai busi, menyebabkan busi kehilangan percikan atau percikan lemah, sehingga mesin pincang atau sulit hidup.
Kipas pendingin mati.
Putaran mesin menjadi terlalu tinggi.
Apa yang akan terjadi jika celah busi (spark plug gap) terlalu lebar dari spesifikasi pabrikan?
Tenaga mesin meningkat drastis.
Tahanan arus listrik turun, memperkuat percikan.
Tegangan yang diperlukan untuk memercik menjadi terlalu tinggi, menyebabkan kegagalan pengapian (misfire) terutama pada RPM tinggi.
Busi akan cepat kotor.
Mesin akan menjadi lebih irit bahan bakar.
Sebuah kendaraan mengalami gejala tenaga mesin lemah dan timbul suara “ketukan” pada area kepala silinder saat mesin panas. Setelah diperiksa, celah katup buang terlalu rapat dari spesifikasi. Analisis paling tepat mengenai hubungan kondisi tersebut dengan gejala yang muncul adalah
Katup buang menutup terlalu cepat sehingga kompresi meningkat dan suara mesin bertambah keras.
Katup buang tidak menutup sempurna saat mesin panas, menyebabkan kebocoran kompresi dan panas berlebih pada katup.
Intake manifold tersumbat karena katup buang terlalu dekat dengan dudukannya.
Campuran udara dan bahan bakar menjadi lebih kaya karena katup buang menutup rapat.
Gas buang keluar dengan lebih cepat sehingga tenaga mesin berkurang.
Pada mobil modern, kipas pendingin (cooling fan) umumnya digerakkan oleh motor listrik. Kipas ini akan mulai bekerja ketika
Pengemudi menghidupkan AC mobil.
Tekanan oli mesin mencapai batas tertentu.
Sensor suhu air pendingin (ECT/Water Temp Sensor) mengirimkan sinyal ke ECU bahwa suhu sudah melebihi batas yang ditentukan.
Kecepatan mobil mencapai 60 km/jam .
Piston mencapai Titik Mati Atas (TMA).
Jika thermostat pada mesin macet dalam posisi tertutup padahal mesin sudah mencapai suhu kerja ideal, akibat yang paling mungkin terjadi adalah
Mesin akan bekerja pada suhu yang terlalu dingin (overcooling).
Tidak ada sirkulasi cairan pendingin ke radiator, menyebabkan mesin overheating.
Kipas pendingin akan mati total.
Tekanan oli akan turun drastis.
Torsi mesin akan meningkat.
Komponen yang dirancang dengan sirip-sirip tipis (fin) dan inti (core) yang luas, berfungsi sebagai alat penukar panas utama yang melepaskan panas dari cairan pendingin ke udara luar adalah
Water Jacket
Thermostat Housing
Radiator
Reservoir Tank
Heater Core
Fungsi utama dari sistem pelumasan pada mesin adalah
Mengubah energi kimia menjadi energi gerak.
Mendinginkan suhu kerja mesin dan membuang gas sisa pembakaran.
Meredam getaran poros engkol dan menyerap panas dari komponen yang bergerak.
Mengurangi gesekan dan keausan antara bagian mesin yang bergerak, membersihkan, serta membantu pendinginan.
Menyalurkan tenaga dari mesin ke roda.
Komponen yang berfungsi menghisap oli dari bak oli (oil pan) dan menekannya ke seluruh saluran pelumasan di dalam mesin adalah
Saringan Oli (Oil Filter)
Pompa Oli (Oil Pump)
Oil Pressure Switch
Dipstick
Katup PCV
Apa fungsi dari Oil Filter (saringan oli) dalam sistem pelumasan?
Mengatur suhu oli agar tetap stabil.
Menjaga tekanan oli agar tidak berlebihan.
Menyaring kotoran, serpihan logam, dan residu pembakaran dari oli mesin.
Menunjukkan volume oli di bak oli.
Menyemprotkan oli ke dinding silinder.
Pada sistem pelumasan bertekanan, komponen yang bertugas menunjukkan ketinggian atau volume oli di dalam bak oli saat mesin dalam kondisi mati adalah
Lampu Indikator Tekanan Oli
Pressure Gauge
Dipstick (Tongkat Pengukur Oli)
Pompa Oli
Katup Pelepas Tekanan (Relief Valve)
Ketika oli mesin sudah lama dipakai dan tidak diganti, viskositas akan menurun dan banyak mengandung kotoran. Dampak negatif utama yang terjadi pada mesin adalah
Peningkatan tenaga mesin yang signifikan.
Pengereman menjadi lebih pakem.
Gesekan antar komponen mesin meningkat, menyebabkan keausan prematur dan overheating lokal.
Emisi gas buang menjadi lebih bersih.
Bahan bakar menjadi lebih irit.
Dalam kode spesifikasi oli 10W−40 , angka 10W (Winter) menunjukkan
Viskositas oli saat mesin panas.
Kemampuan oli untuk tetap encer dan mengalir saat suhu dingin/start awal.
Jarak tempuh maksimal oli tersebut.
Tingkat aditif deterjen dalam oli.
Kekentalan oli saat mesin berada pada suhu normal.
