wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Food Safety Management System (HACCP) Worksheet

Total questions: 15

Worksheet time: 8mins

Name
Class
Date
1.

Wawan adalah manajer di sebuah pabrik makanan. Ia ingin memastikan bahwa produk yang dihasilkan perusahaannya aman untuk dikonsumsi dan tidak menyebabkan penyakit pada konsumen. Apa tujuan utama dari Sistem Manajemen Keamanan Pangan (FSMS) seperti HACCP yang dapat diterapkan Wawan di pabriknya?

a)

Untuk mengurangi biaya produksi makanan secara keseluruhan dengan meminimalkan limbah.

b)

Untuk meningkatkan kecepatan pemrosesan makanan dan distribusi global.

c)

Untuk menyediakan label nutrisi yang detail bagi konsumen.

d)

Untuk mencegah penyakit bawaan makanan dengan mengendalikan bahaya pada tahap-tahap kunci.

e)

Untuk kepentingan pemasaran makanan berlabel "aman".

2.

Mega sedang mengikuti pelatihan keamanan pangan di sebuah pabrik makanan. Instruktur menanyakan, "Manakah dari berikut ini yang paling tepat menggambarkan huruf 'H' dalam akronim HACCP?"

a)

Penanganan, mengacu pada praktik ergonomis yang tepat.

b)

Kebersihan, hanya berfokus pada kebersihan karyawan.

c)

Bahaya, mengidentifikasi segala sesuatu yang dapat menyebabkan bahaya dalam makanan.

d)

Kesehatan, hanya berkaitan dengan masalah kesehatan konsumen.

e)

Pemanenan, memastikan bahan baku diperoleh dengan benar.

3.

Ketika Indah sedang memasak sup di dapur restoran, tiba-tiba sebuah potongan logam jatuh ke dalam adonan sup. Ini adalah contoh bahaya jenis apa dalam produksi makanan?

a)

Bahaya biologis (misalnya, bakteri)

b)

Bahaya kimia (misalnya, sisa pembersih)

c)

Bahaya fisik (misalnya, benda asing)

d)

Bahaya alergen (misalnya, kacang tanah)

e)

Bahaya lingkungan (misalnya, polusi)

4.

Sebuah perusahaan makanan yang dipimpin oleh Sari ingin menerapkan sistem HACCP untuk memastikan keamanan produknya. Apa langkah dasar pertama yang harus diselesaikan sebelum prinsip-prinsip HACCP (1-7) dapat diterapkan secara formal?

a)

Mengidentifikasi titik kendali kritis (CCP).

b)

Melakukan analisis bahaya secara menyeluruh.

c)

Menetapkan tindakan korektif untuk penyimpangan.

d)

Menyusun prosedur dan formulir pemantauan.

e)

Membentuk tim resmi HACCP.

5.

Seorang penangan makanan secara tidak sengaja menyemprotkan bahan kimia pembersih yang seharusnya digunakan untuk lantai ke permukaan yang bersentuhan dengan makanan. Hal ini akan menyebabkan jenis bahaya apa?

a)

Bahaya mikroba/biologis

b)

Bahaya kimia

c)

Bahaya fisik (karena benda asing)

d)

Bahaya alergenik

e)

Bahaya personel/manusia

6.

Dewi bekerja di sebuah pabrik makanan dan bertanggung jawab memastikan keamanan produk. Prinsip manakah dari tujuh prinsip HACCP yang mengharuskan Dewi menetapkan prosedur untuk memeriksa apakah rencana HACCP secara keseluruhan bekerja secara efektif dan mengonfirmasi keabsahan ilmiahnya?

a)

Prinsip 1: Melakukan analisis bahaya

b)

Prinsip 3: Menetapkan batas kritis

c)

Prinsip 5: Menetapkan tindakan korektif

d)

Prinsip 6: Menetapkan pencatatan

e)

Prinsip 7: Menetapkan prosedur verifikasi

7.

Ina membeli makanan dari sebuah warung, namun setelah dikonsumsi, ia mengalami gejala keracunan makanan. Setelah diperiksa, ternyata makanan tersebut terkontaminasi bakteri patogen seperti Salmonella atau E. coli. Bakteri ini diklasifikasikan sebagai jenis bahaya apa?

a)

Bahaya fisik

b)

Bahaya kimia (karena racun)

c)

Bahaya biologis

d)

Bahaya lingkungan

e)

Bahaya struktural

8.

Rahman bekerja di sebuah pabrik makanan dan sedang menerapkan sistem HACCP. Dalam proses produksi, ia harus menentukan apa yang terutama dimaksud dengan Titik Kendali Kritis (CCP). Apa yang harus menjadi fokus utama Rahman pada tahap ini?

a)

Mendokumentasikan aktivitas harian dan catatan pelatihan pekerja makanan

b)

Mengidentifikasi setiap kemungkinan bahaya dalam seluruh alur proses

c)

Menetralisir atau mengurangi bahaya keamanan pangan yang signifikan ke tingkat yang dapat diterima

d)

Menentukan perkiraan umur simpan produk akhir

e)

Berfungsi sebagai titik observasi untuk perbaikan proses secara berkelanjutan

9.

Wahyu bekerja di sebuah pabrik makanan dan sedang menerapkan rencana HACCP. Ia harus menentukan batas kritis pada setiap CCP. Dalam konteks ini, batas kritis paling tepat didefinisikan sebagai:

a)

Jumlah maksimum item makanan yang dapat diproses per jam tanpa mengorbankan kualitas.

b)

Nilai maksimum atau minimum di mana bahaya fisik, biologi, atau kimia harus dikendalikan pada CCP.

c)

Lama waktu produk dapat disimpan dengan aman sebelum dijual.

d)

Jumlah total ketidaksesuaian yang diizinkan selama proses produksi.

e)

Waktu maksimum yang diperbolehkan untuk tindakan korektif.

10.

Di sebuah dapur restoran, Indah sedang memasak ayam dan langkah memasak tersebut diidentifikasi sebagai CCP. Batas kritis ditetapkan pada 74C74^\circ C selama 15 detik. Namun, saat Indah memantau dengan termometer, pembacaan hanya menunjukkan 70C70^\circ C . Prinsip HACCP mana yang harus segera diterapkan oleh Indah?

a)

Menetapkan batas kritis (Prinsip 3).

b)

Menetapkan prosedur pemantauan (Prinsip 4).

c)

Menetapkan tindakan korektif (Prinsip 5).

d)

Menetapkan pencatatan (Prinsip 6).

e)

Menetapkan prosedur verifikasi (Prinsip 7).

11.

Di sebuah pabrik makanan, tim HACCP sedang menerapkan Prinsip keempat: Menetapkan Prosedur Pemantauan. Semua hal berikut dilakukan oleh tim KECUALI:

a)

Mendokumentasikan pengamatan atau pengukuran saat terjadi.

b)

Mel reaction pengukuran cukup sering untuk memastikan kontrol tetap terjaga.

c)

Menggunakan alat yang telah dikalibrasi untuk pembacaan yang akurat.

d)

Mengidentifikasi potensi bahaya baru yang sebelumnya belum dianalisis pada Prinsip 1.

e)

Menetapkan tanggung jawab pengukuran kepada personel yang terlatih.

12.

Rina bekerja di sebuah perusahaan makanan yang menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan (FSMS). Suatu hari, Rina diminta untuk memastikan bahwa semua pencatatan terkait proses produksi dilakukan secara akurat dan terperinci. Mengapa pencatatan yang akurat dan terperinci dianggap sebagai prinsip penting (Prinsip 6) dalam FSMS?

a)

Untuk memenuhi persyaratan umum akuntansi dan inventaris.

b)

Untuk menghitung efisiensi lini produksi.

c)

Untuk menghitung margin keuntungan pada momen tertentu dari produk makanan secara cepat.

d)

Untuk menunjukkan bahwa sistem selalu terkendali dan mematuhi hukum.

e)

Untuk menentukan tingkat staf yang optimal untuk operasi harian.

13.

Pertimbangkan sebuah skenario di mana ayam mentah diterima di pabrik pengolahan. Parameter mana yang paling mungkin ditetapkan sebagai batas kritis pada CCP Penerimaan untuk mencegah pertumbuhan mikroba yang berlebihan?

a)

Warna dan keutuhan kemasan ayam.

b)

Tanggal kedaluwarsa atau "gunakan sebelum" pada kemasan.

c)

Suhu internal ayam mentah saat tiba.

d)

Total berat pengiriman dibandingkan dengan lembar pesanan.

e)

Durasi waktu yang dibutuhkan truk pengiriman untuk tiba.

14.

Rina bekerja di sebuah pabrik makanan dan sedang mengikuti pelatihan HACCP. Instruktur bertanya kepada Rina: "Apa perbedaan utama antara monitoring (Prinsip 4) dan verifikasi (Prinsip 7) dalam rencana HACCP?"

a)

Monitoring adalah pengukuran terus-menerus untuk memastikan pengendalian, sedangkan verifikasi memastikan bahwa seluruh rencana HACCP berjalan secara efektif.

b)

Monitoring hanya dilakukan oleh auditor, sedangkan verifikasi dilakukan oleh tim HACCP.

c)

Monitoring hanya dilakukan setiap tahun, sedangkan verifikasi dilakukan secara terus-menerus.

d)

Monitoring hanya berfokus pada bahaya biologis, sedangkan verifikasi berfokus pada bahaya fisik.

e)

Monitoring berlaku untuk semua tahapan proses, sedangkan verifikasi hanya berlaku pada CCP.

15.

Di sebuah dapur restoran, Nur menemukan bahwa suhu makanan yang sedang didinginkan terlalu hangat, melebihi batas kritis yang telah ditetapkan. Prinsip HACCP mana yang digunakan ketika menentukan tindakan yang benar untuk diambil dalam situasi seperti ini?

a)

Prinsip 2: Identifikasi CCP

b)

Prinsip 3: Menetapkan batas kritis

c)

Prinsip 5: Menetapkan tindakan korektif

d)

Prinsip 6: Menetapkan prosedur pencatatan

e)

Prinsip 7: Menetapkan prosedur verifikasi