wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Page 1

Total questions: 149

Worksheet time: 1hrs 15mins

Name
Class
Date
1.

Istilah yang paling tepat untuk menggambarkan keadaan darurat metabolik pada diabetes dengan ketoasidosis adalah apa?

a)

Ketoasidosis diabetik akut

b)

Hipoglikemia berat kronik

c)

Neuropati diabetik progresif

d)

Retinopati proliferatif aktif

2.

HHS pada diabetes ditandai terutama oleh kombinasi hiperglikemia dan apa lagi?

a)

Hiperosmolaritas tanpa ketoasidosis

b)

Ketoasidosis berat dengan keton

c)

Hipoglikemia dan hiponatremia

d)

Asidosis respiratorik dominan

3.

Tujuan utama penatalaksanaan awal DKA adalah lebih dulu menstabilkan apa?

a)

Produksi insulin pankreas

b)

Fungsi tiroid menurun

c)

Tekanan intraokular tinggi

d)

Status cairan dan elektrolit

4.

Pada HHS, komplikasi neurologis paling mungkin terkait dengan apa?

a)

Hipokalemia ringan sementara

b)

Asidosis metabolik murni

c)

Keton tinggi di darah

d)

Hiperosmolaritas dan dehidrasi

5.

Tanda klinis awal DKA yang sering muncul adalah kombinasi poliuria, polidipsia, dan apa lagi?

a)

Napas Kussmaul dalam cepat

b)

Ikterus sklera kuning

c)

Bradikardia persisten

d)

Edema perifer luas

6.

Perubahan elektrolit yang perlu dipantau ketat pada DKA adalah terutama kadar apa?

a)

Magnesium eritrosit tinggi

b)

Fosfat urin rendah

c)

Kalsium total meningkat

d)

Kalium serum fluktuatif

7.

Intervensi farmakologis inti untuk mengoreksi hiperglikemia pada DKA adalah pemberian apa?

a)

Insulin reguler intravena

b)

Acarbose saat makan

c)

Metformin oral harian

d)

Sulfonilurea dosis awal

8.

Faktor pencetus umum DKA pada pasien DM tipe 1 meliputi infeksi dan apa lagi?

a)

Asupan serat berlebih

b)

Kepatuhan insulin buruk

c)

Suplemen multivitamin

d)

Latihan ringan harian

9.

Langkah penting dalam evaluasi HHS adalah menghitung osmolalitas efektif. Rumus yang digunakan melibatkan natrium dan apa?

a)

Keton serum total

b)

Urea nitrogen darah

c)

Glukosa plasma terukur

d)

Laktat plasma bebas

10.

Kapan transisi dari insulin intravena ke subkutan pada DKA dilakukan dengan aman?

a)

Setelah anion gap menutup

b)

Saat glukosa masih sangat tinggi

c)

Sebelum status cairan stabil

d)

Selagi pasien masih asidotik

11.

Apa yang dimaksud dengan kegawatdaruratan diabetes dalam konteks klinis?

a)

Infeksi ringan pada pasien dengan diabetes

b)

Perubahan gaya hidup tanpa terapi medis

c)

Komplikasi akut yang mengancam jiwa dan butuh segera

d)

Komplikasi kronis yang tidak mengancam jiwa

12.

Manakah komponen utama kegawatdaruratan diabetes menurut definisi pada slide?

a)

Hiperurisemia dan dehidrasi

b)

Hiperglikemia dan hipoglikemia

c)

Asidosis metabolik dan alkalosis

d)

Hiponatremia dan hiperkalemia

13.

Kondisi hiperglikemia dalam kegawatdaruratan diabetes mencakup…

a)

KAD dan hipoglikemia

b)

DKA dan keto diet

c)

KAD dan HHS

d)

HHS dan hipoglikemia

14.

Pernyataan yang benar terkait kebutuhan penanganan pada kegawatdaruratan diabetes adalah…

a)

Tidak memerlukan penanganan segera

b)

Memerlukan penanganan segera untuk mencegah kematian

c)

Cukup observasi tanpa terapi

d)

Hanya perlu edukasi diet di rumah

15.

Tujuan awal penatalaksanaan kegawatdaruratan diabetes paling tepat adalah…

a)

Mengganti terapi oral ke insulin basal

b)

Menurunkan HbA1c dalam jangka panjang

c)

Meningkatkan aktivitas fisik harian pasien

d)

Stabilisasi hemodinamik dan koreksi glukosa

16.

Pada hiperglikemia berat tipe HHS, komplikasi yang paling dikhawatirkan secara akut adalah…

a)

Anemia hemolitik akut

b)

Hipotermia karena vasodilatasi

c)

Dehidrasi berat dan gangguan kesadaran

d)

Edema paru mendadak

17.

Pada DKA, perubahan metabolik utama yang membedakan dari HHS adalah…

a)

Hiperinsulinemia dengan keton rendah

b)

Ketonemia dan asidosis metabolik

c)

Alkalosis respiratorik dominan

d)

Hiponatremia berat tanpa keton

18.

Langkah awal yang paling tepat ketika mencurigai hipoglikemia pada pasien diabetes adalah…

a)

Memberi cairan intravena hipotonik segera

b)

Memeriksa glukosa darah kapiler dan koreksi glukosa

c)

Memberi diuretik untuk mengurangi edema

d)

Melakukan rontgen dada untuk menyingkirkan infeksi

19.

Faktor pemicu umum kegawatdaruratan hiperglikemia pada pasien diabetes melitus meliputi…

a)

Defisiensi vitamin D dan paparan dingin

b)

Konsumsi air berlebihan dan diet rendah karbo

c)

Infeksi, penghentian insulin, dan stres fisiologis

d)

Kelebihan insulin eksogen dan olahraga berlebih

20.

Indikator bahwa suatu kondisi merupakan kegawatdaruratan diabetes adalah…

a)

Tidak ada gejala sistemik dan stabil

b)

Perubahan HbA1c tanpa gejala akut

c)

Ancaman jiwa dengan progres cepat

d)

Hanya keluhan ringan gastrointestinal

21.

Menurut slide pengantar, berapa prevalensi diabetes di Indonesia sekitar tahun 2012?

a)

Sekitar 8,1 persen populasi

b)

Sekitar 6,5 persen populasi

c)

Sekitar 4,8 persen populasi

d)

Sekitar 3,2 persen populasi

22.

Pernyataan yang tepat mengenai DKA pada DM menurut materi ini adalah:

a)

DKA jarang menjadi komplikasi akut

b)

DKA tidak terkait keadaan stres

c)

DKA hanya terjadi pada DM tipe 1

d)

DKA paling umum dan serius akut

23.

Pada pasien DM tipe 2, kondisi yang sering memicu DKA adalah:

a)

Asupan serat tinggi harian

b)

Olahraga intensif terprogram

c)

Keadaan stres seperti trauma

d)

Puasa intermiten terkontrol

24.

Di antara pilihan berikut, mana contoh keadaan stres yang disebutkan memicu DKA?

a)

Trauma, pembedahan, infeksi

b)

Sunburn ringan saat liburan

c)

Perjalanan udara jarak pendek

d)

Donasi darah sukarela

25.

Bagaimana perubahan dosis insulin dapat berperan terhadap terjadinya DKA pada DM tipe 2?

a)

Peningkatan atau penurunan dosis

b)

Hanya penurunan dosis saja

c)

Tidak ada pengaruh dosis insulin

d)

Hanya peningkatan dosis saja

26.

Menurut data pada slide, berapa persen pasien KAD yang tidak memiliki faktor pencetus?

a)

Sekitar 10 persen pasien

b)

Sekitar 20 persen pasien

c)

Sekitar 30 persen pasien

d)

Sekitar 40 persen pasien

27.

Seorang pasien DM tipe 2 pasca operasi datang dengan hiperglikemia dan nyeri. Berdasarkan materi, tindakan klinis yang paling relevan adalah:

a)

Mengabaikan risiko DKA

b)

Menghentikan insulin seluruhnya

c)

Menilai risiko DKA meningkat

d)

Mengganti DM menjadi diet ketat

28.

Kasus: Pasien DM tipe 2 tanpa infeksi atau trauma mengalami DKA. Berdasarkan slide, interpretasi yang paling sesuai adalah:

a)

DKA mustahil tanpa pencetus

b)

Sebagian kasus terjadi tanpa pencetus

c)

DKA hanya pada DM tipe 1 saja

d)

DKA selalu akibat infeksi berat

29.

Dalam konteks edukasi, apa pesan utama mengenai DKA yang perlu ditekankan kepada pasien DM?

a)

DKA mudah sembuh tanpa terapi

b)

DKA selalu bersifat kronis progresif

c)

DKA tidak berbahaya klinis

d)

DKA komplikasi akut paling serius

30.

Identifikasi faktor risiko DKA yang harus dipantau pada pasien DM tipe 2 saat rawat inap:

a)

Kadar vitamin harian

b)

Frekuensi donor plasma

c)

Riwayat alergi makanan

d)

Fluktuasi dosis insulin

31.

Pernyataan mana yang paling tepat menggambarkan KAD (DKA)?

a)

Keadaan resistensi insulin ringan tanpa perubahan hormon lain

b)

Keadaan kelebihan insulin dan penurunan hormon kontra regulator

c)

Keadaan defisiensi insulin dan lonjakan hormon kontra regulator

d)

Keadaan normal insulin dengan peningkatan sensitisasi reseptor perifer

32.

Hormon kontra regulator yang meningkat pada KAD termasuk yang mana?

a)

Renin, angiotensin, insulin, somatostatin

b)

Tiroksin, insulin, estrogen, melatonin

c)

Insulin, aldosteron, prolaktin, vasopresin

d)

Glukagon, katekolamin, kortisol, hormon pertumbuhan

33.

Apa konsekuensi utama dari defisiensi insulin pada KAD terhadap hati?

a)

Penggunaan laktat oleh hati meningkat

b)

Sintesis glikogen hati bertambah besar

c)

Produksi glukosa hepatik meningkat tajam

d)

Produksi keton hepatik menurun drastis

34.

Apa yang terjadi pada utilisasi glukosa oleh sel tubuh dalam KAD?

a)

Utilisasi meningkat karena efek insulin kuat

b)

Utilisasi berfluktuasi tanpa pola yang jelas

c)

Utilisasi tidak berubah secara signifikan

d)

Utilisasi menurun sehingga glukosa tetap tinggi

35.

Hasil akhir dari kombinasi peningkatan produksi glukosa hati dan penurunan utilisasi glukosa pada KAD adalah apa?

a)

Hiperglikemia menetap pada sirkulasi

b)

Hipoglikemia sementara setelah makan

c)

Euglikemia dengan kompensasi hormon

d)

Normoglikemia karena peningkatan ekskresi

36.

Manakah pasangan yang benar terkait perubahan hormonal dalam KAD?

a)

Insulin turun, hormon tiroid turun juga

b)

Insulin turun, hormon kontra regulator naik

c)

Insulin naik, hormon kontra regulator turun

d)

Insulin stabil, semua hormon tetap sama

37.

Mengapa peningkatan katekolamin berkontribusi pada hiperglikemia pada KAD?

a)

Meningkatkan sekresi insulin pankreas

b)

Menghambat lipolisis dan ketogenesis

c)

Meningkatkan glukoneogenesis dan glikogenolisis

d)

Menurunkan produksi glukosa oleh hati

38.

Pernyataan yang benar tentang peran glukagon pada KAD adalah apa?

a)

Menurunkan pelepasan asam lemak dari jaringan

b)

Meningkatkan ambilan glukosa perifer oleh otot

c)

Menekan produksi glukosa hati secara langsung

d)

Merangsang glukosa hati melalui glukoneogenesis

39.

Bagaimana kombinasi kortisol dan hormon pertumbuhan mempengaruhi metabolisme glukosa pada KAD?

a)

Meningkatkan resistensi insulin jaringan perifer

b)

Meningkatkan utilisasi glukosa di otot

c)

Menurunkan glukoneogenesis dan glikogenolisis

d)

Meningkatkan sensitivitas reseptor insulin perifer

40.

Kalimat mana yang paling menggambarkan mekanisme dasar hiperglikemia pada KAD?

a)

Produksi glukosa meningkat, pemakaian glukosa menurun

b)

Produksi dan pemakaian glukosa meningkat bersamaan

c)

Produksi glukosa stabil, pemakaian glukosa meningkat

d)

Produksi glukosa menurun, pemakaian glukosa meningkat

41.

Menurut data yang ditampilkan, berapa kisaran insidensi DKA di USA per 1000 pasien diabetes mellitus?

a)

1–2 per 1000 pasien DM

b)

15–20 per 1000 pasien DM

c)

3–4 per 1000 pasien DM

d)

4.6–8 per 1000 pasien DM

e)

9–12 per 1000 pasien DM

42.

Pernyataan yang paling tepat terkait insidensi KAD di Indonesia adalah?

a)

Hanya terjadi pada anak dengan DM tipe 1

b)

Terbatas dari rumah sakit dan pada DM tipe 2

c)

Tidak pernah dilaporkan dalam literatur

d)

Data lengkap dari survei nasional terbaru

e)

Terutama dilaporkan dari fasilitas primer

43.

Sumber rujukan tahun berapa yang menginformasikan insidensi DKA di USA pada slide ini?

a)

Savage, 2005

b)

Savage, 2011

c)

Gotera, 2010

d)

Gotera, 2015

e)

WHO, 2012

44.

Istilah KAD pada slide merujuk pada kondisi apa dalam bahasa Inggris?

a)

Insulin Resistance Syndrome

b)

Hypoglycemic Shock

c)

Metabolic Alkalosis

d)

Diabetic Ketoacidosis

e)

Hyperosmolar Hyperglycemic State

45.

Mengapa data insidensi KAD di Indonesia disebut terbatas pada slide ini?

a)

Semua kasus dirawat di puskesmas

b)

KAD tidak relevan pada populasi Indonesia

c)

Metode diagnostik tidak tersedia luas

d)

Pelaporan hanya dari rumah sakit tertentu

e)

Tidak ada laboratorium yang memeriksa keton

46.

Kelompok pasien mana yang disebut secara khusus terkait pelaporan KAD di Indonesia?

a)

Pasien DM tipe 1 terutama remaja

b)

Pasien DM tipe 2 khususnya dewasa

c)

Pasien gestasional trimester tiga

d)

Pasien pradiabetes usia lanjut

e)

Pasien dengan insulin pump aktif

47.

Jika sebuah rumah sakit melaporkan 6 kasus DKA per 1000 pasien DM, bagaimana angka tersebut dibandingkan kisaran USA yang disajikan?

a)

Di bawah kisaran USA yang disebutkan

b)

Sama dengan batas bawah kisaran USA

c)

Tidak dapat dibandingkan tanpa data populasi

d)

Di atas kisaran USA yang disebutkan

e)

Di dalam kisaran USA yang disebutkan

48.

Manakah pernyataan yang paling logis tentang variasi insidensi DKA antara negara?

a)

Selalu identik di semua negara

b)

Dipengaruhi sistem pelaporan dan akses perawatan

c)

Hanya ditentukan oleh usia populasi

d)

Tidak berhubungan dengan tipe DM

e)

Sepenuhnya ditentukan oleh faktor genetik

49.

Jika penelitian baru di Indonesia mencakup puskesmas dan rumah sakit, apa dampak yang mungkin pada estimasi insidensi KAD?

a)

Menurunkan validitas karena sumber beragam

b)

Hanya bermanfaat untuk DM tipe 1

c)

Menghilangkan kebutuhan data rumah sakit

d)

Meningkatkan akurasi karena cakupan lebih luas

e)

Tidak mengubah apa pun pada estimasi

50.

Apa implikasi klinis dari insidensi DKA 4.6–8 per 1000 pasien DM bagi layanan gawat darurat?

a)

Tidak perlu protokol khusus DKA

b)

Perlu kesiapan deteksi dan tatalaksana cepat

c)

Konsultasi endokrin tidak dibutuhkan

d)

Cukup fokus pada hipoglikemia saja

e)

Hanya perlu edukasi tanpa persediaan insulin

51.

Pada DKA, kombinasi defisiensi insulin dan peningkatan hormon kontra-regulasi menyebabkan gangguan metabolisme utama apa?

a)

Karbohidrat, protein, dan lipid

b)

Protein saja tanpa karbohidrat

c)

Karbohidrat dengan keton minimal

d)

Lipid saja tanpa karbohidrat

52.

Proses hati yang meningkat pada DKA sehingga menaikkan produksi glukosa adalah apa?

a)

Glikogenolisis dan glukoneogenesis

b)

Ketogenesis dan proteolisis

c)

Gluconeolisis dan glikogenesis

d)

Glikolisis dan lipogenesis

53.

Apa dampak DKA terhadap pengambilan glukosa perifer?

a)

Menurun signifikan di jaringan perifer

b)

Meningkat drastis di otot rangka

c)

Tetap stabil tanpa perubahan

d)

Fluktuatif sesuai waktu makan

54.

Konsekuensi keseluruhan dari perubahan metabolik pada DKA adalah apa?

a)

Normoglikemia dengan lipolisis tinggi

b)

Hiperglikemia progresif berkelanjutan

c)

Hipoglikemia intermiten ringan

d)

Euglikemia dengan ketosis rendah

55.

Di antara pencetus DKA berikut, mana yang termasuk stres ekstrem?

a)

Puasa singkat dan dehidrasi ringan

b)

Diet rendah karbohidrat sementara

c)

Aktivitas fisik moderat harian

d)

Infeksi dan iskemia miokard

56.

Berapa perkiraan proporsi kasus DKA yang terkait dengan prosedur bedah?

a)

Sekitar lima persen

b)

Sekitar tujuh puluh persen

c)

Sekitar sepuluh persen

d)

Sekitar empat puluh persen

57.

Pencetus umum DKA yang terkait terapi adalah apa?

a)

Pengobatan insulin yang tidak adekuat

b)

Konsumsi vitamin harian berlebih

c)

Terapi fisik intensif mingguan

d)

Hidrasi oral yang berlebihan

58.

Obat yang dapat memicu DKA termasuk golongan apa?

a)

Kortikosteroid sistemik

b)

Antibiotik makrolida

c)

Antihistamin generasi kedua

d)

Antikoagulan oral

59.

Jika pasien mengalami infeksi dan insulin tidak adekuat, apa risiko paling mungkin terkait DKA?

a)

Penurunan glukoneogenesis akut

b)

Peningkatan pengambilan glukosa perifer

c)

Terjadinya hiperglikemia progresif

d)

Munculnya hipoglikemia repetitif

60.

Manakah kombinasi mekanistik yang menjelaskan kenaikan glukosa darah pada DKA?

a)

Penurunan produksi hati dan peningkatan uptake perifer

b)

Peningkatan produksi hati dan penurunan uptake perifer

c)

Produksi hati tetap dan uptake perifer meningkat

d)

Produksi hati menurun dan uptake perifer tidak berubah

61.

Pada bagan pathofisiologi, kondisi awal yang paling erat memicu DKA adalah apa?

a)

Defisiensi insulin absolut

b)

Hiperinsulinemia kompensatorik

c)

Asupan cairan berlebih

d)

Hipoglikemia berkepanjangan

62.

Menurut bagan, hiperinsulinemia kompensatorik menyebabkan peningkatan proses mana?

a)

Glycogenolysis menurun

b)

Gluconeogenesis meningkat

c)

Ketogenesis meningkat

d)

Glucose uptake meningkat

63.

Urutan yang benar dari hiperglikemia menuju dehidrasi pada bagan adalah apa?

a)

Hiperglikemia → Glukosuria → Kehilangan air dan elektrolit → Dehidrasi

b)

Hiperglikemia → Ketogenesis → Asidosis → Dehidrasi

c)

Hiperglikemia → Vasodilatasi perifer → Kehilangan natrium → Dehidrasi

d)

Hiperglikemia → Hiperosmolalitas → Gagal ginjal → Dehidrasi

64.

Temuan yang membedakan DKA dalam diagram adalah meningkatnya apa?

a)

Ketogenesis dan asam lemak bebas

b)

Glycogenolysis dan glukosuria

c)

Glucose uptake dan ketonuria

d)

Counterregulatory insulin dan hiponatremia

65.

Pada jalur menuju HHS, diagram menyoroti ketonogenesis bagaimana?

a)

Fluktuatif dan episodik

b)

Seimbang dengan lipolisis

c)

Sangat meningkat

d)

Absent atau minimal

66.

Konsekuensi hiperosmolalitas yang ditunjukkan dalam bagan paling terkait dengan apa?

a)

Penurunan fungsi ginjal

b)

Penurunan sensitivitas insulin

c)

Peningkatan kontraktilitas miokard

d)

Peningkatan produksi keton

67.

Faktor yang mengurangi perfusi perifer dalam bagan berkontribusi terhadap kondisi apa?

a)

Asidosis metabolik

b)

Alkalosis respiratorik

c)

Hipoglikemia ringan

d)

Hipokapnia akut

68.

Komponen yang langsung mengikuti hiperglikemia pada diagram adalah apa?

a)

Glukosuria (diuresis osmotik)

b)

Ketogenesis meningkat tajam

c)

Hiperosmolalitas segera

d)

Dehidrasi instan

69.

Perubahan yang ditampilkan sebagai 'Impaired Glucose Uptake' pada diagram paling mungkin disebabkan oleh apa?

a)

Defisiensi insulin relatif

b)

Peningkatan keton plasma

c)

Penurunan osmolalitas serum

d)

Kelebihan insulin eksogen

70.

Jalur yang mengarah ke HHS pada bagan paling terkait dengan kondisi insulin bagaimana?

a)

Sensitivitas insulin meningkat

b)

Defisiensi insulin relatif

c)

Hiperinsulinemia ekstrem

d)

Defisiensi insulin absolut

71.

Pada diagram, defisiensi insulin memicu salah satu proses di jaringan adiposa. Proses mana yang meningkat sehingga menyumbang pembentukan keton?

a)

Lipolisis meningkat menghasilkan FFA dan gliserol

b)

Glikolisis meningkat menghasilkan piruvat berlebih

c)

Glikogenolisis menurun mempertahankan simpanan glikogen

d)

Pengambilan glukosa jaringan adiposa meningkat

e)

Oksidasi FFA berkurang menghambat ketogenesis

72.

Penurunan pengambilan glukosa oleh otot pada kondisi defisiensi insulin menyebabkan salah satu konsekuensi berikut. Manakah yang benar?

a)

Pengeluaran insulin endogen meningkat drastis

b)

Pemecahan protein meningkat menghasilkan asam amino

c)

Ketogenesis menurun karena kurang substrat

d)

Glukoneogenesis berhenti total pada hati

e)

Glikogenesis meningkat mengurangi glukosa darah

73.

Dari diagram, asam amino dari pemecahan protein terutama berkontribusi ke jalur mana di hati?

a)

Glukoneogenesis menghasilkan glukosa baru

b)

Glikolisis menghasilkan ATP cepat

c)

Ketogenesis menghasilkan badan keton

d)

Glikogenolisis melepaskan glukosa simpanan

e)

Transaminasi membentuk urea berlebih

74.

Kenaikan glukosa darah pada skema ini paling langsung menyebabkan fenomena fisiologis apa?

a)

Bradikardia meningkatkan curah jantung

b)

Peningkatan reabsorpsi natrium ginjal

c)

Vasokonstriksi perifer mengurangi perfusi

d)

Hiperventilasi menurunkan CO2 darah

e)

Diuresis osmotik meningkatkan kehilangan air

75.

Urutan kejadian setelah diuresis osmotik yang ditunjukkan di diagram adalah...

a)

Kehilangan air elektrolit lalu dehidrasi

b)

Koma lalu depresi CNS berat

c)

Volemia meningkat lalu sirkulasi stabil

d)

Alkalosis metabolik lalu hipokalemia

e)

Hipoglikemia lalu kejang umum

76.

Pada hati, defisiensi insulin dan kelebihan glukagon menghasilkan dua produk utama yang tercantum. Manakah kombinasi yang benar?

a)

Glukosa dan badan keton meningkat

b)

Asetilkolin dan adrenalin meningkat

c)

Insulin dan IGF-1 meningkat

d)

Laktat dan piruvat meningkat

e)

Glikogen dan fruktosa meningkat

77.

Konsekuensi langsung dari akumulasi badan keton yang digambarkan adalah...

a)

Hipoglikemia menyebabkan peningkatan nafsu makan

b)

Hiperkalemia menyebabkan alkalosis metabolik

c)

Asidosis metabolik menyebabkan depresi CNS

d)

Hiponatremia menyebabkan edema paru

e)

Alkalosis respiratorik menginduksi takikardia

78.

Menurut skema, ujung hilir dari dehidrasi berat pada jalur hiperglikemia adalah...

a)

Edema serebri meningkatkan tekanan intrakranial

b)

Hipertensi sistemik karena retensi natrium

c)

Kegagalan sirkulasi menurunkan perfusi jaringan

d)

Gagal ginjal akut akibat obstruksi ureter

e)

Peningkatan curah jantung karena takikardia

79.

Peran gliserol dari lipolisis pada diagram paling tepat adalah...

a)

Sumber langsung badan keton perifer

b)

Pembawa elektron pada rantai respirasi

c)

Substrat glukoneogenesis di hati

d)

Bahan baku glikogenesis di otot

e)

Inhibitor lipase hormon-sensitif adiposa

80.

Jika intervensi berhasil menurunkan ketogenesis, perubahan klinis yang diharapkan menurut jalur diagram adalah...

a)

Percepat glikogenolisis dan hiperglikemia

b)

Penurunan depresi CNS dan risiko koma

c)

Peningkatan diuresis osmotik dan dehidrasi

d)

Stabilisasi edema perifer dan hipertensi

e)

Kenaikan glukagon dan lipolisis berlanjut

81.

Istilah pada gambar menunjukkan fokus konten halaman ini. Apa istilah utama yang ditampilkan?

a)

Patogenesis akut metabolik

b)

Patofisiologi

c)

Fisiologi klinis lanjutan

d)

Epidemiologi penyakit metabolik

82.

Pada konteks DKA dan HHS, patofisiologi terutama menjelaskan apa?

a)

Urutan gejala subjektif pasien

b)

Proses biologis yang mendasari gangguan

c)

Daftar obat yang digunakan rutin

d)

Kebijakan kesehatan masyarakat terkait

83.

Manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan tujuan mempelajari patofisiologi DKA dan HHS?

a)

Menentukan insiden populasi spesifik

b)

Memahami mekanisme untuk intervensi tepat

c)

Memprediksi biaya asuransi kesehatan

d)

Menghafal nama-nama peneliti historis

84.

Dalam pembelajaran klinis, patofisiologi berbeda dari fisiologi normal karena berfokus pada apa?

a)

Fungsi organ sehat tanpa stres

b)

Perubahan fungsi akibat penyakit

c)

Adaptasi lingkungan non-biologis

d)

Pengukuran kebugaran atletik

85.

Jika sebuah slide bertajuk 'Patofisiologi', apa jenis informasi yang Anda harapkan diuraikan setelahnya?

a)

Grafik tren demografi regional

b)

Daftar jadwal kuliah mingguan

c)

Mekanisme biokimia dan hemodinamik

d)

Algoritma penatalaksanaan kebijakan

86.

Dalam kerangka DoK, mengidentifikasi kata 'Patofisiologi' pada gambar termasuk tingkat apa?

a)

DoK Tingkat 3: Strategi

b)

Tidak termasuk kategori DoK

c)

DoK Tingkat 2: Konsep

d)

DoK Tingkat 1: Recall

87.

Untuk memahami emergensi diabetes, mengapa tahap patofisiologi penting sebelum terapi?

a)

Menyederhanakan dokumentasi administratif

b)

Menjadi dasar memilih intervensi rasional

c)

Mencegah semua komplikasi secara pasti

d)

Menggantikan kebutuhan pemeriksaan fisik

88.

Dalam analisis kasus DKA, bagian patofisiologi biasanya mencakup mana di bawah ini?

a)

Daftar merek glukometer populer

b)

Protokol pengisian formulir klaim

c)

Distribusi geografis pasien

d)

Interaksi hormon kontra-regulator

89.

Apa hubungan antara patofisiologi dan tanda klinis pada DKA/HHS?

a)

Tanda selalu acak dan tidak relevan

b)

Tanda hanya ditentukan oleh psikologi pasien

c)

Tanda muncul tanpa kaitan mekanistik

d)

Tanda berasal dari mekanisme yang mendasari

90.

Jika Anda menyiapkan presentasi tentang DKA/HHS, di mana sebaiknya bagian 'Patofisiologi' ditempatkan?

a)

Setelah latar belakang dan sebelum terapi

b)

Hanya di bagian lampiran teknis akhir

c)

Digabung dengan daftar referensi bibliografi

d)

Tidak perlu ditampilkan sama sekali

91.

Pada gambar bertuliskan “DIAGNOSIS KAD”, komponen utama yang menegakkan diagnosis ketoasidosis diabetik adalah kombinasi hiperglikemia, ketonemia/ketonuria, dan asidosis metabolik. Manakah ambang pH arteri yang paling konsisten dengan KAD berat?

a)

pH ≤ 7,30 dengan bikarbonat rendah

b)

pH ≤ 7,25 dengan anion gap normal

c)

pH 7,40 dengan hiperglikemia ringan

d)

pH ≥ 7,35 dengan ketonuria ringan

92.

Seorang pasien dengan glukosa plasma 520 mg/dL, pH 7,18, bikarbonat 10 mEq/L, dan keton positif. Temuan ini paling sesuai dengan?

a)

Ketoasidosis diabetik dengan dehidrasi

b)

Hiperglikemia hiperosmolar tanpa keton

c)

Asidosis laktat non-diabetik

d)

Hipoglikemia akibat insulin berlebih

93.

Dalam membedakan KAD dari HHS, parameter yang paling membantu adalah adanya ketonemia signifikan. Bagaimana temuan keton pada HHS tipikal?

a)

Keton tinggi dengan anion gap normal

b)

Keton minimal atau tidak signifikan

c)

Keton tinggi dengan pH sangat rendah

d)

Keton sangat tinggi persisten

94.

Hitung anion gap: Na+ 140 mEq/L, Cl− 100 mEq/L, HCO3− 12 mEq/L. Nilai anion gap dan interpretasinya adalah?

a)

Anion gap 8, status asam-basa normal

b)

Anion gap 28, asidosis anion gap

c)

Anion gap 12, asidosis non-gap

d)

Anion gap 40, alkalosis metabolik

95.

Pada KAD, hiperglikemia sering disertai osmolaritas efektif meningkat. Rumus osmolaritas efektif yang tepat adalah?

a)

Na+ + K+ + glukosa/5

b)

Na+×K+ + glukosa/18

c)

2×(Na+ + K+) + urea/2,8

d)

2×Na+ + glukosa/18

96.

Seorang pasien: Na+ terukur 128 mEq/L, glukosa 600 mg/dL. Koreksi natrium yang benar untuk hiperglikemia adalah?

a)

Na+ koreksi ≈ 134 mEq/L

b)

Na+ koreksi ≈ 128 mEq/L

c)

Na+ koreksi ≈ 140 mEq/L

d)

Na+ koreksi ≈ 120 mEq/L

97.

Temuan klinis yang paling khas pada KAD dibanding HHS adalah?

a)

Hipotermia berat dengan bradikardia

b)

Defisit cairan minimal tanpa tahikardia

c)

Pupil anisokor reaktif cahaya

d)

Napas Kussmaul dengan bau aseton

98.

Pada KAD, kadar kalium serum saat masuk sering tampak normal atau tinggi. Penjelasan fisiologis yang benar adalah?

a)

Kalium stabil karena homeostasis ketat ginjal

b)

Kalium turun karena masuk ke sel oleh insulin

c)

Kalium meningkat karena hemodilusi berat

d)

Kalium berpindah keluar sel karena asidosis

99.

Tingkat keparahan KAD sering diklasifikasi dengan pH dan bikarbonat. Manakah kombinasi yang menunjukkan KAD ringan?

a)

pH 7,30–7,35, HCO3− 20–22

b)

pH 7,35–7,45, HCO3− 22–26

c)

pH 7,25–7,30, HCO3− 15–18

d)

pH < 7,00, HCO3− < 10

100.

Pasien dengan glukosa 750 mg/dL, pH 7,36, HCO3− 22 mEq/L, osmolaritas efektif tinggi, keton negatif. Diagnosis yang paling mungkin adalah?

a)

Hipoglikemia reaktif pasca makan

b)

Asidosis metabolik non-ketonik

c)

Ketoasidosis diabetik berat

d)

Hiperglikemia hiperosmolar (HHS)

101.

Triad klasik DKA mencakup tiga komponen. Manakah kombinasi yang benar?

a)

Hiperglikemia, hipernatremia, alkalosis metabolik

b)

Hipoglikemia, ketonuria, alkalosis respiratorik

c)

Hipoglikemia, hiperosmolalitas, gagal ginjal akut

d)

Hiperglikemia, ketonemia, asidosis metabolik

102.

Menurut kriteria ADA, kadar glukosa darah pada DKA ringan biasanya berada pada kisaran mana?

a)

> 250 mg/dL hanya sesekali

b)

> 350 mg/dL minimal

c)

> 180 mg/dL dengan fluktuasi

d)

> 250 mg/dL secara konsisten

103.

Pada DKA derajat sedang, rentang pH serum yang benar adalah?

a)

7,00 hingga <7,24

b)

7,35 hingga 7,45

c)

7,25 hingga 7,30

d)

<7,00 tepat

104.

Kadar bikarbonat serum pada DKA berat biasanya berada di bawah berapa?

a)

< 10 mEq/L

b)

< 15 mEq/L

c)

< 20 mEq/L

d)

< 8 mEq/L

105.

Temuan keton pada urin dan darah pada semua tingkat DKA digambarkan sebagai?

a)

Ketonuria variabel, ketonemia variabel

b)

Ketonuria positif, ketonemia negatif

c)

Ketonuria negatif, ketonemia positif

d)

Ketonuria positif, ketonemia positif

106.

Bagaimana status osmolalitas serum biasanya pada DKA menurut tabel?

a)

Variabel pada semua tingkat

b)

Tetap normal selalu

c)

Menurun konsisten

d)

Meningkat secara konsisten

107.

Ambang anion gap yang digunakan untuk mendiagnosis DKA ringan adalah?

a)

> 16 mEq/L berat

b)

≥ 8 mEq/L umum

c)

> 12 mEq/L spesifik

d)

> 10 mEq/L sebagai batas

108.

Status mental yang paling khas pada DKA berat adalah?

a)

Koma dengan depresi kesadaran

b)

Alert tanpa defisit

c)

Stupor atau mengantuk

d)

Disorientasi ringan saja

109.

Anda menilai pasien dengan pH 7,22, bikarbonat 12 mEq/L, glukosa 300 mg/dL, dan stupor. Klasifikasi tingkat DKA yang paling sesuai adalah?

a)

DKA sedang berdasarkan pH dan bikarbonat

b)

DKA ringan karena glukosa tidak ekstrem

c)

DKA berat karena status mental stupor

d)

Tidak DKA karena osmolalitas variabel

110.

Pada DKA ringan, pH serum terendah yang masih sesuai kategori adalah?

a)

7,20 masih termasuk

b)

7,30 wajib minimal

c)

7,00 tepat ambang

d)

7,25 sebagai batas bawah

111.

Pada ketoasidosis diabetik (DKA), mekanisme utama yang menyebabkan asidosis metabolik adalah apa?

a)

Produksi badan keton meningkat cepat

b)

Peningkatan laktat akibat sepsis ringan

c)

Retensi klorida ginjal berlebihan

d)

Hipoventilasi yang menurunkan pH darah

112.

Karakteristik laboratorium mana yang paling khas pada hiperglikemia hiperosmolar (HHS) dibanding DKA?

a)

Kalium serum selalu rendah sekali

b)

Keton urin sangat tinggi sekali

c)

pH darah relatif mendekati normal

d)

Anion gap meningkat ekstrem sekali

113.

Tindakan awal paling penting pada penatalaksanaan DKA dan HHS adalah apa?

a)

Resusitasi cairan isotonic cepat

b)

Pemberian bikarbonat intravena langsung

c)

Insulin bolus dosis tinggi awal

d)

Antibiotik spektrum luas rutin

114.

Faktor pencetus tersering untuk DKA pada pasien diabetes tipe 1 adalah apa?

a)

Infeksi yang tidak terkontrol

b)

Hipotiroidisme subklinis ringan

c)

Penggunaan statin dosis kecil

d)

Trauma kepala ringan sekali

115.

Pada DKA, bagaimana pola perubahan kalium serum sebelum dan sesudah terapi insulin biasanya terjadi?

a)

Tetap stabil tanpa perubahan berarti

b)

Awalnya sangat rendah, lalu naik cepat

c)

Awalnya tampak normal atau tinggi, lalu turun

d)

Awalnya tinggi, tetap tinggi setelah terapi

116.

Kriteria diagnostik yang membedakan DKA dari HHS termasuk apa?

a)

Ketonemia dan anion gap tinggi

b)

Hipoglikemia dan osmolalitas rendah

c)

Leukopenia dan pH sangat tinggi

d)

Hiperkalemia berat tanpa keton

117.

Komplikasi neurologis paling dikhawatirkan pada HHS adalah apa?

a)

Koma hiperosmolar dan kejang

b)

Sindrom terowongan karpal bilateral

c)

Mioklonus jinak saat tidur ringan

d)

Neuropati perifer progresif ringan

118.

Dalam tata laksana DKA, kapan pemberian insulin intravena kontinu biasanya dimulai?

a)

Setelah radiologi toraks selesai diperiksa

b)

Setelah cairan awal dan kalium adekuat

c)

Hanya setelah pH kembali normal penuh

d)

Segera sebelum cairan diberikan sama sekali

119.

Target penurunan glukosa darah per jam yang aman saat terapi HHS biasanya sekitar berapa?

a)

150–200 mg/dL per jam

b)

5–10 mg/dL per jam

c)

300–350 mg/dL per jam

d)

50–75 mg/dL per jam

120.

Pada DKA berat, kapan bikarbonat intravena dapat dipertimbangkan?

a)

Jika pH meningkat terlalu cepat

b)

Jika pH 7,2–7,3 ringan

c)

Jika pH > 7,35 stabil

d)

Jika pH < 6,9 persisten

121.

Pada ketoasidosis diabetik (DKA), proses patofisiologi utama yang menyebabkan produksi keton berlebihan adalah

a)

Penghambatan beta-oksidasi asam lemak oleh insulin tinggi

b)

Aktivasi glikogenolisis oleh terapi insulin intravena

c)

Peningkatan lipolisis karena defisiensi insulin

d)

Penurunan glukoneogenesis oleh hati hiperinsulinemik

122.

Karakteristik laboratorium yang paling membedakan DKA dari hiperglikemia hiperosmolar (HHS) adalah

a)

Asidosis metabolik dengan anion gap meningkat

b)

Alkalosis metabolik dengan kalium serum rendah

c)

Hiperglikemia ringan dengan osmolalitas rendah

d)

Ketosis ringan tanpa perubahan pH darah

123.

Temuan klinis yang lebih sering terlihat pada HHS dibandingkan DKA adalah

a)

Dehidrasi berat dengan gangguan kesadaran

b)

Nyeri abdomen kolik dan mual signifikan

c)

Napas Kussmaul dengan bau aseton kuat

d)

Onset cepat dengan riwayat diabetes tipe 1

124.

Pemicu umum DKA pada pasien diabetes tipe 1 adalah

a)

Defisiensi vitamin yang berlangsung kronis

b)

Hipotermia akibat paparan dingin ekstrem

c)

Hiperhidrasi karena konsumsi cairan berlebih

d)

Infeksi bakteri berat atau lupa insulin

125.

Langkah awal yang paling penting dalam tata laksana DKA dan HHS di fasilitas gawat darurat adalah

a)

Insulin bolus dosis tinggi langsung

b)

Pemberian bikarbonat rutin awal

c)

Pemberian antibiotik empiris wajib

d)

Resusitasi cairan isotonic segera

126.

Perubahan kalium serum pada DKA sebelum terapi biasanya

a)

Tinggi karena peningkatan total tubuh jelas

b)

Sangat rendah karena peningkatan total tubuh

c)

Stabil tanpa perubahan selama hiperglikemia

d)

Normal atau meningkat meski total tubuh rendah

127.

Indikasi pemberian bikarbonat pada DKA dipertimbangkan bila

a)

pH darah meningkat di atas 7,50

b)

pH darah sedikit menurun sekitar 7,30

c)

pH darah normal sekitar 7,40

d)

pH darah sangat rendah di bawah 6,9

128.

Target penurunan glukosa darah saat infus insulin pada DKA yang aman adalah

a)

Tidak ada target, turunkan secepat mungkin

b)

Sekitar 50–75 mg/dL per jam

c)

Lebih dari 150 mg/dL per jam

d)

Kurang dari 10 mg/dL per jam

129.

Komplikasi neurologis yang perlu diwaspadai saat koreksi hiperglikemia dan osmolalitas, terutama pada anak, adalah

a)

Sindrom kaki gelisah kronik

b)

Mielopati demielinisasi akut

c)

Neuritis perifer yang menetap

d)

Edema serebral yang mengancam jiwa

130.

Kriteria diagnostik tipikal HHS meliputi

a)

Glukosa sangat tinggi, osmolalitas meningkat, tanpa ketosis

b)

Glukosa normal, osmolalitas menurun, ketosis berat

c)

Glukosa sedang, osmolalitas normal, asidosis ringan

d)

Glukosa rendah, osmolalitas meningkat, ketosis jelas

131.

Diagram menunjukkan jalur utama menuju DKA setelah trauma/operasi. Mekanisme awal yang memicu rangkaian ini adalah apa?

a)

Koreksi hiperglikemia cepat dengan insulin bolus

b)

Aktivasi respons stres neuroendokrin menyeluruh

c)

Penurunan osmolalitas serum tiba-tiba akut

d)

Peningkatan langsung ketogenesis hati spontan

132.

Dalam respons stres neuroendokrin pasca-trauma, perubahan hormon yang paling langsung mendorong hiperglikemia adalah apa?

a)

Penurunan katekolamin perifer mendadak

b)

Sekresi insulin pankreas meningkat

c)

Aktivasi hormon tiroid berlebihan

d)

Peningkatan hormon kontrarregulasi multipel

133.

Konsekuensi dari penurunan sekresi insulin pada keadaan stres adalah mana yang paling tepat?

a)

Penurunan ketogenesis hingga baseline fisiologis

b)

Hambatan glukoneogenesis hati berkelanjutan

c)

Penurunan lipolisis dan katabolisme total

d)

Penurunan uptake glukosa jaringan perifer

134.

Hormon kontrarregulasi yang meningkat pada stres biasanya meliputi apa?

a)

Glukagon, kortisol, katekolamin, hormon pertumbuhan

b)

Insulin, amilin, GLP‑1, somatostatin

c)

Aldosteron, vasopresin, renin, eritropoietin

d)

Tiroksin, trijodotironin, kalsitonin, prolaktin

135.

Urutan proses patofisiologi yang mengarah ke DKA dalam diagram paling tepat adalah apa?

a)

Trauma → respons tiroid → hipoglikemia → glukoneogenesis terhambat → DKA

b)

Operasi → penurunan hormon kontrarregulasi → peningkatan uptake glukosa → ketogenesis → DKA

c)

Trauma → peningkatan insulin → penurunan lipolisis → euglikemia → DKA

d)

Trauma → respons stres → ↓ insulin & ↑ hormon kontrarregulasi → ↑ katabolisme/lipolisis, ↓ uptake glukosa, ↑ glukoneogenesis → ketogenesis & hiperglikemia → DKA

136.

Peningkatan lipolisis dalam kondisi stres berkontribusi pada pembentukan badan keton melalui mekanisme utama mana?

a)

Aktivasi glikolisis anaerob yang berlebihan

b)

Peningkatan sintesis trigliserida perifer dominan

c)

Penurunan NADH sehingga acetyl‑CoA menurun

d)

Penyediaan asam lemak bebas untuk ketogenesis hepatik

137.

Mengapa hiperglikemia muncul bersamaan dengan ketogenesis pada jalur ini?

a)

Insulin meningkat sehingga produksi glukosa hepatik menurun

b)

Glukoneogenesis dan glikogenolisis meningkat karena hormon kontrarregulasi

c)

Asupan glukosa usus berlebihan pada fase puasa

d)

Laju filtrasi glomerulus meningkat drastis memicu glukosuria

138.

Dalam pasien pasca-operasi dengan takikardia, hiperventilasi, dan glukosa darah tinggi, temuan laboratorium mana yang paling mendukung DKA?

a)

Hiponatremia ringan dengan osmolalitas menurun

b)

Ketonemia signifikan dengan anion gap meningkat

c)

Ketonuria kecil dengan pH normal stabil

d)

Laktat rendah dengan pH darah meningkat

139.

Intervensi awal yang menargetkan simpul patofisiologi paling hulu pada jalur ini adalah mana?

a)

Kontrol sumber stres fisiologis dan hemodinamik

b)

Pemberian bikarbonat rutin pada pH 7,35

c)

Restriksi cairan ketat untuk cegah hiperglikemia

d)

Penghentian semua hormon kontrarregulasi dengan antagonis

140.

Pada pasien dengan trauma berat, faktor ganda yang paling langsung mendorong DKA dibandingkan HHS adalah apa?

a)

Aktivasi tiroid yang memicu hipometabolisme

b)

Produksi glukosa rendah dengan hipoglikemia persisten

c)

Dehidrasi hiperosmolar tanpa keton signifikan

d)

Defisiensi insulin relatif lebih berat dengan lipolisis dominan

141.

Pada ketoasidosis diabetik (DKA), mekanisme utama yang menyebabkan asidosis adalah…

a)

Peningkatan laktat akibat hipoksia jaringan

b)

Akumulasi badan keton dari lipolisis tak terkontrol

c)

Gagal ginjal akut yang menurunkan ekskresi asam

d)

Retensi CO2 karena hipoventilasi alveolar

142.

Temuan laboratorium mana yang paling konsisten dengan hiperglikemia hiperosmolar (HHS)?

a)

pH darah < 7,20 dengan keton tinggi

b)

Glukosa sangat tinggi dan osmolalitas naik

c)

Anion gap meningkat dengan bikarbonat rendah

d)

Ketonuria berat dengan glukosa sedang

143.

Pada tata laksana awal DKA, prioritas pertama adalah…

a)

Resusitasi cairan kristaloid isotonic

b)

Koreksi hipokalemia sebelum cairan

c)

Pemberian insulin intravena bolus tinggi

d)

Pemberian bikarbonat pada semua pasien

144.

Perbedaan klinis yang paling umum antara DKA dan HHS adalah…

a)

HHS memiliki osmolalitas plasma lebih tinggi

b)

DKA cenderung terjadi pada diabetes tipe 2

c)

HHS lebih sering disertai ketosis berat

d)

DKA menunjukkan hiperglikemia lebih berat

145.

Faktor pemicu tersering untuk DKA atau HHS pada pasien diabetes adalah…

a)

Penggunaan statin dosis tinggi

b)

Olahraga berlebihan tanpa hidrasi

c)

Puasa intermiten terencana

d)

Infeksi akut yang tidak ditangani

146.

Pada DKA, pola respirasi khas yang membantu kompensasi asidosis disebut…

a)

Pernapasan Cheyne–Stokes dengan apnea

b)

Hipoventilasi alveolar progresif

c)

Pernapasan Kussmaul yang dalam cepat

d)

Pernapasan Biot dengan pola cluster

147.

Kapan pemberian kalium harus dimulai pada pasien DKA?

a)

Setelah pH darah normalisasi lengkap

b)

Hanya bila terdapat gelombang U pada EKG

c)

Segera jika kalium serum < 3,3 mEq/L

d)

Tidak perlu bila diuresis masih rendah

148.

Komplikasi neurologis yang paling dikhawatirkan saat koreksi HHS terlalu cepat adalah…

a)

Edema serebral akut dengan kejang

b)

Paresis nervus kranialis tiga

c)

Sindrom kaki gelisah persisten

d)

Neuropati perifer demielinasi

149.

Dalam penatalaksanaan HHS, target penurunan glukosa yang aman per jam adalah…

a)

>150 mg/dL per jam untuk cepat

b)

Sekitar 50–75 mg/dL per jam

c)

<10 mg/dL per jam konservatif

d)

Tidak perlu diukur secara berkala