WorksheetsFamily Law & Gender Studies Exam Questions
Total questions: 20
Worksheet time: 30mins
Perbedaan antara laki-laki dan perempuan yang berkaitan dengan fungsi reproduksi disebut sebagai ...
A. Seks
B. Gender
C. Jenis kelamin biologis
D. Jawaban A dan C benar.
Pernyataan “perempuan lebih emosional dan laki-laki lebih rasional” merupakan contoh dari ....
Perbedaan biologis
Kodrat perempuan
Konstruksi gender
Seksualitas alami
Konsep bahwa sifat dan peran laki-laki dan perempuan dibentuk oleh masyarakat disebut ...
Seksualitas
Kodrat
Maskulinitas biologis
Konstruksi gender
Anggapan bahwa perempuan tidak layak menjadi pemimpin karena dianggap emosional termasuk bentuk ...
Marginalisasi
Subordinasi
Stigmatisasi
Kekerasan
Praktik menikahkan anak perempuan demi menjaga “nama baik keluarga” termasuk bentuk ...
Kekerasan berbasis gender
Beban ganda
Marginalisasi ekonomi
Partisipasi pasif
Pelarangan perempuan ikut musyawarah desa karena dianggap “tidak perlu” merupakan contoh ...
Akses setara
Subordinasi
Manfaat proporsional
Kontrol bersama
Dalam analisis APKM, yang dimaksud dengan akses adalah ...
Siapa yang menikmati hasil pembangunan
Siapa yang mengambil keputusan akhir
Kesempatan memperoleh sumber daya
Pembagian peran biologis
Jika mahasiswa perempuan hadir dalam rapat SEMA/DEMA tetapi tidak diberi ruang bicara, maka masalah utamanya ada pada aspek ...
Akses
Partisipasi
Kontrol
Representasi simbolik
Kondisi ketika laki-laki memutuskan penggunaan aset keluarga tanpa melibatkan istri berkaitan dengan aspek ...
A. Akses
B. Partisipasi
C. Kontrol
D. Distribusi kerja
Kebijakan netral gender yang dapat diakses laki-laki dan perempuan tetapi manfaatnya lebih banyak dinikmati laki-laki menunjukkan masalah pada aspek ...
Akses
Partisipasi
Kontrol
Manfaat
Aliran feminisme yang menekankan kesetaraan hak melalui reformasi hukum dan pendidikan adalah ...
Feminisme radikal
Feminisme liberal
Feminisme posmodern
Ekofeminisme
Slogan “the personal is political” merupakan ciri khas dari ...
Feminisme liberal
Feminisme eksistensialis
Feminisme radikal
Feminisme postmodern
Kritik terhadap bahasa, simbol, dan representasi perempuan dalam teks hukum lebih dekat dengan pendekatan ...
Feminisme liberal
Feminisme radikal
Feminisme posmodern
Feminisme marxis
Pendekatan gender dalam kajian hukum keluarga Islam bertujuan untuk ...
Menghapus perbedaan biologis
Menyeragamkan peran laki-laki dan perempuan
Menilai keadilan relasi dan dampak hukum
Menolak seluruh tradisi fiqh.
Seorang istri bekerja penuh waktu dan turut menanggung kebutuhan ekonomi keluarga. Namun dalam pengambilan keputusan kepemilikan dan penggunaan harta bersama, suami tetap merasa memiliki hak penuh karena dianggap sebagai kepala keluarga. Jika dianalisis dari perspektif gender dalam hukum keluarga Islam, persoalan utama dalam kasus ini adalah ...
Ketidakjelasan status hukum perkawinan
Ketimpangan kontrol dalam relasi suami-istri
Kekerasan terhadap Perempuan
Perbedaan biologis laki-laki dan Perempuan
Seorang perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga datang ke kantor desa untuk meminta bantuan. Namun aparat desa menyarankan agar masalah tersebut “diselesaikan secara kekeluargaan” dan tidak menyediakan mekanisme pendampingan atau rujukan layanan. Kasus tersebut menggambarkan bentuk ketidakadilan gender berupa ...
Subordinasi
Diskriminasi layanan
Kekerasan structural
Stereotip budaya
Dalam perkara pembagian harta bersama, pengadilan agama memutuskan pembagian yang tidak sama rata karena istri terbukti menjadi pencari nafkah utama selama perkawinan, sementara suami tidak menjalankan kewajiban nafkah. Putusan tersebut menunjukkan bahwa hakim ...
Mengabaikan ketentuan hukum Islam dan hukum positif
Mengutamakan prinsip kesetaraan formal
Menggunakan pendekatan keadilan substantif dalam relasi gender
Menolak konsep kepemimpinan laki-laki
Alya (24) dan Steven (25) adalah pasangan Gen Z yang baru menikah. Keduanya bekerja penuh waktu, dan penghasilan Alya lebih besar. Mereka sepakat berbagi tugas domestik dan pengasuhan secara setara. Ketika mengurus administrasi kependudukan untuk mendapatkan bantuan perumahan, petugas menuliskan Steven sebagai kepala keluarga dan Alya sebagai “istri yang bekerja membantu suami”. Ketika Alya mempertanyakan hal itu, ia diberi jawaban, “Memang aturannya begitu.” Cerita ini menunjukkan persoalan utama dalam perspektif gender dan hukum keluarga berupa ...
Ketidakjelasan status perkawinan
Perbedaan biologis suami-istri
Subordinasi peran ekonomi perempuan
Gap generasi antara petugas dan Alya
Fikri (27) dan Intan (26) menikah selama dua tahun. Intan seorang guru di sekolah yayasan, dan Fikri kerja di sektor informal (serabutan). Konflik muncul karena Fikri melarang Intan aktif di luar jam mengajar dan mengontrol keuangan. Kekerasan fisik tidak terjadi, tetapi tekanan psikologis terus-menerus. Ketika Intan mengajukan cerai gugat, keluarganya menyebutnya “gagal menjadi istri yang baik”. Dalam perspektif hukum keluarga dan gender, pengalaman Intan paling tepat dipahami sebagai ...
Konflik rumah tangga awal
Ketidakmampuan adaptasi Gen Z
Kekerasan berbasis gender non-fisik
Subordinasi
Dimas (26) memutuskan menjadi ayah yang aktif mengasuh anak karena istrinya bekerja sebagai tenaga kesehatan dengan jam kerja panjang. Ia sering mengantar anak ke posyandu dan sekolah PAUD. Namun keluarga besar dan lingkungan sering mengejeknya sebagai “suami takut istri” dan “laki-laki tidak bertanggung jawab”. Bahkan petugas posyandu selalu memanggil ibu, meskipun Dimas yang hadir. Respons lingkungan terhadap peran Dimas sebagai ayah aktif mencerminkan …
Marginalisasi laki-laki
Stereotipe gender terhadap laki-laki
Kekerasan budaya
Beban ganda
