Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Post Test ACLS Refreshment Lecture

Total questions: 10

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Seorang laki-laki 60 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri dada seperti tertimpa benda berat, gelisah, TD 60/palpasi mmHg, nadi 200x/menit, laju napas 27x/menit, akral dingin, CRT memanjang. Monitor menunjukkan irama takikardi reguler dengan QRS sempit.
Tindakan AWAL yang PALING tepat sebagai dokter jaga adalah:

a)

Memberikan ISDN 5 mg sublingual

b)

Melakukan uji cairan 2–4 cc/kgBB dalam 10 menit

c)

Informed consent, sedasi, lalu kardioversi tersinkron 100 J

d)

Memberikan drip norepinefrin 0,1 mcg/kg/menit

e)

Memberikan drip dobutamin 2 mcg/kg/menit

2.

Seorang pasien dengan nadi 160x/menit datang ke IGD. Dokter jaga ingin menentukan apakah pasien termasuk “tidak stabil” menurut algoritme takikardi ACLS.
Manakah kombinasi berikut yang termasuk tanda instabilitas hemodinamik?

a)

Hipotensi (TD sistolik < 90 mmHg), penurunan kesadaran, nyeri dada iskemik, gagal jantung akut

b)

Hanya takikardi > 150x/menit tanpa keluhan

c)

Hanya sesak napas ringan tanpa hipotensi

d)

Hanya demam dan mual

e)

Hanya palpitasi tanpa keluhan lain

3.

Laki-laki 37 tahun datang dengan keluhan berdebar. TD 130/80 mmHg, nadi 170x/menit reguler, respirasi 16x/menit, SpO2 98%. Akral hangat, CRT < 2 detik, tidak ada nyeri dada atau sesak.
EKG menunjukkan gambar sebagai berikut:

Langkah tatalaksana berikut yang PALING tepat dilakukan lebih dahulu:

a)

Kardioversi tersinkron 50 J

b)

Adenosin 6 mg IV bolus segera

c)

 Diltiazem 15 mg IV bolus

d)

Persiapan dan pelaksanaan manuver vagal bila tidak ada kontraindikasi

e)

Amiodaron 300 mg IV bolus

4.

Pada kasus SVT stabil di atas, setelah manuver vagal dilakukan, irama tetap SVT dan pasien tetap stabil. Obat pertama yang direkomendasikan ACLS untuk diberikan adalah:

a)

Adenosin 6 mg IV bolus cepat

b)

Adenosin 12 mg oral

c)

Metoprolol 25 mg IV bolus

d)

Verapamil 80 mg oral

e)

Digoksin 0,5 mg IV bolus

5.

Laki-laki 71 tahun datang dengan keluhan sesak dan riwayat pingsan. TD 70/50 mmHg, nadi 36x/menit, RR 28x/menit, SpO₂ 91%, akral dingin, CRT > 2 detik. EKG menunjukkan gambar berikut:

Langkah tatalaksana awal yang PALING tepat sesuai algoritme bradikardi ACLS adalah:

a)

Observasi dan monitoring saja

b)

Atropin 1 mg IV bolus, dapat diulang tiap 3–5 menit (maks 3 mg)

c)

Dobutamin drip 2–20 mcg/kg/menit tanpa atropin

d)

Segera pasang pacu jantung permanen

e)

Berikan hanya oksigen dan cairan tanpa obat

6.

Pada henti jantung dengan irama VF pada defibrilator biphasic, bila pengaturan pabrikan tidak diketahui, dosis energi awal yang dianjurkan adalah:

a)

50 J

b)

100 J

c)

150 J

d)

200 J

e)

360 J

7.

Seorang pasien mengalami henti jantung dengan VF persisten. Setelah dua kali defibrilasi dan RJP berkualitas, akses IV sudah terpasang. Kombinasi pemberian obat berikut yang BENAR sesuai algoritme ACLS:

a)

Epinefrin 1 mg IV tiap 3–5 menit, Amiodaron bolus pertama 300 mg IV

b)

Epinefrin 1 mg IV sekali saja, Amiodaron 150 mg lalu 75 mg

c)

Amiodaron 900 mg drip 24 jam, tanpa bolus

d)

Lidokain 300 mg IV bolus pertama, tanpa epinefrin

e)

Adenosin 6 mg IV pada VF persisten

8.

Pada henti jantung di IGD, RJP sedang dilakukan, pasien belum diintubasi. Manakah pernyataan berikut yang PALING sesuai dengan kualitas RJP yang baik?

a)

Kedalaman kompresi 3–4 cm, frekuensi 80–100/menit, rasio 15:2

b)

Kedalaman kompresi 5–6 cm, frekuensi 100–120/menit, rasio kompresi–ventilasi 30:2

c)

Kedalaman kompresi 7–8 cm, frekuensi 140–160/menit, rasio 30:2

d)

Kompresi dilakukan pelan agar tidak merusak iga, ventilasi tiap 2 detik

e)

Kompresi dan ventilasi dilakukan bersamaan tanpa jeda

9.

Pasien henti jantung mengalami ROSC. TD 60/30 mmHg, HR 110x/menit (sinus takikardi). Anda merencanakan terapi cairan dan vasopresor.

Target hemodinamik minimum yang dianjurkan pada fase pasca henti jantung adalah:

a)

TD sistolik ≥ 80 mmHg, MAP ≥ 55 mmHg

b)

TD sistolik ≥ 90 mmHg, MAP ≥ 65 mmHg

c)

TD sistolik ≥ 100 mmHg, MAP ≥ 75 mmHg

d)

TD sistolik ≥ 110 mmHg, MAP ≥ 70 mmHg

e)

Tidak ada target khusus, yang penting pasien sadar

10.

Pasien wanita 61 tahun datang dengan sesak berat, TD 180/100 mmHg, Nadi 110x/menit, RR 32x/menit, SpO2 88%. Terdapat JVP meningkat, ronki basah bilateral, edema tungkai. Diagnosis: edema paru akut kardiogenik dengan hipertensi. Manakah tindakan berikut yang BUKAN termasuk tatalaksana awal yang dianjurkan di IGD?

a)

Memposisikan pasien duduk dan memberikan oksigen NRM 10–15 L/menit

b)

Memberikan ISDN 5 mg sublingual bila tidak ada kontraindikasi

c)

Memberikan furosemid 40 mg IV dan memasang kateter urin

d)

Memberikan morfin sulfat 2–4 mg IV pelan bila tidak ada kontraindikasi

e)

Segera intubasi dan ventilasi mekanik pada semua pasien tanpa melihat kondisi klinis